Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bumi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Calendars

  • Calendar

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 44 results

  1. Bentuk bumi itu bulat, itulah pengetahuan yang sudah kita terima sejak belajar IPA di bangku sekolah dasar. Namun akhir-akhir ini teori yang menyatakan bahwa bumi bulat dibantah oleh sebuah komunitas bernama Flat Earth Society yang merupakan komunitas yang benar-benar yakin bahwa bumi itu bentuknya datar dengan berbagai fakta ilmiah yang mereka sampaikan. Oleh karena itu mereka menepis semua bukti yang menunjukkan bumi itu bulat, seperti halnya foto-foto bumi dari luar angkasa. Menurut mereka, itu tak lebih dari rekayasa konspirasi pendukung bahwa bumi bulat yang diatur oleh Badan Antariksa NASA dan badan pemerintah lainnya. Yang merupakan sebuah konspirasi tingkat tinggi. Diantara kita tentu akan terkejut mendengar penjelasan mereka bahwa bumi itu bulat, karena selama kurang lebih 500 tahun kita telah didoktrin bahwa matahari adalah pusat tata surya dan bahwa bumi ini berputar pada porosnya dengan kecepatan sekitar 1500 km/jam sambil mengorbit matahari dengan kecepatan yang luar bisa kencang yaitu 107.000 km/jam. Kebenaran bahwa bumi datar dan tidak bergerak seperti yang disampaikan mereka tentu akan ditolak oleh 99,9% orang pada zaman sekarang, karena seumur hidup dari sejak kita masih kanak-kanak kita sudah diajar kan bahwa bumi ini adalah sebuah bola bulat yang bergerak mengelilingi matahari. Namun ada baiknya kita membuka pikiran agar bisa menilai lebih jernih karena sains bisa berubah faktanya jika ditemukan fakta-fakta baru yang terpercaya. Kalau menurut kamu bumi itu bulat apa datar? Sebelum menjawab ada baiknya kamu tonton dulu video penjelasan tentang teori bahwa bumi itu datar di bawah ini : 1. Flat Earth 01: BANGKITNYA KESADARAN 2. Flat Earth 02: BISNIS TRILIUN DOLAR 3. Flat Earth 03: KEBOHONGAN SAINS MODERN 4. Flat Earth 04: GERHANA DAN HORISON 5. Flat Earth 05: ANTARTIKA DAN BOM NUKLIR KUBAH BUMI 6. Flat Earth 06: NASA HOLLYWOOD 7. Flat Earth 07: SECRET SOCIETIES 8. Flat Earth 08: Elite Global 8. Flat Eart 09: Menggugat Sistem Yang Zalim Nah jendral, setelah menyaksikan video-video tersebut apa pendapatmu? Bumi ini bulat atau datar? Yang jelas video tersebut bukan untuk memaksa kamu harus percaya 100% terhadap penjelasan mengenai bumi datar, hanya sekedar sharing dan berbagi wawasan agar kamu pun bisa ikut menganalisa serta melakukan penelitian apakah bumi ini bulat atau datar.
  2. Anda masih yakin bahwa Bumi berbentuk bulat? Cobalah baca buku karya Eric Dubay. Penulis ini mengajukan sejumlah bukti untuk meyakinkan orang jika planet yang kita tinggali ini ternyata datar. Pemikiran Dubay dituliskan dalam buku “ The Atlantean Conspiracy: 200 Proofs The Earth Is Not A Spinning Ball”. Dalam buku ini pula dia menuding bahwa Bumi bulat merupakan bentuk konspirasi terbesar sepanjang masa. Menurut dia, NASA dan astronomi modern mempertahankan pendapat bahwa Bulan itu padat dan berbentuk bulat. Pendapat sama juga dipakai untuk mempertahankan teori bahwa manusia hidup dan menjejakkan kaki di atas Bumi yang melayang. “Mereka mengklaim Bulan merupakan benda langit yang tak bercahaya dan memantulkan sinar Matahari,” kata Dubay “Kenyataannya adalah, bagaimanapun juga, Bulan bukan sesuatu yang padat, ini jelas-jelas sebuah lingkaran,” tambah dia. Perdebatan soal bentuk Bumi sudah terjadi sejak dulu. Banyak kebudayaan meyakini bahwa Bumi berbentuk datar, seperti budaya Babilonia kuno, India, China, dan Jepang kuno. Begitu pula dengan periode awal Mesir dan Mesopotamia, yang menggambarkan Bumi sebagai piringan datar yang mengambang di laut. Beberapa filsuf sebelum Socrates juga percaya bahwa Bumi itu datar. Pada abad ke-6 SM, kembali muncul kosep Bumi yang bulat di beberapa kebudayaan. Di Yunani, pendapat ini dikemukakan oleh Pythagoras. Lantas, apa saja bukti yang dipakai Dubay untuk mendukung pendapatnya bahwa Bumi berbentuk datar? Lihat di halaman berikutnya: Horizon Selalu Datar, Air Seharusnya Bergoyang 1. Menurut dia, horizon selalu terlihat datar, kecuali gambar-gambar yang dikeluarkan oleh NASA dan pemerintah berbagai negara, yang menurut dia palsu. Inilah yang dia sebut sebagai konspirasi global. 2. Menurut dia, kita tidak pernah melihat ke bawah untuk melihat horizon. Jika Bumi bulat, maka manusia harus menunduk untuk melihat cakrawala. 3. Jika Bumi benar-benar bulat dan meluncur melalui ruang, maka air akan bergoyang-goyang di semua tempat, bukannya diam dan datar. Bukti Aliran Sungai, Helikopter, dan Jalur Kereta 4. Jika Bumi benar-benar bulat, kata dia, aliran sungai, seperti Mississipi, akan berbalik dan tidak akan sampai ke laut. 5. Jika Bumi benar-benar bulat dan berputar, helikopter akan bisa melayang di tempat dan menunggu untuk sampai ke tujuan mereka. 6. Jalur kereta api dari London ke Liverpool memiliki panjang 180 mile. Jika Bumi benar-benar bulat, maka jalur itu memiliki ketinggian 5.400 kaki di atas Birmingham. Bukti Pesawat Terbang, Bintang, Hingga Tembakan Peluru 7. Jika bumi benar-benar bulat, pilot maskapai harus terus menyesuaikan kontrol mereka agar tidak terbang ke ruang angkasa. 8. Jika benar-benar ada miliaran bintang di langit pada malam hari --kelompok yang menganggap Bumi datar menolak pemikiran ini, maka seluruh langit akan penuh cahaya. 9. Jika Bumi terus-menerus berputar, pesawat tidak akan bisa mencapai tujuan mereka karena melawan angin dengan kecepatan 500 mile perjam atau 804 kilometer perjam. 10. Jika Bumi benar-benar berputar, peluru yang ditembakkan ke atas akan mendarat ratusan kaki di sebelah barat mereka. Tapi, kata Dubay, kenyataannya tidak demikian.
  3. 1. Horizon Bumi Datar Tidak Melengkung. Bila memang bumi itu bulat, seharusnya bakal kelihatan melengkung saat dilihat dari atas. Faktanya, orang-orang yang berkeyakinan bumi itu datar (disebut flatter ) sudah terbang setinggi mungkin untuk melihat bumi itu melengkung atau tidak? bulat atau datar. Kaum Flatter ingin membuktikan semua klaim foto NASA bahwa bumi itu terlihat melengkung saat dilihat dari atas pada ketinggian tertentu. Berikut horizon bumi saat dilihat dari ketinggian tertentu. Bahkan klaim flatter, mereka sudah terbang setinggi NASA dan bumi masih saja datar. 2. Satelit adalah Ilusi, Internet Terhubung Melalui Kabel Bukan Satelit. Menurut Flatter satelit itu hanya kebohongan NASA untuk ngeruk uang. Faktanya, siaran TV, internet, telpon dll terhubung menggunakan jaringan kabel bawah laut dan 7 menara utama di dunia. Berikut ini peta jalur kabel data internet di bawah laut. Dan untuk diketahui, saat ini dunia mengakui bahwa kecepatan internet lebih optimal melalui jaringan kabel fiber optik daripada sinyal satelit. Bahkan internet melalui satelit masih sebatas wacana gagasan saja. Lha terus bagaimana dengan cara kerja GoogleMaps atau game populer Pokemon Go? bukankah pakek GPS? enggak mas bro. Semua itu kerjanya berdasarkan BTS atau tower seluler terdekat dari anda. Lalu bagaimana dengan Satelit BRI yang baru saja diluncurkan?. Nagh disitulah bisnisnya, tetap saja data BRI terhubung melalui BTS terdekat lalu tersambung ke melalui kabel-kabel bawah laut. Terus bohong dong satelit BRI itu? disitulah inti bisnisnya. Amerika mengeruk jutaan dollar dari ilusi satelit. Masih gak percaya, kata flatter kita disuruh membandingkan bentuk pesawat dan satelit. Satelit BRI bisa ngebut sampai 23 kecepatan suara, tapi kok bentuknya sangat tidak aero dinamis? tidak seperti jet tempur HTV-3 pesawat tercepat saat ini. Tapi kan di angkasa luar tidak ada angin, hampa udara, jadi satelit bisa ngebut. Oke jika benar hampa udara, maka satelit memerlukan gaya dorong untuk bisa ngebut mengitari bumi. Naghhh kira-kira kenalpotnya satelit satu apa dua ya? tenaganya dorongnya berapa kuda ya? Yang bikin bingung, spek mesinya satelit berapa DK ya? Kok gak berasap ya? 3. Coba Deh Cek Jalur Penerbangan Ini. Ceritanya pada Oktober 2015 lalu, pada penerbangan Chine Airlines rute Bali – Los Angeles, Amerika Serikat. Ada seorang wanita melahirkan pada ketinggian 30.000 kaki atau 9,2 KM. Pesawat terpaksa mendarat darurat di Alaska. Sangat mengherankan, bukan? Dari Bali ke LA, lewat Alaska? . Klo diliat dengan peta bumi datar, hal tersebut sangat masuk akal, sebagai berikut ini: 4. Catatan Perjalanan Captain CookCook Capt. James Cook menjelajahi Antartika selama 3 tahun 8 hari. Ia hanya menemukan tembok es, tak ada jalan masuk. Selama 3 tahun 8 hari itu, tercatat Ia menjelajahi kurang lebih sejauh 60.000 KM tembok es Antartika. Menurut peta globe, Antartika yang disebut benua ini memiliki keliling 19.300 KM. Padahal Capt. Cook menjelajahi panjang es Antartika sepanjang 60.000 KM (sekali putar). Loh? Berikut ini rute perjalanan Captain Cook jika digambar dengan peta bumi bulat Tapi menurut Flatter, justru captain cook sedang mengelilingi dinding bumi 5. Bumi Memiliki Kubah Langit Yang Tak Bisa Ditembus Dalam keyakinan flatter, Bumi memiliki kubah langit yang tidak bisa ditembus oleh benda apapun. Termasuk roket? ya. Dokumen NATO dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka pernah bereksperimen mencoba menghancurkan kubah langit ini dengan bom atom. Berikut list data pengeboman kubah langit oleh USA dan Uni Sovyet dalam upaya mereka memburu prestis ke luar angkasa pertama kali: 6. Permukaan Laut Ternyata Datar. Selama ini kita dikenalkan bahwa bumi berbentuk bulat bola dan permukaan lautnya melengkung. Sebagaimana ilustrasi gambar di bawah ini. Dimana makin jauh kita pergi dari tepi pantai maka kita akan makin tak terlihat karena termakan lengkungan bumi. Masih ingat kan? …. kan kan kan… Nagh kaum flatter mencoba membuktikanya, apakah benar permukaan laut itu melengkung?. Gimana? Sama sekali tidak melengkung, kan? Pernah dilakukan percobaan dengan menggunakan sinar laser. Diketahui bahwa sinar laser dapat menempuh jarak sampai 20 KM. Percobaan dilakukan pada jarak 4 miles atau 6,4 KM. Berdasarkan data lengkungan bumi, seharusnya pada jarak 6,4 KM, buminya lengkung 3,2 meter. Maka, dipancarkanlah sinar laser sejauh 6,4 KM. Seharusnya, sinar laser tersebut melenceng sejauh 3,2 meter karena lengkungan bumi, namun ternyata tidak. Coba deh cek video berikut ini. 7. Jika menggunakan teori jarak antar planet NASA, maka gerhana gak bisa diprediksi Ini bagian dimana saya mumet. Menurut Flatter, Matahari dan bulan ukuranya lebih kecil dari bumi. Jaraknya pun sangat dekat dengan Bumi, tidak sampai ratusan juga kilometer sebagaimana Klaim NASA. Flatter mendasarkan teorinya ini pada perhitungan “Siklus Saros” yaitu teori astronomi yang dibuat bangsa Babilonia. Siklus Saros dibuat berdasarkan perhitungan Matahari dan Bulan mengelilingi Bumi, dalam siklus ini Gerhana pasti terjadi setiap 18 tahun 11 hari dan 8 jam. Ukuran Matahari dan Bulan sama, diameter 51km dan jaraknya hanya 4000KM dari permukaan bumi. Bulan dan Matahari saling berkejaran di atas bumi, bagai Rama dan Shinta … ehehehe Soal bagaimana gerhana terjadi di bumi datar menurut kaum Flatters akan saya bikinkan artikel khususnya nanti yaa … Kali ini kita bahas bahwa gak mungkin akan terjadi gerhana jika bumi bulat dan menggunakan ukuran jarak antar planet milik NASA. Menurut Flatter, Ilmuwan NASA tidak bodoh sehingga tidak bisa menghitung Gerhana dan Matahari jika menggunakan asumsi bumi bulat dan jarak yang mereka miliki. Tapi mereka tahu bahwa asumsi teorinya sudah salah makanya menggunakan Siklus Saros saja biar mudah. Asumsi dasar NASA tentang perhitungan jarak Matahari, Bulan dan Bumi. NASA menggunakan teori Aristarchus of Samos untuk menghitung jarak Matahari dan Bulan dari Bumi. Aristarchus yang hidup 310 SM – 210 SM, menghitung jarak bulan sewaktu terjadi gerhana bulan dengan rumus Trigonometri dengan asumsi bahwa gerhana terjadi akibat bulan masuk dalam bayang bayang Bumi. Dengan menggunakan perhitungan Aristarchus, maka di dapat angka-angka ukuran dan jarak yang seperti dibawah ini Lalu kenapa NASA masih pakek siklus Saros? karena jika menggunakan angka-angka di atas yang namanya gerhana gak bakal bisa diprediksi. Naghh silahkan dikunyah-kunyah dulu … mengikuti cara berfikir orang barat itu memang bikin sob. hehehe Ayo kita melek, jangan pernah selalu dijajah oleh elite global!
  4. Beberapa skema terkait kehancuran Bumi menurut peneliti adalah Bumi bertabrakan dengan planet lain atau ditelan oleh lubang hitam. Selain itu, ada kemungkinan asteroid bisa menghantam Bumi. Skenario kehancuran dunia tersebut juga ditambah dengan matahari. Proses terjadinya kehancuran Bumi ini tidak singkat, melainkan melalui beberapa tahap. Peneliti Jillian Scudder, seorang astrofisika di University of Sussex mengatakan, Bumi akan merasakan perjalanan hari yang lebih cepat. Matahari bertahan dengan cara membakar atom hidrogen ke dalam atom helium pada intinya. Kenyataannya, matahari membakar 600 juta ton hidrogen setiap detik. Karena inti matahari jenuh dengan helium ini, maka terjadi penyusutan, menyebabkan reaksi fusi nuklir untuk mempercepat, sehingga matahari akan mengeluarkan energi lebih besar. Faktanya, untuk setiap miliar tahun matahari membakar hidrogen dan mendapatkan 10 persen kekuatan lebih terang. Dengan pertambahan 10 persen itu, mungkin terdengar tidak terlalu besar, namun perbedaan itu bisa menjadi bencana besar bagi planet Bumi. "Prediksi bahwa apa yang sebetulnya akan terjadi pada Bumi karena matahari semakin terang satu miliar tahun berikutnya adalah belum pasti," kata Scudder. Secara umum, meningkatnya panas dari matahari akan menyebabkan lebih banyak air menguap dari permukaan. Dengan demikian, uap air akan tertahan di atmosfer. Air akan bertindak sebagai gas rumah kaca, yang menjebak lebih banyak panas, dan mempercepat penguapan. Energi tinggi dari matahari bisa membombardir atmosfer dan memecah molekul serta memungkinkan air untuk lenyap. Ini akan menyebabkan Bumi mengalami krisis air.
  5. Kabar tentang hari terjadinya kiamat lagi-lagi berembus. Kali ini kelompok End Times Propechies menyebut bahwa 29 Juli 2016 akan menjadi akhir dari kehidupan di dunia. End Times Propechies menjelaskan penyebab kiamat 29 Juli dengan mengunggah video berdurasi 17 menit berjudul “Why The World Will End Surely On 29 July 2016.” Kelompok yang dikenal gemar mengembuskan isu kiamat itu memprediksi, bergesernya kutub magnetik Bumi akan memulai serentetan peristiwa yang menyebabkan berkahirnya kehidupan di dunia. "Pergeseran kutub akan membuat bintang berlomba di langit dan ketidakstabilan Bumi akan menarik atmosfer yang membentuk gulungan awan," jelas video tersebut. Pergeseran kutub Bumi merupakan fenomena geomagnetik di mana Kutub Utara perlahan-lahan bergerak ke kutub magnetik utara yang disebabkan pergeseran besi cair di inti Bumi. Dikutip dari Inquisitr, Selasa (19/7/2016),iIlmuwan membuktikan bahwa Bumi telah mengalami perputaran geomagnetik secara penuh setiap 780 ribu tahun. Alih-alih bergeser secara mendadak, kutub magnetik akan bergerak perlahan di muka Bumi selama ribuan tahun. Sejak pertama kali ilmuwan mulai mencatat pergerakannya, kutub telah bergeser sejauh 965 kilometer. Pergerakan kutub magnetik utara telah meningkat pada Abad ke-20 dan saat ini telah bergeser sekitar 64,3 kilometer per tahun. NASA memperhatikan bahwa pergerakan itu akan bertambah cepat antara 14 Juli hingga 19 Agustus. Tampaknya hal itu menjadi dasar ilmiah yang dijadikan kelompok 'peramal' itu atas klaim kiamat. Badan antariksa Amerika Serikat tersebut mengonfrimasi bahwa pergeseran kutub geomagnetik memang sedang berlangsung. Namun mereka mengatakan, kita tak perlu panik karena penduduk Bumi sulit untuk melihatnya. "Kondisi yang menyebabkan berbaliknya kutub tak sepenuhnya dapat diprediksi. Tak ada catatan geologi yang menunjukkan bahwa skenario kiamat yang berhubungan dengan berbaliknya kutub harus ditanggapi dengan serius," ujar NASA. Sementara itu End Times Prophecies mengkhawatirkan bahwa bergesernya kutub akan melemahkan medan magnet secara temporer yang melindungi makhluk Bumi dari radiasi Matahari. Teori lain menyebutkan, bergesernya kutub akan mengubah rotasi Bumi yang menyebabkan kekacauan parah. Namun sekali lagi, NASA meminta kita agar tidak khawatir. "Walaupun medan magnet melemah, atmosfer Bumi yang tebal mampu melindungi dari partikel Matahari," jelas NASA. Penting untuk diingat bahwa berbaliknya kutub magnetik Bumi secara utuh membutuhkan waktu ribuan tahun, sehingga proses tersebut bertanggung jawab atas semua perubahan cuaca dratis dan aktivitas seismik. Menurut NASA, satu-satunya hasil dari pergeseran kutub adalah berubahnya arah kutub sehingga alat penunjuk arah atau kompas harus diperbaiki.
  6. Apa yang akan kalian katakan kalau ternyata ada teman kalian yang menyatakan teori bahwa bumi itu datar? Shock? Kaget? atau langsung mengatakan kalau dia idiot dan gila? Aku sendiri merasa wajar, saat mendengarnya. Kenapa? Karena aku sudah dengar tentang pergerakan Flat Earther ini di Flat Earth Society beberapa tahun silam. Teman kontrakanku yang kasih tahu, kemudian saat itu aku browsing dan mendapati bahwa ternyata banyak ilmuwan yang juga mengikuti gerakan ini. Artinya apa? Flat Earth ialah sebuah teori konspirasi yang digagas dengan serius dan cukup cerdas! Ketika tahun 2015 yang lalu gerakan ini kembali muncul di Amerika, seorang saintis Neil de Grease Tyson langsung maju dan menjelaskan (pada sebuah reality show). Kebetulan aku nonton di Youtube, dan dia mengatakan bahwasanya pemahaman ini tidaklah berdasar. Akhirnya, karena aku kurang kerjaan, aku tonton videonya dan mencoba menyampaikan beberapa kritik hal yang perlu untuk kalian ketahui. Tulisan ini merupakan respon dari video 1: Foto Bumi Bulat ialah Rekayasa CGI Kalau kalian mencari gambar bumi di google, maka semua gambar bumi berbentuk bulat ialah CGI (computer generated imaginary/buatan komputer). Ini benar, bahkan semua foto bumi bulat yang dipublikasikan NASA juga CGI. Tapi, darimana gambar CGI ini dibuat? Ternyata gambar-gambar CGI ini dibuat dari fotografi satelit NASA. Jadi gambar CGI ini dibuat berdasarkan sekumpulan gambar-gambar yang diperoleh oleh satelit luar angkasa yang dimiliki NASA yang kemudian digabungkan menjadi satu. Kenapa perlu menggabungkan banyak foto untuk jadi satu foto bumi bulat? Karena bumi berukuran sangat besar dan satelit yang ada tidak cukup jauh untuk mengambil gambar satu bumi penuh (bumi bulat). Misalkan saja kalian ingin memotret foto rumah, tetapi posisi kalian hanya satu meter di depan rumah, apa kalian bisa mengambil foto rumah kalian secara penuh? Tentu saja tidak, sekarang permasalahannya, kalian tidak bisa mundur, hanya bisa mengitari dalam jarak satu meter itu saja, bagaimana cara agar bisa dapat seluruh gambar rumah? Tentu saja dengan mengambil banyak foto dan kemudian menggabungkannya. Buktinya NASA menampilkan potongan gambar bumi ini di homepage-nya: Ini adalah bagian dari bumi yang dipotret oleh salah satu satelit nasa. Terlihat disini kalau ada lengkungan dibagian pinggiran bumi. Banyak Satelite di Angkasa Setidaknya ada 1381 satelit di angkasa. Tidak semua foto satelite ini merupakan CGI, kalian bisa cari sendiri foto real satelit. Tetapi tetap saja kalau sudah nggak percaya akan susah urusannya. Di video dikatakan bahwa angkasa luar penuh sesak dengan satelite. Mari kita lihat dengan perspektif yang lebih baik. Satelite yang paling dekat dengan permukaan bumi disebut sebagai LEO (Low Earth Orbit) yang beredar di bumi pada ketinggian 160-2000 km. Jumlah satelit LEO ini sekitar 500 satelit. Jika melihat luas permukaan bumi (bulat), maka ada 500 satelit yang beroperasi di luasan 510,072,000 km2. Jika kita bagikan ialah 510,072,000 km2 : 500= +-1.000.000 km2. Jadi hanya akan ada 1 satelit setiap 1.000.000 km2. Selain jumlahnya yang tidak terlalu banyak jika dibandingkan bumi, ternyata ukuran satelit juga sangat kecil, terlalu kecil untuk bisa teramati di teleskop. Ukuran dari ISS (International Space Station) ialah sebesar lapangan American Football (0.0055km^2) sedangkan bulan ialah 9.476.927 km^2, perbandingannya 1:1.723.077.636,3636. Satelit yang ukurannya 1/1.723.077.636,3636 kali ukuran bulan ini bergerak dengan kecepatan 28.000 km/jam. Sudah kecil, bergeraknya sangat cepat lagi, fakta-fakta inilah yang menyebabkan sangat sulit untuk melihat satelit melalui teleskop. Maka menemukan sebuah satelit tidaklah semudah yang pembuat video ini katakan. Walapun begitu, tetap masuk akal sekali kalau kita seharusnya bisa melihat satelit di langit dengan teleskop. Oleh karena itu ada orang yang membuktikannya, ini sebuah video dimana seseorang mengamati satelit menggunakan teleskop: Pasti akan muncul pertanyaan seperti ini "teleskop bisa menampilkan gambar planet-planet lain, tetapi satelit yang dekat nggak bisa dilihat dengan jelas?" Itu karena ukuran satelit memang sangat kecil jika dibandingkan dengan planet. Seperti venus misalnya, kita bisa mengamati bahkan dengan mata telanjang. Jadi wajar kalau teramati dengan lebih jelas menggunakan teleskop, sedangkan satelit ukurannya sangat-sangat kecil bila dibandingkan dengan planet. Kesimpulan Video ini berisi informasi yang kurang lengkap. Karena hanya memuat informasi-informasi yang mendukung pendapat bahwa bumi itu tidaklah bulat. Seperti diberitahukannya bahwa gambar bumi bulat merupakan gambar CGI dari NASA, tetapi tidak pernah diberitahukan bagaimana gambar itu dibuat. (Sebagian besar orang akan mengira NASA 100% mengarang foto bumi tersebut). Dipaparkan informasi kalau tidak pernah ada orang yang melihat satelite dari teleskop. Tetapi tidak pernah diberitahukan seberapa kecil satelite tersebut jika dibandingkan dengan bulan ataupun planet-planet di tata surya kita. Fakta bahwa satelite berukuran sangat kecil jika dibandingkan planet, membuat kemungkinan satelite terlihat oleh teleskop sangatlah kecil, dan ini hal yang wajar.
  7. Para astronom saat ini sedang mengawasi sebuah batu meteor besar dari luar angkasa, yang berubah jalur pengorbitannya. Objek tersebut diperkirakan akan menabrak Bumi yang mengakibatkan bencana yang fatal. Menurut ilmuwan NASA, batu meteor dengan panjang sekira 120 meter tersebut bergerak mendekati arah Bumi dan akan semakin dekat pada 2 Agustus 2016. Para ahli mengatakan jika terdapat sesuatu yang panjangnya melebihi 100 meter, dan menabrak Bumi. Itu dapat diperkirakan mengakibatkan efek yang sangat fatal dan berpotensi terjadinya "kiamat." Efek terbesar yang paling terasa ialah menyemburnya debu ke atmosfer yang mengakibatkan menurunnya temperatur suhu udara hingga 8 derajat celcius secara global. Kejadian tersebut, menurut para ilmuwan, akan terjadi selama beberapa tahun dan menjadikan Bumi lebih dingin dan lebih gelap daripada biasanya. Terdapat asteroid lainnya bernama 2016 NX22, yang akan menghindarkan batu tersebut dengan melewati jarak aman dari Bumi. Asteroid tersebut kabarnya akan menabrak batu meteor dan memantulkannya sejauh 4,5 km. Meskipun begitu, karena ukurannya yang cukup besar, masih terdapat potensi asteroid berbahaya sepanjang 100 meter. Sebelumnya, NASA pada tahun lalu meragukan adanya asteroid atau komet yang akan menghantam Bumi. Badan antariksa Amerika Serikat itu mengatakan bahwa tidak ada objek luar angkasa yang menghantam bumi selama beberapa ratus tahun. "NASA mengetahui tidak akan ada asteroid atau komet yang saat ini akan menabrak Bumi, sehinga kemungkinan bencana tersebut sangatlah kecil," ungkap salah seorang juru bicara NASA. "NASA juga telah membuat prioritas pendeteksi asteroid dan pengembangan strategis untuk mengidentifikasi asteroid yang dapat menimbulkan risiko kepada planet kita," tambahnya.
  8. Sains memang selalu berkembang. Dari hasil pengukuran yang didapat dari penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Perancis didapati perbedaan signifikan mengenai suhu lapisan dalam Bumi. Tak tanggung-tanggung perbedaannya mencapai angka 1.000 derajat Celcius. Perbedaan ini memaparkan dengan jelas mengapa ada medan magnet Bumi. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini, untuk memiliki medan magnet kuat, harus ada beda suhu sebesar 1.500 derajat Celcius antara lapisan dalam dan luar Bumi. Berdasarkan pengukuran titik leleh besi, didapatkanlah angka 4.800 derajat Celcius untuk suhu lapisan luar dan 6.000 derajat Celcius untuk suhu lapisan dalam Bumi. Panasnya.
  9. "Seperti aku akan tinggal di sana selamanya," kata Kelly kepada wartawan di Pusat Luar Angkasa Johnson di Houston dan melewati telepon selama konferensi pers pertamanya sejak kembali dari 340 hari di Kapal Stasiun Luar Angkasa Internasional. Misi Kelly, yang berada di stasiun dua kali lebih lama dibandingkan astronot biasanya, menjadi bagian dari program menemukan jalan dan memepersiapkan misi perjalanan manusia ke Mars yang akan berlangsung lebih dari dua tahun. Kelly, seorang kawakan dari tiga penerbangan angkasa sebelumnya, mengatakan awalnya merasa baik setelah mendarat di Kazakhstan, pada Selasa, tetapi kemudian kelelahan dan nyeri otot cepat diatur dalam. "Aku terkejut bagaimana merasa berbeda secara fisik dibandingkan terakhir kali, dengan nyeri otot dan sendi. Itu adalah sesuatu yang tidak terduga," kata Kelly. Astronot 52 tahun itu menambahkan dia harus merasakan sensasi terbakar pada kulitnya yang semakin sensitif. Kelly dan teman kerjanya melakukan lebih dari 450 percobaan selama penerbangan luar angkasa, yang jauh melibihi penerbangan luar angkasa AS sebelumnya yaitu 215 hari. Empat kosmonot dari era Soviet tinggal di orbit lebih lama lagi di stasiun yang tidak lagi beroperasi Mir, termasuk misi yang berlangsung hampir 438 hari yang berakhir Maret 1995. Kelly mengatakan sulit berada jauh dari keluarga dan teman, tetapi dia bisa tinggal lebih lama. "Apakah itu ilmu pengetahuan atau pergi ke tempat tertentu, saya pikir orang bersemangat pada kesempatan itu jika kau melakukan hal yang penting," kata Kelly. "Jika pergi ke Mars membutuhkan waktu dua tahun atau dua setengah tahun, hal itu bisa dilakukan." Seperti kebanyakan pengelana angakasa, Kelly kembali ke Bumi dengan keprihatinan terhadap kerapuhan planet biru ini. "Kau dapat melihat banyak polusi di banyak bagian Asia yang jadi terus menerus. Kau tidak dapat benar-benar melihat tanah dengan jelas. Dan kebakaran di California selama musim panas, yang asapnya menyebar cukup luas. Namun hal yang utama adalah Anda tahu betapa tipisnya atmosfir bumi, bagaimana kelihatan rapuh. Dikombinasikan dengan luasnya polusi menjadi hal yang mengkahwatirkan," kata Kelly. Kelly akan menjalani deretan medis, psikologi dan tes lainnya sekitar satu tahun lamanya sehingga para ilmuwan bisa mempelajari lebih lanjut tentang dampak tubuh dan pikiran manusia selama menjalani penerbangan luar angkasa. Saudara kembar identiknya, mantan astronot Mark Kelly, juga berpartisipasi dalam penelitian untuk melihat kemungkinan perubahan genetik dari perjalanan angkasa, yang mungkin berpengaruh pada penelitian kanker, kata John Charles, yang mengawasi program penelitian manusia NASA. "Saya yakin dengan mengatakan bahwa hal itu akan mempengaruhi bagaimana kita memahami kanker," kata Charles. Kelly dan kembarannya bertemu pada Rabu. Kemudian, pada saat itu, tinggi Kelly bertambah 3,8 cm sebagai hasil berkembangya tulang belakang pada mikrografitasi telah berbalik. "Dia telah menyusut ke tinggi normal," kata Mark Kelly kepada wartawan.
  10. Gerhana Matahari yang akan berlangsung 9 Maret 2016 mendatang memunculkan banyak pertanyaan, apa pengaruhnya bagi Bumi? Hal itu coba dijelaskan oleh Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah V, Zem I. Secara umum gerhana tersebut tidak akan menimbulkan dampak langsung bagi Bumi, terutama soal perubahan cuaca yang sekarang ini banyak dikaitkan dengan fenomena alam tersebut. "Jadi dampak Gerhana Matahari ini nantinya lebih kepada magnet bumi, gravitasi, tidak ada berpengaruh pada iklim," katanya. Dalam ilmu astronomi Gernaha Matahari menyebabkan peningkatan daya tarik Matahari dan Bulan terhadap Bumi, inilah satu-satunya dampak yang nantinya bisa diteliti untuk dipelajari. Zem menuturkan hal ini akan diamati dengan pengukuran gravitasi di suatu tempat secara berkelanjutan dan hasilnya akan dibandingkan nilai Bouguer Anomali (BA) jauh sebelum (1 bulan) dan sesudah (1 bulan) terjadi gerhana dengan nilai BA saat terjadi gerhana. "Peristiwa terjadinya Gerhana Matahari Total akan menutup proses pemanasan dan ionisasi di lapisan ionosfer sehingga "arus ionosfer" terganggu, kejadian ini akan mengakibatkan gangguan medan magnet bumi," katanya lagi. Dia menambahkan untuk menguji ini dapat dilakukan dengan membandingkan pengamatan magnet bumi di tempat-tempat yang dilalui gerhana serta stasiun-stasiun geomagnet di luar lintasan gerhana.
  11. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan bahwa pada 5 Maret 2016, akan ada asteroid yang akan melintas begitu dekat dengan Bumi. Tapi tenang, asteroid ini tidak mengancam Bumi. Asteroid bernama 2013 TX68 ini sebetulnya sudah dilihat oleh NASA sejak dua tahun yang lalu, dan jaraknya terus mendekat ke lintasan Bumi. Benda langit ini sendiri mempunyai besar seluas 30 meter. Pada 5 Maret 2016 nanti, asteroid 2013 TX68 tersebut, akan berjarak 9 juta mil atau 14 juta kilometer. Begitu dekat, karena batas aman antara asteroid dengan Bumi sejauh 11 juta kilometer. Demikian yang dikutip dari Cnet. "Kemungkinan akan terjadinya tabrakan di tanggal tersebut terlalu kecil untuk menjadi kekhawatiran nyata," ujar Manajer Pusat Studi NASA, Paul Chodas. Di sisi lain, banyak pakar astronomi memprediksi bila asteroid 2013 TX68 akan berada pada lintasan yang sangat dekat dengan Bumi tanggal 28 September 2017. Peluang terjadinya hal ini adalah 1 dibanding 250 juta. Bahkan jika 2013 TX68 menabrak Bumi pu, mungkin tidak akan menjadi peristiwa kepunahan besar-besaran. Mungkin ancaman yang lebih nyata adalah asteroid tersebut bisa memukul satelit di orbit, sebagai rentang yang diproyeksikan bisa membawa lebih dekat ke Bumi daripada banyak di orbit geosynchronous.
  12. Matahari adalah sumber kehidupan di Bumi. Tak hanya menjadi pusat tata surya, Matahari juga menyediakan daya magnet besar yang membuat planet-planet terus mengitarinya dalam orbit. Namun, tahukah Anda mengenai fakta-fakta penting lainnya mengenai Matahari? Berikut ini fakta menarik tersebut, seperti dirangkum Okezone dari berbagai sumber: Matahari (Sun atau Sol) adalah bintang yang memengaruhi cuaca dan iklim Bumi. Matahari berbentuk bola yang hampir sempurna dengan perbedaan hanya 10 km diameter antara kutub dan khatulistiwa. Jari-jari rata-rata Matahari adalah 695.508 km (109,2 kali dari Bumi) yang 20–25 persen darinya adalah inti. Menariknya, 1 juta Bumi akan cukup ditelan Matahari. Ini karena permukaan Matahari seluas 11.990 kali lebih luas daripada Bumi. Pada akhirnya nanti, Bumi memang akan terhisap Matahari ketika senyawa hidrogen yang menjadi bahan bakarnya telah habis. Matahari masih akan terbakar hingga 130 juta tahun lagi, membakar helium hingga akhirnya akan meluas ke Merkurius, Venus, dan Bumi. Dalam tahap itu, Matahari sudah berwarna merah. Kemudian, ukurannya akan menciut hingga seukuran Bumi, hingga mati. Matahari sendiri kini berada usia paruh baya. Usianya 4,5 miliar tahun dan telah membakar separuh hidrogennya. Akibat warnanya yang masih kuning, Matahari juga disebut “Yellow Dwarf”. Sementara Matahari mungkin memiliki jarak yang cukup jauh dari Bumi namun cahayanya bisa mencapai permukaan planet berpenghuni ini dalam waktu delapan menit. Di sisi lain, Matahari perlu 225–250 juta tahun untuk mengorbit Galaksi Bima Sakti dengan kecepatan 220 km per detik. Hal yang Anda belum ketahui mungkin adalah fakta bahwa jarak Matahari dan Bumi semakin dekat dari tahun ke tahun. Sebab, Bumi mengitari orbit elips Matahari, jarak kedua benda langit itu bisa bervariasi antara 147–152 juta km.
  13. 'Dunia' di luar Bumi tentunya tak hanya diisi oleh planet-planet lain yang berjejer di dalam sistem tata surya, serta tidak melulu soal komet atau asteroid, namun juga puing antariksa yang biasa disebut sebagai space junk. Siapa sangka, Bumi kita telah dikelilingi oleh jutaan puing antariksa sejak era 1950-an. Menurut Orbital Debris Program (ODP) dari badan antariksa Amerika Serikat, NASA, sejak tahun 1957 ada jutaan puing atau sampah antariksa yang terdiri dari beragam ukuran. Sejak satelit Rusia yang bernama Sputnik diluncurkan ke luar angkasa pada Oktober, 58 tahun lalu, badan antariksa dari berbagai negara mulai sering mengirim objek ilmiah lain agar mengorbit di sekitar Bumi. Semakin banyak objek atau instrumen ilmiah yang mengangkasa di sekitar orbit Bumi, maka menghasilkan 'badai' puing antariksa yang jumlahnya seakan kian meningkat. ODP pun menunjukan data bahwa saat ini ada sekitar 21 ribu potongan sampah dengan diameter ukuran lebih dari 10 sentimeter yang mengelilingi orbit Bumi. Kemudian untuk puing ukuran 1-10 sentimeter tercatat berjumlah 500 ribu potong. Yang lebih parahnya lagi, sampah berukuran kurang dari 1 sentimeter yang 'menghiasi' orbit Bumi jumlahnya sebanyak 100 juta. Mungkin membayangkan ukuran sekecil 1 sentimeter akan terdengar sepele, tapi nyatanya tidak semudah itu. Mengutip situs CNet, partikel sampah mungil tersebut mampu melintas dengan kecepatan mencapai 28.163 kilometer per jam dan bisa disebut cukup berbahaya. "Bahkan sampah kecil bisa merusak pesawat antariksa jika mereka sedang melintas pada kecepatan tinggi," ungkap NASA. "Malah sejumlah jendela pesawat luar angkasa harus diganti karena rusak akibat sampah-sampah mungil ini." Berikut video yang dirilis ke YouTube oleh seorang dosen sains dari University College London, Stuart Grey yang menampilkan ilustrasi dari jutaan 'gempuran' dramatis sampah antariksa di sekitar orbit Bumi selama enam dekade. Diketahui Grey menggunakan data dari kelompok Space-Track yang khusus memonitor sampah antariksa.
  14. Berbagai obyek misterius bakal 'jatuh' dari angkasa menuju Bumi di minggu ini. Kendati terdengar menyeramkan, para ahli mengatakan untuk tidak panik. Beberapa astronom mendeteksi adanya obyek asing bakal menghujani Bumi. Namun, ketika menyentuh atmosfer, tidak bakal berupa hujan batu. Para ahli itu mengatakan bahwa kemungkinan besar mereka berasal dari 'sampah sisa roket' buatan manusia yang pecah. "Kini, mereka tinggal menunggu untuk pulang," kata Europian Space Agency (ESA) "Kalau 'benda' itu sebesar 2 meter diameternya, baru kami katakan berbahaya, ini tidak lebih dari sekian inci," tambahnya lagi. Kendati tidak meyeramkankan, penghuni Bumi bakal disuguhi pemandangan luar biasa di langit. "Akan ada pemandangan spektakular dalam beberapa detik di langit. Obyek itu akan terlihat bersinar," tulis ESA itu di websitenya. Sebelumnya, para peneliti sudah mendapati obyek itu berada di salah satu lapisan atmosfer pada Oktober lalu. Dan mereka sadar, obyek yang sama pernah terlihat pada 2013 oleh Catalina Sky Survey di Universitas Arizona. Kini, benda itu mulai mendekati Bumi. "Bukan benda angkasa luar, namun lebih mirip dengann bongkahan seperti bahan roket," kata ESA. "Jika benar itu adalah obyek yang hilang dalam sejarah roket Bumi, kini mereka berbalik menghantui kita," kata Jonathan McDowel ahli astrofisik Harvard. Hal itu seperti pernah dialami pada tahun 1979. Saat itu, sebuah bagian dari Skylab Space station 'jatuh' ke Bumi dan menjadi berita sensasional. Bagian dari stasiun itu pecah menghujani Australia dengan serpihan debu. Kini, obyek yang bakal menghujani Bumi disebut WT110F. Para peneliti menggalang kampanye bagi orang-orang yang akan mengobservasikan jatuhnya benda itu serta mendokumentasikannya. Namun, berbeda dengan penggila UFO. Mereka mengganggap bahwa bisa jadi itu bukan sekedar sampah. "Sebelum kita berteriak itu sampah luar angkasa, tapi pertanyaan besar adalah, darimana kita tahu?" kata website UFO International Project. Pada akhir Oktober lalu, para astronom mengatakan asteroid 'Halloween' mendekati Bumi. Benda angkasa yang diberi nama 2015 TB145 itu akan berada dalam jarak terdekatnya dengan planet ini pada Sabtu 31 Oktober 2015, bertepatan dengan Halloween. Asteroid berukuran 400 meter itu pertama kali terpantau oleh lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA pada 10 Oktober 2015 lalu. Benda berukuran besar yang juga mendapatkan panggilan spooky (menyeramkan) dangreat pumpkin (labu besar) tersebut dikabarkan bakal melintas di luar orbit Bulan.
  15. Meski produksi bintang telah melambat, ada cukup helium dan hidrogen tersisa untuk menjamin pembentukan bintang-bintang dan planet "dalam waktu yang sangat panjang." Sembilan puluh dua persen planet-planet yang berpotensi seperti Bumi belum lahir, menurut badan antariksa Amerika Serikat, NASA. Menggunakan data dari Teleskop Antariksa Hubble dan observatorium Kepler, para astronom dapat melihat "jauh ke masa lalu," sekitar 10 miliar tahun yang lampau, ketika bintang-bintang lahir dengan cepat. Untuk meletakkannya dalam perspektif, sistem tata surya kita berusia sekitar 4,6 miliar tahun. Mereka mengatakan bahwa meski produksi bintang telah melambat, ada cukup helium dan hidrogen tersisa untuk menjamin pembentukan bintang-bintang dan planet "dalam waktu yang sangat panjang." "Ada cukup materi yang tersisa (setelah 'big bang') untuk memproduksi bahkan lebih banyak planet di masa yang akan datang, di galaksi Bima Sakti dan di luar itu," ujar salah satu penyelidik NASA, Molly Peeples, dari Institut Ilmu Teleskop Antariksa (STScl) di Baltimore, Maryland, dalam sebuah pernyataan tertulis. Dan waktu berpihak pada lahirnya bintang-bintang dan planet-planet baru. NASA mengatakan bintang terakhir di alam semesta ini kemungkinan akan mati dalam 100 triliun tahun. Para astronom yakin galaksi Bima Sakti yang kita diamin ini memiliki satu miliar planet berukuran Bumi, dengan sejumlah diantaranya kemungkinan berbatu. Berapa banyak yang ada di "Zona Goldilocks" -- jarak sempurna dari bintang mereka untuk memungkinkan pembentukan air cair, tidak diketahui. Untuk membayangkan jumlah planet berpotensi seperti Bumi di alam semesta ini, kalikan saja jumlahnya dengan 100 miliar, atau jumlah galaksi yang diamati. Penelitian ini terbit dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society edisi 20 Oktober.
  16. Asteroid tersebut, diperkirakan berdiameter sekitar 400 meter, akan meluncur dekat Bumi pada kecepatan 35 kilometer per detik sekitar pukul 1 siang GMT. Asteroid besar yang ditemukan para ilmuwan bulan ini akan melintas relatif dekat Bumi hari Sabtu (31/10), menurut para astronom, memberikan salah satu kesempatan terbaik dalam waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan data mengenai batu antariksa yang melintas. Asteroid tersebut, diperkirakan berdiameter sekitar 400 meter, akan meluncur dekat Bumi pada kecepatan 35 kilometer per detik sekitar pukul 1 siang GMT. Dikenal sebagai 2015 TB145, asteroid itu akan melintas dalam jarak sekitar 480.000 kilometer dari Bumi, lebih jauh dari bulan tapi relatif dekat menurut ukuran kosmis. Para astronom berharap bisa menangkap gambar-gambar radar dan ukuran-ukuran asteroid saat ia melintas, sesuatu yang langka bagi para ilmuwan yang biasanya bergantung pada pengamatan robot antariksa yang mahal untuk mengumpulkan informasi mengenai materi berbatu tersebut. Para ilmuwan berharap dapat mempelajari bentuk, dimensi, fitur permukaan dan karakteristik-karakteristik lain dari asteroid. Dekatnya jarak lintasan dan ukuran 2015 TB145 menunjukkan bahwa "ia akan menjadi salah satu asteroid terbaik untuk penggambaran radar yang akan kita lihat dalam beberapa tahun," tulis Lance Benner, astronom di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, dalam artikel yang diunggah dalam laman badan antariksa AS tersebut. Selain nilai ilmiahnya, asteroid ini mungkin membantu para insinyur mengembangkan teknik-teknik pelacakan dan penanggulangan asteroid yang mungkin bertabrakan dengan Bumi. Batu-batu antariksa kecil secara rutin menghujani Bumi, sebagian besar hancur karena terbakar atmosfer. Sekitar 65 juta tahun lalu, sebuah asteroid atau komet berdiameter sekitar 10 kilomter jatuh di daerah yang sekarang merupakan Semenanjung Yucatan di Meksiko, memicu perubahan-perubahan iklim global yang memusnahkan dinosaurus dan sekitar 75 persen kehidupan yang ada saat itu, menurut para ilmuwan. Dalam peristiwa yang lebih terkini, asteroid selebar 20 meter pecah di atas Chelyabinsk, Rusia, pada Februari 2013, menghancurkan jendela-jendela dan merusak bangunan. Lebih dari 1.000 orang terluka karena puing-puing yang beterbangan. NASA sedang berupaya memetakan asteroid-asteroid dan komet-komet yang berpotensi berbahaya yang melewati jarak 48 juta kilometer dari Bumi. Asteroid 2015 TB145 ditemukan kurang dari tiga minggu lalu. "Bahwa benda sebesar itu, yang dapat melakukan kerusakan signifikan jika menabrak planet kita, baru ditemukan 21 hari sebelum melintasi jarak terdekat menunjukkan pentingnya memperhatikan langit malam secara seksama," ujar Detlef Koschny, astronom dari Badan Antariksa Eropa, dalam pernyataan tertulis.
  17. Badan antariksa asal Amerika Serikat, NASA mengonfirmasi temuan asteroid atau batu luar angkasa yang memiliki ukuran lebar 2,5 kilometer. Asteroid raksasa tersebut dilaporkan mendekati Bumi dan berada pada titik terdekatnya pada 10 Oktober 2015. Asteroid yang diberi kode nama 86666 (2000 FL10) itu kabarnya tidak mengancam Bumi. Paul Chodas, Manajer Near-Earth Object di NASA mengatakan bahwa tidak ada dampak terhadap Bumi. Pihak NASA menjelaskan bahwa tingkat potensi tabrakan asteroid dengan Bumi kurang dari 0,01 persen hingga 100 tahun ke depan. Ini menandakan lintasan orbit objek luar angkasa tersebut dalam jalur yang aman dan tidak berakibat apapun terhadap Bumi. Dalam sebuah grafik lintasan objek luar angkasa, terlihat asteroid 86666 (2000 FL10) memiliki jalur yang memotong lintasan Bumi. Dalam grafik tersebut menunjukkan bahwa asteroid 86666 kemungkinan dapat mendekati atau bersinggungan dengan lintasan Mars. Sementara itu, Venus dan Merkurius aman dari jalur bergeraknya asteroid 86666. Kabarnya, saat berada di titik terdekat dengan Bumi, asteroid 86666 hanya berjarak sekira 25 juta kilometer. NASA sebelumnya telah mengungkapkan terkait ancaman serius dari benda langit asteroid yang bergerak mendekati Bumi. Direktur dari program Asteroid Grand Challange yang dibentuk oleh NASA, Jason Kessler, mengatakan asteroid yang berhasil teridentifikasi jumlahnya mencapai puluhan ribu. Jason juga mengatakan, dari jumlah total itu sekira 1.593 objek berpotensi membahayakan Bumi. Sekira 800 asteroid lainnya yang dilacak NASA berdiameter kira-kira satu kilometer atau lebih.
  18. (global warming) adalah peningkatan suhu rata – rata di seluruh permukaan bumi pada bagian atmosfir, bagian laut maupun di daratan bumi. Dari hasil penelitian ternyata bumi telah mengalami meningkatan suhu hingga 0,18 derajat celcius dalam 100 tahun terakhir. Peningkatan suhu bumi mulai terjadi sejak awal abad ke 20 yang disebabkan karena meningkatnya zat gas rumah kaca sebagai akibt dari aktivitas manusia. peningkatan suhu permukaan bumi dapat menyebabkan naiknya permukaan air laut, perubahan cuaca yang ekstrim, terjadi perubahan jumlah dan pola presipitasi. Dampak panasnya suhu bumi yang sangat nampak adalah hasil pertanian yang kurang bagus, gletser di kutub menghilang serta beberapa jenis hewan mengalami kepunahan. Sunhu yang tinggi ini sudah mulai menjadi masalah serius dunia sehingga negara – negara di dunia mulai mengatur penggunaan emisi gas – gas rumah kaca. Hal ini dibuktikan dengan ditandatanganinya protokol kyoto untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Penyebab bumi menjadi semakin panas 1. Penggunaan listrik berlebihan Penggunaan listrik yang terlalu banyak dirumah bahkan untuk hal – hal yang tidak terlalu perlu sering dilakukan di rumah. semakin banyak alat elektronik di rumah maka penggunaan listrik akan semakin banyak. Akibatnya energi yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik juga semakin banyak. Walaupun kita sanggup membayar listrik tersebut tetapi penggunaan energinya yang semakin banyak dapat meningkatkan suhu bumi. Oleh karena itu pihak PLN sering menghimbau untuk menghemat energi listrik. 2. Kurangnya pepohonan Pepohonan memberikan banyak peran bagi lingkungan, selain dapat membuat lingkungan menjadi sejuk, ternyata pohon juga dapat menjadi alat untuk mengatasi suhu panas dan menghirup Co2 yang menjadi salah satu penyebab peningkatan suhu bumi. Menanam pohon dirumah memang lebih sulit dilakukan saat ini karena mahalnya tanah sehingga pekarangan menjadi kecil dan sempit. Sulit sekali kita melihat warga perkotaan yang menanam pohon di depan rumahnya karena sempitnya lahan. 3. Banyaknya bangunan menggunakan konsep rumah kaca. Rumah kaca memang terlihat lebih indah, belakangan ini terlihat banyak sekali gedung tinggi yang menggunakan konsep rumah kaca pada dindingnya. Dampak yang ditimbulkannya adalah ia tidak dapat menyerap matahari melainkan memantulkanya ke udara. Semakin banyak gedung dengan konsep rumah kaca maka akan semakin panas lingkungan ini. Penyebab peningkatan suhu bumi dari lingkungan masyarakat 1. Jumlah kendaraan yang meningkat Jumlah kendaraan yang ada di dunia selalu bertambah sehingga penggunaan bahan bakar juga akan meningkat. Hasil pembakaran kendaraan bermotor selain dapat mengganggu kesehatan juga dapat menyebabkan peningkatan suhu bumi. Selain itu pasokan energi dunia akan cepat habis. Efek dari peningkatan kendaraan juga menimbulkan kemacetan yang merupakan masalah di kota – kota besar. 2. Asap pabrik Adanya pabrik di seluruh dunia memberikan dampak kesejahteraan karena melahirkan lapangan pekerjaan baru, tetapi asap yang dikeluarkan setiap harinya 3. Pembakaran hutan Pembakaran hutan biasanya dilakukan untuk membuka lahan baru untuk pertanian, tetapi sering pula ditemukan pembakaran hutan secara ilegal sehingga kita tidak bisa mendapatkan manfaat dari hutan yaitu untuk mengambil gas CO2, masalah lain yang muncul adalah serignya terjadi banjir. Penyebab peningkatan suhu bumi dari alam. 1. kondisi laposan ozon yang semakin tipis. Lapisan ozon bermanfaat untuk melindungi penduduk bumi dengan cara memfilter sinar matahari agar gelombang yang berbahaya tidak sampai ke bumi. tetapi karena banyaknya gas yang berada di udara menyebabkan kebocoran pada lapisan ozon. Kebocoran ozon terjadi setiap saat sementara proses pengembaliannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Mungkin suatu saat lapisan ozon akan benar – benar hilang. 2. Kondisi bumi yang tua Usia bumi diperkirakan dsudah mencapai 4,6 milyar. dan bumi ini telah di hidupi oleh beberapa generasi mulai dari nabi adam hingga abad 21 sudah tidak terhitung jumlahnya. Penyebab peningkatan suhu bumi dari pemerintah. 1. Kurangnya ruang terbuka hijau di perkotaan Ruang terbuka hijau sebanarnya adalah kebutuna utama bagi masyarakat terutama perkotaan. ruang terbuka hijau dapat menjadi tempat rekreasi keluarga di akhir pekan. selain itu dapat berperan pengendalikan banjir dan mengurangi zat penyebabnya. Pada kenyataannya hingga saat ini sulit kita temukan ruang terbuka hijau terutama di kota – kota besar. 2. Peningatan jumlah kendaraan bermotor Peningkatan jumlah kendaraan bermotor tidak bisa dilepaskan dari kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan masyarakat untuk membeli kendaraan bermotor. selain itu, minimnya sarana transportasi massal membuat masyarakat lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Peningkatan kendaraan pribadi dapat meningkatkan gas co2 ke udara. Akibat dari peningkatan suhu bumi 1. Dampak pada daerah kutub Es yang terdapat di daerah kutub utara akan memanas lebih cepat dibandingkan daerah lainnya di bumi sehingga gunung – gunung es yang terdapat di sana akan mencair dalam waktu yang cepat, daratan akan menyempit karena tertutup air, daerah atau negara yang biasanya mengalami hujan salju tidak akan mengalami salju lagi, pegunungan yang biasanya tertutup salju akan mencair saljunya. Banyak pantai dan pulau yang akan tenggelam. 2. Dampak pada lautan Pada daerah lautan akan mengalami peningkatan tinggi air laut karena mencairnya es. Kenaikan air laut yang mencapai bagian sungai dapat menyebabkan banjir air pasang, sehingga akan mempengaruhi ekosistem pantai. banyak pulau dan pantai yang akan tenggelam. 3. Dampak pada pertanian. Pada wilayah pertanian. beberapa negara akan diuntungkan daripeningkatan suhu bumi karena akan mengalami curah hujan yang lebih tinggi dan masa tanam lebih lama, tetapi bagi masyarakat daerah gurun yang menggunakan air irigasi dari daerah gurun akan merugi karena salju akan lebih cepat mencair sebelum masa tanam sehingga tanaman tidak akan bisa tumbuh. 4. Dampak pada hewan dan tumuhan Hewan dan tumbuhan adalah maklhuk yang tidak berdaya menghadapipeningkatan suhu bumi, mereka akan sulit untuk berpindah terutama tanaman. Tanaman akan tetap berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan tetapi pada akhirnya juga tidak akan mampu menghadapi cuaca ekstrim. demikian pula dengan hewan akan kehabisan makanan dan melakukan migrasi ke tempat lain untuk mencari sumber makanan. Pada akhirnya hewan dan tumbuhan akan mengalami kepunahan karena sulit bertahan hidup. 5. Dampak terhadap kesehatan manusia Banyak manusia akan mudah terkena penyakit menular dan berbahaya seperti demam berdarah dan malaria. banyak manusia meninggal karena mengalami dehidrasi tinggi. Terlalu banyak polutan sehingga penyakit alergi mudah dialami manusia. Penyakit pada kondisi tropis juga akan sering dialami manunia seperti demam kuning. Munculnya kanker kulit karena sinar UV, terjadi katarak, dan pelemahan sistem kekebalan tubuh. peningkatan suhu bumi diawali dari cahaya matahari yang menyinari bumi, panas yang dihasilkan cahaya matahari akan diserap oleh bumi tetapi hanya sebagian saja sedangkan yang tidak di serap akan di kembalikan lagi ke luang angkasa (atmosfir). namun karena di atmosfir banyak gas penyebab efek rumah kaca seperti gas sulfur dioksida SO2, gas karbon dioksida (CO2), dan metana, uap air dan masih banyak lagi menyebabkan panas matahari tidak dapat keluar dari permukaan bumi dan terperangkap sehingga panas matahari akan memantul ke bumi lagi. Hal itu terjadi secara terus – menerus setiap hari. Semakin banyak panas matahari yang masuk ke bumi maka semakin banyak gas yang tidak dapat dikembalikan k atmosfir menyebabkan bumi semakin panas Cara mengatasinya 1. mengurangi penggunaan listrik yang tidak perlu penggunaan listrik berlebihan dapat memicu peningkatan karbondioksida, maka sebaiknya anda mematikan lampu disaat tidur malam hari. gunakakan peralatan listrik yang hemat energi seperti lampu LED. 2. Hindari membuang sampah organik sembarangan karena sampah – sampah 3. Tingkatkan jumlah pohon di rumah Sebaiknya setiap rumah menama pohon yang dapat hidup bertahun – tahun untuk membantu mengunakan karbondioksida dalam proses fotosintesis. 4. Rutin melakukan perawatan kendaraan. Kendaraan yang terawat dengan baik maka pembuangan gasnya akan baik pula sehingga tidak menghasilkan gas yang berbahaya, bila terdapat kerusakan pada saringan pembuangan segera perbaiki. 5. Ubah kebiasaan berkendara. Bila anda tidak terburu – buru maka sebaiknya anda berjalan kaki ke tempat lain, atau anda dapat membeli sepeda untuk bepergian jarak dekat, selain hemat energi juga dapat menghemat biaya.
  19. Bulan sebagai satelit alami Bumi, dilaporkan kian menyusut. Bumi pun disalahkan karena kerak Bulan yang telah mengalami retak. Tarikan gravitasi Bumi ternyata memengaruhi penyusutan yang dialami Bulan sejak 2010 lalu. Sebuah studi terbaru di jurnal Geology baru-baru ini menyatakan bahwa fenomena itu memang diakibatkan oleh aktivitas Bumi. Tim ilmuwan sebenarnya sudah melaporkan penyusutan Bulan sejak 2010, ketika sekelompok peneliti yang dipimpin Thomas R. Watters dari Smithsonian National Air and Space Museum mengambil gambar retakan Bulan tersebut dari pesawat robotik Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA. Mereka awalnya menemukan 14 lereng curam sepanjang 9,6 kilometer yang terbentuk dari kerak panas yang retak dan mencair ketika sudah membeku. Kontraksi dari proses pendinginan kerak Bulan memaksa mantel dan permukaannya seperti melebur, sehingga muncul penyimpangan yang mengakibatkan Bulan menyusut. Watters meyakini bahwa lereng tersebut usianya tak sampai miliaran tahun. Diketahui Bulan berusia empat miliar tahun, sehingga kerak yang mengalami retak itu terbilang masih baru. "Berdasarkan ukuran lereng, kami memperkirakan bahwa jarak antara inti Bulan dan permukaannya telah menyusut sebanyak 91 meter," ujar Watters di dalam pernyataan pada 2010 silam. Lima tahun kemudian, yaitu 2015 sekarang, Watters kembali menyatakan bahwa lereng di Bulan itu seharusnya bersifat acak, namun nyatanya lereng tersebut terbentuk sesuai polanya. Ia lalu mengatakan bahwa tarikan gravitasi Bumi berpotensi membantu penyusutan Bulan. Pesawat robotik LRO mengidentifikasi, kini lereng curam di Bulan sudah bertambah menjadi 3.200 di mana posisi lereng tersebut sesuai dengan kekuatan pasang surut dari Bumi terhadap Bulan. "Temuan ribuan lereng curam baru yang dipengaruhi oleh daya pasang surut Bumi merupakan dimensi baru yang menarik bagi pemahaman kami tentang hubungan dekat antara planet kita ini dengan sang rembulan," kata Watters lagi.
  20. Sebuah video mengejutkan sekaligus menakjubkan dirilis oleh NASA, sebuah studio visualisasi ilmiah yang menggambarkan keadaan bumi jika dilihat dari luar angkasa. Dengan menggunakan data yang real, volume awan yang diberi stimulasi ini menjelaskan keadaan yang terjadi di bumi selama tujuh hari pada tahun 2005. Tentu saja hasil videonya sangat menarik untuk disimak, karena dari hasil video yang mereka buat, kita dapat melihat bahwa sebetulnya bumi tidak hanya terdiri dari benda padat dan mati saja, namun juga terdiri dari banyak makhluk hidup. Tak heran jika dalam video ini tampak bumi bernapas, bergerak, dan hampir menyerupai makhluk hidup yang memiliki entitas hidup. Kamu akan tercengang melihat video ini. Selamat menikmati.
  21. Foto-foto terkait Bumi selalu menggambarkan bahwa planet ini memiliki warna biru yang dominan. Namun, tangkapan foto terbaru oleh satelit European Space Agency (ESA) menunjukkan fakta yang berbeda. Tangkapan satelit ESA menampilkan bahwa Bumi memiliki warna pink. Foto planet yang dihuni manusia tersebut diabadikan oleh Spinning Enhanced Visible and Infrared Image (SEVIRI), yang berada di satelit cuaca MSG-4. Foto yang memperlihatkan gambar Bumi dengan warna pink tersebut ditangkap oleh Satelit MSG-4. Satelit ini pernah diluncurkan pada 15 Juli 2015. Tidak hanya menampakan warna pink, foto juga menampilkan warna hijau serta awan badai berwarna putih. ESA mengungkapkan, foto Bumi ini ditangkap pada 4 Agustus dan menunjukkan tanda 'midlatitude cylone', yang menyebabkan hujan di kawasan tertentu. Setelah meluncur dari French Guiana pada 15 Juli, SEVIRI mengirimkan gambar dari planet Bumi setiap 15 menit. Kamera menangkap objek Bumi dalam 12 gelombang cahaya (wavelengths) yang berbeda-beda. "Cuaca terus berubah sehingga ramalan cuaca akurat sangat penting untuk pertanian yang efektif, industri, dan transportasi," kata juru bicara ESA. Ia lebih lanjut mengatakan, prakiraan cuaca dapat menyelamatkan nyawa melalui peringatan ekstrem seperti badai, hujan salju, atau banjir.
  22. Misi Van Allen Probe dari NASA telah menemukan sabuk radiasi ketiga di seputar bumi yang sebelumnya tak pernah diketahui keberadaanya, mengungkap akan adanya struktur dan proses yang tak terduga dalam wilayah berbahaya ruang angkasa tersebut. Observasi sabuk Van Allen sebelumnya telah cukup lama mendokumentasikan dua wilayah berbeda dari radiasi yang terperangkap di sekitar planet kita. Instrumen pendeteksi partikel yang ditempatkan pada pasangan kembar Van Allen Probe dengan segera menyadarkan para ilmuwan akan keberadaan sabuk radiasi ketiga. Sabuk yang ditemukan pada tahun 1958 dan dinamai berdasarkan nama penemunya, James Van Allen, merupakan wilayah kritis bagi masyarakat modern yang bergantung pada berbagai teknologi berbasis ruang angkasa. Sabuk Van Allen dipengaruhi oleh badai matahari dan cuaca ruang angkasa, efeknya dapat melebar secara dramatis. Andai itu terjadi, tentunya akan menimbulkan bahaya bagi satelit komunikasi dan GPS, terutama bagi manusia yang berada di ruang angkasa. Dua petak raksasa radiasi, dikenal sebagai Sabuk Van Allen, yang berada di seputar bumi ditemukan pada tahun 1958. Di tahun 2012, observasi dari Probe Van Allen menunjukkan bahwa sabuk ketiga terkadang bisa muncul. Radiasi ditampilkan di sini dalam warna kuning, dengan hijau mewakili ruang di antara sabuk. “Kemampuan dan kemajuan baru teknologi yang fantantis pada Probe Van Allen memungkinkan para ilmuwan memantau rincian yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang bagaimana sabuk radiasi dipenuhi partikel bermuatan, sekaligus memberi wawasan tentang apa yang menyebabkan sabuk bisa berubah, serta bagaimana berbagai proses mempengaruhi permukaan bagian atas atmosfer bumi,” jelas John Grunsfeld, administrator asosiasi NASA untuk ilmu pengetahuan di Washington. Temuan ini menunjukkan sifat sabuk radiasi yang dinamis dan bervariabel, menambah pemahaman kita tentang bagaimana sabuk-sabuk tersebut merespon aktivitas matahari. Temuan yang dipublikasikan pada 28 Februari dalam jurnal Science ini merupakan hasil dari data yang dikumpulkan misi dual-pesawat ruang angkasa pertama yang terbang melewati sabuk radiasi planet kita setelah peluncurannya pada 30 Agustus 2012. Pengamatan beresolusi tinggi dari instrumen Relativistic Electron Proton Telescope (REPT), bagian dari Energetic Particle, Composition, and Thermal Plasma Suite (ECT) yang terpasang pada kedua Probe Van Allen, mengungkap adanya tiga struktur sabuk yang berbeda dengan hadirnya wilayah, atau ruang, yang kosong di tengah-tengahnya. “Ini adalah pertama kalinya intrumen beresolusi tinggi kami melihat waktu, ruang dan energi secara bersamaan pada sabuk bagian luar,” ungkap Daniel Baker, penulis utama studi yang memimpin pengoperasian instrumen REPT di Laboratory for Atmospheric and Space Physics (LASP), University of Colorado, Boulder, “Observasi sabuk radiasi bagian luar sebelumnya hanya mengungkap satu elemen tunggal yang buram. Saat kami mengaktifkan REPT selang dua hari setelah peluncuran, peristiwa akselerasi elektron yang kuat sudah berlangsung, dan kami secara jelas menyaksikan sabuk dan slot baru di antara peristiwa akselerasi dan sabuk bagian luar.” Para ilmuwan mengamati sabuk ketiga selama empat minggu sebelum gelombang kejut yang kuat dari matahari memusnahkannya. Pengamatan dilakukan oleh para ilmuwan dari berbagai institusi, yakni LASP; NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md; Los Alamos National Laboratory di Los Alamos, NM; dan Institute for the Study of Earth, Oceans, and Space University of New Hampshire di Durham. Pada 31 Agustus 2012, sebuah tonjolan raksasa di matahari meletus, menghantar partikel dan gelombang kejut hingga mencapai dekat Bumi. Peristiwa ini mungkin menjadi salah satu penyebab munculnya sabuk radiasi ketiga di sekitar bumi setelah beberapa hari kemudian, sebuah fenomena yang teramati untuk pertama kalinya oleh Van Allen Probe yang baru diluncurkan. Gambar tonjolan sebelum meletus ini ditangkap oleh Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA. Masing-masing Van Allen Probe membawa seperangkat lima instrumen yang sama, memungkinkan para ilmuwan mengumpulkan data tentang rincian sabuk yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data ini penting untuk dapat mempelajari efek cuaca ruang angkasa di bumi, termasuk proses-proses fisik fundamental yang teramati di sekitar objek lainnya, seperti planet-planet dalam tata surya kita dan nebula yang berjarak jauh. “Bahkan setelah 55 tahun sejak penemuannya, sabuk radiasi bumi masih mampu mengejutkan kami dan masih menyimpan misteri untuk ditemukan dan diselidiki,” kata Nicky Fox, wakil untuk proyek Van Allen Probe di Applied Physics Laboratory, Laurel Johns Hopkins University, Md, “Kita mengira sudah cukup tahu tentang sabuk radiasi, tapi ternyata tidak. Kemajuan dalam teknologi dan deteksi dari NASA dalam misi ini sudah dengan segera nyaris berdampak pada ilmu pengetahuan dasar.” Van Allen Probe merupakan misi kedua dalam Living With a Star Program NASA untuk mengeksplorasi aspek-aspek dari sistem terhubung matahari-bumi yang secara langsung berdampak bagi kehidupan dan masyarakat
  23. Istilah Bumi super merujuk pada massa planet yang lebih besar dari massa Bumi kita. Sampai dengan 20 tahun lalu, Tata Surya merupakan satu-satunya contoh sistem keplanetan di sebuah bintang. Tidak ada model lain yang bisa dijadikan pembanding. Jadi jika ada sebuah sistem keplanetan aka planet di bintang lain, maka tentunya akan memiliki model yang tidak jauh berbeda dari Tata Surya. Artinya, planet kebumian aka planet batuan yang kecil akan terbentuk di dekat bintang induk seperti halnya merkurius, Venus dan Bumi sedangkan planet gas raksasa aan terbentuk jauh dari bintang induk seperti halnya Jupiter, Saturnus dan planet es akan berada lebih jauh lagi. tentunya tak mengherankan karena temperatur sebuah sistem keplanetan akan semakin rendah jika semakin jauh dari bintang. Pada kenyataannya, penemuan planet di bintang lain aka extrasolar planet menyajikan khazanah yang baru dan berbeda bagi para astronom. Tata Surya bukan lagi satu-satunya sistem dan keberadaan planet umum terbentuk di bintang lain. Planet tidak hanya menjadi milik bintang serupa Matahari saja dan di bintang tunggal saja, planet juga terbentuk dan bertahan di sistem bintang yang lebih dari satu. Penemuan planet pertama dalam dunia extrasolar mengejutkan karena planet tersebut ditemukan di bintang yang sudah mengakhiri masa hidupnya. Planet pada pulsar. Kebangkitan extrasolar planet terjadi ketika planet pertama ditemukan di bintang serupa Matahari. Menariknya, planet tersebut merupakan planet gas raksasa yang berada sangat dekat dengan bintang induknya. Bahkan lebih dekat dari jarak Merkurius. Karena itu planet serupa Jupiter yang berada dekat bintang induknya kemudian disebut planet Jupiter panas. Ada lagi yang menarik dalam dunia exoplanet. Para astronom juga menemukan planet-planet yang seukuran Bumi maupun yang serupa Bumi. Salah satu “jenis” planet itu adalah Bumi super. Istilah Bumi super merujuk pada massa planet yang lebih besar dari massa Bumi kita, tapi masih jauh lebih kecil daripada massa planet-planet gas seperti Uranus dan Neptunus, dan tidak berkaitan dengan keadaan permukaan planet apalagi dengan kemungkinan apakah planet itu laik huni atau tidak. Planet-planet yang digolongkan sebagai planet Bumi super adalah planet yang massanya lebih besar dari Bumi sampai dengan 10 massa Bumi. Dari perjalanan penemuan exoplanet, Bumi super bukanlah planet yang jarang ditemukan di sistem extrasolar planet. Para astronom menemukan 30 – 50 % bintang serupa Matahari memiliki planet Bumi super panas, yakni planet Bumi super yang mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya, Ada juga planet Bumi super es, yakni planet batuan dengan atmosfer tebal yang terbentuk jauh dari bintang dan kemudian bermigrasi ke area yang lebih dekat ke bintang. Uniknya, jenis planet yang satu ini tidak ditemukan di Tata Surya. Mengapa demikian, masih menjadi perdebatan dan penelitian dari para astronom. Planet Bumi super panas Pembentukan planet Bumi super panas masih menjadi misteri bagi para astronom. Ada dua teori yang dikemukakan para astronom. Teori pertama menyebutkan kalau planet Bumi super panas terbentuk sangat cepat di dekat bintang. Materi planet Bumi super berasal dari puing-puing piringan yang berada di sekitar bintang yang baru saja terbentuk. Untuk itu dibutuhkan massa yang sangat besar di dekat bintang untuk bisa membentuk planet Bumi super di dekat bintang. Teori kedua meyakini bahwa planet Bumi super terbentuk jauh dari bintang induknya dan kemudian bermigrasi ke dekat bintang induk. Dalam hal ini planet Bumi super terbentuk di area yang dingin yang disebut garis beku, batas dimana air dan senyawa kimia lainnya yang mengandung hidrogen berkondensasi menjadi es. Bagaimana dengan planet Bumi super di Tata Surya? Yang kita ketahui, tidak ada planet bBumi super di Tata Surya. Tapi apakah pernah ada planet serupa itu di masa lalu? Menelusuri kembali jejak masa lalu Tata Surya pun tidak mudah. Akan tetapi berdasarkan simulasi yang dilakukan para astronom, ada 2 model yang hampir mirip yang diajukan sebagai kemungkinan mengapa planet Bumi super tidak ada di Tata Surya. Kedua model tersebut melibatkan Jupiter yang bermigrasi menuju Matahari. Jupiter si Pembawa Masalah Pemodelan yang dilakukan Sean Raymond, dari Laboratoire d’Astrophysique de Bordeaux, Perancis menunjukan kalau planet gas raksasa seperti Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus lebih cepat terbentuk. Model Grand Tack aka Taktik Akbar yang ia gunakan menunjukan kalau di masa lalu Jupiter bermigrasi lebih dekat ke Matahari sampai di area orbit Mars sebelum bergerak mundur ke lokasinya sekarang. Dalam model Taktik Akbar, di masa awal pembentukan Tata Surya, Jupiter yang bermigrasi bertindak seperti sekop gravitasi yang mendorong setengah materi debu dan batuan di depannya dan menghamburkan sisa materi di belakangnya. Perjalanan Jupiter nan unik ini yang menyebabkan hanya ada sedikit materi di orbit Mars untuk membentuk planet merah tersebut. Dan ketika Jupiter bergerak mundur ke bagian luar garis beku, ia kembali menjadi sekop yang melontarkan asteroid es dan puing-puing lainnya ke bagian dalam Tata Surya. Diduga pergerakan Jupiter inilah yang menghantarkan air ke Bumi dan planet lainnya. Kunjungan Jupiter ke bagian dalam Tata Surya menjadi penyebab mengapa Bumi tidak memiliki sepupu seperti bumi super. Dari pemodelan, planet gas raksasa seperti Jupiter inilah yang menghalangi migrasi planet Bumi super untuk bermigrasi ke dekat bintang. Dalam hal Tata Surya, jika bukan karena Jupiter, planet Uranus, Neptunus dan bahkan Saturnus bisa bermigrasi ke dekat Matahari dan berakhir sebagai planet Bumi super. Lagi – Lagi Jupiter Pemodelan lainnya dan yang terbaru dilakukan oleh Konstantin Batygin, astronom dari Caltech dan Gregory Laughlin dari UC Santa Cruz. Hasil perhitungan dan simulasi keduanya memberikan gambaran kemungkinan lain bagi sejarah Tata Surya, khususnya mengapa planet kebumian memiliki massa yang lebih rendah dibanding planet yang mengitari bintang lain serupa Matahari. Hasil simulasi menunjukan Tata Surya pernah memiliki planet Bumi super sebagai planet generasi pertama yang terbentuk di sistem yang mengeliling Matahari ini. Sebelum planet Merkurius, Venus, Bumi dan Mars terbentuk, area bagian dalam Tata Surya pernah dihuni oleh sejumlah planet Bumi super. Planet-planet Bumi super ini tidak bertahan lama, hancur dan runtuh ke Matahari miliaran tahun lalu ketika Jupiter masih rajin mondar mandir ke area dekat matahari dan kemudian menjauh ke area luar. Model yang dibangun oleh Batygin dan Laughlin juga menggabungkan skenario Taktik Akbar yang juga digunakan oleh Sean Raymond. Dalam pemodelan ini, planet Bumi super diyakini sebagai planet generasi pertama yang terbentuk di sekitar Matahari. Dan Jupiter lagi-lagi menjadi penyebab utama menghilangnya Bumi super dan berkurangnya materi pembentuk planet kebumian. Ketika Tata Surya baru terbentuk, selama beberapa juta tahun Jupiter sangatlah masif dan terus menerus bermigrasi menuju Matahari dan kemudian mundur ke area yang dingin. Selama perjalanan migrasinya, pengaruh gravitasi dari Jupiter menarik semua planetesimal yang berpapasan dengannya dan membawa mereka menuju Matahari. Interaksi gravitasi antara Jupiter dan planetesimal tersebut menyebabkan orbit planetesimal menjadi sangat lonjong. Implikasinya, terjadi tabrakan antara planetesimal dengan obyek lain setidaknya sekali dalam 200 tahun. Perjalanan migrasi Jupiter inilah yang menjadi awal dari kehancuran planet Bumi super. Simulasi untuk mengetahui nasib planet Bumi super di masa Jupiter bermigrasi menunjukan planet Bumi super tidak akan bertahan. Ketika Jupiter bermigrasi, planetesimal-planetesimal yang orbitnya sudah berubah tersebut akan menggiring Bumi super yang ada dalam sistem menuju Matahari dan hancur dalam periode 20000 tahun. Proses kehancuran itu hanya akan menyisakan 10 % materi yang kemudian membentuk Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.
  24. Pesawat Luar Angkasa Kepler Teleskop Kepler yang diluncurkan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), terus memotret foto atau gambar di dalam atau luar tata surya. Sekaligus mencari planet yang mirip dengan Bumi. Saat diluncurkan enam tahun yang lalu atau tepatnya 6 Maret 2009, telekop Kepler datang lebih banyak memindai citra gambar galaksi di tata surya, namun belakangan NASA tertarik mencari planet di luar tata surya (exoplanet) yang masuk kategori 'layak huni'. Kategori pendekatan exoplanet ini adalah memiliki atmosfer yang menghasilkan air dan pada akhirnya mampu menjalankan kehidupan organisme. Dalam enam tahun menjalankan tugasnya, teleskop Kepler sejauh ini sudah mampu menemukan setidaknya lebih dari 1.000 exoplanet yang layak huni. Namun demikian, NASA tentu perlu melakukan penjelajahan lebih jauh dan mendalam mengenai hasil temuannya ini serta kemungkinan exoplanet tersebut bisa dihuni oleh manusia di masa depan. Teleskop Kepler sendiri sudah mengorbit dua kali Kepler dan K2. Salah satu kelebihan yang ada di teleskop ini, sensor cahaya kuat mondo yang digunakan untuk menemukan lokasi planet seukuran Bumi yang mungkin masuk kategori di zona layak huni.
  25. Sadar atau tidak, udara terasa semakin panas dan banyak hewan yang tewas karena perubahan iklim. Parahnya, sedikit manusia yang peduli tentang umur bumi. Banyak kebiasaan mereka yang tanpa disadari membuat bumi semakin menderita. 1. Penggunaan kertas Kertas jadi salah satu benda yang punya umur paling singkat. Contoh sederhananya yakni struk belanja atau kertas tol. Dalam hitungan detik, kertas yang berukuran tidak lebih dari lima sentimeter itu sudah beterbangan di mana-mana. Seperti yang kita tahu, bahan dasar kertas adalah kayu. Semakin boros kita menggunakan kertas, makan semakin pendek umur pohon-pohon di hutan. 2. Membakar plastik Sampah yang dibakar akan memicu timbulnya gas berbahaya seperti gas karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), sulfur dioksida (SO2), dioksin, dan furan. Dioksin jadi zat yang paling berbahaya dalam kandungan gas sisa pembakaran plastik. Karena sifatnya mengandung karsinogen, zat itu bisa jadi penyebab penyakit kanker. 3. Menebang hutan Dari laporan WWF, setengah dari pohon-pohon di hutan secara ilegal ditebang untuk penggunaan bahan bakar. Akibatnya, perubahan iklim pun terjadi. Jumlah karbon yang tersimpan dalam pohon berkurang, dan karbon dioksida dilepas ke udara dengan cuma-cuma. Menurut catatan Global Forest Resources Assessment pada tahun 2010, hampir satu miliar ton karbon mengudara ke atmosfer per tahun. 4. Penggunaan AC AC bisa menyejukan ruangan, tapi bisa membuat bumi menderita. Freon atau CFC pada AC merupakan penyebab global warming yang menyebabkan perubahan di lingkungan hidup, mulai dari meningkatnya suhu muka bumi sampai mencairnya es di kutub.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy