Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bulan'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 11 results

  1. Pesawat luar angkasa India, Chandrayaan-2, hilang kontak saat akan mendekati kutub selatan bulan. Belum diketahui secara pasti nasib pesawat beserta muatannya. Meski bakal diyakini sebagai kegagalan, Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengaku bangga kepada ilmuwan ruang angkasa negaranya. " Yang terbaik belum datang dalam program luar angkasa kami. India bersamamu," kata Modi, dilaporkan BBC, Sabtu 7 September 2019. Jika misi Chandrayaan-2 berhasil, India akan menjadi negara ke empat yang mendarat di bulan. Sebelumnya, ada Amerika Serikat, Rusia, dan China. Chandrayaan-2 mengalami kegagalan sistem sekitar 2,1 kilometer dari permukaan bulan, kata para pejabat. Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (Isro) kehilangan kontak beberapa detik sebelum kapal itu diperkirakan mendarat. Sempat Berjalan Normal Chandrayaan-2 memasuki orbit Bulan pada 20 Agustus. Pesawat luar angkasa itu dijadwalkan mendarat ke permukaan bulan pada hari ini, Sabtu 7 September 2019. Staf di kontrol misi terpaku ke layar di pusat ruang Bangalore Isro saat pesawat ruang angkasa itu turun ke permukaan. Ruang kontrol riuh dengan tepuk tangan saat fase mendarat kasar. Modi menyaksikan aksi itu dari balik layar kaca. Ketua Isro, Kailasavadivoo Sivan, mengumumkan kepada staf bahwa penurunan awal kapal itu " normal," dan bahwa data misi akan dianalisis. Sivan sebelumnya menggambarkan periode penurunan 15 menit terakhir sebagai " 15 menit teror" . Tapi, komunikasi dengan penjelajah bulan, Vikram hilang saat ketinggian 2,1 kilometer. Misi ini berbiaya hemat, hanya US$145 juta atau lebih rendah dari biaya pembuatan film Avengers: Endgame.
  2. Apakah itu pas manusia pertama berhasil mendaki puncak Everest? Pengembangan vaksin pertama kali? Penemuan teori radiasi elektromagnetik oleh James Maxwell? Deklarasi Hak Asasi Manusia pertama kali di AS? Penemuan benua Amerika oleh Columbus? Banyak ahli sejarah dan akademisi yang sepakat kalo pencapaian tertinggi yang pernah diraih oleh umat manusia adalah pendaratan manusia pertama kali di bulan oleh NASA. Nah, pas banget nih. Tanggal 20 Juli kemarin, kita memperingati 45th anniversary dari momen bersejarah itu. Pada masa itu, masih banyak orang yang memimpikan untuk mencapai puncak gunung Everest. Tiba-tiba saja, pada 20 Juli 1969 , seluruh dunia dikejutkan dengan pemberitaan bahwa National Aeronautics and Space Administration (NASA) berhasil mendaratkan manusia ke bulan melalui misi Apollo 11. Manusia itu adalah Neil Armstrong, astronot Amerika Serikat, bersama rekannya, Buzz Aldrin. Sebenarnya ada 1 astronot lagi sih yang ikut ke bulan, yaitu Michael Collins. Tapi doi stay di dalam pesawat karena punya peran tersendiri. Eitss.. Boleh aja sih skeptis tentang satu hal. Cuma skeptisisme itu juga harus didukung dengan research.Sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang masih ragu akan keberhasilan NASA mendaratkan manusia di bulan. Dan bukan ga mungkin, lo, keluarga lo, guru-guru lo adalah salah satu dari orang-orang yang meragukan hal tersebut. Ya bisa dimaklumi juga sih. Bulan adalah tanah "asing" ratusan ribu kilometer dari Bumi yang tidak bisa dijangkau, hanya bisa kita lihat, menjadi bahan angan-angan. Nggak kebayang aja mungkin, kok bisa manusia bisa sampe berjalan di bulan?! Nah sekarang nih, gw mau berbagi insight dari hasil riset gw untuk mengulik bener nggak sih Neil Armstrong itu pernah mendarat di bulan. Banyak banget blog , artikel, dan website yang mengklaim bahwa pendaratan manusia di bulan adalah bohong. Tapi apakah klaim tersebut pantas meruntuhkan kalo Neil Armstrong tidak pernah mendarat di bulan? Seperti kata Carl Sagan, extraordinary claims require extraordinary evidence. Yuk, kita kupas satu per satu. 1. Bendera yang Berkibar Pernah lihat nggak, foto seperti di bawah ini? Ini adalah foto ketika Buzz Aldrin menancapkan bendera Amerika di permukaan Bulan. KATANYA: bendera pada foto ini terlihat berkibar-kibar. Ini bikin orang ragu sama pendaratan di Bulan karena nggak mungkin bendera bisa berkibar di Bulan. Kan Bulan nggak punya atmosfer, nggak ada udara, nggak ada angin! Kiri: Buzz Aldrin memberi hormat bendera setelah memancangkannya di bulan (tonjolan kecil di atas helmnya adalah jarinya) Kanan: Potret 6 detik setelah potret di atas. Aldrin telah menurunkan tangannya. Posisi bendara ga berubah. FAKTANYA: bendera itu bukan berkibar. Bendera itu kelihatan agak bergerak atau mengkerut karena dalam perjalanan ke bulan, benderan disimpan dilipat. Jadi pas dibuka, emang udah nggak rapi. Kalo lo lihat video di bawah, si astronot ada beberapa kali nancepin tiang benderanya. Nggak lurus-lurus, akhirnya terakhir baru berdiri tegak. Inersia membuat bendera masih agak bergerak. Terus, perhatikan, deh. Sisi atas bendera itu kaku. Itu karena tiang pancangnya berbentuk Г-shaped . Sengaja dipake tiang pancang bentuk begitu supaya ya benderanya bisa tegak. Kalo nggak pake tiang pancang berbentuk seperti itu, nggak bakal keliatan jelas motif benderanya. Namanya juga kain, buka papan reklame. Sulit lho, merentangkan kain di ruang hampa udara dan bergravitasi rendah, seperti bulan. 2. Kok Bisa Ada Jejak Kaki di Bulan? Berikutnya, ada klaim lain yang bilang kalo jejak kaki astronot di Bulan itu palsu. KATANYA: permukaan bulan itu kering. Tapi jejak kaki yang kecetak di bulan terlalu clear (jelas). Kayaknya cuma bisa bikin jejak kaki begitu di pasir basah deh. FAKTANYA: Bulan bukanlah tempat tanpa gravitasi. Gravitasi bulan = 1/6 gravitasi bumi. Debu Bulan, atau yang disebut regolith, adalah seperti bubuk yang digiling halus. Mirip debu vulkanik. Lo bisa coba sendiri kok. Gampang, pake aja bubuk bedak bayi atau tepung terigu. Kalo lo melangkah di atasnya, lo bisa dengan mudah meninggalkan jejak kaki yang jelas. Plus, bulan nggak punya atmosfer kan. Hampa udara. Jadi nggak ada angin deh yang mampu menyingkirkan jejak yang telah dibuat. 3. Nggak Ada Fotografer KATANYA: Cuma ada 2 astronot yang mendarat di bulan. Tapi, gimana ceritanya kedua astronot bisavisible (keliatan) di foto ini? satu yang difoto dan satu lagi yang tercermin di kaca helm astronot. Lhaterus siapa yang moto? FAKTANYA: kamera sudah ditanam di bagian dada baju para astronot. Di foto ini, lo bisa lihat kalo tangannya si Neil berada dekat dada. Jadi, dia nggak perlu jepret kamera mendekati matanya. Selain itu, ada beberapa foto lain yang diambil oleh modul pendaratan di bulan (Eagle) dan kamera melayang yang dikendalikan jarak jauh dari Bumi. NASA tahun 1965 sudah cukup canggih, Bro! 4. Kok Nggak Ada Bintang? KATANYA: ruang angkasa penuh dengan bintang. Tapi kok pada foto-foto dari bulan nggak kelihatan bintang sama sekali? Ah, ini pasti foto studio nih! FAKTANYA: Lo pernah denger ada yang namanya polusi cahaya, nggak? Kalo di kota besar, kita kan susahnih ngelihat bintang-bintang di langit. Beda ceritanya dengan di desa atau di tengah laut. Kenapa bisa gitu? Intinya, karena gemerlap lampu perkotaan menyulitkan kita untuk melihat cahaya bintang. Inilah mengapa teleskop umumnya diletakkan di puncak gunung buat menghindari polusi cahaya dari bumi. Dalam kasus ini, permukaan bulan yang memantulkan cahaya matahari itu menjadi polusi cahaya sehingga menutupi cahaya dari bintang yang jauh. Kalo lo belajar fotografi, para astronot motret petualangan mereka di bulan dengan settingan kamera eksposur cepat yang membuat cahaya yang masuk kecil. Mereka mengambil gambar pada eksposur 1/150 atau 1/250 detik. Kalo lo ga ngerti, coba tanya deh temen lo yang hobi fotografi. Justru aneh kalo di foto kelihatan bintang. Coba aja deh, lo moto temen lo pas malam hari dengan latar belakang bintang-bintang. Bintangnya nggak bakal kelihatan! Kecuali lo pake kamera dan teknik khusus buat capture bintang di background-nya. 5. Kok Nggak Ada Kawah Bekas Pendaratan Modul? Dari pesawat luar angkasanya, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin turun ke bulan menggunakan modul pendaratan, bernama Eagle. KATANYA: mesin modul yang kuat seharusnya membuat bekas kawah yang dalam di permukaan bulan yang lembut. Tapi, seperti keliatan di foto ini, permukaan bulan di bawah modul masih terlihatsmooth. Seakan-akan mesin itu udah ditaruh sebagai properti studio, bukan seperti modul yang mendarat. FAKTANYA: mesin modul sudah diturunkan power dan kecepatannya tepat sebelum mendarat. Modulnya juga ga melayang (hover) cukup lama untuk membuat kawah atau menerbangkan banyak debu. Lapisan bulan itu tipis. Tapi, di bawahnya adalah batuan yang keras. Jadi, walaupun kaki astronot berbekas, kaki modul bulan tidak dapat mencapai kedalaman yang cukup untuk membuat kawah. 6. Banyak Sumber Cahaya, Seperti di Studio TV! KATANYA: beberapa bayangan pada foto ini tidak tampak paralel satu sama lain. Beberapa objek dalam bayangan malah terlihat jelas. Seolah-olah cahaya datang dari berbagai sumber, seperti lighting studio kamera. FAKTANYA: emang banyak sumber cahaya. Ada matahari, ada Bumi yang memantulkan cahaya, ada cahaya dari pantulan modul, baju astronot, dan permukaan bulan. Selain itu, para astronot sengaja mengambil potret mereka di daerah perbukitan supaya mendapatkan penerangan baik. Lo bisa coba sendiri kok. Berdiri di atas bukit di bawah sinar bulan purnama. Kontur permukaan yang naik turun menghasilkan banyak bayangan dengan panjang yang bervariasi. 7. Batuan Bulan Lebih Mirip Batuan Antartika KATANYA: batuan yang dibawa balik dari Bulan identik dengan batu yang dikumpulkan dari ekspedisi ilmiah ke Antartika. FAKTANYA: beberapa batuan Bulan memang ditemukan di Bumi. Tapi rata-rata udah hangus dan teroksidasi ketika melewati atmosfer bumi sebagai asteroid. Selama 45 tahun terakhir sejak hari bersejarah itu, banyak studi dan analisis lebih lanjut dari ahli geologi yang telah mengkonfirmasi dengan pasti bahwa batuan Apollo pastilah batu yang dibawa manusia dari Bulan. Nah, mungkin sampe di sini lo bakal mikir, dengan begitu banyaknya evidence dan rasionalitas di depan mata, kenapa masih banyak sih yang meragukan kalo Neil Armstrong mendarat di Bulan? Untuk menjawab keheranan ini, mau nggak mau, kita harus meriksa sejarah. Usaha pendaratan manusia di bulan oleh NASA dipicu oleh persaingan antariksa pada era Perang Dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Pada masa Perang Dingin, ketegangan konflik kepentingan udah nggak dimanifestasikan dalam bentuk perang dan agresi militer. Pada masa Perang Dingin, khususnya kedua negara ini, mereka lebih adu pride. Uni Soviet sudah berhasil menempatkan manusia pertama di luar angkasa, Yuri Gagarin, pada 15 April 1961. Amerika Serikat mana? Itu juga mengapa, pada masa Perang Dingin inilah banyak banget roket atau pesawat luar angkasa yang diluncurkan dari Bumi. Teknologi penjelajahan antariksa gencar banget dimulai pada masa ini. Kalo NASA mengklaim mereka berhasil mendaratkan manusia pertama di Bulan, siapa yang pertama kali akan mengkritik? Ya, tentu saja Uni Soviet. Uni Soviet bisa bilang, “Ah itu kebohongan besar!” Uni Soviet bukan sembarang negara lho. Mereka punya teknologi setara NASA dan kepanjangan politik yang kuat. Sekarang Uni Soviet sudah runtuh. Tapi beberapa orang yang mungkin memiliki kepentingan ideologi sama dengan Uni Soviet dulu dan punya kapasitas untuk mengkritisi mengajukan beberapa kejanggalan. Tujuannya bisa jadi baik, menunjukkan orang awam gimana proses ilmiah itu terjadi. Seperti biasa, media dengan cepat segera menyebarkannya. Tersebarlah berita baru kalau pendaratan manusia di bulan adalah rekayasa NASA. Oiya, efek lain dari runtuhnya Uni Soviet adalah penjelajahan luar angkasa udah ga seheboh dulu karena udah nggak ada pride race lagi. NASA masih aktif melakukan eksplorasi, tapi lebih dominan didorongcuriosity.
  3. Para astronot Apollo 10 mengaku mereka mendengar suara musik yang misterius dari sisi gelap bulan. Para astronot wahana antariksa Apollo 10 mengaku mereka mendengar 'suara musik' yang misterius dari bagian bulan yang gelap. Mereka tidak tahu pasti apakah mereka mendengar bunyi dan kebingungan apakah benar ada musik yang datang dari bagian belakang bulan. Mereka bisa mendengar dengung musik 'jenis bunyi luar angkasa' saat mereka melintasi bagian belakang bulan pada akhir tahun 1960-an dan mereka khawatir tak ada seorang pun yang akan mempercayai mereka. Suara-suara itu mulai muncul setelah kapsul Apollo 10 itu melintasi bulan selama 60 menit dan pesawat ulang alik itu berada di sisi terjauh bumi. Kisah ini diungkapkan menjelang pemutaran seri Nasa's Unexplain Files di saluran televisi Amerika, Science Channel. Dalam dokumenter ini terdengar para astronot, Eugene Cernan dan John Young mengatakan, "Kalian dengar itu? Suara siulan?" Astronot lainnya menimpali, "Jelas itu musik yang janggal." Suara musik misterius itu berlangsung selama kapsul Apollo 10 berada di bagian gelap bulan. Suara itu muncul selama hampir satu jam dan terekam, namun NASA menggolongkannya sebagai berkas rahasisa, dan baru merilis rekaman itu hingga tahun 2008. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1969 ketika Apollo 10 mengorbit bulan. Program televisi yang akan diputar itu membahas berbagai hal yang mungkin menyebabkan suara-suara aneh itu, termasuk kemungkinan gangguan radio akibat medan magnet di atmosfer. Betapa pun, bulan tidak memiliki medan magnet dan tak memiliki cukup atmosfer untuk menghasilkan suara-suara itu. Pada tahun 1969, kapsul Apollo 11 jatuh dari ruang angkasa dan mendarat di Samudra Pasifik. Salah satu kemungkinan yang paling masuk akal adalah bahwa suara itu merupakan 'interferensi antara gelombang radio VHF di modul bulan dengan yang di Modul Komando'. Michael Collins, pilot Apollo 11, mengatakan dia juga mendengar suara-suara saat terbang di sekitar sekitar sisi gelap bulan tapi diberitahu oleh para insinyur bahwa itu hanya interferensi radio. Dia mengatakan dalam bukunya, Carrying the Fire: An Astronaut's Journeys, bahwa suara-suara itu muncul ketika kedua radio dihidupkan di kedua modul dan berada dekat satu sama lain, tapi berhenti ketika modul mendarat di bulan dengan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin di dalamnya.
  4. Setiap ibu pasti ingin anaknya sehat selalu dan tidak gampang sakit. Namun ada kalanya anak terlahir sakit-sakitan dan ada juga anak yang punya imun tubuh yang kuat sehingga tidak mudah jatuh sakit. Ada banyak hal yang memengaruhi kondisi kesehatan anak, satunya adalah bulan kelahiran. Bagaimana bisa bulan kelahiran ada hubungannya dengan kesehatan? Seperti dikutip dari sciencedaily.com, anak-anak yang lahir di musim panas (belahan bumi utara), yaitu antara bulan Juni, Juli dan Agustus ternyata punya kecenderungan jadi anak sehat dibanding bayi-bayi lain yang lahir di bulan selain tiga bulan itu. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Medical Research Council (MRC) Epidemiology Unit, University of Cambridge, peneliti mencoba mencari tahu apakah bulan lahir memengaruhi berat tubuh bayi saat lahir, perkembangan pubertas dan tinggi tubuh saat dewasa. Hasilnya, bayi yang lahir di bulan Juni, Juli dan Agustus cenderung lahir dengan berat tubuh normal, punya tubuh lebih tinggi dan mengalami masa puber tepat waktu sehingga tumbuh jadi orang dewasa yang sehat. Menurut peneliti, bayi yang terkena lebih banyak sinar matahari memiliki imun tubuh yang kuat karena mendapat banyak vitamin D di awal-awal hidupnya. Bukan hanya memengaruhi tingkat kesehatan tubuh saja, anak perempuan yang lahir di bulan-bulan tersebut juga akan mengalami pubertas yang tidak berat dan lebih baik saat menjelang masa remaja nanti. Mengindikasikan tingkat kesehatan dan kesuburan yang lebih baik saat tumbuh dewasa nanti. Intinya, hasil penelitian menunjukkan bahwa bulan kelahiran memiliki efek penting yang dapat memperkirakan dan mengukur tumbuh kembang dan kesehatan anak nantinya. Jadi mungkin jika kamu ingin punya anak, ada baiknya diprogram lebih dulu ya. Karena di Indonesia hanya ada dua musim, pilih bulan-bulan yang sekiranya tidak terlalu panas atau terlalu dingin ya.
  5. Bulan sebagai satelit alami Bumi, dilaporkan kian menyusut. Bumi pun disalahkan karena kerak Bulan yang telah mengalami retak. Tarikan gravitasi Bumi ternyata memengaruhi penyusutan yang dialami Bulan sejak 2010 lalu. Sebuah studi terbaru di jurnal Geology baru-baru ini menyatakan bahwa fenomena itu memang diakibatkan oleh aktivitas Bumi. Tim ilmuwan sebenarnya sudah melaporkan penyusutan Bulan sejak 2010, ketika sekelompok peneliti yang dipimpin Thomas R. Watters dari Smithsonian National Air and Space Museum mengambil gambar retakan Bulan tersebut dari pesawat robotik Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA. Mereka awalnya menemukan 14 lereng curam sepanjang 9,6 kilometer yang terbentuk dari kerak panas yang retak dan mencair ketika sudah membeku. Kontraksi dari proses pendinginan kerak Bulan memaksa mantel dan permukaannya seperti melebur, sehingga muncul penyimpangan yang mengakibatkan Bulan menyusut. Watters meyakini bahwa lereng tersebut usianya tak sampai miliaran tahun. Diketahui Bulan berusia empat miliar tahun, sehingga kerak yang mengalami retak itu terbilang masih baru. "Berdasarkan ukuran lereng, kami memperkirakan bahwa jarak antara inti Bulan dan permukaannya telah menyusut sebanyak 91 meter," ujar Watters di dalam pernyataan pada 2010 silam. Lima tahun kemudian, yaitu 2015 sekarang, Watters kembali menyatakan bahwa lereng di Bulan itu seharusnya bersifat acak, namun nyatanya lereng tersebut terbentuk sesuai polanya. Ia lalu mengatakan bahwa tarikan gravitasi Bumi berpotensi membantu penyusutan Bulan. Pesawat robotik LRO mengidentifikasi, kini lereng curam di Bulan sudah bertambah menjadi 3.200 di mana posisi lereng tersebut sesuai dengan kekuatan pasang surut dari Bumi terhadap Bulan. "Temuan ribuan lereng curam baru yang dipengaruhi oleh daya pasang surut Bumi merupakan dimensi baru yang menarik bagi pemahaman kami tentang hubungan dekat antara planet kita ini dengan sang rembulan," kata Watters lagi.
  6. Enambelas tim dari seluruh dunia memusatkan pandangan mereka pada bulan...dan hadiah Google Lunar XPRIZE senilai $30 juta. Lomba ini diluncurkan pada tahun 2007, untuk meletakkan robot penjelajah yang dibiayai oleh pihak swasta di permukaan bulan, berkeliling sejauh 500 meter, dan mengirimkan kembali video dan gambar-gambar berdefinisi tinggi ke bumi, semua dilakukan dengan biaya yang jauh sedikit dari apa yang biasanya dibutuhkan untuk melaksanakan satu misi NASA. Tim Jerman menyebut diri mereka "Part Time Scientists." Dengan panel surya yang bisa diatur, tiga kamera dan empat ban yang besar, robot penjelajah 'Part Time Scientists' siap beraksi. Tim ini telah mengerjakan robot tersebut sejak 2008, kata pendirinya Robert Böehme, menggunakan komponen yang aslinya dirancang untuk alat eletronik yang digunakan di bumi dan satelit. "Menggunakan teknologi yang tidak dibuat untuk dikirimkan ke bulan adalah langkah yang penuh resiko, jadi kita harus mengecilkan semuanya agar bisa muat ke kendaraan yang hanya bisa membawa muatan seberat kurang dari empat ton," kata Böehme. Biaya juga menjadi salah satu perhatian, yang merupakan salah satu alasan tim tersebut membuat robot penjelajah yang berteknologi setinggi mungkin. "Jadi yang ingin kita lakukan adalah membuat sebanyak mungkin peralatan teknologi tinggi yang bisa digunakan di antariksa, jadi kita bisa menjalankan peralatan tersebut dengan energi yang lebih sedikit. Energi adalah kendala utama di antariksa. Dan dengan cara ini biaya misi kami bisa dikurangi banyak," kata Böehme. Böehme memperkirakan biaya misi mereka senilai kurang dari $30 juta. Ia berharap bisa mendapatkan kontrak untuk meluncurkan robot penjelajah tersebut di akhir tahun ini dan mengirimkannya di akhir tahun 2017. 15 tim lainnya yang ikut dalam kompetisi ini berasal dari Brazil, Kanada, Chile, Hungaria, Jepang, Israel, Italia, Malaysia, India dan Amerika Serikat.
  7. Pergi ke Bulan merupakan mimpi banyak orang. Tapi mimpi itu sulit terwujud lantaran perkiraan biaya selangit yang harus dikeluarkan untuk menginjakkan kaki di satelit alami Bumi tersebut. Betapa mengejutkan ketika Buzz Aldrin, pria kedua yang pernah pergi ke bulan setelah Neil Armstrong, hanya mengeluarkan biaya sebesar US$ 33,31, atau sekitar Rp. 150.000 dalam melakukan perjalanan ke Bulan. Di akun Twitter resminya, Aldrin mengunggah dokumen perjalanannya ke Bulan yang ditandatanganinnya selepas kembali dari Bulan. Tetapi perlu dicatat, perjalanan Aldrin ke Bulan ini dilakukan pada 24 Juli 1969 silam. "Kenang-kenangan favorit dari direktur misi penerbangan saya, Christina Korp. Voucher saya menuju Bulan," tulis Aldrin di Twitternya sebagai keterangan foto dokumen yang ia unggah. Di dokumen tersebut tertera bahwa seluruh rangkaian perjalanan pulang-pergi Aldrin dari Houston, Texas, lalu ke bulan, hanya sebesar US$ 33,31. Menurut laporan New York Post, biaya murah yang dikeluarkan Aldrin itu hanya ongkos perjalanannya di Bumi pada sebelum dan sesudah perjalanan. Sementara biaya perjalanan ke Bulan, ditanggung oleh badan antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA). Di dokumen juga tertulis bahwa dalam perjalanannya, Aldrin dan astronaut lain membawa pulang bebatuan yang mereka temukan di Bulan dan juga sampel tanah bulan sebagai suvenir.
  8. Perusahaan swasta LiftPort Group asal Washington, Amerika Serikat, sejak dahulu terobsesi membangun lift dari Bumi menuju Bulan. Kali ini mereka mengatakan proyek lift atau elevator menuju Bulan itu bisa dimulai pada 2019. Hal ini disebut LiftPort sebagai cara mudah dan murah menjangkau ruang angkasa, termasuk untuk menyediakan pasokan ke stasiun ruang angkasa. Pada September 2012 lalu, LiftPort telah melakukan urun dana dari para sukarelawan di situs web Kickstarter guna mendanai proyek mereka. Kala itu, LiftPort mendapat pendanaan sebesar US$ 110 ribu atau sekitar Rp 1,358 miliar. Oktober tahun ini, LiftPort kembali galang dana untuk membuat film pendek yang memberi gambaran tentang proyek besar mereka. Aksi urun dana kali ini mendapatkan US$ 37 ribu dan berikut hasil film pendek itu. Rencana mereka adalah menggunakan infrastruktur penghubung yang diibaratkan seperti kabel pada sistem lift untuk menjangkau bulan. Lift ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk mengangkut material, robot, hingga manusia ke dan dari permukaan Bulan. Namun, kabel itu tidak terhubung langsung dari Bumi ke Bulan, melainkan kabel dari Bulan hanya terhubung pada sebuah stasiun ruang angkasa yang berada di titik Lagrangian. Titik ini merupakan "tempat parkir" yang seimbang dari tarikan gravitasi antara Bumi dan Bulan. Sehingga, stasiun ruang angkasa itu akan berada diam dan tetap di titik tersebut. LiftPort juga akan membuat alat untuk menyeimbangkan posisi stasiun ruang angkasa ini. Seperti stasiun ruang angkasa internasional (ISS), LiftPort akan membuat stasiun mereka dengan konsep modular sehingga bisa ditambahkan oleh komponen lain di masa depan. Dari stasiun ruang angkasa, perusahaan tersebut akan membentangkan kabel sepanjang 250.000 kilometer menuju Bulan. LiftPort belum mengungkapkan material macam apa yang bakal mereka gunakan untuk menghubungkan stasiun ruang angkasa dengan Bulan. Kabel dari stasiun ruang angkasa menuju Bulan itu dijuluki PicoGravity Laboratory (PGL). Itu akan ditancapkan dan berujung di lokasi Sinus Medii yang kira-kira berada di tengah wajah Bulan yang terlihat dari Bumi. Di sana, akan menjadi jangkar bagi lift ruang angkasa yang dijuluki Elsie oleh LiftPort. Salah satu tujuan pembuatan lift ini adalah melakukan eksplorasi terhadap permukaan Bulan dan mencari elemen berharga di sana.
  9. Lunar Mission One Misi eksplorasi Bulan yang dilakukan Lunar Mission One menarik minat masyarakat luas. Pasalnya, dalam misi tersebut, konsorsium asal Inggris itu melibatkan warga sipil dalam eksplorasi ke satelit alami Bumi tersebut. Dengan membayar US$100, orang-orang dapat terlibat langsung dengan memberikan DNA (foto, video, atau sehelai rambut) mereka yang disimpan di kapsul kecil. Kemudian akan dibawa oleh sebuah robot ruang angkasa dengan rancangan khusus untuk dikuburkan di permukaan Bulan. Dilansir kantor berita Reuters, Kamis 20 November 2014, tawaran dari Lunar Mission One tersebut tak disia-siakan oleh mereka yang berminat. Terbukti melalui situs Kickstarter, hingga penutupan Rabu kemarin, pendanaan yang digalang melalui situs tersebut mencapai 74 ribu pound dari target awal sekitar 600 ribu pound atau US$940 ribu dalam jangka satu bulan. Artinya, saat ini Lunar Mission One sudah mengantongi sekitar 750 orang yang telah menyatakan keterlibatan mereka dalam misi eksplorasi ke Bulan tersebut. Dengan ekspektasi yang tinggi tersebut, Lunar Mission One berharap dapat menutup total estimasi proyek yang telah mengucurkan dana sebesar 500 juta pound. Konsorsium tersebut mengatakan sebagian besar akan menggunakan strategi yang sama untuk meningkatkan pendapatan. "Pemerintah saat ini semakin sulit mendanai eksplorasi ruang angkasa. Mereka memandang kemajuan pengetahuan manusia dan pemahamannya itu bertentangan dan dana eksplorasi itu harus kembali atau balik modal," ungkap insiyur Inggris sekaligus kepala misi tersebut, David Iron. Robot ruang angkasa tersebut akan mengangkasa dengan bantuan roket komersil, Roket Falcon 9. Setelah mencapai dan mendarat di permukaan Bulan, robot tersebut akan melakukan pengeboran sedalam 100 meter, dimana setiap 15 sentimeter akan diambil untuk dianalisa. Sampel Bulan tersebut bertujuan untuk mencari informasi mengenai kemungkinan satelit alam ini jadi tempat layak huni oleh manusia di masa mendatang. Program tersebut dirancang oleh seorang insiyur sekaligus ilmuwan dari University College London yakni Brian Cox.
  10. Inggris pimpin konsorsium untuk pengiriman robot penelitian atas sumbangan masyarakat Sebuah konsorsium yang dipimpin Inggris akan mengirimkan robot riset ke bulan dalam waktu 10 tahun. Biaya sebesar £500 juta untuk proyek ini diharapkan didapat dari sumbangan masyarakat. Sebagai imbalannya, para pendonor akan dapat memiliki sejumlah foto, teks dan DNA mereka dalam sebuah kapsul waktu yang akan dikubur di bawah permukaan bulan. Proyek bernama Lunar Mission ini bertujuan untuk meneliti apakah manusia bisa menempati kutub selatan Bulan di masa depan. Sejumlah ilmuwan terkenal dan organisasi mendukung rencana tersebut. Di antaranya Profesor Brian Cox, ahli astronomi Lord Rees, dan Profesor Monica Grady dari Open University. David Iron, yang memimpin proyek itu, mengaku berinisiatif untuk melakukan hal itu karena pemerintah semakin kesulitan untuk mendanai sejumlah misi ruang angkasa. "Siapa pun di dunia ini bisa terlibat dalam proyek ini, meski hanya menyumbangkan beberapa pound. Lunar Mission One akan memberikan sumbangan besar terhadap pemahaman tentang asal-usul planet kita dan Bulan," katanya. Keabadian Tim berharap bisa meningkatkan perolehan dana sebesar £600.000. Masyarakat bisa menyalurkan sumbangan melalui layanan situs internasional Kickstarter dalam empat minggu ke depan untuk mendanai tahap awal proyek. Selama empat tahun ke depan, sejumlah dana yang diterima melalui sumbangan dari masyarakat akan mampu melengkapi robot dengan ruang penyimpanan digital untuk sejumlah pesan singkat, gambar, musik dan video. Mereka juga akan mendapat keabadian dengan mengirimkan sehelai rambut, yang diklaim oleh tim bisa bertahan selama satu miliar tahun. Biaya pesan singkat seharga beberapa pound saja, sedangkan foto seharga beberapa puluh pound, sementara video singkat senilai £200. Biaya pengiriman sampel rambut seharga £50. Robot luar angkasa ini berisi sebuah arsip digital sejarah manusia dan ilmu pengetahuan yang akan dikompilasi sebagai warisan yang akan bertahan. Iron percaya fakta bahwa sejumlah orang akan memiliki saham dalam misi itu membuatnya lebih menarik.
  11. Bulan adalah "tetangga" terdekat Bumi di luar atmosfer. Benda luar angkasa ini banyak dikenal sebagai lampu penerang Bumi tatkala malam hari. Namun, sejatinya bulan tidak memancarkan cahaya sendiri dan cahaya bulan itu berasal dari pantulan cahaya matahari. Berikut ini ada beberapa fakta menarik dan mengejutkan dari bulan. Mulai dari "bulan terkunci di orbitnya". Hal yang paling menarik adalah bumi dan bulan ternyata sama-sama berputar pada orbitnya, bagaimana itu bisa terjadi? Dahulu kala, efek gravitasi Bumi yang melamban membuat rotasi bulan tetap pada porosnya. Setelah rotasi bulan melamban sesuai dengan orbitnya (waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi bumi) maka rotasi bulan menjadi stabil. Bagaimana dengan fase regular bulan yang terlihat di Bumi? Bulan selalu mengorbiti Bumi. Satelit itu menghabiskan sebagian waktunya mengelilingi Bumi dan matahari. Saat berada jarak terjauh dari bumi, ini dinamakan bulan mati, dan ia hanya terlihat sisi gelapnya saja. Sementara ketika Bumi berada hampir segaris di antara matahari dan bulan, maka seluruh permukaan bulan akan diterangi matahari. Ini dinamakan bulan purnama. Sedangkan, posisi bulan berada di sisi samping Bumi dan matahari, maka hanya sepotong cahaya matahari akan menerangi bulan. Ini yang membentuk bulan sabit. Bagaimana bulan terbentuk? Menurut sebuah teori terkemuka, bulan tercipta ketika batu seukuran planet Mars menabrak bumi, tak lama setelah tata surya mulai terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Ada pohon di bulan Fakta ini mungkin membuat Anda tercengang. Ternyata, ada lebih dari 400 pohon di Bumi yang berasal dari bulan. Pada tahun 1971, Apollo 14 mendarat di bulan dengan membawa tiga astronot, yaitu Stuart Roosa, Alan Shepard, dan Edgar Mitchell. Rossa pun mengambil sekelompok benih yang ada di bulan dan menanamnya di Bumi. Hasilnya, benih itu tumbuh di Bumi dan diberi nama Pohon Bulan. Bumi adalah saudara dari bulan Apakah bulan adalah satelit Bumi? Jawabannya, bisa jadi tidak. Pada tahun 1999, para peneliti menemukan asteroid yang memiliki lebar 5 kilometer. Asteroid itu terjebak dalam cengkeraman gravitasi Bumi. Ini malah lebih tepat disebut satelit Bumi. Asteroid yang diberi nama Cruithne itu membutuhkan waktu 770 tahun untuk mengelilingi Bumi. Para peneliti mengatakan, bahwa Cruithne akan tetap mengelilingi Bumi setidaknya dalam waktu 5.000 tahun. Banyak kawah di bulan Para peneliti menemukan banyak kawah di bulan. Ini disebabkan oleh hantaman asteroid antara 4,1 miliar hingga 3,8 miliar tahun yang lalu. Bekasnya yang tampak seperti kawah belum terkikis sampai saat ini. Ada dua alasan memperkuat dugaan di atas. Pertama, bulan secara geologis tidak aktif. Tidak ada gempa bumi, gunung berapi, dan gunung seperti halnya Bumi. Kedua, bulan tidak mempunyai atmosfer. Tidak ada hujan dan angin. Sehingga, erosi permukaan pun sangat sedikit terjadi. unikbaca.com Bulan berbentuk telur Bentuk bulan tidak bulat seperti bola, tapi lebih menyerupai telur. Saat Anda mengelilingi bulan, ketika berada di permukaan yang kecil itu berarti Anda berada di ujung bulan. Selain itu, bulan juga tidak ada pusat geometris. Di bulan ada gempa Saat mengunjungi bulan, para astronot menggunakan seismometer untuk mengetahui apakah ada gempa di bulan. Ternyata, bulan tidak benar-benar mati secara geologis. Gempa kecil ternyata terjadi di bulan. Diduga gempa ini disebabkan oleh gravitasi Bumi. Para peneliti memperkirakan bahwa bulan memiliki inti panas sama sepeti Bumi. Dari data pesawat luar angkasa NASA Lunar Prospector yang mendarat di bulan, menemukan bahwa inti bulan ternyata sangat kecil, besarnya antara 2-4 persen dari massa bulan. Apakah bulan termasuk planet? Ukuran bulan lebih besar dari Pluto, ukurannya kira-kira seperempat dari Bumi. Beberapa peneliti berpikir bahwa bulan lebih seperti sebuah planet, mengacu pada adanya kesamaan sistem orbit pada bulan dan Bumi. Bulan dan bumi sering disebut sebagai planet ganda. Bulan membentuk air pasang di laut Dalam sebulan, variasi harian dari rentang pasang laut berubah secara sistematis mengikuti siklus bulan. Gravitasi bulan telah menarik lautan di Bumi. Air pasang terjadi ketika Bumi berputar di bawah bulan. Salah satunya adalah pasang laut purnama yang terjadi pada saat bulan baru dan bulan purnama. Situasi ini terjadi ketika Bumi, bulan dan Matahari berada dalam satu garis lurus. Pasang naik menyebabkan gelombang yang sangat tinggi dan pasang surut membuat gelombang menjadi sangat rendah. Selain itu, tarik menarik gravitasi antara Bumi dan bulan memiliki efek yang menarik. Sebagian energi rotasi Bumi yang ditarik oleh bulan, menyebabkan melambatnya rotasi Bumi, sekitar 1,5 milidetik setiap abadnya. Selamat jalan, Bulan Ketika Anda membaca ini, bulan telah bergerak menjauh dari Bumi. Benar, setiap tahunnya, bulan mencuri sebagian energi rotasi bumi dan menggunakannya untuk mendorong sejauh 3,8 sentimeter lebih tinggi dari orbitnya. Para peneliti mengatakan, ketika awal terbentuknya bulan, jaraknya dengan Bumi hanya sejauh 22.530 kilometer. Saat ini, jarak antara bulan dan Bumi sudah mencapai 450.000 kilometer. Jika gravitasi Bumi sudah tidak terlalu kuat, suatu hari nanti, bulan akan meninggalkan Bumi.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy