Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'branding'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Branding pada dasarnya adalah sebuah usaha yang masuk dalam strategi marketing. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa brand adalah nama, logo, simbol dan hal lainnya yang bisa mengidentifikasikan sebuah bisnis. Branding tidak hanya penting untuk bisnis konvensional, tetapi juga startup, yang notabene merupakan perusahaan rintisan pun perlu merancang strategi branding mereka. Tujuannya untuk lebih cepat mengenalkan perusahaan, baik untuk layanan yang diberikan atau sebagai sebuah bisnis yang layak dikenal. Startup punya banyak tugas penting di awal perjalanannya. Mencari pengguna potensial, memberikan produk berkualitas, dan mencoba memahami kondisi pasar adalah beberapa hal penting yang jangan terlewatkan. Salah satu tindakan pelengkap untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis startup perlu strategi marketing, mulai dari memanfaatkan media sosial untuk promosi hingga membangun branding dari sejak awal. Seperti memilih nama domain, logo, warna dan identitas lainnya yang bisa “nempel” di pikiran masyarakat. Logo dan website mungkin jadi sesuatu yang fundamental dalam usaha membangun brand, tetapi lebih dari itu mempresiapkan kapan, bagaimana, hingga ke siapa Anda memasarkan produk Anda adalah bagian tak tergantikan dari strategi membangun brand. Semuanya harus diperhitungkan dan disusun sejak awal untuk mengirimkan pesan ke orang yang tepat di waktu yang tepat. Semua itu kemudian dilengkapi sesuatu yang terlihat mudah tapi butuh perjuangan, yakni konsistensi. Membangun brand penting bagi startup Tujuan branding adalah untuk membuat menyampaikan pesan ke masyarakat dan pengguna baik melalui materi pemasaran atau melalui logo dan nama yang dipilih. Di sisi lain startup butuh kesemaptan untuk dikenal, dan dilihat oleh banyak orang untuk membuka kesempatan lebih banyak dikenal oleh masyarakat. Membangun brand bagi startup sama halnya berinvestasi untuk meningkatkan “keterlihatan”, dan menempatkan posisi di masyarakat sebagai sesuatu yang diingat. Di samping itu brand juga jadi jalan yang tepat untuk menyampaikan value ke masyarakat. “Brand Anda adalah apa yang orang lain katakan tentang Anda saat Anda tidak berada di dalam ruangan.” Demikian kutipan populer Founder Amazon Jeff Bezos yang pernah ia sampaikan pada acara TEDGlobal 2012. Sebuah gambaran sederhana tentang brand yang bisa diaplikasikan untuk personal maupun brand sebuah produk atau bisnis. Apa yang perlu dipersiapkan Branding bisa disebut juga upaya untuk menyampaikan pesan dan mengenalkan sebuah produk atau bisnis. Sebelum jauh merencanakan strategi branding ada beberapa hal yang harus disiapkan, seperti menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : Apa misi perusahaan Anda? Apa manfaat dan fitur yang ada di produk atau layanan Anda? Apa yang pengguna dan pengguna potensial pikirkan tentang perusahaan Anda? Kualitas apa yang Anda ingin mereka (pengguna) kaitkan tentang perusahaan Anda? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas akan menuntuk Anda membuat nilai-nilai yang ingin Anda berikan melalui branding. Untuk memulai branding ada beberapa hal yang perlu disiapkan, seperti: Nama perusahaan. Nama perusahaan di era digital berikaitan erat dengan pemilihan nama domain. Nama harus menjadi sebuah penanda yang menggambarkan seperti apa perusahaan Anda, atau paling tidak bisa menggambarkan di bidang apa perusahaan Anda beroperasi. Pemilihan nama selain memperhatikan arti juga sangat memperhatikan penggunaan nama yang sama oleh perusahaan sejenis atau bahkan diasosiasikan dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan maksud dan gambaran perusahaan Anda. Logo. Logo ada penggambaran visual dari maksud dan makna perusahaan. Buatlah logo yang bisa ditempatkan di mana saja. Logo yang bisa ditempatkan di mana saja akan sangat berguna untuk berbagai macam strategi marketing. Pesan yang ingin disampaikan. Siapkan pesan-pesan yang ingin dikomunikasikan dengan para pelanggan. Ini termasuk juga jawaban dari pertanyaan yang telah disusun sebelumnya. Desain dan tagline. Siapkan kalimat tagline yang mudah diingat dan mewakili produk atau bisnis Anda. Hal yang sama juga berlaku untuk desain, gunakan warna, peletakan logo dan sesuatu yang sesuai dan mewakili. Konsisten. Kunci dari branding dan segala strategi yang dirancang adalah konsistensi. Mulai dari konsistem mengkomunikasikan nilai-nilai hingga konsisten menggunakan warna, pola dan tagline.
  2. Peter Thiel Entrepreneur yang dikenal sebagai salah satu pendiri Paypal, Peter Thiel, mengkritik para entrepreneur yang berlebihan dalam menggunakan branding. “Tak ada perusahaan teknologi yang bisa didirikan hanya dengan berrdasarkan branding,” tulisnya di buku Zero to One. Thiel mengambil contoh kasus Yahoo dan Marissa Mayer. Menurutnya, saat seorang entrepreneur memulai bisnis dengan berbekal brand, bukannya produk yang substansial, di situlah bahaya muncul. Sejak Marissa Mayer menjabat sebagai CEO Yahoo di pertengahan 2012, ia bekerja memulihkan raksasa Internet yang dulunya terkenal itu dengan membuatnya kembali keren. Dalam satu kicauan di Twitter, Yahoo meringkas rencana sang CEO baru sebagai sebuah reaksi berantai dari “orang baru produk baru kunjungan lalu pemasukan”. Orang semestinya datang karena Yahoo keren: Yahoo menunjukkan kesadaran pentignya desain dengan merombak logo perusahaannya, untuk menekankan relevansinya dengan kaum muda dengan mengakusisi startup-startup yang terkenal seperti Tumblr dan mendapatkan perhatian media karena pamor Mayer. Namun, kata Thiel, masalahnya produk apakah yang Yahoo akan buat pada akhirnya? Saat Steve Jobs kembali ke Apple, ia tidak hanya membuat Apple menjadi tempat kerja yang lebih baik untuk bekerja; ia memangkas jajaran produknya agar semua orang lebih dapat berfokus pada sejumlah peluang untuk penyempurnaan yang 10 kali lipat. “No technology company can be built on branding alone,” tegasnya.
  3. Anda sudah memiliki bisnis dengan nama yang Anda pilih. Bagaimana nasib dari nama tersebut? Apakah sudah dikenal oleh banyak orang? Apakah orang yang mendengar nama bisnis Anda langsung mengasosiasikan dengan jasa atau produk yang Anda miliki? Nama tidak sama dengan brand. Makna brand jauh lebih besar dari sekedar nama bisnis Anda. Brand adalah nyawa atau ruh dari nama bisnis Anda. Seperti Virgin Group milik Richard Brandson yang memiliki ruh inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Anda juga bisa membuat karakter dari brand Anda sendiri. Dalam berbisnis, kadang kita merasa menjadi ikan kecil di kolam yang sangat besar. Agar terlihat oleh ikan-ikan yang lain kita harus tampil besar. Jika menjadi besar cukup sulit, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah terlihat besar. Cara paling mudah untuk terlihat besar adalah dengan menjadi unik. Keunikan sebuah brand akan mendapatkan tempat tersendiri di mata pelanggan, kompetitor bahkan investor. Tampil beda akan membuat Anda mudah dilihat oleh semua orang. Setelah terlihat, tunjukkanlah kualitas bisnis Anda. Anda tidak ingin membuat pelanggan-pelanggan baru Anda kecewa dengan pelayanan Anda. Berikut adalah cara-cara rahasia untuk menjadikan brand Anda sangat besar : Punya Visi dan Misi Anda wajib memiliki visi dan misi perusahaan. Tanpa ini semua orang akan bingung mau dibawa ke mana perusaah ini. Visi dan misi juga diperlukan untuk mengkomunikasikan rencana-rencana Anda ke depannya. Orang-orang terbaik akan bergabung dengan perusahaan Anda karena melihat masa depan yang cerah. Masa depan itu paling mudah terlihat dengan dikomunikasikan. Jelaskanlah apa visi Anda ke depannya. Jika Anda memiliki keberanian, ungkapkanlah visi Anda ini ke semua orang. Termasuk pelanggan-pelanggan Anda. Hal ini akan membuat pelanggan Anda berfikir bahwa brand Anda akan menjadi besar nantinya. Mereka mungkin tertarik menjadi bagian sejarah dalam proses pembesaran tersebut. Buat Goal dan Cara Mencapainya Selain visi, Anda wajib memiliki goal atau tujuan yang jelas dan rinci. Goal ini harus dibuat ke dalam target-target jangka pendek. Semakin pendek target tersebut semakin mudah untuk diselesaikan. Setiap pencapaian target membuat kita makin semangat untuk mencapai target berikutnya. Target-target kecil itu harus dibuat sesuai dengan visi perusahaan. Anggaplah target-target tersebut sebagai ritual untuk mewujudkan mimpi besar Anda. Makin disiplin Anda mengerjakan ritual-ritual tersebut, makin cepat pula brand Anda menjadi besar. Selain target, Anda harus menyusun strategi mengenai bagaimana mencapai target tersebut. Tanpa langkah-langkah yang jelas akan sulit bagi Anda untuk mencapai target. Target dan langkah tersebut juga harus dikomunikasikan ke orang-orang terkait. Anda tidak bisa mewujudkannya sendiri. Delegasikanlah tanggung jawab dari target ke orang lain. Mereka akan memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab penuh untuk menyelesaikannya. Suntikan DNA ke dalam Brand DNA atau ruh harus kita masukkan ke dalam brand. DNA ini bisa diartikan sebagai karakter dan nilai-nilai yang dianut oleh perusahaan. Sebagai orangtua dari bayi(bisnis), kita harus mengajari bayi tersebut tentang nilai-nilai yang kita anut. Entah itu kejujuran, kedisiplinan, kebersamaan, dan sebagainya. Nilai-nilai ini akan sangat penting untuk diterapkan. Apalagi jika bisnis Anda makin membesar. Anda tidak bisa menjelaskan DNA tersebut kepada tiap orang secara personal. Oleh karenanya dengan mempraktikkan DNA ini di dalam setiap lini bisnis, budaya baru akan tercipta. Budaya inilah yang akan menjadi karakter dari brand Anda. Brand akan dikenal dari budaya perusahaan. Budaya perusahaan bisa dilihat secara langsung melalui karakter tiap karyawannya. Komunikasikan Terus Menerus Semua visi, misi, target, strategi mencapai target, sampai budaya perusahaan harus Anda komunikasikan terus menerus. Semua orang perlu tahu tentang mau dibawa ke mana perusahaan ini. Walaupun terkadang Anda bosan menceritakan visi dan misi, itu perlu untuk terus dilakukan. Anda perlu meyakinkan tiap orang yang berada di dalam perusahaan Anda tentang cita-cita besar Anda. Sebagai sebuah tim besar, semua orang harus saling bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Seperti kepanjangan TEAM yaitu Together Everyone Actieve More. Terus Tumbuh Progres adalah kata kunci yang sangat penting untuk membesarkan brand kita. Brand besar tidak tercipta dalam satu malam. Ada proses yang harus dilalui. Tiap proses membutuhkan cara yang berbeda untuk melewatinya. Sebagai sebuah perusahaan, kita harus dapat terus beradaptasi untuk menjadi lebih baik. Cara untuk menjadi lebih baik tercepat adalah dengan dipaksakan. Tanpa target dan tenggang waktu yang jelas, proses menjadi besar ini akan terasa sangat lama. Jadi definisi tumbuh di sini harus ditentukan secara sangat jelas. Berbagi dengan Komunitas dan Tim Anda Cobalah untuk berbagi dengan komunitas, orang-orang yang membutuhkan, lingkungan sekitar dan juga tim Anda. Berbagi bisa dilakukan lewat berbagai bentuk. Mulai dari membantu uang, memberi ilmu, sharing pengalaman, dan sebagainya. Orang-orang yang Anda bantu akan merasakan dampak manfaat yang Anda berikan. Hal ini bagus sekali dari sisi ketenangan diri dan juga unsur publikasi. Orang akan mengenal brand Anda sebagai brand yang peduli dengan lingkungan sekitar. Anda juga bisa mengadakan training-training gratis kepada warga yang tidak mampu. Secara sosial Anda akan akrab dengan banyak kalangan. Hal ini sangat membantu dalam proses membesarkan brand. Dalam membesarkan brand siapa yang Anda kenal tidak begitu penting dibandingkan siapa saja yang kenal Anda. Semakin banyak orang yang mengenal Anda dan brand Anda, itu akan menjadi nilai tambah yang sangat bagus. Itulah beberapa cara untuk menjadikan brand Anda menjadi besar. Satu hal yang pasti, untuk menjadi besar, perlu perjuangan super keras dan proses yang harus dihadapi. Seperti statistika yang mengatakan 90 persen dari bisnis tutup sebelum tahun ke 5. Pastikan bisnis Anda tidak termasuk didalamnya. Perjuangkan brand Anda sepenuh hati dan rasakan hasilnya.
  4. Brand atau merek adalah identitas dari sebuah produk di pasar. Dari sebuah merek Anda akan menunjukkan nilai bisnis dari perusahaan Anda. Branding memegang peran penting dalam sebuah bisnis. Dengan strategi bisnis produk Anda akan lebih dikenal oleh masyarakat dan pasar, ini yang dimaksud dari branding, membangun merek Anda agar dikenal luas, seperti Nike, Adidas atau Coca Cola yang merupakan merek yang sudah mendunia. Memang tidak mudah untuk membangun branding yang kuat, tapi dengan strategi branding yang tepat bisnis Anda akan lebih cepat dikenal pasar. Untuk sukses dalam strategi branding, sebelumya Anda harus paham betul kebutuhan dan keinginan dari pelanggan serta prospek yang Anda tentukan. Untuk itu About Marketing membeberkan strategi branding yang baik. Kelola dan Pantau Reputasi Online Anda Ada beberapa langkah yang dapat Anda gunakan untuk melindungi merek Anda dan juga ada beberapa alat yang dapat membantu memonitoring. Jadi, tak sulit untuk terus mengawasi perkembangan brand Anda dari ranah media sosial, karena dewasa ini media sosial sudah jadi alat branding yang sangat kuat, tapi juga dapat menjadi boomerang bila tak dikelola dengan baik. Meningkatkan Ekuitas Brand Ekuitas brand / merek tergantung kepada bagaimana Anda membangun brand Anda. Nilai ekuitas juga cenderung berubah-ubah sesuai dengan apa yang telah Anda upayakan. Ekuitas tidak sekonyong-konyong ada, karena ada cara untuk meningkatkannya. Caranya dengan memilih nama atau logo identitas merek yang baik. Yang paling penting adalah komunikasi pemasaran yang efektif dan konsisten agar dapat mempertahankan ekuitas brand Anda. Buatlah Transisi Halus Membuat perubahan transisi dengan merek Anda bisa menjadi usaha yang sukses, namun dibutuhkan perencanaan yang matang, mendidik, penjelasan. Pelajari apa yang diperlukan untuk membuat proses lancar dan sukses. Kontinuitas Kontinuitas dalam pemasaran sangat penting. Ini adalah strategi dan proses mengkoordinasikan semua elemen dari pesan pemasaran untuk mencapai yang konsisten, mudah diingat, keseluruhan tampilan dan nuansa untuk sebuah perusahaan, layanan, atau produk. Pelajari cara membuat kontinuitas dalam pesan pemasaran Anda. Berfokus pada Anda Sasaran Kekuatan merek Anda bergantung pada kemampuan untuk fokus. Itulah sebabnya mendefinisikan target pasar Anda akan membantu untuk meningkatkan efektivitas merek Anda. Pelajari cara menentukan target pasar Anda dalam pelajaran minggu ini dari Mengembangkan Strategi kursus Merek Anda itu.
  5. Pengetahuan umum dalam dunia bisnis adalah jika Anda ingin menjadi seorang entrepreneur, maka Anda harus mendapat gelar MBA. Karena ‘si MBA’ akan mengajarkan prinsip untuk menjalankan perusahaan yang baru atau yang sudah matang, cara menghindari kesalahan, dan bahkan teori yang dibutuhkan untuk membuat brand yang menghasilkan. Yang menarik adalah, kebanyakan nasehat-nasehat tersebut bisa diputarbalikkan atau bahkan diacuhkan. Cara lama praktek ‘learning by doing’ tetaplah metode yang terbaik, dan market sebenarnya adalah kelas belajar terbaik. Jadi yang ingin saya tawarkan pada Anda hari ini adalah pelajaran-pelajaran yang saya dan pemilik bisnis sukses yang lain serta manager yang sudah belajar melalui pengalaman. Ini adalah pelajaran yang akan membantu Anda membuat brand yang dikenal dunia, menghasilkan leads, mendominasi kompetisi dan menghasilkan uang. Mari kita lihat sepuluh pelajaran branding yang tidak akan Anda pelajari di sekolah. Pelajaran #1: Pintar tidak cukup untuk membuat brand yang besar Anda juga harus menjadi seorang pemimpin. Inilah pelajaran yang ditemukan oleh Drew Houston, pendiri DropBox saat masih berada di bangku kuliah. Dia menikmati bisnisnya saat bisnisnya hanya terdiri dari dirinya sendiri dan barisan kode program yang ditulisnya. Tapi dia akhirnya menemukan sebuah buku yang mengubah perspektif berpikirnya. Buku tersebut adalah Emotional Intelligence yang ditulis oleh Daniel Goleman. Setelah membacanya, dia yakin bahwa, jika dia ingin membuat sebuah perusahaan dengan brand yang besar, maka dia membutuhkan lebih dari sekedar pengetahuan dan gelar. Saat itulah dia mulai membaca buku tentang bisnis, kepemimpinan, dan management. Dia secara langsung menggunakan pengetahuan tersebut dengan memimpin dua organisasi saat kuliah. Pengalaman tersebut yang menjadi pelajaran berat tentang menyelesaikan sesuatu melalui orang lain. Takeaway: Beli atau pinjam sebanyak mungkin buku tentang kepemimpinan, management, dan sales. Dekati mentor bisnis yang berada di tempat yang ingin Anda capai. Milikilah semangat yang lebih besar dari semua orang lain. Pelajaran #2: Bangunlah sebuah ‘tempat pemujaan’, bukan sebuah perusahaan. Apple adalah salah satu brand paling dikenal di dunia, dan juga memiliki salah satu basis fans yang paling setia. Kenapa? Karena Apple menciptakan sebuah brand yang jauh lebih populer dari semua produk yang mereka ciptakan. Perhatikan, tidak perduli jika yang dimiliki adalah sebuah Mac, iPhone atau iPad. Yang penting adalah itu adalah produk Apple. Bandingkan dengan Research in Motion (RIM), pembuat Blackberry. Smartphone mereka sangat lebih keren dan terkenal jika dibandingkan dengan perusahaannya. Faktanya, jika Anda bertanya pada orang-orang apakah mereka pernah mendengar tentang RIM, kebanyakan dari mereka tidak akan bisa menjawab apa-apa. Faktanya, coba cari ‘Blackberry’ dan ‘RIM’ di Google Insights, dan Anda akan menyadari bahwa volume pencarian untuk produknya pasti lebih tinggi dari perusahaannya. Lakukan hal yang sama untuk Apple dan iPhone, dan Anda akan melihat bahwa keduanya hampir sama, yang artinya orang-orang membicarakan tentang perusahaan hampir sama banyaknya dengan produknya. Takeaway: Ciptakan produk dan experience yang berbasis pada brand dan pesan utama Anda agar bisa menciptakan efek yang sama dengan Apple, sebuah hubungan dengan pelanggan. Fokuslah untuk membangun ‘killer brand’, bukan ‘killer product’.
×
×
  • Create New...