Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bot'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Baru-baru ini, perwakilan Twitter mengungkap laporan kepada media tentang upaya perusahaan untuk memberantas akun bot dan spam. Paparan ini dilakukan selang beberapa waktu setelah Elon Musk batal beli Twitter seharga USD 44 miliar. Sebelumnya, platform media sosial ini menmbagikan informasi tentang jumlah akun bot dan spam di Twitter kurang dari 5 persen dari total pengguna. Selama briefing, perusahaan mengkonfirmasi jumlah bot memang kurang dari 5 persen dari jumlah pengguna dan angka ini tidak berubah sejak 2013. Perusahaan telah menghapus sekitar satu juta akun bot setiap hari. "Karyawan secara manual memeriksa ribuan akun Twitter secara acak, dan menggunakan informasi publik dan internal untuk menghitung proporsi spam dan bot di jejaring sosial untuk selanjutnya dilaporkan ke pemegang saham," ujar Twitter. Sebelumnya, tim Elon Musk tidak dapat memperkirakan jumlah bot dengan secara pasti. Twitter berpendapat, perhitungan eksternal data tidak efektif karena memerlukan "informasi pribadi." Pada saat yang sama, perusahaan menolak untuk mengatakan mereka bermaksud memberikan data kepada Musk secara langsung. Elon Musk mengumumkan dirinya batal membeli Twitter seharga USD 44 miliar atau sekitar Rp 659 triliun. CEO Tesla itu menyebutkan, Twitter telah membuat pernyataan yang menyesatkan atas jumlah bot spam di platform jejaring sosial tersebut. "Terkadang Twitter mengabaikan permintaan Musk, terkadang menolaknya karena alasan yang tampaknya tidak dapat dibenarkan," tulis pengacara Musk, Mike Ringler. Dia menambahkan, "Twitter juga terkadang mengklaim telah mematuhi permintaan Musk, sambil memberikan informasi yang tidak lengkap atau tidak dapat digunakan oleh Elon Musk dan timnya." Sejumlah pahak hukum mengatakan, hal ini tidak menjadi alasan yang cukup untuk membatalkan kesepakatan senilai USD 44 miliar dimana Elon Musk akan dikenai denda yang besar.
  2. Instagram memang punya ratusan juta pengguna aktif di seluruh dunia, tapi 24 juta di antaranya ternyata hanya sebuuah akun yang dikendalikan oleh mesin. Akun-akun robot tersebut ditemukan oleh Andrea Stroppa, blogger asal Amerika Serikat yang mengaku telah meneliti lebih dari 10 juta akun Instagram secara acak. Ia membuktikan bahwa 7,9 persen di antaranya bukan dikendalikan oleh manusia. Akun-akun tersebut tampaknya sengaja dibuat oleh oknum tertentu untuk diperjualbelikan. Bisa untuk meningkatkan jumlah followers, memberi tanda suka pada suatu merek, atau seleberiti. “Saya rasa sudah saatnya Instagram untuk lebih transparan, karena mereka sedang memiliki masalah spambot yang cukup serius,” kata Stroppa. Spambot sendiri bisa diartikan sebagai robot yang berupa program dengan sejumlah perintah sederhana, misalnya menyebarkan pesan tertentu di akun yang dituju. Program ini diciptakan untuk bisa bekerja secara otomatis. Spambot juga dibuar semirip mungkin dengan akun manusia, sehingga tak sedikit pengguna yang akan terkecoh dengan aktivitasnya. “Mereka (Instagram) menjual iklan, dan sudah sepantasnya mereka memberikan data yang akurat pada investor dan pemasang iklan,” lanjut Stroppa, dikutip dari Vice. Juru bicara Instagram menolak untuk mengomentari hal tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa Instagram telah menerapkan sistem proteksi anti spambot yang berjalan secara otomatis dan manual. Sistem ini juga dipakai oleh Facebook.
×
×
  • Create New...