Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bocah'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Arya Permana, bocah asal Karawang, Jawa Barat tampaknya tidak saja menjadi buah bibir di kalangan media massa Tanah Air. Aktivitas bocah 10 tahun tersebut juga ikut disoroti dan diwartakan oleh sejumlah media asing. Di antara media asing yang mengabarkan aktivitas Arya adalah Express, Daily Mail, Brief Report, Japan Herald, Global Headlines dan sejumlah media asing lainnya. Pada umumnya, tema yang diangkat oleh sejumlah media asing tersebut adalah proses kembalinya Arya Permana ke sekolah setelah menjalani diet dan pelatihan ketat. Diet intensif harus dijalani Arya untuk menyelamatkan hidupnya. Selama ini, Arya yang memiliki penyakit obesitas telah menghabiskan sebagian besar waktunya hanya dengan berbaring karena ia hanya dapat berjalan, duduk atau bermain tidak lebih beberapa menit. Tubuh Arya yang terus membesar dari hari ke hari membuat orangtuanya menjadi tidak berdaya dan sangat cemas dengan kondisinya. Untuk menghadapi hal ini, kedua orangtuanya memutuskan agar Arya menjalani latihan intensif untuk menghentikan pertumbuhan badannya yang terus membesar. Berdasarkan saran dari para ahli gizi, Arya akhirnya diberikan diet sehat dan pelatihan yang ketat. Setelah beberapa lama menjalani diet, Arya akhirnya mulai berangsur kurus. Hingga saat ini, berat badan Arya sudah berkurang sebanyak lima kilogram. Dengan berkurangnya berat badan Arya, ia saat ini tidak hanya bisa duduk, tapi juga sudah mampu berjalan ke sekolah dan bermain dengan teman-temannya. “Saya merasa sangat bahagia dapat kembali ke sekolah. Semua orang suka dengan kehadiran saya di sini. Para guru juga memperlakukan saya dengan baik sekali,” ujar Arya.
  2. Empat orang yang disodori sebuah nama yang terpampang dalam selembar foto merasa kesulitan melafalkan nama itu. Mereka geleng-geleng kepala tanda menyerah, bahkan balik bertanya rumpun bahasa apa yang dipakai pada nama itu. "Kok, bahasanya tidak pernah saya dengar, ya, atau mungkin ini bahasa Rusia," kata Sandi, satu dari empat mahasiswa semester V jurusan Bahasa Inggris, Universitas Islam Kediri, Kediri, Jawa Timur, saat disodorkan nama itu, Jumat (28/8/2015), malam. Nama yang dimaksud jika dieja itu adalah U-O-A-I-E-V-A-N-T-Z S-F-Y-D-Z D-A-V-I-D J-U-N-I-O-R atau Uoaievantz Sfydz David Junior. Pemilik nama tersebut adalah seorang bocah usia 7 tahun dan masih duduk di bangku kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (selevel sekolah dasar) di Kediri. Kesulitan membaca tidak hanya menimpa para mahasiswa itu saja. Zaenal David Nasron, ayah dari bocah itu, menuturkan, diia telah terbiasa mendapat keluhan pelafalan sejak nama nyeleneh anak pertama hasil pernikahannya dengan Heriyani dia sematkan. Orang-orang di lingkungan saat anaknya berinteraksi, misalnya, sekolah hingga keluarga, selalu merasa kesulitan melafalkan nama panjang anaknya. Nama itu juga sempat menjadi bahan pembahasan tersendiri oleh petugas pengadilan saat dia mengurus akta kelahiran. "Banyak yang nanya nama anak saya itu dari bahasa apa, padahal bukan dari bahasa mana pun. Di awal-awal dulu, saya sempat dianggap gila," ujar David. Lalu, apa yang melatarbelakanginya memberi nama yang tidak lazim itu? Pria yang berprofesi sebagai penulis buku ini menjabarkan tiga alasan dasar yang menjadi pertimbangan penggunaan nama unik anaknya. Pertama, kata dia, nama adalah identitas yang melekat pada diri seseorang sehingga harus benar-benar menjadi pembeda dengan orang lain. Kedua, menurut dia, nama adalah doa. Ia berharap nama itu akan menggerakkan anaknya untuk dapat memberikan kontribusi yang tidak biasa bagi kehidupan, sesuai namanya yang juga tidak biasa. Terakhir, selayaknya nama dapat menjadi pendorong agar penyandang nama dapat berperilaku sebagaimana kandungan namanya. Nama bagus akan sia-sia jika tidak ada perbuatan nyata meraih doa itu. "Doa jangan pasif. Harus ada usaha dari pemilik nama sendiri untuk menggapainya," tuturnya. Uoaievantz Sfydz David Junior adalah seorang bocah periang. Hobinya adalah olahraga bulu tangkis dan menggambar. Prestasi sekolahnya bagus. Banyak nilai baik dalam buku ujiannya. Namun, bisakah dia mengeja namanya? "Nama saya Evan...," dia menyebut nama pendeknya saja karena tidak hafal nama panjangnya.
×
×
  • Create New...