Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bob sadino'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. From the album: Album Gue

  2. Suatu pagi, terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40an membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal. Karena pagi itu masih sangat sepi, mereka pun duduk-duduk di taman samping gedung untuk sarapan sambil menikmati taman yang hijau nan asri. Sesekali si wanita membuang sembarangan tisu yang bekas dipakainya. Tidak jauh dari situ, ada seorang kakek tua berpakaian sederhana dengan mengenakan celana pendek sedang memegang gunting untuk memotong ranting. Si kakek menghampiri dan memungut sampah tisu yang dibuang si wanita itu, lalu membuangnya ke tempat sampah. Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang sampah lagi tanpa rasa sungkan sedikit pun. Kakek tua itu pun dengan sabar memungut kembali dan membuangnya ke tempat sampah. Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu lantas berkata kepada anaknya,”Nak, kamu lihat kan, jika tidak sekolah dengan benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu, kerjanya mungutin dan buang sampah! Kotor, kasar, dan rendah seperti dia, jelas ya?” Si kakek meletakkan gunting dan menyapa ke wanita itu, “Permisi, ini taman pribadi, bagaimana Anda bisa masuk kesini ?” Wanita itu dengan sombong menjawab, “Aku adalah calon manager yang dipanggil oleh perusahaan ini.” Pada waktu yang bersamaan, seorang pria dengan sangat sopan dan hormat menghampiri si kakek sambil berkata, ”Pak Presdir, hanya mau mengingatkan saja, rapat sebentar lagi akan segera dimulai.” Sang kakek mengangguk, lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita itu dia berkata tegas, “Manager, tolong untuk wanita ini, saya usulkan tidak cocok untuk mengisi posisi apa pun di perusahaan ini.” Sambil melirik ke arah si wanita, si manager menjawab cepat, “Baik Pak Presdir, kami segera atur sesuai perintah Bapak.” Setelah itu, sambil berjongkok, sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak, “Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati orang lain, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah". Si wanita tertunduk malu, tanpa berani memandang si kakek. Kakek itu adalah Bob Sadino, yang kedudukannya adalah Presiden Direktur di perusahaan tersebut. Bob Sadino dikenal sebagai pengusaha sukses yang berpenampilan sangat sederhana dan mempunyai ciri khas selalu mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek, bahkan ketika bertemu dengan presiden maupun pejabat negara sekalipun. Beliau lahir pada tanggal 9 Maret 1933, dan telah meninggal dunia karena sakit pada 19 Januari 2015. Gayanya yang nyentrik dengan pola pikir unik dan cenderung keluar dari pakem teori maupun buku teks ekonomi menjadikan Bob Sadino sebagai entreprenuer sejati, yang memberikan inspirasi hebat bagi para generasi penerus bangsa yang ingin menjadi pengusaha sukses.
  3. Kematian pengusaha kawakan Bob Sadino, atau biasa disapa “Om Bob,” meninggalkan kesan tersendiri di benak masyarakat. Sebagian orang mengenalnya sebagai pengusaha unik dan nyentrik. Sebagian lagi terinspirasi dan termotivasi dari seminar kewirausahaan yang beliau bawakan. Bahkan Menteri Susi Pudjiastuti menyebutnya sebagai tokoh perubahan. Dari beberapa pelatihan dan seminar tentang kewirausahaan yang pernah penulis ikuti, kesan yang hingga kini masih melekat adalah inspirasi dan motivasi yang beliau berikan dalam sebuah seminar kewirausahaan pada 2008. Di seminar itu, pemilik Kemchicks & Kemfoods tersebut memberikan wejangan cara menjalankan bisnis kepada peserta yang mayoritas para pengusaha muda. Om Bob adalah pembicara yang memiliki pola komunikasi khas. Dengan gaya komunikasi provokatif, tak jarang Om Bob “meng-goblok-kan” peserta yang hadir. Uniknya, bukan amarah yang timbul, tapi justru antusiasme dan tepuk tangan riuh gemuruh peserta yang didapat pengusaha yang sukses berjualan sayur itu. Dengan Jurus “Goblok”-nya, pengusaha berambut perak itu berhasil menyulut semangat pengusaha muda harapan bangsa. Di antara sekian banyak nasihat, ada satu nasihat yang hingga kini masih nyantol dan membekas di benak penulis. Om Bob menyuguhkan sebuah diagram yang menggambarkan perputaran kehidupan seseorang yang terdiri dari 4 fase, yakni fase Kampus atau Teori, fase Masyarakat atau Jalanan, fase Jagoan atau Terampil, dan fase Entrepreneur atau Ahli. Di fase Kampus dan Teori, Om Bob menggambarkan kehidupan seseorang yang belajar untuk mengetahui sesuatu. Ia mempelajari teori dengan berbagai analisis, namun minim praktek. Contohnya orang yang ingin bisa berenang. Mereka mempelajari cara berenang serta gaya dan teknik berenang dari buku, namun belum mempraktekkannya langsung. Pada fase Masyarakat atau Jalanan, Om Bob menggambarkan seseorang yang sudah mulai memperaktekkan apa yang telah diketahuinya di masyarakat atau jalanan. Teori-teori tersebut perlu dibuktikan dalam praktek lapangan yang lebih riil. Misalnya, sebut saja Alex ingin dapat berenang. Dengan hanya mengetahui dan menghapal seluruh teknik dan gaya berenang, Alex belum dikatakan bisa berenang. Untuk dapat berenang, Alex harus terjun langsung ke kolam. Pada awalnya, boleh jadi Alex hanya mampu bertahan beberapa detik di air, susah mengatur nafas, bahkan minum air kolam. Namun, setelah beberapa kali mencoba, ia sudah bisa berenang dengan lebih baik. Di fase Jagoan atau Terampil, Om Bob menggambarkan seseorang yang gigih dan ulet untuk terus meningkatkan keterampilannya. Jika sebelumnya Alex hanya menguasai satu gaya berenang, kini berlatih untuk menguasai beberapa gaya. Kalau sebelumnya hanya bisa berenang di nomor 100 meter, kini mencoba nomor 400 meter. Alex mungkin mulai mengikuti kejuaraan renang yang diadakan tingkat provinsi bahkan nasional. Pada fase ini Alex sudah bisa disebut “Jagoan.” Di fase terakhir, Entrepreneur atau Ahli, Om Bob menggambarkan seseorang yang sudah ahli di bidangnya sehingga menjadi rujukan dalam keahlian yang dimiliki. Setiap kejuaraan hampir dapat dimenangkan. Pada titik ini, bisa jadi yang bersangkutan mampu mengajarkan kesuksesannya pada orang lain. Dalam konteks bisnis, entrepreneur sukses menurut Om Bob masuk ke dalam fase ini. Dari diagram pada gambar kita dapat pembelajaran dari Om Bob. Pertama, siapa pun bisa jadi pengusaha sukses jika gigih dan ulet untuk mencapai fase yang ke-4. Bahkan seandainya tidak berpendidikan (baca: formal) pun bisa asal mau jadi pengusaha. Pendidikan formal bagus, tapi itu tidak cukup. Gelar apa pun yang dimiliki oleh seorang berpendidikan formal, dalam diagram Om Bob baru masuk ke dalam fase 1. Itu artinya bahwa masih ada 3 fase lagi yang harus dilalui. Jika tidak mampu melalui 3 fase berikutnya maka bisa dikatakan gagal menjadi pengusaha. Pembelajaran kedua adalah mengenai jam terbang. Perlu waktu untuk mencapai fase 4 atau pengusaha sukses dan jam terbang lah yang dapat mempercepat pencapaian itu. Jam terbang mewakili kegigihan dan keuletan. Malcom Galdwell, penulis buku Outliers, memiliki angka keramat untuk dapat menentukan kesuksesan seseorang dalam kariernya. Angka itu adalah 10.000 jam. Untuk jadi pengusaha sukses, mau tidak mau ia harus bertahan menjalani usahanya setidaknya selama itu. Maka jangan heran, pengusaha yang sukses, semisal Bapak Chairul Tanjung, rela menghabiskan waktunya 18 jam sehari untuk mengurusi bisnisnya. Untuk kesuksesan ada harga yang harus dibayar. Pembelajaran ketiga adalah kemauan belajar. Banyak dari entrepreneur pemula yang mengangkat bendera putih alias gagal sebelum sampai kepada fase 4. Berdasarkan data Bloomberg yang dirilis oleh situs forbes bahwa 8 dari 10 entrepreneur yang memulai usaha ternyata gagal dalam 18 bulan awal. Dengan demikan hanya sebagian kecil yang berhasil. Membangun usaha tidak hanya bermodal semangat dan kerja keras, namun kerja cerdas. Hal tersebut dapat dilakukan jika entrepreneur memiliki kemauan belajar. Oleh karena menjadi entrepreneur berbeda dengan menjadi karyawan, maka ilmunya pun berbeda. Ketika seseorang memutuskan menjadi entrepreneur, banyak ilmu yang perlu dipelajari, seperti bagaimana menghadapi modal yang terbatas, mengatur cashflow, mengelola pelanggan, meningkatkan produktivitas karyawan, membangun komunikasi dengan stakeholder, menghadapi persaingan, mengatur berbagai aktivitas yang harus dilakukan, dan masih banyak lagi. Kemauan belajar akan menuntut entrepreneur mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis yang ada. Dengan demikian, 3 prasyarat di atas, yaitu kemauan jadi pengusaha, kesiapan bekerja keras, dan kemauan belajar mampu menuntun para entrepreneur pemula sukses mencapai impiannya. Kini, Om Bob telah tiada, namun semangat kewirausahaanya tetap hidup dan diakui oleh masyarakat. Banyak ide sederhana namun mencerahkan yang berhasil ditularkannya kepada para entrepreneur muda. Sebagaimana impian yang pernah dilontarkannya, “Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki, terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak.”
  4. 1. Realisasikan ide secara maksimal Sebenarnya, setiap orang itu memiliki potensi dan impiannya masing-masing. Hanya saha yang menjadi kendala adalah impian-impiannya itu tidak pernah dicoba untuk direalisasikan. Ada pepatah bijak mengatakan, “Ide-ide kecil yang terlaksana lebih baik dari ide-ide besar tapi belum diungkapkan.” 2. Harus berani memulai Sebagian orang mungkin merasa bahwa bisnis itu adalah dunia yang bebas, tidak menentu pendapatannya sehingga takut untuk terjun ke dalamnya. Ini yang menjadi penghambat seseorang untuk bisa memulai bisnisnya. 3. Jangan terlalu banyak analisis Sebagian orang mungkin merasa bahwa jika mencoba berbisnis mereka tidak akan mendapat pendapatan yang pasti seperti orang-oang kantoran atau takut rugi jika bisnisnya gagal. Justru inilah yang menghambat, kuncinya adalah JUST DO IT! Urusan hasil tergantung dari kerja keras dan usaha kita. 4. Jangan ingin serba instan Fenomena masyarakat kita yang memiliki antusiasme besar terhadap acara seperti Indonesia Idol atau reality show yang berbau pencarian bakat menunjukkan bahwa masih banyaknya orang-orang yang ingin mencapai kesuksesan secara instan. Padahal sesuatu yang didapatkan dengan mudah akan menghilang dengan cara yang mudah juga dan tentu ini tidak akan membentuk karakter manusia yang tangguh. 5. Bermimpi besar Kita lihat dari film Sang Pemimpi bahwa kekuatan mimpi itu bisa menjadi pembakar semangat kita untuk meraih cita-cita. Ketiga sahabat itu memiliki mimpi besar untuk bisa melanjutkan studi hingga ke luar negeri dan akhirnya tercapai. Bill Gates, diawal karirnya pernah bermimpi bahwa setiap rumah akan memiliki komputer dan kini terbukti 6. Jangan terpaku pada pendidikan Tidak jarang fenomena masyarakat kita yang bisa menjadi sukses tanpa melihat latar belakang penddikannya. Lihat saja Sujiwo tejo, dengan latar belakang pendidikan matematika kini ia malah menjadi seniman. Tidak selamanya latar belakang pendidikan menentukan karir kita ke depan, terkecuali untuk karir di bidang pendidikan. 7. Berpikir Positif Thomas Alfa Edison melakukan 999 kali percobaan tetapi masih gagal. Beliau berkata, “Akuberhasil menemukan 999 cara yang gagal dalam pembuatan lampu.” Ini menunjukkan kekuatan berpikir postif akan memudahkan langkah kita. 8. Bekerja sama Manusia adalah makhluk sosial sehingga tidak bisa bekerja sendirian. Manusia saling membutuhkan, bohong besar jika ada orang yang meng-klaim dirinya sukses atas usahanya sendiri, pasti di dalam kesuksesannya terdapat orang-orang yang membantu dia, baik secara langsung maupun tidak langsung. 9. Tahu tentang kewirausahaan Kita ingin “berperang” tetapi tidak mengetahui siapa musuh kita, itu merupakan kesalahan besar. Jika kita ingin memasarkan produk kita, tentu kita harus tahu pasar. Jangan sampai setelah terjun ke lapangan kita mengalami kelabakan karena tidak hapal medan. 10. Fokus Mungkin karena sifat ingin terburu-buru ingin kaya, kita mengambil spesialisasi bisnis terlalu banyak sehingga hasilnya pun tidak maksimal karena tidak bisa dijalani secara fokus. Akibatnya konsentrasi terpecah, masih mending jika usahanya sukses, tetapi bagaimana jika keduanya gagal? 11. Peduli konsumen Pembeli adalah raja. Bob sadino ini adalah orang yang selalu memerhatikan konsumennya. Caci maki dari seorang pembantu rumah tangga ia jadikan masukan bagi manajemen pemasarannya. Ia menjadikan keluahan konsumen sebagai masukan dan langkah perbaikan ke depannya. 12. Utamakan kualitas Beliau sangat memerhatikan kualitas barang yang akan dijual. Beliau tidak ingin mengecewakan konsumen dengan barang yang rusak atau cacat. 13. Kerjakan semua dengan tuntas Tidak bekerja setengah-setengah, apabila telah memulai suatu usaha maka kerjakanlah dengan serius. Jangan sampai berhenti di tengah jalan karena akan menyia-nyiakan harta, tenaga, waktu yang telah kita kerahkan untuk memulai bisnis. 14. Pandai menempatkan prioritas Urutan kerja diurut berdasarkan prioritas sehingga tidak ada pekerjaan menumpuk di akhir-akhir. 15. Kerja keras dan kerja cerdas Banyak orang yang merasa telah bekerja keras namun tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Misal saja mahasiswa tingkat akhir yang mengejar kelulusan di bulan Juli ini, walaupun ia tergolong mahasiswa yang memiliki IPK di atas arata-rata, bagaimana jika ia lupa memperhitungkan jumlah SKS nya? Mungkin saja ia tidak jadi lulus Juli karena kurang 1 SKS saja. Ia lupa bekerja cerdas, lupa strategi. 16. Tidak mencampuradukkan uang pribadi dan perusahaan Hal ini bisa memacu tindakan korupsi, walaupun dalam jumlah yang kecil. Uang perusahaan bisa saja tercampur dengan uang pribadi karena terdapat keteledoran dalam hal pencatatan keuangan. Sebainya rekeningnya dipisah, untuk memudahkan pengaturan keuangan juga. 17. Jangan menyerah Kegagalan adalah bumbu kehidupan, kegagalan membuat kita bisa menjadi manusia tangguh. 18. Selalu melibatkan Allah dalam setiap aktivitas Dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Dalam segala aktivitas kita akan bernilai ibadah. 19. Berperilaku baik Inilah mata uang yang berlaku dimana saja. Dengan perilaku yang baik, masyarakat akan menaruh kepercayaan kepada kita sehingga orang-orang akan percaya akan kredibilitas kita. Kita pun bisa dengan mudah masuk dalam lingkungan masyarakat. 20. Harus Mempunyai Kemauan Kemauan harus dilandasi dengan tekad yang bulat, dan harus berani dalam mengambil peluang yang ada.
  5. Bob Sadino, pengusaha nyentrik yang selalu bercelana pendek di atas lutut meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, pada Senin 19 Januari 2015 lalu. Dikabarkan, Bob Sadino meninggal dunia karena penyakit komplikasi, salah satunya adalah gagal ginjal. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, begitulah pepatah mengatakan. Dalam hal ini, Bob Sadino akan dikenang sebagai orang baik yang selalu memotivasi orang lain lewat kata-kata bijaknya untuk sukses juga dalam hidup seperti dirinya. Semasa hidupnya, Bob Sadino kerapkali mengisi seminar untuk para pengusaha, baik yang telah cukup lama ataupun baru merintis. Dalam acara-acara tersebut Bob Sadino sering mengeluarkan kata-kata bijaknya unuk menjadi sukses. Selain di seminar, kata-kata bijak tersebut juga sering diucapkannya dalam momen lain. Kata-kata bijak ini menjadi pedoman bagi mereka yang bergerak di bidang bisnis. Meskipun memang, beberapa kata-kata bijak Bob Sadino terkesan terlalu menyederhanakan masalah. Misalnya, dalam salah satu kesempatan Bob Sadino pernah berkata "jika ingin bahagia, jangan jadi karyawan." Tentu, kalimat tersebut terkesan terlalu menyederhanakan masalah. Bahagia atau tidaknya seseorang tidak selalu bergantung pada pekerjaan apa yang sedang dilakukannya. Selain itu, dalam kesempatan lain, Bob Sadino juga pernah berkata, "Kalau ingin kaya, bisnis sayuran." Tentu hal ini juga tidak selalu benar. Tetapi sebenarnya tidak terlalu aneh, sebab semasa hidupnya Bob Sadino memang pernah berbisnis sayuran. Meskipun terkesan terlalu menyederhanakan masalah, bukan berarti kata-kata bijak Bob Sadino dalam hal bisnis tidak benar. Bahkan, seringkali apa yang diucapkannya memang hal yang masuk akal. Berikut adalah kata-kata bijak Bob Sadino dalam bisnis yang dapat Anda jadikan inspirasi: 1. "Pebisnis itu harus nyentrik" 2. "Bisnis itu hanya modal dengkul. Bahkan jika Anda tidak punya dengkul, pinjam dengkul orang lain" 3. "Orang 'pintar' biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satu pun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang 'bodoh' mungkin hanya punya satu ide dan satu itu lah yang menjadi pilihan usahanya" 4. "Sebagian besar orang 'pintar' sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang 'bodoh' tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha" 5. "Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga" 6. "Banyak orang 'bodoh' yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Di lain sisi, kebanyakan orang 'pintar' malas untuk berkerja keras dan sok cerdas" 7. "Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jerih payah diri sendiri, tanpa campur tangan Tuhan. Mengingat Tuhan adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal" 8. "Keberhasilan itu adalah sebuah titik kecil yang berada di puncak segunung kegagalan. Maka kalau mau sukses, carilah kegagalan sebanyak-banyaknya" 9. "Cukup satu langkah awal. Ada kerikil saya singkirkan. Melangkah lagi. Bertemu duri saya sibakkan. Melangkah lagi. Terhadang lubang saya lompati. Melangkah lagi. Berjumpa api saya mundur. Melangkah lagi. Berjalan terus dan mengatasi masalah" 10. "Orang 'pintar' merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya, termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang 'bodoh' merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil" 11. "Orang 'pintar' menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang 'bodoh' berpikir, dia pun bisa berbisnis" 12. "Orang 'pintar' menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang 'bodoh' berpikir sederhana, yang penting produknya terjual" 13. "Orang 'Pintar' sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang 'bodoh'? Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya" 14. "Orang 'pintar' dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang 'bodoh' mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja" 15. "Orang 'pintar' merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang 'bodoh' seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut" 16. "Banyak orang tanya, 'bisnis apa yang bagus?' Jawabnya, 'Bisnis yang bagus adalah yang di buka, bukan di tanya terus!'" ‎17. "Berhentilah membuat rencana! Melangkahlah!" 18. "jika ingin bahagia, jangan jadi karyawan" 19. "Jadi orang sukses harus cari kegagalan, karena kegagalan akan membuat kita belajar untuk masa depan" 20. "Dalam berbisnis, jangan terlalu memikirkan sukses. Kalau terlalu banyak memikirkan sukses, bekerja pasti dalam tekanan, tidak rileks sehingga hasil kerja tidak akan bagus. Santai saja, hilangkan semua beban, ingat sandaran itu tadi, kemauan, komitmen, keberanian mengambil peluang, pantang menyerah dan selalu belajar pada yang lebih pintar serta selalu bersyukur"

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy