Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'blue bird'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 8 results

  1. Sebuah foto logo perusahaan taksi Blue Bird yang terpampang di badan jalan sedang menjadi viral di media sosial. Akun Twitter @kopiganja mempertanyakan hal ini kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta. "Dear @ahok_basukiTP. Kenapa @UPTAJDishubDKI mengizinkan iklan begini di badan jalan," tulis pemilik akun @kopiganja. Berdasarkan foto tersebut, lambang Blue Bird itu berwarna kuning dengan dikelilingi garis kuning di sekitarnya. Kendaraan motor tampak berada di atas jalan tersebut. Dalam akun Twitter itu, lambang Blue Bird tersebut terdapat di daerah Mampang Prapatan. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah membenarkan adanya logo Blue Bird tersebut di jalan. Tepatnya, logo tersebut diletakkan di area "yellow box junction" (YBJ). YBJ adalah marka jalan yang mulai digunakan di Indonesia sejak 2010. YBJ berfungsi untuk mencegah agar arus lalu lintas (lalin) di persimpangan tidak terkunci saat kepadatan terjadi. Andri mengatakan, Blue Bird telah membuatkan YBJ di kawasan tersebut sebagai program corporate social responsibility (CSR) mereka. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI mengizinkan Blue Bird untuk menyematkan logo mereka di YBJ yang mereka buat. "Itu kan CSR. Kita minta tolong (buatkan YBJ), dia boleh mencantumkan (logo)," kata Andri Andri mengatakan, kesempatan seperti ini tidak hanya terbatas kepada Blue Bird saja. Perusahaan mana pun boleh membantu Pemprov DKI untuk membuat YBJ. "Kalau kamu mau bikin, dikasih logo kamu juga enggak apa-apa. Saya kepingin banget, yellow box masih kurang banyak banget, masih ratusan," kata Andri.
  2. Tidak mau ketinggalan zaman, Blue Bird Group akhirnya meluncurkan aplikasi secara online dengan nama My Blue Bird untuk pemesanan taksi reguler. Aplikasi tersebut tentunya dapat diunduh dan dipergunakan untuk pemesanan taksi Blue Bird. Sebenarnya sistem online Blue Bird sudah ada sejak tahun 2011, namun karena belum terlalu dikenal. Namun perlahan dengan maraknya sistem transportasi online, Blue Bird melakukan inovasi terhadap aplikasinya. Dengan adanya sistim online terbaru ini, tamu taksi Blue Bird Group tinggal menunggu di lokasi pemesanan saja. Taksi Blue Bird Group yang akan menghampiri tamunya ke lokasi pemesanan tersebut. “Kami ingin berubah dan terus berinovasi secara berkesinambungan agar mendapat memberikan pelayanan terbaik. Peluncuran aplikasi terbaru ini kami harap bisa memanjaan pelanggan,” ujar Ir. Sigit Priawan Djokosoetono, MBA Direktur Blue Bird Group Holding dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (19/5). Sigit berharap masukan dari berbagai pihak dari media dan juga blogger untuk terus menyempurnakan aplikasi agar mudah dipakai pelanggan. Peluncuran aplikasi terbaru ini mendapat apresiasi dari Kepala Badan Ekonomi Kreatif dijabat oleh Triawan Munaf. Dia mengaku senang dengan inovasi yang dilakukan Blue Bird, yang sudah menjadi langganan transportasinya sejak lama. “Inovasi tidak boleh berhenti dan harus terus dilakukan. Ini yang dilakukan Blue Bird. Saya memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Blue Bird. Mudah-mudahan ini akan semakin memanjakan pelanggannya,” ujar Triawan. Sistim online yang dipergunakan di Blue Bird Group tidak hanya untuk aplikasi untuk penumpang saja. Tetapi di kantor pusat, semua kendaraan taksi Blue Bird Group sudah dapat dipantau keberadaannya secara online oleh kantor pusat Blue Bird Group.
  3. Anggota Komisi III Ruhut Sitompul rupanya mengetahui siapa dalang di balik demo akbar sopir taksi konvensional. Menurut Ruhut, pimpinan merekalah yang menyuruh mereka turun ke jalan menggelar orasi. Politikus Partai Demokrat ini tak asal bicara. Sebelum demo dimulai, Ruhut sudah mengetahui lebih dulu informasi itu, siapa dalang yang mengerahkan massa. Itu diketahuinya saat harus menuju ke Bandara Soekarno Hatta pagi buta. Dari situ Ruhut tahu bahwa bos mereka sendiri yang meminta agar turun ke jalan. "Aku jam 4 subuh harus ke bandara. Pesanlah taksi aku, si sopir ngasih tahu kalau akan ada demo. Dia bilang, mereka dipaksa untuk berdemo," ujar Ruhut saat menjadi bintang tamu di Indonesia Lawyers Club (ILK), Selasa malam. Mendengar curhat si sopir itu, Ruhut menyarankan agar dia tidak ikut demo itu, yang dinilainya tidak bermanfaat. "Kalau nggak mau nanti mereka dipecat. Mereka ini dipaksa untuk berdemo. Dapat uang Rp 100 ribu satu orang. Udah jangan pada bohong, ngaku sekarang kalian (sopir) kalau disuruh (turun ke jalan). Jadi bohong itu yang bilang dia nggak mengerahkan," tepis Ruhut.
  4. Perusahaan jasa transportasi Blue Bird Group akan meningkatkan kualitas pelayanannya demi tetap dalam trek persaingan bisnis transportasi. Persaingan bisnis transportasi akan bertambah dengan mulainya GrabCar dan Uber mengurusi perizinan untuk menjadi penyedia jasa transportasi. "Kami akan lakukan perbaikan apps (aplikasi) pengembangan. Kami juga akan terapkan cashless payment (pembayaran tanpa uang cash)," kata Direktur Blue Bird Group Sigit Priawan Djokosoetono dalam diskusi di Rumah Makan Batik Kuring, Jakarta Selatan, Jumat, 18 Maret 2016. Blue Bird, menurut dia, sudah memiliki aplikasi Blue Bird sejak 2011 lewat ponsel BlackBerry. Di Indonesia, Sigit menegaskan, Blue Bird-lah perusahaan jasa transportasi pertama yang menerapkan sistem aplikasi untuk pelayanan kepada pelanggannya. Saat ini aplikasi Blue Bird sudah tersedia di Android, iOS, dan BlackBerry. Dalam menghadapi Grab dan Uber yang lebih maju dalam hal aplikasi, ia menuturkan perlu ada penyesuaian juga di aplikasi yang dimiliki Blue Bird. Karena itu, saat ini Blue Bird sedang menjajaki langkah-langkah untuk memperbaiki aplikasinya agar bisa bersaing dengan aplikasi lain. Sejak muncul pada 2011, aplikasi Blue Bird, tutur Sigit, telah tumbuh secara pesat. Namun Sigit enggan menyebut angka pertumbuhannya. Yang jelas, ucap dia, sejak berdiri pada 1972, Blue Bird telah melakukan banyak inovasi demi kepuasan pelanggan. "Kami melakukan inovasi pemasangan GPS. Punya call center besar, aplikasi. Yang penting, fokus ke loyalitas konsumer," kata Sigit. Walau begitu, ujar Sigit, sejauh ini, pengguna taksi Blue Bird kebanyakan bukan berasal dari pengguna aplikasi, tapi lewat menyetop taksi di jalan secara langsung. Sebelumnya, ratusan sopir taksi yang tergabung dalam Persatuan Pengemudi Angkutan Darat berdemonstrasi menuntut pemerintah menutup keberadaan angkutan ilegal menggunakan pelat hitam yang difasilitasi perusahaan jasa aplikasi. Mereka menganggap kehadiran aplikasi tersebut tidak memiliki izin usaha dan telah merugikan sopir taksi resmi.
  5. Aksi unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan para sopir taksi menolak taksi online, Selasa (22/3), diwarnai tindakan anarkistis dengan melakukan sweeping taksi yang masih beroperasi. Aksi itu diduga disulut provokasi yang diduga dilakukan seseorang yang mengaku sebagai sopir taksi Blue Bird bernama Feri Yanto melalui akun media sosial Facebook. Menyikapi hal itu, Humas PT Blue Bird Teguh Wijayanto mengaku telah mendengar berita tersebut. Saat ini, pihaknya tengah menginvestigasi kebenaran kabar itu. "Ya, kami sudah tahu karena beritanya sudah ramai di media sosial. Tapi, kami belum bisa memastikan apa dia benar sopir kami atau bukan. Kami masih melakukan investigasi," ujar Teguh ketika dikonfirmasi. Dalam akun media sosial Facebook-nya oknum sopir Blue Bird bernama Feri Yanto mem-posting pada 20 Maret 2016 pukul 09.54 WIB. "Sy mengajak rekan2 dari pool ME, MT, MJ, JE, BDE, LL, LR, YD, OE, TJ, TT, GDG, MWK dan semua pool Jabodetabek untuk menghadiri demo besar-besaran pada Selasa 22 Maret," tulis Feri Yanto. Feri juga mengajak para pendemo untuk membawa benda tumpul, senjata tajam dan bom molotov. Dia juga memprovokasi untuk merusak Uber dan Grab yang melintas. "Jangan lupa bawa benda tumpul dan tajam, kalau perlu bom molotov, antisipasi jika Uber dan Grab lewat, langsung bantai," tulisnya.
  6. Manajemen PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyesalkan demonstrasi hari ini diwarnai dengan tindakan anarkis oleh sejumlah peserta aksi unjuk rasa. Dalam akun resmi twitter Blue Bird ‏@Bluebirdgroup, manajemen akan melakukan tindakan tegas kepada pengemudi Blue Bird yang terbukti melakukan tindakan anarkis. "Manajemen Blue Bird mengimbau kepada para peserta unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya secara santun dan tidak merugikan semua pihak," kata manajemen dalam tweet-nya. Blue Bird menyatakan, kerugian yang disebabkan karena diturunkannya penumpang secara paksa, juga dapat dilaporkan kepada manajemen. "Kami memastikan bahwa Blue Bird akan tetap beroperasi dan melayani penumpang seperti biasa. Terima kasih," demikian tweet Blue Bird. Jika netizen memiliki bukti seperti foto/video keterlibatan pengemudi Blue Bird, agar dilaporkan lewat sosial media atau email ke customercare@bluebirdgroup.com. "Bukti ini kami perlukan karena yang menggunakan seragam biru tidak hanya Blue Bird," tulis tweet itu.
  7. Kapolsek Kemayoran Setyo Bimo menyatakan penyerbuan yang diduga dilakukan pengemudi Go-Jek ke pool taksi Blue Bird dinilai sebagai aksi spontanitas. Meski demikian, ia mengakui tidak menutup kemungkinan kejadian itu merupakan aksi balasan atas penganiayaan yang diterima pengemudi Go-Jek oleh sopir taksi. Pada Selasa (22/3) pukul 14.45 WIB, ratusan pengemudi Go-Jek menyerbu pool taksi Blue Bird yang berlokasi di Jl. Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sedikitnya, tiga mobil yang sedang parkir di depan pool rusak akibat lemparan batu. Kaca-kaca mobil pecah serta bodi kendaraan penyok di berbagai sisi. "Kejadian ini lebih ke arah spontanitas. Bukan serangan yang direncanakan. Mereka mengambil batu dari pinggir-pinggir jalan. Saat ini, kondisi sudah kondusif dan kita tempatkan petugas untuk berjaga," ujar Setyo Bimo di lokasi kejadian. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyelidiki kejadian ini dan memproses pelakunya secara hukum. "Semua perbuatan melawan hukum, penganiayaan atau pengrusakan akan kita proses secara pidana. Kita sudah tahu kantong-kantong pangkalan Go-Jek sekitar Kemayoran," tandasnya. sumber berita satu
  8. Honda Mobilio menjadi unit baru taksi Blue Bird dan sudah beroperasi di Jakarta. Tanggapan pro dan kontra pun bermunculan, termasuk dari para pemilik Mobilio. Masukan dari masyarakat cukup beragam, ada yang menilai positif dan ada juga yang mencibirnya, terutama dari kalangan pengguna Honda Mobilio. Menanggapi citra Mobilio di mata konsumen, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT HPM, Jonfis Fandy, berkomentar bahwa sampai saat ini pihaknya sebagai produsen tidak bisa berbuat apa-apa. Ini terkait tidak adanya larangan menjual unit mobil untuk dijadikan taksi atau sebagai transportasi umum. "Kita tidak bisa melihat kedepannya seperti apa, tapi yang jelas memang hampir semua merek mobil kini menjadi taksi. Honda juga tidak pernah memberikan pernyataanbahwa produknya tidak bisa digunakan menjadi taksi," ujar Jonfis. Pemesanan Mobilio untuk taksi, lanjut Jonfis, akan terus berlangsung hingga akhir tahun. Di bulan ini Honda akan mengirim 100 unit dan sampai akhir tahun nanti jumlahnya bertambah empat kali lipat. "Mobilio dipilih menjadi taksi karena pihak Blue Bird sebelumnya sudah melakukan pengujian. Salah satu alasan lani yang saya tahu, dengan kapasitas penumpang lebih banyak jadi bisa mengurai kemacetan karena tiap orang tidak perlu lagi membawa kendaraan pribadinya masing-masing," ucap Jonfis.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy