Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'blackberry'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 28 results

  1. Ponsel Android pertama buatan BlackBerry, Priv awalnya sempat menyita banyak perhatian. Namun seiring waktu berjalan, Priv tak sukses di pasaran lantaran harga jualnya terlalu tinggi. CEO BlackBerry John Chen pun mengakui bahwa harga jual Priv masih terlalu mahal untuk kalangan pengguna enterprise. "Banyak pelanggan di kalangan enterprise yang mengatakan kepada kami, 'Aku ingin membeli BlackBerry Priv, namun US$700 (sekitar Rp9,2 juta) terlalu mahal bagi saya. Saya lebih tertarik pada perangkat seharga US$400 (sekitar Rp5,2 juta)'," kata Chen kepada The National. Oleh karena itu, perusahaan asal kanada ini rencananya akan meluncurkan dua smartphone Android kelas menengah pada tahun 2016 ini. Salah satu dari perangkat tersebut akan dilengkapi dengan keyboard fisik. Sisanya, hanya menggunakan layar sentuh. Chen memang tidak menyebutkan kapan tepatnya kedua smartphone tersebut akan tersedia di pasaran. Namun sebelumnya beredar kabar bahwa BlackBerry sedang menyiapkan ponsel "Hamburg" dan "Rome" yang masing-masing akan dirilis pada musim gugur dan menjelang akhir tahun ini. Pada kesempatan yang sama, ia juga menjelaskan bahwa bisnis ponsel BlackBerry mengalami kemajuan pada kuartal terakhir 2015 namun masih jauh dari harapan. Oleh karena itu, kemungkinan untuk meninggalkan bisnis tersebut tetap ada. "Jika saya tidak bisa membuat bisnis ponsel menguntungkan di pasaran, maka saya akan keluar dari bisnis handset. Saya mencintai bisnis handset kami. Namun kami tetap harus bisa menghasilkan uang," kata Chen. Jika sudah begini, tampaknya BlackBerry sangat berharap kepada penjualan kedua ponsel kelas menengahnya. Apabila tak berhasil juga, bisa jadi mereka hanya fokus untuk mengembangkan software serta produk enterprise. Sebelumnya, BlackBerry pun sempat memangkas harga Priv lantaran kurang laku hingga kuartal empat 2015. Ponsel yang mulai dijual pada 25 Oktober 2015 ini awalnya dihargai US$699 atau setara Rp9,6 juta. Kemudian BlackBerry memangkas harganya sebanyak US$50, sehingga harga jualnya kini US$649 atau setara Rp8,5 juta.
  2. Hasil fiskal kuartal keempat BlackBerry memang menunjukkan angka pertumbuhan di sektor perangkat lunak dan layanan yang menyelamatkan pendapatan perusahaan. Namun laporan juga menunjukkan angka penurunan dalam sektor penjualan perangkat keras yang hanya mampu menjual 600 ribu unit pada fiskal kuartal terakhir. Tentu ini merupakan prestasi yang buruk bagi BlackBerry. Seperti yang dilansir dari Forbes, Senin (4/4/2016), meski BlackBerry masih memiliki kesempatan untuk penjualan Priv selama sisa tahun 2016 ini, namun dengan melewatkan prediksi dari Wall Street dengan penjualan 850 ribu unit dan penurunan 14,3 persen pada penjualan di kuartal sebelumnya, hal itu merupakan tanda yang mengancam keselamatan departemen perangkat keras BlackBerry. CEO BlackBerry, John Chen sebelumnya juga sempat mengatakan bahwa jika memang diperlukan, BlackBerry harus menjual tiga juta handset untuk mencapai titik impas agar dapat menyelamatkan departemen hardware BlackBerry. Namun target yang sudah dipasang tersebut sepertinya hanya menjadi angan-angan saja. Smartphone penerus BlackBerry Priv tahun ini kemungkinan masih menggunakan sistem operasi Android, namun kedepannya akan menargetkan ultra-kompetitif perangkat mid-range. Chen telah memahami jika pasar perangkat high-end bukan lagi tempat untuk BlackBerry bersaing. Kendati demikian, Chen tak menambahkan keterangan tambahan yang lebih spesifik. Tentu untuk bertahan dalam persaingan perangkat mid-range akan membuat BlackBerry kesulitan. Hal itu karena pasar mid-range sangat ketat dalam persaingan harga dan spesifikasi yang layak. Sedangkan BlackBerry Priv sendiri terlalu mahal untuk spesifikasi yang dapat ditemui pada smartphone yang lebih murah.
  3. Ada kejadian lucu saat Mantan bos Google yang kini menjadi Executive Chairman Alphabet inc, Eric Schmidt, sedang berada di Seoul, Korea Selatan, untuk sebuah konferensi pers. Dalam acara tersebut, tanpa disadari oleh Schmidt, dia tengah asyik mengabadikan acara tersebut dengan kamera ponselnya. Tidak ada yang salah memang, namun sedikit mengganjal karena dia menjepret menggunakan iPhone. Foto yang diambil oleh situs asal Korsel, Osen, tampaknya memperlihatkan bahwa Schmidt menggunakan iPhone 6 atau iPhone 6s. Karena agaknya mustahil bila melihat bentuk bodi dan software itu adalah ponsel Android. Ya, Android memang menjadi sistem operasi andalan yang dibuat oleh Google. Android dan iOS sendiri bersaing di pasar hingga ke pengadilan karena masalah paten. Menurut Osen, setelah mengambil gambar, Schimdt diketahui mengirimkan gambar tersebut melalui pesan singkat, email atau lain sebagainya dan terlihat tampak fitur Airdrop--yang hanya ada di iOS. Mungkin masih belum menyadari kalau dirinya tengah menjadi perhatian. Setelah dia mengambil gambar dengan iPhone, Schmidt lantas mengeluarkan ponsel lainnya untuk mengetik, dan itu adalah BlackBerry. Lalu kemana ponsel Android miliknya? Entahlah. Tapi antara pria yang sempat datang ke Indonesia ini memang bukan orang asing bagi Apple. Sebab dia sempat duduk sebagai Board of Directors Apple dari tahun 2006 hingga 2009. Dia memutuskan menanggalkan posisinya setelah melihat posisi Apple dan Google yang tadinya kawan, kini malah mulai menjadi lawan.
  4. asliindonesia

    BlackBerry Akuisisi Perusahaan Software dari ITB

    Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap Blackberry Ltd mau mengakuisisi perusahaan-perusahaan piranti lunak (software) Indonesia seiring pergantian inti bisnis perusahaan yang selama ini bergerak di peranti keras (hardware) ke software. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan berharap software nasional yang diakuisisi perusahaan juga bisa dimasukkan ke dalam satu sistem ponsel pintar Blackberry agar tercipta Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi dari segi penggunaan software. "Kami memandang smartphone sekarang dari software-nya, dan penggunaan smartphone di Indonesia kedepannya akan sangat berkembang. Di kesempatan yang sama, Blackberry juga sedang meninggalkan konsep generate pendapatan dari hardware dan beralih ke software, sehingga kami dorong mereka untuk akuisisi beberapa software lokal," terang Putu. Ia menambahkan, minat Blackberry dalam pengembangan software di Indonesia sudah berlangsung sejak 2012, dimana perusahaan saat itu mendirikan Blackberry Innovation Centre di Institut Teknologi Bandung (ITB). Setiap tahunnya, perusahaan rajin menggelontorkan uang US$ 1 juta untuk pengembangan beberapa jenis aplikasi dan piranti lunak. "Bahkan kami dengar sudah ada enam (perusahaan) software yang mereka telah akuisisi dari ITB. Kami sudah sampaikan kepada Blackberry untuk gunakan software dalam negeri, sejauh ini mereka belum ada komitmen apa-apa, tapi mereka menyambut baik kebijakan ini," tambahnya. Kendati demikian, Putu mengatakan kalau sejauh ini Blackberry belum mau melakukan investasi di Indonesia karena adanya pergantian jenis piranti yang akan dikembangkan perusahaan. Di samping itu, ia menambahkan Blackberry belum mau mengembangkan pusat riset dan pengembangan manufaktur di Indonesia. "Tapi kebijakan TKDN software ini kami buat dengan bottom line investasi. Intinya kami dorong investasi," tambahnya. Di kesempatan yang sama, Chief Legal Officer dan Corporate Secretary Blackberry, Steven Zipperstein mengatakan perusahaannya akan terus mengikuti perkembangan kebijakan TKDN yang berada di dalam negeri mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar utama Blackberry.
  5. asliindonesia

    BlackBerry Siapkan Pengganti WhatsApp

    Rencana WhatsApp untuk menghentikan dukungan terhadap sejumlah sistem operasi pada akhir tahun 2016, termasuk BlackBerry OS tak membuat pembesutnya tinggal diam. Perusahaan ponsel asal Kanada tersebut kini sedang menyiapkan pengganti WhatsApp yang banyak digunakan oleh para pengguna perangkat BlackBerry. "Kami sedang mengeksplorasi alternatif untuk pengguna BlackBerry karena dukungan WhatsApp Messenger untuk BlackBerry OS dan BlackBerry 10 akan selesai pada akhir 2016," kata BlackBerry kepada Tech Radar. Rencana tersebut juga diungkapkan BlackBerry melalui akun Twitternya. Di saat yang sama, BlackBerry juga memastikan bahwa dukungan terhadap WhatsApp untuk perangkat Priv, tidak akan berhenti hingga tahun 2016. Hal ini tidak mengherankan mengingat Priv menggunakan sistem operasi Android Lollipop, bukan BlackBerry 10. Untuk saat ini, para pengguna WhatsApp pada perangkat BlackBerry direkomendasikan agar menggunakan BBM. Pasalnya, aplikasi perpesanan buatan BlackBerry ini mendukung berbagai platform, seperti Android, Windows Phone, dan iOS. Tak hanya BlackBerry OS dan BlackBerry 10, akhir tahun ini WhatsApp juga akan menghentikan dukungan terhadap Nokia S40, Nokia Symbian S60, Android Eclair versi 2.1, Android Froyo versi 2.2, dan Windows Phone 7.1. Langkah ini dilakukan karena WhatsApp ingin fokus mengembangkan aplikasinya pada sistem operasi mobile yang jumlah penggunanya terus tumbuh secara global.
  6. Blackberry Priv merupakan smartphone flagship terbaru dari BlackBerry yang menggunakan sistem operasi Android Lollipop. Ketersediaan smartphone ini memang belum diungkap secara resmi oleh pihak BlackBerry, begitupun dengan harga yang dibanderol untuk memboyongnya. Namun baru-baru ini marak rumor yang membeberkan harga BlackBerry Priv, kali ini sumber berasal dari Negeri Tirai Bambu, memalui sebuah situs microbloging Wibo. Pada sebuah akun situs tersebut, mengungkapkan bahwa BlackBerry Priv dibanderol seharga 3.999 Yuan atau sekitar 8,5 juta mengikuti kurs Rupiah saat ini. Harga 8,5 juta Rupiah menurut sebagian orang bukanlah harga yang terjangkau, karena hanya orang-rang berkantong tebal saja yang rela merogoh kocek sebesar itu hanya untuk sebuah smartphone. Padahal CEO BlackBerry, John Chen pada konferensi Code/Mobile minggu lalu, mengungkapkan bahwa banderol BlackBerry Priv bakal dibanderol dengan harga yang terjangkau. Sebelumnya, BlackBerry dikabarkan sedang mengalami krisis keuangan, dan rumor beredar jika BlackBerry Priv merupakan smartphone terakhir dari BlackBerry jika penjualan smartphone tersebut tidak mencapai target. Hal ini juga harus dipertimbangkan oleh Chen, jika ingin sukses dipasaran, BlackBerry Priv haruslah dilego dengan harga yang menarik, guna memikat hati konsumen. Namun banyak juga yang berpendapat bahwa harga 8 jutaan merupakan harga yang wajar, mengingat spesifikasi dari smartphone tersebut tak kalah gahar dengan kebanyakan smartphone flagship yang sudah terlebih dahulu dirilis. Spesifikasi BlackBerry Priv diantaranya, layar seluas 5,4 inci dengan resolusi QHD serta ditenagai oleh chip dari Qualcomm, yakni Snapdragon 808. Kapasitas memori pada smartphone ini juga luas, yakni RAM sebesar 3GB serta penyimpanan internal sebesar 32GB. Untuk kameranya, BlackBerry Priv dibekali dengan kamera utama berkekuatan 18MP dan kamera depan berkekuatan 5MP. Selain itu, BlackBerry Priv juga menjalankan sistem operasi Android 5.1 Lollipop secara native. BlackBerry Priv juga mengutamakan sisi desain yakni dengan mengusung layar curved, serta papan ketik slide ala smartphone BlackBerry klasik. Jika tak ada kendala, BlackBerry dirumorkan bakal meluncurkan smartphone Android ini pada akhir tahun 2015. Akankah BlackBerry Priv menjadi sang suksesor atau bakal menjadi amunisi terakhir dari BlackBerry?
  7. Kehadiran BlackBerry Priv memanglah sangat ditunggu-tunggu oleh para penggila gadget, hal ini lantaran untuk pertama kalinya BlackBerry menggunakan sistem operasi Android pada smartphone terbarunya itu. Pre-order untuk BlackBerry Priv pun sudah dimulai di beberapa negara dan kabarnya segera diluncurkan pada tanggal 6 November mendatang. Untuk mempersiapkan segala kebutuhan lainnya, pihak BlackBerry baru-baru ini telah mengirimkan sejumlah aplikasi untuk BlackBerry Priv di Google Play Store. Aplikasi-aplikasi tersebut meliputi MicrosoftexFAT, Notes, BlackBerry Calendar, Contacts, BlackBerry Hub, BlackBerry Keyboard, BlackBerry Services, Tasks, BlackBerry Device Search, BlackBerry Password Keeper, BlackBerry Launcher, BlackBerry Camera, dan DTEK. Pihak BlackBerry mempersiapkan aplikasi tersebut agar nantinya jika Priv sudah resmi meluncur, pengguna langsung dapat mengunduhnya melalui Play Store sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Setiap aplikasi memiliki funsionalitas yang menarik, salah satunya adalah BlackBerry Keyboard. Aplikasi papan ketik virtual ini memiliki fitur cacatan yang menarik serta adanya pilihan untuk menyesuaikan dengan papan ketik slide yang ada pada BlackBerry Priv. Sedangkan aplikasi MicrosoftexFAT dapat memformat micro SDXC dengan mengunakan exFAT. Selain itu ada juga DTEK yang merupakan aplikasi yang memungkinkan Anda untuk melacak pengaturan privasi dan keamanan Anda serta data apa saja yang dibaikan oleh aplikasi dan aplikasi apa saja yang memiliki akses ke kamera, mikrofon, lokasi, dan informasi pribadi. Sepertinya BlackBerry memang telah mempersiapkan perangkat smartphone terbarunya tersebut dengan menghadirkan terlebih dahulu aplikasi pendukungnya.
  8. Kehadiran BlackBerry dalam jagat dunia Android adalah suatu hal yang baru bagi perusahaan asal Kanada tersebut. Demi mempertahankan eksistensinya, akhirnya perusahaan tersebut bergabung bersama Google untuk menciptakan smartphone terbaru agar dapat bertahan. Produk yang dimaksud adalah BlackBerry Priv, yang mana diperkenalkan pada khalayak belum lama ini. CEO BlackBerry, John Chen, mengatakan bahwa bagi yang membutuhkan ruang privasi dalam perangkat smartphone, BlackBerry Priv adalah jawabannya. Dirinya juga menambahkan, sekarang jaman sudah berbeda, banyak orang yang menyimpan segala sesuatu yang bersifat pribadi ke smartphone mereka. Untuk mendapatkan privasi yang maksimal, John Chen bersama para tim merombak Android agar sistem keamanan dan privasi milik BlackBerry dapat berjalan dengan lancar. Chen juga mengatakan bahwa, bukti dari amannya smartphone milik mereka adalah eksistensi yang masih digunakan petinggi para pejabat negara, seperti Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Perdana Menteri Inggris, David Cameroon, serta Perdana Menteri Jerman, Angela Merkel. Memang, untuk mendapatkan sebuah privasi dan keamanan, kita perlu membayar lebih agar dapat merasakannya. Namun masih belum jelas konteks aman seperti apakah yang ditawarkan BlackBerry Priv ini? Smartphone ini sendiri sudah bisa dipesan dengan cara pre-order, dan akan dikapalkan pada pertengahan bulan November mendatang, dengan kisaran harga 10 juta Rupiah. Berbekal keyboard fisik layaknya smartphone BlackBerry pada umumnya menjadikan BlackBery Priv ini tampak berbeda dengan smartphone Android lainnya.
  9. Banyak pengguna BlackBerry yang memilih untuk menggunakan handset merk lain. Apakah strategi baru BlackBerry ini bakal 'mengembalikan' mereka? Beberapa waktu lalau Blackberry kembali mencuri perhatian publik dengan merilis BlackBerry Priv. Varian terbaru ini sangat berbeda dibanding produk sebelumnya karena menggunakan OS Android. Seperti yang diberitakan oleh Android Central pada hari Sabtu (03/10/15) lalu, Priv memang hadir di tengah maraknya persaingan dalam ranah smartphone. Seakan memberikan opsi baru, BlackBerry memberikan sesuatu yang dibutuhkan oleh pengguna gadget kekinian. Jika dibandingkan dengan OS BlackBerry sebelumnya, jelas terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Beberapa aplikasi media sosial favorit hanya bisa dijalankan melalui ponsel berbasis Android dan iOS. Peluang inilah yang membuat BlackBerry mengubah OS nya menjadi Android. Selain lebih user friendly, alasan open source dan lebih banyak aplikasi yang bisa diinstal ke dalamnya tentu juga jadi bahan pertimbangan. Meski demikian, BlackBerry tidak bertransformasi begitu saja. Pengguna setianya tentu takkan bisa melupakan keyboard qwerty yang sudah jadi trademark. Dan di seri terbaru ini, BlackBerry masih menyuguhkan keypad yang sama, dengan posisi tombol-tombol khas yang sama. Keyboard tersebut tersembunyi dengan rapi di bawah screen. Model ini mengingatkan kita akan BlackBerry Torch yang rilis beberapa tahun silam. Kini, 'mantan' pengguna setia BlackBerry bisa menikmati kemudahan OS Android dengan keyboard khas BlackBerry yang user friendly.
  10. CEO BlackBerry John Chen mengatakan bahwa perusahaan akan mempertimbangkan untuk keluar dari bisnis perangkat genggam jika tidak meraih untung dalam setahun. Untuk perangkat ponsel baru yang memenuhi standar keamanan pemerintah, Chen mengatakan, perjalanan bisnis mereka akan menentukan apakah mereka bakal membuat produk ponsel berikutnya. "Saya dalam bisnis handset karena saya percaya ada nilai tambah dan pasar yang terlayani," kata Chen dalam konferensi Code/Mobile di California Sebagai salah satu langkah perusahaan untuk meningkatkan penjualan ponsel, BlackBerry berencana memasarkan ponsel Android pertamanya, Priv, pada akhir tahun ini. Ponsel ini dibekali dengan keyboard fisik yang bisa digeser. Chen akhirnya mengambil keputusan ini sebagai langkah untuk menyelamatkan bisnis ponsel. "Apa yang saya lakukan (adalah) mengambil keuntungan dari apa industri dapat menawarkan,” kata Chen. Selain dari ponsel, BlackBerry juga berupaya meraih pendapatan dari layanan peranti lunak keamanan. Baru-baru ini, BlackBerry mengakuisisi perusahaan pesaingnya, Good Technology, sebesar US$ 425 juta. Ini dilakukan untuk meningkatkan teknologi keamanan BlackBerry untuk segmen korporasi. Chen menambahkan, jika ia bisa membawa semua fitur keamanan BlackBerry 10 untuk perangkat Android, ia akan mempertimbangkan untuk menjatuhkan BlackBerry 10 dalam satu atau dua tahun.
  11. BlackBerry Ltd. mengumumkan ronde baru pemotongan jumlah karyawan Selasa di tengah penjualan smartphone yang lesu dan kelanjutan restrukturisasi perusahaan ini. Perusahaan yang berbasis di Waterloo, Ontario ini menolak untuk mengungkap berapa jumlah karyawan yang terkena dampak pemotongan kali ini, tapi mengatakan sebagian pekerjanya dipindahkan ke posisi lain sementara sebagian lainnya di-PHK. BlackBerry mengatakan langkah ini merupakan bagian dari rencananya untuk mengalihkan sumber daya guna mendorong pertumbuhan operasinya. BlackBerry telah mengurangi ribuan pekerjaan sejak memulai restrukturisasi operasinya di bawah CEO baru John Chen, yang bergabung dengan perusahaan ini tahun 2013 dan telah berfokus pada inovasi dan pengetatan belanja perusahaan. Di puncak kesuksesannya, BlackBerry memiliki 20.000 karyawan di seluruh dunia, tapi kegagalannya berinovasi dalam persaingan dengan kompetitor-kompetitor yang tangguh, termasuk Apple dan Samsung, membuat perusahaan ini harus melakukan pemangkasan untuk menekan biaya operasional. Menurut laporan tahunan terbarunya, BlackBerry memiliki 6.255 pegawai di seluruh dunia per 28 Februari. Sejak saat itu, perusahaan ini terus melakukan pemangkasan terhadap operasinya. PHK sebelumnya terjadi awal tahun saat BlackBerry merumahkan karyawan dalam jumlah yang tidak disebut perusahaan ini. Dengan pemotongan terbaru ini, staf BlackBerry kini berpusat di markas perusahaan di Waterloo, Ottawa dan daerah Toronto. Bulan lalu, Chen mengatakan ia meninjau kembali semua posisi dalam perusahaan sebagai bagian upaya menekan pengeluaran perusahaan. Dengan pengetatan ikat pinggang ini, BlackBerry memindahkan pengembangan dan perakitan smartphone buatan perusahan ini ke luar negeri.
  12. BlackBerry belakangan ini disebut-sebut hendak membuat ponsel pintar berbasis Android dan langkah perusahaan membeli dua nama domain yang berkaitan dengan "Android" kembali memicu spekulasi tersebut. Perusahaan asal Kanada itu tercatat telah membeli nama domain Internet "AndroidSecured.com" dan "AndroidSecured.com" pekan ini. Pembelian nama domain Internet ini menarik perhatian industri teknologi karena sebelumnya CEO BlackBerry John Chen telah menolak mengonfirmasi laporan yang mengatakan BlackBerry akan bikin ponsel Android. Chen tercatat dua kali mengatakan bahwa ia hanya akan membangun ponsel Android jika ia bisa "mengamankan Android." Secara lebih spesifikasi BlackBerry diduga akan membuat ponsel Android yang dibekali fitur keamanan tinggi. Laporan situs teknologi Digitimes yang dekat dengan rantai pasokan mengatakan, BlackBerry telah menghubungi sejumlah perusahaan manufaktur untuk rencana membuat beberapa model ponsel Android. Dalam kasus pembelian nama domain ini, BlackBerry berkata kepada Reuters bahwa perusahaan "sering mendaftarkan nama domain Internet untuk perluasan portofolio lintas platform yang merupakan penting dari strategi peranti lunak BlackBerry." Memang, domain dengan alamat "AndroidSecured.com" saat ini dialihkan ke situs web yang menjelaskan kerja sama BlackBerry dengan Google. Di bawah kepemimpinan Chen, BlackBerry kembali memfokuskan bisnisnya pada peranti lunak dan manajemen peranti keras yang berbasis BlackBerry 10. Selain bekerjasama dengan Google, BlackBerry juga menjalin kemitraan dengan Samsung untuk membekali peranti lunak agar mengamankan perangkat Android seri Galaxy. BlackBerry juga membantu produsen pesawat Boeing membuat ponsel bernama Boeing Black yang diklaim super aman untuk kalangan pebisnis dan pemerintah.
  13. CEO BlackBerry Jhon Chen BlackBerry nyatanya masih belum beranjak dari kondisi tak mengenakkan. Ini bila dikaitkan dengan penjualan handset milik mereka. Dalam laporan terbaru, produsen asal Kanada itu hanya menjual sedikit ponsel pintar saja. Laporan keuangan terbaru memperinci BlackBerry hanya mampu menjual 1,1 juta ponsel dengan nilai rata-rata device adalah US$ 240 atau setara Rp 2,7 juta. Jumlah ini turun dibandingkan kuartal sebelumnya, yang berkutat pada angka 1,3 juta unit Pendapatan BlackBerry di kuartal terbaru ini berjumlah US$ 658 juta turun dari triwulan sebelumnya US$ 768 juta dan anjlok dibandingkan akhir tahun lalu yang mencapai US$ 976 juta. Kendati laporan keuangannya masih memerah, CEO BlackBerry Jhon Chen masih mengambil sisi positifnya. "Saya senang dengan kinerja kuat dari perangkat lunak dan teknologi bisnis kami. Ini adalah kunci untuk pertumbuhan BlackBerry di masa depan." "Keuangan kami mencerminkan peningkatan investasi untuk penjualan dan dukungan pelanggan untuk bisnis perangkat lunak kami. Selain itu, kami mengambil langkah-langkah untuk membuat bisnis handset menguntungkan. Kami percaya tindakan ini bijaksana dan diperlukan untuk mengembangkan bisnis dan kami percaya tonggak yang tersisa dalam rencana strategis kami dapat dicapai," Chen optimisis. Dalam rincian pendapatan untuk triwulan yang berakhir 30 Mei 2015 ini berasal dari sekitar 40 persen untuk hardware, 38 persen untuk layanan dan 21 persen untuk perangkat lunak dan lisensi teknologi. BlackBerry memiliki 2.600 pelanggan perusahaan di kuartal ini. Sekitar 45 persen dari lisensi yang terkait dengan transaksi ini adalah cross-platform.
  14. Kabar mengejutkan datang dari produsen ponsel pintar BlackBerry. Menurut gosip yang berhembus, perusahaan ini bergerak untuk membuat perangkat genggam selain menggunakan sistem operasi buatannya sendiri. Dan memang bisa ditebak, ponsel yang akan dibuat itu kasak-kusuknya akan memakai sistem operasi yang tengah naik daun, Android. Artinya, akan ada ponsel BlackBerry dengan OS murni buataan Google tersebut. Sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka belum berwenang untuk membahas masalah ini secara terbuka, mengatakan kepada Reuters bahwa langkah untuk menggunakan Android merupakan bagian dari strategi BlackBerry yang fokus pada perangkat lunak dan manajemen perangkat. Dengan langkah menggunakan sistem operasi Android, belum jelas benar apakah ini akan menjadi akhir dari sistem BlackBerry 10 yang gegap gempita diumumkan pada awal 2013 lalu. BlackBerry 10 sendiri bukan sesuatu yang asing bagi Android. Karena sistem operasi ini memberikan jalan bagi aplikasi Android untuk bisa diinstal dan berjalan di perangkat tersebut, langkah itu juga sebagai bentuk agar BlackBerry 10 makin diminati oleh pengguna. Di bawah kepemimpinan CEO Jhon Chen, BlackBerry terus melakukan pembenahan setelah pangsa pasar mereka mengalami penggerusan dan hanya mampu merengkus 1 persen dari total di seluruh dunia. Sementara itu, ketika hal tersebut dikonfirmasi ke pihak BlackBerry. Perusahaan berbasis di Ontario, Kanada ini, enggan memberikan jawaban pasti atas rumor yang berkembang tersebut. "Kami tidak mengomentari rumor dan spekulasi, tapi kami tetap berkomitmen untuk sistem operasi BlackBerry 10, yang menyediakan keamanan dan produktivitas manfaat yang tak tertandingi," kata perusahaan.
  15. c0d1ng

    BlackBerry Akuisisi WatchDox

    Produsen ponsel pintar BlackBerry mengumumkan telah mencapai perjanjian untuk mengakuisisi perusahaan peranti lunak keamanan siber WatchDox asal Amerika Serikat pada Selasa (21/4) untuk meningkatkan jaminan keamanan jaringan seluler. WatchDox memproduksi peranti lunak yang memberi solusi perlindungan ketika dokumen sedang diolah, disalin, dicetak, dan diteruskan untuk sinkronisasi atau pengiriman. Teknologi dari WatchDox akan dimanfaatkan pada platform keamanan BlackBerry. Para klien WatchDox kebanyakan berasal dari perusahaan ekuitas swasta hingga studio perfilman Hollywood. BlackBerry tak mengungkap nilai akuisisi terhadap WatchDox. Tetapi menurut laporan The Wall Street Journal mengutip sebuah sumber yang tak disebut namanya, BlackBerry mengeluarkan kocek sebesar US$ 70 juta atau setara Rp 901 miliar untuk WatchDox yang bersemayan di Palo Alto, California itu. Tim WatchDox terdiri dari 85 orang, beberapa di antaranya ditempatkan di pusat penelitian dan pengembangan di Petah Tikva, Israel. "Israel dikenal sebagai pasar sekuritas yang inovatif. Kami percaya tim WatchDox di sana sangat berkualitas," ujar pimpinan pengembangan bisnis korporasi BlackBerry, Jim Mackey, mengutip kantor berita Reuters. Mackey melanjutkan, "Kami yakin bisa menggunakan lokasi tersebut sebagai salah satu cara untuk menarik banyak talenta dan memperluas penawaran BlackBerry." Sebelumnya di tahun 2014, BlackBerry mengakuisisi perusahaan swasta Jerman, Secusmart, spesialis enkripsi data dan suara yang digunakan oleh pemerintah Jerman sendiri dan pelanggan lainnya. BlackBerry juga mengakuisisi Movirtu, perusahaan rintisan asal Inggris yang memproduksi peranti lunak canggih agar para pengguna ponsel pintar bisa memiliki dua nomor ponsel dalam perangkat yang sama hanya dengan satu kartu SIM. Pada kuartal empat 2014, BlackBerry membukukan pendapatan sebesar US$ 660 juta dengan laba US$ 28 juta atau setara Rp 363 miliar. Perjalanan BlackBerry masih terseok-seok dalam bisnis perangkat ponsel. Fakta pahit yang harus mereka terima adalah hanya menjual 1,3 juta unit di di kuartal empat 2014, jauh dibandingkan dengan iPhone yang sudah terjual 74 juta sampai Desember 2014 lalu.
  16. BlackBerry rencananya akan merilis tablet Android yang diklaim super aman. Namun ternyata, tablet itu bukan buatannya sendiri, tapi diracik oleh Samsung. Ya, tablet bernama SecuTablet itu sejatinya adalah Samsung Galaxy Tab 10.5 versi LTE S kapasitas 16 GB dengan berbagai peningkatan fitur dari segi keamanan. Tablet itu juga nantinya tidak akan bersaing dengan Samsung Galaxy Tab, karena secara spesifik BlackBerry membidik pasar yang membutuhkan keamanan tinggia, seperti pemerintahan, enterprise, atau perusahaan swasta lain yang membutuhkan keamanan. Selain Samsung, IBM juga ikut andil dalam pembuatan tablet super aman itu. SecuTablet akan memiliki peranti lunak keamanan IBM dan SecuSmart, serta kartu memori eksternal MicroSD khusus yang menggabungkan sejumlah cip kriptografi untuk melindungi data. Selain itu, ada pula teknologi keamanan data Knox milik Samsung. "Keamanan sudah mendarah daging di setiap bagian portofolio BlackBerry, yang mencakup solusi suara dan enkripsi data," kata Dr. Hans-Christoph Quelle, CEO Secusmart, seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/3). Menurut rencana, Secusmart akan menjual perangkat ini di Jerman, dan IBM di negara lain. Karena hasil modifikasi dan mengutamakan keamanan data, tablet Galaxy Tab S 10.5 ini dihargai tinggi sebesar US$ 2.380 termasuk kartu MicroSD yang telah terenkripsi serta aplikasi keamanan lain. Galaxy Tab S 10.5 sendiri dijual di pasaran dengan harga sekitar US$ 500.
  17. Perusahaan teknologi BlackBerry asal Kanada meluncurkan pembaruan sistem operasi pada Jumat (20/2) yang memungkinkan seluruh pengguna perangkat berbasis BlackBerry 10 mengunduh secara langsung aplikasi Android. Hal ini dimungkinkan setelah BlackBerry memberi pembaruan sistem operasi BlackBerry 10.3.1. Di sini BlackBerry menyediakan toko aplikasi Amazon Appstore berisi aplikasi Android yang sejatinya diperuntukan kepada pengguna perangkat tablet Kindle Fire dan Fire Phone dari Amazon. Meski demikian, toko aplikasi BlackBerry World masih tersedia yang bisa digunakan untuk mengunduh aplikasi atau game dari pengembang pihak ketiga untuk perangkat BlackBerry. Pada saat bersamaan, BlackBerry juga meluncurkan fitur baru BlackBerry Blend. Layanan berupa aplikasi ini bisa diunduh secara gratis untuk mengintegrasikan ponsel BlackBerry dengan aneka perangkat lain berbasis Android, iOS, Windows dan Mac. Dalam siaran pers yang diterima CNN Indonesia, BlackBerry mengatakan pembaruan kali ini juga memberi fitur asisten digital yang dapat digunakan dengan perintah suara untuk membantu pengguna mengelola email, kontak, kalender, dan aplikasi lain. Ia menjadi pesaing untuk layanan perintah suara macam Siri di iOS dan Google Now di Android.
  18. Ryan Seacrest, produser industri hiburan dan pembawa acara ajang pencarian bakat American Idol, kini merintis perusahaan pembuat aksesori ponsel Typo Keyboards. Kasus hukum BlackBerry dengan perusahaan Typo Keyboards milik pembawa acara American Idol, Ryan Seacrest, belum tuntas. Setelah menggugat produk Typo generasi pertama, kini BlackBerry menggugat produk Typo generasi 2 dengan nilai ganti rugi US$ 860 ribu atau sekitar Rp 11 miliar. BlackBerry mengatakan perusahaan Typo Keyboards kembali meniru desain eksklusif papan ketik (keyboard) fisik dan paten mereka pada produk Typo 2. "Typo 2 masih secara terang menyalin desain ikon keyboard BlackBerry yang telah diwujudkan dalam ponsel keluaran tahun 2007 yaitu BlackBerry 8800, lalu ke Q10, dan model Classic," tulis pihak BlackBerry dalam gugatannya. Typo Keyboards selama ini menyediakan aksesori pelindung ponsel iPhone yang disertai keyboard fisik di bagian bawah layar. Produk pertama mereka dirancang untuk iPhone 5 dan iPhone 5s pada 2014. BlackBerry menggugat produk ini di pengadilan distrik California, Amerika Serikat, pada Januari 2014 dan menjalani persidangan pada bulan Maret. Di tahun ini Typo Keyboards yang berbasis di Los Angeles, Califronia, meluncurkan produk keduanya yang dirancang untuk iPhone 6. Perusahaan ini didirikan Ryan Seacrest yang telah menggelontrorkan uang US$ 1 juta untuk Typo Keyboards, dan akan menambah investasinya menjadi US$ 5 juta.
  19. Perusahaan teknologi Samsung mengatakan mereka tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi BlackBerry, sekaligus menyangkal laporan Reuters pada Rabu (14/1) yang mengatakan bahwa Samsung menyiapkan US$ 7,5 miliar untuk akuisisi BlackBerry. Samsung mengatakan bahwa laporan Reuters tidak berdasar. Sebaliknya, Reuters mengatakan bahwa mereka telah berbicara dengan sumber yang dekat dengan rencana ini dan melihat dokumen penawaran Samsung terhadap BlackBerry. Pihak BlackBerry juga menyatakan bantahan kepada Reuters, bahwa mereka "Tidak terlibat dalam diskusi dengan Samsung." Jika benar terjadi diskusi tawar-menawar, para analis memperediksi Samsung mengincar paten teknologi yang dimiliki BlackBerry. Perusahaan asal Kanada tersebut dikenal memiliki teknologi paten terdepan untuk urusan keamanan di perangkat dan jaringan mobile. Mereka juga memiliki paten pesan instan BlackBerry Messenger yang sempat populer di masanya. BlackBerry mengantongin 44.000 paten teknologi senilai US$ 1,43 miliar pada Agustus tahun 2014. Para analis berpikir nilai portofolio paten bisa lebih dari angkat tersebut. Sebelumnya Reuters melaporkan, Samsung mengajukan harga US$ 13,35 sampai US$ 15,49 untuk setiap lembar saham BlackBerry. Para eksekutif kedua perusahaan juga disebut telah bertemu pekan lalu untuk membahas tawaran. Saham BlackBerry melonjak hampir 30 persen menyusul laporan Reuters lalu turun kembali sekitar 15 persen di hari itu. Kabar penjualan perusahaan BlackBerry bukan lah yang pertama kali tersiar. Sebelumnya, perusahaan Lenovo asal Tiongkok sempat dilaporkan berminat membeli BlackBerry. Kabar ini sontak menuai reaksi dari pemerintah dan otoritas keamanan siber Kanada yang khawatir dengan aksi mata-mata yang dilakukan Tiongkok.
  20. Sejak diluncurkan pada September 2014 lalu, produk BlackBerry Passport memang menjadi produk mewah. Ponsel pintar yang segmen pasarnya menargetkan para pebisnis itu kini telah tersedia dalam versi desain emas 24 karat. Rancangan mewah ini tidak berasal dari BlackBerry sendiri, melainkan hasil desain perusahaan berbasis Inggris, Goldgenie. Goldgenie melapisi bagian pinggiran BlackBerry Passport dengan tiga jenis pilihan warna, yaitu emas kuning, platinum, dan rose gold. Harga normal BlackBerry Passport saja sudah dibanderol Rp 9,6 juta. Ponsel berlapis emas ini akan diberi harga jauh lebih mahal tentunya. Dari situs resmi Goldgenie, terlampir ketiga harga ponsel pintar yang memiliki kamera beresolusi 13 MP itu. BlackBerry Passport lapis emas kuning dibanderol Rp 23,9 juta, lapisan rose gold diberi harga Rp 24,7 juta, dan harga untuk lapisan platinum sebesar Rp 25,5 juta. Sesuai namanya, BlackBerry Passport dirancang dari inspirasi bentuk dan ukuran paspor pada umumnya, dengan layar sentuh 4,5 inci aspek rasio 1:1. Meski ukurannya besar, namun produk ini mudah untuk dibawa atau disimpan dalam saku. Goldgenie sendiri adalah perusahaan yang spesialisasinya memodifikasi desain perangkat seperti ponsel pintar, konsol game, dan peralatan rumah tangga dengan lapisan emas, nikel, hingga kristal Swarovski. Goldgenie memoles berbagai perangkat pintar seperti Samsung, HTC, hingga Apple iPhone.
  21. purwa_weheb

    Era Internet Paksa BlackBerry Kerja Keras

    Sebagai perusahaan yang cukup peduli dengan keamanan internet, Blackberry mengatakan akan menggunakan keunggulannya untuk mengamankan data dalam berbagai perangkat. Hal ini diutarakan oleh Sandeep Chennakeshu, President of Blackberry Technology Solution. Tentu saja ini dilakukan untuk menghadapi era Internet of Things, di mana seluruh perangkat bahkan manusia akan terhubung dengan internet untuk saling berkomunikasi. "Kami memiliki kombinasi pengetahuan, proses, dan pengalaman yang kami gabung untuk memberi keamanan yang lengkap," ujar Chennakeshu. Dalam era Internet of Everything, perangkat atau peralatan yang biasa digunakan sehari-hari seperti mobil, rumah, dan peralatan lainnya akan memiliki sensor dan terhubung dengan internet. Sehingga peralatan ini dapat "berpikir" dan bertindak secara mandiri. Permasalahan yang muncul adalah jika sistem tersebut memiliki sisi keamanan yang rapuh. Maka ini akan menjadi sasaran empuk bagi para peretas yang berniat melakukan tindakan kriminal. Peretas bisa saja menipu bahkan merusak sistem keamanan pada seluruh perangkat. Dengan begitu tentu saja peretas akan dengan mudah mencuri berbagai informasi, data bahkan harta. Untuk itu Blackberry dalam beberapa waktu mendatang, Blackberry berencana untuk membuka pusat data dan teknologi untuk pelaku bisnis yang membutuhkan sistem keamanan yang kuat. Chennakeshu juga mengatakan bahwa dengan sistem keamanan yang canggih dari Blackberry, maka pengguna tidak perlu mengkhawatirkan keamanan data dari perangkat yang mereka miliki ketika menghadapi era Internet of Things.
  22. Tak lama setelah meluncurkan ponsel terbarunya, BlackBerry merilis laporan keuangan yang isinya tak terlalu baik. Performa hingga kuartal ketiga 2014 menyebutkan BlackBerry mengalami penurunan pendapatan menjadi US$ 793 juta dari US$ 1,19 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. CEO BlackBerry John Chen mengatakan, angka tersebut jelas tidak memuaskan bagi BlackBerry dan pihaknya bakal mengalihkan fokus untuk memperkuat pendapatan. "Ini angka yang bagi kami jelas tidak memuaskan," ujar Chen seperti dikutip dari Reuters. BlackBerry mengalami arus kas positif sebesar US$ 43 juta pada kuartal ketiga 2014 yang berakhir pada 29 November 2014, dibandingkan negatif US$ 36 pada kuartal kedua 2014. Perusahaan menargetkan arus kas impas pada Februari 2015. Sebuah analis saham, Zacks Investment Research memprediksi Blackberry akan terus kehilangan keuntungan dari profit awal yang mencapai US$ 1,19 miliar menjadi US$ 793 juta saja. Jika benar begini, bisa runyam masa depan BlackBerry. Namun melemahnya performa keuangan BlackBerry tidak menyurutkan rasa percaya diri Chen. Awal dipinang sebagai CEO ia separuh percaya bahwa perusahaan asal Kanada itu bisa bertahan, kemudian tingkat kepercayaan meningkat jadi 80 persen usai meluncurkan BlackBerry Passport. Kini, setelah meluncurkan BlackBerry Classic, Chen kembali memperlihatkan kepercayaan dirinya. Ia yakin, 99 persen perusahaannya akan bertahan meski keuntungan masih terlihat menurun. Selain itu BlackBerry juga merencanakan bakal merilis sebuah software baru pada Juli 2015 nanti. Peranti ini diyakini bisa mendongkrak popularitas BlackBerry dalam beberapa tahun ke depan.
  23. Ponsel BlackBerry diklaim mempunyai tingkat keamanan tinggi dan banyak dipilih oleh para pebisnis. Dan dalam beberapa waktu mendatang, fitur keamanan yang dipunyai oleh BlackBerry tersebut pun bisa dirasakan oleh para pengguna tablet dan smartphone Samsung Galaxy. Kedua perusahaan, Samsung dan BlackBerry, telah secara resmi mengungkapkan kerjasama terkait peningkatan fitur keamanan di perangkat Android Samsung Galaxy. Dengan adanya kerjasama ini, platform keamanan Samsung KNOX akan terintegrasi dengan layanan BlackBerry Enterprise Server 12 (BES12) milik BlackBerry. Integrasi BES12 pada Samsung KNOX ini pun bakal memberikan banyak keuntungan bagi para pengguna smartphone dan tablet Samsung. Selain ada peningkatan keamanan, user experience juga lebih ditingkatkan dan ada pemisahan secara total antara data personal dengan data terkait bisnis. Menurut rencana, program integrasi BES12 pada Samsung KNOX ini akan dimulai pada awal tahun 2015 mendatang. Dengan begitu, Samsung pun berharap kalau para pebisnis mulai melirik produk ponsel serta tablet miliknya.
  24. Perusahaan ponsel asal Kanada, BlackBerry Limited, meluncurkan produk terbarunya di Indonesia hari ini, 11 November 2014. BlackBerry memberi nama produk barunya ini BlackBerry Passport. Awalnya, ponsel pintar ini diprediksi akan menggunakan layar sentuh sepenuhnya. Tapi, BlackBerry ternyata mempertahankan bentuk keyboard fisik QWERTY ciri khasnya untuk produk ini. "Keyboard fisik masih menjadi daya tarik kuat untuk para pelanggan setia kami," kata Head of Enterprise Solution BlackBerry South East Asia and Acting Managing Director BlackBerry Indonesia, Sivadas Ramadas, kepada Tempo, Selasa, 11 November 2014. BlackBerry Passport berukuran sama dengan paspor karena dinilai mudah dibawa ke mana-mana dan nyaman digenggam. Menurut Siva, BlackBerry ingin mengakomodasi kebutuhan pengguna yang menginginkan ponsel pintar berlayar besar tapi tetap mudah dibawa ke mana pun. Adapun BlackBerry Passport punya layar sentuh berukuran 4,5 inci dengan kepadatan 453 piksel per inci, lebih tinggi dibanding iPhone 6 Plus. Di bawah layar terdapat keyboard fisik memanjang. Sistem operasi terbaru, Blackberry 10, membuat BlackBerry Passport tetap dapat menjalankan aplikasi Android. Ponsel ini dapat bertahan selama 25 jam dengan baterai tanam berkekuatan 3.450 mAh.
  25. Perusahaan ponsel asal Kanada, Blackberry, meluncurkan produk terbarunya, Blackberry Passport, di Indonesia, Selasa, 11 November 2014. Ponsel baru ini mengandalkan aplikasi Blackberry Hub dan Blackberry Blends yang memudahkan penggunanya untuk bekerja dan berkegiatan tanpa harus membuka tutup jendela layar atau pindah ke gadget lainnya. Blackberry Passport tetap menggunakan keyboard fisik Qwerty. Ponsel ini memiliki layar sentuh berukuran 4,5 inci dengan densitas 453 pixel per inci, lebih tinggi daripada iPhone 6 Plus. Sistem operasi terbaru, Blackberry 10 OS, membuat Blackberry tetap dapat menjalankan aplikasi android. Ponsel ini juga dapat bertahan selama 30 jam pemakaian dengan baterai berkekuatan 3.450 mAh. Passport dibekali oleh prosesor Snapdragon 800 quad-core 2,2 gigahertz dengan RAM 13 megapiksel. Adapun kamera utamanya beresolusi 13 megapiksel. Harga yang ditawarkan untuk ponsel ini adalah Rp9,59 juta. BlackBerry tidak memasang target muluk-muluk dalam menjual Passport. "Dari segi harga saja sudah beda, jadi tidak bisa dibandingkan dengan yang harga Rp2 jutaan, " kata Senior Product Manager BlackBerry Asia-Tenggara, Ardo Fadhola. Dalam memasarkannya, BlackBerry menggandeng operator seluler Indosat dan XL Axiata lewat program bundling. Produk dapat dibeli mulai 14 November. Adapun penjualan lewat distributor dilakukan mulai 16 November 2014.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi