Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bitcoin'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 13 results

  1. Setiap investasi pasti membutuhkan modal, berhubung kita akan bermain bitcoin maka silakan siapkan komoditas tersebut secukupnya. Bagaimana jika tidak punya? Anda bisa membelinya di situs trading Tokocrypto dengan Harga Bitcoin yang terbilang umum. Bila memang tidak punya uang, saya sarankan untuk mining gratis lewat telegram atau mengikuti program airdrop terlebih dahulu. Demi kelancaran rezeki kedepanya. Lalu berapa modal yang dibutuhkan untuk menggandakan bitcoin? Kalo tentang ini tidak bisa di tentukan.Tinggal lihat seberapa tebal kantong Anda, semakin besar modal semakin baik untuk membuka peluang. Menggandakan Bitcoin Dengan Staking Bila pemain bitcoin baru Andapasti akan bertanya apa itu staking? Staking merupakan proses penggandaan sebuah asset crytocurrency yang memiliki liquiditas POS (Prof Of Stake). Tidak semua asset digital produk blockhain memiliki fitur ini, jadi kita perlu penyedia jasa sebagai tangan ketiga untuk mewujudkan niat memperbanyak bitcoin. Namun, untungnya ada sebuah perusahaan besar yang sudah pasti kredibilitasnya dan menyediakan layanan ini. Westland storrage adalah jawaban buat Anda yang pengen menggandakan cryptocurrency. Coin Apa saja yang didukung disana? Ada beberapa altcoin terkenal yang di antaranya adalah : - Bitcoin (BTC) - Litecoin (LTC) - Bitcoin Cash (BCH) - Dash - Monero - Ethereum (ETH) - Ripple (XRP) - Dogecoin (Doge) - Z Cash - Ethereum Classic (ETC) - Memakai Dana Dari AdvCash Apakah westland storrage bisa dipercaya? Sejauh pengalaman saya pribadi, situs ini memang sangat bisa dipercaya dan telah banyak orang yang melakukan withdram di situs tersebut. Selain itu, saya ingin memberi tips atau cara untuk anda yang ingin tahu cara menggandakan bitcoin di westland storage. Menggandakan Bitcoin Dengan Mining Saya memiliki banyak sekali pengalaman mining cryptocurrency, dan salah satu website yang masih saya gunakan adalah cryptominingfarm. Walaupun bisa diandalkan, saya orangnya selalu ingin yang lebih baik jadi sering mencari hal baru sampai menemukan dua situs mining dengan fasilitas dan proses withdrawal yang cepat. Ethonline dan BTConline merupakan dua situs dengan satu pemilik yang memang terbukti legit untuk menambang bitcoin. Cara menggandakan bitcoin disana juga cukup mudah, Andahanya perlu mempastekan Bitcoin Address kemudian membuat pin lalu melakukan deposit untuk upgrade plan. Menggandakan Bitcoin Dengan Trading Proses membuat bitcoin menjadi dua lewat cara ini memang sedikit susah, khsusnya untuk para siswa baru eh... pemain baru. Sedikit saya ingin menggaris bawahi . Trading bitcoin itu tidak mudah dan beresiko besar. Fokus dan cara memperbanyak bitcoin dengan trading adalah analisis kemungkinan harga up dan down. Bila Anda bisa mengetahui kapan dan mana coin yang akan naik dan turun, Andabakalan cepat kaya memiliki bitcoin. Tips Untuk Bisnis Bitcoin Dengan Trading Simulasi yang mudah untuk diterapkan dimana kamu harus membeli beberapa satosi untuk di hold dalam waktu tertentu. Kemudian menjualnya dalam harga yang lebih mahal. Kelemahan awal ketika seseorang baru memulai bisnis bitcoin adalah keserakahan yang terus menerus, Hati-hati dengan hal ini karena ketika kamu memutuskan untuk menahan bitcoin dalam wallet terbaik. Bisa saja harga membalik turum seperti yang terjadi pada aksi sell-off dan susah untuk mengembalikan ke harga kamu membeli. Balik lagi, bisnis apapun bisa saja mendatangkan keuntungan apa lagi jual beli bitcoin dan Cryptocurrency yang harganya mencapai puluhan bahkan ratusan juta.
  2. Nilai Bitcoin pekan lalu sempat melemah setelah adanya laporan penyelidikan Departmen Kehakiman AS atas dugaan manipulasi harga. Tapi kabar ini tak mencemaskan sebagian pemilik bitcoin, yang bukan hanya menggunakan mata uang kripto ini sebagai investasi, tapi mulai digunakan sebagai alat pembayaran.
  3. The SEC just issued their ruling on the Winkelevoss bitcoin ETF, and it wasn’t good news for enthusiasts of the digital currency. Regulators rejected the proposed application, mainly because of the lack of regulation currently surrounding bitcoin. An approval would have meant that the public could invest in bitcoin simply by purchasing shares in the ETF, which would trade on a U.S-based stock exchange. The assumption was that an approved ETF would open the floodgates to both Wall Street and regular investors who want a stake in the digital currency but didn’t feel comfortable purchasing it on their own. This influx of new investors would then drive up the price of bitcoin. Instead, the price dropped about 22 percent, from about $1,295.00 to as low as $1,000 as soon as the news broke. It’s since stabilized to about $1,120.00, which is still a drop of about 14 percent. In its decision, the SEC explained that a Bitcoin ETF would not be consistent with current rules requiring securities exchanges to regulate and monitor the markets where underlying products are traded. Essentially, the underlying markets that currently exist for trading bitcoin aren’t regulated enough to responsibly support an ETF that would rely on those markets for liquidity. Tyler Winklevoss released a statement via email to Forbes: “We remain optimistic and committed to bringing COIN [the ETF’s proposed ticker] to market, and look forward to continuing to work with the SEC staff. We began this journey almost four years ago, and are determined to see it through. We agree with the SEC that regulation and oversight are important to the health of any marketplace and the safety of all investors.” While there are two more bitcoin ETF applications still in a review period, the outlook isn’t good. This is because it seems that the regulators didn’t take issue with the Winklevoss application, they were just concerned with the lack of regulation surrounding bitcoin in general . This lack of regulation is an issue that will stay around either until bitcoin markets mature enough to implement regulations consistent with existing markets that trade other commodities or derivatives, or until the Exchange Act’s laws are changed or altered to provide an exception for bitcoin.
  4. When it comes to understanding and writing about technology, one of the biggest challenges is dealing with all the insider-y terminology — particularly because it can feel so removed from everyday experience. Now Alphabet’s tech incubator Jigsaw is working with The Washington Post on a new way to offer these explanations. Called the Sideways Dictionary, the focus is on analogies rather than traditional definitions — for example, BitCoin is “like digital gold,” while a zero-dayvulnerability is “like medics discovering a new virus.” Of course, these analogies risk being too simplistic, but the explanation doesn’t stop there. On Sideways Dictionary, the analogy is the starting point to help readers wrap their heads around the concept, and it’s followed by a (slightly) longer explanation. In addition to looking up technical terms on the Sideways Dictionary website, you also can download a Google Chrome extension, and they’ll also be used on The Post website. By the way, both of the analogies mentioned above were contributed by writer Nick Asbury. You can contribute your own, and vote for the ones that are most helpful. “The more we can create a shared vocabulary around technology, the better we’ll be able to understand how it’s reshaping our world,” said Jigsaw head of marketing Alfred Malmros in a statement. “The innovation emerging from the technology industry is staggering, but too often we fall back on jargon to explain new concepts. Sideways wants to change that.” Last month, Jigsaw announced Perspective, a project aimed at identifying toxic comments.
  5. Bitcoin yang hadir dengan berbagai kelebihan serta kekurangannya tersebut, kini semakin banyak dicari banyak orang. Para pencari Bitcoin tersebutlah yang dijuluki sebagai Bitcoin miner. Tidak hanya yang sudah mengetahui seluk beluk dunia Bitcoin hingga yang baru mengetahuinya. Apakah yang dicari? Tentunya peluang mendapatkan pundi pundi rejeki dari internet. Sekarang saya asumsikan anda sudah membaca artikel sebelumnya dan sudah mengetahui secara umum apakah Bitcoin tersebut, dan sekarang kita akan membahas mengenai Bitcoin mining. Secara sederhana Bitcoin mining adalah kegiatan seseorang untuk mendapatkan Bitcoin dengan menggunakan perangkat komputer yang telah dilengkapi dengan berbagai fitur serta sistem yang dibutuhkan. Orang yang melakukan kegiatan tersebut disebut juga dengan para Bitcoin miner atau penambang bitcoin. Ok, sebelum lebih dalam membahas tentang Bitcoin mining perlu diperhatikan bahwa artikel ini tidak akan memberikan langkah-langkah atau cara mudah untuk mendapatkan Bitcoin, namun pure menjelaskan konsep dari Bitcoin mining itu sendiri. Dikarenakan pada dasarnya melakukan Bitcoin mining adalah hal yang tidak mudah. Bahkan untuk orang yang sudah cukup mengenalnya, kegiatan tersebut membutuhkan proses serta perangkat komputer online yang tidak sederhana. Jika anda sedang mencari tips mudah dan praktis cara mendapat Bitcoin secara langsung, anda bisa mencari banyak referensi di google dengan keyword “cara mendapatkan bitcoin gratis”. Namun jika anda ingin mengenal lebih dalam dan memahami seperti apakah bitcoin mining, tidak ada salahnya untuk membaca artikel ini. Konsep Bitcoin Mining Bitcoin mining adalah sebuah proses penghitungan matematik yang dilakukan pada jaringan Bitcoin. Seperti yang telah diketahui, Bitcoin berjalan dalam sebuah sistem online, dan tujuan dari penghitungan matematik tersebut adalah untuk melakukan verifikasi transaksi bitcoin yang ada di Internet. Dengan melakukan verifikasi tersebut, seorang bitcoin miner akan mendapatkan sebuah celah blok baru dalam jaringan Bitcoin yang berisi sejumlah Bitcoin baru dan bisa diambil. Di situlah seorang Bitcoin miner akan mendapatkan Bitcoin untuk dirinya. Semakin banyak proses verifikasi dan pemenuan blok baru, maka bitcoin yang dapat ditambang akan semakin banyak pula. Got it? Lalu bagaimana cara seseorang melakukan verifikasi dan menemukan blok baru dalam jaringan Bitcoin tersebut? sama seperti kita yang ingin membuka sebuah file word atau file mp3, Bitcoin mining juga bekerja dengan cara yang sama. Namun ketika kita sudah masuk jaringan bitcoin, proses yang akan dilakukan akan jauh lebih berat karena komputer diharuskan membuka data yang telah dilindungi dengan sistem keamanan yang ketat. Oleh karena itu dalam melakukan Bitcoin mining, mempunyai perangkat dengan spesifikasi tinggi merupakan sebuah kewajiban. Beragam Tahapan Bitcoin Mining Melihat sejarah perkembangan bitcoin mining, dulu kegiatan tersebut pertama kali dilakukan dengan mengandalkan salah satu perangkat hardware komputer yaitu CPU (Central Processing Unit). Dahulu berbekal sebuah komputer dengan CPU yang bagus, seseorang sudah bisa melakukan mining. Namun sekarang dengan sistem keaman bitcoin yang sudah ditingkatkan, sistem CPU mining sudah tidak bisa lagi diandalkan. Berkembang lagi, berikutnya para miner menggunakan GPU (Graphical Processing Unit). Hardware yang dikenal dengan istilah populer kartu grafis tersebut memang dapat diupayakan untuk melakukan bitcoin mining. Dengan kemampuan prosesnya yang lebih kuat nyatanya sistem GPU mining jauh lebih handal dari CPU mining. Dan menurut pengalaman para miner yang pernah menggunakan sistem ini, kartu grafis ATI Radeon HD 5870 sempat dinobatkan sebagai yang terbaik untuk melakukan bitcoin mining. Beberapa waktu terakhirnya perkembangan bitcoin mining semakin mutakhir hingga dikenal sebuah sistem yang dinamakan FPGA Mining (Field Programmable Gate Array). Secara mudahnya, ini merupakan gabungan perangkat komputer yang telah dilengkapi dengan tambahan Bitcoin mining rig. Bitcoin mining rig adalah sebuah perangkat hardware yang diciptakan sebagai pengganti fungsi CPU atau GPU yang mampu menjalankan proses pengolahan data mining bitcoin dengan lebih cepat dan maksimal. Dengan sistem gabungan tersebut, maka perangkat komputer hanya akan memiliki 1 tugas yaitu mining Bitcoin .. sama sekali tidak ada kegunaan yang lain. Namun kekurangan dari sistem FPGA Mining adalah tampilan perangkat yang digunakan akan sangat tidak teratur dan tidak enak dipandang mata karena penggunaan Bitcoin mining rig yang bersliweran dimana-mana. Oleh karena itu kini telah hadir teknologi perangkat penambang bitcoin yang lebih ringkas yang tetap mampu mengakomodasi keperluan mining bitcoin. Sistem tersebut adalah ASIC Mining. ASIC Mining atau Application Specific Integrated Circuit pada dasarnya menggunakan sebuah perangkat hardware yang sudah ditanami chip khusus yang memiliki fungsi untuk mining bitcoin. Dengan adanya teknologi ASIC Mining tersebut, tampilan perangkat para miner akan jauh lebih ringkas dan teratur. Namun tentunya tidak mudah untuk membuat sebuah perangkat ASIC Mining, sehingga tidak heran jika sebuah perangkat ASIC Mining bisa dihargai dengan nilai yang amat mahal. Salah satu hardware ASIC Mining yang cukup terkenal dan diklaim sebagai yang terbaik ternyata berasal dari Indonesia! Pembuatnya adalah seseorang bernama Tiyo Triyanto. Ia adalah pembuat hardware Red Fury yang merupakan hardware penambang Bitcoin yang sudah terbukti kehandalannya. Sebagai penutup berikut ini sebuah video interview dari Tiyo Triyanto tentang hardware bitcoin miner ciptaannya. Melakukan kegitaan Bitcoin mining memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Namun dengan semua teknologi yang sudah ada saat ini, perkembangan kegiatan Bitcoin mining bisa dilakukan dengan lebih mudah. Meskipun Bitcoin masih belum benar-benar diterima sepenuhnya di dunia internet, tidak ada salahnya bagi kita untuk mengetahuinya. Tertarik menjadi Bitcoin miner?
  6. Digital currency Bitcoin has seen its value top $1000 (£815) for the first time in three years after it ended as the best-performing currency of 2016. It traded as high as $1,029 on Tuesday, according to CoinDesk data. Analysts are attributing its jump to increased demand from China, which is where most Bitcoin trading takes place. Bitcoin relies on web-based transactions handled across thousands of computers and is an anonymous and quick way to move money globally. As a result, some speculate people in China are using it to circumnavigate strict government rules aimed at preventing money from leaving the country. China's currency, the renminbi, fell about 7% in value last year. Bitcoin rose 125% in value last year, which makes it the world's best-performing currency when compared with its central bank-issued peers. "The growing war on cash, and capital controls, is making bitcoin look like a viable, if high risk, alternative," said Paul Gordon, a board member of the UK Digital Currency Association. How Bitcoin works Bitcoin is often referred to as a new kind of currency. But it may be best to think of its units being virtual tokens rather than physical coins or notes. However, like all currencies its value is determined by how much people are willing to exchange it for. To process Bitcoin transactions, a procedure called "mining" must take place, which involves a computer solving a difficult mathematical problem with a 64-digit solution. For each problem solved, one block of Bitcoins is processed. In addition the miner is rewarded with new Bitcoins. Verifying bitcoin transactions takes a lot of computer power This provides an incentive for people to provide computer processing power to solve the problems. To compensate for the growing power of computer chips, the difficulty of the puzzles is adjusted to ensure a steady stream of new Bitcoins are produced each day. There are currently about 15 million Bitcoins in existence. To receive a Bitcoin, a user must have a Bitcoin address - a string of 27-34 letters and numbers - which acts as a kind of virtual post-box to and from which the Bitcoins are sent. Since there is no register of these addresses, people can use them to protect their anonymity when making a transaction. These addresses are in turn stored in Bitcoin wallets, which are used to manage savings. They operate like privately run bank accounts - with the proviso that if the data is lost, so are the Bitcoins owned. Historical volatility Bitcoin has been historically volatile since it was first launched in 2009, and many experts have questioned whether the crypto-currency will last. The last time Bitcoin was trading above $1000 was in late 2013. But later that year the currency experienced daily price swings of as much as 40% after the Tokyo-based Mt. Gox exchange was hacked and saw the currency plunge to under $400. However, experts expect Bitcoin to continue its bull run. "As asserted by analysts, 2017 is expected to be a banner year, one that could finally lead the price to pass its all-time high of $1,216.7 set in 2013," CoinDesk said. There are also more Bitcoins in circulation than ever before and it is estimated 12.5 are added to the system every ten minutes. It is estimated the crypto-currency's total worth is now above a record $16bn.
  7. Bitcoin’s price has been on a tear recently. After spending months in the $600 range, it shot from about $750 a month ago to $1,150 yesterday. But that changed overnight as the price dropped about 22%, according to the CoinDesk Bitcoin Price Index. It's rebounded slightly and is now trading at around $975 as of press time. Two main factors appear to be at play. “What happened overnight is the yuan strengthened,” says Chris Burniske, blockchain products lead at ARK Investment Management. China accounts for more than 95% of all trading in Bitcoin, so developments there have a large impact on the price. Another factor may be traders taking profits since $1,150 is in the range of bitcoin’s previous all-time highs. Burniske points out that the Chinese yuan had recently been devaluing, which tends to correlate with bitcoin strength, but that it rose 1% overnight. “As a result, one of the notable things I saw is that Chinese bitcoin exchanges fell from trading at a premium over U.S. exchanges to actually trading at a discount, so there was a drop in demand on the Chinese exchanges,” says Burniske. Chinese bitcoin exchanges typically show higher prices for bitcoin than exchanges in other locations because of increased demand there. “The fact that they’re at parity or at a discount shows the effect that the strengthening yuan has had on bitcoin markets,” he says. The reason developments with China’s currency are correlated with bitcoin has to do with the Chinese government’s attempt to limit the flow of money out of the country. In response, many Chinese citizens, to get money out of China, have been buying bitcoin with renminbi and then selling bitcoin on another exchange for U.S. dollars or euro. “Chinese capital controls are a big part of what creates demand for Bitcoin,” says Gil Luria. As devaluation of the yuan drives investors there to seek out other currencies, that creates demand for bitcoin, which could have driven the surge in price in recent weeks. “People have been expecting a continuation of yuan weakness, so what you’ll see with the bitcoin markets is a lot of times, bitcoin will experience a price increase prior to a significant yuan devaluation,” says Burniske. “So a lot of people may have been forecasting a significant yuan devaluation and what they got was actually the opposite. It’s really shaking off a lot of people who have been trying to short the yuan.” Luria says that the other main activity around bitcoin in China, “pure speculation — people in China buying bitcoin because they believe it will appreciate, causing it to appreciate same with oil, real estate, stocks,” could also have pushed down the price. “People that bought bitcoin at $500 a year ago, $600 six months ago, $800 two weeks ago are locking in their profits from that trade,” says Luria. Noting that the previous all-time high of around $1,150 back in 2013 is a psychological barrier, he says traders may have decided that price was the right time for them to lock in profits. This time around, however, bitcoin’s fundamentals are quite different. “The usage is many multiples higher than it was in 2013. There’s a lot more development activity, a lot more application, a lot more usage. The network is much healthier and more robust,” says Luria. Trading volume in late 2013 was less than 10 million bitcoin a month and has recently been about 170 million bitcoin a month, according to Bitcoinity.org. That also means that even this price fluctuation is less dramatic than it was in 2013. “When you look at 2013, the bitcoin price actually doubled within the period of a month. We haven’t had that happen with this recent ascent,” says Burniske. “We’re starting to see signs of increased volatility in these last couple days but it’s still nothing near what we saw around the November 2013 price spike.” Bitcoin’s notorious volatility has lessened to less than that of Twitter stock. Its volatility is now same as the USO oil futures ETF and comparable to that of a small cap stock.
  8. Kelebihan dari BitCoin sebagai alat pembayaran adalah sifatnya yang simple dan ringkas. BitCoin merupakan alat transaksi orang per orang dan hanya orang yang memegangnya yang bisa menggunakannya. Selain itu dalam menggunakannya pun, kita tidak perlu menyertakan informasi pribadinya seperti pada mata uang bank atau akun transaksi online lain. Hal ini tentunya memberikan keamanan informasi dari sang pemilik. Yang menjadi kerugian dari pemakaian BitCoin adalah karena bentuknya yang hanya berupa file, memungkinkan BitCoin menjadi rusak/ hilang/ terhapus jika terjadi sesuatu dengan perangkat tempat kita menyimpan BitCoin tersebut. Dan kelemahan terbesarnya adalah karena BitCoin merupakan sebuah alat transaksi yang hadir karena ada kemauan dan kepercayaan dari para penggunaya. Hal ini memungkinkan suatu saat BitCoin bisa benar-benar tidak bernilai karena sudah tidak ada yang mau menggunakan mata uang tersebut. Berikut sebuah video dalam bahasa inggris yang memaparkan dengan ringkas apa dan bagaimanakan BitCoin tersebut bekerja. Mata uang BitCoin memang merupakan hasil dari perkembangan dunia teknologi ecommerce yang tumbuh terlalu massif. Dan bagi Anda yang memang seorang pelaku ecommerce boleh saja mengikuti dan mengerti lebih dalam tentang perkembangan yang ada, namun yang terpenting adalah tetap mengutamakan keamanan transaksi anda. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan mata uang virtual unik yang satu ini.
  9. Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Dr Wright menyediakan bukti untuk mendukung klaimnya dengan menggunakaan pesan digital yang ditandatangani dan kunci kriptografi yang diketahui dimiliki oleh pencipta Bitcoin ini. "Ini adalah blok yang pernah digunakan untuk mengirim 10 Bitcoins ke Hal Finney pada Januari [2009] sebagai transaksi Bitcoin pertama," katanya saat mendemonstrasi buktinya tersebut. Bitcoin adalah mata uang kripto digital yang terdesentralisasi dan beroperasi menggunakan jaringan peer-to-peer. Tidak seperti mata uang lainnya, Bitcoin tidak memiliki otoritas pusat atau dukungan berbasis-pemerintah. Bitcoin pada dasarnya adalah sebuah kode yang diperdagangkan antara dua orang, dengan transaksi yang dikonfirmasi oleh pengguna lain pada jaringan peer-to-peer dan ditambahkan ke "blockchain" berkesinambungan – semacam buku umum dari semua transaksi Bitcoin. Buku itu diciptakan oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto, nama alias yang sekarang diklaim oleh Dr Wright. "Saya adalah bagian utama dari penciptaan Bitcoin itu, tapi ada orang lain membantu saya," katanya. Para peneliti percaya Nakamoto memiliki hingga 1 juta Bitcoins, yang bernilai sekitar $440.000.000, dan harga mata uang kripto bisa terjun bebas jika akun itu dicairkan. Dr Wright kepada Majalah The Economist mengatakan dia akan menukar Bitcoin-nya secara perlahan-lahan untuk menghindari tekanan harga. Dr Wright mengungkapkan identitasnya kepada tiga organisasi media: BBC, Economist dan GQ. Majalah The Economist mengatakan klaim dari Dr Wright tidak semuanya meyakinkan. "Kesimpulan kami adalah kalau Wright bisa jadi memang Nakamoto, tapi pertanyaan pentingnya masih tetap belum terjawab,” katanya. "Sungguh, pengakuan ini memang tidak mungkin tetap menyisakan keraguan mengenai siapa sebenarnya yang menciptakan Bitcoin,” Anggota terkemuka dari komunitas Bitcoin dan tim pengembangan inti juga menegaskan klaimnya. Dr Wright memang sejak lama sudah dicurigai sebagai sosok pencipta mata uang kripto – Bitcoin. Polisi Federal Australia sempat menggerebek rumah pengusaha berbasis teknologi ini di Sydney pada bulan Desember tahun lalu berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan oleh Kantor Pajak Australia (ATO). Perlakuan terhadap bitcoin untuk tujuan pajak di Australia telah menjadi subjek yang layak diperdebatkan. ATO memerintahkan pada Desember 2014 kalau mata uang kripto atau mata uang digital harus dianggap sebagai aset, ketimbang mata uang, untuk kepentingan meningkatkan modal pajak. Dr Wright mengatakan serangan itu telah menyebabkan semakin banyak saja wartawan dan pihak lain yang mengejar dia dan orang-orang yang mengetahui identitas dirinya, dan itu merugikan mereka. "Saya tidak suka menyakiti orang-orang yang saya sayangi," katanya kepada BBC. "Saya tidak melakukan ini karena ini merupakan sesuatu yang saya sukai, Ini bukan karena pilihan saya.” Dia menambahkan kalau dirinya tidak berencana untuk menjadi sosok panutan. Dr Wright mengatakan dalam Konferensi Investor Bitcoin tahun lalu kalau dirinya adalah mantan akademisi yang belakangan ini melakukan riset komersial yang tidak pernah didengar oleh siapapun. Dia mengatakan dia memiliki beberapa gelar Doktorat dan Master dibidang hukum dan statistik. Dr Wright saat ini mengepalai bisnis berbasis bitcoin, salah satu yang dia gadang-gadang pada Bulan Mei tahun lalu adalah usahanya yang kini menguasai komputer super tercepat di dunia. ATO dan kepolisian Australia belum bersedia mengomentari pengakuan Dr Wright ini.
  10. Mata uang virtual Bitcoin kembali naik ke permukaan setelah seorang warga Australia bernama Craig Steven Wright, diduga sebagai kreatornya. Berikut adalah beberapa hal menarik soal mata uang kontroversial ini. Apa itu Bitcoin? Bitcoin adalah jaringan pembayaran peer-to-peer yang bersifat terbuka (open source) dan juga merupakan mata uang digital yang diperkenalkan sekitar tahun 2009. Bitcoin dihasilkan server khusus yang berfungsi layaknya 'tambang'. Sistem akan secara berkala mengeluarkan angka-angka rumit yang akan diterjemahkan sebagai Bitcoin. Nah, angka-angka itu yang akan ditangkap oleh para miner melalui alat mereka. Semakin cepat alat yang dimiliki, maka kemungkinan mendapatkan Bitcoin semakin besar. Apa uniknya Bitcoin? Kendati hanya mata uang digital, namun bisa jadi alat pembayaran di dunia nyata. Bitcoin mampu menembus batas sekat negara. Banyak orang suka Bitcoin karena mampu jadi alat pembayaran tanpa kartu kredit, biaya administrasi dan tentu saja tanpa harus mematuhi regulasi di setiap negara--setidaknya sampai saat ini. Siapa Pencetusnya? Sekitar bulan Oktober tahun 2008, seseorang atau mungkin sekelompok orang dengan nama Satoshi Nakamoto menerbitkan sebuah makalah yang menguraikan sistem electronik cash peer-to-peer ini. Inti dari makalah itu, Satasohi Nakamoto ingin memberikan ide sebuah terobosan dalam menggunakan kode software untuk mengotentikasi dan melindungi transaksi tanpa menggunakan bank sentral di suatu negara. Siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto bikin penasaran banyak kalangan. Mungkinkah Craig Steven Wright benar benar dia? Bisa Digunakan di Dunia Nyata Sekitar bulan Mei 2010, atau tiga bulan setelah Bitcoin benar-benar diperkenalkan secara serius di dunia maya, seseorang mengaku telah membeli pizza dengan menggunakan Bitcoin.Salah satu anggota bernama Laszlo memposting sebuah gambar pizza ke forum Bitcoin. Dia mengklaim berhasil membeli pizza tersebut dengan membayar 10 ribu Bitcoin. Dalam transaksi Bitcoin, tidak menggunakan perantara, atau tanpa bank. Selain itu, tidak ada komisi atau biaya administrasi untuk tiap transaksi. Setiap pembeli juga tidak perlu memberikan nama asli. Menuai Kontroversi Bagaimanapun juga Bitcoin adalah mata uang virtual yang berkembang biak di dunia maya. Sehingga kekhawatiran rekening Bitcoin akan terkena hacking dan pencurian mungkin saja terjadi. Atau bisa jadi bitcoin digunakan untuk melakukan transaksi kriminal Dulu, sebuah website belanja online, Silk Road, ditutup pihak berwajib Amerika Serikat karena terbukti digunakan untuk perdagangan narkoba, senjata, software peretas website, bahkan jasa tukang pukul. Menurut FBI, melalui website ini, terjadi transaksi Bitcoin senilai USD 1,3 miliar dan pemilik website menerima USD 80 juta. Pernah Dijual Indomaret Bitcoin pernah dijual di Indonesia via iPaymu di gerai Indomaret. Cara pembelian via toko ritel ini sebelumnya bisa terlaksana atas kerjasama antara Bitcoin Indonesia dengan iPaymu.com. Sistem iPaymu terhubung dengan 10.000 gerai Indomaret di seluruh Indonesia. Sehingga pembelian Bitcoin bisa dilakukan melalui iPaymu yang sistemnya tersedia di Indomaret. "Tetapi sistem tersebut tidak kami lanjutkan per tanggal 4 September 2014 bersangkutan dengan keberatan dari pihak Indomaret," ujar CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan. Ya, penjualan bitcoin di Indomaret itu hanya terjadi dalam waktu singkat. Pelaku Bom di Indonesia Minta Tebusan Bitcoin Belum lama ini, ada peledakan bom di Mall Alam Sutera. Motif Leopard Wisnu Kumala, pelaku peledakan bom di Mal Alam Sutera, ternyata adalah pemerasan. Leopard mengancam pihak manajemen mal dan meminta bayaran sebanyak 100 Bitcoin. Setelah bom tersebut meledak, pelaku kemudian mengirim email pemerasan kepada manajemen mal yang berisi permintaan untuk mentransfer sejumlah dana lewat Bitcoin. Pihak mal pun memberinya 0,25 Bitcoin. Dari sanalah Leopard akhirnya tertangkap oleh pihak yang berwajib. Bank Indonesia Larang Bitcoin Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu sudah mengeluarkan pernyataan tentang Bitcoin. BI tegas menyatakan Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah. "Memperhatikan Undang-Undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta UU No. 23 Tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang No. 6 Tahun 2009, Bank Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia," ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs
  11. Kamu yang suka transaksi virtual dengan mata uang virtual seperti Bitcoin perlu berhati-hati. Ada celah pada blockchain yang bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan malware. Malware bisa dimasukkan dan menjadi host secara permanen. Celakanya kamu tidak bisa menghapus data itu. Eh, apa sih blockchain? Blockchain adalah database transaksi yang dimiliki oleh semua node/titik pada jaringan BitCoin, di mana data dapat disimpan, dirujuk atau di-host dalam transaksi yang dienkripsi dan catatan mengenainya. Nah kalau sudah kena malware, blockchain bisa menjadi tempat aman bagi hacker untuk menyimpan datanya, termasuk gambar-gambar pelecehan seksual anak. Blockchain juga memungkinkan skenario kejahatan di masa depan seperti penyebaran malware modular, perencanaan kembali distribusi serangan zero-day, serta penciptaan black market atau aktivitas ilegal yang berhubungan dengan private keys yang akan memungkinkan akses ke data ini. Penelitian ini diungkapkan pada acara Black Hat Asia 2015 di Singapura, beberapa minggu sebelum peresmian IGCI. Eh apa pula IGCI? Ini adalah singkatan dari INTERPOL Global Complex for Innovation yang bertujuan melakukan penelitian dan mengidentifikasi ancaman cyber terbaru. Lembaga ini akan memberikan 190 negara anggotanya, penelitian dan fasilitas pengembangan termutakhir untuk mengidentifikasi tindak serta pelaku kejahatan, pelatihan yang inovatif, dukungan operasional dan kemitraan. “Prinsip utama dari penelitian kami adalah untuk memperingatkan tentang adanya potensi ancaman di masa depan yang berasal dari sistem terdesentralisasi berbasis blockchains,” kata Vitaly Kamluk, Principal Security Researcher di Kaspersky Lab.
  12. Kedua kembar Winklevoss sudah berinvestasi jutaan dalam bitcoin. Dua saudara kembar Winklevoss, yang pernah berseteru dengan Mark Zuckerberg mengenai Facebook, sedang berusaha mendirikan bursa bitcoin yang diawasi oleh para regulator AS. Winklevoss bersaudara merencanakan agar bursa yang akan dinamai Gemini ini mulai melakukan perdagangan pada tahun ini, menurut New York Times. Cameron dan Tyler Winklevoss diketahui telah berinvestasi jutaan dalam mata uang virtual. Saat ini nilai bitcoin mendekati $200 (sekitar Rp2,5 juta), jauh di bawah nilai $1,200 (Rp14 juta), yang dicapainya pada bulan November 2013. Zuckerberg mencuri ide Pengembangan perangkat lunak yang menunjang bursa ini dilakukan di perusahaan perintis Bitcoin yang didirikan Winklevoss. Di samping itu, mereka juga tengah melobi para regulator keuangan New York funtuk memberikan dukungan pada ide ini dan telah mengajak bank-bank untuk menangani deposito dan pentransferan bitcoin. Usaha membangun bursa ini dimulai setelah badan pengawas jasa keuangan New York tahun lalu mendorong para wirausahawan mata uang virtual yang beroperasi di negara bagian itu untuk mengajukan izin agar diakui secara resmi. Tanda bitcoin terlihat di jendela di Toronto. Di sejumlah tempat bitcoin sudah diterima sebagai alat pembayaran resmi. Hal ini, kata badan pengawas tersebut, merupakan langkah pertama menuju adanya regulasi penuh mengenai bursa semcam itu. Kedua saudara kembar ini pernah memenangkan pembayaran sebesar $65juta dari Mark Zuckerberg setelah menuduh Zuckerberg mencuri ide mereka untuk membuat jaringan sosial berbasis di kampus.
  13. Regulator teknologi informasi dan komunikasi massa Rusia, Roskomnadzor, telah melakukan pemblokiran pada lima situs web Bitcoin. Hal ini dilakukan karena Bitcoin dianggap berbahaya dan dapat memengaruhi kondisi ekonomi di Rusia. Lima situs tersebut adalah Bitcoin.org situs utama Bitcoin yang dijalankan oleh Bitcoin Foundation, Bitcoin.it sebuah situs komunitas, BTCsec.com situs sekuritas Bitcoin, dan Coinspot.io. Roskomnadzor melakukan pemblokiran melalui rekomendasi kepada para penyedia jasa internet (ISP) yang kemudian memutuskan akses pada lima situs tersebut. Dalam sebuah blog, tim Coinspot.io mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu mengenai pemblokiran ini. Di Rusia, perijinan dan legalitas dari penggunaan Bitcoin belum mendapat kejelasan. Pada Februari 2014, pemerintah Rusia sempat menyatakan Bitcoin adalah mata uang yang ilegal untuk digunakan. Hal ini diputuskan berdasarkan potensi kriminal yang ditimbulkan oleh mata uang ini. Namun pada bulan September, Kementerian Keuangan melalui Aleksey Moiseev mengatakan bahwa pelarangan penggunaan mata uang ini akan ditunda hingga 2015. Karena mereka melihat semakin banyak yang memakai Bitcoin dan rancangan peraturan yang melarang penggunaan Bitcoin harus direvisi. Beberapa pihak menilai pemblokiran situs ini merupakan langkah awal bagi Rusia untuk benar-benar mengharamkan penggunaan Bitcoin di sana. Di Indonesia sendiri Bitcoin mendapat sambutan yang cukup baik. Namun, pada September tahun lalu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas meminta masyarakat untuk berhati-hati menyikapi peredaran Bitcoin. Ia menilai barang tersebut bukanlah alat transaksi yang sah, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran. "Risiko untuk membeli dan menyimpan mata uang ini sangat tinggi karena nilainya naik-turun dengna cepat," kata dia. Bitcoin adalah mata uang virtual yang diciptakan pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto, yang hingga kini tidak diketahui identitas dan keberadaannya. Bitcoin berkembang karena semakin banyak peretail dan toko online yang mendukung pembayaran dengan Bitcoin. Penggunaan Bitcoin di Indonesia mulai marak dalam dua tahun terakhir. Melalui situs resmi Bitcoin.co.id, perubahan harga terlihat cukup cepat dalam interval tiga jam.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy