Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bersejarah'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 1 result

  1. Sosok R.A. Kartini menginspirasi banyak orang hingga pada zaman sekarang. Tokoh-tokoh perempuan yang memilih jalan menebarkan kebaikan untuk lingkungan sekitar. Mereka tak butuh uang atau pujian atas apa yang mereka lakukan. Melainkan hanya ingin ikut memperbaiki kondisi masyarakat dengan kemampuan yang dipunyai. Sosok-sosok semacam inilah yang dibutuhkan oleh negeri ini kedepan. Di Kota Malang, sosok perempuan masa kini yang inspiratif cukup banyak. Salah satunya adalah Sindy Ridho Asta Sumartono. Ia mendirikan komunitas A Day to Walk. Komunitas ini bukanlah sekadar komunitas jalan-jalan saja. Namun, lebih dari itu, komunitas ini berusaha melestarikan bangunan-bangunan bersejarah di Kota Malang. Dan Sindy berperan sebagai penggerak sekaligus "tour guide". Hampir setiap minggu, ia mengajak 30 orang berjalan, mengenalkan gedung-gedung bersejarah, dan berkampanye cinta sejarah. Awalnya, Sindy memang suka jalan kaki. Ia juga geram dengan banyaknya gedung bersejarah di Malang yang ditinggalkan begitu saja, dan banyaknya gedung-gedung baru dibangun. Ia pun bersama kawan-kawannya membentuk komunitas. Jadilah A Day to Walk. Sindy saat memandu peserta di gedung bersejarah Komunitas ini dibentuk karena menurut dia, Malang adalah kota yang memiliki banyak potensi wisata, namun kota ini sendiri kekurangan daya tarik terhadap wisata dalam kotanya sendiri. Jika dilihat sekarang, Malang justru banyak dipenuhi kafe-kafe yang bermunculan. Malang hanya dijadikan sebagai tempat transit, para wisatawan lebih memilih ke Batu atau Malang Selatan untuk berwisata. “Malang itu punya banyak peninggalan sejarah dari zaman kolonial, berupa tata kota yang sangat bagus. Beberapa bangunan kuno bersejarah yang akan sia-sia jika tidak di eksplore. Jadi dari situlah saya membentuk komunitas ini. Jalan-jalan sambil belajar sejarah kota Malang,” ujarnya. Setiap hari Minggu, pendaftaran bagi yang berminat ikut jalan dibuka. Pesertanya kebanyakan adalah mahasiswa arsitektur, mahasiswa sejarah, dan anak-anak muda yang senang sejarah. Setelah siap, mereka jalan-jalan keliling ke gedung-gedung bersejarah dan membahas gedung-gedung atau bangunan tua tersebut. "Sebenernya bebas siapa saja boleh ikut dan gratis," katanya. Tujuan jalan-jalan memang setiap minggunya beda. Karena tidak mungkin dalam sekali waktu bisa menghabiskan tempat-tempat bersejarah di Kota Malang. Misalnya saat menyambut Malang Film Festival, komunitas ini jalan-jalan keliling bioskop-bioskop tua di Kota Malang, seperti gedung bioskop Kelud di jalan Trunojoyo dan gedung bioskop Merdeka yang ada di Jalan Basuki Rahmat. Bersama komunitasnya, Sindy berharap berharap generasi muda bisa lebih menghargai sejarah kotanya, sebelum semua aset sejarah yang ada digusur dan diganti oleh bangunan baru yang lebih kekinian, “Kota Malang dulu tata kotanya sangat bagus, dan salah satu kawasan di Malang yaitu Ijen termasuk kawasan terindah di zaman Hindia Belanda, jadi sayang kalau kita melupakan sejarah begitu saja,” ungkapnya. Sindy ternyata sosok yang inspiratif tak hanya di bidang pelestarian sejarah. Ternyata ia juga aktif di komunitas stand up komedi bernama komunitas Standup Indo Malang. Talenta menulisnya juga diasah, dan sekarang gadis berhijab ini sedang menyelesaikan novel keduanya, setelah sebelumnya dia sudah menulis novel yang berjudul Patah. Bagaimana, apakah kalian para generasi muda masih ingin bermalas-malasan dan hanya melihat perubahan dunia tanpa ikut berperan serta? Yuk mari kita ikuti jejak para penerus Kartini.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy