Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'berjalan'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Berjalan dengan kecepatan lambat bisa menjadi indikasi awal penyakit alzheimer. Di masa depan, kecepatan berjalan akan digunakan bersama dengan tes memori dan kriteria diagnostik lain untuk menilai risiko seseorang terkena demensia, kata para ilmuwan seperti dilaporkan oleh Independent. Sebuah studi menemukan hubungan antara kecepatan berjalan khas orang tua dan jumlah protein yang dibangun di otak dengan tanda-tanda awal demensia. Para ilmuwan mengatakan, kecepatan berjalan yang lambat pada orang-orang alzheimer mungkin berhubungan dengan perubahan dalam otak yang terjadi sebelum tim
  2. Seorang pakar matematikan ingin mengajarkan robot humanoid untuk bisa berjalan seperti manusia. Bukan tugas yang mudah. Di Universitas Heidelberg, ahli matematika Katja Mombaur memimpin proyek penelitian Eropa yang juga melibatkan ilmuwan dari beberapa negara lain. Tujuannya: Robot otonom yang mampu berjalan stabil di atas permukaan yang bervariasi. Jadi robot nantinya bisa membantu, saat terjadi bencana misalnya. Mombaur mengingatkan pada kecelakaan reaktor nuklir di Fukushima: "Kalau saja ada orang yang boleh masuk ke dalam reaktor, musibah bisa terhindarkan. Tapi ini terlalu berbahaya. Panc
×
×
  • Create New...