Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'berenang'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Para ibu hamil yang secara teratur berenang ternyata dapat meningkatkan resiko berkembangnya alergi pada anak yang akan mereka lahirkan nanti. Para ilmuwan meyakini bahwa adanya bahan kimia seperti klorin dari kolam renang dan senyawa lain yang bisa ditemukan dalam produk pembersih dapat menjadi sebab mengapa pewarisan alergi meningkat 5 kali lipat dalam kurun waktu 50 tahun terakhir ini. Paparan bahan kimia ini dapat mengubah sistem kekebalan janin dan menjadikan mereka lebih peka terhadap penyakit seperti eksim, asma, dan alergi serbuk sari. Peringatan ini dapat dari sebuah laporan British Journal of Dermatology. Satu teori yang dikenal dengan 'hipotesis kebersihan' menyatakan bahwa gaya hidup yang kelewat bersih telah menghasilkan generasi anak-anak dengan sistem imunitas yang tidak mengenal banyak kuman. Akibatnya, ketika mereka terkena iritasi baru, tubuh mereka cenderung bereaksi terhadap alergi. Dr. John McFadden, konsultan dermatologis di Institut St. John, mengatakan mereka masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. "Kami masih belum membuktikan apapun, kami tidak mengatakan ini adalah penyebabnya, ini adalah sebuah hipotesis, tetapi kami tahu bahwa kita menggunakan lebih banyak bahan kimia dibandingkan 50 tahun yang lalu, baik yang terdapat dalam produk perawatan tubuh, maupun makanan olahan." ujarnya. Dari penemuan ini, para ibu hamil masih didorong untuk terus berolahraga selama masa kehamilan. Olahraga renang juga tetap direkomendasikan oleh NHS (National Health Service) karena air diketahui membantu menyokong bobot tambahan mereka. Namun, yang perlu ditekankan adalah penggunaan bahan kimia yang tidak berlebihan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, Elizabeth Salter Green, direktur dari CHEM Trust, organisasi yang mengampanyekan perlawanan terhadap penggunaan bahan kimia buatan manusia secara berlebihan, mengatakan "Hal yang sudah kita ketahui adalah bahwa janin yang sedang berkembang di dalam rahim sangat rentan terhadap paparan bahan kimia."
  2. Berenang selain menyenangkan ternyata juga mempunyai banyak manfaat. Olahraga ini sangat dianjurkan bagi ibu-ibu hamil karena mempunyai banyak manfaat. Diantaranya adalah dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengurangi beban tubuh, meringankan rasa mual serta dapat memperkuat otot-otot rahim serta sendi-sendi panggul. Sehingga harapannya proses melahirkan bisa menjadi lebih mudah dan aman. Berenang bisa dilakukan oleh para ibu hamil sejak trimester pertama hingga ketiga. Namun, ketika mendekati waktu persalinan harus lebih hati-hati. Hal ini terkait kandungannya yang semakin besar. Nah, berikut tips aman berenang bagi ibu hamil : Gunakan pakaian renang yang aman dan nyaman Pakaian renang yang digunakan sebaiknya tidak terlalu sempit atau menekan perut. Hati-hati ketika masuk ke dalam kolam renang Berenanglah dengan perlahan dan santai. Sebisa mungkin jangan sampai ada benturan pada bagian perut, sehingga rahim tidak terguncang. Ketika masuk ke dalam kolam renang, jangan melompat. Sebaiknya gunakan tangga yang ada di tepi kolam renang. Jangan berenang terlalu lama Bagi ibu hamil yang sudah terbiasa berenang, sebaiknya jangan berenang lebih dari 30 menit. Karena terlalu lama berenang justru bisa meningkatkan suhu dalam kandungan dan bisa membahayakan janin. Dan bagi ibu hamil yang jarang berenang, bisa berenang antara 5 hingga 10 menit, lalu secara bertahap bisa ditambah 1-2 menit setiap minggu. Waktu yang dianjurkan untuk berenang adalah 3 kali dalam seminggu. Bagi yang tidak bisa berenang, bisa berjalan di kolam yang dangkal. Jangan gunakan gaya kupu-kupu dan gaya punggung Gaya kupu-kupu memiliki banyak gerakan pada bagian pinggang. Sehingga dikhawatirkan dapat meningkatkan resiko benturan pada janin. Sedangkan pada gaya punggung, dikhawatirkan dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah yang ada di bagian belakang rahim. Gunakanlah gaya bebas atau gaya dada Gaya bebas dan gaya dada adalah gaya berenang yang dianjurkan bagi ibu hamil. Hal ini karena kedua gaya tersebut memiliki gerakan yang tenang, perlahan dan tak ada benturan. Berenanglah di pagi atau sore hari Waktu terbaik untuk berenang bagi ibu hamil adalah saat pagi hari (sebelum pukul 10.00 pagi) atau sore hari (sesudah pukul 15.00). Hal ini bertujuan untuk menghindari paparan sinar ultraviolet dan udara panas yang tidak baik bagi janin.
  3. Jangan salahkan pasta gigi kalau gigi ente masih saja kuning walaupun ente gak pernah absen menggosok gigi secara rutin. Adalah 10 hal berikut yang menyebabkan gigi ente kuning: 1. Teh Herbal Menjaga kelangsingan tubuh serta kesehatan dengan teh herbal jadi kebiasaan yang umum akhir-akhir ini. Tubuh terasa lebih bugar, dan lebih langsing. Namun, ternyata teh herbal ini membawa efek samping yang buruk bagi gigi. Mereka yang rutin mengonsumsi teh herbal cenderung memiliki gigi kuning. Menanggapi hal ini, para peneliti Jepang, seperti dilansir Dailymail, menyarankan agar para konsumen teh herbal lebih memilih teh hijau. Kandungan katekin di dalam teh hijau dipercaya dapat menekan bakteri pemroduksi asam di gigi, sehingga gigi kuning lebih mudah dicegah. 2. Obat Mata Mungkin ente bingung, apa hubungan obat tetes mata dengan kuningnya gigi. Namun, obat tetes mata ini memang jadi salah satu penyebab gigi jadi kuning. Kandungan kimia dalam obat tetes mata menekan produksi saliva. Di mana saliva akan menetralisir asam di dalam mulut. Karena jumlah saliva ini berkurang, secara otomatis asam di dalam mulut akan meningkat. Di sini bakteri akan berkembang biak lebih pesat, sehingga gigi jadi kuning. 3. Berenang Hasil studi yang dilakukan terhadap 500 orang perenang menyebutkan bahwa 66% dari perenang mengalami kerusakan pada gigi serta gigi kuning. Hal ini disebabkan karena kandungan klorin yang tinggi di dalam air kolam. Klorin tersebut mempengaruhi pH air yang menyebabkan kandungan asamnya lebih tinggi. Untuk itu, jangan lupa menyikat gigi setelah berenang. 4. Pemutih gigi Bagaimana bisa pemutih gigi malah membuat gigi jadi kuning? Well, ternyata cara kerja pemutih gigi ini gak sesederhana yang kita pikirkan. Kebanyakan, pemutih gigi bekerja dengan mengerosi gigi. Dan seringkali, pemutih gigi yang dikenakan di rumah, gak bekerja secara maksimal. Bukannya memutihkan, mereka malah mengikis gigi, membuatnya rapuh dan kuning. 5. White Wine ente mungkin berpikir bahwa anggur merah justru buruk untuk gigi, karena warna merahnya. Namun ternyata anggur putih justru memberikan efek lebih buruk bagi gigi. “Anggur putih lebih cepat mengikis gigi,” ungkap Dr Paul Ashley, direktur institusi kesehatan gigi, di University College Hospitals. 6. Menyikat gigi setelah makan yang manis Saking takutnya ada bakteri yang tinggal di gigi, jadi ente akan buru-buru menyikat gigi setelah makan yang manis-manis. Benarkah hal ini? Ternyata justru hal ini salah. Setelah proses pengunyahan, jadi mulut cenderung bersifat asam. Saat ini akhirnya gigi menetralisir keadaan mulut dengan mengeluarkan enamel untuk melindungi gigi. Jika ente terburu-buru menyikat gigi, jadi enamel ini akan terbuang sia-sia dan bakteri justru bebas berkembang. Untuk itu sangat disarankan menyikat gigi setidaknya 1 jam setelah makan yang manis-manis. 7. Diabetes Gak bisa dipungkiri bahwa penyakit yang satu ini memang menyumbangkan efek gigi kuning, rapuh bahkan keropos. Sayangnya, banyak penderita diabetes gak menyadari bahwa penyakitnya ini juga mempengaruhi keadaan giginya. 8. Rokok Selain penyakit diabetes, rokok juga membuat gigi jadi kuning. Kandungan nikotin di dalam rokok menyebabkan ruang mulut jadi asam, nikotin-nikotin terikat pada elemen gigi dan tinggal pada dinding-dinding gigi. Gak heran kalau mereka yang merokok hampir sulit untuk punya gigi putih bersih. 9. Minuman berenergi Karena dibuat untuk menggantikan energi dan garam yang hilang saat berolahraga, jadi minuman berenergi dilengkapi dengan gula dan asam. Berdasarkan studi yang dilakukan University of Birmingham, ditemukan bahwa minuman berenergi bersifat korosif ketimbang air mineral. Zat kimia yang terkandung dalam minuman berenergi cenderung merusak dan mengikis gigi. 10. Membuka kemasan dengan gigi Saking kuatnya gigi dan gak ada gunting di sekitar ente, jadi ente memutuskan membuka kemasan dengan gigi ente. STOP kebiasaan ini! Tanpa ente sadari, kebiasaan ini akan membuat gigi lebih mudah rapuh dan lemah. Ketika gigi rapuh, secara otomatis warnanya gak akan sehat dan cenderung menguning.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy