Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bensin'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Calendars

  • Calendar

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Abdul Afif Almuflih dan Khoir Eko Pambudi, mahasiswa Kimia, dan Endri Geofani dan Fakultas Pertanian, mendemonstrasikan cara memproduksi bensin dari minyak jelantah. Minyak jelantah, katalis dari tanah liat dan bensin yang dihasilkan. Indonesia adalah produsen sekaligus konsumen minyak goreng yang cukup tinggi. Sebagai konsekuensinya, Indonesia juga memiliki masalah dengan tingginya volume minyak goreng bekas. Namun, tidak lama lagi, minyak bekas yang biasanya dibuang itu akan memiliki nilai ekonomis tinggi. Setiap tahun, konsumsi minyak goreng di Indonesia mencapai lebih dari tiga juta ton. Data Asosiasi Pedagang Kreatif Lapangan Indonesia (APKLI), yang antara lain membawahi ribuan pedagang “gorengan” atau camilan goreng di tanah air menyebutkan, setiap pedagang dalam seharinya menggunakan antara 3-5 liter minyak goreng. Setelah digunakan, biasanya minyak goreng bekas atau yang biasa disebut jelantah, akan dibuang. Sebagian masyarakat mengolahnya kembali menjadi biodiesel untuk keperluan bahan bakar hingga sabun cuci. Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada melangkah lebih maju lagi, dengan mengolah minyak jelantah menjadi biogasolin atau bensin. Mereka adalah Abdul Afif Almuflih dan Khoir Eko Pambudi, mahasiswa Kimia, dan Endri Geofani dan Fakultas Pertanian. Di laboratorium kampus setempat, ketiganya mendemonstrasikan bagaimana cara memproduksi bensin dari minyak jelantah. Menurut Khoir Eko Pambudi, minyak jelantah dipilih untuk mendorong masyarakat tidak memakai minyak goreng berulangkali yang berdampak buruk pada kesehatan. Di samping itu, minyak jelantah juga tersedia melimpah, terutama di kalangan pedagang gorengan, camilan yang sangat populer di Indonesia. Eko Pambudi menambahkan, kunci proses perubahan ini adalah katalisnya, yang mereka buat dari tanah liat, yang diaktifkan dengan logam kadium. Tanah liat dipilih karena merupakan material yang bisa ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia dan murah. “Kita memakai katalis yang berasal dari alam, dan itu tinggal menggali tanah saja sudah bisa mendapatkannya. Kita menggunakan limbah juga, dan tidak memiliki nilai ekonomis yang tinggi yaitu minyak jelantah. Dan katalisnya juga kita desain untuk bisa digunakan berulangkali, karena dalam prakteknya saat ini di kebanyakan industri, katalis hanya bisa dipakai sekali,” kata Khoir Eko Pambudi. Anggota tim peneliti yang lain, Abdul Afif Almuflih mengatakan, proses produksi bensin dimulai dengan memanaskan minyak jelantah. Uap hasil pemanasan akan mengalir melalui pipa yang sudah diisi katalis tadi, dan menetes di bak penampung sebagai bahan bakar baru. Dalam penelitian yang sudah dilakukan sejak tahun lalu itu, dari satu liter minyak jelantah, akan dihasilkan 420 ml bensin dan 290 ml diesel atau solar. Karena penelitian ini telah mampu memproduksi bensin berbahan dasar minyak jelantah, Afif meyakini penggunaan minyak goreng baru akan lebih efisien dalam proses produksi biogasolin ini. Karena itu, Indonesia sebagai penghasil minyak sawit terbesar kedua di dunia, berkesempatan untuk memproduksi bensin berbahan baku minyak sawit dalam skala industri. Meskipun mengaku belum menghitung biaya produksi secara rinci, harga bensin berbahan minyak goreng bekas ini diyakini tidak lebih mahal dari bensin yang sudah ada. “Penelitian ini kami harapkan menjadi langkah awal, yang nantinya minyak kelapa sawit murni itu dapat dijadikan bahan baku dan diproduksi secara massal untuk bahan bakar minyak (BBM). Apalagi Indonesia memiliki potensi kelapa sawit yang sangat berlimpah khususnya di wilayah barat,” jelas Abdul Afif Almuflih. Penelitian ini setidaknya telah memenangkan empat penghargaan dunia. Keempatnya adalah medali emas dari World Invention Intellectual Property Association (WIIPA) , medali emas dari Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), perunggu dari Malaysian Technology Expo (MTE) 2016, dan penghargaan khusus dari Toronto International Society of Innovation & Advanced Skills (TISIAS) Kanada. (www.voaindonesia.com)
  2. Di setiap stasiun pengisian bahan bakar, selalu tertera peringatan dimana setiap pelanggan dilarang menghidupkan mesin saat sedang mengisi BBM. Peringatan serius itu tentu bukan sekedar saran atau harapan yang bisa diabaikan begitu saja. Karena jika sampai kecolongan sedikit saja tentu hasilnya akan fatal. Salah satu contoh berbahaya itu ditunjujkkan oleh sebuah video yang diunggah dalam akun youtube berikut. Seolah tidak ada apa-apa, si pemilik mobil membiarkan nozzle terbuka dan menggelontorkan BBM ke tangki tanpa pengamatannya. Padahal, saat itu mesin sedang menyala. Beberapa saat kemudian, muncul api yang segera melahap luapan melimpah bahan bakar yang masuk ke tangki. Pemilik mobil yang panik beserta anak dan istrinya di dalam mobil pun langsung melarikan diri. Untungnya, petugas SPBU bergerak sigap dan memadamkan api dengan segera, meski sempat terlihat salah satu dari mereka melakukan tindakan darurat yang keliru dengan mengucurkan air ke titik api.
  3. Saat ini banyak pedagang eceran bensin premium menjual dagangannya tidak lagi menggunakan botol. Mereka menggunakan alat yang diberi nama Pertamini. Apakah takarannya sesuai? Bagaimana cara kerjanya? Pertamini selain memakai pompa atau literan manual juga dengan gelas takaran berkapasitas lima liter. Selain itu juga dilengkapi batas tera pada setiap satu liternya. Tangki cadanga memakai drum berkapasitas 200 liter yang ditanam di bawah bangunan khusus berdinding beton. Bensin yang dibeli dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dimasukkan ke dalam drum sebelum dijual kepada konsumen. Nyoman Suardana, salah seorang pedagang bensin eceran di pinggir jalan Cokroaminoto, Denpasar, Senin mengaku lebih untung menjual bensin mengunakan alat pertamini tersebut. Ia mengatakan, pertamini sebuah alat sederhana yang dirancang hampir menyerupai pertamina, hanya saja ukurannya kecil sehingga konsumen tertarik untuk membeli bensin, ketimbang menjualnya secara manual. "Menjual bensin dengan alat pertamini lebih praktis dibandingkan manual yang menggunakan botol," ujar Nyoman Suardana, Senin (27/4). Nyoman Suardana mengaku menjual bensin seharga Rp8000 per liter sedikit lebih mahal dibandingkan di Pertamina Rp7.400/liter. "Ketika menjual bensin mengunakan pertamini konsumen lebih banyak yang membeli dibandingkan ketika menjual bensin mengunakan botolan," ujar Nyoman Suardana. Dengan peralatan sederhana itu mampu meningkatkan pendapatan dari sebelumnya rata-rata Rp200.000 kini menjadi Rp250.000 per harinya.
  4. Harga minyak mentah dunia terus mengalami penurunan, bahkan menyentuh rekor terendah selama lima tahun terakhir pada US$57 per barel. Harga tersebut adalah harga minyak Brent yang menjadi patokan harga minyak dunia. Sejumlah analis mengatakan penurunan minyak seharusnya membantu menurunkan harga energi di kalangan konsumen, misalnya listrik dan bahan bakar. Efek turunan lainnya adalah kemungkinan menurunkan harga bahan-bahan pokok karena ongkos transportasi seyogyanya juga ikut berkurang.
  5. Karl Friedrich Benz adalah sarjana dari Jerman yang dikenal sebagai penemu dari mobil dengan bahan bakar bensin (gazoline). Walaupun pada saat yang bersamaan Gottlieb Daimler yang berpasangan dengan Wilhelm Maybach juga bekerja meneliti mesin dengan bahan bakar bensin juga, Benz terlebih dahulu menyelesaikan penemuan itu dan mempatenkan penemuan tersebut pada tahun 1879. Tahun 1885, Karl Benz membangun Motorwagen, mobil pertama yang dijual secara komersil. Mobil tersebut adalah mobil dengan mesin empat langkah dengan bahan bakar bensin hasil rancangannya. Benz juga merupakan penemu dari komponen mobil seperti pengapian mobil, busi, sistem transmisi mobil, radiator air dan karburator. Karl Benz lahir dengan nama Karl Friedrich Michael Vaillant, di Karlsruhe Jerman. Saat Benz berusia 2 tahun, ayahnya (Johann George Benz) meninggal karena kecelakaan dan untuk itu nama Karl Friedrich Michael Vaillant diganti menjadi Karl Friedrich Benz untuk mengingatkannya pada ayahnya. Walaupun saat itu keluarganya hidup dalam kemiskinan, ibunya bersikeras untuk memberikan pendidikan yang baik untuk Benz. Pada umur 9 tahun, benz menunjukkan rasa tertarik pada ilmu sains. Benz melanjutkan pelajarannya di universitas politeknik Karlsruhe dibawah bimbingan Ferdinand Redtenbacher yang dikenal sebagai orang yang merintis jurusan mesin (mechanical engineering) di universitas. Pada umur 15 tahun, Benz berhasil lulus ujian masuk untuk sarjana mesin di University of Karlsruhe, dimana Benz lulus dari universitas itu pada usia 19 tahun. Pada masa-masa itu, sambil mengendarai sepedanya, Benz selalu memikirkan konsep tentang sebuah mobil, sebuah kereta kuda tanpa kuda. Pada tahun 1871, di usia 27, Benz bergabung dengan temannya membuka satu bengkel (workshop) di Mannheim, yang juga menjual peralatan konstruksi. Tetapi bengkel dan workshop tersebut mengalami kerugian karena temannya terbukti tidak dapat dipercaya dan pemerintah terpaksa menyita aset bisnis Benz. Benz terus berusaha mengembangkan mesin baru, untuk mendapatkan penghasilan, di tahun 1878, Benz mulai mengerjakan penemuan-penemuannya dan berusaha untuk mempatenkannya. Penemuan yang dipatenkan pertama kali adalah mesin dua langkah, selanjutnya berturut-turut dia juga mempatenkan system pengapian, busi, karburator, clutch, gigi transmisi dan radiator air. Motorwagen, mobil pertama dengan bahan bakar bensin Tahun 1883, Benz membuka perusahaan baru yang memproduksi mesin-mesin industri. Dengan cepat perusahaan itu berkembang menjadi besar dan mulai memproduksi mesin berbahan bakar bensin. Kesuksesan perusahaannya memberikan kesempatan kepada Benz untuk mulai mewujudkan mimpinya, yaitu kereta tanpa kuda. Saat Motorwagen di buat dan di uji, banyak orang yang tertawa mengejek karena mobil pertama tersebut sering menabrak tembok karena sangat sulit untuk dikendalikan. Tetapi setelah Motorwagen disempurnakan dan mulai di ujikan di jalan raya, perhatian orang menjadi tertuju pada kereta tanpa kuda itu. Motorwagen menjadi cikal-bakal dari mobil modern yang kita kendarai sekarang.
  6. Presiden Joko Widodo telah mengindikasikan akan menaikkan BBM bersubsidi. Pemerintah mengumumkan kenaikan harga bensin dan solar bersubsidi dan mulai berlaku Selasa tanggal 18 September 2014. Presiden Joko Widodo mengumumkan harga bensin premium naik dari Rp6.000 menjadi Rp8.500 dan solar dari Rp5.500 menjadi Rp7.500. Joko Widodo mengatakan untuk rakyat kurang mampu terdapat paket bantuan yang bisa segera digunakan. Juru bicara wakil presiden Husain Abdullah mengatakan bahwa besarnya kenaikan harga bahan bakar minyak akan dihitung ulang seiring dengan turunnya harga minyak dunia. Husain Abdullah mengatakan kenaikan harga BBM mungkin tidak akan sebesar perkiraan sebelumnya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy