Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'beli'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Di era Internet of Things sekarang ini, laptop sudah menjadi salah satu kebutuhan. Baik itu untuk anak-anak yang masih menempuh pendidikan, terkhusus mahasiswa atau para pekerja kreatif. Meskipun kemampuan smartphone dan tablet semakin meningkat, namun mereka belum bisa menggantikan fungsi laptop. Sejauh ini pasar komputer memang didominasi OS Windows besutan Microsoft. Meski begitu, bukan berarti yang lain tak ada perlawanan. Tercatat Apple dengan Mac OS dan Google dengan Chrome OS masih berupaya mendobrak dominasi Windows. Nah, jika kamu ada rencana untuk membeli laptop baru, ada baiknya ditahan dulu. Dilansir dari Businessinsider, jika kamu membeli laptop baru sekarang, maka kamu salah memilih waktu. Nggak percaya? Ini alasannya. 1. Prosesor Super Kencang Segera Hadir Prosesor generasi berikutnya dari Intel, yang disebut Kaby Lake akan segera hadir untuk PC desktop di awal tahun 2017 mendatang. Namun, khusus untuk laptop dan perangkat 2-in-1, prosesor tersebut bisa jadi akan hadir lebih cepat. Bahkan, diperkirakan laptop-laptop dengan prosesor Kaby Lake akan hadir dalam beberapa bulan mendatang, sebelum akhir tahun ini. Berdasarkan apa yang disampaikan Brian Krzanich, CEO Intel, Kaby Lake saat ini sudah mulai dikirimkan ke para produsen laptop sejak bulan Juli. Umumnya, dalam jarak 2-3 bulan sejak Intel mengirimkan prosesor baru mereka, produk akhir dengan prosesor baru tersebut akan hadir di pasaran. Beberapa merek laptop ternama memang sudah mengumumkan produk mereka yang akan dilengkapi dengan prosesor Core i7 th Gen. Jadi, jangan beli laptop sekarang dan tunggu laptop dengan prosesor Kaby Lake. 2. MacBook Pro Baru Dengan Segudang Fitur Buat kamu penggemar Apple atau berencana membeli MacBook, kamu harus tahan dulu. Pasalnya, Apple akan meluncurkan MacBook Pro terbaru lebih ramping, tipis, dan ringan dari pendahulunya. Tentu saja, dengan peningkatan yang signifikan dan beberapa fitur baru. Pada MacBook yang beredar sekarang, deretan tombol functions memiliki fungsi masing-masing (seperti mengatur volume, playback media, dan kecerahan layar) yang tidak bisa diganti-ganti meskipun jarang terpakai. Kabarnya, Apple akan menyematkan layar sentuh OLED kecil di bagian atas keyboard untuk menggantikan baris tombol functions (F) di deretan teratas tombol keyboard. Jadi, kamu bisa menghilangkan fungsi yang tidak digunakan dan memasang shortcut yang lebih berguna. Selain itu, MacBook Pro baru juga bakal disematkan sensor Touch ID untuk membuka perangkat tanpa harus mengetik password. Fitur TouchID juga berfungsi sebagai alat otentikasi ketika kamu melakukan belanja onlinedengan Apple Pay atau membeli aplikasi di App Store. MacBook juga mendukung USB-C dan removableMagSafe Charging Port. 3. Google Chromebook Mendukung Aplikasi Android Akhirnya, Chrome OS secara resmi mendukung Google Play Store. Itu artinya lebih dari 1 juta aplikasi yang ada di Google Play Store akan bisa diunduh di Chromebook. Ini merupakan sebuah peningkatan yang luar biasa, mengingat Chromebook merupakan produk Google yang selama ini terkesan dianaktirikan. Chrome OS yang menjadi sistem operasi utama dari Chromebook jarang mendapat update maupun inovasi seperti halnya Android. Meski begitu, tidak semua Chromebook bisa menikmatinya. Jadi, buat kamu yang kepincut untuk membeli laptop Chromebook baru pastikan sudah dikonfirmasi mendukung aplikasi Android atau menunggu laptop Chromebook seri baru. Bagaimana, masih ngebet beli laptop baru? Lebih baik menunggu bukan, soalnya dari tiga sistem operasi utama di ranah komputer akan mendapat upgrade yang sangat signifikan. Jadi, bagaimana pendapat kamu dan apa yang kamu tunggu?
  2. Pedagang Pasar Tanah Abang mengaku alami penurunan penjualan. Menjelang lebaran Pasar Grosir Tanah Abang Jakarta Pusat tampak dipadati pembeli, sejumlah porter tengah memanggul karung yang berisi pakaian, tekstil ataupun sarung yang merupakan barang yang banyak di beli menjelang Idul Fitri Jumat mendatang. Sejumlah perempuan tampak memilih pakaian Muslim seperti gamis, baju koko, serta sarung. Meski tampak ramai, tetapi beberapa pedagang mengaku penjualannya terus menurun pada tahun ini. Seorang pedagang sarung dan perlengkapan salat, di Blok B Tanah Abang, Jimmy mengatakan penjualannya merosot drastis sampai 30% dibandingkan Ramadan tahun lalu. "Tahun lalu peminat banyak barang tidak ada, sekarang sebaliknya barang banyak pembeli ga ada," jelas Jimmy. Pedagang sarung Jimmy mengatakan banyak barang yang tak terjual. Selain Jimmy, Susanti pedagang tekstil di Tanah Abang mengatakan harga tekstil naik mengikuti penurunan rupiah terhadap dollar dan pembeli juga akhirnya mengurangi belanja barang. "Pelanggan saya biasanya beli 10 kantong dan belanja seminggu tiga kali, sekarang hanya tinggal dua kantong," jelas Susanti. Kondisi darurat Penurunan rupiah yang mencapai lebih dari Rp13.000 per dollar menyebabkan kenaikan harga barang, terutama yang mengandalkan bahan baku impor. Seperti disampaikan Direktur INDEF Enny Sri Hartati. "Kebutuhan pokok kan bukan hanya makanan tetapi juga perlengkapan lain seperti sabun dan lain-lain itu kan sebagian bahan baku masih impor, " kata dia. Kenaikan harga barang dan juga tarif listrik, serta transportasi membuat konsumen mengurangi belanja barang yang bukan merupakan kebutuhan pokok. Enny mengatakan penurunan penjualan barang-barang ini sudah terjadi sejak tahun lalu, dan semakin memburuk. "Pertumbuhan 2014 itu minus, sekarang industri makanan dan minuman yang biasanya tumbuh 5% di triwulan satu kemarin ini tinggal 3% ," kata Enny. Dia mengatakan penurunan daya beli ini lebih banyak dirasakan oleh masyarakat kelas menengah kebawah, jadi tidak heran jika di pusat perbelanjaan besar masih terjadi antrian panjang pembeli barang. Lampu kuning Enny mengatakan pemerintah harus melakukan intervensi untuk menstabilkan harga dan memberikan stimulus kepada industri manufaktur. "Tentu tidak semuanya harus melalui insentif fiskal, memang kondisinya sudahemergency sektor riil begitu tertekan dan daya beli masyarakat drop jadi perlu kebijakan yang langsung tidak hanya paket kebijakan yang hanya pengumuman seperti deregulasi yang bisa ditindaklanjuti dan bisa memberikan implikasi terhadap sektor riil kita," jelas Enny. Enny mengatakan jika kondisi industri tersebut dibiarkan tidak mustahil akan terjadi PHK. Sementara itu, Menko Perekonomian Sofyan Djalil masih optimitis terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Mata Uang Rupiah mengalami penurunan terendah dalam 17 tahun terakhir terhadap dollar AS. "Kalau misalnya karena lemahnya permintaan ekonomi internasional dan tenaga kerja itu berkurang di satu sektor ya bisa dialihkan ke sektor lain, ini kita melemah dan kita akan naik, Indonesia juga begitu kita berharap sepanjang tahun ini bisa tumnuh jadi 5,25%," kata Sofyan ketika menjawab pertanyaan BBC Indonesia usai buka puasa di Istana Presiden. Enny juga mengkritik respon pemerintah yang cenderung mengabaikan kondisi yang dialami sektor riil, dan tidak mengeluarkan kebijakan yang konkrit. Padahal Enny mengatakan jika dibiarkan kondisi ini membahayakan kondisi ekonomi, karena penyumbang terbesar pertumbuhan di Indonesia adalah konsumsi rumah tangga dan investasi. "Kalau negara-negara capital market kalau sektor finansial tidak sehat itu indikasi krisis, kita bisa jadi sektor keuangan kita sehat, tetapi kalau sektor keuangan tadi tidak mampu melakukan pembiayaan terhadap sektor riil yang terus mengalami perlambatan ini juga berpotensi krisis," jelas Enny. Menurut Enny penurunan pembiayaan perbankan yang terus menurun dari 12 % menjadi 10% padahal target Bank Indonesia 15-70 % merupakan sinyal "lampu Kuning" bagi pemerintah untuk segera menjalankan kebijakan yang berdampak langsung kepada sektor riil. Sumber. BBC
  3. Barang bekas umumnya tersedia dengan harga yang cukup menarik. Bahkan bila Anda memiliki mata yang jeli, Anda bisa menemukan barang bekas yang masih memiliki mutu dan kualitas yang cukup bagus. Tapi meskipun begitu, tidak semua barang layak dibeli bekas. Anda bisa membeli barang-barang bekas tergantung pada kegunaan dan kondisi. Tidak masalah jika Anda harus membayar uang tambahan, tetapi ada beberapa barang yang sebaiknya dibeli baru. Berikut adalah beberapa diantaranya yang dilansir oleh magforwomen. Pakaian renang Kamera Helm Perhiasan dan aksesoris Topi Barang elektronik Belanja barang sebaiknya dipilih-pilih juga ya. Yang mana yang bisa dibeli secara second dan yang mana sebaiknya dibeli dalam kondisi baru. Semoga informasi ini berguna.
×
×
  • Create New...