Jump to content
  • advertisement_alt
  • advertisement_alt
  • advertisement_alt

Search the Community

Showing results for tags 'belanda'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 7 results

  1. Sejak dahulu kala, nusantara yang kala itu belum dikenal sebagai Indonesia merupakan salah satu kepulauan di belahan Timur yang terkenal menghasilkan rempah-rempah terbaik. Alhasil, orang-orang Eropa di benua barat pun merasa tertarik dan berusaha untuk mengunjunginya. Salah satunya adalah Cornelis de Houtman. Pelaut Belanda yang sukses menginjakkan kakinya di Tanah Air lewat Banten pada 27 Juni 1596. Berbekal informasi dari para pelaut pada akhir abad ke-16, ia berangkat dari pelabuhan Amsterdam bersama empat kapal dagang yang mengiringi. kedatangan Cornelis de Houtman di Nusantara, menjadi cikal bakal penjajah Belanda mulai bercokol di Indonesia. Tergiur karena cerita-cerita di kalangan saudagar Pria kelahiran Gouda, 2 April 1565 ini, tertarik menjelajah ke sisi Timur dunia setelah mendapat informasi dari kalangan pedagang Eropa tentang keberadaan Pulau “Surga” yang tersembunyi. Kawasan tersebut, diyakini memiliki kekayaan alam berupa rempah-rempah. Cornelis de Houtman pun segera mempersiapkan pelayaran setelah dirinya ditunjuk oleh Para otoritas saudagar Belanda. Dalam The Cradle of Colonialism (1963), George Masselman menyebutkan bahwa armada Cornelis de Houtman berangkat dari Amsterdam menuju Lisboa, Portugal. Tujuannya untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang keberadaan pulau misterius tersebut. Bentuk serikat dagang Belanda Setelah menghabiskan waktu selama dua tahun di Portugal, Cornelis pun memutuskan untuk kembali pulang ke negerinya. Saat itulah, ia berjumpa dengan seorang Belanda lainnya yaitu Jan Huygen van Linschoten. Ia merupakan pedagang yang bekerja untuk kerajaan Portugis di India. Dari van Linschoten inilah, Cornelis mendapatkan informasi berharga tentang keberadaan Nusantara yang konon kaya akan rempah-rempah. Pada 1594, Cornelis de Houtman bersatu dengan seluruh pedagang Belanda dan membentuk Compagnie van verre te Amsterdam (perusahaan jarak Jauh) yang berpusat di Amsterdam. Perserikatan dagang baru ini dibentuk untuk menemukan kepulauan yang menghasilkan rempah-rempah. Hingga pada 2 April 1595, Cornelis de Houtman ditunjuk agar segera angkat sauh dan mulai berlayar pada 2 April 1595. Sampai di Nusantara dengan korban ratusan nyawa Diiringi oleh empat kapal, Amsterdam, Hollandia, Mauritius, dan Duyfken, Conelis de Houtman memulai penjelajahannya menuju sisi Timur dunia. Nahas, karena tipisnya stok makanan, banyak kru kapal yang tewas karena menderita penyakit sariawan. Tak jarang, konflik internal antara kapten kapal dan kru juga jadi masalah tersendiri. Pengaruh iklim tropis yang berbeda dengan cuaca di Belanda, juga membuat banyak kru dari keempat kapal tersebut berguguran satu demi satu. Pada 27 Juni 1596, rombongan armada Cornelis de Houtman tiba di pulau Banten. Dilansir dari tirto.id, total, ada sekitar 249 orang yang selamat sampai di tujuan. Para saudagar asing ini, awalnya diterima dengan baik oleh otoritas setempat. Namun sayang, karena perangai buruk seperti keluar masuk kota seenaknya, banyak dari mereka yang ditangkap oleh petugas keamanan kesultanan Banten. Sukses temukan Indonesia meski harus terusir keluar Akibatnya pun sungguh fatal. Para pedagang asing asal Belanda, termasuk Frederick de Houtman yang merupakan kakak Cornelis, dijebloskan ke dalam penjara. Alhasil, dirinya pun harus mengeluarkan denda berupa uang untuk membebaskan sang kakak. Tingkah polah mereka pun harus dibayar mahal pada saat itu. Dilansir dari tirto.id, Cornelis beserta rombongan dagang Belanda lainnya, terpaksa digiring keluar dan diusir dari tanah Banten. Meski tak berhasil menemukan rempah-rempah yang dicari, toh Cornelis de Houtman berhasil menemukan jalur pelayaran menuju ke Indonesia. Dirinyalah yang nantinya membuka jalan bagi pelaut-pelaut Belanda lain untuk datang kembal ke tanah Nusantara. Bukan sebagai pedagang, melainkan berubah menjadi penjajah yang kelak mendirikan kolonialisme di Indonesia selama ratusan tahun lamanya. Tak heran jika Indonesia dijajah Belanda di kemudian hari. Selain tertarik dengan potensi rempah-rempahnya, kolonialis Eropa tersebut hendak melebarkan bisnis pedagangannya lebih luas. Bahkan hingga saat ini pun, Indonesia masih diincar oleh penjajah asing secara halus yang mengincar SDA dan sumber lainnya.
  2. Di kota-kota di seluruh dunia sepeda sebagai moda transportasi semakin populer. Belanda, adalah negara yang identik dengan moda trasnportasi beroda dua ini. Tapi, belum lama ini ada yang menarik dari penampilan jalur sepeda di Negeri Kincir Angin ini. Di mana jalur sepeda dijadikan sebagai generator pembangkit listrik tenaga surya. Jadi jangan heran jika kamu ke Belanda akan menemukan panel-panel surya yang diletakkan di jalur sepeda. SolaRoad, begitulah nama proyek ini. Panel surya yang terbuat dari fabrikasi beton berukuran 2,5 dan 3,5 meter ini pada bagian atasnya dipasangi panel surya dan diletakkan di jalur sepeda untuk menangkap radiasi panas dan cahaya untuk diubah menjadi energi listrik. Seperti dilansir brilio.net yang dikutip dari CNBC, proyek ini dikembangkan sebuah konsorsium yang terdiri dari lembaga penelitian TNO Belanda, Provinsi Noord-Holland, perusahaan konstruksi jalan Ooms civiel dan penyedia solusi teknik Imtech. “Ide ini kami mulai dengan memanen energi matahari yang di jaringan jalan kami, mengubahnya menjadi listrik, “kata Sten de Wit, juru bicara konsorsium SolaRoad, mengatakan kepada CNBC dalam sebuah wawancara telepon. De Wit menjelaskan, proyek ini dikembangkan dengan menghabiskan total dana sebesar 3,5 juta euro atau setara Rp 52,8 miliar, 1,5 juta euro atau Rp 2,26 miliar dari pemerintah provinsi Belanda Utara dan sisanya dari mitra konsorsium. SolaRoad adalah lapisan kaca tembus pandang setebal 1 cm yang diletakkan di atas beton jalan. Di bawah kaca terdapat kristal silikon sel surya. Lapisan atas SolaRoad dirancang sebagai penolak kotoran, tahan slip, dan sangat kuat. Awal November lalu, siklus jalan di Krommenie dijadikan pilot project program ini, diprediksi mampu menghasilkan 9.800 kilowatt energi dalam satu tahun, cukup untuk memasok listrik di tiga rumah. Rencana proyek ambisius ini akan diperluas hingga ke wilayah perbatasan Belanda dengan sejumlah negara lain di Eropa. “Tahun depan, kita akan memperpanjang jalur sepeda dan akan mencobanya pada jalan yang lebih besar dengan skala panel surya sepanjang satu kilometer,” katanya. Total siklus jalan-jalan kota di Belanda saat ini mencapai 140.000 kilometer, dan 120.000 kilometer untuk jenis jalan yang lebih kecil, termasuk jalan provinsi dan jalur sepeda. Jalan-jalan kecil yang tidak digunakan secara intensif sebagai jalan negara inilah yang akan dimanfaatkan menangkap energi matahari untuk menjadi sumber listrik. Luar biasa!
  3. davidbo

    2 krane ambruk di Belanda

    Kedua derek tersebut berupaya mengangkat salah satu bagian jembatan, lalu tiba-tiba terbalik. Dua kendaraan katrol yang digunakan untuk merenovasi jembatan di sebuah kota di Belanda jatuh terbalik dan menimpa sejumlah bangunan di sekitarnya. Sebuah tayangan video amatir yang merekam pengoperasian katrol memperlihatkan bagaimana dua kendaraan itu berupaya mengangkat salah satu bagian Jembatan Juliana di Kota Alphen aan den Rijn lalu tiba-tiba ambruk. Belum diketahui berapa banyak orang yang terperangkap di antara reruntuhan mengingat kedua katrol tersebut menimpa sejumlah bangunan. Ton Koot, juru bicara dinas pemadam kebakaran setempat, mengatakan alat-alat berat telah dikerahkan untuk membantu upaya penyelamatan. Menurutnya, paling tidak 20 orang menjadi korban, berdasarkan perkiraan jumlah orang yang berada di dalam bangunan. Paling tidak 20 orang menjadi korban, berdasarkan perkiraan jumlah orang yang berada di dalam bangunan. Insiden terjadi di Kota Alphen aan den Rijn, sekitar 49 kilometer arah barat daya Amsterdam. Surat kabar Belanda, de Volksrant, melaporkan sebuah tim yang khusus menangani korban gempa dan bencana lainnya telah dikirim ke Kota Alphen aan den Rijn, sekitar 49 kilometer arah barat daya Amsterdam. “Kami akan mulai mencari orang-orang di antara reruntuhan. Para korban adalah prioritas utama kami. Namun, ada bahaya runtuh tiba-tiba. Sehingga kami harus terlebih dulu memeriksa stabilitas rumah dan kendaraan katrol. Saat ini kami belum tahu berapa banyak korban yang ada,” kata Wakil Wali Kota, Kees van Velzen Berdasarkan keterangan beberapa saksi mata, banyak orang di sekitar lokasi kejadian untuk melihat jalannya renovasi jembatan. Sebuah survei pada 2010 menunjukkan jembatan yang melintang di atas Sungai Rhine tersebut berada dalam kondisi buruk. Renovasi kemudian dimulai beberapa bulan lalu. Insiden yang melibatkan kendaraan katrol di Belanda bukan kali ini terjadi. Pada Desember 2014, sebuah kendaraan katrol menimpa atap rumah di Kota IJsselstein.
  4. Tertulis di nama jalan itu, "Munir Said Thalib 1965-2004, Pejuang Hak Asasi Manusia Indonesia". Walikota Den Haag, Joziaas van Aartsen meresmikan jalan Munir, yang diambil dari nama tokoh hak asasi manusia asal Indonesia, di Den Haag kemarin (14/04). Sekitar 80 orang hadir dalam peresmian itu, termasuk istri Munir, Suciwati, beberapa pegiat hak asasi manusia asal Indonesia, serta mahasiswa Indonesia di Belanda. Dalam sambutannya, Wali Kota Den Haag menyatakan apresiasinya atas perjuangan Munir. Ia menegaskan bahwa Kota Den Haag mendukung upaya pemajuan HAM yang diperjuangkan oleh almarhum Munir dan Suciwati. Istri Munir, Suciwati menyatakan bahwa pengabadian nama suaminya itu merupakan sebuah penghormatan besar baginya. Bagi istri almarhum Munir, penamaan ini merupakan kehormatan besar. "Sayangnya bukan di tanah airnya sendiri, bukan di negeri tempat ia lahir dan dibesarkan bersama orang-orang lain yang mengaku sebangsa,” katanya. Munir adalah seorang pegiat hak asasi manusia yang meninggal pada tanggal 7 September 2004 di atas pesawat jurusan Amsterdam dalam perjalanan untuk melanjutkan studi ke Universitas Utrecht, Belanda. Ia meninggal karena racun yang dicampurkan ke dalam minumannya. Prakarsa pemberian nama Jalan Munir ini disampaikan Walikota Den Haag pada acara Festival Film HAM, Movie That Matter di Belanda pada 2011 lalu. Namun janji tersebut baru bisa terpenuhi tahun ini, dilakukan di sebuah kompleks perumahan yang baru dibuka. Selain pemberian nama jalan, nama almarhum Munir juga menjadi nama salah satu ruang pertemuan di kantor Amnesty International Belanda.
  5. Rompi antipeluru yang dijual di toko ini modis, tipis dan bisa dipakai di bawah kaos, tidak seperti rompi antipeluru polisi. Perusahaan yang menjual pakaian antipeluru yang "modis" kini membuka toko pertamanya di Belanda. Penduduk kota Eindhoven kini bukan saja bisa membeli rompi antipeluru, tetapi juga jas, jaket kulit dan bahkan dasi antipeluru, kata situs web Omroep Brabant. Toko itu menjual pakaian lapis baja dari merek buatan Kolombia yang dirancang untuk menyerupai pakaian biasa, dengan rompi yang cukup tipis untuk dipakai di bawah kaos. Pakaian-pakaian ini terutama ditujukan pada orang-orang yang mungkin merasa adanya risiko dalam pekerjaan mereka, seperti penjual permata dan pegawai di pom bensin, dan bukan untuk para penjahat, kata juru bicara perusahaan Staas de Wijs. Serangan di Paris bulan Januari lalu menyebabkan meningkatnya minat orang untuk membeli pakaian antipeluru. Kelompok yang memiliki toko itu, Panamera, mengatakan minat akan produk mereka meningkat sejak adanya serangan teror di Paris pada bulan Januari. "Setelah Paris, lebih dari 150 orang sudah meminta informasi," kata Ketua Eksekutif Perusahaan Yavuz Yilmaztells kepada situs web Eindhovens Dagblad. Yilmaztells tidak bersedia menjelaskan siapa yang membeli barang-barang di toko mereka. Ia hanya mengatakan bahwa dalam minggu-minggu terakhir ini "banyak pertanyaan dari Belgia dan Prancis sebagai akibat perkembangan baru-baru ini". Namun, mereka yang tertarik ingin membuat semua pakaian mereka antipeluru mungkin harus menabung banyak uang dahulu, karena menurut Omroep Brabant, pakaian termurah berharga sekitar 2.400 euro (Rp34 juta).
  6. Pemerintah Brasil dan Belanda menarik dubesnya di Indonesia karena tidak terima warganya dieksekusi mati terkait kasus narkoba. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir, mengatakan hal itu merupakan hak negara yang bersangkutan "Hak negaranya, semua negara bisa melakukan permintaan konsultasi," kata Armanatha. Kendati dubes ditarik, dia meyakinkan bahwa Indonesia akan tetap berupaya meningkatkan hubungan bilateral kepada dua negara tersebut. "Kita tetap menjaga hubungan bilateral," tuturnya. Sementara itu mengenai masih banyaknya terpidana mati yang belum dieksekusi, Armanatha menegaskan pemerintah tetap berkomitmen untuk memberantas narkoba. Sebab, narkoba telah merusak bangsa, terlebih berdasarkan catatan sebanyak 4,5 juta yang ketergantungan terhadap narkoba berada diusia 10-19 tahun. "Situasi narkoba sudah sangat mendesak dan merusak negara. 40 sampai 50 orang meninggal tiap harinya akibat narkoba. Tidak hanya Indonesia, masyarakat internasional juga harus memerangi," katanya.
  7. Kapal terbesar di dunia yang mampu mengangkut anjungan minyak sudah mulai berlayar dari galangan kapal di Korea Selatan menuju pelabuhan Rotterdam di Belanda. Kapal bernama Pieter Schelte itu meninggalkan Korea Selatan pada hari Rabu kemarin tanggal 19 November 2014 dan direncanakan tiba di Rotterdam untuk tahap penyelesaian pada bulan Desember. Pieter Schelte tidak akan lama menjadi kapal terbesar di dunia. Kapal ini berukuran lebar 124 meter dan panjang 382 meter - atau sepanjang tinggi gedung Empire State di New York, Amerika Serikat. Dirancang untuk membantu anjungan minyak lepas pantai, kapal ini disebutkan memakan biaya pembangunan sebanyak $2,97 miliar. Pieter Schelte diperintahkan untuk dibuat oleh perusahaan Swis Allseas yang berspesialisasi dalam pemasangan jaringan pipa lepas pantai dan konstruksi bawah laut. Dengan bekerja sama dengan Pelabuhan Rotterdam, kapal ini akan dibawa ke Maasvlakte 2, yang merupakan area tambahan pelabuhan di mana sebuah tempat khusus telah disediakan untuk menampung kapal tersebut. Setelah seluruhnya selesai, kapal ini akan berlayar ke proyek South Stream di Laut Hitam untuk memasang jaringan pipa di sana. Kapal ini akan dipakai untuk memasang dan mencabut anjungan minyak dan gas lepas pantai serta juga untuk memasang pipa. Sudah punya saingan Allseas mengatakan Pieter Schelte, yang dibuat oleh Industri Alat Berat Daewoo di Korea selatan akan mampu mengangkut muatan sebanyak 48.000 ton. Namun, kapal ini tidak akan menjadi yang terbesar untuk waktu yang lama. Pasalnya, Allseas mengatakan mereka sudah merencanakan untuk membangun kapal lagi yang berukuran panjang 400 meter dan lebar 160 meter. Kapal itu direncanakan akan mampu mengangkut 77.000 ton, serta akan mampu bekerja di anjungan minyak terbesar di dunia dan akan beroperasi pada tahun 2020.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi