Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bawah laut'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Restoran "Under” berada lima meter di bawah permukaan laut Spangereid di selatan Norwegia. Kata "Under” dalam bahasa Norwegia juga berarti "keajaiban”.Restoranini baru diluncurkan Rabu (20/3) lalu, dengan dihadiri keluarga serta teman-teman dari pemiliknya. Baru di bulan April restoran ini akan dibuka untuk umum. Sebagai restoran bawah laut terbesar di dunia, "Under” dapat menampung hingga 100 tamu. Salah satu pemiliknya, Gaute Ubostad, optimis dengan konsep restoran. "Restoran kami akan mendatangkan turis dari seluruh dunia. Itulah tujuan kami,” katanya. Bagunan restoran dibuat menyerupai batu besar yang muncul dari dalam laut. Restoran "Under" tingginya 34 meter dan sengaja didesain menyatu dengan lingkungan laut. Permukaan betonnya sengaja dibuat kasar dengan maksud sebagai terumbu karang buatan bagi rumput laut dan limpet. Kantor arsitektur asal Norwegia, Snoehetta, yang mewujudkan karya ini. Mereka juga dikenal dengan karya arsitekturnya untuk Museum 11 September di New York dan gedung opera di Oslo. Restoran dilengkapi dengan jendela-jendela yang besar. Sambil menyantap hidangan, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan bawah laut. Kepiting, lobster, ikan hiu kecil atau dogfish, ikan pollack dan ikan kod adalah beberapa ikan yang biasanya akan terlihat diantara rumput laut. Sang arsitek, Kjetil Traedal Thorsen mengatakan: "Jendela besar bukan dimaksudkan sebagai akuarium, melainkan untuk melihat hal yang sesungguhnya.” Anjing laut tidak akan ditemukan dalam pandangan sebab kehadirannya justru membuat takut ikan-ikan yang lebih kecil. Pencahayaan buatan akan digunakan untuk menuntun ikan-ikan ke mangsanya yang berada di dekat jendela. "Salah satu tujuan kami adalah kepuasan tamu untuk bisa merasakan pengalaman unik di dalam laut," lanjut Ubostad. Hidangan laut tentunya ada di daftar menu, juga daging burung laut dan domba sebagai menu santap malam. Nicolai Ellitsgaard Pedersen didaulat sebagai koki utama. Dia pernah bekerja di restoran "Maltid” di Kristiansand dan di Henne Kirkeby Kro, sebuah restoran Michelin di Denmark. Sudah 7000 orang memesan tempat di restoran itu untuk menu "Under”, yang diperkirakan akan dihargai sampai 376 Euro atau sekitar enam juta Rupiah. Ubostad berharap per tahunnya restoran akan kedatangan sekitar dua belas ribu orang. Hal ini juga baik bagi bisnis perhotelan di sekitar restoran.
  2. Perusahaan teknologi raksasa Microsoft dan Facebook mengumumkan rencana untuk bekerjasama meningkatkan akses internet berkecepatan tinggi dan layanan cloud. Keduanya akan membangun kabel bawah laut yang menghubungkan Virginia dan Spanyol. Kabel bawah laut yang dibangun Microsoft dan Facebook bernama kabel MAREA yang artinya gelombang dalam bahasa Spanyol. Kabel ini berkapasitas tinggi yang pernah menyeberangi Atlantik, dan akan menyebabkan pertumbuhan yang lebih cepat di tingkat bandwidth internet. MAREA akan mulai dibangun pada bulan Agustus dan diharapkan akan selesai pada Oktober 2017, menurut perusahaan. Ini akan dioperasikan dan dikelola oleh Telxius, yaitu perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang dulunya dimiliki pemerintah Spanyol, yang berharap untuk menangkap peluang pasar di Eropa Barat dan di Afrika Utara sebagai bagian dari kesepakatan. MAREA juga diklaim mampu mengirimkan data dengan kecepatan 160 terabyte data per detik. Microsoft meyakini bahwa kolaborasinya dengan Facebook melalui kabel bawah laut ini akan mendukung pertumbuhan cloud keduanya. Namun, MAREA sebenarnya bukan kabel bawah laut pertama di dunia. Sebelumnya, dua tahun lalu, Google mengumumkan kesepakatan serupa dengan lima perusahaan Asia untuk memasang kabel jaringan trans-Pasifik yang menghubungkan Amerika dengan Jepang. Pusat-pusat data di bawah laut juga dianggap sebagai kemungkinan untuk menyimpan dan mengelola data dalam jumlah teramat besar dengan menggunakan sumber daya energi laut supaya tetap dingin.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy