Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'batik'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Batik adalah item fesyen Tanah Air yang memiliki banyak nilai sejarah. Bahkan karena nilai sejarah serta cara pembuatannya yang unik membuat batik pun diamankan oleh UNESCO untuk kelestariannya. Nilai batik yang begitu tinggi pada setiap daerah membuat batik menjadi pilihan beberapa selebriti Tanah Air untuk ikut melestariakannya dengan cara mengoleksi batik, dan menggunakan batik ke dalam penampilan mereka. Salah satunya Olga Lydia yang mengakui suka mengoleksi batik Indonesia dari beberapa daerah. Terhitung hobinya tersebut sudah bisa memiliki 3 batik antik yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. " Aku suka sama batik, karena batik memiliki nilai sejarah di setiap daerah. Tapi dari sekian banyaknya batik, aku punya 3 batik antik yang benar serius dan masih memiliki autentik nilai sejarahnya," jelas Olga. Tiga batik itu diantaranya batik primitif, batik tiga negeri, dan batik jawa hokokai. Menurutnya ketiga batik antik itu memiliki nilai sejarah yang berbeda sehingga menarik untuk dibelinya. " Saat aku datang ke sebuah pameran batik, aku diceritakan salah seorang temanku, pas tahu batik tersebut memiliki nilai sejarah, aku langsung membelinya," jelas Olga. Ia menuturkan saat dirinya tahu jika batik tiga negeri itu dinamain, karena dibuat di tiga daerah, serta batik jawa hokokai dibuat saat zaman penjajahan Jepang. Dirinya pun kaget dan baru menyadari jika batik tersebut memiliki nilai sejarah. " Pas aku dikasih tahu temanku soal sejarah dari batik itu, aku bilang ooh yaa... Aku pun baru tahu soal sejarah yang ada di batik tesebut," pungkasnya. Kendati demikian, sejak mengetahui adanya nilai sejarah yang terkandung pada batik, maka Olga Lydia pun semakin semangat mengumpulkan batik saat ia travelling ke luar kota.
  2. Film terbaru Tom Cruise 'Mission: Impossible Rogue Nation' termasuk paling ditunggu di tahun ini. Film kelima dari serial Mission: Impossible ini akan tayang pada 31 Juli mendatang di Amerika Serikat. Belum diketahui kapan akan dirilis secara internasional. Bisa jadi di negara lain termasuk Indonesia akan tayang lebih cepat seperti terjadi pada film Avengers: Age of Ultron dan Insidious: Chapter 3. Menjelang perilisannya, pihak Paramount Pictures mulai gencar melakukan promosi. Salah satunya dengan merilis trailer terbaru yang berdurasi lebih dari dua menit. Seperti trailer sebelumnya, trailer kedua ini kembali menunjukkan aksi seru Tom Cruise sebagai agen Ethan Hunt dalam menjalankan misi gilanya. Yang menarik, Tom terlihat seperti mengenakan baju batik dalam trailer iterbaru ini saat melakukan adegan kejar-kejaran dengan musuhnya. Trailer ini juga menunjukkan adegan eksyen yang seru dan memacu adrenalin. Selain menunjukkan aksi kejar-kejaran, perkelahian dan tembak-tembakan, trailer ini kembali memperlihatkan aksi berbahaya Tom Cruise saat bergelantungan di pesawat yang tengah terbang di udara. Mission: Impossible Rogue Nation disutradarai oleh Christopher McQuarrie dan skenario ditulis oleh Will Staples dan Drew Pearce. Simon Pegg, Jeremy Renner, Ving Rhames, Alec Baldwin, Simon McBurney dan Rebecca Ferguson turut membintanginya bersama Tom Cruise. Sambil menunggu filmnya, kita saksikan dulu trailernya berikut ini.
  3. Dalam beberapa tahun terakhir, batik menjadi tren. Tidak lagi untuk yang berumur paruh baya atau instansi tertentu, batik kini populer di kalangan anak muda. Model, warna, dan motifnya yang lebih bervariasi membuat batik tidak lagi monoton. Anak muda pun jadi percaya diri saat mengenakan batik. Nah travelers, supaya kamu ada referensi dimana bisa mendapatkan kain atau baju batik berkualitas, kali ini PegiPegi mau kasih informasi tentang salah satu pusat batik home-made di Solo. Namanya Kampung Batik Laweyan. So, saat jalan-jalan ke kota ini, kamu bisa mampir untuk menambah koleksi batik yang bisa dipakai untuk berbagai acara. Travelers, hal pertama yang perlu kamu tahu adalah Laweyan tidak hanya tempat belanja batik, tetapi sudah menjadi satu paket tempat wisata budaya di Solo. Jadi jangan heran ya kalau disana kamu melihat wisatawan lokal dan mancanegara yang sedang asyik memilih batik atau sedang belajar membuat batik dari sang ahli. Saat memasuki kampung ini, nuansa jadul alias jaman dulu sangat kental terasa. Ini bisa dilihat dari bangunan-bangunan kuno berarsitektur Eropa: megah, kokoh, bertembok tinggi, serta memiliki lorong-lorong panjang yang mengular. Menurut sejarah, batik Laweyan ini dipelopori oleh Kyai Ageng Henis yang hidup pada abad ke-16, tepatnya pada masa Kerajaan Pajang. Kini, pengusaha batik di Kampung Laweyan sudah banyak. Mereka berprinsip untuk menggunakan malam (lilin) dan melakukan proses pewarnaan dengan bahan alami yang sudah dilakukan sejak pertama kali dibuat. Mereka secara tegas menolak membuat batik dengan mesin-mesin modern karena sudah tidak sesuai dengan sejarah pembuatan batik itu sendiri. Industri rumahan batik juga mengalami dinamika naik-turun, seperti pada masa pemerintahan Hindia Belanda, masa orde lama, orde baru, dan reformasi. Hal ini pun berpengaruh pada motif yang awalnya monoton, dan sekarang lebih dinamis karena para perajin batik bisa berimajinasi dan berkreasi membuat motif yang sesuai dengan keadaan zaman. Warna yang dihasilkan pun sudah tidak kuno lagi. Kini, di Kampung Batik Laweyan kamu bisa melihat banyak sekali warna cerah dengan motif modern. Kondisi ini pun dilirik oleh anak muda karena saat kamu berjalan-jalan Laweyan, kamu bisa melihat dan memilih corak, warna, tipe, model, dan motif yang beraneka ragam. Tertarik untuk ikut belajar membatik? Travelers bisa melakukannya juga kok. Biasanya, beberapa kios atau produsen batik memberi kesempatan buat para wisatawan untuk belajar membatik bersama-sama. Kamu bisa mencoba menggunakan malam dan canting untuk membuat batik dengan motif apapun yang travelers suka. Setelah puas belajar membatik, saatnya shopping. Travelers bisa memilih berbagai macam jenis batik. Untuk acara santai, formal, semi-formal, atau untuk sehari-hari, semuanya ada. Untuk masalah harga, tentu saja relatif. Untuk batik cap, harganya berkisar dari Rp50.000,- hingga ratusan ribu. Tapi kalau kamu tertarik memilih batik tulis, kamu harus merogoh kantong lebih dalam karena harganya bisa mencapai jutaan. Ini juga tergantung bahan dan kerumitan motif yang dibuat. Tidak hanya baju, di Kampung Batik Laweyan kamu juga bisa mendapatkan kerajinan tangan lain, seperti kaos, sandal, dan aksesoris yang berhubungan dengan batik. Seru, kan? So, kalau travelers ke Solo, jangan lupa mampir ke Kampung Batik Laweyan.
  4. Secara umum macam macam motif batik di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Batik Keraton Jawa (Batik Pedalaman) Batik Keraton juga disebut sebagai batik pedalaman, hal ini dikarenakan letak dari keraton yang ada di pedalaman atau tengah-tengah pulau Jawa. Yang khas dari batik keraton ini adalah motifnya yang sering kali berwarna dasar putih dengan corak warna-warna alami atau warna tanah seperti hitam, nila, kuning, coklat, dan warna gelap. Selain warnanya, gambar pada motifnya biasanya juga mengandung berbagai makna filosofi kehidupan. Dan yang unik dari batik keraton adalah dalam hal pemakaiannya. Ada beberapa motif yang hanya boleh dipakai oleh keluarga kerajaan, atau beberapa motif hanya boleh dipakai untuk upacara tradisional tertentu. Beberapa keraton di pulau Jawa yang memiliki motif sangat kuat adalah Keraton Kasultanan Yogyakarta dan Keraton Kasultanan Surakarta. 2. Batik Pesisir Batik pesisir yaitu batik yang berasal dan banyak berkembang di daerah-daerah yang berada di pesisir pantai. Munculnya batik pesisir ini tak lain akibat masuknya para pedagang dari berbagai kerajaan pada jaman dahulu. Masuknya para pedagang asing ini akhirnya memberikan banyak pengaruh pada perkembangan batik di daerah pesisir pantai. Motif yang banyak dijumpai pada batik pesisir adalah seperti misalnya motif China seperti awan, phoenix, naga, qilin, lotus, peony, dan pola bunga. Kemudian batik pesisir juga memiliki ciri khas warna yang cerah dan mencolok. Daerah penghasil batik pesisir dengan macam macam motif batik cerah yang khas adalah daerah-daerah sekitar pantai utara jawa, seperti: Batik Pekalongan. Batik Pekalongan memiliki ciri khas motif yang dipengaruhi budaya Belanda, Eropa, dan Cina. Contohnya motif batik Pekalongan buketan (bunga) yang terpengaruh dari buket bunga bangsa Eropa . Batik Cirebon. Motif batik Cirebon yang sangat khas adalah motif megamendung (bentuk awan). Motif ini terpengaruh budaya Cina, dan dahulunya banyak digunakan di keraton Cirebon. Batik Cirebon juga dikenal dengan batik Trusmi, karena itu merupakan daerah utama penghasil batik Cirebon di Cirebon. Batik Lasem. Batik Lasem sangat dipengaruhi oleh budaya Cina. Yang khas dari batik Lasem adalah motifnya yang menggunakan warna merah terang atau “abang getih pithik” (merah darah ayam). Batik Tuban. Yang sangat terkenal dari batik Tuban adalah batik Bedog. Batik Tuban sering kali merupakan batik dari kain tenunan tangan. Batik Madura. Motif batik Madura biasanya berupa motif ujung tombak, tanaman, dan binatang. Dan batik Madura menampilkan warna-warna cerah seperti kuning, merah, dan hijau. Macam Macam Motif Batik di Indonesia – Motif Daerah Lain Selain di atas, macam macam motif batik di Indonesia juga dihasilkan oleh beberapa daerah berikut ini: 1. Jawa Batik Priangan (Batik sunda) Motif batik Sunda (batik priangan) sangat dipengaruhi oleh beberapa daerah dan kebudayaan lainnya seperti Cirebon dan Baduy. Warna yang digunakan adalah warna-warna cerah dengan motif khas tanaman yang menjulur, dan binatang seperti kupu-kupu atau burung merak. Beberapa daerah penghasil batik Priangan (batik Sunda) yaitu: Batik Ciamis. Motifnya mirip dengan batik Cirebon dengan warna-warna hitam, nila, putih, dan coklat kekuningan. Sering disebut juga dengan batik Ciamisan. Batik Garut. Sedikit terpengaruh oleh btik Keraton Jawa dengan warna gading kekuningan yang khas, nila, merah tua, hijau tua, coklat kekuningan, dan ungu. Batik Tasikmalaya. Motif tradisional yang khas adalah motif payung. Batik Baduy. Yang khas dari batik Priangan (batik Sunda) yang satu ini adalah banyak menggunakan warna Tarum atau warna indigo (biru gelap atau kehitaman). Batik ini banyak dipakai oleh suku Baduy Luar. Sedangkan suku Baduy Dalam tidak memakai karena mereka hanya mengenakan pakaian putih polos. Batik Jawa Hokokai Batik Jawa Hokokai mendapat pengaruh dari penjajahan Jepang. Biasanya terdapat dua jenis motif dalan satu kain, atau disebut dengan motif Pagi-Sore. Motifnya antara lain bunga sakura, bunga seruni, atau bunga krisan. Lalu juga ada motif kupu-kupu. 2. Bali Batik Bali. Karena budaya Bali lebih berkembang pada ukiran dan patung, maka macam macam motif batik pada batik Bali pada kain tidak terlalu menonjol. Batik Bali banyak terpengaruh batik Jawa dengan warna-warna cerah dan bersemangat dengan berbagai nuansa, dengan gradasi warna halus. 3. Sumatera Batik Jambi. Dikembangkan oleh Haji Mahibat dari Jawa Tengah pada tahun 1875 di Desa Mudung Laut di Kabupaten Pelayangan. Motif batik Jawa memberi pengaruh sangat kuat. Batik Minangkabau. Batik Minangkabau yang khas adalah Batiak Tanah Like (Batik Tanah Liat). Menggunakan tehnik pewarnaan dengan cara merendam kain dalam tanah liat selama satu hari agar mendapat warna tanah yang khas dan permanen. Batik Aceh Batik Palembang Batik Riau
  5. amelia

    Apa Itu Batik?

    Batik ialah satu seni yang melibatkan proses melukis menggunakan lilin Batik bererti menulis titik-titik simbol atau bunga-bunga yang berupa motif di atas permukaan kain yang berasal dari perkataan 'mba' (Jawa) bererti menulis dan 'tik' pula berasal dari perkataan titik-titik.
  6. Siapa yang nggak kenal batik? Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak Motif Batik - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna Motif Batik pada Baju Batik "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain Baju Batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan enggak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak Batik Solo dan pewarnaannya enggak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain batik. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik Busana Batik dan Blus batik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik Batik Solo adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki. Ragam corak dan warna Desain Busana Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak Busana Batik dan Blus batik hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya enggak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karna biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing. Teknik Desain Busana Batik dan membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul Batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa. Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri. Dikutip dari Berbagai Sumber.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy