Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'baterai'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 28 results

  1. Abu Dhabi kini memiliki penyimpanan daya baterai terbesar di dunia dengan kapasitas 108 MW / 648 MWh. Kapasitas ini lima kali lebih besar dibandingkan dengan baterai Hornsdale yang dipasang di Australia oleh Tesla satu tahun lalu. Ada satu perbedaan penting lainnya antara baterai di Australia dan baterai di Abu Dhabi. Unit di Australia menggunakan sel baterai lithium-ion, sedangkan baterai di Abu Dhabi menggunakan sel baterai sodium sulfur. Dibandingkan dengan baterai lithium-ion, baterai sodium sulfur biasanya memiliki masa pakai yang jauh lebih lama. Biasanya 15 tahun atau 4.500 siklus pengisian. Efisiensinya sekitar 85 persen. Keuntungan lainnya adalah baterai sodium sulfur tidak menggunakan lithium atau kobalt, dua elemen yang pasokannya relatif sedikit. Sebagai gantinya mereka menggunakan natrium dan belerang, keduanya berlimpah di alam dan berbiaya tidak mahal. Tapi sodium cair sangat reaktif dan dapat meledak jika terkena air. Harus sangat berhati-hati untuk melindungi komponen dalam baterai dari lingkungan luar. Korosi pada suhu tinggi seperti itu membutuhkan struktur sel yang kuat. Meski bahannya murah, struktur pendukung untuk sel baterai meningkatkan biaya produksi. Seluruh sel baterai ditutupi oleh baja serta dilapisi lagi dengan kromium dan molibdenum sehingga menghindari korosi di bagian dalam. Wadah luar ini berfungsi sebagai elektroda positif, sedangkan sodium cair berfungsi sebagai elektroda negatif. Wadah disegel di bagaian atas dengan tutup alumunium okdisa kedap udara.
  2. Peneliti di Universitas Washington, AS meluncurkan prototipe telepon seluler tanpa baterai memakai teknologi yang bisa diintegrasikan ke produk ponsel yang ada di pasaran. Kelompok peneliti ini memanfaatkan tenaga dari gelombang elektromagnetik yang ada di sekitar kita.
  3. Kapasitas baterai adalah salah satu faktor yang sangat diperhitungkan pengguna smartphone. Mengingat smartphone digunakan secara mobile selama seharian, kapasitas baterai yang besar menjadi nilai plus yang kerap ditawarkan berbagai vendor smartphone. Tak berbeda dari vendor lainnya seperti Asus dan Lenovo, Gionee baru saja memberikan teaser smartphone yang diklaim bakal mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh. Perangkat yang disebut M2017 itu bakal menjadi smartphone dengan kapasitas baterai terbesar di dunia. Berdasarkan laporan, dia akan mengusung dual-camera setup di bagian belakang yang bersensor 12 dan 13 MP. Kamera untuk pengguna selfie ini akan dibekali sensor 8 MP. M2017 juga akan berjalan dengan layar 5,7 inci QHD dengan RAM 6GB di prosesor 1.9GHz octa-core dan memori 128 GB. Ponsel pintar ini diketahui akan mengoperasi Android Marshmallow. Sekadar diketahui, smartphone dengan kapasitas besar sebelumnya adalah milik Asus Zenfone Max dengan baterai 5.000 mAh. Lenovo juga memiliki Vibe P1 dengan kapasitas yang sama.
  4. Hampir semua kalangan masyarakat memiliki smartphone berbasis Android. Namun, sebagai pengguna tak jarang dari mereka mengeluh karena boros baterai meski didukung kapasitas yang besar. Baterai bisa terkuras salah satu penyebabnya adalah beragam aplikasi yang instal dan berjalan pada background process. Selain faktor akses internet, komponen hardware juga berpengaruh ketika ponsel bekerja dalam pemrosesan. Berikut ini beberapa tips dan solusi agar baterai awet dan hemat yang patut disimak di antaranya: Setting Aplikasi Arahkan ke menu Settings -> Battery untuk melihat rincian aplikasi mana yang mengonsumsi baterai ponsel. Rata-rata aplikasi yang menguras daya baterai sangat besar adalah aplikasi social media dan chating, jadi lebih baik matikan atau disable saja aplikasi yang tidak bisa dipakai. Hentikan Email, Twitter, dan Facebook Beberapa aplikasi bisa mengonsumsi daya baterai yang tinggi. Untuk sementara waktu, hentikan terlebih dahulu beberapa aplikasi seperti email, Twitter atau Facebook. Dengan begitu, pengguna akan langsung memperpanjang hidup baterai di perangkat Anda. Notifikasi Dengan menonaktifkan notifikasi merupakan langkah penting untuk menjaga agar baterai Android tetap awet. Sebab setiap notifikasi tidak penting dari aplikasi atau game rata-rata terhubung dengan internet, sehingga akan menyedot daya baterai. Pakai Mode Hemat Daya Tambahan Dengan menggunakan fitur power saving dan power saving mode ekstrem, memungkinkan smartphone lebih tahan lama saat di kondisi lowbat. Fitur ini biasanya aktif saat persentase baterai tinggal beberapa persen lagi. Home Screen Widgets dan Live Wallpaper Fitur live wallpaper akan menyedot baterai secara cepat, sehingga daya tahan baterainya akan berkurang. Maka dari itu, agar baterai awet, disarankan memakai wallpaper statis atau tidak bergerak. Kecerahan Layar Mengatur kecerahan layar sangat efektif untuk menghemat daya baterai Android. Semakin terang layar, maka semakin besar baterai yang disedot, terlebih layar tersebut memiliki resolusi full HD atau quad HD. Matikan WiFi Agar tidak menguras baterai, dan cepat habis, gunakan koneksi WiFi seperlunya saja. Kalau sudah selesai matikan WiFi, dan disarankan menggunakan jaringan 3G atau 4G. Cara ini dinilai penting, sebab secara otomatis akan terus mengurangi daya baterai yang cukup besar. Perbarui Aplikasi Aplikasi sering mendapatkan update untuk menggunakan daya baterai lebih sedikit. Jika mendapat laporan untuk segera meng-update, maka disarankan segera memperbarui aplikasi.
  5. Setelah berkutat dengan rumor varian Xiaomi Redmi 3 beberapa minggu terakhir, kini Xiaomi resmi mengungkap perangkat baru. Perusahaan mengungkap ponsel yang disebut sebagai Redmi 3s. Varian Redmi 3 ini menggunakan prosesor Snapdragon 430 clock 1.4 GHz, bukannya Snapdragon 616 seperti yang ditemukan dalam model Redmi 3. Meski begitu, desain Redmi 3s menyerupai desain Xiaomi Redmi 3. Redmi 3s akan datang dengan bodi metal dengan sensor fingerprint yang berada di bagian belakang. Xiaomi mempersenjatai Redmi 3s dengan RAM 2 GB, storage 16 GB dan RAM 3 GB dengan storage 32 GB, yang bisa diperluas hingga 128 GB via slot card MicroSD hybrid. Di samping itu, ponsel juga memiliki bentang layar seluas 5 inci beresolusi 720 piksel dan kamera depan 5 megapiksel dengan aperture f/2.2. Sementara pada bagian belakangnya, perangkat Xiaomi terbaru dibekali dengan kamera utama 13 megapiksel dengan aperture f/2.0. Serupa dengan model sebelumnya, Redmi 3s dipersenjatai dengan kapasitas baterai sebesar 4.100 mAh. Beranjak ke masalah harga, Xiaomi membanderol Xiaomi Redmi 3s RAM 2GB dengan ROM 16 GB mulai dari USD106 atau sekira Rp1,5 juta dan untuk model RAM 3GB dengan storage 32 GB dilego USD136 atau sekira Rp1,8 juta.
  6. Sejumlah rumor dan bocoran mengenai iPhone 7 terus mencuat. Baru-baru ini, beredar sejumlah foto baterai yang nantinya digunakan pada iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Berdasarkan foto yang tersebar melalui sebuah media sosial China, Weibo tersebut menunjukkan bahwa iPhone 7 dan iPhone 7 Plus kemungkinan besar masing-masing akan dilengkapi dengan baterai berkapasitas 1.735 mAh dan 2.810 mAh. Jika rumor tersebut benar, berarti kapasitas baterai keduanya akan sedikit lebih besar daripada iPhone 6s (1.715 mAh) dan iPhone 6s Plus (2.750 mAh). Meski begitu, baterai iPhone 7 dan iPhone 7 Plus tetap saja lebih kecil daripada iPhone 6 (1.810 mAh) dan iPhone 6 Plus (2.910 mAh). Biar bagaimana pun, daya tahan baterai masih lebih penting ketimbang kapasitasnya. Pasalnya, optimalisasi hardware dan software bisa saja membuat daya tahan baterai lebih lama walaupun kapasitasnya kecil. Hal tersebut terjadi pada iPhone 6s dan 6s Plus. Walaupun kapasitas baterainya lebih kecil daripada iPhone 6, Apple berhasil membuat daya tahan keduanya tetap konstan. Dikutip dari 9to5Mac, bisa saja Apple meningkatkan kapasitas baterai pada iPhone 7 dan 7 Plus guna mempertahankan daya tahan baterainya. Ini dikarenakan prosesor Apple A10 yang akan disematkan kemungkinan akan lebih bertenaga ketimbang sebelumnya. iPhone 7 juga dirumorkan akan memiliki bodi yang sangat mirip dengan iPhone 6s. Hanya saja, bodinya akan lebih tipis dengan desain antena yang baru. Kemungkinan, Apple baru akan merombak desain bodi besar-besaran pada iPhone 8 yang akan dirilis 2017. Baru-baru ini, analis Ming-Chi Kuo dari lembaga finansial KGI Securities dalam sebuah penelitian memprediksi pangsa pasar ponsel buatan Apple akan mengalami penurunan selama tahun 2016 ini. Menurut penelitiannya, iPhone 7 menjadi salah satu penyebab turunnya pangsa pasar ponsel Apple selama tahun 2016. Pasalnya, ia tak melihat adanya nilai jual yang menarik dari iPhone 7. Oleh karena itu, agar tetap menarik di mata konsumen, Kuo menyarankan Apple melakukan desain ulang secara visual dan menghadirkan fitur komersial baru pada iPhone generasi berikutnya.
  7. Era wireless saat ini memang menjadi tren teknologi yang ramai dikembangkan. Pengisian baterai secara wireless pun kini sudah hadir pada produk teknologi yang dijual di pasaran. Namun bagaimana jika sebuah komputer didesain dengan tanpa baterai dan memperoleh energinya melalui transmisi gelombang radio? Perkenalkan, nama komputer tersebut adalah WISP yang merupakan kepanjangan dari Wireless Identification and Sensing Platform. Seperti yang telah disebutkan di atas, komputer ini tidak menggunakan baterai ataupun colokan listrik seperti halnya komputer ataupun laptop lain. Sebagai gantinya, kebutuhan energi dari komputer ini disuplai secara wireless. Komputer WISP ini mempunyai ukuran yang sangat kecil, hingga bisa dipegang hanya dengan dua jari. Dengan bentuknya yang mungil tersebut, tidak heran kalau komputer ini pun bisa disuplai dengan tenaga yang sangat kecil sehingga bisa ditransmisikan secara wireless. Dan sebagai alat transmisinya, komputer WISP ini pun hanya memakai transmitter RFID biasa. Kemampuan komputer ini memang tidak bisa dibandingkan dengan smartphone ataupun komputer lain. Namun kemampuan komputer WISP ini bisa disandingkan dengan kemampuan yang dimiliki oleh perangkat wearable seperti Fitbit, bisa dipakai untuk menjalankan sensor ataupun mengirimkan data. Keuntungan lainnya dari komputer mungil ini adalah bisa digunakan sebagai sarana komunikasi menggunakan sinyal radio yang bekerja mirip dengan kode Morse. Bahkan komputer mungil ini juga bisa diprogram secara wireless lho! Dengan kemampuan tersebut, komputer WISP ini pun bakal sangat berguna jika digunakan dalam kondisi darurat pada saat kondisi sumber tenaga sangat minim.
  8. Smartphone telah menjadi bagian penting dari kehidupan kita sehari-hari, untuk membantu kita dalam berkomunikasi, megelola rekening bank, dan bertukar informasi. Meski begitu, smartphone hanya dapat berguna selama baterai masih berfungsi dengan baik. Seringkali para pengguna mencharge smartphone mereka pada waktu malam hingga ditinggal tidur. Banyak pengguna smartphone mengatakan bahwa mencharge ponsel mereka semalam suntuk akan dapat merusak baterai dan mengurangi dayanya. Akan tetapi seberapa akuratkah dari pernyataan ini? Mencharge baterai Li-ion atau Li-Po semalaman Hingga sekarang ini, sebagian besar smartphone memakai baterai Li-ion. Masing-masing dari baterai tersebut mempunyai usia yang terbatas. Panas dan charging pada tegangan tinggi adalah penyebab utama di balik penurunan umur baterai tersebut. Tegangan tinggi pada umumya dijauhkan oleh charger yang baik karena mekanisme yang menurunkan tegangan untuk mengaktifkan pengisian baterai tanpa kerusakan. Namun, pengguna harus mengawasi jika telepon menjadi panas. Mitos bahwa pengisian baterai dari habis ke penuh untuk waktu yang lama bermula ketika handphone menggunakan baterai Ni-Cad. Handphone tua yang menggunakan baterai nikel kadmium akan bekerja lebih baik, tidak seperti Li-ion/ Li-Po. Pada umumnya, baterai Li-ion/ Li-Po memiliki sekitar 1000 siklus charging. Tips mencharge smartphone yang tepat Semua smartphone, baik itu Apple, Android, atau model lain yang memakai baterai Lithium-ion dapat mengontrol overcharge. Namun, jika hal ini dilakukan selama berjam-jam setiap hari, maka secara bertahap dapat menurunkan daya tahan baterai. Untuk pemakaian yang ideal haruslah membiarkan debit baterai telepon hingga 60%, dan kemudian diisi kembali sampai penuh. Hal ini karena pengisian baterai lithium-ion dari kosong sampai penuh akan lebih membuat baterai lebih panas dan mengurangi umurnya secara bertahap, dengan mengubah struktur materi kimia dalam baterai. Akan lebih bijak jika anda mencabut telepon dari charger setelah mencapai 100%. Jika memungkinkan, cobalah untuk mengisi baterai telepon anda pada siang hari sehingga anda dapat melepasnya dari charger pada waktu yang tepat. Penting untuk dicatat bahwa pengisian minimal adalah saat baterai mencapai sekitar 5-10% dari kapasitas energi. Jika baterai setiap saat selalu diisi mulai dari 0%, maka ini akan dapat merusak secara permanen dan tidak akan pernah dapat diisi ulang lagi. Tips membuat umur baterai smartphone lebih lama Cuaca dingin ataupun panas yang ekstrim dapat mempengaruhi kinerja baterai. Akan lebih baik untuk menjaga handphone anda pada suhu yang sedang-sedang saja. Akan lebih baik untuk mengisi baterai smartphone anda secara singkat setiap hari, daripada harus menghabiskan dahulu kapasitas baterai sepenuhnya. Matikan ponsel anda sesekali, ini akan memberikan waktu untuk beristirahat dan meningkatkan umur baterai. Jangan menggunakan charger merek tiruan yang murahan, karena ini justru dapat merusak masa pakai baterai dan meningkatkan resiko konsleting. Yang terbaik adalah memakai charger asli. Smartphone yang tidak digunakan juga akan mempengaruhi umur baterai. Maka itu, penting untuk menggunakan gadget ini setidaknya sekali sehari, diikuti dengan sesi pengisian, jika perlu. Pada ponsel Apple, secara teratur harus update ke versi iOs yang terbaru karena akan membantu peningkatan kinerja untuk baterai. Matikan bluetooth dan Wi-Fi jika tidak dipakai, hal ini akan meningkatkan daya tahan baterai. Menurunkan pengaturan suara dan kecerahan juga akan memperpanjang masa pakai baterai. Mengisi telepon Anda hanya saat dibutuhkan satu, pengisian telepon sehari-hari, meskipun itu menjadi penuh, akan merusak baterai. Mencharge smartphone dengan cara biasa akan jauh lebih baik bagi umur baterai daripada mencharge lewat USB komputer.
  9. Sebuah ponsel pintar dari Oukitel memiliki kapasitas baterai yang terbilang tak biasa, yakni 10.000 mAh dan diklaim bisa bertahan hingga 10 hari. Diberi nama K10000, ponsel asal China ini diyakini memiliki kemampuan daya hidup baterai yang tahan 10 sampai 15 hari. Kapasitas ini lebih besar lima kali lipat dari baterai iPhone 6s. Meski memiliki kapasitas baterai yang sangat besar, perusahaan Oukitel berupaya membuat bobot K10000 agar tetap ringan, yakni 184 gram. Ponsel yang dilapisi baja dan didesain dengan kesan "kekar" ini ditenagai oleh prosesor MediaTek MT6735 SoC quad-core 1 GHz, RAM 2 GB, memori internal 16 GB, dan layarnya 5,5 inci 720p. Ponsel ini mendukung kartu SIM ganda dengan fitur jaringan 4G LTE. K10000 tak luput dari kelengkapan kamera utama yang beresolusi 8 MP dan kamera depan 2 MP. Ponsel pintar ini berjalan dengan sistem operasi Android 5.1 Lollipop. Mengutip situs The Telegraph, apabila dibandingkan oleh Sony Xperia Z5 yang baterainya 2.900 mAh dan bertahan selama dua hari dalam keadaan digunakan terus, maka Oukitel K10000 diprediksi mampu bertahan sekitar enam hari. Oukitel K10000 rencana akan mulai dijual lewat sebuah toko online pada 21 Januari 2016 seharga US$ 239 atau setara Rp 3,35 juta.
  10. Kamu tentu sering mendengar sumber energi yang berasal dari matahari atau angin. Kedua sumber daya tersebut digadang-gadang akan menjadi pengganti sumber daya yang tak dapat diperbaharui, seperti minyak bumi yang kita gunakan saat ini. Dengan demikian, dampak buruk pemanasan global dan pencemaran udara bisa terkurangi. Namun, ada satu hal yang masih menjadi kendala dalam penerapannya, yaitu keterbatasan ruang penyimpanan. Apabila terdapat ruang penyimpanan atau baterai raksasa yang mampu menyimpan energi dari kedua sumber daya tersebut, maka penggunaannya pun akan lebih efisien. Nah, untuk mengatasi persoalan tersebut, perusahaan teknologi, Tesla Motors, berhasil menciptakan baterai berukuran raksasa untuk menampung energi yang berasal dari matahari dan angin. Baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang tersebut diklaim bisa menggantikan energi dari sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Dengan menggunakan baterai tersebut, energi akan tersimpan dengan baik dan tidak terbuang begitu saja. Baterai super itu terdiri dari dua tipe. Tipe 10kw/jam dibanderol dengan harga USD 3.500, sedangkan tipe 7kw/jam dijual dengan harga USD 3.000. Kedua tipe tersebut memiliki fungsi yang berbeda, tipe 10kw/jam sebagai sumber energi cadangan ketika terjadi pemadaman listrik. Sedangkan tipe 7kw/jam dirancang untuk penggunaan sehari-hari. Kendati baterai tersebut dinilai sangat unggul, Tesla ternyata bukanlah satu-satunya perusahaan yang menciptakan produk sejenis. Saat ini, semakin banyak perusahaan yang berlomba-lomba untuk membuat baterai dengan ruang penyimpanan yang besar. "Karena baterai ini mulai diproduksi massal, kita melihat saat ini harganya pun turun lebih cepat dari yang diperkirakan," kata Uwe Sauer, seorang ahli penyimpanan energi dari Technical University Aachen (RWTH) di Jerman. "Harganya lebih rendah dari yang diperkirakan untuk tahun 2020," tambahnya. Sementara itu, menurut Michael Stemer, seorang professor dari Regensburg University, ke depan masyarakat akan mulai beralih ke sumber daya yang dapat diperbaharui. "Kita akan beralih ke energi angin dan matahari karena lebih murah, karena sumber daya lainnya semakin langka, dan untuk melindungi iklim," kata dia.
  11. Dari semua komponen di dalam smartphone, baterai adalah bagian yang bisa dibilang paling tertinggal. Sejak digunakannya baterai lithium-ion ke perangkat konsumen sekitar 15 tahun lalu, praktis tidak banyak perkembangan yang terjadi di teknologi baterai. Bahkan sampai saat ini, belum ada tanda-tanda keberadaan teknologi baterai yang menghindari kita dari keharusan mengisi ulang smartphone tiap hari. Terobosan yang bisa dilakukan saat ini adalah bagaimana membuat pengisian ulang baterai bisa berlangsung cepat (quick-charge). Saat ini beberapa pabrikan seperti Samsung dan Oppo telah menanamkan teknologi quick charge. Teknologi ini pada dasarnya adalah mengalirkan voltase lebih besar (biasanya 9 volt) dari voltase normal USB (5 volt). Namun pengisian ulang seperti ini tidak bisa dilakukan terus-menerus karena merusak kesehatan baterai. Akan tetapi Huawei mengklaim berhasil melakukan terobosan baru dalam hal ini. Dalam acara Battery Symposium yang berlangsung di Jepang, Huawei menunjukkan teknologi terbaru di bidang quick charge yang bisa mengisi ulang baterai 10 kali lebih cepat dibanding baterai standar. Untuk mencapai hal itu, dibutuhkan charger serta baterai lithium-ion khusus yang memiliki energy density 620 Wh/Liter. Untuk membuktikan teknologi itu, Huawei merilis dua video. Video pertama menunjukkan komparasi pengisian ulang baterai smartphone ukuran 600mAh; satu diisi ulang normal, satunya lagi dengan teknologi fast charge Huawei. Dalam waktu dua menit, baterai yang diisi normal hanya terisi 2%, sementara baterai yang diisi ulang dengan teknologi Huawei mencapai 68%. Sedangkan di video kedua, dilakukan cara yang sama namun dengan baterai yang kapasitasnya lebih besar, 3000mAh. Hanya dalam waktu lima menit, baterai tersebut terisi 48%. Apa rahasianya? Menurut Huawei, mereka mengembangkan baterai khusus dengan cara melapisi molekul grafit di anoda dengan heteroatom. Heteroatom itu berfungsi sebagai katalis yang menangkap dan mentransmisikan lithium ke dalam ikatan karbon. Namun berbeda dengan teknologi fast charge yang sudah ada, Huawei mengklaim keberadaan heteroatom tidak berefek negatif terhadap densitas maupun keawetan baterai. Sayangnya, Huawei belum bisa memberikan kepastian kapan teknologi ini akan dirasakan konsumen. Berikut adalah salah satu video yang ditunjukkan Huawei sebagai bukti kecepatan teknologi fast-charge mereka ndral.
  12. Panasonic baru-baru ini mengumumkan baterai bikinannya yang hanya seukuran pin, yaitu panjang 20 milimeter dan diameter 3,5 milimeter. Baterai lithium-ion ini kira-kira seper-dua-puluh ukuran baterai AAA. Panasonic mengklaim, baterai tersebut paling kecil di dunia bila ditinjau dari kapasitas dan volumenya. Dengan kode produk CG-320, beterai tersebut berkapasitas 13 mAh dan tegangan 3,75 volt yang memungkinkan koneksi Bluetooth dan NFC (near-field communication) dengan smartphone. Menurut Panasonic, baterai sekecil itu cocok untuk peranti wearable, termasuk juga peranti Internet of Things (IoT). Selain CG-320, Panasonic juga membuat baterai seukuran pin lainnya dengan kapasitas yang lebih besar, yaitu 30 mAh dan 50 mAh. Ukurannya sedikit lebih besar dan lebih berat daripada CG-320. Panasonic merencanakan memproduksinya secara massal mulai Februari tahun depan. Direncanakan akan diproduksi 100.000 unit per bulan.
  13. Beberapa waktu lalu, Apple telah mengizinkan aplikasi pemblokir iklan (adblocker) untuk berjalan di sistem operasi iOS untuk iPhone dan iPad. Selain untuk memblokir iklan, ternyata aplikasi tersebut juga bisa menghemat paket data internet.Hal tersebut terungkap lewat riset yang dilakukan oleh The New York Times yang menggunakan iPhone 6 dengan dipasangi tiga aplikasi pemblokir iklan berbeda, Plurify, Crystal, dan 1Blocker.Percobaan dilakukan dengan menghitung jumlah data yang terpakai untuk mengunjungi 50 website berita danwebsite-website populer lainnya dengan aplikasi pemblokir iklan yang aktif dan tidak diaktifkan.Jumlah data tersebut kemudian dipakai untuk patokan dalam menghitung waktuloading halaman di jaringan 4G.Percobaan lain yang dilakukan fokus pada daya tahan baterai yang dipakai untukbrowsing dengan menampilkan iklan dan tidak.Sejumlah website yang memiliki banyak iklan mobile, jumlah data per halamannya jadi menurun drastis, waktu loading halamannya juga meningkat saat adblocker diaktifkan.Sebagai contoh, halaman muka situsBoston.com memiliki ukuran 19,4 MB untuk dibuka secara penuh. Dengan aplikasi adblocker diaktifkan, ukuran tersebut bisa berkurang menjadi hanya 4 hingga 4,5 MB."Di jaringan 4G, maka halaman tersebut bisa dibuka dalam waktu 39 detik dengan iklan dan delapan detik tanpa iklan," demikian tulis The New York Times.Di AS, dengan paket data yang terpakai lebih sedikit, pengguna bisa menghemat hingga 9,5 dollar AS (sekitar Rp 14.000) per bulannya jika mengunjungi website yang sama.Daya tahan baterai iPhone 6 juga diklaimThe New York Times bertahan sedikit lebih lama dengan mengaktifkan aplikasiadblocker, yaitu meningkat 21 persen.Namun, perlu diingat, daya tahan baterai iPhone 6 tersebut hanya diuji untuk keperluan browsing saja, belum termasuk aktivitas lainnya.Namun, The New York Times juga mewanti-wanti bahwa dengan adblockerdiaktifkan, waktu loading halaman bisa berbeda-beda dan kadang ada konten web yang hilang.
  14. Saat ini ponsel sudah jadi pusat banyak kegiatan, mulai dari memotret, menonton film, hingga mengetik berbagai tugas. Sayangnya, fungsi-fungsi tersebut masih sering terkendala oleh baterai yang lekas habis.Ponsel pun seringkali harus bolak-balik dicolokkan ke perangkat charger. Proses "nge-charge" ini tidak selalu bisa dilakukan sepanjang malam selagi tidur menunggu pagi. Kalau waktunya tidak tepat, proses charging bisa mengganggu kegiatan. Katakanlah Anda sedang terburu-buru karena 30 menit lagi harus bertemu dengan klien, tapi baterai ponsel tinggal 10 persen. Tentu Anda ingin mengisinya dengan cepat, agar saat sampai di tempat yang dijanjikan masih bisa menghubungi klien Anda.Keinginan itu tak mustahil diwujudkan, asalkan Anda memilih metode pengisian daya yang tepat. Berikut ini, seperti dirangkum oleh KompasTekno, dari Ubergizmo, Jumat (31/7/2015), lima cara yang bisa dipakai untuk mempercepat charging baterai ponselAndroid dan iPhone.1. Pakai charger tabletPengguna ponsel Android atau iPhone bisa men-charge lebih cepat ketika menggunakanadapter charger yang lebih kuat, misalnya charger bawaan perangkat tablet atau iPad.Charger bawaan smartphone biasanya lebih kecil sedangkan charger tablet lebih kuat.Namun perlu dicatat, tidak semua perangkat cocok dengan cara ini. Beberapa ponsel dapat mengambil daya sebanyak apapun dari charger dan bisa terisi dengan cepat. Tapi ada juga yang cuma bisa mengambil daya sesuai dengan output charger bawaan, sehingga metode ini tidak akan berpengaruh sama sekali.Kebiasaan menggunakan charger perangkat tablet ini sebaiknya dilakukan saat benar-benar diperlukan saja karena dikhawatirkan dapat mengurangi umur baterai ponsel.2. Kabel USB terbaikJangan remehkan kabel USB yang Anda pakai sehari-hari. Meksi terkesan sepele, kualitas kabel ini berpengaruh pada kecepatan charge ponsel.Kabel USB murah atau bukan orisinal, biasanya dibuat sangat tipis dan tidak menghantarkan daya dengan baik. Logam yang dipakai pun berkualitas rendah sehingga tidak bisa menangani listrik berdaya tinggi.Sebaiknya gunakan kabel USB dari paket pembelian ponsel. Atau sebagai alternatif, carilah kabel USB kualitas terbaik buatan brand yang sudah Anda percaya.3. Matikan ponselMeski ponsel Anda sedang tidak dipakai sama sekali, bila dalam keadaan menyala tetap ada aplikasi-aplikasi yang berjalan di background.Nah, meskipun kecil, kinerja aplikasi tersebut tetap menyedot daya dan membuat proses pengisian daya melambat. Karena itu cobalah untuk mematikan ponsel saat di-charge.Ketika dimatikan, maka seluruh aplikasi ikut mati. Efeknya membuat seluruh daya yang disalurkan benar-benar masuk dan terkumpul.Bila tak ingin mematikan ponsel, Anda juga bisa mengaktifkan Airplane Mode. Mode tersebut berguna menghentikan transmisi sinyal seluler dan Wi-Fi yang berperan besar menyedot daya di bateraimu.Kalau memang tidak sempat mematikan ponsel atau menggunakan Airplane Mode, setidaknya jangan mengisinya sambil bermain video game yang banyak menyedot daya.4. Jangan charge via port USB komputerOutput daya dari port USB komputer biasanya berkisar antara 0,1 A hingga 0,5 A. Ini jauh lebih rendah dibandingkan output menggunakan charger khusus ponsel yang mencapai 2A atau lebih. Demikian berarti kecepatan pengisian daya juga akan jadi lebih rendah. Bila Anda sedang terburu-buru, jangan charge ponsel menggunakan port USB komputer. Sebaiknya langsung saja memakai charger bawaan.Perlu ditambahkan bahwa port USB di sebagian komputer yang mendukung intrerface USB 3.0 mampu menyalurkan arus sebesar 1A sehingga tetap bisa dipakai untuk mengisi daya ponsel dalam waktu relatif singkat, atau setidaknya sama cepat dengan charger bawaan ponsel. 5. Jangan sentuh ponsel!Saat mengisi daya, diamkan ponsel. Cobalah untuk menahan hasrat mengecek ponsel kecuali memang ada pesan atau panggilan penting yang masuk.Alasannya, saat Anda mengecek ponsel maka layarnya akan menyala. Padahal layar merupakan salah satu bagian yang paling menguras baterai.Selain mengecek ponsel, sebaiknya Anda tidak mengisi daya sambil menjalankan aplikasi-aplikasi berat seperti mengunduh alplikasi, memutar video atau bermain game. Sumber : kompas.com
  15. Baterai mungkin adalah salah satu komponen yang paling sering ditanyakan dari sebuah ponsel. "Bagaimana cara mengisi yang benar?" atau "Haruskah saya mengisi baterainya sepanjang malam?" adalah dua contoh pertanyaan yang sering diajukan.Sayangnya, informasi soal baterai cenderung simpang siur dan tak jarang saling bertentangan sehingga menimbulkan mitos keliru. Pengguna pun bisa dibuat bingung.Apa saja mitos keliru yang sering diutarakan soal baterai ponsel? Berikut ini daftar sepuluh di antaranya.1. Baterai punya "ingatan"Anda mungkin pernah mendengar saran agar secara rutin mengosongkan seluruh kapasitas baterai kemudian mengisinya penuh-penuh agar "ingat" dengan kapasitas aslinya. Ada pula anjuran untuk tak mengisi baterai sebelum kosong. Mitos ini sebenarnya salah karena siklus pengisian seperti itu tak mempengaruhi kinerja baterai. Sering-sering mengisi baterai sebelum benar-benar habis pun tak akan merusaknya. Efek ingatan alias "memory effect" memang pernah berlaku untuk baterai Ni-cad lama, tapi baterai Lithium Ion modern tak terdampak.2. Baterai harus diisi dengan charger bawaanBeberapa charger berkualitas buruk bisa berbahaya buat ponsel. Namun bukan berarti Anda harus selalu memakai charger bawaan ponsel untuk mengisi baterainya. Charger USB manapun bisa dipakai untuk mengisi baterai ponsel, tapi kinerjanya akan berbeda-beda. Charger yang mampu menyalurkan arus 2 ampere, misalnya, bakal mengisi baterai lebih cepat dibandingkan charger 1 ampere.Ada juga beberapa kemampuan khusus seperti fast charging yang hanya bisa digunakan apabila ponsel diisi dengan charger bawaan.3. Baterai ponsel akan rusak apabila diisi semalamanMenancapkan ponsel ke charger sebelum tidur adalah kebiasaan yang lazim dilakukan banyak orang, mungkin juga termasuk kamu. Nah, apakah hal ini bisa mengakibatkan "overload" atau merusak baterai?Jawabannya adalah tidak. Ponsel masa kini sudah cukup "pintar" untuk memutus arus listik secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh, walaupun ia masih tersambung ke charger. 4. Jangan pakai ponsel saat di-chargeMenggunakan ponsel saat sedang tersambung ke charger tidak akan berpengaruh buruk pada baterai. Entah digunakan atau tidak, baterai ponsel akan terisi seperti yang seharusnya.Lagipula, ponsel kerapkali mengaktifkan dirinya sendiri ketika sedang di-charge, misalnya untuk mengunduh updatesoftware lewat Wi-Fi ataui sinkronisasi data. Jadi, jangan takut untuk memakai ponsel saat sedang diisi baterainya.5. Mematikan ponsel bisa merusak bateraiBaterai di ponsel tidak akan rusak apabila perangkat dimatikan. Memang, kapasitas baterai sedikit demi sedikit akan berkurang ketika perangkat dimatikan dan disimpan dalam waktu lama, tapi hal ini normal terjadi dan tak perlu dicemaskan.Anda pun bisa mematikan dan melepas baterai (apabila memungkinkan) tanpa perlu khawatir. Tak ada salahnya pula mematikan ponsel beberapa saat untuk "mengistirahatkan" perangkat. Proses reboot yang dilakukan setelahnya bahkan bisa menyelesaikan beberapa masalah terkait fungsi baterai.6. Baterai ponsel harus diisi penuh sebelum digunakanBanyak orang mengisi baterai ponsel hingga mencapai 100 persen sebelum mulai menggunakannya. Ini keliru karena tak ada keuntungan apapun yang bisa diperoleh dari hal tersebut.Bahkan, baterai ponsel sebenarnya bekerja optimal ketika kapasitasnya berada di angka 40 persen hingga 80 persen. Baterai kebanyakan ponsel juga diisi setengah penuh dari pabrik sehingga kamu bisa langsung menggunakannya begitu dikeluarkan dari kemasan.7. Menaruh baterai di freezer/menjemur bisa memperpanjang umurnyaMitos yang satu ini berasal dari masa lalu dan sama sekali tidak benar, apalagi bagi baterai Lithium-Ion modern yang justru bisa mengalami kerusakan akibat panas atau dingin berlebih.8. Berselancar di internet adalah kegiatan paling menguras bateraiKegiatan yang paling menyita kinerja adalah bermain game 3D yang rakus sumberdaya. Karena itu, bermain game juga merupakan kegiatan yang paling menguras baterai.Berselancar di internet pun bisa cukup berdampak pada kapasitas baterai, tergantung jenis konten yang diakses. Online gaming dan video YouTube, misalnya, akan lebih cepat mengurangi daya tahan baterai ketimbang browsing konten berbasis teks.9. Mematikan Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS akan memperpanjang umur bateraiKetiga fungsi ini hanya akan memakai listrik ketika dijalankan, misalnya GPS yang akan aktif ketika pengguna menjalankan aplikasi pemetaan. Menyalakan Bluetooh, GPS, dan Wi-Fi pun tak akan terlalu berpengaruh pada kapasitas baterai secara keseluruhan.Masih ingin menghemat baterai? Anda bisa mengurangi tingkat kecerahan layar karena komponen ini adalah yang paling menguras daya baterai pada ponsel.10. Task manager membantu baterai bertahan lebih lamaAplikasi task manager pihak ketiga sebenarnya tak membantu memperpanjang masa hidup baterai lebih lama dibanding task manager bawaan, meskipun menawarkan kemampuan untuk memasukkan proses tertentu ke dalam whitelist/ blacklist.Task manager bisa berguna untuk mengendalikan aplikasi yang berjalan, tapi jangan berasumsi bahwa ia akan turut memperpanjang umur baterai. Sumber: tekno.kompas.com
  16. Perusahaan Daimler asal Jerman yang memproduksi mobil Mercedes-Benz menjalin kemitraan dengan perusahaan prosesor mobile Qualcomm untuk membawa teknologi pengisian nirkabel pada ponsel pintar ke mobil listrik agar dayanya dapat diisi ulang tanpa koneksi kabel. Langkah ini merupakan upaya Daimler dalam mengembangkan mobil pintar yang diprediksi para ahli akan berkompetisi dari sisi peranti lunak juga telekomunikasi. Dalam siaran pers bersama, Daimler dan Qualcomm menilai teknologi isi daya secara nirkabel cocok untuk kendaraan listrik. Selain itu, kedua perusahaan juga berupaya memungkinkan pengisian perangkat telekomunikasi seperti ponsel pintar atau laptop dapat diisi ulang saat pengguna sedang mengemudi. "Sangat penting bahwa kami tetap berada di ujung tombak teknologi dan terus memberikan pengalaman tak tertandingi kepada pelanggan kami," kata Thomas Weber, anggota dewan Daimler untuk penelitian dan pengembangan. Sejumlah produsen mobil mewah asal Jerman sedang mengeksplorasi teknologi mobil yang terhubung dengan Internet. Mereka dilaporkan hendak membentuk konsorsium untuk membeli aplikasi peta digital Here yang dibuat Nokia. Perusahaan otomotif kini mendapat saingan berat dari perusahaan teknologi seperti Google dan Apple, yang juga mengembangkan mobil pintar.
  17. Jika sempurna, batere ini akan bisa diisi ulang hanya dalam satu menit saja. Beberapa ilmuwan di California menyatakan mereka telah mengembangkan batere untuk telepon genggam yang bisa diisi ulang hingga penuh, dalam waktu satu menit. Para peneliti dari Universitas Stanford California yang dipimpin Profesor Hongjie Dai menyatakan bahwa purwarupa batere itu terbuat dari bahan baku alumunium dan grafit. Tim ini tak sengaja menemukan bahwa grafit bisa menjadi pasangan yang baik untuk alumunium. Mereka yakin bahwa batere tersebut bisa menggantikan teknologi yang ada sekarang ini. Dalam riset yang diterbitkan di jurnal Nature ini, batere ini akan menggantikan batere berbahan ion-lithium. Menurut mereka, batere berbahan baku alumunium ini lebih ramah lingkungan ketimbang batere alkaline, serta lebih stabil dibandingkan dengan batere berbahan baku lithium yang terkadang mendatangkan percikan api. Jika dikembangkan, batere ini berpeluang menggantikan batere di ponsel dan komputer jinjing. Menurut koresponden teknologi BBC menyatakan bahwa klaim seputar terobosan teknologi batere sering terjadi pada tingkatan purwarupa. Namun untuk benar-benar terwujud, harus ditunggu dan dicermati dengan baik.
  18. Secanggih apapun smartphone yang dimiliki, tentu tak akan berguna jika baterainya bermasalah. Sayangnya, masalah baterai pada smartphone sangat sering terjadi seiring dengan waktu pemakaian. Kondisi tersebut tak dapat dihindari meski pengguna telah merawat baterainya dengan baik. Berikut beberapa tips untuk mengidentifikasi kondisi baterai pada smartphone. 1. Lihat tampilan visual baterai. Hal ini hanya dapat dilakukan pada baterai yang bisa dilepas dari smartphone. Setelah baterai dilepas, lihat apakah sekujur tubuh baterai membengkak dan terjadi korosi pada logam baterai. Korosi dapat dilihat dari warna logam yang menjadi keputih-putihan atau kehijau-hijauan. Jika terlihat ciri-ciri tersebut, segera ganti baterai. Jangan memasukkan kembali baterai ke badan smartphone karena dapat merusak elemen-elemen lain pada smartphone. Tips ini tidak berlaku untuk smartphone-smartphone keluaran terbaru yang tidak memungkinkan baterainya dilepas-pasang. 2. Lakukan gerakan berputar pada baterai. Baterai lithium akan mengalami penurunan daya setiap kali baterai kosong namun terlambat diisi ulang. Cuaca ekstrim juga dapat mempercepat kerusakan baterai. Untuk mengidentifikasi kerusakan tersebut, keluarkan baterai kemudian putar baterai pada bidang yang rata. Jika baterai dapat berputar dengan lancar, kondisi baterai tersebut dapat dikatakan buruk. Lagi-lagi, tips ini tidak berlaku untuk smartphone-smartphone keluaran terbaru yang tidak memungkinkan baterainya dilepas-pasang. 3. Amati seberapa cepat baterai habis. Pada satu waktu, menjadi tidak normal jika baterai berkurang 1 hingga 2 persen saat tak digunakan. Jika hal ini terjadi, amati waktu yang dibutuhkan baterai dari penuh hingga kosong pada rentan waktu tertentu. Jika baterai menjadi kosong hanya dalam beberapa jam padahal jarang difungsikan, pengguna patut khawatir. 4. Menggunakan tools pendiagnosa baterai. Untuk pengguna iPhone, dapat menggunakan aplikasi iBackupBot. Aplikasi ini tersedia untuk Windows dan Mac. Pengguna hanya perlu menghubungkan iPhone ke komputer yang telah di-install iBackupBot. Setelahnya, iBackupBot akan memberi informasi detail tentang perangkat pengguna. Untuk mengetahui kondisi baterai, pengguna iPhone dapat memilih menu "More Information" pada tampilan utama iBackupBot. Perlu diketahui, baterai lithium biasanya kehilangan 20 persen kapasitasnya setelah 500 kali diisi ulang. Bagi pengguna Android, pengguna hanya perlu menekan kode *#*#4636#*#*. Lalu, pengguna akan dapat melihat informasi detil terkait kondisi baterai.
  19. Daya tahan baterai merupakan salah satu hal yang cukup penting untuk diperhatikan ketika akan membeli sebuah smartphone. Dengan daya tahan baterai yang bagus tentunya akan menunjang aktivitas sehari-hari kita. Beberapa smartphone memiliki kapasitas baterai yang besar dan kuat untuk digunakan dalam aktivitas seharian. Namun, ada saja faktor-faktor yang dapat menyedot daya pada baterai dengan cepat. Berikut adalah tips-tips agar daya pada baterai smartphone dapat bertahan lebih lama: 1. Ganti koneksi 3G dengan Wi-Fi Pada Lokasi Hotspot Koneksi jaringan merupakan salah satu hal yang dapat menguras baterai dengan cepat. Hal ini terjadi jika koneksi jaringan kurang stabil, sehingga mengakibatkan perpindahan koneksi 3G ke 2G dan sebaliknya secara terus menerus. Tentunya ini akan memaksa smartphone untuk boros dalam menggunakan baterai. Solusi untuk ini adalah menggunakan jaringan Wi-Fi yang ada di lokasi. Contohnya, ketika sedang berada di rumah atau di kantor. 2. Matikan Wi-Fi, GPS, dan Bluetooth Saat Tidak Digunakan Terkadang, kita lupa mematikan fitur Wi-Fi, GPS, atau Bluetooth di smartphone kita ketika sudah tidak dibutuhkan. Jika dibiarkan terus aktif ketika tidak digunakan, fitur-fitur tersebut akan menguras daya baterai. Untuk itu, ada bagusnya untuk mematikan Wi-Fi, GPS, dan Bluetooth ketika tidak digunakan. 3. Atur Kecerahan Layar Smartphone Ketika Aktif Biasanya kecerahan dari sebuah layar smartphone akan menentukan tingkat kenyamanan dalam melihat tampilan di layar. Namun tingkat kecerahan pun dapat mempengaruhi besarnya daya baterai yang digunakan. Semakin tinggi tingkat kecerahan layar akan membuat daya baterai semakin terhisap. Untuk itu kita dapat menyesuaikan tingkat kecerahan sesuai dengan kondisi yang terjadi dan sebaiknya tidak menggunakan kecerahan otomatis karena akan menggunakan sensor cahaya yang menguras baterai. 4. Gunakan Gambar Wallpaper Statis dan Minimalisir Penggunaan Widget Menggunakan gambar wallpaper animasi atau live wallpaper cukup menarik. Namun ini akan meningkatkan penggunaan prosesor sehingga menyebabkan daya baterai semakin terkuras. Sama halnya ketika menggunakan widget yang membutuhkan update data dari internet akan menyebabkan daya baterai pun ikut terkuras. Untuk itu kita dapat mencoba menggunakan wallpaper menarik yang statis dan meminimalisir penggunaan widget. 5. Menghapus Aplikasi yang Menyedot Baterai Terkadang kita tidak menyadari bahwa yang menyebabkan baterai kita cepat terkuras adalah aplikasi yang telah dipasang di smartphone. Lembaga survei AVG melaporkan bahwa aplikasi jejaring sosial dan game menjadi penyebab terpopuler untuk soal menguras daya baterai. Untuk itu, pembaca dapat mencoba menghapus aplikasi-aplikasi yang menyedot baterai, mematikan fungsi notifikasi, serta membatasi interval auto refresh untuk aplikasi yang berjalan di belakang. Jika bingung aplikasi mana yang meyedot baterai, bisa melihat daftar aplikasi boros baterai di artikel KompasTekno berjudul "Daftar Aplikasi Boros Baterai di Android". 6. Menggunakan Fitur Penghemat Baterai Bawaan Fitur penghemat baterai ini telah tersedia pada beberapa jenis smartphone. Dengan fitur ini kita dapat mengatur aplikasi yang dapat berjalan di latar belakang agar hemat dalam menggunakan daya baterai. Salah satu contohnya adalah fitur hemat daya di smartphone Oppo tertentu yang mempunyai mode “super power saving”. Mode ini hanya akan menampilkan menu telepon, kontak, pesan, serta jam saja pada smartphone, sehingga sangat hemat daya.
  20. Selain merilis mana saja aplikasi yang bikin ponsel menjadi lebih lambat, pembuat antivirus AVG juga menyebut game yang membuat baterai ponsel cepat habis. AVG baru saja merilis hasil riset yang mereka lakukan sepanjang kuartal keempat 2014. Riset tersebut bertujuan untuk mengetahui, aplikasi dan game apa saja yang dapat mempengaruhi kinerja ponsel, termasuk soal konsumsi daya dan data. Dalam laporan tersebut Facebook disebut sebagai aplikasi yang paling membebani kinerja ponsel. Ada pula Instagram dan Path yang masuk daftar serupa. Sedangkan untuk aplikasi yang membuat baterai cepat habis AVG lagi-lagi menyebut Facebook walau bukan di posisi paling atas. Daftar aplikasi yang diklaim AVG paling boros baterai Untuk kategori game, nama-nama seperi Clash of Clans, Candy Crush dan Boom Beach muncul sebagai game ponsel yang paling banyak menyedot daya baterai. Berikut adalah daftar lengkap: Daftar game yang diklaim AVG paling banyak menyedot baterai
  21. Selain smartphone dan tablet, laptop atau notebook juga salah satu perangkat mobile yang cukup populer. Bahkan kini, untuk mengerjakan beberapa tugas, terkadang tidak mungkin ditangani oleh perangkat pintar saja dan pada akhirnya laptop menjadi pelarian. Berikut ini adalah cara untuk menghemat baterai pada laptop: Tutup yang Tak Dipakai Aplikasi atau program tak dipakai yang berjalan di background dapat membuat kinerja baterai laptop cepat habis. Karena itu tutuplah aplikasi tersebut apabila tidak dipergunakan untuk keperluan multitasking agar lebih hemat daya. Turunkan Kecerahan Layar Kecerahan layar yang berlebihan juga dapat memboroskan baterai. Pengguna dapat menyetelnya sesuai dengan kenyamanan pandangan, agar dapat menghemat baterai sekaligus juga sedap dilihat. Matikan Speaker Jika pengguna mendengarkan musik melalui laptop usahakan jangan menggunakan speaker. Itu karena sangat boros daya. Matikan Wi-Fi & Bluetooth Jika tidak diperlukan, sebaiknya matikan saja koneksi Wi-Fi dan Bluetooth. Dua fitur tersebut cukup menguras daya di laptop Anda. Aktifkan Mode Hemat Daya Pengguna dapat memanfaatkan fasilitas ini pada OS yang ada di laptop Anda. Untuk Windows, caranya klik ikon baterai di taskbar, lalu masuk pada battery setting dan klik “balance” menjadi “power saver”. Sementara pada MacBook pengguna dapat mengakses pengaturan energy saver dengan mengklik ikon baterai di toolbar atas atau via System Preferences -> Energy Saver. Pastikan Baterai Sehat Borosnya baterai laptop bisa jadi karena komponen itu sudah rusak. Karenanya jangan biarkan baterai terekspos terhadap suhu ekstrim. Pastikan juga, jangan tinggalkan laptop dalam keadaan masih di dalam case (sarung) saat di-charge, juga jangan isi baterai saat laptop benar-benar mati total (indikator 0 persen).
  22. Smartphone dan baterai, dua hal yang pastinya tidak bisa dipisahkan dalam penggunaannya. Kita juga tahu kualitas baterai akan semakin menurun dari waktu ke waktu karena penggunaan untuk operasional smartphone. Kalau Jerukers merasa kinerja baterai kamu sudah berkurang, jangan terburu-buru ganti beli baterai baru, perhatikan beberapa tips yang disajikan: Tes Putaran Baterai berbasis lithium biasanya akan menurun performanya, seiring bertambahnya memori tiap melakukan charging. Belum lagi masalah terlalu panas atau dingin juga bisa memperpendek umur baterai. Cara terbaik melakukan charging tentu saja dengan tidak membiarkannya sampai semalaman atau dalam waktu yang lama. Bagaimanapun juga, penyakit baterai membengkak pasti bisa saja terjadi sebagai manifestasi perlakuan kita terhadap baterai. Tapi jangan buru-buru mendiagnosis baterai kembung sebelum kamu melakukan tes putaran pada baterai. Untuk memeriksa apakah sel baterai baik-baik saja, cobalah putar pada permukaan datar, jika berputar dengan lancar tanpa kendala, bisa dikatakan baterai itu sudah usang. Jika memang masalahnya hanya kembung, Jerukers bisa membeli baterai baru sebagai solusinya. Lakukan Pengamatan Visual Jerukers tidak perlu menjadi ilmuwan untuk membedakan baterai rusak atau sehat. Pasalnya beberapa ketidakberfungsian baterai pada umumnya mudah dikenali dengan mata telanjang. Pertama-tama matikan ponsel kamu terlebih dahulu, lalu lepas baterai. Perhatikan apakah ada gejala seperti kembung, korosi di dekat terminal logam, dan noda hijau atau putih. Ini semua adalah tanda-tanda bahwa sel baterai sudah usang. Jika kamu melihat gejala tersebut, sebaiknya segera datangi operator yang menangani merek ponsel kamu, untuk mengantisipasi bocornya zat kimia tersebut ke dalam body ponsel. Dan jangan lupa, lepas baterai lalu masukan terlebih dahulu dalam plastik bersegel sebelum datang ke tempat perbaikan ya Jerukers. Amati Seberapa Cepat Pengurangan Persentase Indikator Baterai Tidak semua ponsel yang sudah menurun performanya dapat terlihat secara visual seperti kembung. Ada penyakit lainnya, yaitu dengan melihat seberapa cepat pengurangan persentase. Jika dalam satu kurun waktu (misalnya satu menit) persentase turun sampai dua atau lebih, bahkan ketika ponsel sedang dalam keadaan tidak digunakan, bisa saja masalah yang ada bukan pada baterai, tetapi pada ponsel kamu. Tips Mendiagnosis Lainnya Bagi pengguna iPhone dapat melacak berapa kali baterai dapat diisi, dan juga memonitor kapasitas sel di dalamnya. Namun, informasi ini hanya dapat diakses hanya oleh staf Apple. Jangan khawatir, masih ada solusi lainnya, dengan iBackupBot--sebuah utilitas all-in-one untuk mengelola iDevices yang bisa di-download di Mac dan PC. Cara penggunaannya pun harus dikoneksikan dahulu ke desktop komputer kamu. Di dalam iBackupBot bisa terlihat perhitungan siklus charging iPhone, serta kapasitas baterai. Jika angka FullChargeCapacity jauh lebih rendah daripada yang di bawah DesignCapacity, maka baterai mungkin harus diganti (Perlu diingat baterai berbasis lithium biasanya kehilangan sekitar 20% dari kapasitas setelah 500 kali siklus charging). Sedangkan pada pengguna Android, ponsel juga menyimpan data tentang kesehatan sel baterai. Untuk mengaksesnya, coba masukkan kode *#*#4636#*#* di aplikasi telepon kamu, lalu akan langsung muncul informasi seperti di bawah ini. Tetapi apabila cara tersebut tidak berhasil mendeteksi kerusakan baterai, coba aplikasi monitoring baterai dari MicroPinch. Ini adalah alat sederhana pemantau baterai di mana status kesehatan baterai bisa dilihat, sekaligus voltase dan temperaturnya.
  23. Merasa baterai gadget Android cepat terkuras? Kinerja perangkat menjadi pelan? Biang keroknya mungkin adalah satu (atau lebih) aplikasi yang terpasang di perangkat bersangkutan. Nah, aplikasi mana saja yang memboroskan baterai dan menurunkan kinerja? Jawabannya coba ditemukan oleh lembaga sekuriti AVG, yang bulan ini menganalisis perangkat Android milik lebih dari satu juta pengguna aplikasi AVG. Hasilnya, ditemukan bahwa Facebook menduduki urutan teratas dari daftar 10 aplikasi Android yang menyita sumber daya alias menurunkan kinerja perangkat. Sebabnya disebutkan karena aplikasi jejaring sosial itu kerap melakukan koneksi untuk memeriksa notifikasi yang masuk, bahkan ketika aplikasinya sendiri sedang tidak digunakan pengguna. Urutan kedua ditempati oleh Path, disusul Instagram di posisi keempat. Aplikasi chattingBlackBerry Messenger ternyata juga masuk dalam 10 besar deretan aplikasi paling rakus sumber daya. Daftar aplikasi paling boros baterai didominasi oleh aneka judul game. Tak mengherankan karena kebanyakan pengguna Android menghabiskan 62 persen waktu penggunaan perangkat (tablet atau smartphone) untuk bermain game, menurut temuan AVG. Empat urutan teratas aplikasi pemboros baterai dikuasai oleh judul-judul game bikinan King, salah satu developer game mobile terpopuler di Android. Di luar game, ada juga sederet aplikasi lain yang juga memboroskan baterai. Lagi-lagi Facebook muncul dalam daftar ini, di urutan keenam disusul oleh Path. Tiga aplikasi Samsung, yakni AllShareCast, Chaton, dan WatchOn, masuk dalam urutan-urutan teratas aplikasi pemboros daya. Banyak dari aplikasi di atas merupakan judul-judul populer yang “wajib” hadir di gadgetAndroid. Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi pemborosan baterai dan kinerja tanpa harus membuang aplikasi yang bersangkutan? AVG menyarankan pengguna untuk mematikan fungsi notifikasi serta membatasi intervalrefresh untuk aplikasi yang berjalan di latar belakang. Kedua hal ini bisa dilakukan dengan mengatur setting dari dalam aplikasi yang bersangkutan. Disarankan pula untuk sering-sering membersihkan cache aplikasi karena file sampah yang terkumpul bisa berukuran sangat besar. Scrolling timeline di Facebook selama 60 detik, misalnya, disebut sudah menghasilkan file cache sebesar 5MB. Menu Clear Cache bisa ditemukan di pengaturan App Manager dalam menu setting Android. Sumber: Forbes
  24. Beberapa waktu lalu China baru saja meresmikan salah satu gedung pusat energinya di provinsi Hebei, yaitu sebuah baterai raksasa seukuran gedung. Baterai terbesar di dunia tersebut berkapasitas 36 Megawatt-Jam. Baterai ini seperti UPS di komputer, ia juga akan berfungsi sebagai energi cadangan jika pembangkit atau jaringan listrik mengalami kerusakan. Baterai terbesar di dunia tersebut cukup untuk mengaliri listrik sebanyak 12.000 rumah. Perkembangan iptek senilai $ 500.000.000 ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi listrik di wilayah ini hingga 10 persen. Baterai yang terletak di Zhangbei ini bukan hanya berada di bangunan yang berdiri sendiri. Pusat cadangan catu daya ini terhubung ke pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga matahari berkekuatan 140 megawatt dengan sistem transmisi smart-grid. Pemasangan baterai raksasa ini dapat diharapkan dapat menghasilkan energi listrik yang kontinyu dari dua tipe pembangkit listrik yang “murah dan ramah lingkungan” tersebut (tenaga surya dan angin). Seperti yang kita ketahui, dua jenis pembangkit listrik ini memiliki output yang tidak stabil, misalnya pada saat malam atau pada saat kecepatan angin rendah. Deputi Direktur Energi Nasional China menyebut sistem ini sebagai future-model bagi pengembangan energi listrik dan perkembangan iptek secara umum di China, yang berarti mungkin akan menjadi fasilitas pertama pembangkit listrik ramah lingkungan yang melibatkan baterai di dunia. Sudah banyak penelitian yang melibatkan penyimpanan energi (semacam baterai) untuk menghasilkan energi listrik yang stabil dari angin dan tenaga surya, dan China patut diacungi jempol karena merekalah yang pertama kali ‘berani’ mewujudkan hasil penelitian tersebut secara besar-besaran. Bagaimana dengan Indonesia?
  25. Teknologi-teknologi dan inovasi terbaru terus bermunculan dari tahun ke tahun. Walaupun sudah ada sebelumnya, teknologi baterai yang dikembangkan oleh para peneliti dari Nanyang Technological University (NTU Singapore) sangat luar biasa. Para peneliti dari Nanyang Technological University (NTU Singapore) berhasil menciptakan baterai baru yang dapat diisi ulang dari 0-70 persen hanya dalam 2 menit saja. Selain itu, satu hal yang membuatnya sangat istimewa itu adalah baterai berjenis Lithium Ion ini memiliki umur lebih dari 20 tahun untuk digunakan secara terus menerus. Dalam menciptakannya, para peneliti mengganti graphite yang digunakan dalam baterai Lithium Ion lama dengan material gel yang terbuat dari titanium dioxide. Selain kuat, material ini sangat murah dan aman. "Penelitian kami ini belum tuntas sepenuhnya, akan tetapi dengan menggunakan nanoteknologi dari kami ini, maka baterai pada sebuah mobil listrik dapat digunakan hanya dengan mengisinya secara penuh dalam waktu kurang lebih 5 menit saja. Hal itu sama dengan waktu yang Anda gunakan untuk mengisi bahan bakar di SPBU pada umumnya," jelas Associate Professor Chen Xiaodong of Nanyang Technological University.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy