Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bank'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 23 results

  1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sehubungan kegagalan sistem yang berdampak pada perubahan saldo 10% nasabah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sehubungan kegagalan sistem yang berdampak pada perubahan saldo 10% nasabah bank pelat merah tersebut, Sabtu kemarin (20/7). “Secepatnya OJK akan meminta Bank Mandiri untuk segera melaporkan permasalahan dan apa saja langkah yang mereka lakukan untuk tidak terulang lagi di kemudian hari,” jelas Deputi Komisioner Humas dan Manajemen Strategis OJK Anto Prabowo, Minggu (21/7). Menurutnya, OJK tengah melakukan monitor dan mitigasi mengenai hal yang dilakukan oleh bank dan memprioritaskan aspek perlindungan konsumen dan hak nasabah. Ia menekankan, yang terpenting pelayanan nasabah sudah kembali normal dan tidak ada yang berkurang hak atau isi rekeningnya. Sebelumnya, BMRI langsung melakukan klarifikasi dengan menggelar konferensi pers pada sabtu pagi (20/7). Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafa, menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening ini, dan berjanji proses pemulihan akan selesai di hari yang sama. "Saat ini kami informasikan dan tegaskan bahwa perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Namun, kali ini terjadi eror pada data saldo 10% nasabah. Perubahan saldo nasabah sedang dilakukan bertahap untuk dikembalikan posisi awal dan saldo sebenernya sudah di-backup. Akan kembali, 2 jam ini," paparnya.
  2. Menjelang pergantian tahun, sejumlah bank ramai-ramai merombak formasi direksi. Nakhoda baru yang diinginkan ialah yang bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Pengamat ekonomi Eric Alexander Sugandi mengatakan di samping memang beberapa masa jabatan direksi lama sudah habis, bank pada era sekarang membutuhkan penyegaran dengan orang-orang baru. "Bisa juga karena bank yang bersangkutan memang butuh perubahan strategi untuk hadapi 2017 sehingga butuh orang yang lebih sesuai untuk itu," katanya kepada Bisnis.com di Jakarta, Senin (26/12/2016). Dia menjelaskan bank butuh perubahan strategi untuk menghadapi tantangan bisnis di 2017. Salah satu syarat utamanya adalah mampu membaca dan menyesuaikan diri dengan pesatnya perkembangan dunia digital. Pada bulan ini, sedikitnya ada tiga bank yang merombak jajaran direksinya. PT Bank QNB Indonesia Tbk. mengangkat R. Andi Kartiko Utomo dan Junita Wangsadinata sebagai anggota direksi baru. Sebagai informasi, Andi sebelumnya menjabat sebagai kepala e-Banking and Nontraditional Channel Bank QNB. Dia juga pernah menjabat beberapa posisi di industri telekomunikasi. Sepekan sebelum Bank QNB, PT Bank Permata Tbk. juga merombak susunan direksi. Roy Arman Arfandy yang sebelumnya sebagai Direktur Utama digantikan oleh Ridha DM Wirakusumah. Ridha pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Maybank Indonesia Tbk. pada 2009 hingga 2011. Selain itu, dia juga pernah menduduki jabatan sebagai President and CEO AIG Inc. Hong Kong dan Corporate Banking Group Head di Citibank Jakarta. PT Bank Pan Indonesia Tbk. (Bank Panin) juga melakukan perubahan jajaran direksi. RUPSLB Bank Panin memutuskan mengangkat Hendrawan Danusaputra sebagai Wakil Presiden Direktur, Lionto Gunawan sebagai Direktur, serta Januar Hardi sebagai Direktur.
  3. Menkeu Sri Mulyani (kiri), berbincang bersama para konglomerat Indonesia di sela-sela makan malam bersama Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, 22 September 2016. Acara makan malam ini digelar untuk mengajak mereka mengikuti Tax amnesty. Kalangan perbankan yang tercatat sebagai bank persepsi program pengampunan pajak atau tax amnesty juga ikut memperpanjang jam kerja operasionalnya. Sebanyak 76 bank persepsi lembur hingga enam jam sampai pukul 21.00 WIB pada Jumat lalu. Hal ini dilakukan berdasarkan permintaan Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka mengakomodasi membeludaknya jumlah wajib pajak yang ingin berpartisipasi di hari terakhir periode pertama tax amnesty pada Jumat lalu. Periode pertama pengampunan pajak ini menawarkan skema tebusan dua persen. "Seluruh perbankan bank persepsi buka melayani orang yang ingin membayar uang tebusan," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama, di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat, 30 September 2016. Yoga mengatakan waktu normal pelayanan pembayaran pajak di perbankan setiap hari kerja biasanya berakhir pada pukul 15.00 WIB. Dengan adanya penambahan jam operasional pelayanan perbankan untuk tax amnesty khusus kemarin, diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh wajib pajak. "Kan ada juga yang hari ini (kemarin), baru ngurus terus bayar tebusannya malam," kata Yoga. Karena itu, pemerintah pun meminta perbankan ikut mendukung program tax amnesty ini seoptimal mungkin. Yoga menegaskan untuk mendapatkan slot periode pertama tax amnesty dengan tebusan dua persen masih akan ditunggu hingga tadi malam. Untuk itu, wajib pajak harus menyerahkan surat penyerahan harta (SPH)-nya kemarin. Jika lewat dari pukul 21.00 WIB itu, kata Yoga, sudah terhitung masuk ke periode kedua program tax amnesty dengan nilai tebusan tiga persen. "Pokoknya datang, dapat tanda terima dulu." Soal masih ada wajib pajak besar, seperti juga para pengusaha yang baru akan ikut program tax amnesty di menit-menit terakhir kemarin, Yoga menduga karena masih ada kendala administrasi dan inventarisasi aset dengan jumlah besar yang memakan waktu cukup lama. "Last minute karena asetnya banyak, ribuan jenis, tempatnya juga bisa di berbagai kota dan negara."
  4. Perusahaan keamanan dunia maya Symantec telah menemukan bukti bahwa Korea Utara berada di balik serangkaian serangan terhadap beberapa bank di Asia baru-baru ini. Symantec mengatakan malware atau perangkat lunak berbahaya yang digunakan untuk mencuri US$81 juta dolar dari bank sentral Bangladesh terkait dengan sejumlah serangan terhadap sebuah bank di Filipina dan di Vietnam. Ini mungkin pertama kalinya sebuah negara menggunakan kode berbahaya untuk mencuri uang dari negara lain. Para periset keamanan mengatakan malware itu mirip dengan yang digunakan sebelumnya oleh sebuah kelompok yang dikenal sebagai "Lazarus.'' Kelompok itu terkait dengan sejumlah peretasan yang memfokuskan pada target-target di AS dan Korea Selatan pada tahun 2009. Serangan itu termasuk peretasan besar-besaran terhadap Sony Pictures tahun 2014, dimana FBI menuduh hal itu dilakukan pemerintahan Korea Utara. Tapi Korut membantah tuduhan tersebut. Symantec mengatakan sebuah bank di Ekuador juga melaporkan kehilangan 12 juta dolar yang dicuri para peretas yang menggunakan transaksi SWIFT tipuan. Para perisetnya kini menguatkan temuan kontraktor pertahanan Inggris BAE Systems yang mengaitkan pencurian di bank Bangladesh itu dengan serangan dunia maya terhadap bank di Vietnam dan Ekuador. [www.voaindonesia.com]
  5. Bank Sentral Amerika mengatakan suku bunga acuan tetap tidak akan berubah guna mempertahankan kondisi penyerapan tenaga kerja yang maksimal dan stabilitas harga. Meskipun terjadi perekrutan tenaga kerja yang stabil dan angka pengangguran pada kisaran 5%, beberapa pejabat badan pembuat kebijakan bank sentral itu mengatakan inflasi masih berada di bawah target Bank Sentral yaitu 2%. Hal ini terutama disebabkan anjloknya harga minyak sebelumnya. Tetapi Komite Pasar Terbuka Federal – yang baru menyelesaikan pertemuan dua hari Rabu ini (27/4) – memperkirakan inflasi akan mulai meningkat untuk jangka menengah ketika pasar tenaga kerja semakin kuat dan harga energi mulai naik lagi. Bank Sentral juga memonitor perkembangan keuangan dan ekonomi global untuk menentukan dampak lambatnya pertumbuhan di pasar negara berkembang terhadap pasar domestik. Source: www.voaindonesia.com
  6. Komposisi infrastruktur yang memadai diperlukan untuk menunjang aktifitas sebuah perusahaan. Apalagi untuk sebuah perusahaan jasa keuangan salah satunya adalah bank, hal ini tak bisa dianggap remeh. Perangkat yang dibutuhkan harus secanggih mungkin agak tak bisa dibobol. Namun tidak seperti yang tejadi di Bangladesh, dimana sebuah bank menggunakan router dengan harga tidak sampai Rp200 juta. Alhasil bank ini mengalami kerugian cukup besar. Dikatakan bahwa bank sentral di Bangladesh merugi hingga Rp1 triliun. Hal ini karena bank tersebut menggunakan router murahan pada jaringan yang menghubungkan ke jaringan keuangan global. Bukan hanya menggunakan router murah, dikatakan juga bahwa router yang dibeliu adalah bekas. Kerugian yang mencapai Rp1 triliun disebabkan oleh para hacker. Kasus yang terjadi pada bulan Februari lalu, para hacker berhasil masuk ke jaringan utama bank sentral Bangladesh melalui router murahan tersebut. Lalu mereka mengirimkan sejumlah uang ke beberapa rekening. Aksi hacker bisa ketahuan oleh pihak bank gara-gara salah dalam pengejaan nama saat hendak mengirimkan uang, sehingga membuat aksi ini diketahui oleh pihak bank. Kabarnya, para peretas ini mentargetkan pencurian hingga senilai 1 miliar USD, namun karena diketahui oleh pihak bank, mereka hanya mampu mengambil 81 juta USD atau setara dengan Rp1 triliun. Setelah dilacak, uang yang dicuri tersebut kabarnya dikirimkan ke beberapa rekening di Filipina yang rata-rata menuju ke tempat judi atau kasino. Hingga saat ini, sebagian uang tersebut kabarnya belum pulih dan masih dalam tahap penyeledikan. Pakar keamanan bank dari berbagai negara pun mengatakan hal yang sama, dimana seharusnya bank ini setidaknya menggunakan perangkat router yang lebih terjamin dengan mengeluarkan uang yang tidak seberapa.
  7. PT Bank Central Asia Tbk kembali menggaungkan biaya tambahan untuk transaksi nasabah mereka. Sebelumnya, bank swasta nomor wahid itu menyebut akan mengenakan biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai, kini nasabah yang ingin membeli pulsa pun bakal diminta merogoh kocek lebih dalam. Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA mengaku telah bekerja sama dengan operator telekomunikasi dalam negeri. Nasabah yang membeli pulsa Telkomsel melalui mobile banking (m-banking) BCA akan dikenai biaya transaksi sebesar Rp1.500. "Ada pengaturan ulang dengan Telkomsel. Jadi, kalau ada kenaikan harga, ya kami ikuti. Namun, kenaikan itu bukan berasal dari kami, melainkan dari operatornya," ujarnya, Kamis (7/4). Selain mengenakan biaya tambahan untuk transaksi di m-banking, BCA juga akan memungut biaya dari transaksi pengecekan saldo di anjungan tunai mandiri (ATM). Hal ini terpaksa dilakukan, karena tingginya biaya operasional setiap mesin ATM yang dioperasikan. "Kami akan pertimbangkan, analisa pengecekan rata-rata memang satu bulan empat kali dari 13 juta kartu. Tetapi, ada orang yang sebulan cek sampai 780 kali, ada yang 200 kali," imbuh Jahja. Diharapkan, kebijakan tersebut nantinya bisa membuat nasabah beralih memanfaatkan fasilitas SMS banking dan internet banking yang belum dikenakan biaya. "Kalau tidak terlalu banyak akan didekati bagaimana menggunakan internet banking dan m-banking. Kalau nasabah tobat, tidak akan kami kenakan biaya pengecekan saldo," pungkasnya. Sumber: CNNIndonesia
  8. Manajemen PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menjelaskan pungutan tarif sebesar Rp15.00 untuk setiap pembelian pulsa melalui transaksi m-banking ataupun e-banking. Telkomsel beralasan, channel penjualan pulsa melalui bank merupakan salah satu dari berbagai channel yang dapat dipilih pelanggan Telkomsel untuk menikmati kemudahan isi ulang pulsa. Di mana hal ini juga dapat dilakukan di outlet-outlet penjualan pulsa mitra Telkomsel, GraPARI, MyGrapari, aplikasi MyTelkomsel dan web MyTelkomsel. Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati mengatakan selama ini biaya administrasi untuk pembelian pulsa melalui channel bank merupakan biaya yang ditanggung oleh Telkomsel. "Saat ini biaya tersebut harus dibayarkan oleh pelanggan seperti halnya isi ulang pulsa yang dilakukan melalui outlet-outlet penjualan pulsa mitra Telkomsel," ujar Adita. Adita menjelaskan hal tersebut secara umum sudah banyak diterapkan dalam proses isi ulang maupun pembelian melalui channel bank untuk kebutuhan lain seperti listrik, air dan sebagainya. Ia mengklaim proses penarikan tarif tersebut telah disosialisasikan terlebih dahulu oleh para pelanggan Telkomsel. Sebelum transaksi dilakukan, informasi mengenai adanya biaya administrasi (surcharge) akan disampaikan kepada pelanggan dan pelanggan dimintai persetujuannya terlebih dahulu atas biaya administrasi (surcharge) yang muncul. "Perubahan biaya transaksi untuk pembelian pulsa melalui channel bank, merupakan salah satu upaya kami untuk tetap menjaga kualitas dan ketersediaan layanan yang prima bagi pelanggan," jelasnya. Sumber: cnnindonesia
  9. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana bakal mengenakan biaya untuk pengecekan saldo di mesin kasir otomatis atau ATM. Mengingat, ongkos pengoperasian ATM semakin mahal. Presiden Direktur BCA Jahya Setiaatmadja mengatakan, nasabah bisa menggunakan ATM hingga 70 kali sebulan hanya untuk sekedar mengecek saldo rekening. Sementara bank tak pernah mengenakan biaya untuk aktivitas tersebut. Di sisi lain, biaya perawatan ATM tak terbilang murah. Jahja menyebut biaya perawatan ATM mencapai Rp 144 juta per bulan. Sementara, biaya pengadaan ATM per unit sekitar USD 5 ribu hingga USD 20 ribu. "Semula kami mau tambah 2.700 mesin ATM. Tapi kalau melihat situasi seperti ini mungkin hanya akan nambah 500-1.000 ATM saja. Karena biayanya mahal," katanya di Jakarta, Kamis (3/3). Atas dasar itu, menurut Jahja, pihaknya tengah menimbang pengenaan biaya untuk setiap pengecekan saldo di ATM dalam tiga hingga enam bulan mendatang. Adapun besarannya masih dalam kajian. "Tapi gambaran kami pengecekan saldo di ATM yang lima hingga sepuluh kali dalam sebulan. Tapi, kalau ada yang 70 kali ngecek saldo sebulan, narik uang juga hanya Rp 50 ribu-Rp100 ribu, buat kami operasionalnya mahal," jelasnya. "Kami bukan melarang cek saldo, tapi mendorong mereka pakai internet banking, m-banking, sms banking yang free tiap menit mau dicek juga silahkan."
  10. Di tengah persaingan yang semakin ketat, para pelaku perbankan harus mulai mengambil inisiatif untuk melakukan inovasi digital. Pergeseran kebiasaan nasabah dan pelanggan yang bergerak ke arah mobile internet harus dimanfaatkan secara optimal supaya tetap bisa unggul daripada kompetitor. Kesimpulan tersebut disampaikan oleh lembaga konsultasi manajemen The Boston Consulting Group (BCG) berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa CIO terkemuka di Indonesia mengenai manfaat teknologi (technology advantage). “Akan ada gangguan (disruption) yang signifikan maupun kesempatan yang besar selama satu dekade ke depan di sektor pembayaran,” kata Edwin Utama (Partner and Managing Director, BCG Jakarta) dalam keterangan persnya. “Untuk terus memperoleh nilai dari bisnis pembayaran mereka, bank-bank harus mengambil tindakan yang tegas dalam berbagai dimensi: meningkatkan kesempurnaan interface digital, memperluas jangkauan layanan, meningkatkan efektivitas operasi, dan membentuk kemitraan dalam ekosistem pembayaran yang lebih luas. Bank-bank juga perlu mengakui bahwa nilai sektor pembayaran akan semakin cepat terwujud dengan memperdalam hubungan dengan pelanggan, tidak hanya dengan meningkatkan pendapatan secara langsung,” lanjut Edwin. Munculnya smartphone dan aplikasi mobile memberikan kesempatan yang unik kepada bank untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin berkembang, baik untuk menambah maupun meningkatkan frekuensi interaksi yang pada akhirnya akan memperkuat hubungan dengan para pelanggan. Konsumen ingin terus memiliki peningkatan terhadap kendali yang mereka miliki saat melakukan transaksi perbankan serta peningkatan terhadap visibilitas keuangan mereka. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, bank dapat menawarkan feature tambahan pada aplikasi mobile banking mereka, seperti kemampuan untuk menolak atau melaporkan transaksi yang dicurigai sebagai penipuan, menerima penawaran yang sesuai dengan keinginan mereka, tebusan reward yang lebih fleksibel, atau kemudahan untuk mengaktifkan atau menutup kartu mereka. Khusus bagi konsumen yang lebih kaya, mereka mengharapkan perlakuan istimewa (misalnya: promosi untuk aplikasi mobile yang sukses seperti Uber atau Go-Jek) dan penawaran yang unik (misalnya: akses pada acara eksklusif) yang dapat secara mudah disampaikan melalui aplikasi mobile banking. Bank juga memiliki akses terhadap data baru yang berharga–seperti informasi location-based context-aware yang dihasilkan dari penggunaan mobile-wallet dan aplikasi mobile banking–yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi penipuan dan memberikan program loyalitas yang bersifat lebih personal. Data-data tersebut dapat menjadi informasi yang sangat berguna. Tapi, bank perlu lebih berhati-hati untuk tidak melewati privasi dari setiap nasabahnya. BCG memperkirakan bahwa dua per tiga dari potensi nilai total big data berada dalam risiko apabila para stakeholder gagal membangun dan menjaga privasi nasabah.
  11. Dalam upaya pemerataan di bidang keuangan, Indonesia kalah dibandingkan Kenya maupun Afrika Selatan. Menurut studi Brooking’s Institution, Indonesia baru berhasil menjangkau 70% penduduk yang selama ini belum terjangkau oleh program finansial....
  12. PT Bank Rakyat Indonesia, untuk kesekian kalinya membuktikan dirinya tetap menjadi pioneer dalam layanan perbankan, salah satunya BRI akan memulai pembangunan Teras BRI Kapal (Keel Laying/Peletakan Lunas) yang dilaksanakan di Pelabuhan Tanjung Perak – Surabaya. “ Kami menjadi yang pertama mengoperasikan layanan perbankan di atas kapal di Indonesia. Melalui layanan jasa perbankan Teras BRI Kapal ini, kami harapkan dapat menjadi sebuah lompatan besar dalam dunia keuangan khususnya perbankan untuk melayani masyarakat pesisir dan nelayan di pulau-pulau terpencil” Tutur Budi Satria Corporate Secretary BRI ketika menghadiri Peletakan Lunas Kapal di Surabaya. Dengan menyandang reputasi sebagai microbanking yang telah mengakar di tengah masyarakat Indonesia, BRI senantiasa mengembangkan dan membangun layanannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. BRI memahami benar kultur budaya bangsa yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan. Di sisi lain, BRI juga berusaha memberikan kemudahan, kenyamanan, kecepatan, dan keamanan bagi nasabah dalam melakukan berbagai transaksi perbankan. Dengan Jaringan unit kerja yang tersebar luas, sebanyak 19 Kantor Wilayah, 457 Kantor Cabang, 581 Kantor Cabang Pembantu, 583 Kantor Kas, 5.228 Unit, 2.454 Teras Kios, 522 Teras Keliling, 19.512 ATM, 192 CDM, 96.608 EDC tak diragukan BRI siap melayani masyarakat sampai ke pelosok desa dan batas terluar di republik ini. Peluncuran Teras BRI Kapal merupakan upaya BRI dalam menyelaraskan bisnisnya dengan perkembangan demografi masyarakat Indonesia yang terdiri dari gugusan pulau – pulau yang tersebar seluruh negeri. Teras BRI Kapal selanjutnya dapat menjadi salah satu upaya BRI untuk mengedukasi atau melakukan literasi masyarakat kepulauan untuk melek jasa layanan keuangan perbankan . Teras BRI Kapal adalah layanan keuangan perbankan pertama dan satu –satunya di dunia yang melayani jasa keuangan bank di atas air yang menyusur pulau-pulau terluar dalam gugusan kepulauan di Indonesia. Tidak hanya itu, Teras BRI Kapal sebagai moda transportasi laut/ sungai yang bersifat mobile juga membawa misi membangun ekonomi masyarakat pesisir . “ Teras BRI tidak hanya bertindak sebagai bank yang beroperasi antar pulau, melainkan juga akan menjadi agen-agen ekonomi yang ikut membangun dan menyejahterakan ekonomi masyarakat pesisir.” Tambah budi. Sementara itu, untuk operasionalisasi Teras BRI Kapal direncanakan berlayar di daerah Kepulauan Seribu yang merupakan wilayah peluncuran operasional Teras BRI Kapal untuk yang pertama dan selanjutnya BRI segera akan meluncurkan Teras BRI kapal di wilayah Ternate, Bau-bau, dan Tanjung Selor, seperti yang diungkapkan Oleh Budi. Semangat Financial Inclusion adalah sesuatu yang menjadi spirit BRI dalam meningkatkan pelayanan ini, mengedukasi dan literasi keuangan serta sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dengan mengutamakan fokus terhadap perkembangan UMKM. Melalui Teras BRI Kapal yang merupakan persembahan Bank BRI sebagai agent of development dalam menjalankan fungsi financial inclusion yang terarah dan terukur, ke depannya diharapkan dapat menumbuhkembangkan rasa percaya diri masyarakat nelayan di pesisir untuk menggunakan produk dan layanan keuangan serta menciptakan pasar yang wajar dan teratur. Penggunaan produk-produk keuangan secara wajar dan teratur akan mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan masyarakat.
  13. Nasabah Bank Mandiri Cabang Bengkulu yang kehilangan uang saat melakukan transaksi via M-Banking Dua orang nasabah pemilik rekening tabungan Bank MandiriCabang Bengkulu kehilangan uang sebesar Rp 49 juta. Belakangan diketahui uang mereka lari ke pemilik rekening yang terdaftar di kota Denpasar, Bali. Mereka adalah Firdaus pemilik rekening nomor 113.00.0980037.0 kehilangan uang sebesar Rp 49 juta, setelah dilacak, uang miliknya lari ke rekening Bank Tabungan Negara cabang Bali nomor 49.157.889, pemilik rekening itu tercatat atas nama Risto Mattila, warga negara Finlandia. Pemilik rekening kedua adalah Seprinaldi Syukron dibobol, uang tabungan miliknya berkurang sebesar Rp 49.657.432. Belakangan diketahui, uang miliknya lari ke rekening salah seorang nasabah Bank Sinar Mas juga terdaftar di Cabang Bali. Namun anehnya, rekening milik Firdaus, sempat membengkak menjadi lebih dari Rp 100 triliun, hanya berselang 5 menit, dia melaporkan peristiwa ini melalui call centre Bank Mandiri, rekeningnya langsung terblokir, bahkan uang miliknya lebih dari Rp 49 juta juga ikut hilang. "Kami komplain ke pihak Bank, tetapi jawabannya kami terima surat yang mengatakan bahwa terjadi Phising dengan modus Malware, kami tidak mengerti apa itu, yang jelas, kami mau uang kami kembali," ujar Firdaus Rekening Firdaus Dia lalu mengajukan keberatan kepada Bank Mandiri Cabang Bengkulu dan ditunggu hingga 20 hari. Saat dia mendatangi Bank yang terletak di Jalan S Parman Kota Bengkulu, mereka meminta waktu 7 hari lagi karena masalah tersebut sudah ditangani oleh kantor pusat Jakarta. "Saya ditelpon oleh pihak yang mengaku orang dari kantor pusat Bank Mandiri Jakarta bernama Maria, dan kembali meminta waktu 7 hari lagi sebab kata dia prosedur transfer saya sudah benar dan kesalahan ada di mereka, uang saya setelah mereka lacak singgah di Bank Sinar Mas Cabang Bali, hari ini sudah lewat 7 hari itu, tetapi belum juga ada jawaban," lanjut Seprinaldi.
  14. Foto wajah dalam kartu identitas memang menjadi salah satu tolok ukur keabsahan kepemilikan suatu barang. Apalagi untuk benda-benda berharga seperti kartu ATM, Hand Phone maupun benda berharga lainnya. Wajar jika untuk meyakinkan bukti kepemilikan yang sah, seseorang harus memiliki wajah yang sesuai dengan foto yang ada di ID Card-nya. Seorang gadis ingin mengganti nomor PIN-nya di bank, sayangnya permintaan gadis ini ditolak oleh pegawai bank dengan alasan bahwa, wajah gadis tersebut tidak sama dengan wajah yang ada di kartu identitasnya. Fefei, nama samaran gadis tersebut, mengaku lupa dengan nomor PIN-nya karena lama tidak menggunakannya. Ia pun pergi ke bank di Shaoyang China untuk mengatasi masalah tersebut. Fefei memang mengalami banyak perubahan dalam kurun waktu beberapa bulan ini. Fefei berubah 7 kg lebih langsing daripada sebelumnya. Ia juga memiliki gaya rambut yang sangat berbeda dengan foto yang ada di KTP-nya yang dibuat pada tahun 2009 itu. China Smack mengungkap pihak bank pun akhirnya meminta gadis tersebut untuk membawa surat pengantar dari kantor kepolisian.
  15. Sejarah bank dunia telah dimulai sejak tahun 1944 yang lalu. Bank dunia tidak seperti bank-bank konvensional lainnya. Hal ini disebabkan, bank dunia telah disahkan sebagai sebuah lembaga keuangan yang mencakup seluruh dunia. Berdasarkan struktur kekuasaan, bank dunia berada di bawah naungan PBB. Oleh karena itu, muncullah istilah bahwa bank dunia adalah specialized agency. Berdirinya Bank Dunia Pembentukannya pertama kali bermula dari forum konferensi yang dinamakan dengan Konferensi Bretton Woods, diadakan di Amerika Serikat. Dalam Konfrensi tersebut dibentuklah bank dunia yang berperan sebagai pengatur keuangan universal. Terutama pasca terjadinya Perang Dunia II. Dengan terbentuknya Bank Dunia maka diharapkan negara-negara yang porak-poranda akibat peperangan bisa memulihkan perekonomian mereka. Sumber keuangan bank dunia berasal dari beberapa negara-negara maju di dunia. Tercatat ada 186 negara yang berpartisipasi untuk menanam saham investasi di bank dunia. Negara-negara dengan jumlah saham investasi terbanyak akan mendapat hak untuk menduduki bangku Direktur Eksekutif dan berwenang/ turut campur dalam pemilihan Presiden Bank Dunia. Sebut saja Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, dan Jepang adalah lima negara yang menduduki peringkat 5 teratas dengan jumlah kepemilikan saham investasinya. Dari 186 negara penanam saham, terpilih 19 negara yang mendapat hak sebagai Direktur Eksekutif. Sejauh ini, Presiden Bank Dunia terpilih selalu dimenangkan oleh Amerika Serikat. Tidak berlebihan memang, sebab kepemilikan saham investasi Amerika Serikat di Bank Dunia adalah yang paling banyak di antara negara-negara lainnya. Peraturan utama yang ditegakkan sejak tahun 1960 menegaskan bahwa Bank Dunia wajib memfokuskan perhatian pada negara-negara di luar Eropa maupun non Eropa. Selama ini diketahui bahwa perekonomian negara-negara non Eropa yang lebih banyak “hancur” karena peperangan. Oleh sebab itu, Bank Dunia harus memngucurkan dana sebagai bentuk hutang yang akan digunakan sebagai dana untuk membiayai proyek-proyek negara korban perang. Diharapkan proyek-proyek tersebut nantinya akan menghasilkan uang, sehingga negara peminjam dapat membayar hutang. Sejarah kilas balik, Indonesia pernah mengalami hal tersebut pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Saat itu perekonomian Indonesia memang benar-benar sulit diperjuangkan tanpa bantuan Bank Dunia. Kucuran dana pun didapat karena program yang dicanangkan Presiden Soeharto yakni proyek pembangunan lima tahun (PELITA). Pada era tahun 1968 hingga 1980, diketahui bahwa Bank Dunia paling banyak mengeluarkan pinjaman kepada negara dunia ketiga demi mengentaskan kemiskinan yang sedang tejadi di negara-negara tersebut. Menurut laporan, jumlah pinjaman negara-negara tersebut hingga 20% setiap tahunnya. Kenyataan tersebut menimbulkan multy opinion apakah peran Bank Dunia ini benar-benar dapat diandalkan untuk membantu negara-negara miskin dan berkembang atau justru menimbulkan masalah baru bagi negara peminjam tersebut. Pendapat-pendapat tersebut bermunculan ketika tugas bank dunia bersama organisasi IMF dalam mengatur stabilitas moneter mulai dianggap rancu. Bagaimana tidak, dalam prakteknya ternyata Bank Dunia bukan saja berandil dalam masalah perekonomian suatu negara. Tapi juga secara tidak langsung ikut turut campur dalam kebijakan politik negara-negara peminjam (penerima hutang). Beberapa pengamat ekonomi ikut menaruh pendapat bahwa sesungguhnya di balik peran Bank Dunia sebagai pemberi modal (pinjaman), sesungguhnya Bank Dunia justru memiskinkan negara-negara peminjam karena adanya bunga yang harus dibayarkan. Terbukti, banyak negara penerima hutang yang gagal melunasi hutang-hutangnya.
  16. Kabinet Yunani mengumumkan bahwa bank-bank akan tutup selama enam hari kerja dan penarikan uang tunai dibatasi. Bursa di Athena juga tutup Senin kemarin. Harga-harga saham jatuh di bursa Asia, Senin (29/6), setelah pemerintah Yunani menutup bank-banknya dan memberlakukan pengawasan modal yang ketat dalam usaha mengatasi utang yang besar. Indeks Nikkei di Tokyo anjlok 2 persen menjadi 20,283 poin, dan indeks komposit Shanghai turun 0,4 persen menjadi 4,178, meski China memangkas tingkat suku bunganya akhir pekan lalu. Indeks Hang Seng turun 1,7 persen menjadi 29,192, indeks Kospi di Korea selatan juga turun 1,6 persen dan indeks Standard and Poor di Sydney anjlok 1,8 persen. Kabinet Yunani mengumumkan bahwa bank-bank akan tutup selama enam hari kerja dan penarikan uang tunai dibatasi. Bursa di Athena juga tutup Senin ini. Kalaupun bisa dicapai kata sepakat dengan para kreditornya, kemampuan pemerintah Yunani untuk menjalankan berbagai reformasi yang sudah disepakati sangat diragukan, kata pakar ekonomi Rajiv Biswas.
  17. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras hari Minggu (28/6) mengatakan bank-bank di negara itu akan ditutup dan penarikan tunai dibatasi akibat kebuntuan utang yang semakin mendalam antara Yunani dan para pemberi pinjaman internasional. Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, PM Tsipras menyalahkan negara-negara kreditor atas krisis yang mengancam keanggotaan Yunani dalam blok 19 negara mata uang euro. Ia tidak memberi rincian berapa lama bank-bank Yunani akan ditutup atau sejauh mana kontrol diterapkan atas uang para nasabah. Pemimpin Yunani yang beraliran radikal kiri itu mengatakan penolakan Eropa terhadap permintaan Yunani bagi perpanjangan dana talangan hingga setelah penyelenggaran referendum tanggal 5 Juli. Referendum itu akan menentukan apakah rakyat menerima langkah-langkah penghematan baru yang diminta oleh pemberi pinjaman adalah "tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya berdasarkan standar Eropa, mempertanyakan hak rakyat berdaulat untuk mengambil keputusan." Batas waktu dana talangan berakhir hari Selasa, dengan Yunani meminta $ 8 milyar lebih supaya dapat membayar pinjaman jatuh tempo sebesar $ 1,8 milyar kepada Dana Moneter Internasional. Tapi pemerintah Yunani menolak keras permintaan para kreditor bagi langkah-langkah penghematan lebih lanjut, termasuk tambahan pemotongan pensiun. Bank Sentral Eropa mengatakan tetap membuka jalur dana kredit darurat bagi bank-bank Yunani, meskipun para nasabah antri panjang di depan mesin-mesin ATM untuk menarik tunai tabungan mereka. Keputusan itu membuka jalur kelangsungan bantuan keuangan ke Athena, tetapi tidak memberi uang lebih banyak. Bank sentral Eropa mengatakan mungkin akan mempertimbangkan dananya, tetapi belum ada tanda-tanda penyelesaian dalam kebuntuan antara Yunani dan para kreditor. Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis mengisyaratkan, pemerintah mungkin tidak akan membayar hutangnya sebesar $ 1,8 milyar kepada IMF. Ia mengatakan bank sentral Eropa, kreditur Yunani lainnya, meraih keuntungan dari obligasi Yunani pada tahun 2014 dan harusnya bisa mentransfer uang itu ke IMF untuk menutup pembayaran pinjaman. Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan ia kecewa terkait kebuntuan pembicaraan antara Yunani dengan para kreditor, tetapi tidak menyebutkan bank sentral mengucurkan dana untuk membayar IMF. "Saya tetap yakin pendekatan yang seimbang diperlukan untuk membantu memulihkan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan di Yunani, dengan reformasi struktural dan fiskal yang tepat, didukung pembiayaan yang tepat dan kebijakan berkesinambungan bagi hutang," kata Lagarde dalam sebuah pernyataan. Di Washington, Gedung Putih mengatakan Presiden Barack Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara melalui telepon dan setuju bahwa "sangat penting" bagi Yunani untuk melanjutkan reformasi dan pertumbuhan ekonominya bersama blok 19 negara mata uang euro. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bank sentral bekerja sama dengan Bank of Greece untuk menjaga stabilitas keuangan. Namun, para nasabah Yunani khawatir pemerintah akan memberlakukan batas penarikan tunai seperti yang diumumkan oleh PM Tsipras. Para nasabah antri di depan mesin ATM selama akhir pekan untuk mengambil uang tunai. Beberapa mesin kehabisan uang, tetapi ATM-ATM lainnya diisi ulang. Sumber: VOA Indonesia
  18. Sebuah geng penjahat siber multinasional telah mencuri sebanyak US$ 1 miliar atau sekitar Rp 12,7 triliun dari 100 lembaga keuangan di seluruh dunia dalam kurun waktu dua tahun, menurut riset perusahaan keamanan siber Kaspersky. Perusahaan asal Rusia itu mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Interpol, Europol, dan otoritas dari berbagai negara untuk mengungkap rincian lebih lanjut tentang perampokan siber yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kaspersky menjuluki jaringan peretas itu dengan Carbanak yang terdiri atas penjahat siber dari Eropa, termasuk Rusia dan Ukraina, serta Tiongkok. Mereka mengambil pendekatan untuk tidak mencuri langsung dari bank, melainkan menyamar sebagai pelanggan yang menarik uang dari rekening individu atau perusahaan. Carbanak menyalahgunakan email dari individu atau karyawan perusahaan yang telah membuka file dengan program jahat (malware). Teknik macam ini dikenal sebagai pengelabuan. Mereka kemudian mampu masuk ke sistem email, melacak surat elektronik, untuk melakukan penyadapan. Dengan cara ini, Kaspersky mengatakan, para penjahat siber dapat memelajari kebiasaan karyawan bank yang melakukan transaksi atau transfer uang. Carbanak bahkan disebut juga dapat membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk menarik uang tunai dari kartu debit. Mereka kemudian mengumpulkan uang membagikan hasil pencurian. “Serangan-serangan ini menggarisbawahi fakta bahwa penjahat akan mengeksploitasi kerentanan dalam sistem apapun," kata Sanjay Virmani, Direktur Pusat Kejahatan Digital Interpol, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kaspersky. Ia melanjutkan, hal ini menandai bahwa tidak ada sektor industri yang sepenuhnya kebal dari serangan siber dan para pengusaha harus terus meningkatkan keamanan data.
  19. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memastikan penurunan cadangan devisa sebesar 700 juta dolar AS merupakan upaya untuk menjaga agar volatilitas rupiah terhadap dolar AS tidak terlalu tinggi. "Cadangan devisa turun dari 111 miliar dolar menjadi 110 miliar dolar, artinya memang karena untuk menjaga volatilitas," katanya di Jakarta, Jumat malam. Agus menambahkan, meskipun nilai tukar rupiah terus berfluktuasi terhadap dolar AS dan menyebabkan penurunan cadangan devisa, tapi depresiasinya masih lebih baik dari negara lain seperti Turki. "Secara umum, nilai tukar Indonesia sampai pagi tadi depresiasinya enam persen year to date, dan yang kelihatannya depresiasinya besar year to date adalah Turki sampai 13 persen," jelasnya. Menanggapi nilai tukar rupiah yang masih bergejolak, Agus mengatakan salah satu penyebabnya adalah respons pelaku pasar terhadap pernyataan Ketua The Fed yang mengingatkan valuasi pasar saham AS, yang bisa menimbulkan bahaya bagi stabilitas keuangan. "Market saat ini mengikuti proses negosiasi di Yunani dan juga ada statement (Ketua The Fed) Janet Yellen yang bilang harga-harga saham di AS sudah kemahalan," katanya. Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia akhir April 2015 tercatat sebesar 110,9 miliar dolar AS, turun 700 juta dolar AS dari posisi akhir Maret 2015 sebesar 111,6 miliar dolar AS. "Peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya mendorong turunnya posisi cadangan devisa tersebut," kata Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Peter Jacobs. Namun, lanjut Peter, posisi cadangan devisa per akhir April 2015 masih cukup membiayai 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. "Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," ujar Peter. Sebelumnya, pada Maret 2015, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2015 tercatat menurun 3,9 miliar dolar AS, dari 115,5 miliar dolar AS pada Februari lalu menjadi 111,6 miliar dolar AS. Saat itu, penurunan posisi cadangan devisa juga dipengaruhi oleh peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental.
  20. Malware pencuri uang yang menghantui para pengguna internet banking BCA, juga mengancam para nasabah bank Mandiri. Sebagian sudah menjadi korban. Sebelumnya, sejumlah pengguna klik BCA melaporkan kejanggalan saat mereka mengakses layanan tersebut. Tiba-tiba muncul sebuah pop-up yang meminta untuk melakukan sinkronisasi token. Itu bukanlah salah salah satu layanan punya BCA, melainkan buatan pemilik malware yang memang sudah mengincar korban. Pengguna yang terkecoh dan mengikuti perintah yang tercantum pada pop-up tersebut, secara tak sadar sedang melakuan transaksi perbankan. "Setelah korbannya 'menyerah' dan memasukkan data yang diperlukan dalam sinkronisasi token, maka data itu akan langsung digunakan untuk melakukan transfer ke rekening yang telah dipersiapkan," kata pakar antivirus Alfons Tanujaya. Selain pengguna BCA, kabarnya nasabah bank Mandiri yang memakai layanan internet juga tak luput menjadi korban. Kurang lebih modusnya sama, yakni menyediakan pop-up saat pengguna mengunjungi situs resmi bank tersebut. "Hal ini menjadi catatan penting bahwa tidak terjadi pengalihan akses ke situs phishing. Jadi sinkronisasi token bertujuan untuk mendapatkan one time password yang akan digunakan untuk transaksi," jelas Alfons. Sejauh ini sudah ada tiga korban yang diketahui tertipu oleh aksi tersebut, salah satunya menanggung kerugian hingga Rp 13 juta. Untuk mengantisipasi hal itu pengguna disarankan untuk tidak mengakses pop-up tersebut. Kalau perlu, lakukan pembersihan komputer dengan antivirus terkini. Pop-up yang muncul saat nasabah membuka internet banking Mandiri
  21. Perusahaan jasa keuangan Royal Bank of Scotland (RBS) meluncurkan layanan baru yang memungkinkan nasabah RBS dan NatWest untuk masuk ke layanan perbankan mobile menggunakan sensor sidik jari sehingga nasabah tak perlu lagi mengingat kode sandi, sekaligus menghindar dari serangan perampok siber yang terus mengincar sektor perbankan. RBS, yang 80 persen sahamnya dimiliki pemerintah Inggris, mengatakan bahwa layanan sensor sidik jari perbankan mobile ini baru tersedia untuk pengguna ponsel pintar Apple iPhone 5s atau seri lebih tinggi. Mereka mengatakan, Selasa 17 Februari 2015, bahwa ada sekitar satu juta nasabah yang menggunakan aplikasi mobile banking RBS dan NatWest. Pada Juli 2014 lalu, RBS mengatakan bakal berinvestasi sebesar 1 miliar pound sterling selama tiga tahun ke depan untuk memudahkan aktivitas perbankan nasabah. Hal ini juga diperlukan RBS yang melihat fakta bahwa saat ini nasabah mulai memilih metode transaksi perbankan di perangkat mobile, termasuk ponsel pintar dan tablet. Setengah dari 15 juta nasabah mereka menggunakan jasa bank online, dan lebih dari 3 juta nasabah memakai aplikasi mobile setiap pekannya. "Telah ada revolusi di bidang perbankan, karena semakin banyak pelanggan kami menggunakan teknologi digital ke bank," kata Stuart Haire, Managing Director RBS dan NatWest, seperti dikutip dari Reuters. Lembaga keuangan lain juga telah berinvestasi dalam teknologi yang dirancang untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan log-in, yang juga mencegah penipuan serta memperkuat keamanan. Barclays tahun lalu meluncurkan alat pemindai jari untuk pelanggan korporasi dan mengatakan bakal meluncurkan fitur pengenal suara untuk jutaan nasabah retail. Perampok siber mengincar bank Sektor perbankan belakangan ini makin jadi target peretasan para perampok siber. Perusahaan keamanan siber Kaspersky, pada Februari ini melaporkan keberadaan geng peretas multinasional bernama Carbanak yang telah mencuri US$ 1 miliar atau sekitar Rp 12,7 triliun dari 100 lembaga keuangan di seluruh dunia dalam kurun waktu dua tahun. Para penjahat siber di Carbanak diduga berasal dari Eropa, termasuk Rusia dan Ukraina, serta Tiongkok. Mereka mengambil pendekatan untuk tidak mencuri langsung dari bank, melainkan menyamar sebagai pelanggan yang menarik uang dari rekening individu atau perusahaan. Carbanak menyalahgunakan email dari individu atau karyawan perusahaan yang telah membuka file dengan program jahat (malware). Teknik macam ini dikenal sebagai pengelabuan. Mereka kemudian mampu masuk ke sistem email, melacak surat elektronik, untuk melakukan penyadapan. Dengan cara ini, Kaspersky mengatakan, para penjahat siber dapat memelajari kebiasaan karyawan bank yang melakukan transaksi atau transfer uang. Carbanak bahkan disebut juga dapat membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk menarik uang tunai dari kartu debit. Mereka kemudian mengumpulkan uang untuk membagikan hasil pencurian. Kaspersky, yang berasal dari Rusia, telah bekerjasama dengan Interpol, Europol, dan otoritas dari berbagai negara untuk mengungkap rincian lebih lanjut tentang perampokan siber yang belum pernah terjadi sebelumnya.
  22. Dua bank baru sekarang menawarkan pelanggan mereka kesempatan untuk tidak pernah lagi berkomunikasi melalui telepon. Masa depan teknologi akan menggunakan gerakan jari untuk memilih aplikasi, dan bukan untuk menekan tombol telepon. "Segala sesuatu yang ingin anda lakukan - dari perspektif perbankan - dapat anda lakukan melalui telepon genggam," kata Anthony Thomson, ketua Bank Atom kepada Brian Milligan dari BBC. Bank Atom berharap untuk meluncurkan produknya pada paruh kedua tahun 2015 dan bertujuan untuk menjadi salah satu pelayanan yang hanya berbasis internet pertama di Inggris. Dan dia tidak bermaksud menggunakan ponsel untuk menelpon. Memang penelitian yang dilakukan perusahaan mereka menunjukkan bahwa pelanggan tidak suka terlibat dalam percakapan dengan bank mereka. "Pelanggan yang memiliki lebih sedikit kontak - tatap muka atau lewat telpon - dengan bank merupakan pelanggan yang lebih puas,” kata Mark Mullen, kepala eksekutif Atom Bank. Sebagai mantan bos bank yang berbasis telepon First Direct, ia tentu tahu. Perbankan yang menyenangkan Bank Atom kemungkinan diungguli oleh bank berbasis internet pertama di dunia, Fidor. Perusahaan asal Jerman tersebut berencana membuka cabang di Inggris sebelum akhir Maret. Mereka menjelaskan sistem mereka sebagai “komunitas”, karena metode komunikasi yang mereka gunakan ada media sosial. Salah satu kampanye mereka di Jerman adalah dengan memotong suku bunga pinjaman sebesar 0,1% untuk setiap 2.000 "suka" yang mereka terima di laman Facebook. Suku bunga tabungan juga meningkat pada jumlah yang sama. "Perbankan itu menyenangkan, bukan menyeramkan," tulis mereka. Mereka memiliki 300.000 pelanggan di Jerman dan hanya memerlukan 34 pegawai. Hal tersebut memang baik untuk bisnis, namun tidak semua orang percaya bahwa warga Inggris akan menghargai tidak adanya saluran telepon untuk menghubungi bank mereka. Charter Savings Bank adalah start-up internet lainnya, hanya untuk tabungan, yang akan diluncurkan bulan Maret. Mereka tentu tidak akan memiliki cabang, melainkan akan memiliki sebuah pusat panggilan yang memungkinkan pelanggan menelpon bank mereka. “Saya rasa itu penting,” kata Ian Lonergan, kepala eksekutif Charter. “Saya mengharga pelayanan pelanggan yang diterima melalui telepon. Orang senang berbicara di telepon.” Atom juga akan memiliki sebuah pusat panggilan namun untuk mengatasi pertanyaan teknis dan bukan untuk pelayanan perbankan.
  23. Peretas komputer yang mengaku telah menyerang sistem komputer bank asal Swiss, Banque Cantonale de Geneve, membocorkan informasi pribadi nasabah setelah bank tersebut enggan memenuhi tuntutan pembayaran. Individu atau kelompok peretas itu beroperasi dengan nama Rex Mundi. Dalam kicauan di akun Twitter, Rex Mundi mengatakan telah meretas 30.000 informmasi dari nasabah lokal maupun asing. Beberapa jam setelah informasi itu dirilis, Banque Cantonale de Geneve mengatakan bahwa "tidak ada risiko keuangan tertentu untuk klien dan bank." Mereka mengatakan bahwa informasi tersebut tidak penting dan sudah usang. Pihak bank telah memberi tahu klien bersangkutan yang datanya telah dibocorkan. Dalam serangan ini, peretas meminta tebusan uang sebesar 10.000 euro atau sekitar Rp 150 juta. Mereka coba memainkan isu reputasi bank Swiss yang membantu nasabah menyembunyikan informasi dari otoritas pajak. "Kami memilih untuk tidak menyerah pada pemerasan dan sebaliknya memilih jalan transparansi," kata juru bicara bank, Helene De Vos Vuadens, seperti dikutip dari Reuters. Banque Cantonale de Geneve mengatakan akan menganalisis lebih dalam soal isu ini dengan pihak berwenang. Mereka juga memperkuat langkah keamanan pada awal pekan ini. Menurut analis keamanan siber Chase Cunningham dari FireHost, yang berbasis di Texas, AS, Rex Mundi adalah bagian dari jaringan peretas yang kerap meminta uang tebusan dari korban. Dalam hal ini, pihak korban diminta membayar tebusan melalui kartu kredit kepada peretas, yang sering beroperasi di Eropa Timur atau Rusia. Cunningham mengatakan kepada Bloomberg, tebusan yang diminta Rex Mundi jumlahnya terbilang kecil. Jika tak dipenuhi, mereka akan merilis data yang telah dicuri.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy