Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'band'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Meski cobaan cukup berat, namun Adel mengaku sudah nyaman dan terbiasa. Adelia Wilhelmina tampil dengan penampilan baru 3 bulan usai melahirkan anak ketiganya pada Desember 2015, dan pasca kepindahannya ke Sulawesi mengikuti sang suami yang dilantik sebagai Wakil Walikota Palu. Saat dikonfirmasi, ibu dari Dewa Hikari Zaidan Ibrahim, Sakha Dyandra Sultan Yusuf dan Aliyan Akhtar Raja Sulaiman ini mengungkapkan perubahan penampilannya. “Dari dulu sebenarnya pengen, karena wanita di keluarga Adel berhijab semua.” “Waktu hamil anak kedua udah ijin sama suami. Cuman dikasih tau sama suami ‘udah yakin belum? Jangan sampai nanti buka tutup. Nanti kan malah kurang bagus kalau sudah mantap, silahkan’.” “Akhirnya kemaren aku memantapkan diri setelah melahirkan anak ketiga dan sejak aku pindah ke Palu, akhirnya dapet ijin dari suami. Alhamdulilah dapat hidayah,” “Bukan karena jadi istri pejabat daerah. Kan ada ibu-ibu pejabat yang gak pakai jilbab. Sekarang sih Adel lagi konsen dan seneng aja.” Memutuskan mengenakan hijab usai pindah ke Palu, Sulawesi Tengah, mantan pramugari ini mengaku sempat mendapat godaan kondisi cuaca yang panas. “Kalau berhijab itu memang panas kan, tapi aku niatin aja. Pasti Allah akan membantu. Alhamdulilah sekarang nyaman, lancar aja sampe sekarang. Di Palu kan suasananya panas banget, kalau kita nya ikhlas sih lancar-lancar aja,” “Setelah pakai hijab, yang pasti lebih terjaga. Sekarang udah pakai hijab takut meninggalkan solat. Takut dosa gitu kan. Jadi makanya mau lebih takwa lagi,”
  2. Vokalis grup musik Kotak, Tantri mengaku tengah mempersiapkan mental untuk menghadapi proses persalinan yang tinggal beberapa minggu lagi. Tantri menuturkan, soal jenis kelamin anaknya nanti ia juga tidak terlalu memaksakan harus laki-laki atau perempuan. "Pengennya apa aja yang penting sehat. Insya Allah sudah tahu jenis kelaminnya, tapi nanti aja, takut pas lahir beda," ujar Tantri, ketika ditemui di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (21/2/2016). Tantri yang saat ini sedang vakum sementara dari kotak juga mulai melakukan senam hamil dan mempersiapkan mental agar proses kelahirannya bisa berjalan lancar. Istri Arda 'Naff' ini berharap agar pada saat proses persalinan tiba, ia diberi kelancaran dan kondisi anak serta dirinya dalam keadaan sehat. "Harapannya sih lebih dilancarkan, ibu dan anaknya sehat, terus sehat semuanya, sempurna, baik fisik dan juga semuanya. Pokoknya saya kepenginnya lancar aja," tutur wanita bernama lengkap Tantri Syalindri Ichlasari.
  3. Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit. Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan boom box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat "majestic". Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang. Pada saat - saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kiat ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karir di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karir musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah. Moore juga akhirnya keluar dari sekolahnya, SUNY Fredonia, untuk berkonsentrasi dengan band tersebut. Album pertama mereka, When Dream And Day Unite direkam dengan Charlie Dominici sebagai vokalis dan Kevin Moore sebagai pemain keyboards. Dominici berusia jauh lebih tua daripada anggota lainnya dan ingin memainkan musik yang lain, sehingga ia kemudian keluar dari grup. Mereka kemudian mencari pengganti yang ideal selama 2 tahun sampai akhirnya bertemu dengan James LaBrie, vokalis dari Kanada melalui audisi. Bersama LaBrie mereka merekam Images And Words yang melambungkan nama mereka ke jajaran internasional dengan hit "Pull Me Under" dan "Another Day". Awake adalah album terakhir mereka dengan Moore yang kemudian digantikan oleh Derek Sherinian untuk album Falling Into Infinity. Pada akhirnya Sherinian juga digantikan oleh Jordan Rudess dan formasi ini masih bertahan sampai hari ini. Mereka telah meluncurkan album konsep Metropolis 2: Scenes From A Memory dan album ganda Six Degrees Of Inner Turbulence. Pada tahun 2003 mereka memutuskan untuk merekam album non-konsep Train Of Thought yang sangat dipengaruhi oleh grup thrash metal seperti Metallica. Biodata Personil Dream Theater Mike Portnoy Mike Portnoy lahir pada 20 April 1967 dan dibesarkan di Long Beach, New York, di mana minatnya pada musik dimulai pada usia dini. “Ayahku adalah seorang DJ musik rock n ‘roll, jadi saya selalu dikelilingi oleh musik terus-menerus. Saya punya banyak sekali koleksi ketika saya masih muda dan sangat menyukai The Beatles dan juga Kiss. Tidak heran kalau akhirnya saya akan menjadi seorang musisi. Meskipun Mike belajar sendiri cara memainkan drum, dia mengambil kelas-kelas teori musik di sekolah menengah. Selama masa itu ia mulai bermain di band-band lokal Intruder, Rising Power dan Inner Sanctum, di Band terakhir mike dan kawan – kawan merilis album mereka sendiri. Mike meninggalkan band setelah mendapat beasiswa di Musik Berklee College di Boston. John besar John besar di Long Island, tepatnya di King park, dimana dia, john myung & Kevin moore bersekolah bersama. John mulai Belajar gitar ketika masih berumur 12 tahun (sebelumnya dia pernah belajar ketika berumur 8 tahun tetapi menyerah ketika Dia melihat kakak perempuannya harus begadang tiap malam belajar main organ. Dia tidak merencanakan untuk menjadi seperti Itu, Dia belajar gitar sepulang sekolah dan akhirnya dia menjadi tidak tertarik lagi). Namun dia mulai banyak terpengaruh Oleh permainan gitar dari gitaris semacam yngwie malmsteen, randy rhoads, iron maiden, steve ray Vaughn, dan grup besar Semacam yes, rush, Dixie dregs dan lain lain dia mulai bertekad untuk mencapai level permainan seperti mereka.John tinggal bersama istrinya Rena, dan 3 anaknya SamiJO, Reny, dan Kiara di New York. Ketika dia tidak bermain gitar dia banyak menghabiskan Waktunya dengan istri dan anak-anaknya dengan bermain skating, bersepeda, berolahraga dan menonton film. John Myung Sejak zaman 1980-an (saat berdirinya Dream Theater), John Myung yang orangtuanya berasal dari Korea ini beserta dua personil lainnya telah membantu Dream Theater melewati saat-saat kritis dan masa jatuh bangunnya. Sebagai seorang pendengar antusias musik klasik, dia memilih biola semenjak masih berumur lima tahun. Hingga saat menginjak usia belasan tahun, John Myung memutuskan untuk memilih gitar bass sebagai instrumen favoritnya. Ketika belajar di sekolah musik Berklee - Boston pada tahun 1986, Myung berjumpa dengan dua teman satu sekolahnya, gitaris John Petrucci dan drummer Mike Portnoy. Dengan ditambah seorang pemain keyboard dan seorang vokalis, akhirnya mereka membentuk sebuah grup band Majesty.Pada tahun berikutnya mereka mendapatkan tawaran rekaman. Tetapi grup band Majesty ini ternyata hanya berumur pendek dikarenakan sebuah konflik dengan grup band di Las Vegas yang memiliki nama yang sama. Akhirnya mereka sepakat untuk merubah nama grup bandnya menjadi Dream Teater, diambil dari nama sebuah bioskop di California. Myung, Petrucci dan Portnoy hingga detik ini masih merupakan anggota tetap Dream Theater, dan sepanjang sejarah Dream Theater telah terjadi beberapa kali bongkar-pasang vokalis dan keyboardis. Myung agaknya telah menjadi anggota Dream Theater yang paling misterius. Dia jarang terlihat berkomentar tentang dirinya ataupun menonjolkan dirinya sendiri dalam video klip dan konser-konser Dream Theater. Fakta ini membuat banyak penggemar bertanya-tanya apakah seseorang dari mereka pernah melihatnya berbicara. James Labrie Kevin James LaBrie lahir di Penetanguishene, Sebuah kota kecil di Kanada pada tanggal 5 Mei 1963. sejak kecil, James saat berumur 3 tahun, dia sering mendengarkan radio dan menyayikan lagu apapun yang terdengar dari radio tersebut. Diinspirasikan oleh ayahnya, dia kemudian mulai bernyanyi dan bermain drum pada awalnya saat berusia 5 tahun. dan pada saat berusia 10 tahun, dia berkuartet dengan ayahnnya dan paman juga adiknya bernyanyi di barber shop. Saat berusia 21 tahun, James berlatih vokal pada Rosemary Patricia Burns. Setelah banyak bergabung dengan beberapa band di Kanada. James kemudian menjadi vokalis pada band Winter's Rose, dimana juga bergabung dengan Atlantic Records, Label Dream Theater saat itu. lalu Pierre Paradis yang mengatur band Voi Vod, menawarkan solo project pada James di Aquarius record. kemudian dia memberitahu James bahwa ada nama band New York bernama Dream Theater melakukan audisi untuk mencari vokalis, kemudian James mengikutinnya dan diterima, itulah sejarah LaBrie bergabung dengan Dream Theater pada 1992, dimana album pertama LaBrie bersama Dream theater ialah Images and Words. Sampai saat ini, Labrie telah banyak menciptakan lagu untuk Dream Theater seperti Anna Lee(Falling Into Infinity), Vacant(Train Of Thought), Blind Faith(six degree of Inner Turbulance), Sacrified Son(Octavarium). Dan dia tetap tinggal di Toronto,Kanada bersama istrinya Karen, dan kedua anaknya Chloe dan Chance Abraham LaBrie. Jordan Ruddes Jordan Rudess (lahir dengan nama Jordan Rudes pada 4 November 1956) adalah pemain keyboard band progresif rock Dream Theater.Dia masuk Dream Theater menggantikan Derek Sherinian.Hal ini dimulai saat Mike Portnoy memutuskan untuk membentuk supergroup dengan Magna Carta Records.Rudess terpilih untuk mengisi bagian keyboardist dalam band yang terdiri dari Tony Levin, Mike Portnoy, dan John Petrucci ini.Selama rekaman 2 album Liquid Tension Experiment ini meyakinkan Portnoy dan Petrucci bahwa Rudess adalah keyboardist yang cocok untuk Dream Theater.Dan akhirnya mereka memutuskan mengajak Rudess untuk menggantikan Derek Sherinian yang telah bersolo karir.
  4. Black Sabbath menyurati Jokowi dan memintanya langsung menghentikan eksekusi mati. Kalau selama ini Presiden Joko Widodo menjadi 'kesayangan' metalhead karena kecintaannya pada musik keras itu, sepertinya keputusan mengeksekusi Bali Nine kini berpengaruh. Dua band beraliran metal meminta Jokowi membatalkan pengeksekusian para terpidana narkoba itu. Pertama, band metal asal Inggris, Napalm Death. Diberitakan Sidney Morning Herald, awal Februari lalu vokalis Napalm Death Mark Greenway mengunggah pernyataan ke akun Facebook yang ditujukan langsung pada Jokowi. "Tolong biarkan hidup Andrew Chan dan Myuran Sukumaran," ia menulis. Sebagai pencinta Napalm Death, lanjutnya, ia yakin Jokowi memahami lirik-lirik band itu yang berupa perjuangan melawan kekerasan di dunia. Kekerasan itu, katanya, bisa dilakukan individu maupun negara. "Saya paham bahwa Anda sebagai pemimpin harus mengubah hal menjadi lebih baik. Maka saya yakin pemberian grasi akan menjadi langkah kemajuan besar dalam proses ini," lanjut Mark. Ia melanjutkan menulis dalam akun berpenggemar sampai 700 ribu itu, "Saya tahu heroin bisa sangat merusak, tapi saya percaya isu ini lebih kompleks dan tidak bisa digantikan semudah dengan mencabut nyawa orang lain." Sebelumnya, Jokowi pernah mengaku sebagai penggemar Napalm Death. Ia bahkan pernah berfoto sembari mengacungkan jari metal dan menggunakan kaus bertuliskan nama band itu. Napalm Death tertawa saat mendengar fakta itu. "Jika Anda tahu segalanya tentang Napalm Death, Anda tahu kami sangat kritis tentang mekanisme politik," Mark kembali menuturkan. Jika Jokowi mampu menyelamatkan nyawa terpidana mati, ia akan menganggapnya sebagai pemimpin terhangat. Setelah permohonan band kesukaannya itu, kini Jokowi kembali didekati band metal lainnya, Black Sabbath. Sang gitaris, Tony Iommi menyurati Jokowi dengan permintaan yang sama. Menurut Sidney Morning Herald, surat itu dikirim kepada Jokowi di Jakarta, Rabu (4/3) pagi oleh petugas Australia. Ia diberi kop dengan huruf khas Iommi, dan bertanda tangan. Tony mengawali suratnya dengan pemahaman dan rasa hormat atas perjuangan Jokowi melawan penyalahgunaan obat-obatan di Indonesia. Ia tak memungkiri bahwa itu masalah semua negara. Tony pun mengaku tahu betul efek negatif narkoba. Namun, ia melihat ada perubahan dalam diri dua terpidana mati yang merupakan anggota Bali Nine, yakni Andre Chan dan Myuran Sukumaran. "Saya mohon kepada Anda, sebagai orang yang pemaaf, untuk menghormati perubahan mereka. Mereka kini orang yang berbeda dan membuat perbedaan positif kepada hidup pengikut mereka," tulis Tony. Menurutnya, perubahan itu adalah poin khusus bagi pemerintah Indonesia. "Atas alasan ini, saya meminta Anda menghentikan eksekusi Andrew dan Myuran. Tolong biarkan mereka menjalani hukuman seumur hidup sehingga bisa berkontribusi untuk Indonesia dan membalas kesalahan di masa lalu," lanjutnya. Bukan hanya dua band metal itu, band asal Australia The Temper Trap juga mengecam keputusan Jokowi mengeksekusi mati Andrew dan Myuran. Sejak akhir Februari lalu, Twitter mereka dipenuhi ajakan menolak keputusan itu. "Indonesia, jika Anda bersama kami, berbicaralah. Sekarang waktu Anda. Buat perubahan!" tulisnya, sembari menambahkan tagar #YADP, #keephopealive, #mercycampaign, dan #istandformercy. Band itu juga mengunggah video YouTube tentang anak muda melawan putusan mati. Mereka bahkan nulis, "Tuhan aja Maha Pengampun, kok presiden ngga yah."
  5. Sebagaimana yang kita tau, bahwasanya musik adalah bahasa universal. Jadi musik bisa dibawakan dengan cara apa aja. Boleh serius, boleh teriak-teriakan, boleh sambil tiduran, boleh juga sambil ngeden. Begitu juga dengan cara komedi, sah-sah aja kalo ada penyanyi atau grup band yang ngebawain musiknya dengan lucu-lucuan sambil ngelawak, kopi lawak (garing, ndral). Ya kalo zaman sekarang sih mungkin kamu-kamu kenalnya sama band yang sejenis TeamLo gitu lah. Biasanya nih, band-band parodi ini kekuatan lucunya di lirik (ya iyalah, kalo kuatnya di gelandang mah Barcelona), sama musiknya yang riang dan ringan tapi bikin senang. Tapi ada juga band komedi parodi yang covering lagu orang (biasanya lagu-lagu serius) terus plesetin liriknya jadi lucu dan ngegemesin. Sampe-sampe rasanya pengen nyubit yang nyanyi, tapi nyubitnya pake tang. Udah siap buat ketawa? Soalnya gw mau ngasih kamu daftar musisi dan band-band komedi kesukaan gw. Sikat nih, ndral! 1. P Project Kalo kamu kenal sama Project Pop yang berisikan Tika Panggabean cs, berarti kamu harus kenal sama P Project, karena P Project ini cikal bakal dari Project Pop. P Project isinya dedengkot-dedengkot lawak semua, kaya Iszur Muchtar, Denny, Da’an, Joe, dll. Lagunya dia yang paling terkenal tuh yang ada di video di atas, judulnya “Lagunya Lagu Bola”, plesetan dari lagu Ricky Martin - “Livin La Vida Loca” –yang juga theme song Piala Dunia 1998–. Dengerin dan tonton videonya kalo mau ngeliat Wiro Sableng lagi nonton konser. 2. Padhyangan 6 Nah, padhyangan 6 ini juga satu cetakan sama P Project. Jadi mereka dulu tergabung dalam satu grup, tapi kemudian pecah dan sebagian ngebentuk Padhyangan 6 ini. Ada satu lagu yang menurut gw paling lucu dari band ini, dan sempet bikin mereka melejit tenar, yaitu lagu “Tenda Biruku”. Yup, ini plesetan dari lagunya Desy Ratnasari yang legendaris itu. 3. Weird Al Yankovic Sekarang kita beranjak ke mancanegara, tepatnya Amerika Serikat. Namanya Weird Al Yankovic. Tuh liat namanya aja udah ‘weird’, berarti kan kelakuannya juga udah dijamin weird juga. Si Yankovic ini bisa dibilang seniman serba bisa. Selain bikin lagu konyol, doi juga produser, sutradara, dan aktor. Luar biasa. Yang hebatnya lagi, musisi-musisi hebat pun banyak banget yang ngefans sama dia, kaya Michael Jackson, Dave Grohl, Jimmy Page, dan Paul McCartney mengaku sebagai fansnya Yankovic. Eh, kerennya belum selesai nih, si Yankovic ini selalu izin sama artis bersangkutan sebelum dia bikin parodi lagunya, dan selalu share royalti buat yang punya lagu. Gokil kan, respect! Cek aja video di atas, dia plesetin lagunya James Blunt yang judulnya “You’re Beautiful” jadi “You’re Pitiful”. 4. Kasino Siapa yang gak kenal sama dia!? Mending gak usah ngaku suka komedi deh. Kasino ini luar biasa buat gw. Luar biasa kreatifnya. Dia suka parodiin lagu-lagu tenar dengan cara yang konyoooool banget, dijamin ngakak dengernya. Bahkan lagu parodiannya sering dimasukin ke adegan di film Warkop DKI juga. Kalo gak percaya simak aja video di atas, doi plesetin lagunya Morris Albert yang judulnya “Feelings” terus disambungin ke lagu dangdut, wakacau! 5. PSP PSP adalah singkatan dari Pancaran Sinar Petromak, dari nama bandnya aja udah ketauan kalo ini band sukanya bikin lagu lucu pastinya. Karena PSP ini band jadul dan udah lamaaa banget, maka gw merasa perlu ngenalin kamu dulu siapa ini PSP ke kamu semua. Mereka itu band orkes, jadi agak-agak dangdut. Cuma beda ya, bukan dangdut yang goyang pinggul ahe ahe, ini dangdutnya dangdut tongkrongan, jadi asik buat dinyanyiin bareng temen. Nih gw kasih tau salah satu lirik lagunyanya, “Fatime janda singapur, punya anak namanya gopur”. Nah, pasti udah tau kan lagunya yang mana. 6. The Panasdalam “Cita-citaku, kepingin jadi polwan, tapi sayang aku hanya lelaki. Oh tuhan, tolonglah aku, aku tak sudi jadi bapak polwan.” Tuh liat, liriknya aja gitu. Baca liriknya aja udah ketawa, apalagi sambil dengerin lagunya. The Panasdalam ini band asal Bandung, pentolannya namanya Pidi Baiq dan udah punya banyak ‘pengikut’ saking kharismatiknya dia. Kalo gak percaya cek aja twitternya @pidibaiq, banyak banget penggemarnya dia yang suka nanya, dan dijawab sama Pidi Baiq dengan lucu dan ramah banget. Pentolannya aja lucu, yang lain dijamin lucu juga.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy