Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bakteri'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Produk yang mengandung antimikroba Triclosan telah digunakan sejak 1964, diklaim menjadi salah satu dari 10 pencemaran lingkungan teratas di sungai negara bagian Amerika Serikat, Nevada. Akibatnya, produk tersebut dapat mengganggu sistem endokrin margasatwa dan menyebabkan efek toksik terhadap reproduksi dan perkembangannya. Sebuah studi baru di University of Nevada, telah menemukan cara potensial untuk mengurangi adanya antimikroba yang juga terkait dengan masalah resistensi antibiotik. "Hasilnya menjanjikan bahwa kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana triklosan terdegradasi di lingkungan alami, dan berpotensi menemukan cara untuk menghilangkan kontaminan dari lingkungan dan dalam jangka panjang melawan masalah resistensi antibiotik," kata Yu Frank Yang, Asisten profesor teknik lingkungan di Universitas Nevada dikutip dari Eurekalert. Triclosan biasanya digunakan untuk hal-hal seperti pembersih tangan, deterjen, sabun dan cat, yang dapat terdegradasi lebih cepat di lingkungan melalui proses kombinasi bakteri pengurang logam dan bahan organik alami. Tim yang menguji matriks dari bakteri strain yang dicampur dengan bahan organik untuk mengetahui kondisi triclosan yang terdegradasi paling cepat. Para peneliti juga menemukan sebuah campuran yang mengurangi waktu penyebaran triclosan menjadi sekira 10 jam. Hasil keseluruhan ditentukan oleh konsentrasi bahan organik aktivitas mikroba dan kimia air. Penelitian tersebut masih memerlukan studi dan pengembangan lebih lanjut, terlebih faktor biaya yang dibutuhkan juga tak sedikit. Sebagai informasi, Yang dan timnya telah mempresentasikan proyek ini dan pekerjaan lainnya dalam sembilan presentasi di pertemuan musim semi American Chemical Society di San Francisco, California pada awal April.
  2. Banyak di antara kita khawatir tentang kuman yang mengintai di toilet. Namun, menurut para ahli, orang-orang harus mengalihkan perhatian mereka ke kuman di dapur. Sebuah studi menemukan kita menghirup lebih banyak kuman dari keran air daripada toilet. Bakteri akan berkumpul di objek dan setiap permukaan di rumah dan melakukan perjalanan di udara, bersirkulasi di seputar rumah. Seorang peneliti California ingin mengetahui, objek atau area apa di rumah yang membiakkan lebih banyak bakteri, dan lalu dilepaskan di udara yang dihirup. Mereka terkejut saat mengetahui keran air adalah sumber kuman yang kerap diabaikan. Dari keran air kuman dilepaskan di udara yang kita hirup. Sebuah teori mengatakan, kuman dapat lebih mudah lepas dari keran air ke udara dibandingkan dari permukaan lain, termasuk toilet. Peneliti mengatakan bahwa mempelajari berapa banyak mikroba yang bersirkulasi di sekitar rumah adalah hal penting mengingat sebagian besar waktu yang dihabiskan seseorang adalah di dalam rumah. Tim peneliti dari Universitas Californa, Berkeley meneliti bakteri udara di 29 rumah di area San Francisco Bay. Mereka mengambil contoh bakteri dari karpet, hewan peliharaan, ubin kamar mandi, pancuran kamar mandi, toilet, dan orang-orang yang tinggal di sana. Hal ini dilakukan untuk mengetahui permukaan mana yang berkontribusi atas terbangnya bakteri ke udara. Namun, peneliti mengatakan, udara membawa mikroba berbahaya yang dapat berkembang di rumah. Peneliti sempat bertanya-tanya, apakah membilas toilet dapat menyemprotkan bakteri dari kotoran ke udara di sekitar rumah? Namun, mereka menemukan bahwa hanya 0,4 persen mikroba diketahui berasal dari toilet. Lebih mengejutkan lagi, hampir 9 persen bakteri udara berasal dari keran air. Dalam jurnal Microbiome, peneliti mengatakan, “Menariknya, keran air diindikasikan sebagai sumber penting ketiga penyebaran bakteri di udara dalam ruangan.” Mereka menambahkan, permukaan dapur, ubin kamar mandi, kulkas, air liur, dan toilet berkontribusi sangat kecil terhadap populasi mikroba di udara. Mereka menyimpulkan, bakteri nampaknya lebih mudah lolos dari keran air ke udara daripada permukaan lain di rumah.
  3. Mungkin Anda harus menahan rasa jijik bila membaca berita ini, tapi ada baiknya perasaan tersebut ditahan hingga akhir artikel ini. Perlu diketahui bahwa smartphone milik Anda, yang memiliki desain elegan dan bodi berkilau tersebut layarnya memiliki jumlah bakteri 20 kali lebih banyak daripada dudukan toilet di kamar mandi. Wow! Kesimpulannya, setiap hari Anda telah melewatkan waktu berjam-jam untuk berhadap-hadapan dengan salah satu tempat terkotor di dunia. Di tahun 2013 lalu, beberapa peneliti melakukan uji coba untuk mengetahui seberapa kotor layar smartphone. Dari 30 sample smartphone dan tablet yang telah digunakan rutin dan setiap hari, mereka kemudian menghitung jumlah bakter yang menempel pada layar tersebut. Hasilnya sungguh mengejutkan! Hanya dengan sebuah sapuan kapas di salah satu tablet mampu menyaring sekitar 600 bakteri staphylococcus aureus. Sementara delapan dari 30 tablet dan tujuh dari 30 smartphone memiliki 1000 bakteri enterobacteria dalam setiap sapuannya. Well, well, well.. Cukup menjijikkan bukan? Mengingat setiap hari kita menyentuh, menimang, dan berfoto bareng bakteri-bakteri tersebut. Sebagai perbandingan, untuk setiap sapuan kapas di dudukan toilet, hanya sekitar 20 bakteri staphylococcus aureus dan 10 enterobacteria saja yang tertangkap. Tapi tunggu, jangan buang smartphone Anda terlebih dahulu. Sebaiknya Anda mengetahui sebab-sebab mengapa jutaan bakteri tersebut menempel pada layar smartphone Anda. Menurut penelitian tersebut, sebetulnya hal itu adalah kesalahan kita sendiri yang tidak atau jarang membersihkan smartphone atau tablet. Dan seandainya dibersihkan pun, caranya juga kurang benar. Misalnya, dengan mengusapkannya pada lengan baju Anda tidak akan cukup untuk mematikan bakteri-bakteri tersebut. Namun masalah tersebut tampaknya bisa diakhiri. Corning, salah satu produsen lapisan layar smartphone, telah menawarkan produk Gorilla Glass anti mikroba dan bakal digunakan pertama kali oleh smartphone terbaru, ZTE Axon. Lapisan tersebut terbukti ampuh membunuh hingga 99,9% bakteri yang menempel pada layar. Sementara itu, Microsoft juga mematenkan sistem pencahayaan Ultraviolet yang mampu menyingkirkan bakteri-bakteri menjijikkan secara otomatis, berikut dengan ujung jari Anda. Teknologi ini akan diaplikasikan pada smartphone-smartphone dan tablet Lumia serta Surface di masa mendatang. Bila tidak ingin berganti handset ke ZTE Axon atau Lumia dan Surface, sebaiknya mulai sekarang Anda jangan malas untuk membersihkan layar smartphone Anda dengan tisu basah atau segala produk pembersih praktis yang punya sifat disinfektan dan cocok digunakan pada layar smartphone. Lakukan setiap hari dan Anda tidak perlu lagi bertatap muka langsung dengan jutaan bakteri. Jumlah bakteri ini bisa Anda ketahui dari sebuah kuis yang diadakan oleh Oatmeal. Dari 14 pertanyaan yang terdapat pada kuis tersebut, Anda akan mengetahui seberapa banyak bakteri yang saat ini sedang "berpesta" di layar smartphone Anda. Penulis sendiri telah mencoba kuis ini dan hasilnya sungguh mengejutkan. Sekitar 1.348.200 bakteri menginvasi layar smartphone, yang berarti sekitar 270 dudukan toilet! Aduh.. Penasaran dengan jumlah bakteri pada layar smartphone Anda? Klik tautan "Kuis Oatmeal" di bawah artikel ini.
  4. Tren baju saat ini ga melulu berkiblat pada baju-baju baru yang dijual di toko-toko atau mall besar. Namun baju-baju bekas atau lebih dikenal dengan baju awul-awul mulai banyak dilirik. Dulunya sih banyak orang yang memandang sebelah mata baju-baju bekas impor ini, namun nyatanya sekarang baju-baju ini malah mulai diminati banyak kalangan. Bukan cuma orang biasa yang hobi berburu baju bekas, para fashion blogger bahkan artis-artis pun rela bergelut dengan tumpukan baju second demi mendapatkan barang fashion idaman. Berburu baju-baju bekas ga semudah berburu baju baru di toko dan mall lho gaes. Namanya baju bekas, ga semua baju yang terdapat dalam toko baju second itu berkondisi mulus apalagi kita ga bisa milih ukuran dan warna baju yang diinginkan. Jadi ya semacam untung-untungan gitu deh. Tapi jika kita beruntung, teliti dan pintar memilih, baju kece dan bermerk pun bisa kita dapatkan dengan harga miring. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa pusat penjualan baju-baju bekas yang murah dan barangnya oke punya. Antara lain, di Pasar Senen Jakarta, Pasar Cimol Gede Bage Bandung, Pasar Gringging Kediri, Pasar Kodok Bali, event sekaten di alun-alun Jogja, dan masih banyak lagi di daerah-daerah lainnya. Namun para pemburu baju bekas sempat dihantui oleh beredarnya berita tentang bakteri yang terdapat pada baju-baju tersebut. Tapi jangan khawatir gaes, ada kok cara khusus untuk mencuci baju bekas agar terhindar dari bakteri. Ada beberapa cara mencuci baju bekas. Salah satunya dengan mencuci menggunakan sabun yang kemudian dilanjutkan dengan cairan antiseptik. Salah satu antiseptik yang kuat dan efektif untuk aneka mikroorganisme misalnya cairan bleaching (pemutih). Namun, jika dikhawatirkan baju tersebut akan rusak jika menggunakan cairan pemutih, disarankan gunakan air panas mendidih untuk merebus ataupun merendam pakaian. Setelah itu dicuci seperti biasa menggunakan detergen lalu diseterika dengan suhu yang relatif panas. Dengan cara itu, bakteri-bakteri akan hilang dan risiko penularan penyakit pun bisa berkurang
  5. Ada banyak alasan penyebab gagalnya hubungan percintaan seseorang. Misalnya karena pasangan selingkuh, atau visi dan misi tak lagi sejalan. Namun, ada penjelasan ilmiah tentang ketidakcocokan Anda dan pasangan, atau penyebab Anda terus menjomblo. Menurut penelitian, bakteri dalam tubuh menjadi salah satu alasan Anda masih lajang. Setiap orang sebenarnya memiliki bakteri dalam tubuhnya. Namun, bakteri yang tidak cocok antara Anda dan si dia-lah yang membuat hubungan percintaan jadi tak sukses. Bisa jadi, bakteri dalam tubuh Anda justru naksir bakteri dalam tubuh pria lain. Bakteri ini sebenarnya memengaruhi kesehatan seseorang agar jadi lebih baik atau buruk. Namun bakteri ini juga akan menentukan keberhasilan hubungan cinta seseorang. Bakteri ini juga akan memengaruhi preferensi orang untuk menemukan pasangan lewat aromanya. Analogi sederhananya, seseorang pria yang memiliki aroma menarik untuk Anda belum tentu tercium wangi untuk orang lain. Hal ini disebabkan karena bakteri di dalam tubuh orang lain itu ‘berselisih’ dengan bakteri yang ada di dalam tubuh pria idola Anda. Bakteri tak hanya bisa mendeteksi pria yang cocok jadi pasangan hanya dari baunya saja. Bau hanyalah respons pertama. Ketika Anda merasa cocok dengan satu orang, bisa jadi bakteri Anda juga cocok dengan bakteri di dalam tubuhnya. Sebagai contoh, penelitian menunjukkan ciuman akan mentransfer 80 juta bakteri ke kedua pasangan. Dengan demikian, hal ini akan merangsang sistem kekebalan tubuh. Jika bakteri ini sama-sama cocok, maka respons selanjutnya adalah timbulnya perasaan bahagia. Sebaliknya, jika bakteri ini tidak selaras, maka sama seperti reaksi alergi, orang tersebut akan merasa tak nyaman, bahkan defensif. Lalu bisakah manusia mengubah mikroba di dalam tubuhnya? Jawabannya, bisa. Mikroba atau bakteri ini akan berubah seiring dengan perubahan gaya hidup, geografi dan diet. Cara termudah untuk mengubah ‘kepribadian’ bakteri ini adalah dengan mengonsumsi antibiotik dan probiotik.
  6. Pengering tangan modern sanggup mengeringkan tangan dalam hitungan detik dan membuat tangan tetap lembab, tetapi menyebarkan bakteri dan kuman penyakit di sekitar ruangan. Itu bisa membahayakan kesehatan. Hati-hati. Mengutip dailymail, studi menemukan pengering tangan modern jauh lebih buruk daripada handuk kertas. Itu karena menyebarkan kuman, yang bisa menyebabkan penyakit. Entah itu kepada pengguna, mauupun orang lain di sekitar. Peneliti menemukan kuman 27 kali lebih banyak di udara si sekitar pengering tangan modern dibandingkan dengan udara di sekitar kertas handuk dispenser. Peneliti juga menemukan lima kali lebih banyak bakteri di sekitar pengering jet udara dari pengering udara hangat. Penelitian sebelumnya menunjukkan biasanya setelah pergi ke toilet seseorang memiliki sekitar 200 juta bakteri per inci persegi yang menempel di tangan. Sebagai bagian dari studi ini, peneliti mengkontaminasi tangan dengan jenis berbahaya dari bakteri yang disebut Lactobacillus, yang tidak biasanya ditemukan di kamar mandi umum. Itu dilakukan meniru tangan buruk saat dicuci setelah pergi ke toilet. Deteksi berikutnya, Lactobacillus di udara membuktikan itu berasal dari tangan selama pengeringan. Profesor Mark Wilcox dari University of Leeds School of Medicine, yang memimpin penelitian mengatakan, "Saat mengeringkan tangan di toilet umum menggunakan pengering tangan listrik, mungkin menyebarkan bakteri tanpa menyadarinya. Mungkin juga akan berlumuran bakteri, kuman dan penyakit dari tangan orang lain." "Temuan penting untuk memahami cara-cara bakteri menyebar, dengan potensi mengirimkan penyakit," jelas dia. Penelitian ini terbit dalam Journal of Hospital Infection. Sumber: inilah.com
  7. Selama ini kita mengenal bakteri bersifat negatif karena kebanyakan menyebabkan penyakit seperti penyebab gusi bengkak dan penyakit sirosis hati misalnya. Namun sebenarnya ada banyak bakteri yang menguntungkan bagi manusia baik itu dalam bidang kesehatan, pangan, serta lingkungan hidup. Klasifikasi Bakteri Apabila dilihat dari bentuknya bakteri diklasifikasikan menjadi empat jenis yaitu : Coccus (bakteri berbentuk bulat) Bacillus (bakteri berbentuk batang) Spirochete (bakteri berbentuk spiral) Vibrio (bakteri berbentuk koma) Bakteri menguntungkan disebut ‘probiotik’ sedangkan bakteri yang membantu probiotik berfungsi dengan baik disebut ‘prebiotik’. Bakteri yang menguntungkan bagi manusia pada umumnya disebut probiotik dan yang membantu probiotik dalam tubuh agar dapat berfungsi dengan baik disebut prebiotik. Kedua bakteri tersebut merupakan bagian dari sistem tubuh manusia yang mampu mencegah penyakit lewat lapisan fungsi kulit dan sistem kekebalan tubuh manusia. Bakteri Yang Menguntungkan 1. Lactobacillus acidophilus adalah Salah satu bakteri yang menguntungkan bagi manusia karena merupakan bakteri yang sifatnya paling ramah adalah lactobacillus acidophilus. Kita dapat menemukan bakteri jenis ini di berbagai variasi jenis susu dan biasanya ditambahkan dalam susu suplemen agar hasilnya dapat lebih maksimal. 2. Tobacillus acidophilus adalah Bakteri tobacillus acidophiluus adalah bakteri yang sering kita temukan pada yogurt, buttermilik, serta berbagai frozen dessert lainnya. Bakteri ini dapat mengubah gula dan fungsi karbohidrat menjadi bakteri asam laktat karena sifatnya menurunkan pH. 3. Cyanocobalamin adalah Bakteri yang menguntungkan manusia untuk memaksimalkan fungsi pankreas dan enzim-enzim pencernaan adalah cyanocobalamin. Bakteri cyanocobalamin berfungsi untuk memecah senyawa kompleks yang ada dalam makanan sehingga dapat diserap dalam darah. 4. Acidophilus bifidus adalah Bakteri ini berfungsi untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh dan melancarkan sistem peredaran darah pada manusia dengan cara menghilangkan racun-racun. 5. Streptomyces adalah Bakteri streptomyces biasanya digunakan dalam pembuatan obat antibiotik. 6. E. Coli adalah Bakteri E.Coli menguntungkan bagi tubuh karena banyak memproduksi vitamin K yang khasiatnya sama dengan khasiat wortel yaitu menjaga kesehatan mata dan dapat mengatasi kulit kering. 7. Streptococcus mutans adalah Bakteri streptococcus mutans biasanya ditemukan di mulut manusia yang berfungsi sebagai pengubah gula menjadi asam laktat. 8. Probiotik adalah Bakteri probiotik fungsinya membantu sintesis vitamin K yang dibutuhkan tubuh untuk pembekuan darah dan membantu proses penyerapan magnesium. 9. Saccharomyces boulardii adalah Bakteri saccharomyces boulardii berfungsi untuk mengurangi risiko diare yang dapat terjadi saat anak diberikan obat antibiotik. 10. Bakteri Anaerob adalah Salah satu bakteri yang menguntungkan di bidang pangan adalah bakteri anaerob karena bakteri ini berperan dalam proses fermentasi cuka dan berbagai jenis keju. Selain bakteri anaerob yang berperan dalam bidang pangan terdapat juga bakteri acetobacter xylinum yang berperan besar dalam membuat nata de coco dari air kelapa.
×
×
  • Create New...