Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bakat'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Umumnya, perusahaan selalu menuntut calon pegawai untuk memiliki kemampuan sosial yang tinggi. Ternyata, orang yang memiliki kemampuan sosial rendah justru berpotensi lebih berbakat dalam bidang yang didalaminya. Ada penemuan di psikologi orang-orang yang canggung awkward secara sosial lebih mungkin memiliki apa yang para psikolog sebut sebagai striking talent (bakat luar biasa). Meskipun malah kurang jago bersosialisasi. "Artinya bahwa mereka mempunyai kemampuan besar di sebuah area spesifik," ungkap psikolog Ty Tashiro, seperti dilaporkan Business Insider, seperti ditulis Minggu (12/8/2018). "Jadi, ini bukan berarti mereka pintar di segalanya. Biasanya orang-orang itu benar-benar pintar di satu atau dua bidang," tambah dia. Tashiro menyebutkan, orang-orang awkward bisa saja memiliki kemampuan rata-rata atau di bawah rata-rata di bidang lain, sebab terfokus pada satu dan dua bidang. Itu juga yang menyebabkan orang-orang canggung yang pintar cenderung kurang piawai dalam berkomunikasi. "Terkadang itu bisa menyulitkan mereka. Kadang mereka terlalu kaku atau terkadang tak suka bila rutinitasnya diganggu. Tapi itu juga bisa menjadi kekuatan sejati, karena dengan fokus dan energi besar membuat mereka lebih bertahan melewati saat-saat sulit," ujar Tashiro. Karena orang sulit berkomunikasi memiliki obsesi yang kuat pada bidang yang membuat tertarik. Orang itu pun bisa fokus dalam waktu lama serta lebih persisten. Alhasil, Tashiro menyebut orang-orang canggung itu bisa mencapai penguasaan kemampuan yang lebih tinggi di sebuah bidang atau topik, ketimbang yang gampang bosan atau menyerah. Menurut Tashiro, antusiasme dan fokus tersebut bisa membawa inovasi besar atau perubahan di suatu bidang. Berjiwa Introvert? Simak Tips Wawancara Kerja Berikut Ini Adib Menduga Bahwa Secarik Kertas yang Terdapat Tulisan Tangan Dokter yang Sulit Dibaca itu Adalah Rekam Medik Rawat Jalan Pasien (Ilustrasi/iStockphoto) Bagi sebagian orang interview atau wawancara kerja adalah saat yang menegangkan, terutama bagi seseorang dengan kepribadian introvert. Introvert adalah sebutan bagi seseorang yang suka menyendiri dan juga pemalu. Rasa gugup akan muncul begitu saja jika seorang introvert berhadapan dengan beberapa orang, bahkan hanya pada saat berjabat tangan. Rasa gugup dan sifat pemalu harus segera diatasi apalagi pada ketika Anda harus menghadapi wawancara kerja. Melansir dari awesomenesstv.com berikut ini adalah 5 tips wawancara bagi seorang introvert. Ketahui Kekuatan Anda Terkadang introvert memiliki waktu yang sulit mengidentifikasi kekuatan mereka. Setiap orang tentu memiliki keahlian khusus yang pasti diperlukan di dunia kerja. Mulailah membuat daftar apa saja kekuatan atau kelebihan dalam diri Anda, dan kemudian minta pendapat dari teman ataupun keluarga. Berlatih Kita semua tahu sebuah latihan membuat sesuatu menjadi sempurna. Siapkan jawaban Anda untuk pertanyaan yang sering diajukan pada saat wawancara. kemudian berlatih menjawab pertanyaan tersebut di depan teman atau keluarga dengan yakin dan percaya diri. Siapkan Perbincangan Kecil Perbincangan kecil di luar pertanyaan wawancara dapat membantu mencairkan suasana, dan juga memberi kesempatan kepada pewawancara untuk mengenal Anda lebih baik. Berikan Waktu pada Diri Sendiri Berikan Waktu pada Diri AndaBerikan sedikit waktu sekitar 30 menit untuk diri sendiri sebelum wawancara, hal tersebut bertujuan untuk membuat diri sendiri lebih santai, dan tenang. Bawa Catatan Ingat, ini bukan ujian. Anda dapat membawa catatan atau portofolio untuk mengatasi ketika Anda gugup dan lidah tiba-tiba menjadi kelu saat wawancara kerja berlangsung. Bawalah resume lain dan beberapa berkas prestasi Anda, sehingga Anda memiliki sesuatu untuk ditawarkan kepada pewawancara.
  2. Bakat anak ternyata bisa dilacak lho melalui kebiasaannya. Dengan memahami kebiasaan anak, orang tua bisa melihat apa sesungguhnya bakat anak tersebut. Itu terungkap dalam sebuah acara bincang-bincang “Joy Parenting”, yang digelar di Female Radio, di Jakarta, Jumat (30/10). Acara ini menghadirkan dua psikolog, Ratih Ibrahim dan Veronika Adesia. Hadir pula Memes, eks penyanyi, istri komposer Addie M.S. dan ibunda dari Kevin Aprilio. Menurut para psikolog itu, bakat anak tercermin dari tipe kebiasaannya. Kalau dibagi, kira-kira begini klasifikasinya: Talks Non Stop: Jika si anak memiliki kebiasaan suka berbicara secara terus menerus, si anak berpotensial memiliki bakat sebagai penyiar, reporter TV, dan lain-lain. Day-dreamer: Jika si anak memiliki kebiasaan suka berkhayal, si anak bisa berpotensi memiliki bakat menjadi seniman, desainer, penulis, dan pembuat film. Take-Charge: Jika si anak memiliki kebiasaan suka memimpin segala sesuatunya ketika sedang bertindak, ia cocok untuk menjadi seorang presiden, pebisnis, dan lain-lain. Tak hanya bicara teori, para narasumber juga berkisah dari pengalaman mereka mengembangkan bakat anak-anaknya. Memes misalnya, ia berkata bahwa karena keluarga mereka pada dasarnya hidup di bidang musik, dia mengajarkan anak-anaknya untuk bermain piano sejak kecil. “Perbanyak komunikasi ke anak dan biarkan sang anak berkembang,” katanya. Bagaimana ayah dan bunda? Apakah sudah melihat bakat tersembunyi melalui kebiasaan-kebiasaan anandanya?
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy