Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'baju'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Penyakit kulit adalah penyakit yang rawan terkena pada bayi lho, Moms. Untuk menghindari hal tersebut, perhatikan baju yang kamu pilih atau beli! Bayi cenderung mempunyai kulit yang lebih sensitif dibandingkan balita atau orang dewasa. Oleh karena itu, kita harus memilih baju bayi yang selain nyaman juga aman. Ukuran, model, dan berat badan bayi kita adalah 3 hal yang harus kita perhatikan dalam membeli baju untuk buah hati. Nah, berikut ini tips-tips untuk membeli baju bayi, Moms. 1. Pilih baju bayi yang praktis 2. Sesuaikan dengan berat badan 3. Selalu jaga kebersihan baju 4. Jangan sampai kulit bayi lecet
  2. Asia memang gudangnya tren unik yang dalam waktu singkat langsung menjadi sensasi ke seluruh dunia. Seperti tren selfie dengan busana unik ini. Disebut unik karena para wanita cantik ini berpose dengan pakaian dari tas plastik keresek. Mungkin kita bertanya, apakah hal tersebut tidak membuat gerah? Tak ada penjelasan. Ke mana sajakah saat pemakainya berbaju tas keresek? Hanya ada dalam foto. Di Taiwan saat ini sedang musim anak muda br-selfie dengan baju dari tas keresek. Tren ini mendadak langsung menjadi heboh di seluruh dunia. Sungguh kreatif, ternyata tas plastik keresek bisa dimanfaatkan sebagai pakaian Saat dipakai, tas keresek dari toko itu mirip body suit atau pakaian renang. Namun ada juga yang menggunakan kantong besar seukuran kantong sampah. Wanita cantik ini malahan terlihat makin menarik saat mengenakan busana dari tas plastik keresek. Anda setuju? Foto-foto selfie dengan busana gila ini awalnya tersebar dari sebuah grup di Facebook yang tertutup. Gambar-gambar itu kemudian beredar di media. Tak hanya menampakkan wanita karena pria juga ada. Salah satu gadis yang sering memposting foto selfienya dengan busana dari kantong plastik kresek Di Indonesia sebenarnya sudah biasa anak kecil menggunakan tas keresek untuk rompi saat bermain air di kali, begitu pula di negeri tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Jepretan Eric Madeja dari Treasure Images di Sabah, Malaysia, tentang anak berbaju rompi beberapa tahun lalu beredar di sejumlah blog, misalnya ChoeJessica dan LylaEnterprise. Pose yang cukup menantang dengan mengenakan busana dari tas plastik keresek Kantong belanja telah mengilhami perancangan baju, dari yang serius seperti yang dicontohkan dalam Brit+Co hingga untuk perpeloncoan di Indonesia. Gadis Inggris pun tidak ingin ketinggalan tren Taiwan termasuk negeri yang membatasi tas keresek. Begitu pun dengan Bangladesh, Taiwan, Kenya, dan Rwanda. Apakah larangan di sejumlah negeri tadi ditaati, itu soal lain. Namun bisa jadi tren ini merupakan salah satu bentuk sindiran kepada pemerintah Taiwan
  3. Tren baju saat ini ga melulu berkiblat pada baju-baju baru yang dijual di toko-toko atau mall besar. Namun baju-baju bekas atau lebih dikenal dengan baju awul-awul mulai banyak dilirik. Dulunya sih banyak orang yang memandang sebelah mata baju-baju bekas impor ini, namun nyatanya sekarang baju-baju ini malah mulai diminati banyak kalangan. Bukan cuma orang biasa yang hobi berburu baju bekas, para fashion blogger bahkan artis-artis pun rela bergelut dengan tumpukan baju second demi mendapatkan barang fashion idaman. Berburu baju-baju bekas ga semudah berburu baju baru di toko dan mall lho gaes. Namanya baju bekas, ga semua baju yang terdapat dalam toko baju second itu berkondisi mulus apalagi kita ga bisa milih ukuran dan warna baju yang diinginkan. Jadi ya semacam untung-untungan gitu deh. Tapi jika kita beruntung, teliti dan pintar memilih, baju kece dan bermerk pun bisa kita dapatkan dengan harga miring. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa pusat penjualan baju-baju bekas yang murah dan barangnya oke punya. Antara lain, di Pasar Senen Jakarta, Pasar Cimol Gede Bage Bandung, Pasar Gringging Kediri, Pasar Kodok Bali, event sekaten di alun-alun Jogja, dan masih banyak lagi di daerah-daerah lainnya. Namun para pemburu baju bekas sempat dihantui oleh beredarnya berita tentang bakteri yang terdapat pada baju-baju tersebut. Tapi jangan khawatir gaes, ada kok cara khusus untuk mencuci baju bekas agar terhindar dari bakteri. Ada beberapa cara mencuci baju bekas. Salah satunya dengan mencuci menggunakan sabun yang kemudian dilanjutkan dengan cairan antiseptik. Salah satu antiseptik yang kuat dan efektif untuk aneka mikroorganisme misalnya cairan bleaching (pemutih). Namun, jika dikhawatirkan baju tersebut akan rusak jika menggunakan cairan pemutih, disarankan gunakan air panas mendidih untuk merebus ataupun merendam pakaian. Setelah itu dicuci seperti biasa menggunakan detergen lalu diseterika dengan suhu yang relatif panas. Dengan cara itu, bakteri-bakteri akan hilang dan risiko penularan penyakit pun bisa berkurang
  4. Siapa Sangka, Nobutoshi Shimamura, Salah Satu Orang Terkaya di Jepang dan Pemilik Brand Fashion Uniqlo, Memulainya Semua Dengan Menjual Baju Diskonan di Pinggir Jalan! Jualan baju distro berkualitas tinggi dengan harga mahal bisa dibilang sudah terlalu mainstream. Kompetisinya sudah terlalu jenuh. Lagipula, daya serap pasar tidak sebaik yang Anda bayangkan. Kelas menengah Indonesia baru saja bangkit. Maka, tidak ada salahnya kita belajar dari salah satu orang terkaya Jepang ini. Ia berhasil mengantarkan sebuah bisnis jual baju diskonan menjadi salah satu raksasa yang menguasai marketshare industri fashion Jepang. Dan semua itu ia mulai dari sebuah toko kimono kecil di ujung jalan! Semuanya Berawal Dari Baju Murah Pasca Perang Pada tahun 1953, Nobutoshi Shimamura membuka Shimamura Company. Tujuannya adalah menyediakan baju yang murah dan terjangkau bagi masyarakat Jepang yang saat itu kondisi ekonominya sedang tertatih pasca tragedi pengeboman Hiroshima dan Nagasaki. Maka, di samping membuka gerai di kalangan metropolitan, Nobutoshi justru membuka gerainya di kawasan-kawasan pinggiran. Shimamura laris bak kacang goreng. Hingga kini, mereka memiliki 1800 gerai yang tersebar di seluruh Jepang. 1773 di antaranya bergerak di bawah bendera Shimamura, dan sisanya adalah waralaba dari toko-toko di bawah spanduk Avail, Birthday, Chambre, dan Divalo. Konsep Lengkap dan Berkualitas Shimamura mengusung konsep one-stop-shop. Sekali masuk, Anda bisa menemukan segala pernak-pernik meliputi pakaian untuk pria dan wanita, pakaian anak, produk bayi, alas kaki, tekstil dan perlengkapan ulang tahun. Selain itu, ia menawarkan aksesoris seperti tas dan ikat pinggang. Semua produk ini dijual dengan berbagai merek private label termasuk Theoria, Villand, Palace Garden, Sorridere, Shimaz dan Sirmione. Semuanya dengan harga paling murah daripada yang dapat Anda temukan di toko manapun. Meskipun demikian, beberapa konsumen menyebut bahwa kualitasnya tidak kalah dengan baju yang Anda beli di Shibuya 109, ikon fashion kelas atas di Jepang. Selain itu, Shimamura menerapkan konsep yang unik dan berbeda dari kompetitor mereka. Ketika hampir semua butik di Tokyo melayani sistem satu ukuran untuk semua, maka tidak untuk Shimamura. Mereka punya bagian khusus yang menampung pakaian “Queen-sized” atau pakaian-pakaian untuk ukuran besar. Sempat Dihindari “Pemburu Gengsi” Mungkin karena beberapa faktor seperti harga murah, plus size, dan lokasi toko di pinggiran, maka pemburu gengsi cenderung menghindari toko ini. Stereotip mereka agaknya tidak terlalu baik. Meskipun sejak tahun 2012, mereka berusaha meningkatkan citra mereka dengan cara membuka distribusi di jantung-jantung kota metropolitan. Baik buruknya, Shimamura membuktikan bahwa stereotip tidak ada apa-apanya di banding dengan statistik penjualan. Meskipun dibilang murah, udik, atau apapun, akan tetapi Shimamura menguasai marketshare industri fashion Jepang, berhadapan langsung dengan Uniqlo milik Fast Retailing Jepang. Hal ini membuktikan bahwa konsumen industri fashion bukan cuma orang-orang kelas atas. Bukan cuma di Jepang, kami pikir hal ini juga berlaku di seluruh dunia. Termasuk Indonesia. Terus Berjaya Meskipun Nobutoshi Shimamura sudah pensiun hampir 2 dekade yang lalu dan menyerahkan tampuk kepemimpinan perusahaan pada anak-anaknya. Namun seiring dengan semakin besarnya sales perusahaan dan nilai perusahaan, Nobutoshi terus menempati daftar posisi 50 orang terkaya di Jepang. Tahun 2014, kekayaannya diperkirakan mencapai hampir 1 miliar dolar Amerika. Ia juga berhasil mempekerjakan hingga 2,358 karyawan. Angka ini jadi mengejutkan jika kita lihat dari sudut pandang bahwa Nobutoshi memulainya dari sebuah toko baju murah diskonan. Jadi Sobat Studentpreneur, siapa bilang bisnis baju diskonan tidak bisa mengantarkan Anda ke puncak dunia? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif
  5. Baju rajutan merupakan baju yang dibuat dengan material khusus yang walaupun tidak termasuk ke dalam baju yang lazim dikenakan sehari-hari, namun hampir semua orang memilikinya. Selain memberikan kesan cantik dan spesial saat digunakan, tips merawat pakaian berbahan rajutan pun bisa dibilang mudah dan praktis untuk dilakukan. Sehingga banyak orang yang memasukkan baju rajutan ke dalam daftar baju bepergian mereka. Saat anda membeli baju bahan rajutan, usahakan untuk memilih baju yang telah di-washing garment. Hal ini mencegah perubahan ukuran baju rajutan setelah pencucian pertama. Banyak kasus terjadi di mana baju rajutan mengecil setelah dilakukan pencucian pertama, seiring makin sering digunakan baju rajutan cenderung akan mudah melar. Jika anda hobi menjemur dengan cara menggantungnya di hanger, jangan lakukan ini pada baju rajutan anda. Hal ini akan membuat struktur baju rajutan anda menjadi rusak, khususnya di bagian bahu yang akan cenderung menjadi turun. Jangan pula menjemur baju rajutan di tempat yang terpapar langsung panas matahari. Jemurlah baju di tempat yang sering dilewati angin. Jika tidak terlalu kusut, tidak perlu dilakukan penyetrikaan untuk baju rajutan ini karena panas yang diterima malah akan mengurangi elastisitas baju rajutan. Terakhir, jangan tarik lepas jika ada benang rajutan yang copot. Sebaliknya, selipkan saja benang tersebut mengikuti jalur pola rajutan yang sudah ada.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy