Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'bahagia'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Cerai memang bukan hal yang diinginkan setiap pasangan menikah, tak ada yang menikah hanya untuk bercerai esok harinya. Namun terkadang ketika masalah yang pelik tak bisa diatasi bersama, beberapa pasangan menikah memilih untuk berpisah saja. Tapi untuk kebaikan siapa sebenarnya keputusan cerai? Siapa yang lebih bahagia ketika setelah bercerai? Mungkin orang banyak pula yang berpikir seperti ini karena setelah cerai, masalah tak begitu saja selesai. Berdasarkan hasil survey oleh AVVO yang dilakukan pada 2000 warga Amerika baik pria maupun wanita, menunjukkan bahwa ternyata wanita lah yang banyak menuntut cerai dibanding pria, dengan perbandingan 64 persen untuk wanita dan 44 persen untuk pria. Mengapa wanita yang lebih sering minta cerai? Menurut seksologis dan profesor sosiologi University of Washington, Pepper Schwartz, Ph.D., hal ini dikarenakan kebanyakan wanita menganggap bahwa menyalahkan diri sendiri justru terlihat lemah, dan pria terlihat tidak gentle jika menyalahkan istrinya. Dan siapakah yang lebih bahagia setelah cerai? Ternyata wanita juga lah yang cenderung lebih bahagia. Sebanyak 73 persen wanita mengatakan bahwa mereka tidak menyesali keputusan cerai ini, dan hanya 61 persen pria mengatakan bahwa mereka puas dengan keputusan cerai. Alasan mayoritas wanita lebih bahagia setelah cerai karena mereka merasa lebih nyaman sendirian, bisa lebih sukses, belajar mandiri dan merasa lebih bisa melakukan apa yang mereka inginkan. Sebaliknya, pria cenderung takut menjalani hidup sendirian setelah sebelumnya mereka memiliki teman dan ada yang mengurus semua hal saat menikah. Itu yang membuat para pria kurang bahagia setelah cerai. Meski memang bukan keputusan yang baik dan diinginkan semua orang, namun perceraian memang tak bisa dipisahkan dari lika-liku rumah tangga. Dan entah pihak mana yang lebih bahagia, semoga keputusan cerai bisa membuat kehidupan kedua belah pihak lebih baik ya.
  2. 1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan. Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yg blum tentu terjadi, kebanyakan hal-hal yg Anda kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi ! It's all only in your mind. 2. Buanglah Dendam. Dendam & Amarah yg disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN BATIN, BUANGLAH !! 3. Berhentilah Mengeluh. Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yg Ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif. 4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu. Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu. 5. Tidurlah Dgn Nyenyak. Smua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dgn nyaman. 6. Jauhi Urusan Orang Lain. Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri u/ menangani setiap masalahnya. 7. Hiduplah Pada Saat ini, Bukan Masa Lalu. Nikmati masa lalu sebagai kenangan, Jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karna apa yg Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. "Be totally present" 8. Jadilah Pendengar Yg Baik. Saat menjadi pendengar, Anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari org lain. 9.Berpikirlah Positif. Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dgn orang2x yg berpikiran positif & terlibatlah dgn kegiatan2x positif. 10. Bersyukurlah. Bersyukurlah (Berpuas diri) atas hal-hal kecil yg akan membawa Anda pada hal-hal besar. Sekecil apapun yg Anda terima, akan menghasilkan hal-hal besar & slalu membawa Anda kpd Kebahagiaan saat Anda bersyukur.
  3. Feng Ying akan menjalani sebuah operasi yang sangat berbahaya, ia khawatir operasinya tidak berhasil, oleh karena itu ia ingin mencari seorang wanita untuk menggantikan dirinya bila operasi itu gagal. http://usa.chinadaily.com.cn/china/20... [ Acara pernikahan Feng Ying di beritakan di harian China Daily ] Video penutup setelah anda melihat video ini
  4. Feng Ying akan menjalani sebuah operasi yang sangat berbahaya, ia khawatir operasinya tidak berhasil, ia tampil di acara Impian Tiongkok dan mendapat sambutan luas di masyarakat Tiongkok. Video penutup ini adalah video setelah operasi dilakukan ..
  5. Pemerintah Indonesia pernah gencar menggalakkan program keluarga berencana dua anak cukup. Namun, berdasarkan sebuah laporan, kunci kebahagiaan adalah memiliki tiga anak atau lebih. Sebuah laporan tahunan kebahagiaan yang diterbitkan oleh Eurostat, Badan Statistik Eropa yang melihat tingkat kepuasaan hidup di negara-negara anggota Uni Eropa, menemukan, keluarga besar dengan jumlah anak banyak, cenderung jauh lebih bahagia dibandingkan keluarga yang hanya memiliki satu, dua, atau tidak memiliki anak sama sekali. Mereka dengan tiga anak atau lebih memiliki tingkat kebahagiaan rata-rata 7,4. Sebanyak 28 persen mengatakan, mereka 'sangat bahagia'. Sebaliknya, seorang lelaki lajang di bawah usia 65 tahun memiliki skor rata-rata 6,6. “Umumnya, pasangan suami-istri lebih bahagia, daripada orang-orang yang tinggal sendiri,” kata laporan tersebut. “Rumah tangga yang memiliki anak-anak adalah yang paling bahagia, dengan pengecualian orang tua tunggal yang melaporkan tingkat kebahagiaan lebih rendah.” Orang-orang yang paling tidak bahagia, berdasarkan survei, adalah perempuan berusia di atas 65 tahun yang hidup sendirian. Berdasarkan survei, satu dari lima orang pada demografi tersebut mengatakan, mereka jarang merasa bahagia. Laporan dari Quality of Life, menggunakan ukuran 0 untuk 'sengsara' sampai 10 untuk 'sangat senang'. Mereka melaporkan, Skandinavia berada paling atas untuk tingkat rata-rata kebahagiaan secara keseluruhan. Sementara, Inggris mendapatkan nilai di atas rata-rata, yakni sebesar 7,3. Swedia, Finlandia, dan Swiss, semuanya mendapatkan rata-rata tingkat kebahagiaan 8. Sementara Bulgaria, berada pada tingkat kebahagiaan terburuk, dengan tingkat rata-rata 4,8. Lalu, Yunani, Kroasia, dan Hungaria, juga mendapatkan tingkat rata-rata kebahagiaan yang sangat rendah.
  6. Selain berbisik, manusia juga bisa teriak dalam keadaan tertentu. Ada yang saking bahagianya, mereka teriak untuk mengekspresikan kebahagiaannya. Selain itu, kita juga teriak karena emosi atau rasa marah yang sudah tidak tertahan lagi. Frekuensi seseorang untuk teriak memang tidak bisa disamaratakan. Akan tetapi, sudah tahukah kamu tentang fakta teriakan yang sering kamu lontarkan? 1. Respons alami akan perasaan negatif Ketika kamu merasa takut, cemas, atau panik tubuh kamu merespons keadaan tersebut dengan teriakan. Berdasarkan salah seorang psikolog Universitas Tech di Texas, teriakan merupakan respons alami yang dikeluarkan oleh manusia ketika merasa ketakutan. Ketika kamu takut, secara otomatis tubuh kamu memunculkan pertahanan dengan teriakan. 2. Teriakan merupakan sebuah evolusi Sebuah riset yang dilakukan oleh psikolog asal Universitas Emory, Amerika Serikat, teriakan merupakan sebuah evolusi sejarah. Bahkan sang psikolog, Harold Gouzoules, mempercayai bahwa teriakan merupakan bagian dari cara manusia untuk bertahan. 3. Manusia bisa membedakan berbagai macam teriakan Tubuh kita ternyata bisa membedakan berbagai jenis teriakan dari orang lain. Seperti teriakan kebahagiaan atau teriakan akibat rasa sakit. Meskipun sebenarnya kemampuan seperti ini sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Berdasarkan penelitian, hal ini bisa terjadi karena kemampuan empati kita terhadap orang lain. 4. Teriakan sebagai terapi untuk mengatasi stres Sebuah riset mengungkap bahwa teriak bisa mengatasi stres. Jadi, ketika kamu sedang merasa penat dan tertekan, teriak merupakan hal yang bagus. Agar tidak menganggu orang lain, kamu bisa melakukan di pantai atau di tempat umum yang sempit. Jadi, dengan teriakan, dijamin masalah kamu makin ringan.
×
×
  • Create New...