Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'autodesk'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Mendengar nama Autodesk, apa hal pertama yang Anda ingat? Sketchbook Pro? AutoCAD? Well, Anda tidak salah, karena nama Autodesk memang sering dikaitkan dengan dunia seni digital. Beralih ke dunia gaming, Autodesk sebenarnya juga memegang peran yang cukup besar. Bukan sebuah rahasia apabila cukup banyak developer yang memakai software–software buatan Autodesk dalam mengembangkan suatu game, mulai dari software pembuat model animasi seperti Autodesk Maya dan 3DS Max, sampai software rendering Autodesk Scaleform. Namun terlepas dari besarnya kontribusi Autodesk di industri gaming, rupanya masih ada ranah yang belum mereka sentuh, yakni game engine. Ranah tersebut hingga kini masih didominasi oleh nama-nama seperti Unreal dan Unity, khususnya di kawasan mobile game. Semua ini bisa berakhir mulai tanggal 19 Agustus 2015 nanti, dimana Autodesk akan meluncurkan game enginebuatannya sendiri, Stingray. Autodesk Stingray sebenarnya merupakan penyempurnaan dari sebuah game engine bernama Bitsquid yang diakuisisi oleh Autodesk pada bulan Juni tahun lalu. Autodesk mempertahankan segala kebaikan Bitsquid, lalu menyempurnakan interface-nya dan membekalinya dengan integrasi yang mendalam ke software–software besutan Autodesk. Misi yang diemban Autodesk Stingray adalah untuk memudahkan kerja pihak developer. Contoh integrasi yang mendalam tadi seperti ini: ketika developer membuat sebuah model animasi di Autodesk Maya, model tersebut bisa langsung muncul di laman editor milik Stingray untuk diulik lebih lanjut. Developer pun bisa langsung mengetahui bagaimana penampilan model animasi buatannya itu di dalam game. Lebih lanjut, Stingray juga mengemas sejumlah fitur unik yang belum dimiliki game enginepesaing. Salah satunya adalah fitur bernama Live Link, dimana rendering pada perangkat akan berlangsung secara real-time selagi berbagai pengaturan dilakukan. Dengan demikian, pihakdeveloper bisa memantau hasil pengaturan mereka secara lebih cepat dan mudah. Autodesk Stingray akan bersaing langsung dengan Unreal 4 dan Unity 5. Maka dari itu, engine ini pun siap menelurkan game–game untuk berbagai platform sekaligus, mulai dari PC, PlayStation 4, Xbox One, iOS, Android sampai dengan Oculus Rift. Seperti yang disebutkan di atas, Autodesk akan segera memasarkan Stingray ke para developermulai tanggal 19 Agustus mendatang, dengan tarif $30 per bulan. Melihat harga yang cukup terjangkau serta kelengkapan fitur yang ditawarkan, wajar apabila akan ada banyak developerkecil yang tertarik menggunakan Stingray.
  2. Menyambut tahun 2015, Autodesk mengutarakan sejumlah tren yang mereka prediksikan akan membuat para ilmuwan, desainer, dan arsitek terus berkarya untuk membuat sesuatu yang baru di masa depan. Tren pertama adalah kerja sama antara manusia dan robot. Saat ini, robot diprogram dengan menggunakan data yang besar, kemampuan analitik dan mesin pembelajaran. Robotik akan berkembang menjadi robot kolaboratif, dengan manusia berperan secara proaktif dan bekerja bersama robot. Sebagai contoh, Bloomberg melaporkan, Toyota menjadi lebih efisien dengan mengganti beberapa robot dengan perajin. Manusia mengambil peran mesin di pabrik-pabrik di Jepang sehingga para pekerja dapat mengembangkan keterampilan baru dan mencari cara untuk meningkatkan produksi dan proses pembangunan mobil. Autodesk optimistis mengenai masa depan ketika manusia dan robot berkolaborasi dan belajar satu sama lain. Tren kedua yaitu desain generatif. Bagaimana jika seandainya sebuah sistem desain yang dibantu komputer (CAD) secara otomatis dapat menghasilkan ribuan pilihan desain yang memenuhi kriteria desain? Dengan Project Dreamcatcher dari Autodesk, generasi terbaru desain komputasi segalanya menjadi mungkin. Dreamcatcher adalah sistem desain generatif yang memungkinkan desainer memasukkan tujuan desainnya, termasuk kebutuhan fungsional, jenis material, manufakturabilitas, kriteria kinerja dan estimasi biaya. Setelah itu, kehebatan cloud mengambil alih. Dan, hal ini sama sekali tidak menggantikan peran desainer. Cloud melakukan pekerjaan kasar, pengolahan, dan mengevaluasi desain pada kecepatan yang hampir tidak mungkin dapat dilakukan oleh manusia. Dreamcatcher memberikan kebebasan bagi desainer untuk berinovasi dan menghindari tugas desain yang berulang-ulang dan penghitungan agar mereka dapat tetap fokus pada desain kreatif. Hy-Fi at The Living, instalasi menara setinggi 40 kaki dengan 10.000 batu bata yang seluruhnya terbuat dari material kompos batang jagung dan jamur. Tren ketiga adalah bangunan hidup dan material yang dipesan terlebih dahulu. Sebagai contoh, David Benjamin, pendiri studio desain dan penelitian The Living, bekerjasama dengan ahli biologi tanaman di University of Cambridge untuk menumbuhkan komposit material baru dari bakteri. The Living juga memanfaatkan kerang hidup untuk mendeteksi kualitas air di East River dan melaporkan kondisi lingkungan kepada masyarakat. Pada tahun 2014, The Living mempersembahkan Hy-Fi, instalasi sukses milik Benjamin untuk kompetisi Program Arsitek Muda di Museum of Modern Art (MoMA), untuk membangun proyek di halaman PS1 di Queens, New York. Instalasi sementara ini melibatkan menara setinggi 40 kaki dengan 10.000 batu bata yang seluruhnya terbuat dari material kompos batang jagung dan jamur. Tren keempat adalah Biotech, cara menggunakan sistem dan organisme hidup untuk mengembangkan produk. Sintetis biologi menggunakan alat desain digital dapat membantu bioteknologi lebih mudah diakses oleh lebih banyak inovator. Ada beberapa implikasi untuk merekayasa obat baru, material dan makanan dengan lebih cepat. Beberapa komunitas yang tengah berkembang terdiri dari dari generasi muda, wiraswasta desainer biologis yang membuat terobosan luar biasa, termasuk: RevBio yang menciptakan bunga yang berubah warna “Petunia Circadia”, Muufri yang menciptakan susu non-hewani yang berasal dari protein sapi, dan Hyasynth yang mengeksplorasi penggunaan cannabinoids untuk mengobati sclerosis, epilepsi, Alzheimer dan penyakit lainnya. Tren terakhir, teknologi desain memungkinkan terobosan skala nano ke meter. Autodesk bekerjasama dengan para ilmuwan, akademisi, dan para pelanggan dalam berbagai proyek desain, dari biologi molekuler hingga ke teknik jaringan untuk manufaktur self-assembling berskala manusia. Sebagai contoh, Autodesk bekerjasama dengan mitra untuk mendukung upaya mereka dalam program mesin skala nano untuk melawan kanker.
  3. Autodesk menegaskan dukungannya terhadap dunia pendidikan dengan memberikan software gratis untuk pelajar, staf pengajar, dan lembaga akademis di seluruh dunia. Melalui langkah ini, lebih dari 680 juta pelajar dan pendidik di lebih dari 800.000 sekolah menengah dan sekolah menengah atas di 188 negara mendapatkan keuntungan akses gratis ke software profesional milik Autodesk yang dapat digunakan di kelas, laboratorium, dan di rumah. “Kita membutuhkan tenaga kerja yang siap dalam desain untuk manufaktur dan teknik-teknik konstruksi yang baru. Dengan menyediakan alat desain profesional gratis untuk pelajar, staf pengajar, dan lembaga akademis di seluruh dunia, kami membantu mempersiapkan industri untuk siap dalam menghadapi tahap berikutnya,” ujar Carl Bass (CEO, Autodesk). Lebih dari 1.000 software Autodesk yang termasuk di dalam program ini, termasuk software populer seperti 3ds Max, Auto CAD, Maya, dan Fusion 360. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan software gratis ini terbatas untuk kepentingan akademis dan bukan untuk kepentingan komersial. Untuk itulah, setiap pengguna yang ingin mengunduh software ini harus mendaftar terlebih dahulu dan mengisikan informasi pendidikannya. Program ini memungkinkan pelajar berusia 13 tahun untuk menggunakan Fusion 360 dalam membuat konsep dan perangkat cetakan prostetik 3D hingga tim perguruan tinggi yang mengembangkan rumah ramah lingkungan menggunakan BIM 360 Glue. Para talenta muda ini dipersilakan bereksperimen dengan desain dan inovasi, baik di dalam dan di luar kelas menggunakan software desain yang sama dengan yang dipakai oleh para profesional. “Siswa kami menggunakan Fusion 360 untuk mendesain Energy Scooter yang kami tawarkan ke pasar melalui situs crodwsourcing Kickstarter, dan mereka baru kelas II SMP!” kata Dr. Karen Kaun (Pendiri Makeosity). “Jika kita dapat membantu lebih banyak guru di kelas untuk menggabungkan pelajaran melalui desain di kurikulumnya, dan teknologi yang melibatkan siswa dalam pemecahan masalah melalui teknik mesin, siswa akan melihat bagaimana matematika dan ilmu pengetahuan dapat menjadi batu loncatan untuk karier sebagai inovator dan wirausahawan di masa depan,” lanjutnya. Informasi lebih lengkap tentang program software gratis Autodesk untuk pendidikan ini dapat dilihat di http://www.autodesk.com/education/free-software/all.
  4. perbedaan maya dan 3d max Perbedaan 3ds max & Maya Software 3D di dunia sangat banyak. Beberapa yang populer di antaranya adalah max, Maya, Softimage, Lightwave, Cinema 4D, dll. Setiap software tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada akhirnya, tentu user yang akan menentukan pilihannya. Secara umum, saat ini 3ds max adalah software 3d paling populer untuk berbagai aplikasi. Salah satu industri yang paling banyak menggunakan adalah industri game. Kelebihan max daripada Maya adalah simplifikasinya. Sangat banyak fitur otomatis yang tidak kita temukan di Maya, seperti modeling objek (pintu, tangga, dll). Max juga lebih mudah untuk kebutuhan motion graphic dan visualisasi arsitektur. Maya dibuat oleh perusahaan yang dulunya merupakan merger dari TDI, Alias & Wavefront. Software ini merupakan market leader di industri film. Kelebihan Maya terletak pada workflownya. Maya dirancang untuk workflow berukuran besar di mana seluruh proses modeling, animasi, texturing, lighting, bisa dikerjakan secara independen dan bisa digabungkan belakangan. Kelebihan lain dari Maya adalah animasi karakter yang lebih fleksibel. Bagi pemula, saya sarankan untuk belajar max karena populer, mudah didapatkan tutorial maupun supportnya, banyak usernya serta relatif mudah. Bagi animator serius yang ingin terjun ke animasi karakter, baru Maya sesuai digunakan. Untuk kelas workshop di Digital Studio saat ini menggunakan 3ds max sedang untuk program College yang kita rancang untuk kebutuhan professional, kita menggunakan Maya.
×
×
  • Create New...