Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'australia'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 17 results

  1. Sebagai kota terbesar di Benua Australia, Sydney memiliki sejumlah objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata alam hingga wisata modern tersedia di kota yang dijuluki City of Harbours ini. Nah, bagi kamu yang baru pertama kali mengunjungi Sydney dan tidak memiliki cukup waktu untuk mengeksplorasi, berikut 4 destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi. Sydney Opera House Sydney Harbour Bondi Beach Taronga Zoo
  2. Tony Abbott Media di Indonesia kini diramaikan dengan dua berita yaitu konflik Polri versus KPK dan rencana eksekusi mati terpidana kasus narkoba warga negara Australia. Persoalan konflik di tataran nasional kini telah diredakan oleh Presiden Jokowi dengan membatalkan pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri dan mengajukan Komjen Badrodin Haiti sebagai calon baru. Presiden juga mengeluarkan Keppres memberhentikan sementara Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua Bambang Widjojanto, serta mengeluarkan Perppu menunjuk tiga orang sebagai Plt KPK. Walau kemelut ini belum selesai tetapi paling tidak getaran berupa ancaman terhadap stabilitas keamanan telah mereda. Kesimpulannya masalah nasional lebih mudah diredakan dengan keputusan yang bijak dan dikomunikasikan dengan baik. Kini menurut penulis, ada hal penting lain yang harus diperhatikan oleh presiden serta unsur polisi dan militer Indonesia (TNI). Penulis mengamati dan mempelajari keberatan pemerintah Australia dengan rencana eksekusi mati dua tokoh pedagang narkoba yang dikenal kelompok Bali Nine. Dua terpidana mati WN Australia telah ditolak grasinya oleh Presiden Jokowi. Bahaya yang penulis amati dari sudut pandang intelijen demikian serius dan sebaiknya harus dicermati serta dilakukan penilaian dan penyelidikan intelijen agar Indonesia tidak kecolongan atas kemungkinan tindak ekstrem dari Australia. Penulis mencoba mengurai kasus keberatan Australia dengan beberapa fakta serta analisis berikut dibawah ini. Kelompok ini disebut Bali Nine karena terdiri dari sembilan orang penyelundup narkotika yang ditangkap pada 17 April 2005 di Bali dalam usaha menyelundupkan heroin seberat 8,2 kg dari Indonesia ke Australia. Anggota Bali Nine asal Australia tersebut adalah Scott Anthony Rush, Myuran Sukumaran, Andrew Chan, Renae Lawrence, Tan Duc Tanh Nguyen, Si Yi Chen, dan Mathew James Norman, Michael William Czugaj, dan Martin Eric Stephen. Setelah melalui pengadilan panjang, kini yang menjadi berita besar, dua orang diputuskan akan segera dieksekusi tembak mati. Keduanya adalah Andrew Chan, disebut sebagai God Father dan Myuran Sukumaran. Pada tanggal 10 Desember 2014 Presiden Jokowi menyatakan dalam pidatonya bahwa ia tidak akan menyetujui setiap pemintaan keringanan karena pelanggaran narkoba. Tanggal 30 Desember 2014, permohonan Sukumaran untuk grasi ditolak, sementara permohonan grasi dari Chan ditolak pada tanggal 22 Januari 2015. Kedua terpidana itu kini ditahan di lapas Kerobokan Bali. Menurut informasi keduanya akan dipindahkan ke Nusakambangan. Posisi Politik dan Sikap PM Australia Tony Abbott Pada bulan Januari 2015, PM Australia Tony Abbott serta Menlu Julie Bishop meminta kepada Presiden Jokowi untuk meninjau penolakan grasi kedua WN Australia tersebut. Pemerintah Indonesia bergeming dan menolak permohonan tersebut. Selain Australia, Sekjen PBB , Ban Ki-moon juga mendesak pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Jokowi, untuk menghentikan hukuman mati. Desakan dari Ban Ki-moon itu disampaikan oleh Juru Bicara PBB Stephane Dujarric. Jaksa Agung Prasetyo menegaskan bahwa Indonesia tetap akan melanjutkan eksekusi. "Tidak akan dibatalkan," kata Prasetyo, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/2/2015). Tim eksekutor dikatakannya sudah siap, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk pelaksanaan. PM Tony Abbott menyatakan bahwa Australia akan menempuh semua opsi hukum untuk menyelamatkan dua warga negaranya dari eksekusi mati di Indonesia. Demikian janji Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Senin (16/2/2015). "Saya tidak ingin memberikan harapan palsu, tetapi saya ingin semua orang paham, kami sedang mengupayakan setiap celah untuk membantu orang-orang itu," kata Abbott. Selanjutnya Abbott mengatakan akan melakukan balasan diplomatik yang setimpal jika Indonesia mengeksekusi warganya. Ia mengatakan bahwa warga negara Australia sudah muak dengan langkah Indonesia tersebut. Warga negara Australia bahkan membuat petisi yang meminta Indonesia mengampuni Chan dan Sukumaran. Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop bahkan mengancam memboikot Indonesia, termasuk melarang warganya berkunjung ke Pulau Bali. Mengapa pemerintah Australia demikian gencar mengupayakan agar kedua warganya lepas dari regu tembak? Nampaknya ini dapat dikatakan lebih dilatar belakangi dengan posisi politik dari PM Abbott yang kurang baik beberapa waktu terakhir. Tony Abbott yang baru 17 bulan menjadi perdana menteri itu terancam di impeach. Pada awal Februari sebagian dari warga Australia, menganggap Abbott gagal dalam meningkatkan perekonomian Australia, disamping kebijakannya dibidang perpajakan yang dinilai tidak sejalan dengan harapan warga Australia. Dia lolos dari vonis,”mosi tidak percaya”, dan tetap bertahan dalam posisinya sebagai PM Australia setelah selamat dari upaya voting di internal Partai Liberal, yang dilakukan hari Senin (9/2/2015) pagi di Canberra. Dalam voting yang dihadiri 101 dari 102 anggota Partai Liberal yang memiliki hak suara, 61 menyatakan menolak mosi dan 39 menyatakan menerimanya. Satu suara diberikan secara informal dan 1 anggota tidak hadir karena sedang cuti. Walau selamat, tetapi karir politiknya dinilai cedera (Tjiptadinata, Kompasiana). Nah menurut penulis, disinilah kesempatan Abbott untuk mengembalikan kepercayaan warga Australia dalam memperjuangkan jiwa warganya yang akan dieksekusi mati di Indonesia, tetangga dekatnya. Oleh karena itu kini terlihat dia berusaha mati-matian akan menyelamatkan Chan dan Sukumaran. Ini sebuah pertaruhan nama serta karir politik Abbott pastinya. Lobi politik Australia jelas sangat kuat, karena kini Sekjen PBB juga sudah ikut meminta agar hukuman mati itu dibatalkan, kita faham bahwa apa kata PBB itu juga kata AS. Selain itu pemerintah sebaiknya waspada, pada pemerintahan SBY, Australia adalah negara penyadap presiden SBY dan beberapa pejabat pemerintah. Hasilnya disetorkan ke AS. Australia tergabung dalam jaringan intelijen lima negara (five eyes) dengan AS, Inggris, Canada dan New Zealand. Artinya, kini semua pembicaraan baik Presiden Jokowi serta beberapa pejabat terkait penulis perkirakan sudah disadap oleh intelijen Australia. Yang penulis khawatirkan, pemerintah (baca : Jokowi) kini lebih sibuk dengan urusan BG, Badrodin, konflik Polri-KPK, ancaman DPR, Kompolnas, tekanan elit PDIP dan pernik politik yang ringan tapi dibuat kusut oleh berbagai pihak. Pemerintah terlalu menganggap ringan ancaman Australia, negara yang pernah memonitor hingga bumbu dapur dan masakan dirumah Ibu Negara Ani Yudhoyono. Dengan menyadap, mereka akan menguasai kekuatan, kemampuan dan kerawanan si target. Penulis agak mencurigai, bahwa Australia bisa saja melakukan langkah ekstrem untuk menyelamatkan kedua warganya tersebut. Australia selama ini merasa sebagai negara besar, kuat, Deputy AS dikawasan Asia. Penulis saat bertugas mendampingi Menhan Matori Abdul Djalil (Alm) sebagai penasihat intelijen pernah diminta membuat analisis apa resiko apabila Menhan akan membuat pernyataan bahwa bom Bali-1 (oktober 2002) sebagai serangan Al-Qaeda dengan Jamaah Islamiyah. Ternyata dibalik itu semua, Australia serta AS yang marah karena banyak warganya yang tewas, bisa melakukan langkah preemtive strike ke Indonesia. Mereka mempunyai konsep mengejar terorisme hingga jauh ke garis belakang sebuah negara, apabila sebuah negara menjadi ancaman keamanan nasionalnya. Ini berarti mereka selalu menyiapkan kemampuan melakukan intervensi baik dalam skala terbatas maupun besar ke sebuah negara. Operasi bisa dilakukan mandiri ataupun berupa gabungan. Dikawasan Asean, Australia masih tergabung dalam pakta pertahanan FPDA (Five Power Defence Arrangements) disamping pakta ANZUS (kini antara Australia dan AS). Dengan demikian maka Indonesia dikelilingi tetangga yang tergabung dalam pakta pertahanan. Australia sudah sejak lama selalu aktif mendukung AS dalam pelbagai operasi militer di pelbagai belahan dunia, seperti serangan ke Afghanistan dan Irak misalnya. Demikian juga kini dalam operasi serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Syria Australia mengirimkan pesawat tempur Hornet. Pasukan khususnya sangat berpengalaman terlatih bertempur di negara lain. Nah, dengan sense of intelligence yang dimiliki (cara berfikir intelijen adalah kondisi terburuk agar kita tidak terkena unsur pendadakan), apakah bukan tidak mungkin pemerintah Australia akan melakukan langkah ekstrem menyelamatkan Chan dan Sukumaran?. Dimasa lalu, saat operasi Timor Timur, intelijen militer Australia diketahui juga melakukan infiltrasi dalam mendukung Fretilin. Ini disebabkan karena masih ada wilayah Indonesia yang belum ter-cover radar di wilayah Timur. Tetapi kini dapat dikatakan semua wilayah sudah dapat dimonitor radar Kohanudnas dan sipil. Pertanyaannya, bagaimana kalau pasukan khusus Australia melakukan upaya penculikan dan membawa lari kedua tersangka tersebut? Dari pengalaman pengamanan lapas, nampak sistem keamanannya sangat lemah apabila dilakukan ambush oleh anggota militer terlatih. Peristiwa Cebongan menunjukkan bahwa keamanan lapas sangat mudah ditembus hanya dengan sebuah team terdiri dari beberapa orang terlatih yang hanya dipersenjatai dengan sebuah AK-47. Mision acomplish. Australian S.A.S.R di Phuoc Tuy Vietnam 1967 Apakah mereka mampu menyerang? Kemampuan SAS (Pasukan Khusus Australia) yang diantaranya dikenal sebagai The Special Air Service Regiment adalah pasukan khusus yang sangat terlatih. Belum lagi apabila mereka didukung oleh teknologi intelijen Australia dan juga AS (NSA dan CIA). Mereka bisa melakukan raid baik dengan serangan dukungan laut, atau bisa juga serangan udara mirip "raid on Entebbe" saat pasukan khusus Israel membebaskan sandera warga Israel di lapangan terbang Entebbe Uganda. Misi juga sukses. Dalam operasi lintas negara, yang menonjol adalah saat penyergapan Osama bin Laden pemimpin Al-Qaeda yang bersembunyi di negara Pakistan (Abottabat), dimana penyerang hanya terdiri dari empat helikopter dan didukung beberapa pesawat tempur serta monitoring satelit. Pemerintah Pakistan yang tidak mengira negaranya akan diinfiltrasi, ternyata kebobolan. Pertahanan udara Pakistan, intelijen militernya serta pesawat tempurnya dikenal cukup canggih, tetapi toh mereka kecolongan karena mereka tidak siap dan tidak memperkirakannya. Misi senyap pasukan khusus anti teror US Navy, Navy Seals X-Team (DEVGRU) sukses tanpa korban. Kerugian hanya satu heli rusak. Nah, apakah Australia berani dan akan nekat menculik warganya dari Indonesia? Ini sebuah pekerjaan rumah Polri dan TNI, karena menurut penulis yang dipertaruhkan adalah harkat, martabat dan kedaulatan Indonesia. Sebaiknya kita siap dan memperkuat pengamanan kedua napi tersebut. Yang terpenting kerahasiaan informasi harus dijaga, dimana kini semua dibuka di media. Lihat saja penjara Kerobokan terbuka bagi keluarga dan insan pers, bukan tidak mungkin ada unsur intelijen yang menyusup dan membuat pemetaan. Saran penulis, penjara Kerobokan jangan hanya dijaga oleh sipir penjara dan polisi saja, tempatkan pasukan khusus (Gultor Kopassus, Denjaka Marinir, Den Bravo Paskhasau serta Densus) untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Demikian juga radar Kohanudnas, pesawat tempur serta kapal perang perlu disiapkan disekitar daerah dimana kedua napi berada. Termasuk apabila kedua napi itu digeser ke lokasi lainnya. Sebaiknya mulai dilakukan kini hingga eksekusi selesai. Pertimbangan penulis, apabila tidak di antisipasi sejak awal dan pasukan khusus Australia mampu membawa lari Chan dan Sukumaran ke Australia, apakah kita akan perang dengan Australia? Kalau terjadi, apa keputusan pemerintah? Memutuskan persoalan BG saja dibutuhkan waktu yang cukup lama. Ini dimonitor juga oleh Australia pastinya. Keberanian pimpinan nasional menjadi ukuran langkah tindakan berani mereka kedepan. Karena itu pemikiran the worst condition harus dimulai dari Presiden, Menhan, Panglima TNI, BIN, Bais TNI, agar kita tidak dipermalukan. Kunci keputusan terakhir ada pada intelijen, seberapa jauh dapat memonitor apa yang akan dikerjakan oleh pihak Australia. Selain info intelijen kekuatan, kemampuan dan kerawanan, intelijen perlu tahu apa "niat" mereka. Yang penting, jangan kita dipermalukan di negara kita sendiri. Langkah Antisipasi Keributan serta kesibukan Australia menurut penulis adalah sesuatu yang biasa dan wajar, karena itulah yang harus dikerjakan PM Abbott. Kepentingan dirinya dalam kondisi menurunnya karir politiknya digabungkannya kedalam kepentingan nasional Australia. Penulis sempat bertanya kepada salah satu pejabat di BKPM apa kerugian Indonesia apabila Australia melakukan embargo ekonomi misalnya. Dari informasinya, masalah utama adalah kita akan kekurangan suplai daging sapi. Sementara perdagangan lainnya tidak terlalu besar dan mengganggu. Demikian juga, walaupun warga Australia diimbau melakukan boikot ke Bali, nampaknya tidak akan "mempan" karena Bali rumah kedua warganya yang ingin berlibur. Nah, berbicara langkah antisipasi, persoalannya adalah komunikasi atau diplomasi politik belum tertata dengan rapih. Disinilah peran para diplomat kita untuk meyakinkan negara akreditasi dimana mereka ditugaskan. Perlu menjelaskan bahwa Indonesia seperti dikatakan Presiden Jokowi sudah darurat narkoba, karena itu sudah tiada maaf bandar besar akan dihukum mati. Perdagangan, produksi dan konsumsi narkoba sudah demikian besar dan mengakar di Indonesia. Kita tidak akan mau mengorbankan bangsa dan negara hanya untuk menyelamatkan dua bandar narkoba. Ketegasan Indonesia karena kita tidak ingin mafia narkoba serta jaringannya menguasai harkat hidup rakyat banyak. Jadi langkah antisipasi preventif jauh hari sebelum pelaksanaan eksekusi menjadi tanggung jawab para diplomat kita. Dilain sisi, unsur pertahanan dan keamanan sebaiknya menyiagakan kekuatannya untuk menghidari raid pendadakan. Intelijen sebaiknya terus memonitor apa langkah yang akan dilakukan Australia serta sekutunya. Apa resiko yang akan didapat Indonesia dalam kondisi yang berlaku. Tentang sudut pandang analisis, apabila tidak terjadi, paling tidak kita sudah terus bersiaga menghadapi kondisi terburuk. Dan apabila kita siap siaga, Australia akan berfikir ulang apabila di benaknya terfikir akan melakukan langkah penyelamatan ekstrem. Semoga saja tidak. (Tetapi pikiran ini menyatakan"who knows?"). Australia terlatih melakukan intervensi ke negara lain. Kinipun tanpa ijin pemerintah Syria, mereka juga bergabung dengan AS melakukan penggempuran udara di negara tersebut. Penulis mengingatkan bahwa resiko kerugian besar bisa terjadi apabila Abbott nekat mau mencoba semacam operasi Geronimo di sini. Jangan pandang enteng Indonesia, jangan sepelekan Indonesia. Yang penting mari sepakat kita berantas Narkoba. Kalau ada warga Indonesia tertangkap di Australia terkait narkoba, kita ikhlas-ikhlas saja, kita wakafkan mereka, hukum saja yang berat.
  3. Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian membeberkan hasil positif yang didapatkan penyidik dari rekan polisi mereka di Australia terkait penyelidikan Jessica Kumala Wongo. Tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin dengan modus kopi beracun sianida itu ternyata mempunyai catatan kriminal yang panjang di negeri Kangguru itu. "Kasus Jessica, saya kira sekarang sudah tahap pemberkasan untuk dimajukan kedua, tapi saya kira kita dapat informasi sangat bagus dari Australia. Tapi sengaja belum diekspos," kata Tito di Mabes Polri. Informasi yang belum bisa diekspos itu, masih kata Tito, "Jessica terkait kriminal. Salah satunya percobaan bunuh diri, tapi kita belum ekspos ini karena terikat dengan mutual legal aggrement dengan Australia." Dalam kesepakatan itu setiap statement yang dikeluarkan oleh Polri harus mendapat kesepakatan dengan negeri tetangga itu. "Nanti tanggal 26 Maret tim mengambil dokumen mulai dari dokumen-dokumen kriminal yang bersangkutan termasuk juga, seingat saya ada lebih kurang 14 kasus," imbuh Tito. Yang kedua, Ketua BNPT ini melanjutkan, penyidik juga akan mengambil catatan medis yang bersangkutan dimana terungkap jika - rekan Mirna semasa di Australia itu - sedang sedang menjalani perawatan psikolog. "Saya pikir kesepakatan antara bapak Kapolda baru (Irjen Moechgiyarto) nanti dengan kepolisian Australia mana saja yang boleh ekspose mana saja yang tidak," pungkas Tito.
  4. Australian Federal Police (AFP) akan membantu Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27) yang diduga dibunuh oleh Jessica Kumala Wongso di Kafe Olivier, West Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Sebagaimana diwartakan ABC Australia, Senin (29/2/2016), Polisi Federal Australia akan membantu Pemerintah Indonesia menyelidiki kasus ini, setelah meminta jaminan jaksa untuk tidak menuntut hukuman mati kepada Jessica. Pasalnya, Australia adalah negara yang tidak menerapkan hukuman mati. Bantuan dari Polisi Australia itu diberikan setelah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan. Australia tidak ingin bantuan yang diberikan nantinya berujung pada vonis mati seperti dua anggota Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum sudah terbang ke Australia. Australian Federal Police (AFP) pun diminta bantu usut kasus Jessica Kumala Wongso, tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin. "Polisi Aussie sering diminta tolong ke polisi Indonesia. Makanya, sekarang kami minta bantu polisi Aussie untuk usut kasus Jessica," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal kepada wartawan di ruangannya, Jakarta, Jumat 19 Februari 2016. Menurutnya, penyidik juga sudah terbang di Australia, di sana mereka menyelidiki keseharian kehidupan Jessica selama delapan tahun tinggal di Negeri Kanguru itu. "Kita ingin tahu bagaimana J beraktivitas sehari-hari sebagai mahasiswi. Penyidik ingin tahu bagaimana kesehariannya. Sehingga kami ingin minta bantuan polisi (AFP) bagaimana alur dia mendapatkan sianida itu," tutupnya.
  5. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berencana mengirim penyidik ke Australia untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dianggap mengenal Wayan Mirna Salihin dan Jessica Kumala Wongso. Jessica kini menjadi tersangka dalam kasus kematian Mirna. "Kami akan mengirim penyidik ke sana (Australia) untuk interview, karena ada beberapa petunjuk yang (perlu) dikembangkan," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/2). Menurut Krishna, penyidiknya perlu dikirim ke Australia untuk menambah materi penyidikan. Sampai saat ini, kata dia, penyidik Polda Metro Jaya belum memiliki informasi detail soal latar belakang Jessica dan Mirna selama di Australia. Jessica tinggal di Australia sejak 2008 dan selama itu jarang pulang ke Indonesia sebab orang tuanya pun menetap di Australia dari tahun 2005. Ketika lulus kuliah, Jessica memilih untuk tinggal di Australia dan Mirna kembali ke Indonesia. Jessica baru pulang ke Indonesia pada 5 Desember 2015 untuk mencari pekerjaan. Sekitar sebulan setelah Jessica pulang, pada 6 Januari 2016, saat ia sedang bercengkerama dengan Mirna dan Hani di Restoran Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, Mirna tewas usai meneguk kopi vietnam yang ternyata telah dibubuhi sianida. “Kami kerja sama dengan polisi Australia karena latar belakang mereka (Mirna dan Jessica) di Australia. Itu biasa dalam penyelidikan,” ujar Krishna. Pengiriman penyidik Polda Metro Jaya ke Australia mesti mengantongi izin Australian Federal Police (AFP). “Kami harus ke sana untuk lakukan observasi agar mendapat gambaran. Tapi harus ada dukungan dari Kepolisian di sana dan Konsulat Jenderal Indonesia di Canberra," kata Krishna. Sementara soal dokumen AFP yang sudah diterima oleh penyidik, Krishna menyebut hal itu masih dianalisis dan bersifat rahasia. "Nanti di pengadilan saja kami sampaikan," ujar Krishna. Jessica ditetapkan sebagai tersangka pembunuh berencana dalam kasus Mirna. Ia kini dijerat pasal dengan ancaman maksimal berupa hukuman mati.
  6. Pengunjung mengantre untuk melihat dan mencium aroma bunga bangkai di taman botani Mount Lofty, Australia. Bunga setinggi 2 meter, yang terkenal karena aromanya disebut mirip daging busuk, mekar di Australia. Taman botani Mount Lofty di Australia Selatan telah merawat Amorphophallus titanum, lebih dikenal dengan nama Bunga Bangkai, selama 10 tahun. Kurator hortikultura di taman botani, Matt Coulter, mengungkap bahwa benih tanaman tersebut didatangkan dari Sumatra. Sekitar dua pekan lalu, bunga Amorphophallus mulai tumbuh, dan akhirnya mekar pada Senin (28/12). Coulter mengatakan aroma bunga "yang mirip ikan busuk" itu sangat kuat. "Ketika saya membuka pintu pagi ini, baunya hampir membuat saya pingsan, tajam sekali," ujarnya. Umur bunga bangkai hanya 48 jam, setelah itu dia akan layu. Namun Coulter mengaku sangat senang bunga itu mekar untuk pertama kali. Ia telah merawatnya selama delapan tahun. "Ini fantastis. Tak pernah terpikir bunga ini akan mekar," katanya. "Karena bunga ini datang dari Sumatra, kami menjaganya tetap hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas, serta mempertahankan kelembapan agar tetap tinggi. Bunga bangkai tidak dapat melakukan pembuahan sendiri. Aromanya menarik jenis lebah dan kumbang yang hidup di bangkai hewan. Di alam, serangga tersebut akan membawa serbuk sari ke tanaman bunga bangkai yang lain. Pengunjung telah antri untuk melihat - dan mencium - bunga bangkai sejak taman botani Mount Lofty buka pada hari Senin. Mereka mendapatkan kesempatan langka, karena bunga itu akan layu dalam 48 jam.
  7. Februari lalu, keluarga Gershwin sedang berada di pantai wilayahTasmania, Australia. Saat itu mereka melihat sesuatu yang aneh di pasir. Dari kejauhan mereka melihat semacam lendir besar di pasir, tapi begitu mendekat mereka menemukan sesuatu yang luar biasa. Ternyata yang mereka lihat adalah spesies baru ubur-ubur raksasa. KeluargaGershwins segera memberitahukan penemuan ini kepada seorang ahli biologi laut lokal. Ahli biologi terpukau dengan ukuran hewan ini, panjang 121 cm dengan diameter 28 cm. Sampeldikumpulkan dan dikirim untuk studi lebih lanjut. Diperkirakan bahwa spesies baru ubur-ubur raksasa ini terkait dengan ubur-ubur singa. Ubur-ubur singa adalah salah satu spesies ubur-ubur terbesar yang ada di bumi. Tubuh merekabisa berdiameter 213 cm, dan panjang tentakel mereka dapat mencapai hingga 36 meter. Sampai detik ini belum ada informasi terbaru mengenai spesies baru ubur-ubur raksasa ini.
  8. Dalam kejuaraan tembak antar tentara yang dilaksanakan di Puckapunyal, Australia pada 20-23 Mei 2015, kontingen TNI AD (Angkatan Darat) Indonesia berhasil menjadi juara umum mengalahkan tim tembak Australia, Amerika Serikat, dan Inggris. Adalah Letda Sihombing (Kopassus), Serda Misran (Kostrad), Serda Suwandi (Kostrad), dan Serda Woli Hamsan (Kostrad) yang turut menyumbangkan medali dalam kategori perorangan di lomba tembak tersebut. Para punggawa lomba tembak menggunakan senjata dan amunisi serbu SS-2 V-4, pistol G-2, senapan mesin SM2, dan SM-3 buatan PT Pindad. Pada klasemen akhir turnamen tembak bertema AASAM (Army Skill at Arms Meeting) tersebut, Indonesia sukses dapat 30 medali emas, 16 perak, dan 10 perunggu. Sedangkan TNI AD Australia mengantongi 4 medali emas, 9 perak, dan 6 perunggu. Sementara TNI AD Amerika Serikat memboyong 4 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Lomba menembak di Australia bukan turnamen pertama bagi TNI AD. Sebelumnya mereka sudah sering mengikuti kejuaraan serupa di banyak negara. Juara umum di Australia kemarin merupakan kemenangan ke-8 bagi tim TNI AD. Keren banget!
  9. Penyedia jasa internet di Australia diminta mengungkap nama dan alamat pengunduh film Dallas Buyers' Club. Pengadilan Federal Australia memerintahkan penyedia jasa internet (ISP) untuk menyerahkan data rinci pelanggan mereka yang dituduh mengunduh sebuah film Amerika secara ilegal. Dalam putusan yang bersejarah ini, enam perusahaan internet diperintahkan mengungkap nama dan alamat para pengunduh film The Dallas Buyers Club. Kasus ini didaftarkan oleh perusahaan Amerika yang memiliki hak terhadap film yang diedarkan tahun 2013 itu. Pengadilan menyatakan bahwa data itu hanya akan digunakan untuk mengamankan "kompensasi untuk pelanggaran" hak meggandakan film tersebut. Dalam kasus yang disidangkan bulan Februari lalu, pemohon menyatakan telah mengidentifikasi 4.726 pengunjung unik yang membagikan film itu dengan menggunakan BitTorrent, sebuah aplikasi berbagi data antar pengguna. Mereka mengatakan hal ini dilakukan tanpa ijin pemegang hak menggandakan film tersebut. Putusan ini hadir di tengah-tengah upaya pemerintah Australia untuk memberantas pembajakan lewat internet. Australia merupakansalah satu negara dimana penduduknya banyak melakukan pengunduhan materi digital secara ilegal. Lambatnya peredaran film dan acara TV serta mahalnya harga materi digital di sana menjadi faktor bagi tindakan tersebut. Matthew McConaughey dan Jared Leto menerima penghargaan untuk film Dallas Buyers' Club. Pencegahan Perusahaan penyedia jasa internet dalam kasus ini termasuk iiNet yang merupakan yang terbesar di Australia. iiNet menyatakan mengumumkan data konsumen merupakan pelanggaran terhadap privasi dan mengarah pada apa yang dikenal di Amerika sebagai "penagihan spekulatif". Itu terjadi saat pemegang akun diancam dengan tuntutan hukum yang bisa berakibat kerugian besar, kecuali jika mereka bersedia membayar penyelesaian dalam jumlah lebih kecil. Hakim Nye Perram memutuskan informasi tentang pelanggan ini dapat diungkapkan dengan syarat hanya digunakan guna mengkompensasi pelanggaran hak cipta. Menurut Hakim Perram, putusan ini penting untuk mencegah pengunduhan ilegal. Kasus ini sampai ke pengadilan setelah perusahaan pemilik film itu, Dallas Buyers Club LLC,menghubungi iiNet dan penyedia jasa internet lainnya untuk mengungkap informasi tentang pengunduh film itu. Para penyedia jasa internet itu menolak.
  10. Salamanca Market adalah surga bagi pecinta lukisan dan karya seni. Tak dipungkiri, saat berkunjung ke luar negeri, belanja menjadi salah satu kegiatan paling menyenangkan dan terlalu sayang dilewatkan. Tidak pernah ada kata bosan untuk sekadar cuci mata berkeliling menjelajahi pusat perbelanjaan. Selain mal dan pertokoan, pasar kaki lima (street market) juga bisa menjadi pilihan tempat belanja unik. Nah, jika berkunjung ke Australia, Anda akan menemukan pasar yang ramai hampir di seluruh penjuru negara ini. Street market di Australia menyajikan produk dari hasil tani segar sampai cinderamata kerajinan tangan dan busana kelas atas. Selain cuci mata dan belanja, Anda juga bisa menikmati penampilan para musisi jalanan. Berikut beberapa rekomendasi street market menarik yang bisa Anda kunjungi di Negeri Kangguru tersebut: Rose Street Market Anda pecinta fesyen? Sempatkanlah mengunjungi Rose Street Market yang berada di jantung Kota Fitzroy, Melbourne. Setiap pekan pasar ini menawarkan jejeran outlet unik milik desainer yang memamerkan karya mereka. Di sini Anda tak hanya akan menemukan pakaian, namun juga perhiasan, bahkan lukisan. Lebih dari 600 seniman dan desainer terdaftar di katalog Rose Street Market. Konsep pasar tradisional yang unik ini memberi kesempatan bagi wisatawan berdiskusi langsung urusan fesyen ke ahlinya. South Bank Lifestyle Market Bagi Anda yang ingin menghabiskan akhir pekan santai bersama keluarga, pasar ini bisa menjadi pilihan menarik. South Bank Lifestyle Market terletak di Brisbane Selatan dan buka setiap Jumat malam, Sabtu dan Minggu. Salah satu pasar terbesar di Brisbane ini juga menyuguhkan “Moonlight Market” yang digelar setiap Jumat malam dengan dekorasi lentera-lentera memesona. Anda dan keluarga bisa menemukan berbagai benda-benda seni, perhiasan, pakaian yang dirancang desainer lokal dan impor, aksesoris, sepatu, mainan anak-anak, hingga aksesori. Ingin pengalaman lebih seru, cobalah datang ke peramal tarot si sana, tapi jangan sampai Anda terlena dengan ramalannya, ya. Setelah itu, tutuplah hari Anda dengan mencicipi makanan ringan yang lezat sambil menikmati suasana tepi sungai nan cantik. Salamanca Market adalah surga bagi pecinta lukisan dan karya seni. Mindil Beach Sunset Market Pasar pinggir jalan ini buka setiap Kamis dan Minggu dari bulan Mei sampai Oktober, Mindil Beach Sunset Market terkenal dengan rangkaian kios makanan yang eksotis dan lingkungan tropis yang tenang. Aneka kuliner memang salah satu daya tarik utama pasar ini. Anda bisa mencicipi hidangan khusus penuh rempah dari lima benua di pasar yang terletak di pesisir Kota Darwin ini. Tak hanya itu, karena berlokasi di pantai, tentu Anda akan mendapatkan bonus pemandangan senja yang tak terlupakan. Sebagai pasar lokal yang "wajib" dikunjungi para wisatawan, pasar ini juga menjual kerajinan dan perhiasan tangan dari seluruh dunia. Jangan khawatir jika mulai lelah, sebab Anda bisa beristirahat sejenak sambil menikmati jasa pijat atau penampilan band-band lokal. Hanya saja, perlu Anda perhatikan, pasar ini tidak memperbolehkan pengunjung merokok dan membawa hewan peliharaan. Salamanca Market Salamanca Market adalah surga bagi pecinta lukisan dan karya seni. Pasar yang terletak di Hobart, Tasmania, ini diadakan setiap Sabtu pagi di lapangan berlantai batu Salamanca Place yang bersejarah. Di sini Anda bisa membeli karya seni yang hanya sekali diproduksi, misalnya kaca, tembikar, dan sebagainya dari para seniman lokal. Selain itu, Anda juga bisa membeli hasil pertanian yang segar mulai dari buah hingga sayuran. Puas berkeliling memanjakan mata, selanjutnya Anda bisa menikmati segelas kopi. Aroma hangat dari kopi dan croissant yang berasal dari kios-kios di sekitar pasar ini akan menggoda Anda untuk berhenti sejenak sambil menikmati seniman jalanan yang memainkan musik blues, atau memetik harpanya untuk melantunkan lagu-lagu lokal.
  11. Myuran Sukumaran (kiri) dan Andrew Chan (kanan) tengah menunggu eksekusi mati yang dijadwalkan bakal berlangsung dalam waktu dekat. Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia tidak bersedia mengangkut dua terpidana mati asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari Bali ke Nusakambangan. Dua pria yang dianggap pemimpin kelompok Bali Nine itu kini masih berada di Penjara Kerobokan, Bali. Lazimnya, eksekusi dilakukan di penjara tempat terpidana itu ditahan. Namun, terkait keberatan dari pemerintah daerah Bali, pemerintah Indonesia berencana melakukan eksekusi di Penjara Nusakambangan. Sejumlah pemberitaan menyebut, kedua terpidana akan diangkut ke Nusakambangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Akan tetapi, Garuda menyampaikan bantahan, melalui siaran pers: "Sehubungan dengan beredarnya berita hari ini Jumat 13 Februari 2015 yang mengatakan bahwa Garuda Indonesia akan mengangkut Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari Bali, bersama ini kami tegaskan bahwa tidak benar bahwa Garuda Indonesia akan menerbangkan Andrew Chan dan Myuran Sukumaran." "Kami juga ingin menyampaikan bahwa Garuda Indonesia tidak pernah manyampaikan komitmen apapun untuk mengangkut Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dengan penerbangan/pesawat kami." Facebook Australia Garuda juga mengumumkan pernyataan itu dalam bahasa Indonesia dan Inggris, di situs resmi mereka. Yang menarik, pengumuman itu hanya muncul di laman Facebook Garuda Indonesia di Australia dan tidak muncul di laman Facebook induk Garuda. Pernyataan Garuda Indonesia dalam laman Facebook Australia. Ancaman boikot Eksekusi terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran bisa dilaksanakan sewaktu-waktu, menyusul ditolaknya peninjauan kembali kedua terpidana pada 4 Februari lalu. Chan dan Sukumaran ditangkap di Bali tahun 2005 lalu dan dijatuhi hukuman mati dalam sidang pengadilan setahun kemudian untuk dakwaan menyelundupkan 8,2 kg heroin.‎ Australia mengupayakan berbagai jalur diplomatik agar Indonesia tidak meminta melaksanakan eksekusi. Penolakan eksekusi juga disuarakan berbagai kalangan masyarakat di Indonesia dan Australia, yang menganggap hukuman mati tidak sesuai dengan prinsip hukum dan kemanusiaan modern. Namun pemerintah bergeming, dan Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan memberikan grasi. Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan, jika eksekusi dilaksanakan juga, kemungkinan besar rakyat Australia akan melancarkan boikot dengan tidak melakukan perjalanan wisata ke Indonesia. Dikutip kantor berita AFP, Bishop menyerukan agar Indonesia tidak meremehkan kekuatan perasaan umum rakyat Australia. "Saya kira rakyat Australia akan menunjukkan ketidaksetujuan mereka dengan, antara lain, mengambil keputusan tentang ke mana mereka ingin pergi untuk liburan mereka," katanya. Australia merupakan penyumbang terbesar wisatawan yang datang ke Bali. Dari sekitar 3,5 juta wisatawan ke Bali pada 2014, lebih dari seperempatnya adalah turis Australia.
  12. Myuran Sukumaran (kiri) dan Andrew Chan (kanan) menunggu eksekusi mati yang bakal dijalankan pemerintah Indonesia. Australia kembali menyampaikan permohonan kepada pemerintah Indonesia untuk tidak mengeksekusi dua terpidana mati kasus narkoba, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Permohonan itu disuarakan Menteri Luar Negeri Julie Bishop dalam pidato di hadapan para anggota parlemen Australia. “Saya yakin Indonesia yang akan kehilangan paling banyak ketika mengeksekusi kedua pria ini,” kata Bishop. Menurutnya, Indonesia harus memberi pengampunan kepada Chan dan Sukumaran, seperti saat Indonesia meminta pengampunan atas warga-warganya yang terancam hukuman mati di negara lain. Bishop mengatakan pemerintah Australia menyadari keseriusan kejahatan narkoba, namun, katanya, Chan dan Sukumaran telah menunjukkan upaya perubahan. Chan dan Sukumaran, menurut Bishop harus membayar atas kejahatan mereka, tapi mereka tidak perlu membayarnya dengan nyawa. “Kedua pria itu membayar utang mereka kepada masyarakat, memperbaiki diri dan menguatkan hidup sesama tahanan,” kata Bishop, merujuk karya Chan dan Sukumaran di Penjara Kerobokan, Provinsi Bali. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menolak permohonan grasi terpidana mati kasus narkoba, Andrew Chan, warga Australia yang merupakan bagian dari sembilan orang yang terlibat kasus narkoba yang dikenal dengan ‘Bali Nine’. Pemerintah Australia amat mungkin menarik duta besar mereka dari Jakarta bila dua warganya dieksekusi mati. Tarik dubes Bulan lalu, Indonesia mengeksekusi enam terpidana mati. Lima di antara mereka berasal dari Malawi, Nigeria, Vietnam, Brasil, dan Belanda. Sesudah tahanan asal Brasil dan Belanda dieksekusi, kedua negara tersebut menarik duta besar mereka dari Jakarta. Pemerintah Australia, kata Bishop, bisa saja melakukan hal serupa jika Chan dan Sukumaran dieksekusi. Kedua pria itu dianggap sebagai kelompok Bali Sembilan yang ditangkap 17 April 2005, di Denpasar, Bali, Indonesia, saat berusaha menyelundupkan 8,3 kg heroin yang ditaksir seharga sekitar Rp40 miliar ke Australia. Setelah melalui serangkaian peradilan banding, tujuh yang lain menjalani hukuman penjara antara 20 tahun hingga seumur hidup, sementara Sukumaran dan Chan, mendapat vonis mati. Sejauh ini, sebanyak lima perdana menteri Australia telah berupaya membebaskan Sukumaran dan Chan. Namun, upaya itu tidak berhasil. Bahkan, Bishop mengakui Australia telah mengirim 11 permohonan kepada pemerintah Indonesia sejak 7 Januari lalu. Surat-surat itu berasal dari menteri-menteri pemerintah Australia, anggota parlemen, hingga pebisnis.
  13. Chan dan Sukumaran ditangkap di Bali pada 2005 dalam kasus penyelundupan narkoba. Dua warga negara Australia termasuk di antara beberapa narapidana yang dijadwalkan menjalani eksekusi mati tahap berikutnya di Indonesia. Kepastian ini disampaikan Jaksa Agung H.M. Prasetyo dalam keterangan kepada para wartawan di Jakarta, hari Senin 2 Februari 2014. Eksekusi Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, masing-masing berusia 33 dan 31 tahun, akan dilakukan setelah Presiden Joko Widodo bulan lalu menolak grasi yang mereka ajukan. Keduanya dinyatakan bersalah dalam kasus penyelundupan narkoba delapan kilogram dari Bali ke Australia pada 2005. Perdana Menteri Australia Tony Abbott sudah meminta pemerintah Indonesia mengampuni Chan dan Sukumaran. Yang juga masuk dalam esekusi mati tahap ini adalah seorang warga Brasil, Prancis, Ghana, Nigeria, Filipina, dan seorang warga Indonesia. Kejaksaan Agung -lembaga yang melakukan hukuman mati- tidak mengeluarkan rincian tentang kapan hukuman mati ini akan dilaksanakan. Bulan lalu kejaksaan melakukan eksekusi mati terhadap enam narapidana, di antaranya berkewarganegaraan Vietnam, Malawi, Brasil, Belanda, dan Nigeria. Tidak lama kemudian pemerintah Brasil dan Belanda menarik duta besar mereka dari Jakarta, sementara Nigeria meminta penjelasan duta besar Indonesia di Abuja.
  14. Chan dan Sukumaran ditangkap di Bali pada 2005 dalam kasus penyelundupan narkoba. Dua warga negara Australia termasuk di antara beberapa narapidana yang dijadwalkan menjalani eksekusi mati tahap berikutnya di Indonesia. Kepastian ini disampaikan Jaksa Agung H.M. Prasetyo dalam keterangan kepada para wartawan di Jakarta, hari Senin 2 Februari 2014. Eksekusi Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, masing-masing berusia 33 dan 31 tahun, akan dilakukan setelah Presiden Joko Widodo bulan lalu menolak grasi yang mereka ajukan. Keduanya dinyatakan bersalah dalam kasus penyelundupan narkoba delapan kilogram dari Bali ke Australia pada 2005. Perdana Menteri Australia Tony Abbott sudah meminta pemerintah Indonesia mengampuni Chan dan Sukumaran. Yang juga masuk dalam esekusi mati tahap ini adalah seorang warga Brasil, Prancis, Ghana, Nigeria, Filipina, dan seorang warga Indonesia. Kejaksaan Agung -lembaga yang melakukan hukuman mati- tidak mengeluarkan rincian tentang kapan hukuman mati ini akan dilaksanakan. Bulan lalu kejaksaan melakukan eksekusi mati terhadap enam narapidana, di antaranya berkewarganegaraan Vietnam, Malawi, Brasil, Belanda, dan Nigeria. Tidak lama kemudian pemerintah Brasil dan Belanda menarik duta besar mereka dari Jakarta, sementara Nigeria meminta penjelasan duta besar Indonesia di Abuja.
  15. Sinar kebintangan Evan Dimas rupanya memancar sampai ke Australia. Klub A-League, Brisbane Roar, tertarik meminjam pemain binaan Persebaya Surabaya tersebut. Managing Director Brisbane Roar, Sean Dobson, mengungkapkan ketertarikan klubnya terhadap gelandang Evan saat bertemu Direktur Olahraga Persebaya, Dhimam Abror Djuraid di Surabaya, Kamis (27/11/14). Selain berminat menjajal kemampuan gelandang enerjik yang membawa timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 itu, Brisbane juga mengajak Persebaya bekerja sama dalam pembinaan pemian usia muda. “Mereka ingin mencari pemain-pemain muda berbakat dan potensial dari Persebaya untuk dibina lebih lanjut. Salah satu yang menjadi ketertarikan klub tersebut adalah Evan Dimas,” Abror menjelaskan. Brisbane rupanya telah mengutus pemantau bakatnya untuk mengamati penampilan Evan Dimas sejak memperkuat Timnas Indonesia U-19 di turnamen Piala AFF 2013 dan Piala Asia U-19 beberapa waktu lalu. “Brisbane Roar ingin meminjam Evan Dimas selama satu tahun dan menjanjikan sebagai pemain utama di kompetisi Liga Australia, tapi kami sangat keberatan. Kalau hanya tiga bulan mungkin masih bisa dipertimbangkan, tapi harus kami bicarakan dulu dengan manajemen Persebaya,” ujar Abror. Evan adalah pemain muda Indonesia yang paling menjanjikan saat ini. Ia berhasil menembus skuad timnas senior untuk Piala AFF 2014 ini. Brisbane Roar juga menawarkan bantuan pengembangan bisnis Persebaya, terutama dalam mencari sponsor. “Prinsipnya, tawaran kerja sama yang disampaikan klub Australia itu cukup menarik dan segera kami tindak lanjuti,”
  16. Biaya hidup Peraturan di Australia mengharuskan mahasiswa internasional buat menunjukkan bukti bahwa mereka dapat menunjang diri mereka sendiri. Ini buat memastikan mahasiswa luar negeri agar dapat tinggal dengan nyaman, aman dan nikmat selama berada di Australia. Mahasiswa internasional dapat menambah gaya hidup mereka melalui pekerjaan paruh waktu, namun persyaratan 'biaya hidup' membantu buat memastikan kesuksesan mahasiswa pada masa kuliah mereka sehingga mereka nggak harus bergantung pada pekerjaan buat menutupi segala pengeluaran mereka. Sejak 1 Januari 2010 pendaftar visa calon mahasiswa, dan anggota keluarga mereka, wajib memiliki akses kepada dana berikut ini buat memenuhi persyaratan biaya hidup: A$18.000 per tahun buat mahasiswa utama A$6.300 per tahun buat pasangannya mahasiswa A$3.600 per tahun buat anak pertama mahasiswa dan A$2.700 per tahun buat setiap anak lainnya dan di mana diperlukan. Buat informasi lebih lanjut silakan kunjungi immi.gov.au Di bawah ini disajikan beberapa perkiraan biaya buat belanja rumah tangga dan barang lainnya. Seloyang roti - A$2.50 sampai A$4.00 Dua liter susu - A$2.20 sampai A$3.60 Koran - A$1.50 sampai A$3.00; Sekotak sereal sarapan - A$3.00 sampai A$5.60 100 kantung teh - A$3.50 - A$5.00 Sebotol minuman ringan - A$1.50 sampai A$3.00; Sebotol sampo - A$2.50 sampai A$6.50; Daging cincang (500 gram) - A$3.00 sampai A$7.50 Paha ayam tanpa tulang (500 gram) - A$5.50 sampai A$7.00 Buat informasi lebih lanjut tentang penyusunan anggaran kunjungi understandingmoney.gov.au Hiburan dengan anggaran ketat Australia memiliki banyak buat ditawarkan kepada mereka dengan anggaran ketat. Ketika kamu sudah mendapatkan keindahan alam yang mengagumkan di ambang pintu, iklim yang nyaman sepanjang tahun, dan banyak taman-taman nasional dan pantai buat berjalan-jalan, berlari atau bersepeda sepanjang pantai, kamu nggak perlu membelanjakan dolar kamu buat mendapatkan kesenangan. Kegiatan bebas biaya lainnya di Australia termasuk: Berkunjung ke banyak pasar akhir pekan yang penuh keramaian dan fantastis; belajar tentang seni dan sejarah Australia di galeri bebas biaya dan museum; atau saksikan salah satu festival Australia yang berlangsung di kota dan pantai di seluruh negara bagian. Setiap tahun keluarga Australia berkumpul bersama di luar rumah buat mengikuti festival makanan, anggur dan musik gratis; dan kompetisi berselancar buat penyelamatan adalah yang biasa dilakukan pada musim panas di pantai. Orang Australia sangat suka berada di luar rumah sehingga selalu ada banyak kesenangan gratis yang dapat diperoleh. Periksalah koran lokal kamu buat melihat apa yang sedang berlangsung di area kamu. Bagaimana membuka akun di bank Membuka akun bank di Australia relatif mudah buat mahasiswa luar negeri. Disarankan kamu melakukan ini secepat mungkin setelah kamu tiba. Yang kamu perlukan hanya paspor dan bukti alamat. Bank akan kemudian membuka akun buat kamu dan mengirim kartu ATM kamu yang memberi kamu akses ke uang kamu dari sejumlah mesin ATM di kota kecil maupun kota besar. Beberapa bank akan menghapuskan biaya akun bulanan jika kamu memberi bukti penerimaan sebagai mahasiswa purna waktu pendidikan tersier. Buat informasi lebih lanjut ada baiknya mengunjungi situs bank dimana kamu bermaksud buat membuka akun. MAKANAN Makan di luar Mereka bilang orang Australia adalah bangsa yang mencintai olah raga, tetapi hal yang sama berlaku buat kecintaan mereka pada makanan. Australia memiliki sejumlah koki terbaik dunia dan restoran pemenang penghargaan. Nggak dapat diragukan lagi, orang Australia menganggap makanan mereka hal yang serius. Berkat pengaruh budaya internasional di Australia di mana kamu dapat makan apa pun dan semuanya; dari Vietnam ke Venezuela, Maroko ke Meksiko, Turki ke Tapas, Jepang, Jerman dan banyak lagi..... Iklimnya sangat bervariasi dari utara hingga selatan sehingga banyak ragam penawaran hasil pertanian, dan dengan garis pantai yang begitu besar, Australia membanggakan hidangan laut segar, yang berlimpah ruah dan lezat. Makan di luar adalah cara hidup normal bagi masyarakat Australia dan pada umumnya makan di restoran adalah hal yang cukup biasa. Hal Ini juga sangat terjangkau, dengan beberapa restoran setempat yang lebih kecil mengenakan biaya sekecil $5 buat hidangan utama. Tentu saja ada beberapa restoran jenjang menengah dan kelas atas juga (untuk lebih royal!) dan di dalam kota-kota utama sudah pasti nggak ada kekurangan tempat buat menemukan makanan yang baik! Di Australia banyak restoran adalah BYO (Bawa Sendiri) yang artinya kamu dapat menghemat uang cukup banyak buat tagihannya. Jika restoran mengatakan BYO, kamu diperbolehkan buat membawa minuman beralkohol sendiri. Biaya "melepas sumbatan" kecil sering kali ditambahkan pada tagihan kamu - pastikan kamu memeriksa berapa biaya melepas sumbatan karena dapat berbeda sangat banyak. Makan di rumah Makan di rumah juga merupakan kegembiraan bagi warga Australia, khususnya dalam bulan-bulan musim panas ketika mereka menyalakan api "barbie" (atau barbecue) dan memanggang udang atau 'snags' (sosis). Barbecue akhir pekan adalah cara yang sangat populer buat bersosialisasi dengan teman di rumah, dan makanan dapat dibeli dengan harga relatif murah di supermarket lokal, pasar tani, atau pasar makanan. Buat pembelian makanan sehari-hari ada dua supermarket utama di Australia: Woolworths dan Coles; dan kamu biasanya nggak pernah jauh dari salah satunya di kota-kota utama. IGA adalah supermarket independen yang menawarkan penghematan saat berbelanja. Rantai supermarket lainnya, ALDI, beroperasi di wilayah Eastern Seaboard (NSW, QLD, ACT, VIC) menawarkan para pelanggan nilai belanja lebih baik. BEKERJA DI AUSTRALIA Pekerjaan paruh waktu Mahasiswa dengan visa yang diterbitkan sesudah 26 April 2008 mendapat izin buat bekerja selama 20 jam per minggu buat menunjang proses belajar mereka sambil hidup di Australia. Apabila kamu membawa keluarga kamu, tanggungan kamu dapat juga bekerja sampai dengan 20 jam per minggu saat kamu telah mulai program kuliah kamu di Australia. Buat informasi lebih lanjut silakan lihat situs DIAC. Banyak mahasiswa bekerja buat mendapatkan sedikit penghasilan tambahan agar mereka dapat bepergian atau menyimpan, lainnya bekerja buat memperoleh pengalaman, bertemu warga setempat dan berteman. Mahasiswa dapat memilih buat bekerja di bar, restoran, dan kafe, atau buat melakukan kerja paruh waktu di industri yang terkait dengan bidang kuliah mereka. Kesempatan kerja paruh waktu dapat ditemukan di koran lokal dan di internet, seperti situs seek.com.au atau careerone.com.au Mahasiswa yang ingin bekerja (atau buat memperoleh akun bank) memerlukan Tax File (Berkas Pajak) yang dapat kamu peroleh dengan mudah melalui pendaftaran di Laman Beranda Kantor Pajak Australia dan mengikuti instruksi buat mengisi formulir; proses biasanya memerlukan 2-3 minggu. Bekerja sukarela Bekerja sukarela adalah cara yang baik sekali buat mengenal orang lain di komunitas Australia dan berteman. Selain itu, banyak mahasiswa bekerja sukarela agar mereka dapat memperoleh keterampilan ekstra kurikuler atau memperluas cakrawala budaya mereka. Peluang bekerja sukarela dapat melibatkan kerja dengan organisasi nirlaba atau komunitas; atau membantu bisnis yang terkait dengan studi mereka. Di Australia bekerja sukarela dapat mengerjakan apa saja dari menanam pohon, membersihkan pantai, menyelamatkan hidup peselancar, bekerja di acara olahraga utama atau musik, atau membantu komunitas orang tua. Mungkin hanya sejam per minggu, atau sedikit komitmen lebih, namun ini merupakan kesempatan baik sekali buat menonjol dari keramaian. Mahasiswa dengan keterampilan tambahan dan pengalaman sering dipandang dengan baik oleh pemberi kerja potensial. Institusi pendidikan kamu dapat juga memasang iklan peluang bekerja sukarela. Baca lebih lanjut tentang bekerja sukarela di: govolunteer.com.au Menjaga kesehatan Ketika kamu tiba di Australia kamu sebaiknya mendaftar pada dokter lokal/GP. Australia memiliki sistem kesehatan yang melindungi mahasiswa internasional secara spesifik disebut Overseas Student Health Cover (OSHC). kamu perlu buat membeli OSHC sebelum kamu datang ke Australia buat melindungi kamu pada saat kedatangan. kamu perlu mempertahankan OSHC selama kamu tinggal berbasis visa mahasiswa di Australia. OSHC kamu akan membantu kamu membayar perawatan medis atau rumah sakit apa pun yang mungkin kamu perlukan selama kamu belajar di Australia, dan itu akan berperan terhadap biaya dari sebagian besar resep obat-obatan, dan layanan darurat. Ada lima penyedia OSHC di Australia. Lihat tautan di bawah buat mendapatkan informasi lebih mendetil tentang masing-masing penyedia: Australian Health Management OSHC BUPA Australia Medibank Private OSHC Worldcare NIB OSHC OSHC nggak mencakup perawatan gigi, mata atau fisioterapi. kamu tetap dapat menggunakan layanan kesehatan ini, namun apabila kamu ingin terlindungi buat perawatan tersebut kamu akan perlu membeli tambahan asuransi kesehatan pribadi. Layanan darurat Dalam keadaan darurat, nomor buat dihubungi adalah 000.
  17. Masih ingatkah kalian dengan LAGU ini? Kapan terakhir kali kalian menyanyikannya? Anak-anak Australia ini begitu semangat menyanyikan lagu Kebangsaan Kita Silahkan "Bagikan" jika video ini menginspirasi kalian untuk lebih mencintai Indonesia. (Offline) 01310747f66f27ecb1c9ff26161f3f18 Ternyata itu lagu kebangsaan Indonesia Raya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy