Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'asus'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 8 results

  1. Asus secara resmi meluncurkan model baru Zenfone 2 Deluxe dengan kapasitas 256 GB beberapa waktu lalu di Sao Paolo Brasil. Model ini mengusung spesifikasi yang tak jauh berbeda dari Zenfone 2, namun ia lebih kuat di internal storagedan desain yang lebih cantik. Deluxe memang ditujukan untuk pembeli premium dengan harga sekira Rp6 jutaan. Sama-sama perangkat premium dari produsennya, seperti apakah jika Deluxe diadu dengan iPhone 6 Plus. Berikut review Okezone untuk Zenfone 2 Deluxe versus iPhone 6 Plus. Desain iPhone 6 dan Deluxe sama-sama mengusung layar jumbo dengan bentang 5,5 inci. Selain itu ketersediaan warna mereka juga tak jauh berbeda. Okezone mendapat kesempatan untuk menjajal kedua perangkat yang sama-sama berwarna silver. Perbedaan paling kentara ada di bagian belakang smartphone. Deluxe datang dengan tekstur berlian yang membuatnya nyaman untuk digenggam. Sejak awal, Asus memang tidak terobsesi untuk membuat smartphone-nya tipis sehingga dimensinya datang dengan 152.50 x 77.20 x 10.90. Di sisi lain, iPhone 6 Plus merupakan smartphone terbesar pertama Apple yang diluncurkan sejak September 2014. iPhone ini memiliki desain yang sangat tipis dengan dimensi hanya 158.10 x 77.80 x 7.10. Desainnya tidak jauh berbeda dari iPhone lainnya yang elegan, namun patut diakui bahwa iPhone menjadi kurang nyaman digenggaman karena terlalu licin dan tipis. Belum lagi beberapa pengguna sempat mengeluhkan isubendgate. Performa dan Baterai Deluxe dan iPhone 6 Plus menggunakan OS yang berbeda, Android Lollipop dan iOS 8.0 di masing-masing perangkat. Selain itu, Deluxe mengusung RAM terbesar pertama di dunia yakni 4 GB. Dibanding keluarga Zenfone lainnya, Deluxe lebih kaya di memori internal yang berkapasitas hingga 64GB, 128 GB dan 256 GB yang masih bisa diperluas hingga 128 GB dengan microSD. Deluxe disemati prosesor 2.3GHz quad-core arsitektur Intel Atom Z3580 dan mendukung dual-SIM. Di sisi lain, iPhone 6 Plus membawa chipset garapan Apple yaitu A8. RAM-nya tidak besar, hanya 1 GB dengan pilihan memori internal mulai dari 16 GB hingga 64 GB tanpa slot microSD. iPhone tidak mendukung dual-SIM. Untuk melihat performa Deluxe, digunakan software GFXbench. Jika dibandingkan, Deluxe yang membawa GPU PowerVR G6430 dengan iPhone 6 Plus yang memiliki GPU PowerVR GX6450 (quad-core graphics) masih kalah unggul. Semakin tinggi frames berarti semakin mulus gambar yang diputar dalam perangkat. Sementara itu, baterai iPhone 6 Plus dan Deluxe sebenarnya tak jauh berbeda dari sisi kapasitas. Seperti yang telah disebutkan di atas, Deluxe mengusung baterai non-removable 3.000 mAh, sementara 6 Plus membawa baterai 2.915 mAh. Menurut percobaan Okezone, baterai kedua smartphone sama-sama cepat terkuras ketika digunakan untuk browsing dan mengakses video. Pada percobaan dengan 6 Plus, baterai habis selama 5 persen setelah digunakan selama 1 jam menonton video YouTube. Sementara baterai Deluxe berkurang 10 persen dalam periode waktu yang sama.
  2. ASUS ZenFone 2 diumumkan sebagai smartphone pertama dengan RAM 4GB di ajang CES 2015 lalu. Hal ini mungkin membuat kita semua sempat bertanya-tanya seperti apa performa yang ditawarkan smartphone anyar buatan vendor asal Taiwan tersebut. Pertanyaan itu pun terjawab dengan sebuah kabar terbaru. AnTuTu yang selama ini dikenal sebagai aplikasi benchmark paling populer di kalangan iOS dan Android baru saja dikunjungi ZenFone 2. Bukan hanya ZenFone 2 versi RAM 4GB yang muncul dalam AnTuTu, tapi juga versi RAM 2GB yang akan dijual seharga 200 dollar AS. Berdasarkan uji benchmark AnTuTu, ZenFone 2 dengan prosesor quad-core 2,3GHz Intel Atom Z3580 dan RAM 4GB memiliki skor 43.809, sedangkan versi RAM 2GB dengan prosesor quad-core 1,8GHz Intel Atom Z3560 memiliki skor 40.926. Selain itu, AnTuTu juga mengungkap hasil yang diperoleh sejumlah smartphone kelas flagship lainnya seperti Sony Xperia Z3, Samsung Galaxy S5, Samsung Galaxy Note 4 dan HTC One (M8). Samsung Galaxy Note 4 tercatat memiliki skor paling tinggi dengan raihan 46.824, lalu HTC One (M8) di posisi kedua dengan skor 44.020, diikuti ASUS ZenFone 2 (RAM 4GB), Samsung Galaxy S5 (Snapdragon 801) dengan skor 43.164, Asus ZenFone 2 (RAM 2GB), dan Sony Xperia Z3 dengan skor 40.393.
  3. PadFone X Mini, merupakan generasi terbaru PadFone yang dikeluarkan oleh ASUS. Smartphoine ini merupakan tipe smartphone unik yang menggabungkan antara dua unit perangkat berbeda, yaitu smartphone 4 inci dan tablet 7 inci yang menjadikannya sebagai perangkat mobile 2-in-1. Selain didukung dengan prosesor dual-core Intel Atom Z2560 1.6GHz 2x2 serta Intel Hyper-Threading Technology, PadFone buatan ASUS ini juga dibekali dengan Android 4.4 (KitKat) dan ASUS ZenUI, RAM 1GB, penyimpanan internal 8 GB, serta slot microSD untuk ekspansi ruang penyimpanan hingga 64 GB. Pada bagian layar, unit smartphone PadFone X Mini mengusung panel IPS+ 4 inci (854 x 480 piksel) FWVGA, sedangkan unit tablet hadir dengan panel IPS+ 7 inci (1.280 x 800 piksel) WXGA. Tak hanya itu, ASUS PadFone X Mini ini juga didukung oleh prosesor Intel Atom dan Intel Solusi LTE. Yang menarik, perangkat ini memiliki fitur Dynamic Display yang memberikan transisi pergantian dari layar smartphone 4 inci ke tablet 7 inci dengan resolusi berbeda secara mulus. Untuk konektivitas, selain menawarkan Wi-Fi 802.11 b/ g / n dan Bluetooth 4.0, perangkat ini juga mengusung konektivitas 4G LTE: B4/ B17 / B2 / B5 kategori 3 dan konektivitas 3G 850/ 1900/2100 dan 2G 850/900/1900/1900 sehingga menjadikan PadFone ini memiliki kecepatan koneksi yang mumpuni di kelasnya. Sementara untuk fotografi, tersedia kamera 5MP di bagian belakang smartphone dan 2MP dibagian depan, serta 1MP pada tablet. ASUS PadFone X Mini saat ini bisa ditemukan di AT&T dengan harga US$199.99 mulai 24 Oktober mendatang. Akankah Padfone ini dijual di Indonesia?
  4. Kata ‘ASUS’ diambil dari empat huruf terakhir kata Pegasus, kuda bersayap dalam mitologi Yunani yang melambangkan kebijaksanaan dan pengetahuan. ASUS menjelmakan kekuatan, kemurnian dan jiwa petualang dari makhluk mengagumkan ini, dan membubung tinggi menuju puncak dengan setiap produk yang diciptakannya. Industri teknologi informasi Taiwan telah bertumbuh pesat selama beberapa dekade terakhir dan Taiwan telah menjadi pemain dominan di pasar global. ASUS telah lama menjadi pemimpin dalam pertumbuhan tersebut dan walaupun memulainya sebagai produsen motherboard sederhana dengan mempekerjakan segelintir karyawan yang andal, kini ASUS telah menjadi perusahaan teknologi terdepan di Taiwan dengan jumlah karyawan lebih dari 12,500 di seluruh dunia. ASUS telah menghasilkan produk di hampir semua setiap kategori teknologi informasi, termasuk diantaranya komponen PC dan peripheral, notebook, tablet, server dan smartphone. Inovasi adalah kunci utama kesuksesan ASUS. Setelah meluncurkan PadFone ke khalayak umum pada acara Computex 2011, tahun ini ASUS Chairman Jonney Shih sekali lagi mencuatkan perangkat mobile TAICHI dan Transformer Book dual-purpose. ASUS TAICHI™ merupakan Ultrabook™ dengan display dua sisi yang dapat berperan sebagai tablet saat sedang dalam keadaan tertutup. Transformer Book adalah tablet yang dapat dimasukkan ke docking keyboard dan bertransformasi menjadi Ultrabook. Hadirnya Tablet 810 dengan Windows 8 dan Tablet 600 dengan Windows RT, ASUS memiliki jajaran produk yang akan melampaui imajinasi para pengguna untuk memasuki era baru komputasi awan. Pendekatan visioner inilah yang menjadikan ASUS sebagai pendukung utama dalam menghadirkan inovasi dan desain berkualitas ke dalam kehidupan para pengguna. Produk-produk ASUS telah memenangkan 4,256 penghargaan internasional dan berbagai pujian di tahun 2013, sepadan dengan lebih dari 11 penghargaan per hari.
  5. Notebook ASUS telah diuji dalam berbagai kondisi paling berat, di berbagai lokasi paling eksotis. Banyak dari prestasi menakjubkan ini telah menjadi bagian dari legenda. Saya akan menceritakan pencapaian pencapaian yang telah meninggalkan jejak dalam sejarah dalam deskripsi berikut ini. Di Luar Angkasa Di Udara Di Daratan Di Puncak Tertinggi Dunia Di Ujung Dunia
  6. Produsen Motherboard No.1 di Dunia ASUS merupakan produsen motherboard nomor satu di dunia, menguasai hampir 40% pangsa pasar industri motherboard. Kini, satu dari tiga komputer menggunakan motherboard ASUS. Lebih dari 24 juta motherboard terjual pada tahun 2008—jumlah yang setara dengan jumlah tinggi 10.000 gedung pencakar langit Taipei 101 dan 600 pegunungan Himalaya. Terpilih Sebagai “Best Motherboard Brand” Selama Enam Tahun Berturut – Turut ASUS telah dipilih sebagai “Best Motherboard Brand” di dunia oleh Tom’s Hardware Guide (THG), sebuah situs web terkemuka yang mengulas hardware dan dibaca secara luas di seluruh dunia. Dalam banyak jajak pendapat, yang secara rutin diikuti oleh puluhan ribu pemilih, ASUS menerima lebih dari setengah suara yang ada. Penghargaan THG Best of Readers’ Choice mengakui produk – produk hardware yang memiliki rancangan kualitas tertinggi dan perusahaan yang telah memberikan layanan terbaik bagi pengguna. Penghargaan tersebut dianggap sebagai simbol akan desain produk yang bermutu, performa, kualitas dan nilai. Pemimpin Tak Terbantahkan dalam Inovasi Motherboard ASUS diberkati dengan salah satu tim Riset dan Pengembangan terbaik di dunia. Melalui upaya mereka yang tak kenal lelah dalam mendorong batasan – batasan inovasi, para insinyur ASUS telah menyusun fitur – fitur dan teknologi yang nerevolusi industri motherboard dalam hal kemampuan overclock, stabilitas, dan efisiensi energi. Beberapa dari fitur utama dalam pengembangan mainboard meliputi: Fase Daya 16 + 2 Energy Processing Unit (EPU) Express Gate Drive Xpert TweakIt Secara Konsisten Menjadi yang Pertama di Pasar dengan Produk – Produk yang Dilengkapi Teknologi Terbaru Sebagai pemimpin dalam inovasi motherboard, ASUS secara konstan menjadi yang terdepan dalam perkembangan teknologi. Selama bertahun – tahun, ASUS telah menjadi yang pertama di dunia dalam begitu banyak hal. ASUS merupakan produsen pertama yang memperkenalkan motherboard yang mendukung Serial ATA dan APG8X, CPU P4 hingga 3 GHz bahkan lebih, Teknologi Hyper-Threading, prosesor Intel® Core™2, dan Windows Vista, yang merupakan beberapa dari antara fitur – fitur nomor satu lainnya yang dimiliki oleh ASUS. Dengan keterlibatan pada detak industri dan kolaborasi erat dengan perusahaan IT yang memimpin di dunia, ASUS akan tetap melanjutkan untuk menjadi yang pertama di pasaran dengan produk – produk terobosan baru.
  7. Hari ini saya sudah mencoba untuk laptop Asus type A46CM itu ke detect (kebaca) hingga RAM 16 Gb, tapi sayangnya untuk laptop ini hanya menyediakan satu slot RAM diluar untuk ditambahkan saja. Alhasil karena masalah itu, saya hanya menambahkan satu keping RAM 8 Gb saja. RAM bawaan dari laptop ini adalah 4 Gb, jadi total ditambahkan dengan RAM 8 Gb sama dengan 11,9 Gb. Waktu saya memesan RAM tambahan 8 Gb, ada yang meragukan kalau memang RAMnya nanti gak ke detect di laptop asus seri A46C ini, tapi saya menantang orangnya untuk mencoba cek terlebih dahulu di laptop saya, saya sebelumnya memakai Windows 8.1 pro 64 bit. Nah, saya sarankan memang memakai OS yang 64 bit. Alhasil, ketika di test, RAM nya terbaca (ke detect) sama OS. Ini ndral screenshotnya: Meskipun semua merk RAM itu sama, tapi untuk laptop ASUS A46CM saya ini memakai RAM merk Corsair. Menurut saya kualitas dari RAM ini bagus. Itu saja ulasan dari saya ndral.
  8. Setelah kita menginstal ulang Windows di laptop Asus, kita ingin menginstal driver dengan cara melalui situs resmi Asus, tetapi muncul notifikasi di beberapa driver yang ingin kita instal, pesan errornya adalah "Sorry, this program only supports ASUS notebook!", menyelesaikannya gampang dengan cara: Buka situs Asus Driver Official di http://support.asus.com/download/options.aspx?SLanguage=en&type=1 Setelah itu searchin/cari driver yang bernama ATK/ACPI (Biasanya kaau gak ATK/ACPI ya searching aja CTRL+F ACPI) Download dan install terlebih dahulu ATK/ACPI Setelah itu Anda bisa menginstall driver yang diinginkan Ya seperti itu pengalaman install driver dari saya ndral, semoga membantu.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy