Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'asteroid'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 10 results

  1. Hasil penelitian terbaru dalam jurnal PNAS edisi bulan ini menyebutkan bahwa dinosaurus sudah mulai punah 50 juta tahun sebelum serangan asteroid yang akhirnya membumihanguskan mereka. Studi tersebut menunjukan bahwa spesies kadal raksasa ini sudah benar-benar habis saat batu luar angkasa berdiameter 10 km menabrak bumi. Kondisi pada 230 juta tahun lalu dianggap sempurna untuk dinosaurus karena hangat dan subur dari kutub sampai ke khatulistiwa. Tapi perubahan iklim dan permukaan air laut bergeser, dinosaurus mungkin telah mengalami tekanan evolusi baru. Kelompok peneliti menganalisis sisa-sisa fosil dinosaurus dari titik kemunculan mereka pada 231 juta tahun yang lalu sampai ke titik mereka punah. Tim pun menemukan penurunan jumlah spesies yang signifikan dimulai pada sekitar 120 juta tahun yang lalu sampai sebelum asteroid besar menghantam bumi. "Dinosaurus secara perlahan mulai punah sekitar 50 juta tahun sebelum hantaman asteroid," kata Dr Manabu Sakamoto, seorang paleontolog dari University of Reading, yang memimpin penelitian. Analisis Sakamoto menunjukkan bahwa jenis dinosaurus berleher panjang, sauropod yang paling cepat berkurang. Sedangkan theropoda, kelompok dinosaurus yang termasuk ikon Tyrannosaurus rex, berkurang secara bertahap. Sebuah studi dua tahun lalu juga menunjukkan bahwa beberapa spesies hewan besar tersebut menurun, tapi hanya beberapa juta tahun sebelum dampak asteroid. Penelitian baru tersebut menunjukkan bahwa masalah berkurangnya populasi telah dimulai puluhan juta tahun sebelumnya dan mempengaruhi lebih banyak spesies.
  2. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan bahwa pada 5 Maret 2016, akan ada asteroid yang akan melintas begitu dekat dengan Bumi. Tapi tenang, asteroid ini tidak mengancam Bumi. Asteroid bernama 2013 TX68 ini sebetulnya sudah dilihat oleh NASA sejak dua tahun yang lalu, dan jaraknya terus mendekat ke lintasan Bumi. Benda langit ini sendiri mempunyai besar seluas 30 meter. Pada 5 Maret 2016 nanti, asteroid 2013 TX68 tersebut, akan berjarak 9 juta mil atau 14 juta kilometer. Begitu dekat, karena batas aman antara asteroid dengan Bumi sejauh 11 juta kilometer. Demikian yang dikutip dari Cnet. "Kemungkinan akan terjadinya tabrakan di tanggal tersebut terlalu kecil untuk menjadi kekhawatiran nyata," ujar Manajer Pusat Studi NASA, Paul Chodas. Di sisi lain, banyak pakar astronomi memprediksi bila asteroid 2013 TX68 akan berada pada lintasan yang sangat dekat dengan Bumi tanggal 28 September 2017. Peluang terjadinya hal ini adalah 1 dibanding 250 juta. Bahkan jika 2013 TX68 menabrak Bumi pu, mungkin tidak akan menjadi peristiwa kepunahan besar-besaran. Mungkin ancaman yang lebih nyata adalah asteroid tersebut bisa memukul satelit di orbit, sebagai rentang yang diproyeksikan bisa membawa lebih dekat ke Bumi daripada banyak di orbit geosynchronous.
  3. Asteroid tersebut, diperkirakan berdiameter sekitar 400 meter, akan meluncur dekat Bumi pada kecepatan 35 kilometer per detik sekitar pukul 1 siang GMT. Asteroid besar yang ditemukan para ilmuwan bulan ini akan melintas relatif dekat Bumi hari Sabtu (31/10), menurut para astronom, memberikan salah satu kesempatan terbaik dalam waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan data mengenai batu antariksa yang melintas. Asteroid tersebut, diperkirakan berdiameter sekitar 400 meter, akan meluncur dekat Bumi pada kecepatan 35 kilometer per detik sekitar pukul 1 siang GMT. Dikenal sebagai 2015 TB145, asteroid itu akan melintas dalam jarak sekitar 480.000 kilometer dari Bumi, lebih jauh dari bulan tapi relatif dekat menurut ukuran kosmis. Para astronom berharap bisa menangkap gambar-gambar radar dan ukuran-ukuran asteroid saat ia melintas, sesuatu yang langka bagi para ilmuwan yang biasanya bergantung pada pengamatan robot antariksa yang mahal untuk mengumpulkan informasi mengenai materi berbatu tersebut. Para ilmuwan berharap dapat mempelajari bentuk, dimensi, fitur permukaan dan karakteristik-karakteristik lain dari asteroid. Dekatnya jarak lintasan dan ukuran 2015 TB145 menunjukkan bahwa "ia akan menjadi salah satu asteroid terbaik untuk penggambaran radar yang akan kita lihat dalam beberapa tahun," tulis Lance Benner, astronom di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, dalam artikel yang diunggah dalam laman badan antariksa AS tersebut. Selain nilai ilmiahnya, asteroid ini mungkin membantu para insinyur mengembangkan teknik-teknik pelacakan dan penanggulangan asteroid yang mungkin bertabrakan dengan Bumi. Batu-batu antariksa kecil secara rutin menghujani Bumi, sebagian besar hancur karena terbakar atmosfer. Sekitar 65 juta tahun lalu, sebuah asteroid atau komet berdiameter sekitar 10 kilomter jatuh di daerah yang sekarang merupakan Semenanjung Yucatan di Meksiko, memicu perubahan-perubahan iklim global yang memusnahkan dinosaurus dan sekitar 75 persen kehidupan yang ada saat itu, menurut para ilmuwan. Dalam peristiwa yang lebih terkini, asteroid selebar 20 meter pecah di atas Chelyabinsk, Rusia, pada Februari 2013, menghancurkan jendela-jendela dan merusak bangunan. Lebih dari 1.000 orang terluka karena puing-puing yang beterbangan. NASA sedang berupaya memetakan asteroid-asteroid dan komet-komet yang berpotensi berbahaya yang melewati jarak 48 juta kilometer dari Bumi. Asteroid 2015 TB145 ditemukan kurang dari tiga minggu lalu. "Bahwa benda sebesar itu, yang dapat melakukan kerusakan signifikan jika menabrak planet kita, baru ditemukan 21 hari sebelum melintasi jarak terdekat menunjukkan pentingnya memperhatikan langit malam secara seksama," ujar Detlef Koschny, astronom dari Badan Antariksa Eropa, dalam pernyataan tertulis.
  4. Badan antariksa asal Amerika Serikat, NASA mengonfirmasi temuan asteroid atau batu luar angkasa yang memiliki ukuran lebar 2,5 kilometer. Asteroid raksasa tersebut dilaporkan mendekati Bumi dan berada pada titik terdekatnya pada 10 Oktober 2015. Asteroid yang diberi kode nama 86666 (2000 FL10) itu kabarnya tidak mengancam Bumi. Paul Chodas, Manajer Near-Earth Object di NASA mengatakan bahwa tidak ada dampak terhadap Bumi. Pihak NASA menjelaskan bahwa tingkat potensi tabrakan asteroid dengan Bumi kurang dari 0,01 persen hingga 100 tahun ke depan. Ini menandakan lintasan orbit objek luar angkasa tersebut dalam jalur yang aman dan tidak berakibat apapun terhadap Bumi. Dalam sebuah grafik lintasan objek luar angkasa, terlihat asteroid 86666 (2000 FL10) memiliki jalur yang memotong lintasan Bumi. Dalam grafik tersebut menunjukkan bahwa asteroid 86666 kemungkinan dapat mendekati atau bersinggungan dengan lintasan Mars. Sementara itu, Venus dan Merkurius aman dari jalur bergeraknya asteroid 86666. Kabarnya, saat berada di titik terdekat dengan Bumi, asteroid 86666 hanya berjarak sekira 25 juta kilometer. NASA sebelumnya telah mengungkapkan terkait ancaman serius dari benda langit asteroid yang bergerak mendekati Bumi. Direktur dari program Asteroid Grand Challange yang dibentuk oleh NASA, Jason Kessler, mengatakan asteroid yang berhasil teridentifikasi jumlahnya mencapai puluhan ribu. Jason juga mengatakan, dari jumlah total itu sekira 1.593 objek berpotensi membahayakan Bumi. Sekira 800 asteroid lainnya yang dilacak NASA berdiameter kira-kira satu kilometer atau lebih.
  5. Sejumlah ahli astronomi, fisikawan, dan ilmuwan menyerukan agar dunia tidak abai dan tidak lupa dengan potensi ‘serangan’ satu juta asteroid dari luar angkasa. “Kita tidak siap untuk mencegah asteroid mematikan (menghantam bumi)” ujar Fisikawan Brian Cox. Seratus nama terkenal, termasuk astronot, astronomer royal hingga gitaris rock Brian May, telah menyerukan peningkatan 100 kali lipat serang asteroid terhadap bumi. Ada satu juta asteroid di tata surya yang memiliki potensi untuk menyerang bumi, tetapi hanya 10.000 telah ditemukan lintasannya.. Para ahli juga meminta agar tanggal 30 Juni menjadi Hari Asteroid. Hal ini untuk selalu mengingatkan manusia sekaligus terus mempromosikan upaya-upaya untuk mencegah dampak serang asteroid. Pada tanggal pada tahun 1908, sekitar 1.287 kilometer persegi hutan di Tunguska, Siberia, hancur oleh serangan asteroid. Para ilmuwan percaya, jika kembali terjadi maka bisa menghapus seluruh kota. Para ahli menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi di Tunguska adalah kurang dari 1 persen dari ukuran pada umunya asteroid. Tidak seorang pun yang tahu kapan yang besar berikutnya akan datang menghantam bumi. “Orang-orang dahulu memahami bahwa langit dan gerakan tubuh astronomi mempengaruhi kehidupan di bumi, hanya saja tidak dengan cara yang mereka bayangkan. Inilah sebabnya mengapa kita harus membuat misi untuk menemukan asteroid ,sebelum mereka menemukan kita,” ujar Astronomer Royal Lord Martin Rees Ed Lu, astronot yang telah tiga kali keluar angkasa menjelaskan bahwa persoalan dunia saat ini belum memiliki data akurat soal lintasan asteroid untuk peringatan awal. “Kami memiliki teknologi untuk membelokkan asteroid berbahaya melalui impactors kinetik dan traktor gravitasi tetapi hanya jika kita memiliki peringatan terlebih dahulu lintasan mereka. Sekarang kita perlu sepakat bahwa ini adalah satu-satunya bencana alam yang kita tahu bagaimana mencegah,” ujar Ed Lu
  6. Asteroid sebesar gunung sedang mendekati Bumi, dan bukan tidak mungkin akan terjadi tabrakan dalam beberapa dekade ke depan Ilmuwan asal Rusia menemukan sebuah asteroid sebesar gunung yang sedang terbang mendekati Bumi, dan bukan tidak mungkin akan terjadi tabrakan. Asteroid yang diberi nama 2014 UR116 itu ditemukan oleh Vladimir Lipunov, seorang profesor dari Universitas Negeri Moskow. Ia bersama tim kecilnya, memang sudah lama memperhatikan pergerakan asteroid tersebut. Lipunov mengaku bahwa pergerakan asteroid berdiameter 370 meter itu memang masih sulit ditebak, tapi bukan tidak mungkin bisa tiba di Bumi dengan ledakan yang cukup besar. Pun begitu, dengan pergerakan seperti ini asteroid tersebut diperkirakan baru akan mendekati Bumi dalam beberapa dekade ke depan. "Kami masih harus melacak pergerakan asteroid ini secara permanen, karena sedikit salah perhitungan bisa berdampak sangat fatal," kata Lipunov. Menurut Roscosmos, badan antariksa Rusia, mereka memang sedang mengembangkan alat khusus untuk mendeteksi ancaman dari luar angkasa. Hal ini demi mencegah insiden asteroid menabrak Bumi yang terjadi di desa Chelyabinsk pada Februari 2013 lalu. Terkait insiden itu Lipunov menambahkan, jika menabrak Bumi maka letusan yang diakibatkan oleh 2014 UR116 bisa seribu kali lebih hebat dari ledakan di desa Chelyabinsk.
  7. Tepat pada hari ini, sebuah asteroid dengan ukuran yang cukup besar akan melintas dekat Bumi. Momen ini akan menjadi sejarah, sebab asteroid tersebut akan muncul kembali 200 tahun lagi. Batu luar angkasa bernama 2004 BL86 ini akan mencapai jarak 745 ribu mil, atau setara dengan 1,2 juta kilometer, yakni hampir tiga kali jarak Bumi dengan Bulan. Jarak antara 2004 BL86 dengan Bumi, merupakan yang paling dekat. Namun, rekor tersebut diperkirakan terpecahkan, karena pada tahun 2027 nanti, asteroid bernama 1999 AN10, diprediksi akan melintasi Bumi dengan jarak 19 ribu mil saja. Sekedar informasi, 2004 BL86 berhasil ditemukan oleh teleskop dari Lincoln Near-Earth Asteroid Research (LINEAR) di white Sands, New Mexico, Amerika Serikat pada 30 Januari 2004 lalu. Badan Antariksa Luar Angkasa (NASA), dilansir laman wthr.com, Senin 26 Januari 2015, memastikan 2004 BL86 tidak akan menjadi ancaman bagi penduduk Bumi, meski akan melesat dengan kecepatan 35 ribu mil per jam. "Meski tidak akan menimbulkan ancaman bagi Bumi ke depannya, momen itu merupakan jarak yang relatif dekat dengan asteroid, sehingga memberikan kesempatan kita untuk mengamati dan belajar lebih banyak," ujar Don Yeomans, mantan manager Near Earth Object, NASA. Untuk itu, Yeomans menyarankan bagi para penikmat astronomi, kesempatan langka tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, seperti menggunakan teropong di halaman belakang rumah. "Saya mungkin akan mengambil teropong favorit saya dan mencobanya sendiri," jelasnya. Tak hanya menyajikan pemandangan malam yang mengagumkan, menurut Yeomans kehadiran benda luar angkasa itu bisa menjadi sarana pengetahuan bagi manusia. "Asteroid adalah sesuatu yang istimewa. Tak hanya bagian dari kehidupan dan banyak air, tetapi asteroid di masa depan akan menjadi sumber daya yang berharga untuk mineral bijih dan sumber daya penting lainnya. Mereka (asteroid) membuat kita terus mengeksplorasi, seperti kepada tata surya kita. Ada sesuatu tentang asteroid yang buat saya ingin ketahui," tutur dia.
  8. Konsep Asteroid Redirect Mission (ARM) milik NASA saat angkut sampel batu asteroid Eksplorasi antariksa bukan hanya mengarah pada pendalaman tanda-tanda kehidupan di luar bumi seperti eksplorasi Planet Mars sampai komet. Kini, Badan Antariksa AS (NASA), dilaporkan tengah menggelar proyek memanen sumber daya asteroid. Guna mewujudkan misi penambangan batu antariksa itu, NASA dilaporkan telah menandatangani kontrak dengan dua perusahaan, Deep Space Industries dan Planetary Resources. Disebutkan Fronline Desk, Senin 24 November 2014, potensi penambangan cukup menggiurkan di masa depan. Gambarannya, material asteroid disebutkan berharga kisaran US$5 hingga US$25 ribu per kilogram (Rp60-304 juta/kg). Tentu potensi ini menjadi peluang bagi kedua perusahaan tersebut. Keduanya bersama NASA bakal mencari mineral silikat, mineral karbon, logam dari asteroid yang melintas dekat dengan bumi. Sementara Designn Trends melaporkan, Planet Resources bakal mengerahkan teleskop menengah antariksa, untuk menemukan asteroid yang potensial ditambang dan materialnya bisa di bawa ke bumi. Perusahaan ini akan menciptakan rangkaian satelit dan teleskop Arkyd untuk mewujudkan hal itu. Sedangkan Deep Space Industries disebutkan bakal mengandalkan Fireflies, pesawat antariksa kecil yang berfungsi mengumpulkan informasi yang sama para perangkat Planetary Resources. Deep Space juga akan mengerahkan pesawat antariksa, Dragonfly, yang berfungsi menangkap asteroid. Beberapa senjata penambangan itu, nantinya dirancang akan memanen material asteroid dan membawanya ke bumi. Perangkat panen itu akan fokus pada pengumpulan berbagai metarial mulai dari logam dan ekstrak air sampai mineral ataupun es. Sebelumnya NASA telah meluncurkan beberapa riset untuk mendalami potensi pertambangan asteroid. NASA mengatakan logam platinum dan air merupakan material yang berpotensi paling menguntungkan dalam misi penambangan batu antariksa itu. NASA bahkan telah memiliki beberapa rencana untuk mengekstrak air. Kesempatan untuk menambang dan memanen material asteroid terbuka lebar dalam dua tahun ke depan. Pada September 2016, diperkirakan asteroid Bennu bakal mengorbit dekat dengan bumi. Untuk menyasar Bennu, NASA sudah menyiapkan pesawat antariksa Osiris-Rex.
  9. Badan peneliti antariksa milik Amerika Serikat, NASA, tengah bersiap mengirimkan 12 misi baru ke angkasa. Dan di antara misi-misi tersebut terselip sebuah beberapa program yang terbilang unik. Dari 12 misi inovatif NASA yang terangkum dalam proposal NIAC 2014, terdapat misi unik di mana NASA akan meluncurkan proyek yang disebut Wrangler singkatan dari Weightless Rendezvous and Net Grapple to Limit Excess Rotation.Dalam misi tersebut akan digunakan sebuah satelit pengganti raksasa untuk menangkap sebuah asteroid atau benda angkasa lain yang mengancam bumi. Wrangler akan bekerja dengan mengembangkan sebuah jaring raksasa yang dilengkapi dengan penambat dan alat derek untuk mencengkeram bagian depan dari suatu asteroid. Setelah asteroid tertangkap, Wrangler akan berputar dan mendorong asteroid tersebut agar arah lintasannya berubah menjauhi bumi. Selain itu, terdapat sebuah pesawat luar angkasa yang mampu menempuh perjalanan dari matahari ke planet Neptunus hanya dalam waktu satu tahun saja. Program yang bernama Herts ini mempunyai kabel-kabel sepanjang 30 kilometer yang menjuntai dari pesawat tersebut. Kabel-kabel itu berfungsi sebagai media pengumpul energi lewat teknologi panel surya. Berkat teknologi tersebut, Herts bisa melaju di angkasa dengan kecepatan 700 kilometer per jam. Untuk mendanai riset 12 program tersebut, NASA rencananya akan mendapat kucuran dana USD 100 ribu untuk setiap misinya dalam 18 bulan ke depan, dan jika program tersebut berjalan lancar pemerintah AS kembali menggelontorkan dana hingga USD 500 ribu untuk riset tambahan selam 2 tahun.
  10. Beberapa tambahan terkait peristiwa hujan batu Chelyabinsk, Rusia 15 Februari 2013, diolah berdasarkan rilis NASA Meteoroid Environment Office, plotting citra satelit Meteosat-9 pada peta Google Map, simulasi Calculation of a Meteor orbit dari Marco Langbroek (Duth Meteor Society), software Planetary Ephemerides dan simulasi pribadi (menggunakan spreadsheet dinamika meteor hasil oprekan sendiri): 1. Peristiwa tersebut adalah peristiwa jatuhnya asteroid (terkonfirmasi). Asteroid tersebut semula beredar di angkasa dengan orbit berpotongan terhadap orbit Bumi sehingga dinamakan pula meteoroid. Saat memasuki atmosfer Bumi, namanya berubah menjadi meteor. Dan karena sangat terang (sehingga mudah terlihat di siang bolong) maka dinamakan meteor-terang (fireball). Meteor yang masih tersisa setelah melintasi atmosfer disebut meteorit. Dan karena memproduksi meteorit, maka meteor-terangnya dinamakan ulang sebagai boloid (bolide). 2. Asteroid itu memiliki diameter sekitar 15 meter, densitas sekitar 4 g/cc, massa sekitar 7.000 ton dan melejit dengan kecepatan 18 km/detik. Asteroid memasuki atmosfer Bumi sebagai meteoroid dengan kecepatan 21 km/detik dan berubah menjadi boloid. 3. Boloid ini memiliki tingkat terang hingga -14 (4 kali lebih terang dari Bulan purnama) dan jatuh dari azimuth 75 (berdasar Meteosat-9) dan altitude antara 35 hingga 40 derajat. Sehingga boloid ini semual adalah asteroid yang mengelilingi Matahari dalam orbit lonjong dengan estimasi periode orbital 7,8 tahun dan inklinasi 31 derajat. Dengan demikian asteroid tersebut sama sekali tak berkaitan dengan asteroid 2012 DA14 (periode orbital 366 hari, inklinasi 10 derajat) meski mendekati Bumi pada saat hampir sama. 4. Boloid mengandung energi sebesar 380 kiloton TNT atau setara dengan ledakan 19 butir bom nuklir Hiroshima secara serempak. Dengan demikian ia menjadi boloid paling energetik dalam 104 tahun terakhir terhitung sejak Peristiwa Tunguska 1908. Energinya juga jauh melampaui energi Peristiwa Bone (8 Oktober 2009) yang ‘hanya’ sebesar 60 kiloton TNT. 5. Dinamika atmosfer Bumi menyebabkan boloid mulai terpecah-belah sejak ketinggian 48 km dan terus berlangsung secara massif hingga ketinggian 24 km saat boloid seakan ‘terhenti’ mendadak di udara dan melepaskan kandungan energinya sebagai ledakan udara (airburst). Pasca ledakan ini gerak pecahan-pecahan boloid sepenuhnya dikendalikan gravitasi Bumi karena telah kehilangan kecepatan aslinya (yang dibawanya dari antariksa). 6. Pecahan-pecahan boloid jatuh sebagai meteorit menyirami kawasan Chelyabinsk dan sekitarnya. Per teori (dengan mengabaikan resistansi udara) meteorit-meteorit ini menghujani kawasan ellips seukuran 1 km x 0,5 km. Dengan asumsi 1 % massa asli boloid masih tersisa utuh, maka di antara meteorit-meteorit tersebut terdapat meteorit seukuran 3 m, yang jatuh membentur tanah secepat 290 m/detik dan membentuk cekungan kawah tumbukan bergaris tengah 20 m. Pada kenyataannya memang terbentuk sedikitnya 3 cekungan kawah seperti itu, dua di Danau Cherbakul dan satunya lagi di dekat Zlatoust, 80 km dari Danau Cherbakul. 7. Ledakan berenergi 380 kiloton TNT di ketinggian 24 km melepaskan gelombang kejut (gelombang tekanan udara) yang menjalar hingga menjangkau permukaan Bumi dibawahnya. Overpressure akibat gelombang kejut di muka Bumi kemungkinan masih sebesar 23 kPa sehingga mampu memecahkan kaca jendela dan merobohkan atap. Sekitar 1.200 orang yang luka-luka dan sekitar 3.000 bangunan yang rusak semuanya disebabkan oleh terpaan gelombang kejut, bukan guyuran meteorit.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy