Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'asma'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Obat semprot atau inhaler bagi penderita asma bisa jadi alat pertolongan pertama saat mengalami serangan atau gejala asma kapanpun dan dimanapun. Penggunaan inhaler cukup efektif untuk meredakan asma dengan cepat, apalagi bentuknya kecil sehingga sangat mudah untuk dibawa kemana-mana. Tak hanya itu, cara penggunaannya pun terbilang cukup sederhana. Kamu cuma perlu menekannya lalu menghirupnya untuk mengurangi asma. Mudah kan? Tapi berdasarkan penelitian sebelumnya yang telah dikompilasi dalam laporan British Lung Foundation, hampir 90% penderita asma di seluruh dunia tidak memiliki teknik yang baik dalam penggunaan inhaler. Dengan kata lain, hanya 5% dari obat ini benar-benar mencapai paru-paru penderita asma ketika mereka mengisap inhaler. Bahkan lebih buruk menurut sebuah studi menyatakan bahwa hanya 1 dari 10 penderita PPOK melakukan langkah-langkah penting untuk menggunakan inhaler dengan benar. Masalah ini sebagian besar berasal dari dokter yang gagal untuk menginstruksikan bagaimana menggunakan inhaler terhadap pasien. Dengan begitu banyak inhaler yang berbeda tersedia dan diberikan, sulit bagi orang untuk mengingat cara terbaik untuk mengambil obat yang telah diberikan. Setiap perangkat memiliki teknik yang berbeda tentang bagaimana untuk menggunakannya, sehingga tak heran tingginya jumlah orang tidak mengambil obat mereka dengan benar. Jadi, untuk memastikan bahwa kamu memberikan obat dengan benar pada tubuh kamu sendiri, dokter menyarankan untuk kamu mendapatkan tutorial selama pemeriksaan tahunan. Selain teknik penggunaan inhaler yang masih belum benar, terlalu mengandalkan pada obat inhaler bagi penderita asma malah bisa membuat asma makin parah. Inhaler atau obat semprot yang mengandung senyawa salbutamol bisa menyebabkan paru-paru melepaskan bahan kimia yang berbahaya serta memicu lebih banyak serangan. Albuterol juga banyak digunakan pada inhaler yang dijual dengan nama Ventolin, Proventil, dan ProAir. Penelitian Kaninika Basu, dari Ninewells Hospital and Medical School, Skotlandia menunjukkan bahwa asma bisa menjadi semakin parah pada seseorang yang memiliki keturunan asma dan menghirup inhaler yang mengandung albuterol. Menurut Profesor Bradding dari Leicester University, seperti dikutip dari Telegraph, penderita asma tetap harus menggunakan inhaler bila diperlukan, tapi sebaiknya penggunaannya diatur agar jangan terlalu sering sehingga membuat kondisi makin buruk. Selain itu juga sebaiknya digunakan dengan dosis yang tepat. Hubungi dokter untuk memastikan kamu benar-benar menerima obat yang kamu butuhkan.
  2. Obat asma yang biasa digunakan di Jepang dan Korea untuk mengobati asma diketahui mampu menghentikan penyebaran sel-sel kanker payudara yang biasanya tahan terhadap kemoterapi, menurut penelitian baru. "Tranilas, obat yang disetujui penggunaannya di Jepang dan Korea Selatan telah digunakan lebih dari dua dekade untuk mengobati asma dan gangguan alergis lainnya termasuk alergi rinitis dan dermatitis atopik," kata Dr. Gerald Prud'homme. Dr. Prud'homme adalah patolog yang memimpin studi tersebut. Dia menambahkan: "Saat ini, studi kami merupakan yang pertama menemukan bahwa obat tersebut mampu menghentikan kanker payudara dari proses penyebarannya serta bagaimana obat tersebut mengincar sel-sel kanker payudara." Para peneliti menumbuhkan sel-sel punca kanker payudara yang memberikan peningkatan sel-sel kanker lain dalam pembiakan. Sel-sel tersebut disuntikkan ke dua kelompok tikus termasuk satu kelompok yang juga dirawat dengan tranilas. Dr. Prud'homme dan para koleganya menemukan obat itu mengurangi pertumbuhan tumor utama yang memiliki sifat kanker pada angka 50 persen dan mencegah penyebaran kanker tersebut ke paru-paru. Para peneliti juga mengidentifikasi sebuah molekul dalam sel kanker itu yang terikat pada tranilas dan kelihatannya merupakan penyebab efek anti kanker ini. Tranilas terikat dengan sebuah molekul yang dikenal sebagai reseptor hidrokarbon aril yang mengatur pertumbuhan sel dan beberapa aspek imunitas. Hal ini membuat obat tersebut bermanfaat dalam mengobati berbagai alergi, penyakit radang dan kanker. "Untuk pertama kalinya kami bisa menunjukkan bahwa tranilas memberikan harapan bagi pengobatan kanker payudara pada tingkat yang biasanya sangat ditolerir oleh pasien-pasien yang menggunakan obat tersebut untuk mengobati penyakit lainnya," kata Dr. Prud'homme. "Hasil ini sangat memberikan harapan dan kami sedang memperluas studi kami. Studi-studi yang lebih jauh lagi diperlukan untuk menentukan apakah obat tersebut efektif terhadap tipe kanker payudara berbeda serta kanker lainnya, serta interaksinya dengan obat-obatan anti kanker," tutupnya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy