Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'asia'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 9 results

  1. Pokemon Go adalah game yang sangat populer di pertengahan tahun 2016 ini ndral, Ini merupakan game berbasis augmented-reality yang dikembangkan oleh Pokemon Company bekerja sama dengan Nintendo dan Niantic. Nama Niantic sendiri, mungkin, sudah banyak terdengar di kalangangamer smartphone. Pasalnya, perusahaan spin off Google ini merupakan pihak di balik game populer Ingress, yang juga berbasiskanaugmented-reality ndral. Pada umumnya, Pokemon Go merupakan game gratis untuk Android dan iOS, mengizinkan pemainnya untuk menangkap Pokemon yang tersembunyi di berbagai lokasi dunia nyata. Di dalam game sendiri, pihak pengembang game menyediakan beberapa item yang bisa dibeli dengan uang nyata. Tujuan dari itemberbayar (in app purchase), salah satunya adalah untuk mempercepat pengembangan Pokemon yang dimiliki pemain. Mantap ndral. Namun sangat disayangkan peluncuran Pokemon Go nggak serentak di berbagai negara. Hanya beberapa negara saja seperti di Amerika dan Australia, di negara asalnya pun Pokemon Go nggak dirilis. Kabar baiknya! Sekarang kita nggak perlu dosa lagi buat install Pokemon Go, yang tadinya kita curi curi file game ini di website website yang nggak resmi dan kita install di smartphone kita, pada hari ini Pokemon Go udah dirilis untuk semua Asia terutama di Indonesia sendiri. Pokemon Go udah bisa kamu download di App Store dan Google Play Store jendral. Ini penampakan Pokemon Go di App Store yang lokasinya di Indonesia: Dan dari pihak Pokemon Go pun mengumumkan perilisan ini secara publik melalui sosial media di Facebook: Sekarang saat nya jendral install secara resmi dan jangan lupa tetap berhati hati dalam menggunakan game ini, jangan pernah bermain game Pokemon Go sambil berkendara, Be Aware!
  2. Jika kariernya bersama Manor Racing berakhir, Rio Haryanto secara statistik bukanlah pebalap asal Asia dengan prestasi terburuk dalam sejarah Formula One (F1). Namun, Rio merupakan pebalap Asia terburuk dalam F1 era modern. Hingga paruh musim F1 2016, Rio sudah menjalani 12 seri. Posisi terbaik pebalap 23 tahun itu adalah finis posisi ke-15 di GP Monako, itu pun Rio berada di posisi buncit. Dari 12 seri yang sudah dijalaninya, Rio mengalami tiga kali gagal finis di GP Australia, GP Rusia, dan GP Inggris. Torehan Rio bukan yang terburuk dalam sejarah untuk pebalap Asia. Taki Inoue contohnya. Pada musim 1995, pebalap asal Jepang itu gagal finis hingga sembilan kali dari 12 seri yang dilaluinya bersama tim Footwork Hart. Pebalap asal Jepang lainnya, Ukyo Katayama, juga meraih catatan buruk pada musim debutnya di ajang F1 pada 1992. Memperkuat tim Central Park Venturi Larrousse, Katayama enam kali gagal finis dan dua kali lolos kualifikasi dari 12 seri awal. Namun, Rio merupakan pebalap terburuk dari Asia jika melihat statistik di era modern atau satu dekade terakhir. Narain Karthikeyan yang merupakan pebalap India pertama yang tampil di F1, nyaris meraih podium setelah finis di posisi keempat pada GP Amerika Serikat 2005 bersama Jordan Grand Prix. Kazuki Nakajima (Jepang) berhasil meraih poin di balapan keduanya bersama Williams pada 2008. Kamui Kobayashi (Jepang) juga langsung mendapat tiga poin di balapan keduanya bersama Toyota di GP Abu Dhabi musim 2009. Untuk kawasan Asia Tenggara, prestasi Rio kalah mengilap dari Alex Yoong yang merupakan pebalap pertama Malaysia yang tampil di F1. Yoong berhasil finis di posisi ketujuh pada GP Australia 2002 yang merupakan balapan keempatnya bersama Minardi. Di era modern torehan Rio mungkin sama buruknya dengan Karun Chandhok yang merupakan pebalap kedua asal India yang tampil di F1. Pada musim 2010 ketika memperkuat Hispania, Chandhok hampir selalu finis di posisi terakhir dan tiga kali gagal finis. Tapi, ketika itu Chandhok hanya tampil di 10 seri, dua seri lebih sedikit daripada Rio.
  3. Suhu udara tinggi yang mencapai rekor dan kemarau yang parah menyengsarakan ratusan juta orang di Asia. Maximiliano Herrera, pakar klimatologi yang menyelidiki suhu dunia mengatakan, di Asia tenggara gelombang panas tahun ini menyamai yang pernah terjadi pada tahun 1960, 1983 dan 1998. Menurutnya juga, berdasarkan durasi, intensitas dan luas wilayah yang terpengaruh, gelombang panas tahun ini merupakan yang terparah bagi Thailand, Laos dan Kamboja. Tahun lalu, gelombang panas di India menewaskan 2.422 orang, jumlah kematian terkait panas yang tertinggi di negara itu selama lebih dari dua dekade. Tahun ini, lebih dari 150 kematian di India selama dua pekan terakhir diduga diakibatkan panas. Herrera mengatakan, dengan suhu udara panas yang terus bertahan dan bahkan meningkat pada pekan-pekan mendatang, jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat. Di negara bagian paling kaya di India, Maharashtra, kemarau terburuk dalam empat dekade tidak hanya menghancurkan pertanian pangan tapi juga menewaskan ternak. Di negara bagian itu, waduk-waduk mengering sehingga mempengaruhi produksi listrik di instalasi-instalasi pembangkit listrik tenaga air dan thermal. Di Malaysia, ratusan sekolah diperintahkan untuk ditutup dan para petani di negara itu tidak bisa menanam sayuran, Di Thailand, produksi beras diperkirakan mencapai titik terendah pada musim kering kali ini. Source: www.voaindonesia.com
  4. Josie Tam yakin perusahaannya, Techpacker, punya masa depan yang cerah. Ketika orang-orang yang berpengaruh dalam industri busana global sedang berkumpul dan bercengkrama, Josie Tam menjalankan misinya untuk menarik pelanggan. Ini adalah pekan busana Hong Kong, di mana hampir 20.000 pembeli dan penjual dari 65 negara sedang berada di sini untuk bertukar pendapat mengenai apa yang sedang menjadi tren, apa yang sedang laris dan apa yang tidak. Bagi Josie Tam, 32 tahun, ini adalah kesempatan sempurna untuk menawarkan aplikasi perangkat lunak yang ia kembangkan bersama perusahaan start-up-nya atau perusahaan rintisan inovatif. Situs web dan aplikasinya ia beri nama Techpacker dan tujuannya untuk menyederhanakan perancang busana untuk berkomunikasi dengan pabrik yang berada di lokasi yang jauh untuk bekerja sama memproduksi baju hasil rancangan. “Apakah Anda perancang busana?” Josie Tam bertanya kepada seorang perempuan muda yang melintas di depan gerainya. “Anda bekerja sama dengan pabrik di mana? Lokal atau di luar negeri?” Techpacker bertujuan mempermudah komunikasi antara perancang busana dengan pabrik. Josie Tam -yang nama Mandarin-nya Tan Huiyi ini- sangat ingin menarik sebanyak mungkin orang untuk memakai aplikasinya. Demikian yakinnya ia dengan Techpacker (yang juga nama perusahaannya), tahun lalu ia berhenti dari pekerjaannya di bidang informasi teknologi untuk memulai perusahaan rintisan dengan seseorang yang tak ia kenal. Mitra bisnisnya bernama Saral Kochar, 31 tahun, juga asal Hong Kong. Mereka bertemu pada acara kumpul-kumpul para pengusaha di bidang teknologi. Dalam acara itu, Kochar bercerita kepada Josie Tam tentang gagasannya mengenai Techpaker. Berkat pengalamannya bekerja sebagai manajer sumber daya di industri pakaian, Kochar memahami kebutuhan yang belum terpenuhi di bidang itu. Sedangan pekerjaan Josie Tam sebelumnya lebih banyak berurusan dengan teknologi informasi terkait industri busana, dengan segera ia bisa mengetahui produknya akan berhasil. Josie Tam dan Saral Kochar memulai usaha ini bersama. Josie Tam berkata, “Saya berpikir, “hei, itu ide bagus!” Sesudah pembicaraan lebih jauh, dan menyadari bahwa kemampuan mereka saling melengkapi, mereka berdua memutuskan untuk memasuki bisnis ini bersama. Kochar memiliki pengalaman berurusan dengan industri busana, sementara Josie Tam membawa keterampilan untuk mewujudkannya. Josie Tam mengakui, awalnya ia “khawatir” tapi sesudah mengecek jejak karier Kochar ia yakin untuk memutuskan berhenti kerja pada pertengahan tahun lalu. Techpaker sekarang punya 500 orang pelanggan, dan sekalipun aplikasi itu sekarang gratis, versi berbayarnya akan diluncurkan tahun ini. Didukung oleh hibah sebesar HK$333.000 (sekitar Rp580 juta) dari pemerintah Hong Kong, perusahaan ini akan segera menarik investor. Meskipun sekarang hanya punya tujuh orang staf, Josie Tam punya rencana pertumbuhan global untuk bisinsnya, di mana ia mulai membuka kantor di New York selain kantor pusat di Hong Kong. 'Memperhatikan saya' Josie Tam kecil bersama keluarganya. Josie Tam membawa dirinya dengan sangat efektif sehingga tak terasa bahwa tingginya hanya 120cm. “Saya lahir dengan sejenis 'dwarfism', atau tubuh pendek. “Sampai sekarang, ibu saya khawatir terhadap saya, apakah saya akan baik-baik saja," kata Tam. Lahir di kota Guangzhou di Cina selatan, ketika Josie Tam masih bayi, keluarganya pindah ke Hong Kong yang ketika itu masih merupakan koloni Inggris. Tumbuh di kawasan kumuh yang sekarang menjadi tempat para imigran, Josie berkata hanya dapat mengingat sekali di sekolah ketika ia dirisak akibat tubuhnya yang pendek. Namun, ia malahan berjaya di sekolah, dan didukung oleh ibunya yang ambisius, seorang “Ibu Macan”, ia selalu sukses di setiap pelajarannya. Ia akhirnya berhasil meraih gelar di bidang ilmu komputer, dan master di manajemen teknologi informasi. “Orang tua saya tidak berpendidikan tinggi,” kata Josie. “Mereka besar di Cina. Kala itu, mereka sangat miskin. Mereka hanya sekolah sampai tingkat SD.” “Maka sesudah datang ke Hong Kong, ibu saya sangat menekankan pada pendidikan, karena hanya itulah jalan menuju kehidupan yang lebih baik.” Ia menambahkan, “Di Hong Kong, sedikit sekali saya mengalami diskriminasi. Saya sangat beruntung bahwa guru-guru dan banyak orang lain selalu memperhatikan saya.” 'Selalu mencoba' Techpacker berpusat di Hong Kong dan mulai membuka kantor di New York. Aplikasi Techpacker dibuat untuk mempermudah para perancang busana untuk mengirimkan rincian cetak biru rancangan mereka, memuat segala spesifikasi dan ukuran yang rinci kepada pabrik. Aplikasi itu bertujuan untuk menghilangkan miskomunikasi yang biasanya terjadi pada perangkat lunak lain yang kini digunakan, serta mempersingkat waktu produksi yang dibutuhkan perusahaan pakaian untuk memproduksi sebuah rancangan. Josi mengatakan, “Ini sebuah kesempatan untuk mengerjakannya dengan cara berbeda, mungkin ini akan mengubah industri busana.” “Aplikasi ini menyediakan platform bagi perancang dan pabrik untuk bekerja sama.” Komunikasi perancang dengan pabrik diharapkan bisa berjalan lebih baik. “Ini memungkinkan para perancang untuk berkomunikasi dengan jelas kepada pihak pabrik, mengenai apa yang mereka inginkan. Maka pihak pabrik bisa memenuhi permintaan para perancang.” Tujuan utama Josie Tam adalah mengembangkan Techpaker ke industri manufaktur lain, yang ia sangat yakini peluangnya. “Jika ada sesuatu yang saya peduli, atau saya targetkan, saya akan mencoba segala macam cara untuk mencapainya,” katanya. “Karena saya sungguh percaya bahwa tak ada yang tak mungkin. Semua cuma masalah waktu dan keinginan belajar.” “Dulu saya pernah membaca sebuah artikel di majalah Fortune. Di situ dikatakan bahwa orang jenius itu sesungguhnya menggunakan 80% waktunya untuk berlatih, atau terus menerus melakukan hal yang sama.” “Itulah yang sangat saya percayai – selagi kita terus mencoba, kita akan sukses suatu hari nanti.”
  5. Kabinet Yunani mengumumkan bahwa bank-bank akan tutup selama enam hari kerja dan penarikan uang tunai dibatasi. Bursa di Athena juga tutup Senin kemarin. Harga-harga saham jatuh di bursa Asia, Senin (29/6), setelah pemerintah Yunani menutup bank-banknya dan memberlakukan pengawasan modal yang ketat dalam usaha mengatasi utang yang besar. Indeks Nikkei di Tokyo anjlok 2 persen menjadi 20,283 poin, dan indeks komposit Shanghai turun 0,4 persen menjadi 4,178, meski China memangkas tingkat suku bunganya akhir pekan lalu. Indeks Hang Seng turun 1,7 persen menjadi 29,192, indeks Kospi di Korea selatan juga turun 1,6 persen dan indeks Standard and Poor di Sydney anjlok 1,8 persen. Kabinet Yunani mengumumkan bahwa bank-bank akan tutup selama enam hari kerja dan penarikan uang tunai dibatasi. Bursa di Athena juga tutup Senin ini. Kalaupun bisa dicapai kata sepakat dengan para kreditornya, kemampuan pemerintah Yunani untuk menjalankan berbagai reformasi yang sudah disepakati sangat diragukan, kata pakar ekonomi Rajiv Biswas.
  6. American Movie Awards yang berdiri sejak 1980 memilih Damien Dematra sebagai Sutradara Terbaik 2015 lewat film Let’s Play, Ghost. Ini merupakan pencapaian yang luar bisa bagi Damien Dematra sebagai Sutradara. “Prestasi ini terasa sangat spesial mengingat di tahun 1982 Steven Spielberg lewat film Raiders of the Lost Ark meraih predikat Sutradara Terbaik di American Movie Awards juga,” kata Damien Dematra, 8 Mei 2015. Untuk seorang Damien, hal ini terasa berbeda karena sutradara yang menginspirasi Damien untuk terjun ke dunia film adalah sutradara kenamaan Hollywood tersebut. Nama-nama besar Hollywood seperti Meryl Streep (The Deer Hunter), Jane Fonda, Burt Reynolds, Clint Eastwood, Robert Duvall, Henry Fonda (On Golden Pond), Katharine Hepburn (On Golden Pond), Sally Field dan Warren Beatty juga pernah meraih penghargaan di ajang bergengsi ini. Damien menjadi orang Asia pertama yang berhasil meraih prestasi ini. Sayang sekali, film Let’s Play, Ghost yang sudah malang melintang di berbagai festival Internasional sejak tahun 2013 dan telah memenangkan puluhan penghargaan kurang memperoleh tempat yang layak di negerinya sendiri. Film yang sempat masuk di daftar coming soon, dan posternya telah dipasang di berbagai bioskop pada tahun 2013 entah mengapa bisa disalip oleh banyak film lainnya tanpa alasan yang jelas hingga kini. Ini menjadi salah satu bukti carut-marutnya dunia perfilman di tanah air, di mana film Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. Impian Damien kedepannya adalah menularkan ilmu “Bejari”nya atau belajar sendiri ke generasi muda yang ada di desa-desa, lewat kerjasama dengan Karang Taruna, dan organisasi kepemudaan lainnya. Dia berharap akan lahir generasi emas sineas Indonesia yang berasal dari desa-desa terpencil.
  7. Kaum perempuan saat ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dalam beberapa periode terakhir ini, wanita memang sangat menunjukkan eksistensinya sebagai seorang professional di bidangnya yang bisa mengalahkan kaum pria. Sejak era emansipasi, perbedaan gender memang sudah usang untuk dibicarakan dalam dunia #professional. Wanita yang punya keahlian dan kemampuan layak dan berhak menduduki posisi tertentu dan teratas disebuah perusahaan, departemen atau bahkan di negara ini. Sudah banyak contoh yang bisa dijadikan bukti bahwa wanita di negeri ini sudah bisa mencapai hal yang baik, sukses dan mentereng pada posisinya. Sebut saja beberapa menteri pada kabinet kerja Jokowi-JK, termasuk menteri konroversial Susi Pudjiastuti. Atau sebut juga Sri Mulyani, menteri keuangan era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Satu nama lagi yang tidak bisa dilupakan yaitu presiden kelima republik ini yaitu Megawati Soekarno Putri. Di dunia bisnis, para kaum perempuan ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Sekarang sudah bukan hal yang aneh jika dari beberapa CEO dan owner bisnis atau perusahaan sukses adalah seorang wanita. Bahkan sekarang dari kabar yang dirilis Forbes, ada tiga pengusaha wanita sukses dari Indonesia yang masuk dalam daftar Asia Power Women 2015. Dengan penghargaan tersebut itu artinya mereka telah menjadi orang-orang yang berpengaruh besar di Asia. Siapa ketiga pengusaha wanita tersebut? Berikut ulasannya. 1. Anne Patricia Sutanto Dengan jabatannya sebagai vice president director, Anne tentu punya peranan sentral di perusahaannya PT Pan Brothers Tbk. Dalam kepemimpinanya, perusahaan yang bergerak dibidang garmen ini telah mencapai pendapatan yang fantastis yaitu USD 340 juta. Perusahaan yang memproduksi garmen dengan merek Uniqlo, Rebook, dan Nike ini juga telah memiliki 14 pabrik dan direncanakan akan ditambah tiga lagi pada tahun 2016. Meski lahir dari keluarga yang kaya raya, Anne juga bekerja keras untuk membangun bisnisnya. Dengan sedikit saham, Anne bergabung dengan Pan Brothers pada tahun 1997. Setelah itu perempuan yang telah mendapatkan gelar MBA dari Loyola Marymaount di Los Angeles ini kemudian membuka usahanya sendiri yakni Homeware International yang memproduksi furnitur dan aksesori rumah untuk ekspor. Perempuan lulusan teknik Kimia University of Southern California yang satu ini memang luar biasa. Setelah menjadi pengusaha sukses, ia tidak melupakan dengan lingkungan sosial disekitarnya. Bersama tujuh miliarder Indonesia lainnya, Ane bergabung dengan Bill and Melinda Gates Foundation untuk memerangi penyakit TBC, HIV dan malaria dengan mendonasikan dana USD 5 juta. 2. Noni Purnomo Noni Purnomo adalah seorang presiden director di sebuah perusahaan transportasi Blue Bird Group Holding. Perusahaan keluarga yang berdiri sejak tahun 1972 ini telah menjadi bagian hidup Noni sejak ia masih kecil. Perempuan kelahiran Jakarta, 20 Juni 1969 ini adalah lulusan University of Newcastle dan University of Fransisco. Setelah lulus dari University of Newcastle, Noni bekerja didua tempat yaitu di Jakarta Convention and Exhibition Bureau sebagai market research dan di Blue Bird. Dua pekerjaan yang menyita tenaga dan konsentrasi ini ia jalani selama dua tahun. Sekembali dari Amerika dari studi S2-nya, Noni dengan segala pengalaman yang diperoleh kembali ketanah air untuk mengelola Blue Bird. Dibawah kepemimpinanya kini Blue Bird telah menjadi perusahaan besar dengan merambah berbagai bidang seperti transportasi, properti, jasa konsultan teknologi informasi, logistik dann industri perakitan. 3. Wendy Sui Cheng Yap Perempuan hebat terakhir yang masuk dalam daftar Asia Power Women 2015 sebagai pengusaha perempuan berpengaruh di Asia adalah Wendy Sui Cheng Yap. Wendy adalah President Director dan CEO dari PT Nippon Indosari Tbk yang memiliki perusahaan produksi roti populer di Indonesia yaitu Sari Roti. Perusahaan ini kini telah sukses menjadi produsen roti dengan menguasai 90 persen pasar domestik. Selain Sari Roti, perempuan yang merupakan anak dari pendiri Grup Salim, Piet Yap ini juga memiliki perusahaan Bogasari, produsen tepung terbesar di Indonesia. Selain itu ia juga masih memiliki usaha lain disektor sumber daya alam dan real estate yang merupakan perusahaan dari keluarganya. Untuk Sari Roti sendiri, perusahaan ini telah memiliki 10 pabrik dengan kapasitas produksi 4,2 juta roti per hari. Tak ayal pendapatan perusahaan Sari Roti telah mencapai angka fantastis sebesar USD147 juta.
  8. Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring angkat bicara soal hasil penelitian lembaga riset dari Amerika Serikat, Akamai, yang menyebut kecepatan internet di Indonesia dinilai paling lambat se-Asia. Menurutnya, penetapan kecepatan internet itu urusan operator, bukan pemerintah. "Saya terima tuduhan (hasil riset) itu. Tapi seharusnya itu urusan operator, kan mereka yang berjualan. Penetapan kecepatan internet itu bukan urusan pemerintah," kata Tifatul selepas melantik pengurus baru Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (2/5/2012). Menurut Tifatul, meski bukan urusan pemerintah, Kemenkominfo tidak memiliki hak untuk memaksakan operator dalam menaikkan kecepatan internet di Tanah Air. Dengan demikian, hanya operator yang bisa menentukan kecepatan internet sekaligus tarifnya. Namun, Kemenkominfo berjanji untuk selalu mendorong operator dalam menyediakan akses internet cepat, stabil, sekaligus murah di Tanah Air. "Penyediaan akses internet cepat memang jadi prioritas dari program Kemenkominfo," tambahnya. Sekadar catatan, berdasarkan data dari lembaga riset oleh Akamai, kecepatan koneksi internet rata-rata di Indonesia sekitar 772 kbps. Kecepatan koneksi internet tersebut masih jauh dari kecepatan internet di global yang mencapai 2,3 mbps. Kecepatan koneksi internet di Indonesia juga tertinggal dengan negara-negara di kawasan Asia. Misalnya, kalah dengan Malaysia 1,7 mbps, Thailand 3 mbps, Filipina 1 mbps, Vietnam 1,5 mbps, Kamboja 1,2 mbps, dan Laos 956 kbps. Indonesia hanya lebih baik dari Timor Leste (260 kbps) dan Papua Niugini (693 kbps). Pakistan dan India juga lebih baik dari Indonesia, masing-masing 787 kbps dan 839 kbps. Sumber: tekno.kompas.com
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy