Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'asia tenggara'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Di era online transportation, hampir semua orang yang tinggal di kota besar mungkin sudah merasakan keuntungan memakai jasa ojek online. Di era online transportation, hampir semua orang yang tinggal di kota besar mungkin sudah merasakan keuntungan memakai jasa ojek online. Grab atau Gojek pasti ada atau bahkan keduanya dipastikan terdapat di gawai masing-masing. Grab sendiri adalah aplikasi penyedia transportasi berbasis online yang berasal dari Malaysia. Anthony Tan adalah pendiri sekaligus orang yang berjuang membesarkan Grab sampai se-Asia Tenggara. Anthony Tan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dan berasal dari keluarga konglomerat. Ayah Anthony merupakan salah satu orang terkaya di Malaysia, sementara Ibunya adalah pialang saham. Kakek Anthony sangat sukses di bisnis perakitan dan pengadaan kendaraan roda empat, bahkan sampai berafiliasi dengan Nissan. Intinya, Anthony lahir di lingkungan keluarga pebisnis. Marganya, Keluarga Tan mempunyai Motto “tidak pernah mengatakan tidak”. Bahkan ketika usianya 6 tahun Anthony bercita-cita menjadi pengusaha sukses. Dan umur 11 tahun Thony kecil menjalankan bisnis pertamanya, yaitu berjualan komik. Anthony menempuh studi di Harvard Business School Suatu hari sahabat sekelasnya menghampirinya dan mengeluh, “Mengapa sistem taxi di Malaysia buruk sekali? Kakek buyutmu supir taxi, dan kakekmu berhasil menjadi pengusaha transportasi sukses di Malaysia, seharusnya kau bisa melaksanakan sesuatu.” Pertanyaan ini terpatri dalam benak Anthony dan coba dipecahkan dalam sebuah tugas kuliah. Model bisnis ini kemudian direalisasikannya setelah mendapat gelar master pada 2011, dan menjadi Grab yang kita kenal sekarang.
  2. Kalau kita melihat judul diatas, pasti banyak deh dari kita yang sangsi atau ragu. Terbaik dalam hal apa ya? Macet, iya. Padat, juga iya. Bersih dan tertata, belum 100 persen sih. Terus apa dong? Menurut hasil laporan dari sebuah institusi independen berbasis di Washington DC – Amerika Serikat yang fokus pada riset kebijakan publik, The Brookings Institution, mengatakan bahwa Jakarta berada di posisi ke-17 terbaik di antara 200 kota besar di dunia. Jakarta pun juga berhasil menempati posisi pertama untukkawasan Asia Tenggara, diatas Kuala Lumpur yang berada di posisi ke 20, sementara Bangkok dan Singapura yang masing-masing berada di posisi 38 dan 39. Dalam hal apa ya posisi ini? Hasil riset ini tertuang dalam laporannya yang dipublikasikan pada awal tahun 2012 dengan judul Global Metro Monitor: Volatility, Growth and Recovery. Lembaga riset berusia 90 tahun yang dinilai sebagai ‘the most influential, most quoted and most trusted think tank’ ini menilai bahwa dalam menilai daya tahan perekonomian sebuah kota, indikator dalam laju pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup, melain kan juga kebijakan publik yang diterapkan oleh Pemerintah setempat dan pertumbuhan peluang kerja yang ada. Wah pantesan aja ya Jakarta macet, karena pertumbuhan perekonomian masyarakatnya pun meningkat dan daya beli kebutuhan primer, sekunder bahkan tertier pun dapat terpenuhi secara perlahan. Tapi kok masih ada masyarakat miskin, tentu saja, logikanya masalah pelik ini pun tidak hanya terjadi di Jakarta saja. Kita tidak boleh melupakan hal ini. Tentunya masalah ini pun tetap menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk terus dicari jalan keluarnya. Namun, 0 (nol) persen kemiskinan? Nyaris tidak mungkin. Paling tidak sudah terlihat usaha yang tercurah untuk mengurangi angka kemiskinan atau paling tidak mengurangi beban saudara-saudara kita yang bisa dikatakan masih belum memiliki kehidupan yang bercukupan, contohnya melalui program wajib belajar 12 tahun gratis, pemberian pinjaman modal usaha bergulir dan juga program layanan kesehatan untuk masyarakat yang membutuhkan. Melihat figur diatas, riset yang dilakukan oleh Brookings Institution ini mengatakan bahwa daya tahan ekonomi di Jakarta mengalami peningkatan yang signifikan selama lima tahun terakhir. Hal ini dapat dicapai berkat iklim investasi atau bisnis yang positif. Menurut laporan yang dikeluarkan oleh International Finance Corporation atau IFC pada Doing Business 2011 Outlook, Jakarta telah meningkatkan kualitasnya dalam berbagai hal demi menunjang pertumbuhannya, terutama dalam hal kemudahaan dalam kesempatan membuka usaha yang cepat dan murah. Pada hasil riset diatas juga terlihat bahwa sektor bisnis dan keuangan menempati peringkat teratas dalam hal kontribusi terhadap Economic Performance Rankings dari Jakarta. Hal ini tidak lepas dari program pengembangan UMKM dan revitalisasi pasar yang terus digenjot secara agresif oleh pemerintah dalam lima tahun terakhir melalui pendirian lembaga pinjaman kredit khusus untuk para UKM agar mereka tidak lagi kesulitan mendapat tambahan modal usaha dari perbankan. Juga disadari bahwa kegiatan UMKM tak boleh surut di tengah melesatnya pertumbuhan kelas menengah di Jakarta yang juga dilakukan melalui revitalisasi pasar tradisional agar sesuai dengan selera masyarakat Jakarta yang makin menuntut kenyamanan yang lebih baik. Sejauh ini sudah 46 dari 97 pasar tradisional kurang layak sudah ‘diremajakan’ oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PD Pasar Jaya sejak tahun 2009. Hal ini juga dilakukan agar membuat pasar-pasar yang ada ini semakin menarik bagi konsumen agar pedagang tidak takut bersaing dengan mall-mall, sekaligus dalam upaya untuk mendongkrak omset para pedagang atau pelaku UMKM. Bahkan kebijakan publik yang menyatakan bahwa setiap Mall di Jakarta harus menyediakan tempat bagi pelaku usaha UKM sekian persen pun juga dilakukan. Data dan observasi mengenai beberapa peningkatan perekonomian di Jakarta diatas, kalau menurut kita sih, bisa dikatakan sebagai salah satu indikator keberhasilan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus berupaya keras demi menciptakan kondisi ekonomi yang lebih kondusif di Jakarta. Banyak kekurangan? Tentu saja. Tapi ya namanya juga on-progress. Keberhasilan atau kesuksesan Jakarta itu tidak dapat dicapai secara instan lho (catet ya!). Perlu kerja keras yang terkadang kita sebagai masyarakat tidak menyadarinya. Melalui apa? Kebijakan publik dan langkah-langkah strategis yang direncanakan dan diimplementasikan pastinya. Strategi yang ada pun tidak bisa diambil oleh orang sembarangan pastinya, harus yang betul-betul mengenal Jakarta. Lalu kenapa tidak berasa? Karena kita terkadang lupa atau terlalu sibuk dalam mencari penghidupan sendiri tanpa sedikit aja lebih sensitif atas apa yang diraih oleh pemerintah dan kita bersama. Kalau saja masyarakat Jakarta bisa lebih bersabar dan selalu positif atas apa yang dikerjakan dan bahkan apa yang dipikirkan, yakin deh kalau Jakarta memang layak menjadi kota yang disebut di judul diatas. “Jakarta kota yang terbaik di Indonesia, Asia Tenggara, bahkan Dunia”. Mengapa? Karena Jakarta dihuni oleh sumber daya manusia yang berkualitas global, namun juga selalu positif dalam memandang segala hal.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy