Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'arkeologi'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Kamu pasti pernah mendengar tentang Easter Island. Pulau terpencil yang terletak 2000 mil dari Chile. Kamu pasti pernah mendengar tentang Easter Island. Pulau terpencil yang terletak 2000 mil dari Chile, ini menyimpan ratusan patung kepala manusia yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berbondong-bondong mengunjunginya. Patung kepala manusia disebut Moai dibuat oleh Rapu Nai yang disebut-sebut sebagai keturunan suku Polinesia. Ada sekitar 887 patung yang mendiami pulau tersebut dengan tinggi lebih dari 9 meter dengan berat hampir 270 ton. Namun hal mengejutkan terjadi beberapa tahun terakhir ini yang menyangkut patung Moai. Dilansir dari news.au, Selasa (14/7), beberapa arkeolog yang tergabung dalam Easter Island Statue Project mulai menggali bawah tanah patung Moai. Setelah penggalian yang melelahkan selama hampir 3 tahun, mereka menemukan sesuatu yang menakjubkan. Ternyata Patung Moai memiliki bodi penuh yang tersembunyi di dalam tanah. Jadi moai yang selama ini dikenal hanya sebagai patung kepala ternyata memiliki bodi lebih panjang dengan ukiran-ukiran sejarah di balik punggungnya. Hal ini tentunya menambah daftar panjang penelitian baru bagi para arkeolog bagaimana orang zaman dulu ternyata sudah bisa membuat patung dengan keakuratan mirip manusia.
  2. Para arkeolog dikejutkan dengan ditemukannya beberapa penemuan yang tak lazim yang diklaim juga sebagai penemuan arkeologi paling mengerikan sejagat. Hasil penemuan yang cukup mencengangkan, berupa lokasi perang kimia kuno, mumi menjerit mupun mayat Viking tanpa kepala Teori yang melatarbelakangi penemuan bersejarah ini cukup kelam dan menyeramkan dan juga beberapa kali berubah lantaran misteri yang terkandung didalamnya. Berikut adalah penjabaran penemuan arkeologi paling mengerikan sejagat : 1. Makam tengkorak di Swedia Pada 2009, sejumlah arkeolog menggali dasar sebuah danau yang telah kering yang sudah ada sejak zaman prasejarah di Wilayah Motala, Swedia. Ketika itu, mereka tersandung oleh bebatuan misterius di dasar danau kuno itu. Mereka kemudian mulai menggali dan menemukan benda-benda yang memiliki struktur dari zaman primitif, seperti tulang hewan, alat-alat dari batu dan sepuluh tengkorak berusia delapan ribu tahun, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Mereka juga menemukan tengkorak kesebelas yang terpendam jauh di dalam lumpur di dasar danau itu. Mereka kemudian menemukan fragmen dari salah satu tengkorak yang sengaja dimasukkan ke dalam tempurung kepala tengkorak kesebelas tadi. Namun, kengerian belum berakhir. Ini lantaran para arkeolog mengemukakan bahwa beberapa tubuh yang berada di dasar danau itu kemungkinan juga bekas dibakar. 2. Perang kimia kuno di Suriah Pada 1933, arkeolog asal Prancis, Robert du Mesnil du Buisson, melakukan sebuah penggalian di wilayah Dura-Europos, yang berada di dekat Kota Al-Salihiyah, sebelah timur Suriah. Dura-Europos merupakan tempat di mana bangsa Persia kuno mengepung musuh bebuyutan mereka yaitu bangsa Romawi. Selama penggalian, Robert menemukan beberapa terowongan yang dimaksudkan untuk mengepung lawan. Dia juga menemukan setumpuk kerangka diyakini milik 19 tentara Romawi di salah satu terowongan. Semua tentara itu tewas dalam keadaaan hendak melarikan diri dari sesuatu. Satu tentara Persia juga ditemukan sedang mencengkeram baju besinya dalam keadaan panik. Namun, di tempat itu dia menemukan keanehan lain yakni adanya bekas belerang dan aspal di sepanjang dinding terowongan. Hal ini tentu saja membuat dia bertanya-tanya fakta apa yang membuat satu tentara Persia meninggal ketakutan, 19 tentara Romawi tewas lantaran berusaha menghindari sesuatu, dan bekas belerang yang tersisa di dinding. Alhasil, penjelasan yang dapat menjawab keanehan itu dan sedikit lebih masuk akal adalah saat penyelidikan dilakukan dari arkeolog asal Inggris Simon James, setelah penggalian Robert. Simon memperkirakan bahwa kematian-kematian menakutkan yang dialami para tentara itu tidak lain terjadi karena adanya perang kimia paling pertama yang pernah dilakukan. 3. Selokan mayat bayi di Israel Sekelompok arkeolog pernah menggali sebuah selokan di bawah tempat pemandian zaman Romawi Bizantium di Kota Ashkelon, Israel. Saat itu mereka menarik sebuah batang yang mereka yakini hanyalah sebuah tongkat. Namun, mereka akhirnya menemukan ratusan tulang belulang yang kecil-kecil. Para arkeolog ini kemudian mulai menemukan tengkorak dan menyadari bahwa mereka semua sedang berdiri di dalam selokan, yang tidak lain dirancang khusus untuk membuang mayat-mayat bayi yang baru lahir. Di dalam selokan kuno itu para peneliti menemukan hampir seratus mayat. Tidak ada yang tahu pasti mengapa tulang belulang itu ada di sana. Pada awalnya, mereka berpikir bahwa selokan itu digunakan hanya untuk membuang bayi perempuan, di mana para orang tua dari periode itu memang kerap memperlakukan kaum perempuan secara tidak hormat. Namun, dari hasil penelitian lanjutan menyebut bahwa tulang-tulang itu banyak yang berasal dari bayi laki-laki. Hal ini menyiratkan fakta bahwa pemandian itu mungkin digunakan bagi para pelacur. Mereka kemudian membuang bayi laki-laki mereka di selokan terletak di bawah kolam pemandian itu, tapi tetap membesarkan bayi perempuan sehingga bisa dipersiapkan untuk kehidupan yang menguntungkan di masa mendatang. 4. Kuburan massal Viking tanpa kepala di Inggris Sekelompok arkeolog menggali sebuah sisi jalanan tua di Wilayah Dorset, Inggris. Namun, bukannya menemukan bebatuan, mereka justru mendapat sesuatu di luar dugaan mereka, yakni kuburan massal yang di dalamnya terdapat mayat 54 tentara Viking tanpa kepala. Para arkeolog ini kemudian dengan hati-hati mencatat posisi tulang belulang itu. Ketika mereka mulai menggali, mereka menemukan sesuatu yang tidak biasa mengenai kuburan itu. Ini lantaran tulang kaki dan lengan, kepala serta kerangka mereka diatur dengan rapi dalam susunan secara terpisah. Para arkeolog kemudian mengemukakan teori awal menyebut bahwa tentara Viking ini kemungkinan dibunuh setelah ditangkap oleh para penghuni desa setempat yang selamat dari serangan Viking. Mayat mereka kemudian ditelanjangi dan dipotong-potong oleh warga. Para warga ini kemudian mengambil beberapa kepala mereka untuk dijadikan cenderamata atau sesuatu yang dapat mereka simpan. Namun, para arkeolog kemudian mengubah teori mereka dan menyatakan bahwa para tentara Viking itu kemungkinan tidak dipenggal secara brutal oleh sekelompok orang yang ingin balas dendam. Para orang Viking ini kemungkinan telah dikorbankan dalam sebuah ritual dari budaya sekitar pada waktu itu. 5. Mummi menjerit di Mesir Pada 1886, Kepala Dinas Perbekalaan Mesir, Gaston Maspero, melakukan pekerjaan rutinnya, yakni membuka beberapa sarkofagus mumi, membuka kain pembungkus mereka, dan mencatat semua hal berkaitan dengan mumi itu. Namun, ketika itu, dia menemukan sebuah sarkofagus yang sangat biasa dan polos. Tidak seperti sarkofagus para raja dan ratu di Mesir, sarkofagus ini tidak memberikan informasi mengenai identitas mumi di dalamnya. Bahkan, yang lebih anehnya lagi mumi itu dibungkus dengan kulit domba, kulit yang dianggap najis oleh bangsa Mesir kuno. Ketika dia akhirnya membuka sarkofagus itu, Gaston melihat tangan dan kaki mumi itu terikat. Dia membuka secara perlahan-lahan sarkofagus itu dan menemukan mumi ini seakan sedang berteriak dengan wajah memandang ke arahnya. Lantaran memiliki sarkofagus aneh, tangan serta kaki yang terikat, dan ekspresi wajah yang tampaknya tersiksa, para ahli kemudian menyimpulkan bahwa mumi itu kemungkinan mati diracuni, dikubur hidup-hidup atau disiksa sebelum akhirnya meninggal.
  3. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan mengirimkan surat kepada Balai Arkeologi Yogyakarta, yang berisi permohonan permintaan penelitian lokasi temuan paus purba, di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang. “Surat permohonan penelitian lokasi penemuan fosil ikan paus purba akan kami antar sendiri ke Balai Arkeologi Yogyakarta agar bisa memperoleh perhatian,” kata Penyuluh Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro Novi Bahrul Munif, di Bojonegoro, Jumat, 3 April 2015. Menurut Novi, lokasi temuan fosil paus purba di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, mendesak diteliti untuk menentukan kemungkinan dilakukan ekskavasi. Sebab, lokasi ditemukannya fosil paus purba itu berada di tikungan sungai yang arusnya deras. Di lokasi temuan juga dimanfaatkan warga untuk pembuatan batu bata, sehingga dikhawatirkan lokasi akan tergerus. “Kondisi lingkungan ditemukannya fosil terancam hancur karena berada di tikungan sungai yang arusnya deras,” katanya. Sesuai UU Cagar Budaya No. 11 tahun 2010 (pasal 5-10), fosil paus purba memenuhi syarat kriteria cagar budaya, karena usianya 3 juta-700.000 tahun silam. Fosil paus purba yang ditemukan Supangat pada Agustus 2012 itu panjangnya mencapai sekitar 3 meter. “Saat ini di lokasi temuan juga terdapat sejumlah fosil gigi hiu yang menempel di batu,” ujar Novi. Menurut Ketua Komunitas “Banyungawan Bojanegara” Kabupaten Bojonegoro Nunung Dianawati, fosil purba yang ditemukan Supangat kemungkinan panjangnya mencapai 8 meter. “Karena yang ditemukan panjangnya baru sekitar 3 meter, kemungkinan lainnya masih terpendam di lokasi temuan,” kata Nunung. Novi Bahrul Munif menjelaskan, penemuan fosil paus purba itu sangat berarti bagi ilmu pengetahuan, baik geologi, paleontologi, arkeologi, atau sejarah terbentuknya bumi Bojonegoro. Apalagi, keberadaan fosil paus di Desa Buntalan itu berada di bukit kendeng yang jauh dari laut, sehingga merupakan salah satu bukti penting bagi dunia penelitian modern. “Hipotesa bahwa wilayah Bojonegoro adalah bekas laut dalam, perlu dibuktikan dengan penelitian yang profesional,” ujarnya. Novi menyebutkan fosil paus purba yang ditemukan di daerahnya itu juga merupakan temuan sangat penting di Asia. Fosil serupa berupa fosil Paus Wadi Al Hitan ditemukan di Mesir pada 1902. Lalu, pada 2008 fosil paus purba juga ditemukan di Gurun Pisco Ica, Peru. Bukan hanya itu. Kuburan massal fosil paus purba juga ditemukan di Cerro Ballena, Cile, pada 2010, fosil paus purba di Kutub Selatan 2011, dan paus purba di California, Amerika Selatan, 2014.
×
×
  • Create New...