Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'anies'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat suara terkait penentuan lokasi sirkuit Formula E yang disebut diputuskan oleh Presiden Joko 'Jokowi' Widodo. Hal ini diungkapkan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo saat menggelar konferensi pers pada Rabu malam. “Enggak ada. Loh, masa lokasi presiden. Ya enggak lah. Lokasi kok masa urusan presiden,” terang dia kepada wartawan, di Kompleks Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/11/2021). Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, pihaknya sudah meminta Bambang Soesatyo untuk mengklarifikasi ucapannya. “Saya tadi sudah minta. Nanti IMI akan melakukan klarifikasi soal ini. Masa soal lokasi ke presiden,” tegas Anies. Dia menuturkan, pihak yang memiliki domain untuk memutuskan lokasi sirkuit adalah Formula E Operations (FEO), Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro. “Tiga itu (yang memutuskan lokasi),” tuturnya. 1. Lima opsi lokasi Sebelumnya, dalam konferensi pers pada Rabu (24/11/2021), Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo membocorkan lima lokasi alternatif sirkuit untuk ajang Formula E yang digelar pada 4 Juni 2022 mendatang. Lima lokasi ini, kata pria yang akrab disapa Bamsoet, akan disodorkan kepada Presiden Joko Widodo. “PIK, Sudirman, JIS, Ji-Expo, Ancol, ini yang akan kami suggest ke Presiden untuk memilih,” kata Bamsoet. Pria yang menjabat sebagai Ketua MPR ini menjelaskan, pihak Formula E Operations akan membuat studi mengenai kelayakan (feasibility study) lima jalur yang dipilih tersebut. 2. Jawaban istana soal Formula E Dalam kesempatan terpisah, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Faldo Maldini, mengatakan pemilihan jalur Formula E tidak ada kaitannya dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Dia menegaskan, pemilihan lokasi untuk dijadikan sirkuit balap Formula E adalah ranah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. “Kami perlu tegaskan bahwa, sejak awal, inisiatif, skenario pembiayaan, dan kepanitiaan penyelenggaraan Formula E menjadi domain Pemprov DKI. Oleh karena itu, semua terkait Formula E menjadi tanggung jawab Pemprov DKI,” kata Faldo dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021). 3. Habiskan Rp357 miliar sekali balapan Co-founder Formula E, Alberto Longo mengungkapkan biaya yang dikeluarkan untuk sekali balapan Formula E sebesar 25 juta dolar AS atau setara Rp357 miliar (Kurs Rp14.272). Biaya itu di luar investasi infrastruktur seperti jalanan, dan dinding pelindung jalur track balapan. “Jadi untuk satu kali balapan biayanya sekitar 25 juta dolar dan ini tidak termasuk investasi seperti jalanan, materi untuk jalur dan juga track-nya,” kata Alberto, Rabu (24/11/2021). Namun, Alberto tak dapat membuka seluruh biaya yang dikeluarkan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro demi menghelat Formula E. 4. Jakarta tak membayar lebih mahal Ia memastikan Jakarta tidak membayar lebih dari kota-kota lain di dunia. “Fee-nya tidak bisa dibuka karena rahasia. Tapi Jakarta tidak membayar lebih dari yang dibayarkan kota lain,” terang dia. Adapun, kata Alberto, Indonesia harus berbangga hati lantaran ajang ini akhirnya digelar. Sebab negosiasi yang dilakukan sangat kuat hingga akhirnya ajang ini bisa berjalan. “Kita paham Eprix adalah kejuaraan dunia dan biayanya sangat mahal. Jadi kalian harus bangga, karena Indonesia negotiate sangat kuat agar kejuaraan ini bisa digelar,” terang dia.
  2. Lebih dari tiga ribu orang menandantangani petisi yang dimuat di situs change.org agar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membatalkan gelaran Formula E 2020. Petisi ini dibuat seiring banyaknya kritik terkait balapan mobil listrik yang akan berlangsung di Jakarta. Ajang Formula E dianggap memakan biaya besar sementara saat ini Jakarta tengah mengalami banjir parah. Ada pula pihak yang menyebut anggaran penanganan banjir 2020 dikurangi karena akan digunakan untuk gelaran Formula E. Isu yang langsung dibantah oleh Anies. "Itu bukan hanya tidak benar tapi mengarang. Jadi saya enggak mau komentar," ujar Anies saat ditemui di rusun Rawa Buaya, Jakarta Barat, Jumat (3/1). Petisi tersebut dibuat sejak Jumat (3/1) oleh akun Irawan Endro Prasetyo. Petisi itu meminta dibatalkannya ajang balapan Formula E 2020. Sebelumnya netizen ramai-ramai menyerang rencana gelaran Formula E yang akan berlangsung pada Juni mendatang. Hujatan tersebut masuk trending topic di Twitter dengan tanda pagar #shameOnyouFormulaEJakarta. Sejumlah netizen menilai anggaran besar yang akan dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyakiti perasaan warga Jakarta setelah banjir melanda ibu kota pada 1 Januari 2020. "Event kalian sangat merugikan banyak orang," demikian tulis salah satu netizen di Twitter sembari melakukan mention ke akun @FIAFormulaE dalam tagar #shameOnyouFormulaEJakarta. Ada juga yang menyinggung kebijakan Anies memotong anggaran antisipasi banjir Jakarta karena anggaran besar yang akan dikeluarkan untuk Formula E. "Tidak layak gelar Formula E di Jakarta. Banyak korban yang meninggal karena banjir tahun baru 2020 di Jakarta," tulis salah satu akun Twitter. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajukan usulan anggaran untuk menyelenggarakan Formula E mencapai Rp1,3 triliun. Sebesar Rp360 miliar untuk commitment fee dan Rp934 miliar untuk biaya penyelenggaraan. PT Jakarta Propertindo (Jakpro), pihak yang berperan sebagai pembangun infrastruktur Formula E Jakarta, juga sebelumnya menyampaikan biaya yang dibutuhkan membangun infrastruktur Rp300 miliar hingga Rp350 miliar.
  3. Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan integritas bukan hanya soal jujur. Ia pun menjabarkan integritas ialah jujur secara pribadi untuk menjalankan kepentingan publik. “Integritas bukan soal hanya jujur. Jujur secara pribadi, menjalankan kepentingan publik,” ujar Anies di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan Mantan Mendikbud menambahkan, ia bakal melakukan tata kelola yang berintegritas. Baginya ialah keberpihakan dalam berintegritas. Anies pun menyinggung program reklamasi Teluk Jakarta sebagai program yang tidak berintegritas. “Selalu mengikuti tata kelola, integritas adalah keberpihakan. Ketimpangan yang sedang dibuat, reklamasi adalah contoh,” imbuhnya. Oleh kaena itu, ia menjanjikan ketegasan dalam memimpin Ibu Kota. Termasuk mengusung nilai-nilai agama. “Kita harus tegas, trasnparansi dan dukungan rakyat sesuai nilai-nilai agama,” tandasnya.
×
×
  • Create New...