Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'angeline'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Pengadilan Negeri (PN) Denpasar akan menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan bocah kelas II SD, Engeline Margriet Megawe (Angeline) dengan terdakwa Agus Tae Hamda May pada hari ini, Selasa (2/2/2016). Sidang diagendakan dengan pembacaan tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). "Agendanya sidang hari ini pembacaan tuntutan dari JPU," ujar Hakim Edward Haris Sinaga. Rencananya sidang tersebut akan digelar pada pukul 10.00 Wita, namun hingga saat ini belum dimulai karena ruang sidang utama masih dipakai untuk sidang kasus lain. Seperti diberitakan sebelumnya, Agus Tae dinilai turut membantu terdakwa Margriet untuk menguburkan mayat Angeline. Itu makanya ia dijerat pasal pembunuhan berencana. Angeline sendiri sebelumnya dikabarkan hilang pada 16 Mei 2015. Namun ternyata ia tewas lalu dikubur di pekarangan rumahnya..
  2. Agus Tae Hamda May tersangka kasus pembunuhan Angeline Margriet Megawe (Angeline), dihajar tiga penghuni Lembaga Pemasyrakatan Kelas II A Kota Denpasar (LP Kerobokan). Agus dikeroyok karena tiga pelaku kesal dengan laki-laki asal Sumba yang tega membunuh anak kelas II SD itu. Haposan Sihombing salah satu kuasa hukum Agus mengatakan, pengeroyokan terjadi saat Agus pertama kali masuk LP Kerobokan pada 7 September 2015. "Persis kejadianya setelah kasunya masuk tahap dua di Kejari. Dia masuk ke LP Kerobokan katanya langsung dihajar di sana," ujarnya di Denpasar, Rabu (16/9/2015). Dia menjelaskan, saat itu sekitar 12.30 Wita Agus meninggalkan Kejari menuju lapas. Sampai di lapas, dilakukan proses administrasi dan ia masuk masa pengenalan lingkungan lapas. Ketika masa pengenalan itu, Agus langsung dikeroyok tiga orang napi. "Agus saat itu langsung dikeroyok tiga orang, dan mengatakan 'kamu yang membunuh Angeline' setelah itu dia langsung dihajar," terangnya menurut cerita Agus. Haposan menemui Agus di LP Kerobokan pada Selasa 15 September 2015. Dia menjelaskan, anggota badan Agus yang kena pukul di antaranya mata dan dada. Para napi itu menjotos dan menendang Agus. "Perkelahian mereka itu selesai karena dilerai oleh teman-temanya, dan dilaporkan kepada petugas," ujarnya. Menurutnya, saat ini kondisi Agus masih sakit, karena masih ada bekas-bekas tonjokan, bahkan matanya masih bengkak. Atas kejadian tersebut Agus sudah dipindahkan ke sel yang lain. "Kami sudah bicara kepada orang lapas untuk menjaga Agus supaya tidak ada perkelahian lagi. Kalau klien kami merasa tidak aman mungkin kita akan meminta perlindungan," tutupnya.
  3. Ini adalah pesan tuk sang pembunuh. bukan untuk Angeline. krn dia sudah meniggal. ini bukan lagu atau puisi. ini adalah Tantangan untuk pemerintah kita melakukan apa yang harusnya dilakukan pada pembunuh anak kecil. dan tantangan untuk sang pembunuh. and i make this personal.
  4. Motif pembunuhan yang dilakukan Agustinus Tai Hamdamai ialah pemerkosaan. Agus tega memperkosa bocah Angeline (8) dan membunuh di dalam kamarnya. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Denpasar, Jalan Gunung Sanghyang, Denpasar, Bali. Hal ini diungkapkan, Kuasa Hukum Agustinus, Haposan Sihombing. Sihombing mengaku bahwa kliennya membunuh di kamar saat Angeline datang ke kamar Agus. "Saat‎ itu Agus niat memperkosa, pembunuhan dilakukan karena korban berteriak mama… mama," ujar Sihombing saat ditemui di halaman Mapolresta Denpasar. Menurut dia, ada ucapan yang menyebabkan Agustinus naik pitam. Hal itu dikarenakan ucapan korban yang menyampaikan kepada Agus bahwa kerjanya tidak becus dalam mengerjakan pekerjaannya sebagai pembantu. "‎Korban bilang bahwa Agus itu tidak becus bekerja. Agus emosi dan niat memperkosa korban. Korban berteriak, Agus memukul dan mencekik kemudian dibenturkan kepala korban ke lantai," jelasnya. Lantas, kapan Agus melakukan pemerkosaan? Menurut Sihombing, korban digagahi oleh tersangka saat sudah terlihat lemas. Menurut Agus, dirinya memperkosa dalam keadaan hidup. Karena korban masih ada gerakan. "Saat itu di rumah, ada Margareith, Agus dan korban saja. Katanya Margareith tidak mendegar. Kamar Agus dan Margareith dekat hanya terpisah gang kecil," urainya.
  5. Sepekan sebelum terbunuhnya Angeline, 8 tahun, 16 Mei 2015, tersangka Agustae Hamdai mengaku disuruh Margriet Christina Mugawe (sebelumnya disebut Margareth), ibu angkat Angeline, untuk menggali lubang di bawah kandang ayam sekitar pekarangan rumah. Haposan Sihombing, pengacara Agustae, mengatakan awalnya di bawah kandang ayam itu sudah ada lubang. Tujuan memperluas lubang tersebut, menurut Haposan, sebagai tempat pembuangan sampah hasil rumah tangga. "Agustae disuruh memperdalam lubang itu lagi oleh ibu angkat Angeline dengan kedalaman 40-50 sentimeter," kata pengacara yang ditunjuk Kepolisian Resor Kota Denpasar untuk mendampingi Agustae di markas Polresta Denpasa, Bali, Jumat, 12 Juni 2015. Belakangan, di dalam lubang itulah Kepolisian menemukan jasad Angeline dalam keadaan membusuk pada Rabu, 10 Juni 2015. Meski lubang cukup sempit, kepada penyidik Agus mengaku menekuk tubuh Angeline agar muat di dalam lubang itu. Kemudian jenazah ditutup menggunakan keranjang dan bambu serta daun pisang. "Tujuannya biar tidak tahu orang," kata Haposan. Haposan menambahkan, proses penggalian lubang itu dilakukan Agus seorang diri menggunakan cangkul pada 16 Mei pukul 20.00 WITA. Di saat yang bersamaan, kata Haposan menirukan hasil penyidikan polisi, Margriet sudah tertidur di kamarnya. Menurut Haposan, pada pukul 22.00 WITA Margriet melapor ke polisi bahwa ia kehilangan Angeline. Saat ditanya alasan Margriet yang sudah dalam posisi tidur, kemudian bangun dan melaporkan hilangnya Angeline ke polisi, Haposan menjawab tidak tahu. Setelah Margreit melapor, Agus tetap tinggal di rumah tersebut hingga 24 Mei 2015. Setelah itu, kata Haposan, pada 25 Mei Agus diusir oleh Margriet tanpa menyebutkan alasan pengusiran itu. Kepala Polresta Denpasar Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana menegaskan, sampai pemeriksaan Jumat, 12 Juni 2015, belum ada bukti dan saksi yang cukup kuat untuk menetapkan status tersangka pada Margriet. Soal penemuan lubang galian yang diduga terkait upaya menutupi lubang untuk mengubur Angeline, kata Sudana, untuk menutup kotoran ayam. Angeline dinyatakan hilang sejak 16 Mei 2015. Polisi akhirnya menemukan bocah cantik ini terkubur membusuk di bawah pohon pisang di pekarangan rumahnya pada 10 Juni lalu. Jasadnya dibalut kain seperti seprei berwarna terang yang telah bercampur dengan warna tanah. Polisi juga menemukan tali dan boneka yang dikubur beserta Angeline.
  6. Kabar duka datang dari pulaudewata yaitu pulau wati ndral, kita shock dengan kematian angeline, anak manis yang baik hatinya. Seharusnya dia masih mempunyai banyak waktu untuk mengahbiskan masa kecilnya hingga bertumbuh dewasa. Tapi, takdir berkata lain, dia harus mati karena ibu tirinya sendiri. Saya bukannya mau share untuk ketenaran, tapi saya mau share yang bukan hoax. Mari kita berduka untuk kematian gadis kecil ini. Dibawah ini foto jasadnya:
  7. Angeline. Senyumnya manis, wajahnya pun cantik jelita. Siapa yang tahan untuk tidak menitikkan air mata mendengar bocah tak berdosa ini bernasib tragis. Ya, Angeline si gadis mungil asal Denpasar itu tewas dengan tubuh penuh luka kekerasan. Ia ditemukan terkubur di bawah kandang ayam di rumah ibu angkatnya, Rabu, 10 Juni 2015, di Denpasar, Bali. Setelah tersebar luas kabar hilangnya Angeline sejak Mei 2015 lalu, kini gadis mungil itu ditemukan dengan kondisi sudah tak bernyawa. Tubuhnya membusuk di dalam tanah, dengan posisi lutut dan tangan telungkup sambil memeluk boneka. Kabar menggegarkan ini sontak memancing ucapan duka dari para netizen. Banyak yang mengecam tindakan ini sebagai perilaku tak bermoral dan tidak memiliki belas kasihan. Artis cantik Atiqah Hasiholan pun tak menyangka dengan kejadian ini. Lewat akun twitternya, istri dari Rio Dewanto itu pun berkicau mendoakan Angeline agar masuk surga. "May Heaven be your best playground.. RIP beautiful Angeline ," tulis artis Atiqah Hasiholan. Jasad Angeline pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.53 Wita oleh anggota Polresta Denpasar. Petugas curiga dengan adanya gundukan tanah tidak padat dan ditimbun sampah di rumah orangtua asuh Angeline, Margareta di Jalan Sedap Malam Denpasar, Bali.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy