Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'anak muda'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 12 results

  1. Hati wanita mana yang tidak hancur ketika putus cinta atau patah hati karena mengetahui bahwa gebetan ternyata tidak memiliki perasaan yang sama. Bukan hanya hati yang rasanya remuk redam, tapi fisik kita ternyata juga akan merespon perasaan sakit hati ini dengan menunjukkan beberapa perubahan. Mulai dari sakit perut hingga jerawatan, inilah berbagai respon tubuh atas perasaan sakit hati karena cinta seperti yang disebutkan dalam laman www.womenhealthsmag.com. #1 Sakit Di Sekujur Tubuh. Hormon stress dan pikiran negatif berkomplot untuk membuatmu merasakan sakit di sekujur tubuh saat merasakan sakit hati karena cinta. Pertama-tama, pikiran negatif akan memicu hormon stress meningkat. Setelah itu, kamu bisa merasa pusing dan sakit di seluruh tubuh karena aliran darah meningkat. #2 Sakit Perut. Sistem syaraf Anda tertekan saat stres karena patah hati, pada akhirnya tekanan ini akan berpengaruh secara langsung pada sistem pencernaan. Kamu bisa merasakan sakit perut ataupun mual. #3 Menurunnya Sistem Kekebalan Tubuh. Kekecewaan karena patah hati dapat mengganggu kekebalan tubuh yang berpengaruh terhadap kerusakan sel. Virus menjadi lebih mudah masuk sehingga Anda cepat sakit seperti flu dan meriang. #4 Terganggunya Kesehatan Kulit. Saat patah hati, hormon kortisol yang erat kaitannya dengan stres akan meningkat. Ketika hormon ini meningkat, maka berpengaruh juga pada kesehatan kulit yang akan semakin banyak memproduksi minyak di dalam kulit. Tak heran, ketika stres karena putus cinta banyak wanita yang malah menjadi jerawatan dan timbul komedo. #5 Rambut Rusak. Jika kamu merasakan patah hati yang begitu dalam maka pertumbuhan rambut menjadi terganggu. Hal tersebut disebut sebagai fase telogen effluvium, di mana rambut berhenti tumbuh atau mulai rontok. Nah, itulah beberapa reaksi fisik yang timbul karena patah hati. Karena akibat yang cukup beragam dan bisa cukup berbahaya jika tak segera ditangani inilah, patah hati sebaiknya segera di atasi agar tidak menyiksa batin dan fisik. Melakukan meditasi dengan menghirup napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan, bisa menjadi jalan untuk membuat hati dan pikiran lebih tenang. Selain itu, mendengarkan musik-musik bertempo cepat dan berkumpul dengan banyak teman yang suka berkelakar juga dapat membantu tubuh melepaskan endorphin. Gary Lewandowski, Ph.D, seorang profesor psikologi di Monmouth University, New Jersey, mengatakan bahwa saat patah hati, Anda tidak boleh menutup diri dan mengunci diri di dalam kamar. Sebab, mengasingkan diri sendiri hanya akan membuat semuanya bertambah buruk.
  2. Masa remaja adalah masa yang sangat indah namun singkat. Wajar jika para remaja tak mau kehilangan masa muda mereka. Semua hal baru ingin dicoba, mereka juga mulai ingin membuktikan banyak hal yang selama ini membuat penasaran. Namun, tidak semudah itu bagi remaja mengikuti dorongan hatinya. Ada orangtua yang mengawasi setiap langkah mereka. Sebab, ayah dan ibu tahu masa-masa remaja sangat riskan. Siapa orang yang paling ditakuti remaja, bahkan dianggap 'musuh' oleh mereka. Musuh terbesar remaja ialah orangtua. Bagi remaja putri, musuh terbesar mereka adalah ibunya sendiri. Orangtua bagi remaja adalah sosok sangat menakutkan yang sulit mereka kalahkan. masih banyak orangtua yang menciptakan hubungan dengan anak seperti berkompetisi. Orangtua menerapkan sistem menang-kalah. Orangtua enggak mau kalah sama anaknya. Kalau anaknya melanggar aturan orangtua merasa kalah karena dianggap berani menentang. Orangtua harus bisa menjadi teman bagi anak. Misalnya, kalau melarang anak perempuan keluar rumah malam hari, buat sistem kompromi bukan otoriter. Boleh tegas tapi juga buka kompromi dengan anak. Agar si anak tidak menganggap orangtuanya musuh yang harus mereka lawan dan kalahkan.
  3. Skateboard dipopulerkan oleh para peselancar air yang mencari alternatif saat mereka sedang tidak berselancar di atas ombak laut.Selama bertahun-tahun, olah raga ini telah berkembang dan para atlit skateboard dari seluruh dunia telah menciptakan berbagai gaya dan trick bermain skateboard.
  4. Istilah 'tinggal gesek' untuk membayar ternyata mulai dijauhi kaum millennial AS, yakni mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Ini tercermin dalam kepemilikan kartu kredit oleh konsumen generasi ini di AS yang mencapai titik terendah dalam seperempat abad lebih.
  5. 1. Gaji tinggi sih, tapi biaya hidup lebih tinggi lagi 2. Yay, gaji naik! Tapi biaya sembako naiknya juga nggak kira-kira 3. Salah dikit doang, eh dicaci maki tiga hari tiga malam. Ya udahlah ya tutup kuping aja sih 4. Minta cuti sama kayak cari jodoh, susah! 5. Nggak ikutan demo? Ah, nggak setia kawan! 6. Bakalan punya kalimat basi tapi sakti banget buat alasan kalau terlambat: "Maaf, banjir!" 7. Desak-desakan di Transjakarta jadi makanan sehari-hari 8. Jam kerja sih 9 to 5, kenyataannya jam 7 sampai jam 7 gara-gara macet 9. Hafal banget sama tanggal muda, jadwal gajian, sampai jadwal THR dan bonus-bonus, itu juga kalau dapat 10. Niatnya pengen menghibur diri, jalan-jalan saat malam minggu, tapi yang ada malah macet dimana-mana. Bete! 11. Punya jadwal kongkow rutin setiap bulannya setelah pulang kantor: awal bulan di kafe, tengah bulan restoran kaki lima, akhir bulan di warung amigos (agak minggir got sedikit), syukur bisa melipir ke warteg 12. Pulangnya udah malam banget, eh bukan pacar yang nunggu malah tumpukan pakaian kotor menanti buat dicuci. Nasib! 13. Selalu nyisihin uang gaji buat beli tiket yang harganya gila-gilaan menjelang lebaran. Belum lagi mesti ngantri panjang banget demi dapetin tiket pulang kampung. Duh, kembalikan aku ke rahim ibuku aja deh! 14. Bakalan sering ketemu sama orang-orang yang suka pura-pura tidur di TransJakarta atau KRL 15. Pulang kantor naik bus atau angkot, bakalan sering ketemu sama pengamen yang disilet-silet tapi nggak luka, udah gitu maksa mesti bayar kalau nggak disumpah serapahin plus bonus ditabok kalau beruntung.
  6. Tahun ini keberadaan tenaga kerja dari sejumlah negara Asia dipastikan mulai berdatangan ke Indonesia. Sumber daya manusia Indonesia, terutama anak-anak muda, harus punya persiapan matang untuk bersaing dengan mereka di tataran global, dalam hal ini era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). "Untuk menghadapi itu (MEA), anak-anak muda harus punya skil wirausaha. Ini serius. Kita harus menyiapkan anak-anak muda tidak cuma siap menjadi pekerja, tetapi bangun lapangan kerja," kata Direktur Inspire Consulting, Ana Sopanah, pada dialog Aktualisasi Peran Pemuda dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)', Minggu (6/3/2016). ‎ Kepala Program Studi Akuntansi Universitas Widya Gama Malang itu menambahkan sebagai agen perubahan anak-anak muda harus mampu menaklukkan dunia sesuai perannya. Mereka tidak cuma harus belajar di kelas, tapi juga aktif berorganisasi untuk meningkatkan kapasitasnya. "Mahasiswa harus selalu meningkatkan kompetensinya, baik soft skill maupun hard skill. Mereka harus punya sikap optimistis menghadapi kompetisi global," ujar Ana. ‎ Sebelumnya, jika mengutip pendapat Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, sebetulnya persiapan Indonesia sudah 88 persen. Untuk itu, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir menghadapi MEA 2015, karena kebebasan arus barang sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, Indonesia memiliki kekuatan tersendiri seperti memiliki tingkat ekonomi terbesar, jumlah penduduk terbanyak dari total 600 juta penduduk ASEAN (39 persen), dan memiliki Gross Domestic Product (GDP) paling tinggi. Di sisi lain, Indonesia memiliki keragaman begitu luas yang membuat pasar Indonesia menjadi kian menarik. Dilihat dari sisi suplai dan produksi, Indonesia juga mempunyai sumber daya alam, besarnya jumlah pekerja, investasi yang pesat dan basis produksi. Perlu diingat, Indonesia juga mempunyai kemapanan secara sosial politik dan negara demokrasi yang besar. Untuk itulah, meskipun ada pihak-pihak yang merasa pesimistis menghadapi MEA, Ana tetap mengajak elemen pemuda dan mahasiswa untuk tidak khawatir menghadapi hal itu. Peraih gelar doktor akuntansi di Universitas Brawijaya Malang itu lebih menitikberatkan pada entrepreneur skill atau keahlian wirausaha yang dibutuhkan oleh anak-anak muda ke depannya. "Jiwa wirausaha yang mesti dimiliki pemuda atau mahasiswa itu sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang ekonomi kreatif. Ini yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita," kata Ana.
  7. Dewasa ini peran orangtua sangat dibutuhkan dalam memberi informasi dan pemahaman seks pada anak. Adalah tanggung jawab mereka menginformasikan batasan serta larangan yang harus dipatuhi remaja agar terhindar dari seks bebas. Motivator remaja, Vivid Fitri Argarini mengurai beberapa hal yang menjadi batasan soal seks yang perlu disampaikan orangtua yang memiliki anak usia remaja. Agar mereka terhindar dari seks bebas. "Anak-anak berusia 9-12 tahun rata-rata memasuki usia puber. Pada perempuan, di usia tersebut mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Sementara, anak laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Hal pertama yang harus disampaikan adalah, anak kita 'sudah besar'," terang Vivid. Wanita lulusan University of Wisconsin, Whitewater jurusan komunikasi ini memaparkan bahwa yang tidak boleh dilakukan adalah jorok atau tidak bersih. "Jadi, organ wanita harus dijaga dengan bersih dan baik karena kuman dapat mudah masuk andai tidak bersih. Dijaga organ ini, tidak boleh sembarangan orang lain menyalahgunakannya karena dapat berakibat fatal (orangtua dapat mengilustrasikan proses pembuahan, ketika sperma bertemu ovum). Ilmiah namun deskriptif dan mudah dinalar seusia anak di bawah 12 tahun," jelasnya. Begitu juga dengan anak laki-laki. Kita sampaikan ke mereka apa sebabnya, bagaimana memengaruhi organ lain dan risiko andai tidak hati-hati dengan 'kedewasaan' mereka itu. "Karena 'kedewasaan' dan 'sudah besar' tadi, harus juga diimbangi dengan kematangan berpikir dan bertindak," urainya lebih lanjut.
  8. Berapa jumlah bola golf yang bisa ditampung ke dalam satu bus sekolah? Berapa tarif yang harus dikenakan untuk jasa membersihkan semua jendela yang ada di Kota Seattle? Bagaimana cara Anda menjelaskan apa itu database dalam 3 kalimat, kepada anak yang berumur 8 tahun? Jika Anda ingin magang ataupun menjadi karyawan Google, Anda harus siap menjawab pertanyaan-pertanyaan dan tantangan “ajaib” semacam itu. Google memang terkenal dengan proses wawancaranya yang unik, bahkan bisa bikin orang-orang jenius sekalipun menjadi bingung. Tak heran jika raksasa digital yang dibangun oleh Sergey Brin dan Larry Page itu dikenal sebagai gudang orang pintar dan kreatif. Situs Business Insider belum lama ini mengangkat pengalaman seorang karyawan magang di Google. Dia adalah Rohan Shah, pemuda 20 tahun, mahasiswa University of Illinois. Ceritanya mungkin bisa menjawab rasa penasaran kita tentang proses rekrutmen dan kegiatan para karyawan magang di Google. Yang Dicari, yang Berprestasi Awal bulan Januari lalu, Shah menerima email dari Google—sebuah undangan wawancara untuk posisi karyawan magang selama musim panas. Beberapa minggu sebelumnya, setelah mengikuti bursa kerja di kampusnya, Shah memang memasukkan lamaran untuk magang di Google secara online. Memasukkan lamaran secara online adalah prosedur wajib bagi orang-orang yang tertarik bekerja ataupun magang di Google. Bentuk formulir yang disediakan Google sama seperti formulir pada umumnya. Selain diminta mengisi nilai rata-ratanya, pelamar juga diminta mengisi pengalaman dan kegiatan eskul yang pernah dia ikuti. Shah mengisi formulir itu apa adanya. Dia menguasai 3 bahasa, pernah menerima beberapa penghargaan, dan aktif dalam dewan mahasiswa di kampusnya. Dia juga aktif sebagai asisten dosen, pernah magang di beberapa tempat lain, dan di kala senggang suka membuat aplikasiAndroid. Singkat kata, Shah adalah anak muda berprestasi. Mendapat email itu, Shah sangat senang. Dia tak mau melewatkan kesempatan itu. Apa lagi, kompetisi untuk masuk Google sangat ketat. Menurut juru bicara Google, Google hanya menerima 1.500 anak magang dari 40 ribu yang melamar setiap tahunnya. Proses Wawancara Wawancara pertama yang diikuti oleh Shah adalah melalui telepon. Kebanyakan pertanyaannya bersifat teknis, yang tentu saja menguras otak. Shah sempat menjalani 2 kali wawancara melalui telepon. Shah beruntung. Seminggu setelah wawancara kedua, dia menerima email lagi dari Google. Kali ini, dia diminta mengikuti tahap wawancara berikutnya. Wawancara kali ini dilakukan secara langsung, dengan beberapa tim dari Google. Tim rekrutmen Google membantu Shah memilih divisi yang cocok sebagai tempat magangnya. “Aku melakukan wawancara dengan sekitar 5 tim yang berbeda,” kata Shah. Berbeda dengan wawancara melalui telepon, wawancara langsung ini bukan seputar hal-hal teknis. Singkat cerita, dalam waktu 3 bulan setelah mengirim lamaran online, Shah resmi magang di Google. Dia bergabung dengan divisi Android, sesuai dengan hobinya. Fasilitas dan Tunjangan Karyawan-karyawan magang yang tinggal di luar kota, atau di luar negeri sekalipun, tak perlu pusing memikirkan tempat tinggalnya selama magang. Google menyediakan asrama bagi para mereka. Shah, misalnya, tinggal sekamar dengan 3 anak magang lainnya—dua orang dari Argentina dan seorang dari Ukraina. Lokasi asrama mereka tak jauh dari Googleplex. Google juga menyediakan shuttle bus untuk antar-jemput mereka. Setiap karyawan magang harus menjalani masa orientasi selama 1,5 minggu. Selama masa orientasi itu, mereka diajarkan tentang cara kerja data center Google, misi perusahaan, serta bagaimana cara kerja Google. Di sana, mereka pun bertemu dengan para Googler. Satu lagi yang menyenangkan. Para karyawan magang di Google dibayar dengan gaji yang tinggi. Nilainya bahkan lebih besar daripada gaji kebanyakan karyawan tetap di perusahaan lain. Menurut komunitas karir Glassdoor, rata-rata penghasilan karyawan magang di Google adalah 5.678 dollar AS per bulan, atau 68.136 dollar AS per tahun. Shah sendiri mengaku digaji sebesar 6.100 dollar AS per bulan. Mengingat Google sudah menjamin tempat tinggal, transportasi, makanan dan minuman, dan gym bagi karyawan magangnya, tampaknya sebagian besar dari penghasilannya bisa disimpan. Lalu, apa saja yang dilakukan oleh para karyawan magang Google? Banyak, menurut Shah. Mereka dilibatkan dalam tugas-tugas yang berhubungan langsung dengan produk Google. Setiap anak magang diberikan proyek khusus. Lalu, bagaimana kesan-kesannya terhadap para Googler? Tak seperti yang dibayangkan banyak orang, para Googler tampak sangat normal. “Satu hal yang sangat mengejutkanku ketika bekerja di Google adalah, setiap karyawan di sana sangat aktif dan kreatif,” kata Shah yang magang di Google selama satu semester.
  9. Saat muda, Anda memiliki segalanya untuk berkembang termasuk waktu dan energi. Tidak punya uang bukan berarti Anda hanya bisa diam dan tak mengusahakan apapun. Buktinya, tak sedikit orang yang telah mencapai kesuksesan dan memiliki kekayaan besar di usia sangat muda. Bahkan terdapat beberapa pemuda berusia di bawah 30 tahun yang berhasil merebut gelar orang terkaya di dunia. Di antaranya adalah empat pendiri Facebook yaitu Mark Zuckerberg, Dustin Moskovitz, Chris Hughes dan Eduardo Saverin. Mereka adalah orang yang sangat beruntung bisa meraup banyak uang di usia muda. Berikut 10 pemuda berusia 30 tahun ke bawah yang berhasil menjadi orang terkaya di dunia: 1. Mark Zuckerberg Pendiri Facebook ini telah menjadi CEO yang paling banyak mencuri perhatian dunia. Dia mendirikannya bersama ketiga temannya di Harvard yaitu Dustin Moskovitz, Chris Hughes dan Eduardo Saverin pada 2004 silam. Produk jejaring sosial ini terus dikembangkan hingga menyebar ke seluruh dunia.Saat ini pengguna Facebook tercatat hingga miliaran orang. 2. Scott Duncan Setelah ayahnya meninggal dunia pada 2010 lalu, Scott Duncan menjadi salah satu pria terkaya di dunia. Dia mewarisi kekayaan ayahnya di Enterprise Products Partners sebuah perusahaan energi yang memiliki leih dari 80 ribu km pipa minyak dan gas. Perusahaan tersebut masih terus berkembang, dan kekayaan Duncan terus meningkat. 3. Dustin Moskovitz Bersama dengan tiga teman lainnya di Harvard, Moskovits turut mendirikan Facebook. Dia menjadi Chief Technology Officer pertama di jejaring sosial tersebut. Pada 2008 dia berhenti dan mendirikan Asana, sebuah aplikasi komunikasi online. 4. Eduardo Saverin Pria asal Brazil ini pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya setelah ayah Saverin menjadi target penculikan sejumlah geng di sana. Saverin lalu belajar di Harvard. Dia lalu mendirikan Facebook bersama ketiga temannya, Chris Hughes,Mark Zuckerberg, dan Dustin Moskovitz. Sebelum keluar dia memenangkan 5% saham Facebook. Dia lalu pindah ke Singapura dan tinggal dengan kewarganegaraan Brazil. 5. Albert von Thurn und Taxis Namanya secara literal adalah Albert of Thurn and Taxis. Dia adalah pangeran dari keluarga Jerman. Keluarganya dikenal karena kastil dan bisnis bir yang dikelola secara turun temurun. Dia bersekolah di Roma lalu mengikuti kegiatan militer lalu belajar Economi dan teologi di University of Edinburgh. 6. Chris Hughes Teman sekamar Mark Zuckerberg, Dustin Moskovitz dan Eduardo Saverin ini juga merupakan salah satu pendiri Facebook. Prestasinya tak hanya sampai disitu, dia bahkan mengelola kampanye online Presiden Barack Obama dalam pemilihan pertamanya pada 2008.Hughes juga merupakan penerbit dan editor di majalah The New Republic yang dibelinya pada 2012. 7. Adam D'Angelo Fortune Magazine memilih Adam D'Angelo sebagai salah satu tokoh tercerdas di bidang teknologi. Setelah merebut gelar sarjana dari California Institute of Technology untuk jurusan Computer Science, dia bekerja di Facebook. Dirinya bahkan sempat menjabat sebagai Chief Technology Officer sebelum keluar dari Facebook. Dia lalu mendirikan Quora sebuah situs tanya jawab yang dikelola para penggunanya sendiri. Misi terbarunya adalah untuk menyebarkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan di seluruh dunia. 8. Drew Houston Gagasan mendirikan Dropbox, sebuah program yang bisa dipasang di komputer manapun pertama kali muncul dari Houston. Program ini bisa membuat para penggunanya menyimpan dokumen secara online dan meaksesnya di komputer manapun yang memiliki Dropbox dalam sistemnya. Pada akhir Juni 2013 lalu, dia diminta untuk menyampaikan sambutannya di acara kelulusan Massachusetts Institute of Technology. Dia mengatakan sangat beruntung menemukan rekannya Arash Ferdowsi untuk menjalankan bisnis tersebut. Dia menyarankan para siswa untuk lebih hati-hati memilih teman saat kuliah. 9. Kevin Systrom Systrom merupakan salah satu pendiri Instragram, situs penyebaran foto secara online. Dia lulus dari Stanford University pada 2006 dari jurusan Management Science and Engineering. Dirinya sempat bekerja dengan Google dan bekerja di Gmail dan Google Readers. Lalu Pada 2010 dia ikut mendirikan Instagram bersama Michel Krieger. Ins 10. Arash Ferdowsi Pria berusia 26 tahun ini bersama teman miliardernyan Drew Houston mendirikan Dropbox. Arash Ferdowsi keluar dari kampusnya di Massachusetts Institute of Technology untuk meneruskan bisnisnya dengan Houston. Keduanya mempromosikan dan mengelola Dropbox yang diperkirakan memiliki 45 juta pengguna di seluruh dunia.
  10. Kematian pengusaha kawakan Bob Sadino, atau biasa disapa “Om Bob,” meninggalkan kesan tersendiri di benak masyarakat. Sebagian orang mengenalnya sebagai pengusaha unik dan nyentrik. Sebagian lagi terinspirasi dan termotivasi dari seminar kewirausahaan yang beliau bawakan. Bahkan Menteri Susi Pudjiastuti menyebutnya sebagai tokoh perubahan. Dari beberapa pelatihan dan seminar tentang kewirausahaan yang pernah penulis ikuti, kesan yang hingga kini masih melekat adalah inspirasi dan motivasi yang beliau berikan dalam sebuah seminar kewirausahaan pada 2008. Di seminar itu, pemilik Kemchicks & Kemfoods tersebut memberikan wejangan cara menjalankan bisnis kepada peserta yang mayoritas para pengusaha muda. Om Bob adalah pembicara yang memiliki pola komunikasi khas. Dengan gaya komunikasi provokatif, tak jarang Om Bob “meng-goblok-kan” peserta yang hadir. Uniknya, bukan amarah yang timbul, tapi justru antusiasme dan tepuk tangan riuh gemuruh peserta yang didapat pengusaha yang sukses berjualan sayur itu. Dengan Jurus “Goblok”-nya, pengusaha berambut perak itu berhasil menyulut semangat pengusaha muda harapan bangsa. Di antara sekian banyak nasihat, ada satu nasihat yang hingga kini masih nyantol dan membekas di benak penulis. Om Bob menyuguhkan sebuah diagram yang menggambarkan perputaran kehidupan seseorang yang terdiri dari 4 fase, yakni fase Kampus atau Teori, fase Masyarakat atau Jalanan, fase Jagoan atau Terampil, dan fase Entrepreneur atau Ahli. Di fase Kampus dan Teori, Om Bob menggambarkan kehidupan seseorang yang belajar untuk mengetahui sesuatu. Ia mempelajari teori dengan berbagai analisis, namun minim praktek. Contohnya orang yang ingin bisa berenang. Mereka mempelajari cara berenang serta gaya dan teknik berenang dari buku, namun belum mempraktekkannya langsung. Pada fase Masyarakat atau Jalanan, Om Bob menggambarkan seseorang yang sudah mulai memperaktekkan apa yang telah diketahuinya di masyarakat atau jalanan. Teori-teori tersebut perlu dibuktikan dalam praktek lapangan yang lebih riil. Misalnya, sebut saja Alex ingin dapat berenang. Dengan hanya mengetahui dan menghapal seluruh teknik dan gaya berenang, Alex belum dikatakan bisa berenang. Untuk dapat berenang, Alex harus terjun langsung ke kolam. Pada awalnya, boleh jadi Alex hanya mampu bertahan beberapa detik di air, susah mengatur nafas, bahkan minum air kolam. Namun, setelah beberapa kali mencoba, ia sudah bisa berenang dengan lebih baik. Di fase Jagoan atau Terampil, Om Bob menggambarkan seseorang yang gigih dan ulet untuk terus meningkatkan keterampilannya. Jika sebelumnya Alex hanya menguasai satu gaya berenang, kini berlatih untuk menguasai beberapa gaya. Kalau sebelumnya hanya bisa berenang di nomor 100 meter, kini mencoba nomor 400 meter. Alex mungkin mulai mengikuti kejuaraan renang yang diadakan tingkat provinsi bahkan nasional. Pada fase ini Alex sudah bisa disebut “Jagoan.” Di fase terakhir, Entrepreneur atau Ahli, Om Bob menggambarkan seseorang yang sudah ahli di bidangnya sehingga menjadi rujukan dalam keahlian yang dimiliki. Setiap kejuaraan hampir dapat dimenangkan. Pada titik ini, bisa jadi yang bersangkutan mampu mengajarkan kesuksesannya pada orang lain. Dalam konteks bisnis, entrepreneur sukses menurut Om Bob masuk ke dalam fase ini. Dari diagram pada gambar kita dapat pembelajaran dari Om Bob. Pertama, siapa pun bisa jadi pengusaha sukses jika gigih dan ulet untuk mencapai fase yang ke-4. Bahkan seandainya tidak berpendidikan (baca: formal) pun bisa asal mau jadi pengusaha. Pendidikan formal bagus, tapi itu tidak cukup. Gelar apa pun yang dimiliki oleh seorang berpendidikan formal, dalam diagram Om Bob baru masuk ke dalam fase 1. Itu artinya bahwa masih ada 3 fase lagi yang harus dilalui. Jika tidak mampu melalui 3 fase berikutnya maka bisa dikatakan gagal menjadi pengusaha. Pembelajaran kedua adalah mengenai jam terbang. Perlu waktu untuk mencapai fase 4 atau pengusaha sukses dan jam terbang lah yang dapat mempercepat pencapaian itu. Jam terbang mewakili kegigihan dan keuletan. Malcom Galdwell, penulis buku Outliers, memiliki angka keramat untuk dapat menentukan kesuksesan seseorang dalam kariernya. Angka itu adalah 10.000 jam. Untuk jadi pengusaha sukses, mau tidak mau ia harus bertahan menjalani usahanya setidaknya selama itu. Maka jangan heran, pengusaha yang sukses, semisal Bapak Chairul Tanjung, rela menghabiskan waktunya 18 jam sehari untuk mengurusi bisnisnya. Untuk kesuksesan ada harga yang harus dibayar. Pembelajaran ketiga adalah kemauan belajar. Banyak dari entrepreneur pemula yang mengangkat bendera putih alias gagal sebelum sampai kepada fase 4. Berdasarkan data Bloomberg yang dirilis oleh situs forbes bahwa 8 dari 10 entrepreneur yang memulai usaha ternyata gagal dalam 18 bulan awal. Dengan demikan hanya sebagian kecil yang berhasil. Membangun usaha tidak hanya bermodal semangat dan kerja keras, namun kerja cerdas. Hal tersebut dapat dilakukan jika entrepreneur memiliki kemauan belajar. Oleh karena menjadi entrepreneur berbeda dengan menjadi karyawan, maka ilmunya pun berbeda. Ketika seseorang memutuskan menjadi entrepreneur, banyak ilmu yang perlu dipelajari, seperti bagaimana menghadapi modal yang terbatas, mengatur cashflow, mengelola pelanggan, meningkatkan produktivitas karyawan, membangun komunikasi dengan stakeholder, menghadapi persaingan, mengatur berbagai aktivitas yang harus dilakukan, dan masih banyak lagi. Kemauan belajar akan menuntut entrepreneur mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis yang ada. Dengan demikian, 3 prasyarat di atas, yaitu kemauan jadi pengusaha, kesiapan bekerja keras, dan kemauan belajar mampu menuntun para entrepreneur pemula sukses mencapai impiannya. Kini, Om Bob telah tiada, namun semangat kewirausahaanya tetap hidup dan diakui oleh masyarakat. Banyak ide sederhana namun mencerahkan yang berhasil ditularkannya kepada para entrepreneur muda. Sebagaimana impian yang pernah dilontarkannya, “Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki, terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak.”
  11. Seorang ahli otak dan syaraf dari Universitas Oxford (Inggris) memperingatkan, penggunaan teknologi digital membentuk kembali otak manusia dan dampaknya pada anak-anak muda harus diperhatikan oleh orang tua dan para pendidik mereka. Susan Greenfield, pakar otak dan syaraf tersebut, mengatakan, teknologi menghubungkan kembali jaringan otak, khususnya pada anak-anak muda yang tumbuh dewasa tanpa mengetahui apa-apa. Susan hadir dalam kuliah umum di Universitas Australia Selatan, setelah sebelumnya pernah bekerja di Adelaide sebagai salah satu tim ahli Pemerintah Australia Selatan. "Orang-orang seperti saya, yang lahir pasca Perang Dunia II, dibesarkan dengan TV sebagai barang mewah baru di rumah,” ujarnya. Ia mengungkapkan, “Tentu saja, lamanya hidup yang sudah kita jalani, pengalaman yang kita punya, kerangka konseptual yang kita kembangkan, sikap yang kita miliki, kenangan yang kita miliki - individualitas yang sejauh ini kita kembangkan - semua itu akan mengimbangi pengaruh apa pun yang masuk." Namun ia mengemukakan, hal itu tak bisa diberlakukan pada generasi yang lebih muda. “Jika Anda masih sangat muda dan belum membangun, katakanlah, identitas yang kuat, maka Anda tak punya kemampuan interpersonal, lalu tentu saja kita akan melihat perubahan yang mungkin tidak terlihat pada generasi yang lebih tua, "katanya. Ahli otak dan syaraf memperingatkan, anak-anak yang dulu menggunakan imajinasi mereka, kini, lebih suka duduk di depan layar, dengan sederet menu yang didesain oleh orang lain. "Masalahnya, informasi bukanlah pengetahuan. Tentu saja Anda bisa dibombardir dengan informasi yang tak berujung, fakta yang tak ada habisnya, tetapi jika Anda tidak dapat memahami mereka, maka satu fakta terlihat sama seperti fakta lainnya," tutur Susan. "Anda dapat berselancar di YouTube atau Google, berkomentar 'yuck' dan 'wow', tapi anda tidak benar-benar membuatnya nyata," tambahnya. Mencari perhatian di medsos Ia mengungkapkan, guru atau orang tua yang inspiratif bisa menjadi kunci bagi anak-anak muda untuk mengembangkan kemampuan memahami dunia di sekitar mereka. Susan mengatakan, media sosial memiliki kegunaan berharga, seperti untuk berkomunikasi dengan keluarga atau teman-teman di seluruh dunia, tapi ada juga masalah yang timbul ketika seseorang memiliki daftar teman yang "mereka sendiri tak benar-benar tahu". Ia mengungkapkan, teman seperti itu sebenarnya lebih berperan sebagai penonton. "Anda beredar di dunia maya untuk melayani dan mencari dukungan mereka dan bahayanya, kemudian, terletak dalam membangun identitas buatan, yang bukan benar-benar diri Anda, sama sekali," katanya. Ia menyambung, "Segala sesuatu yang Anda lakukan ditujukan untuk mendapat dukungan dan untuk mengesankan teman-teman semacam ini, yang pastinya akan kasar dan jahat karena mereka tidak dibatasi oleh pertemuan tatap muka." Susan mengkhawatirkan, beberapa anak muda kemungkinan tumbuh dewasa dengan perhatian yang singkat, selalu ingin sejalan dengan rekan-rekan sebaya mereka dan kurang memiliki kemampuan untuk membedakan dampak dari tindakan yang mereka lakukan. "Saya hanya ingin tahu apakah kita akan melihat sebuah generasi yang benar-benar egois, yang kurang perhatian, tak terlalu cakap berkomunikasi, dan malah ingin terus menjadi pusat perhatian dengan rasa identitas yang belum stabil?" sebutnya. "[Kita perlu] melihat bagaimana kita menghadapi situasi itu, ketimbang hanya mengatakan itu semua keren, ‘kita punya iPads dan bukankah kita trendi?',” sahutnya.
  12. Pacaran Namanya dah puber dan memang fitrahnya seneng sama lawan jenis, yang namanya cinta selalu jadi atribut mengasyikkan bagi kehidupan remaja. Saat diri sendiri merasa nggak dipahami orang lain, yang namanya lawan jenis selalu menjadi tempat asyik untuk curhat. Jadilah sepasang lain jenis berpacaran. Bukannya asyik, pacaran malah full ancaman. Alloh Ta’ala memerintahkan menahan pandangan dari lawan jenis, orang pacaran malah saling pandang. Jadinya nggak patuh sama Alloh, kan? Belum masalah sentuh-menyentuh, yang kata Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam lebih baik kepala ditusuk paku besi daripada menyentuh wanita non mahram. Kalo menyentuh dah boleh-boleh aja, gimana nggak meningkat ke yang lebih ngeri? Kalo udah gini, siapa nyang rugi? Kalo nggak tobat, bisa aja rugi akhirat. Kalo sampai zina beneran, tentu juga rugi dunia. PORNOGRAFI Rasa ingin tahu ditambah besarnya gairah syahwat pada masa remaja membuat banyak remaja (terutama laki-laki) terperosok ke maksiat satu ini. Banyak media yang memuat pornografi. Mulai dari poster, majalah, buku, sampai VCD. Bahkan majalah Playboy yang udah masyhur kepornoannya pun udah masuk ke Indonesia setelah majalah porno lainnya eksis di negeri ini. Menahan pandangan dari lawan jenis termasuk juga nggak liat hal-hal yang porno semacam ini. Pornografi juga memancing kejahatan seperti pelecehan seksual dan pemerkosaan. Berapa banyak kasus perkosaan berawal dari nonton VCD porno. Alhamdulillah, nilai-nilai syariat Islam udah mulai ditegakkan di negeri kita. Setelah Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi disahkan, kita nggak aman dari tuntutan hukum dunia dalam masalah ini. Kalo ketauan liat atau bawa barang-barang berbau porno, kamu bisa dipenjara atau kena denda. Selain itu, kamu masih harus menghadapi tuntutan hukum akherat kalo nggak tobat. ONANI MASTURBASI Maksiat yang satu ini juga terkenal banget dilakukan oleh para remaja. Sebabnya rata-rata sama, ingin tahu dan besarnya nafsu seksual pada masa remaja. Menurut penelitian, aktivitas ini lebih banyak dilakukan remaja pria (sekitar 90%), namun ada juga remaja perempuan yang melakukannya (30%). Sebagian orang menganggap melepaskan syahwat dengan onani/ masturbasi merupakan jalan yang lebih selamat daripada berzina. Kadar maksiat mungkin memang lebih rendah dari zina beneran. Tapi bukan berarti onani nggak terlarang. Dalam Islam, melampiaskan nafsu syahwat hanya diperkenankan dilakukan terhadap istri atau suami. Barangsiapa yang mencari pelampiasan selain itu maka mereka termasuk orang yang melampaui batas. Onani jelas termasuk jalan lain, berarti onani termasuk perbuatan melampaui batas. Jika onani dibolehkan, tentu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam nggak perlu memerintahkan para pemuda yang belum mampu untuk menikah untuk berpuasa. Mereka yang belum mampu menikah tentu tinggal diperintahkan untuk onani. Namun kenyataannya enggak, mereka yang belum mampu menikah diperintahkan untuk berpuasa, tidak diperintahkan untuk onani. Jadi, onani tetap aja terlarang. MUSIK Satu hal yang biasanya remaja kurang tahu bahwa hal tersebut juga merupakan maksiat adalah mendengarkan musik. Parahnya, kehidupan remaja saat ini kayaknya nggak bisa lepas dari musik. Konsumen musik terbanyak tetap aja remaja. Buktinya, media cetak remaja, baik yang untuk cewek atau cowok, baik yang majalah atau yang tabloid, semuanya memberikan porsi ruang yang lumayan besar bagi berita musik. Musik merupakan sesuatu yang haram karena Rasulullah bersabda tentang akan datangnya suatu kaum yang menghalalkannya. Musik merupakan senjata ampuh setan untuk melalaikan manusia dari mendengarkan MENCONTEK Dosa yang ini biasa terjadi di sekolah, terutama saat ulangan atau ujian. Mencontek dilakukan untuk mendapatkan nilai yang bagus. Hakikatnya, mencontek adalah menipu, baik diri sendiri maupun guru. Hasil yang kamu peroleh mungkin memang seperti yang kamu harapkan. Tapi betulkah demikian kemampuanmu? Ingatlah, pertanggungjawaban nggak cuma didepan guru saja. Di akherat nanti, penipuan yang kamu lakukan tersebut juga harus kamu pertanggungjawabkan. Nah lo! MEROKOK “Nggak jantan kalo nggak merokok!” Remaja pria kalo udah diberi cap seperti ini biasanya keder juga. Lalu, ikut-ikutan lah ia merokok. Padahal, yang jantan adalah yang nggak merokok; sendirian tanpa rokok aja udah berani menghadapi masalah hidup. Kenyataannya, rokok memang bisa menjadi pelarian orang-orang pengecut yang nggak berani menghadapi hidup. Rokok seluruhnya mengandung racun. Bisa jadi ia malah lebih berbahaya daripada khamr. Alloh melarang kita membinasakan diri kita sendiri. Kalo begitu, menghisap rokok juga diharamkan. Rokok juga merupakan pintu untuk merasakan hal-hal haram lainnya. Pecandu rokok bisa-bisa tertarik untuk mencampurkan ganja di rokoknya. Ganja mempunyai efek memabukkan, jadi tentu saja ganja adalah barang haram. Kalo udah kenal rokok-dan ganja- nggak lama kemudian para remaja akan mencoba obat-obat penenang. Nggak ketinggalan juga miras. Seringkali pecandu semua itu berawal dari merokok. Busyeeet..! HAL SIA-SIA Waktu luang bisa menjadi bumerang. Tentu, kalo kita nggak bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Remaja yang mudah suntuk karena kebelumstabilan emosinya, ditambah beratnya beban pelajaran di sekolah membuat mereka lebih sering memanfaatkan waktu luang untuk bersenang-senang. Masalahnya kebanyakan hal yang senang-senang itu adalah hal yang sia-sia. Contohnya adalah kebiasaan nongkrong, maen game, keluyuran di pusat perbelanjaan, dsb. Bayangkan, jika waktu luang itu kita gunakan untuk aktifitas yang bermanfaat. Oke, mungkin kamu bosen juga. Kebanyakan remaja pikir aktifitas bermanfaat itu harus yang perlu mikir-mikir berat. Sebenarnya enggak. Asal kamu punya hobi positif maka itu juga aktivitas yang bermanfaat. Misalnya saja kamu seneng elektronika, maka waktu luangmu bisa kamu gunakan untuk belajar pemrograman, atau bikin situs dakwah, dan lain-lainnya. Paling gampang, waktu luangmu kamu gunakan untuk membaca, menambah ilmu -dan juga sesedikit ilmu yang diberikan di sekolah umum- adalah ilmu agama. Jadi, baca buku agama pas waktu luang sangat pas buatmu
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy