Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'america'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Terlahir dengan nama Donald John Trump, di Queens, New York 14 Juni 1946, calon presiden Amerika Serikat usungan Partai Republik ini akan menjadi presiden AS tertua dalam sejarah jika terpilih. Pernah merintis karier di industri hiburan, Trump dianggap sosok yang kontroversial dan terlalu banyak mencari sensasi. Faktanya, dia terhitung pengusaha yang sukses, lulusan akademi militer dan memiliki nilai akademik tinggi selama menimba ilmu di bangku pendidikan. Donald Trump adalah anak keempat dari lima bersaudara buah hati pasangan Frederick C dan Mary MacLeod Trump. Sedari kecil, pendiri Trump Organization tersebut tumbuh sebagai anak yang bersemangat, penuh percaya diri, tegas dan cenderung angkuh. Untuk menyalurkan semua kepribadian baik dan meredam sifat buruknya, orangtua Donald mengirimnya ke Akademi Militer New York. Kala itu, Donald berumur 13 tahun. Di akademi inilah dia belajar untuk bersikap lebih patuh dan hidup disiplin. Donald muda tak mengecewakan ayah-ibunya. Dia mendapat penilaian yang luar biasa baik dari akademinya, baik dari segi pelatihan fisik maupun kecerdasan. Bahkan, dia juga mendapat acungan jempol dalam hal bersosialisasi. Prestasi Akademis Melihat perawakannya sekarang yang begitu tambun, orang tidak akan menyangka bahwa Donald remaja adalah bintang dalam setiap kejuaraan atletik di sekolah dan kampusnya. Ia antara lain pernah meraih penghargaan saat aktif bermain futbol dan baseball pada 1962, serta sepak bola pada 1963. Pada 1964, Donald Trumpditunjuk sebagai kapten tim baseball-nya. Oleh karena prestasinya, pelatih baseball yang terkenal pada masa itu, Ted Tobias menganugerahinya Coach’s Award pada tahun yang sama. Dari segi kepemimpinan, setelah dipromosikan sebagai Kapten Perwira S-4, bersama seniornya dia membentuk kelompok sendiri yang beranggotakan perwira-perwira. Dia juga belajar rendah hati dan kemandirian dengan menjadi pekerja paruh waktu di akademi militernya. Pendidikan tingginya kemudian berlanjut di Fordham University selama dua tahun. Sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Wharton School of Finance di University of Pennsylvania. Pebisnis sekaligus Aktor Sejak muda, Donald tertarik pada dunia perfilman. Dia sempat ingin jadi aktor, tetapi pindah haluan jadi pebisnis mengikuti jejak ayahnya. Pikirnya kala itu, industri keuangan jauh lebih menarik dan menguntungkan. Meski begitu, impian untuk tampil di layar kaca tak pernah benar-benar surut. Setelah sukses mengambil alih beberapa perusahaan keluarga dan menjadi juragan pengembang real estate yang terkemuka, baru pada 2004 dia mulai melebarkan sayap ke panggung hiburan. Penampilannya dalam dunia pertelevisian antara lain bisa dilihat pada film Home Alone bermain jadi cameo, produser sekaligus pembawa acara utama serial reality show The Apprentice di saluran televisi NBC. Ketegasannya dalam memecat para peserta kemudian menjadikannya semakin terkenal. Jargon ‘Anda dipecat’ yang sering dilontarkannya dalam acara tersebut hingga saat ini sering dijadikan ejekan oleh lawan politiknya. Mereka meyakini Trump yang asli juga suka memecat karyawan seperti dalam acara tersebut. Percaya tidak percaya, Trump juga pernah muncul di acara gulat WWE. Keterlibatannya dalam acara tersebut karena gedungnya, Trump Plaza di Atlantic City, New Jersey, disewa untuk menampilkan pertandingan aktor-aktor berbadan kekar itu. Satu kemunculannya yang paling dikenang terjadi pada 2007, dia menantang pemilik WWE, Vince McMahon untuk adu pemain. Hasilnya, Vince bersama Umaga kalah; dan sesuai perjanjian, Trump dan pemain pilihannya, Bobby Lashley berhak mencukur habis rambut miliarder WWE itu. Video pertarungan miliarder, Donald Trump dan Vince McMahon Sebagai pebisnis, karier Trump tidak berjalan mulus. Meskipun terbilang sukses dalam beberapa proyek, seperti Grand Hyatt di Manhattan, dia juga pernah mengalami kebangkrutan. Salah satu bisnisnya yang ditutup lantaran hutang menggunung ialah kasino terbesarnya, Trump Taj Mahal di New Jersey. “Melewati masa-masa sulit adalah hal yang menakjubkan. Setiap orang harus merasakannya, minimal sekali,” pesannya. Riwayat Politik Trump Kantong gembung, popularitas tercapai, pernikahan berlangsung sebanyak tiga kali, anak sudah lima, Donald yang lebih mapan ini selanjutnya menancapkan kuku ke dunia politik pada 2012. Kehadiran Trump sering dikatakan para pengamat politik dan industri hiburan sebagai pembawa rona tersendiri dalam ingar bingar elit pemerintahan. Tercatat, pria berdarah Skotlandia ini pernah berganti partai politik (parpol) hingga lima kali. Republik adalah parpol pertama baginya pada 1987. Namun pada 1999, dia pindah ke Partai Independen. Pada 2000, Trump pernah ingin naik jadi presiden melalui Partai Reformasi. Lalu pada Agutus 2001, dia banting setir ke Demokrat. Sampai delapan tahun kemudian, dia melompat kembali ke Republik. Sempat kecewa dengan parpol, dia memutuskan tidak andil dalam parpol mana pun. Namun akhirnya, dia nyapres juga tahun ini dengan menunggangi Republik. Asmara dan Keluarga Bicara asmara, Trump menikah tiga kali. Istri pertamanya, Ivana Zelníčková adalah seorang model kelahiran Republik Ceko. Pernikahan yang bertahan selama 14 tahun tersebut menghasilkan tiga orang anak, antara lain Donald Trump Junior (38), Ivanka Trump(34), dan Eric Trump (32). Dua tahun bercerai dari Ivana, Trump menikah lagi dengan seorang aktris cantik AS Marla Ann Maples. Pernikahannya tersebut hanya bertahan enam tahun. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai seorang putri bernama Tiffany Trump (22). Istri ketiga, yang digadang-gadang akan menjadi ibu negara selanjutnya itu, Melania Knauss dinikahi Trump pada 2005. Putra bungsu mereka, yakni Barron Trump lahir setahun kemudian. Oleh karena usianya yang masih sangat muda, dia dijauhkan dari ingar-bingar media massa. Secara keseluruhan, Trump telah membangun keluarga besar yang terdiri dari lima orang anak dan delapan orang cucu. Meski begitu, keluarganya tampak begitu harmonis dan saling mendukung satu sama lain. Hal itu tercermin saat dia resmi dinominasikan sebagai capres Republik dan selama kampanye kepresidenannya. Biodata singkat Nama Lengkap: Donald John Trump Nama Panggilan: Donald Trump Tempat, Tanggal Lahir: New York, 14 Juni 1946 Nama Istri: 1. Ivana Marie Zelnickova (1977-1991) ; 2. Maria Maples (1993-1999); 3. Melania Knauss (2005-sekarang) Nama Anak: 1. Donald Trump Jr; 2. Ivanka Trump; 3. Eric Trump; 4. Tiffany Trump; 5. Barron Trump Jenjang Pendidikan: Akademi Militer New York, Fordham University dan University of Pennsylvania Jenjang Karier: Pebisnis, Aktor dan Politisi Penghargaan: Coach’s Award (Baseball, 1964).
  2. From the album: Ngobas

    Sebagian Suku Innuit di Kutub Utara justru menggunakan lemari es untuk mencegah makanan mereka beku, karena iklim di lingkungan mereka lebih dingin dari lemari es yang paling dingin.
  3. Isu pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem sebagaimana diangkat semasa kampanye oleh Presiden Trump, belum dikonfirmasi oleh Gedung Putih. Namun tetap menimbulkan kekuatiran bagi aktivis hak Palestina.
  4. Guest

    Trump Kunjungi CIA

    Trump saat berpidato di markas CIA. Presiden Donald Trump, yang pernah mengecam pedas komunitas intelijen sebelum ia dilantik, hari Sabtu mengatakan kepada para staf di Badan Intelijen Amerika (CIA), bahwa ia mendukung mereka. Trump mengadakan kunjungan ke kantor pusat CIA di Langley, Virginia, sehari setelah ia dilantik sebagai presiden. Pada hari pertamanya menjabat sebagai pemimpin negara, Presiden Donald Trump mengatakan kepada staff CIA, ia mendukungnya. "Saya sangat mendukung Anda dan saya tahu, mungkin kalian kadang belum tidak mendapat dukungan yang diperlukan, tapi kini kalian akan mendapat begitu banyak dukungan, sehingga mungkin kalian akan mengatakan, ‘Tolong, jangan beri kami begitu banyak bantuan," kata presiden yang disambut tawa. Dia mengatakan kepada sekitar 400 staf CIA yang berkumpul, Amerika harus berjuang melawan ISIS. "Kita sudah terlibat perang ini lebih lama dari semua perang yang pernah kita lakukan. Kita tidak menggunakan kemampuan penuh, karena kita terkekang. Kita harus menyingkirkan ISIS. Kita tidak punya pilihan." Trump menuduh media menulis berita palsu bahwa ia bermusuhan dengan badan-badan itelojen Amerika. Kurang dari dua minggu sebelum menjabat sebagai presiden, Trump mengkritik badan-badan intelijen setelah bocornya klaim yang belum terbukti, bahwa Rusia mengumpulkan informasi buruk tentang dirinya. Dia mentweet: "Badan-badan intelijen seharusnya tidak memperbolehkan berita palsu ini 'bocor' ke publik ...." Ini akan mengambil Tapi mungkin akan dibutuhkan lebih dari satu kunjungan ke markas CIA untuk memperbaiki hubungan, kata mantan analis CIA, Aki Peritz. "Semua karyawan CIA adalah orang yang cukup cerdas, profesional, berpendidikan, satu pidato saja tidak akan benar-benar mengubah keprihatinan serius mereka dengan presiden sekarang ini," ujarnya. Trump memuji Direktur CIA pilihannya, anggota Kongres Mike Pompeo, sebagai "bintang yang mantap". Senat diharapkan mengukuhkan Pompeo hari Senin. Kemudian, setelah kembali ke Gedung Putih, juru bicara pers presiden dengan tajam mengecam media atas peliputan pelantikan. Sean Spicer menuduh media meremehkan banyaknya orang yang hadir pada acara pelantikan. "Upaya-upaya untuk mengurangi antusiasme pelantikan itu memalukan dan salah," ujarnya. Pelantikan itu adalah awal dari apa yang dijanjikan Trump masa kepresidenan yang sibuk.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy