Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'alibaba'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Seorang bocah laki-laki di China tampaknya memiliki wajah yang membuatnya beruntung. Pasalnya, bocah bernama Fan Xiaoqin (8) itu memiliki wajah mirip dengan miliuner China, Jack Ma. Jack Ma merupakan pendiri Alibaba Group yang terkenal dengan bisnis online shop-nya di China. Namun, keadaan bocah yang dipanggil “mini Jack Ma” ini kurang beruntung. Sebab ibunya mengidap penyakit polio, ayahnya kehilangan kaki, dan neneknya mengidap alzheimer. Akibat hal tersebut, biaya untuk pendidikan Xiaoqin agak tersendat. Mini Jack Ma pertama kali terkenal pada 2015 ketika seorang warga desa mengunggah videonya. Para netizen langsung mengklaim ia memiliki wajah serupa dengan sang miliuner. Namun pada tahun ini nama Xiaoqin kembali terkenal dan banyak netizen China yang meminta Jack Ma untuk membantu bocah itu mengingat keadaan keluarganya yang kurang mampu. Bak gayung bersambut, Xiaoqin mendapat perhatian dari Jack Ma yang pada pekan lalu mengatakan bakal membiayai pendidikan bocah tersebut hingga lulus kuliah.
  2. Jack Ma berasal dari keluarga musisi dan pencerita di Hangzhou, Tiongkok. Ia pernah hidup pahit di masa Revolusi Kebudayaan dan mengalami berbagai kegagalan. Lelaki itu bangkit, membangun situs Alibaba, dan kini menjadi orang terkaya di negerinya. Simak kata-kata mutiara Jack Ma berikut ini dan rasakan dorongan semangat dalam setiap kalimat yang ia ucapkan.
  3. E-commerce raksasa China Alibaba, berencana membangun kantor di Amerika Serikat (AS). Langkah ini pun mendapat dukungan presiden Amerika Donald Trump. Ketua Eksekutif Alibaba Jack Ma pun menemui Presiden Donald sebagai tindak lanjut dari rencana tersebut. Jack Ma mengatakan, ekspor AS ke China melalui platform e-commerce Alibaba akan mampu menghasilkan satu juta pekerjaan baru di Amerika. Namun, banyak orang khawatir Alibaba menolerir adanya pembajakan intelektual. Meski ada tantangan pembajakan pada Alibaba, namun ada berita baik dari kerjasama tersebut. Oleh karena itu, Pemerintah AS memerlukan peran kepolisian untuk melindungi kekayaan intelektual, dan ada kebutuhan untuk fokus pada pertumbuhan juga. Pasalnya, pembajakan intelektual telah mempengaruhi banyak pasar online terbuka, bukan hanya di situs China. Meski begitu, China yang kerap menghasilkan banyak barang palsu di dunia memang menuai kekhawatiran di kalangan pedagang dan produsen, yang khawatir ketika memasuki pasar China, maka mereka mengekspos produk mereka. Salah satu cara yang dipakai untuk meminimalisir pembajakan adalah dengan memiliki sebuah toko e-commerce resmi di China sehingga konsumen mendapatkan kepastian hukum. Akan tetapi, jika Anda tetap keluar dari pasar, maka Anda bisa diserang banyak para pembajak. Namun, potensi pasar yang sangat besar di China memang sangat menggiurkan. Laporan Tmall Global mengungkapkan bahwa jumlah merek internasional yang dijual ke konsumen China melalui platform melonjak 169% tahun lalu menjadi 14.500, naik dari 5.400 pada akhir 2015. Lebih dari 80% adalah merek-merek internasional yang mencakup nama-nama terkenal seperti Macy dan Target. Pada awalnya, mereka tidak memiliki apapun di China, sebelum akhirnya masuk ke Tmall global. Hasilnya, mereka pun bertahan dari para pembajak. Selain itu, pembeli online China masih muda dan semakin tertarik dengan produk asing, karena mereka percaya bahwa mereka menawarkan keamanan yang lebih besar dan kualitas yang lebih tinggi daripada barang-barang domestik. Sehingga, tidak mengherankan produk kecantikan, sebagian besar berasal dari Jepang dan Korea, dan menjadi produk yang paling populer di Tmall global tahun lalu. Tmall global sekarang memiliki 3.700 kategori produk, bertambah 1.700 di 2016. Perusahaan riset pasar eMarketer memprediksi bahwa lintas batas e-commerce penjualan di China akan mencapai USD150 miliar pada 2020, mengalami kenaikan dari USD85 miliar tahun ini. Karenanya, Alibaba telah membuat kemajuan dalam mengurangi jumlah daftar buruk dengan pengembangan alat-alat teknologi, seperti pengenalan gambar untuk membantu. Namun, menemukan keseimbangan yang tepat antara risiko investasi dengan besarnya pasar di China, memperlihatkan bahwa masa depan Alibaba di Amerika sangat cerah.
  4. Kisah sukses pendiri Alibaba, Jack Ma, seperti film-film di Hollywood. Ia besar di Hangzhou, Tiongkok, dan mendapat gaji pas-pasan dari pekerjaannya sebagai guru. Sebelum sukses dengan raksasa e-commerce-nya itu, ia sempat jatuh bangun dengan dua perusahaan yang gagal dibangunnya. "Jack merupakan entrepreneur-nya entrepreneur," ujar Duncan Clark, penulis dari buku Alibaba: the House That Jack Ma Built yang akan segera dirilis. "Ia bukan orang tekno, ia juga tidak belajar di Harvard, bahkan pendapatannya saat masih menjadi guru Bahasa Inggris ia dapat dari jual-beli karpet plastik di jalan," tambanya. Clark kemudian melanjutkan kekurangan Ma di bidang teknologi berarti bahwa ia telah menghadapi perjuangan berat saat mendirikan Alibaba. Sampai saat ini, Ma pun masih belum tahu cara coding dan membuatnya lebih bijak dalam merekrut orang-orang karena ia harus mengandalkan pada orang-orang dengan latar belakang IT untuk merealisasikan idenya menjadi nyata. Tapi menurut Clark, hal tersebut yang memberikan karisma pada sosok Ma. Ia mengandalkan penampilan yang menghebohkan, seperti bernyani lagu tema The Lion King dalam acara untuk karyawan Alibaba, dan menyelenggarakan pernikahan massal di kantor pusat Alibaba untuk mempromosikan brand tersebut untuk konsumen di luar Tiongkok. Ia bahkan mampu memposisikan dirinya pada pihak otoritas Tiongkok, yang mana terkenal ketat pada bisnus yang tidak dijalankan oleh pemerintah.
  5. Lazada Indonesia masih belum memberikan komentarnya terkait keputusan Alibaba Group Holding untuk membeli sebagian besar saham Lazada Group dengan nilai US$ 1 miliar atau setara Rp 13,1 triliun. "Kita adalah tim Lazada, bukan Alibaba, jadi kita tidak bisa berkomentar soal itu," kata Florian Hlom, co-CEO Lazada Indonesia saat acara peresmian kerjasama antara Lazada dengan Gojek di Jakarta pada Selasa, (12/04). Padahal sebelumnya, ketika isu akusisi mulai deras diberitakan, Chief Strategy Officer Lazada Indonesia, Magnus Ekbom juga sempat membantahnya. "Itu hanya sebatas rumor. Banyak rumor di luar sana tentang Lazada. Tapi soal akuisisi ini, siapa yang bilang? Ini adalah salah satu (rumor) yang tidak benar," tutur Magnus usai acara ulang tahun Lazada yang keempat. Selain menggelontorkan dana besar untuk kepemilikan saham di Lazada, Alibaba juga sudah menyiapkan dana investasi sebesar US$500 juta atau sekitar Rp6,5 triliun. Sementara laporan Bloomberg menyebutkan sejumlah investor Lazada yang menjual sahamnya kepada Alibaba adalah Rocket Internet SE, Tesco Plc dan Investment AB Kinnevik. Lazada selama ini dikenal sebagai e-commerce yang menjual produk elektronik dan pakaian di enam pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sementara Alibaba jadi penguasa pasar di China. "Dengan investasi di Lazada, Alibaba mendapatkan akses ke platform dengan basis konsumen besar dan berkembang di luar China. Tim manajemen terbukti punya dasar yang kuat," kata Presiden Alibaba Michael Evans dalam sebuah pernyataan. Lazada sendiri didirikan oleh Rocket pada tahun 2012 silam. Situs e-commerce ini sudah beroperasi--khususnya di Asia Tenggara--seperti di Indonesia, Singapura, Thailand dan Vietnam.
  6. Apple Watch mulai dapat dibeli pada 24 April di Inggris, AS, Prancis, Jerman, Jepang, Australia, dan Kanada. Jam tangan pintar yang memiliki perangkat lunak dan keras mirip dengan Apple Watch diiklankan layanan belanja internet paling populer di Cina. Situs Taobao Alibaba menyebutkan mereknya sebagai AW08 dan iWatch. Keduanya memperlihatkan jarum "mahkota digital", tali yang serupa dan penggunaan grafik interface sama dengan Apple. Meskipun demikian iklan tersebut menyebutkan jam tersebut dijalankan platform Android Google bukannya OS jam Apple. Hal lain yang membedakannya adalah harganya sebesar 250 yuan sementara smartwatch Apple akan dijual dengan harga 2.588 yuan bulan depan. Taobao menjadi tempat bagi penjual pihak ketiga, mirip eBay dan layanan Marketplace Amazon. Sebagian penjual berusaha menjelaskan benda yang dijual tidak menggunakan teknologi Apple. Salah satunya, yang digarisbawahi the Financial Times bahkan menggunakan slogan, "Jam Apple palsu telah dijual!"
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy