Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'akusisi'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 21 results

  1. congek

    Flickr Diakuisisi SmugMug

    Di titik ini, sebagian besar dari kita mungkin sudah lupa dengan eksistensi Flickr. Penyebabnya sedikit banyak adalah pihak yang mengelolanya. Seperti yang kita tahu, Flickr yang didirikan di tahun 2004 sempat diakuisisi oleh Yahoo pada tahun 2005, sebelum akhirnya berpindah tangan lagi ke Verizon, yang mengakuisisi Yahoo di tahun 2017. Baik Yahoo dan Verizon sama-sama merupakan korporasi besar, dan bisa dibilang bukan tipe yang bisa memahami permintaan komunitas fotografi dengan baik. Contohnya, saat mengumumkan penghapusan paket Flickr Pro, Marissa Mayer yang menjabat sebagai CEO Yahoo saat itu beralasan istilah fotografer profesional sudah tak lagi relevan. Sontak banyak yang merasa tersinggung, dan Marissa pun pada akhirnya minta maaf. Kabar baiknya, Flickr tidak harus selamanya bernasib seperti itu. Mereka baru saja diakuisisi oleh SmugMug. Bagi yang tidak tahu, SmugMug merupakan penyedia layanan photo sharing yang usianya bahkan lebih tua lagi daripada Flickr, dan mereka bisa bertahan selama ini berkat model bisnis subscription-based yang ‘sehat’. Nilai akuisisinya tidak diberitakan, tapi yang pasti Flickr dan SmugMug bakal tetap beroperasi sendiri-sendiri. Sejauh ini SmugMug belum mengungkapkan rencana mendetailnya mengenai masa depan Flickr, akan tetapi konsumen loyal Flickr setidaknya bisa sedikit lega melihat SmugMug sebagai pemilik barunya, yang track record-nya sudah terbukti bagus di industri fotografi. Nasib Flickr ini kurang lebih sama seperti salah satu rivalnya, 500px, yang diakuisisi oleh Visual China Group (VCG) sekitar dua bulan lalu. Perbedaannya, VCG merupakan agensi besar yang kerap disebut sebagai “Getty Images-nya Tiongkok”, sedangkan SmugMug mempersilakan pengguna layanannya untuk menjual karya-karyanya langsung ke konsumen tanpa tarif perantara.
  2. BincangEdukasi

    Peristiwa Akuisisi Dunia Teknologi pada 2016

    Pada 2016, terdapat banyak perusahaan teknologi yang melakukan aksi akuisisi terhadap perusahaan lainnya. Beberapa di antaranya bahkan sampai menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat. Dari mulai Microsoft hingga Verizon rela mengeluarkan biaya yang fantastis untuk sekadar mengakuisisi perusahaan. Berikut merupakan rentetan aksi akuisisi yang dilakukan perusahaan teknologi selama 2016. Fitbit "Mencaplok” Pebble Fitbit resmi mengakuisisi kompetitornya Pebble dengan mahar yang tidak terungkap. Kesepakatan ini memungkinkan Fitbit untuk memiliki kekayaan intelektual Pebble seperti sistem operasi. Samsung Akuisisi Harman Raksasa teknologi Samsung berhasil mengakuisisi perusahaan audio Harman dengan mahar USD8 miliar. Langkah ini memberikan sinyal bahwa Samsung siap memproduksi mobil pintar. Yahoo! Dibeli Verizon Yahoo! yang tengah mengalami kemunduran dibeli oleh Verizon senilai USD4,4 miliar. Sayangnya, kasus peretasan Yahoo! membuat kesepakatan ini tidak kunjung selesai. Microsoft Beli LinkedIn Jarang kita dengar jika Microsoft melakukan akuisisi. Namun kali ini, Microsoft melakukan langkah berani dengan membeli LinkedIn dengan mahar USD26,2 miliar.
  3. Microsoft baru saja mengajukan persetujuan dari Komisi Persaingan Eropa. Persetujuan ini diperlukan agar Microsoft bisa menyelesaikan proses akuisisi LinkedIn. "Kami yakin dapat memperoleh persetujuan regulasi Uni Eropa pada akhir tahun ini," kata Brad Smith, Microsoft President and Chief Legal Officer. Pihak Komisi Eropa menyatakan bahwa penyelidikan itu diperkirakan akan berakhir pada 22 November, dengan asumsi tidak ada perpanjangan. Namun, masalah data mengenai 433 juta pengguna LinkedIn dapat memperlambat proses penyelidikan. Margrethe Vestager, Komisaris Uni Eropa mengatakan, "Data bisa menjadi faktor penting dalam bagaimana merger mempengaruhi kompetisi". Ia menyampaikan hal tersebut pada konferensi Big Data pada 29 September. Proses penyelidikan ini bermula setelah Salesforce mengajukan keberatan kepada regulator Eropa terkait akuisisi LinkedIn.
  4. Media sosial yang lekat dengan 140 karakter Twitter belakangan ini diketahui akan menjual sahamnya. Saat ini beberapa perusahaan yang dikabarkan memiliki minat untuk mengakuisisinya ialah Google, Microsoft, Salesforce dan terakhir rumah animasi Disney. Twitter sendiri diperkirakan memiliki nilai komersil sekira USD18 miliar atau sekira Rp234 triliun saat ini. Sedangkan pendapat lainnya menyebut, nilai valuasi perusahaan berlogo burung biru tersebut bisa mencapai Rp391 triliun atau USD30. Namun apakah masa depan Twitter akan memberikan keuntungan bagi peminatnya, atau malah sebaliknya? Berikut ini beberapa kemungkinan yang akan menjadi pertimbangan calon pembeli. Keuntungan Bagi perusahaan animasi Disney, langkah untuk membeli Twitter akan menguntungkan dari segi distribusi video yang dapat memberikan akses lebih luas. Twitter diketahui memiliki jangkauan acara yang cukup luas seperti pada debat calon presiden kemarin. Hal tersebut dapat membantu menaikkan angka penonton Disney dalam bisnis TV kabel yang mulai terancam dengan kehadiran kompetitor seperti Netflix dan Hulu. Sedangkan dari sisi Google, dengan mengakuisisi Twitter perusahaan yang berinduk pada Alphabet tersebut akan bisa mengganti layanan media sosial Google Plus yang kurang kompetitif. Selain itu layanan iklan dan juga platform pencarian Twitter dapat membantu feed Google dengan produk lainnya. Ide Buruk Meski terdapat sejumlah keuntungan yang dihadirkan oleh Twitter untuk mengakuisisinya, ada juga sisi negatif yang kemungkinan membeli Twitter akan menjadi ide buruk bagi peminatnya. Disney dikenal memiliki ideologi yang ramah keluarga. Namun Twitter sendiri dikatakan memiliki semacam "racun" bagi komunitas. Selain itu Disney juga memiliki komitmen berinteraksi secara langsung dengan pelanggan, sementara Twitter hanya memungkinkan melalui sebuah perangkat. Selain itu Bloomberg meragukan bahwa dengan membeli Twitter akan dapat memberikan keuntungan bagi stockholder. Itu karena perusahaan tersebut dinilai memiliki pertumbuhan pengguna yang cukup lambat dan juga ketertarikan pengguna yang mulai berkurang.
  5. c0d1ng

    Pinterest Akuisisi Aplikasi Instapaper

    Pinterest berhasil mengakuisisi aplikasi penyimpan berita 'Instapaper'. Langkah ini dilakukan Pinterest untuk mendorong pengguna agar lebih banyak membaca berita. Instapaper adalah salah satu aplikasi pertama yang menerapkan fitur read-it-later. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk menyimpan sebuah link artikel untuk dibaca kemudian. Dalam sebuah posting-an di blog, Instapaper mengatakan, akuisisi tersebut juga akan membantu pengembangan perusahaan ke arah yang lebih baik. "Sebagai aplikasi yang menyediakan layanan berbasis berita, kami sangat senang dengan proses akuisisi ini," sebut pernyataan resmi Instapaper. Setelah diakuisisi, Instapaper akan tetap beroperasi sebagai aplikasi mandiri.
  6. Microsoft baru saja mencatatkan sejarah akuisisi terbesar yang pernah mereka lakukan. Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itupun kini telah mengakuisisi jejaring sosial yang ditujukan untuk para pekerja, yakni LinkedIn. Dan dana yang dikeluarkan oleh Microsoft pun tidak tanggung-tanggung, yakni sebesar 26,2 miliar USD atau setara 349 triliun rupiah. Jeff Weiner, Satya Nadella dan Rein Hoffman (kredit: Microsoft) Meskipun telah diakuisisi oleh Microsoft, LinkedIn pun tetap beroperasi seperti biasanya. Microsoft dalam pernyataan pers mengungkapkan kalau Jeff Weiner masih tetap akan bekerja sebagai CEO di LinkedIn dan selanjutnya akan memberi laporan kepada CEO Microsoft, Satya Nadella. Reid Hoffman pun masih tetap menjadi chairman LinkedIn. Hoffman dalam pernyataannya mengungkapkan kalau proses akuisisi ini menjadi momen pembaharuan bagi LinkedIn. Dia pun menganggap kalau proses akuisisi ini akan memberikan kesempatan yang besar bagi para pengguna jejaring sosial tersebut. Sementara itu, Nadella mengungkapkan kalau teknologi yang dimiliki Microsoft saat ini bisa digunakan untuk semakin meningkatkan perkembangan LinkedIn. Mulai dari penggunaan Microsoft Office 365 ataupun Dynamics. Menurut catatan dari Wikipedia, proses akuisisi Microsoft terhadap LinkedIn ini merupakan yang terbesar dalam sejarahnya, dengan jumlah uang mencapai tiga kali lipat dibandingkan dana akuisisi Nokia oleh Microsoft. Aktivitas ini pun merupakan proses akuisisi ke 196 yang dilakukan oleh Microsoft. Dan dari sekian banyak proses akuisisi yang dilakukan, tak semuanya memperoleh kesuksesan. Akuisisi Skype pun bisa dibilang sebagai salah satu bentuk kesuksesan. Sementara akuisisi Nokia, menjadi borok tersendiri bagi Microsoft.
  7. Edo_Purnomo

    Lazada Bantah Kabar Akuisisi

    Perusahaan penyedia platform perdagangan online Lazada Group dikabarkan telah diakuisisi oleh sebuah perusahaan. Namun, belum jelas siapa dan detail proses akuisisi ini. Meski kabar ini sudah beredar kencang di industri, Chief Strategy Officer Lazada Indonesia Magnus Ekbom, tetap membantah hal tersebut. "Itu hanya sebatas rumor. Banyak rumor di luar sana tentang Lazada. Tapi soal akuisisi ini, siapa yang bilang? Ini adalah salah satu (rumor) yang tidak benar," bantah Magnus usai acara ulang tahun Lazada yang keempat di Jakarta, Senin (14/03). Sejauh ini Lazada beroperasi di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Lazada didirikan oleh Rocket Internet pada 2011 dengan tujuan menjadi Amazon untuk pasar Asia Tenggara. Sejumlah perusahaan besar tercatat telah menginvestasikan dananya di Lazada, antara lain perusahaan finansial JP Morgan, peritel Kinnevik dari Swedia, ekuitas Summit Partners dari Kerman, sampai Temasek Holdings dari Singapura. Rocket Internet sendiri gencar berbisnis di perusahaan Internet, melakukan investasi, bahkan menjual perusahaan rintisannya yang dianggap tak menunjukkan performa. Awal Februari 2016 lalu, perusahaan asal Jerman itu menjual sejumlah startup kulinernya di negara Spanyol (La Nevera Roja), Italia (PizzaBo & Hellofood Italy), Brasil (Hellofood Brazil), dan Meksiko (Hellofood Mexico) kepada Just Eat senilai €125 juta atau sekitar Rp1,8 triliun. Just Eat sendiri merupakan perusahaan asal London yang bergerak di bidang pemesanan dan pengiriman makanan secara online.
  8. asliindonesia

    BlackBerry Akuisisi Perusahaan Software dari ITB

    Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap Blackberry Ltd mau mengakuisisi perusahaan-perusahaan piranti lunak (software) Indonesia seiring pergantian inti bisnis perusahaan yang selama ini bergerak di peranti keras (hardware) ke software. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan berharap software nasional yang diakuisisi perusahaan juga bisa dimasukkan ke dalam satu sistem ponsel pintar Blackberry agar tercipta Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi dari segi penggunaan software. "Kami memandang smartphone sekarang dari software-nya, dan penggunaan smartphone di Indonesia kedepannya akan sangat berkembang. Di kesempatan yang sama, Blackberry juga sedang meninggalkan konsep generate pendapatan dari hardware dan beralih ke software, sehingga kami dorong mereka untuk akuisisi beberapa software lokal," terang Putu. Ia menambahkan, minat Blackberry dalam pengembangan software di Indonesia sudah berlangsung sejak 2012, dimana perusahaan saat itu mendirikan Blackberry Innovation Centre di Institut Teknologi Bandung (ITB). Setiap tahunnya, perusahaan rajin menggelontorkan uang US$ 1 juta untuk pengembangan beberapa jenis aplikasi dan piranti lunak. "Bahkan kami dengar sudah ada enam (perusahaan) software yang mereka telah akuisisi dari ITB. Kami sudah sampaikan kepada Blackberry untuk gunakan software dalam negeri, sejauh ini mereka belum ada komitmen apa-apa, tapi mereka menyambut baik kebijakan ini," tambahnya. Kendati demikian, Putu mengatakan kalau sejauh ini Blackberry belum mau melakukan investasi di Indonesia karena adanya pergantian jenis piranti yang akan dikembangkan perusahaan. Di samping itu, ia menambahkan Blackberry belum mau mengembangkan pusat riset dan pengembangan manufaktur di Indonesia. "Tapi kebijakan TKDN software ini kami buat dengan bottom line investasi. Intinya kami dorong investasi," tambahnya. Di kesempatan yang sama, Chief Legal Officer dan Corporate Secretary Blackberry, Steven Zipperstein mengatakan perusahaannya akan terus mengikuti perkembangan kebijakan TKDN yang berada di dalam negeri mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar utama Blackberry.
  9. agnes_pisilia_w

    Gojek Akusisi 2 Startup India

    Go-Jek melakukan tindakan mengejutkan. Aplikasi pemesan ojek asal Indonesia itu baru saja mencaplok dua startup asal India, yaitu C42 Engineering dan CodeIgnition. C42 Engineering selama ini bergerak di bidang konsultan teknologi dan telah menangani klien seperti Flipkart dan Quintype. Sedangkan CodeIgnition bergerak di bidang otomatisasi infrastruktur. Akuisisi tersebut diduga berkaitan dengan upaya Go-Jek mengatasi berbagai masalah teknis yang kerap merundung aplikasinya. Selain itu juga untuk memperkuat sistem mereka seiring makin besarnya jumlah pengguna. "Kami sudah bekerja sama dengan mereka selama beberapa bulan. Kedua startup ini membantu kami meningkatkan skala backend agar sesuai dengan tumbuhnya permintaan dan jumlah pengguna," ujar CEO Go-Jek Nadiem Makarim seperti dilansir KompasTekno dari Tech in Asia, Jumat (19/2/2016). Namun akuisisi ini tak berhenti di situ. Nadiem mengatakan, langkah mereka selanjutnya adalah merekrut berbagai sumber daya manusia di bidang IT dari India. "Kami akan merekrut 100 engineer, programmer, dan data scientist terbaik dari tingkat junior atau senior, dalam rentang waktu 6 hingga 12 bulan mendatang," pungkas pria lulusan MBA Harvard itu. Akuisisi ini sebenarnya sudah terjadi sekitar lima bulan yang lalu, namun baru sekarang diumumkan. Mak comblang yang menghubungkan Go-Jek dengan C42 Engineering dan CodeIgnition adalah investornya sendiri, yaitu Sequoia Capital. Go-Jek juga telah membuka sebuah pusat teknologi di Bangalore sebagai buntut dari akuisisi tersebut. Ini adalah kantor pertama Go-Jek yang berada di luar Indonesia.
  10. suatmiko_sutioso

    Melihat Calon Potensial Pembeli Situs Yahoo

    Belum juga berhasil bersaing dan meruntuhkan dominasi pesaing utamanya, Yahoo mulai berpikir untuk mencari pembeli potensial. Dari beberapa nama yang beredar, ada 9 calon pembeli yang mungkin menaruh minat lebih pada perusahaan internet ini. Yahoo yang mencari pemasukan iklan dari mesin pencari dan email, memang harus kalah bersaing dengan Google dan Facebook. CEO Marissa Mayer masih optimis dengan bisnis yang coba akan mereka lakukan yang tentu saja bersinggungan dengan Yahoo Mail dan Tumblr. Kendati demikian, dewan direksi malah memunculkan sinyal melalui Chairman Yahoo Maynard Webb mengatakan baha mereka sedang mencari strategi alternatif, termasuk menimbang proposal pembeli potensial. Kendati tak disebutkan siapa saja perusahaan yang dimaksud, berikut ini 9 perusahaan yang kabarnya tengah membidik Yahoo. Verizon Desember lalu, CEO Verizon Lowell McAdam dan CFO Fran Shammo mengatakan bahwa mereka tertarik mendapatkan Yahoo bila memang dijual. Operator telekomunikasi AS ini memang tengah menanjak mobile video dan membutuhkan paten Yahoo atau teknologinya untuk memuluskan langkahnya. AT&T Selain Verizon, operator telekomunikasi lainnya AT&T juga berminat memiliki Yahoo dengan alasan yang sama. ComCast Yahoo memiliki 1 miliar pengguna, teknologi iklan di mobile dan video yang dimiliki Yahoo tentu sangat pas untuk dimiliki oleh provider broadband dan cable, ComCast. Namun, isu ini sendiri langsung ditampik oleh CEO Brian Roberts. Alibaba. Ini boleh dibilanh sebagai calon pembeli paling potensial. Apalagi faktanya, Alibaba yang tengah tumbuh pesat di China, membeli kembali (buy back) saham mereka yang dipunyai Yahoo di Alibaba sebesar 15 persen. Softbank Demikian pula, perusahaan telekomunikasi Jepang ini bisa mengkonsolidasikan kepemilikan di Yahoo Jepang, yang mendirikan Yahoo pada tahun 1996. Yahoo memiliki 35,5 persen dari Yahoo Jepang, sementara Softbank memiliki 36,4 persen. Disney dan Twenty-First Century Fox. Sebuah studio hiburan bisa memanfaatkan kecakapan Video Yahoo. Google dan Microsoft Ini bukan kabar baru, sebab tahun 2008, kedua perusahaan ini sempat menyatakan ketertarikannya untuk membeli Yahoo. Bahkan Microsoft nyaris saja memiliki Yahoo di tahun yang sama.
  11. c0d1ng

    Yahoo Salah Perhitungan Beli Tumblr

    Ketika membeli Tumblr, CEO Yahoo Marissa Mayer yakin akuisisi ini akan mebawa Yahoo kembali ke masa kejayaan. Tumblr dibeli dengan harga USD1 miliar di 2013, sekarang Yahoo mulai mengakui jika hal tersebut salah. Yahoo memperoleh pendapatan dari Tumblr sekira USD230 juta, angka tersebut belum mampu memenuhi target yang ditetapkan. Kepala keuangan Yahoo, Ken Goldman, mengatakan, Tumblr tidak mencapai target pendapatan 2015. Walaupun sedang dalam masa terpuruk, Yahoo belum mengibarkan bendera putih. Tumblr diketahui menjadi salah satu senjata Yahoo untuk bangkit kembali dari masa kegelapan. Akibat dari kerugian ini, Marissa Mayer menjadi sorotan. Pembelian Tumblr dinilai menghabiskan banyak sekali uang Yahoo.
  12. Saat ini situs blogging Tumblr telah resmi menjadi salah satu anak usaha Yahoo. Ternyata sebelum akuisisi terjadi, ada satu kisah menarik tentang proses akuisisi Yahoo terhadap Tumblr. Chief Operationg Officer (COO) Facebook Sheryl Sandberg, disebut hampir memicu perang penawaran dengan Yahoo untuk mengakuisisi Tumblr. Hal itu diungkapkan oleh penulis biografi Chief Executive Officer (CEO) Yahoo Marissa Mayer, Nicholas Carlson. Diungkapkan Carlson, Sandberg pernah mengirimkan voicemail kepada CEO Tumblr David Karp, setelah ia membaca laporan tentang kesepakatan akuisisi antara Yahoo dan Tumblr. Dalam pesan itu, Sandberg meminta Karp untuk menghubunginya kembali. Tapi saat itu Yahoo-Tumblr hampir mencapai kata sepakat, sehingga Karp dan dewan direksi Tumblr tidak ingin mengambil resiko perang penawaran yang akan menyebabkan Mayer menarik diri. Karp dan dewan direksi Tumblr pun memberitahu Mayer bahwa Sandberg menghubunginya. Menurut Carlson, upaya Sandberg menghubungi Karp mendorong Mayer untuk segera menyelesaikan kesepakatan akuisisi dengan Tumblr. Pada akhirnya, dewan direksi Tumblr memutuskan menerima pinangan Yahoo dengan nilai akuisisi sebesar USD1,1 miliar.
  13. suatmiko_sutioso

    Yahoo katanya mau dijual, ini peminatnya

    Tak kunjung mendapatkan hasil yang positif, Yahoo mengirim sinyal untuk mempertimbangkan menjual perusahaan ke pihak lainnya. Beberapa calon potensial pembeli pun muncul. Yahoo memang tengah terpuruk, baru-baru ini perusahaan internet tersebut melaporkan akan merumahkan 15 persen dari total karyawan mereka. Malah dewan direksi Yahoo menyebut mempertimbangkan proposal strategis yang berkualitas. Dari gosip yang beredar, media besar dan perusahaan komunikasi, serta perusahaan ekuitas swasta, adalah beberapa nama peminat Yahoo. Dilaporkan Bussines Insider, beberapa nama peminat Yahoo adalah Verizon, AT & T, News Corp, Disney dan Comcast. Semuanya telah disebutkan sebagai penawar potensial dalam laporan sebelumnya. Dari jajaran peminat Yahoo tersebut, News Corp mungkin bisa dicoret lebih awal. Karena media grup memiliki layanan berita Dow Jones dan New York Post, tidak memiliki kepentingan di Yahoo, menurut sebuah sumber akrab dengan masalah tersebut. Operator telekomunikasi Verizon masih bergeming sejauh ini, meskipun CEO-nya mengisyaratkan minatnya dalam kesepakatan yang mungkin saja terjadi. Hingga 30 Juni 2015 Yahoo memiliki sekitar 11.000 karyawan, turun dibanding Desember 2014 yang saat itu berjumlah 12.500 orang. Selama ini, Yahoo telah berjuang untuk memperluas bisnis internet, yang meliputi penjualan iklan di mesin pencarian, layanan email, dan terus menghadapi persaingan dari Google dan Facebook. Yahoo memang sedang berada di bawah tekanan dalam merevitalisasi bisnisnya yang dianggap gagal selama tiga tahun. Bahkan salah satu investor perusahaan dilaporkan sempat memanggil Mayer agar jumlah karyawan perusahaan semakin diperkecil hingga 3.000 orang saja.
  14. BincangEdukasi

    Apple Bunuh Situs Analisis Media Sosial

    Apple memutuskan untuk menutup layanan analisis media sosial Topsy.com setelah mengakuisisi perusahaan tersebut pada Desember 2013 sebesar US$ 200 juta. Sekitar dua tahun lalu, tepatnya Desember 2013, Apple mengakuisisi perusahaan yang menyediakan data analisis media sosial Topsy.com seharga US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun. Ternyata Apple tak memberi nafas panjang bagi Topsy, dan memutuskan untuk menutupnya. Apple tidak mengungkap alasan di balik penutupan layanan ini. Menurut kabar yang beredar di industri teknologi, Apple memang sejak lama telah memikirkan untuk menutup Topsy. Apple telah menyetop layanan registrasi untuk akun premium sejak 2014. Sejauh ini, salah satu fungsi Topsy yang paling sering digunakan adalah menganalisis frekuensi tweet atau kicauan dari pengguna di Twitter. Selain jumlah frekuensi sebuah kicauan, Topsy juga bisa menganalisis siapa saja yang mempublikasi konten, lokasi si pengguna, dan informasi lain. Saya coba mengakses Topsy.com, namun situs tersebut sudah tidak bisa diakses. Lalu lintas diarahkan ke laman Apple Support yang menjelaskan tentang bagaimana penggunaan fitur Search pada iPhone, iPad, dan iPod Touch. Mengutip situs Business Insider, ketika Apple mengakuisisi Topsy, sempat ada spekulasi bahwa data dari Topsy akan digunakan untuk mendukung pencarian dan rekomendasi aplikasi di dalam platform Apple App Store. Namun, kabar ini belum terkonfirmasi.
  15. c0d1ng

    Dell Akuisisi EMC Company

    Nilai kesepakatan ini dikatakan yang terbesar sepanjang sejarah industri teknologi. Secara resmi perusahaan komputer Amerika Serikat, Dell telah menyetujui kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan penyimpanan data EMC senilai $ 67 miliar atau setara dengan Rp 905 triliun. Hal ini dilakukan Dell karena menilai penjualan PC beberapa tahun ini menurun dan mencari perluasan bisnis mereka yang lebih menguntungkan. Sehingga Dell melirik bisnis penyimpanan data sebagai bidikan bisnis barunya. "Perusahaan baru kami akan memiliki posisi yang baik untuk pertumbuhan di daerah paling strategis di bidang IT," kata bos Dell. Dikatakan kesepakatan ini adalah sebuah kesepakatan terbesar yang terjadi sepanjang sejarah. Di sisi lainnya, EMC adalah perusahaan induk dari VMware yang merupakan perusahaan software virtualisasi yang besar. Sehingga dengan adanya akuisisi ini, diprediksi membuat perusahaan ini semakin besar dalam lini bisnis teknologi. Banyak analisis berpendapat jika langkah ini adalah gebrakan berani yang diambil oleh pihak Dell.
  16. abas

    Yahoo Akuisisi Situs Fesyen Polyvore

    Perusahaan Internet Yahoo mengumumkan bahwa mereka sepakat untuk membeli perusahaan Polyvore yang menyediakan layanan social commerce fesyen dengan nilai yang tidak disebutkan, Jumat 31 Juli 2015 Polyvore dibangun pada 2007 oleh tiga mantan pemrogram Yahoo. Layanan mereka memungkinkan pengguna untuk memadu-padankan pakaian juga aksesori sesuai keinginan. Jika pengguna hendak membeli sebuah produk, maka Polyvore akan mengarahkan ke situs yang secara langsung menjual produk terkait. Pendiri sekaligus CEO Polyvore, Jess Lee, merupakan karyawan awal di Google yang kurang lebih seangkatan dengan Marissa Mayer. Setelah dari Google, Mayer kini bekerja sebagai CEO Yahoo. Yahoo mengatakan akuisisi dimaksud untuk meningkatkan penawaran iklan. Seperti diketahui, Yahoo telah memfokuskan bisnisnya pada empat bidang, yaitu mobile, video, iklan orisinal, dan sosial, yang disebut Maven. Ini dilakukan untuk mendorong keterlibatan pengguna dan meningkatkan penjualan iklan di tengah persaingan iklan digital yang ketat. Portofolio dalam strategi Maven milik Yahoo kini telah meliputi BrightRoll, jaringan aplikasi mobile Flurry, paltform pembelian iklan digital Yahoo Gemini, dan platform blog Tumblr. Pendapatan Yahoo dari portofolio Maven telah memberi kontribusi sekitar sepertiga dari total pendapatan perusahaan pada kuartal kedua 2015.
  17. Pada awal pekan ini, Bloomberg sempat memberitakan bahwa Microsoft sedang mempertimbangkan untuk membeli Salesforce.com, penyedia aplikasi CRM (Customer Relationship Management) dan aplikasi bisnis lainnya berbasis cloud. Namun, kabar ini segera dibantah oleh dua orang sumber yang menyatakan dekat dengan Microsoft. Dikutip dari Reuters, sumber yang tidak mau disebut namanya ini menyebut bahwa Microsoft menganggap harga untuk mengakuisisi Salesforce sekarang masih tergolong mahal. Sebagai informasi, Salesforce diperkirakan memiliki nilai perusahaan sebesar US$49 miliar. Perusahaan yang berbasis di San Francisco, AS, ini memegang posisi nomor satu dalam pasar aplikasi CRM yang bernilai US$23 miliar per tahun. Microsoft sebetulnya sudah memiliki aplikasi CRM berbasis cloud sendiri, yaitu Dynamics CRM Online. Akan tetapi, tingkat adopsinya masih berada di bawah Salesforce. Kendati membantah niat Microsoft untuk saat ini, sumber yang sama mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan Microsoft masih mencari peluang untuk mengakuisisi Salesforce pada masa yang akan datang. Microsoft memang sedang berupaya meningkatkan pemasukan dari segmen bisnis cloud computing-nya. Mereka menargetkan kenaikan pemasukan sampai US$20 miliar sampai tahun depan. Hal ini diharapkan datang dari peningkatan adopsi terhadap Office 365, Azure, dan juga Dynamics CRM Online. Microsoft pun baru-baru ini menjalin kesepakatan dengan NetSuite, penyedia aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) berbasis cloud, untuk menjadikan Azure sebagai platform infrastruktur cloud pilihan bagi pelanggan NetSuite.
  18. Dua hari terakhir, nilai saham perusahaan microblogging Twitter naik hampir 3.3%. Kenaikan nilai saham Twitter ini dikarenakan beredar rumor bahwa Google akan segera mengakuisisi Twitter. Google ingin mengakuisisi Twitter agar dapat bersaing dengan Facebook dalam hal jejaring sosial. Meskipun Google telah memiliki jejaring sosial seperti Google Plus, Google tetap ingin mengembangkan bisnis mereka dengan cara mengakuisisi Twitter. Seperti yang dikutip dari Venture Beat Google memang dirumorkan akan segera mengakuisisi Twitter. Sebenarnya ini bukanlah rumor pertama mengenai Google yang ingin mengakuisisi Twitter. Pada tahun 2010 silam, Google pernah ingin mengakuisi Twitter dan telah menawarkan dana sebesar 10 miliar USD untuk membeli saham Twitter. Namun saat itu, pemilik Twitter Jack Dorsey tidak ingin melepas twitter ke Google. Menurut Bob Peck, seorang analisis industri, harga saham Twitter sekarang meningkat 3.3% dan nilai jualnya adalah US$ 24,43 milyar sehingga jika Google akan mengakuisisi Twitter maka dibutuhkan dana sebesar 40 Milyar USD. Google sendiri disinyalir memiliki persediaan uang kas sebesar US$ 60 milyar sehingga dianggap mampu membeli Twitter, meskipun proses akuisisi tersbut akan berjalan sulit. Namun jika proses akuisisi Twitter oleh Google berjalan lancar maka Peck berani mengatakan bahwa hal ini akan berdampak positif bagi bisnis Google. Peck juga percaya bahwa Google mampu bersaing dengan Facebook dalam hal jejaring sosial karena pengguna Twitter sendiri saat ini terus meningkat per harinya. Pengguna Twitter sendiri berada di seluruh belahan dunia. Selain Peck, banyak pengamat industri lainnya yang mengungkapkan bahwa akuisisi Twitter oleh Google juga akan menguntungkan keduanya. Seperti biasanya bahwa perusahaan yang telah dibeli maka Google tidak akan mencampuri urusan internal. Twitter dibiarkan berkembang sendiri seperti Android dan YouTube. Selain itu dengan berada di bawah Google, Twitter diperkirakan akan bisa melawan dominasi Facebook dengan bantuan Google tentunya.
  19. c0d1ng

    Twitter mau diakusisi Google?

    Berhembus rumor panas yang menyebut Google ingin mengakuisisi Twitter. Imbas dari spekulasi ini, harga saham Twitter naik 3,3 persen. Katakanlah bila rumor ini benar, Google harus menggelontorkan dana berapa miliar dollar agar Twitter berhasil dicaplok? Saham Twitter memang pernah ambles di harga USD 39,07 dan di puncak tertinggi USD 62,07 per lembar. Perusahaan tersebut bernilai sekitar USD 24,43 miliar. Akuisisi terbesar yang pernah Google lakukan saat mereka membeli Motorola dengan mahar USD 12,4 miliar. Setidaknya, Google wajib siapkan dana USD 35 miliar untuk meluluhkan Twitter. Tepatnya, USD 40 miliar adalah harga yang pas bagi mikroblog berpengguna aktif bulanan 284 juta orang itu. Harga ini sedianya juga bukan hal yang memusingkan bagi Google. Patut diketahui jika cadangan kas mesin pencari tersebut mencapai USD 60 miliar. Jika Twitter dan Google bergabung, para analis percaya jika ini akan berdampak positif bagi bisnis raksasa internet itu. Apabila kedua produk mereka dipadukan, penggunapun yang bakal diuntungkan. Sayangnya, kabar ini belum bisa dikonfirmasi, baik Google dan Twitter enggan memberikan komentar. Di lain pihak, disebut jika rumor ini muncul atas ketidaksabaran dari kalangan investor. Namun, jika memang aksi akuisisi benar-benar dilakukan, dana bukanlah sebuah persoalan. Terlebih, data sosial Twitter bisa jadi aset kuat bagi Google. Apakah Google akan mengakuisisi Twitter? Kita tunggu saja perkembangan informasi berikutnya.
  20. Perusahaan media terbesar Singapura bakal perkuat posisinya di Asia Tenggara dengan mengakuisisi salah satu jaringan berita terbesar di Indonesia Informasi dari beberapa sumber mengungkapkan bahwa jaringan media terbesar Singapura MediaCorp telah menandatangani kesepakatan akuisisi terhadap jaringan berita Indonesia KapanLagi Network (KLN). Saat dikonfirmasi, CEO KLN Steve Christian mengemukakan pihaknya tidak berkomentar terhadap rumor. Rumor akuisisi terhadap KLN oleh MediaCorp memang bukan hal yang baru. Sebelumnya di bulan November 2014 lalu portal berita ekonomi Bareksa mengemukakan bahwa MediaCorp mengincar saham portal berita yang dimiliki oleh KLN, Merdeka. Saham Merdeka dikabarkan ditawarkan satu paket dengan KapanLagi dan Bola.net. Disebutkan dalam berita tersebut tim MediaCorp telah berkunjung ke kantor Merdeka untuk melakukan due diligence. Jauh sebelum itu, di bulan Agustus 2013, IndoTelko memberitakan Grup EMTEK juga sempat berminat dengan kepemilikan KLN, meskipun akhirnya beritanya tak lagi berkembang. Pada waktu itu disebutkan angka yang disebutkan belum sesuai untuk calon pembelinya. Tahun ini rumor akuisisi kembali menguat setelah KLN dan Channel NewsAsia, anak perusahaan MediaCorp, menjalin kerja sama strategis dalam penayangan produk serial TV terbaru Channel News Asia, Start-UP, di Indonesia. KLN sendiri juga di kesempatan yang sama meluncurkan inkubator KLN Play untuk menaungi startup-startup di Indonesia. MediaCorp, yang merupakan anak perusahaan investasi Singapura Temasek, mungkin sedang berusaha memperluas jangkauan bisnisnya untuk mengukuhkan dirinya sebagai yang terbaik di Asia Tenggara dan Indonesia dengan 250 juta penduduk yang sangat setia menonton TV dan menggemari portal berita merupakan pasar yang sangat penting. Langkah bisnis strategis terakhir yang dilakukan oleh KLN adalah merger-nya dengan grup media hiburan Fimela Group setahun lalu. Kami akan memperbarui informasi ini.
  21. qbonk

    LINE Beli MixRadio Microsoft

    LINE menunjukkan upaya untuk terus memperluas jenis layanannya. Tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi chat, LINE juga telah memunyai macam-macam aplikasi game, kamera, kamus, dan layanan lainnya. Pekan lalu, mereka meluncurkan layanan streaming musik LINE Music, bekerjasama dengan Avex Digital dan Sony Music Entertainment. Tapi, layanan ini baru meliputi pasar Jepang. Untuk menyasar pasar global, LINE memilih untuk membeli layanan MixRadio dari Microsoft. Pengumuman ini dilakukan kemarin, Kamis (18/12). Selama ini, MixRadio dikenal sebagai layanan streaming musik yang lekat dengan ponsel Microsoft. Bagi pemilik Lumia, Nokia Asha, dan Nokia X, layanan ini dapat dinikmati gratis. Sementara bagi non-pengguna Microsoft, MixRadio tersedia dalam versi desktop, tapi harus berlangganan. Microsoft mengklaim MixRadio memiliki jutaan pelanggan dari 31 negara. Perpindahan kepemilikan ini akan berpotensi membuat MixRadio bisa menjangkau pendengar yang lebih luas, mengingat LINE saat ini memiliki 170 juta pengguna aktif per bulan dari 230 negara. Dalam keterangan pers, Jung-ho Shin (Chief Globalisation Officer, LINE Corp. dan CEO, LINE Plus Corp.) menyatakan, “Saya yakin MixRadio akan menyediakan layanan musik yang luar biasa sebagai komponen penting dalam keseharian pengguna LINE. Jangkauan global LINE juga akan memperluas usaha MixRadio dalam membawa kebahagiaan bagi lebih banyak orang.” “Kami ingin MixRadio terus beroperasi dengan penuh komitmen untuk selalu berinovasi dan membawa pengalaman musik mobile-first terbaik kepada para pendengar. Visi yang sama dipunyai LINE untuk menyediakan pengalaman yang sederhana, personal, dan menyenangkan di segala sisi,” imbuh Jyrki Rosenberg (Head of MixRadio). Transaksi pembelian LINE terhadap MixRadio ini diperkirakan akan rampung pada awal 2015. Tim pengembang MixRadio bakal tetap berdomisili di Bristol, Inggris, dan meneruskan kerja sama yang sudah terjalin dalam menyediakan layanan musik kepada pengguna ponsel Microsoft.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi