Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'aksi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Guest

    Aksi Nusantara Bersatu

    Sekelompok diaspora Indonesia yang menamakan diri mereka relawan NKRI berunjuk rasa di depan Gedung Kongres AS, terkait keprihatinan akan kondisi bangsa Indonesia yang terpecah belah akhir-akhir ini. Sebagian besar diantaranya adalah pendukung Cagub petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
  2. Bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia bisnis pasti sudah paham bahwa ide tanpa eksekusi adalah kesia-siaan. Demikian juga dalam startup. Ide tanpa aksi nyata akan menjadi angan-angan pemiliknya. Harus ada produk atau solusi untuk menghasilkan. Itulah mengapaide saja tidak cukup, harus ada eksekusi. Anda pasti pernah mendengar istilah pencurian ide, pencurian konsep atau lainnya. Ide adalah sebuah hal abstrak. Dalam kenyataannya ide dengan eksekusi yang berbeda bisa melahirkan produk bahkan model bisnis yang berbeda. Bahkan sering kali ada yang menggambarkan kesuksesan bisnis memiliki komposisi 1% ide dan 99% eksekusi. Mungkin pernyataan di atas masih mengundang pertanyaan, tapi mari kita lihat bersama, unsur dari pengembangan produk atau bisnis startup adalah kebutuhan dan keinginan pasar. Repitisi dan perbaikan produk. Sekali lagi, ide tanpa eksekusi hanya merupakan pemikiran atau angan-angan, dan kemungkinan besar hal tersebut belum teruji di pasaran, yang artinya Anda tidak tahu apakah ide atau gagasan tersebut dibutuhkan masyarakat atau tidak. Menengok dari sejarah, startup yang kemudian berkembang menjadi perusahaan-perusahaan besar kebanyakan bukan startup yang pertama hadir di kategori atau segmennya. Artinya mereka bukan pertama yang memiliki ide semacam itu. Mereka hanya hadir dengan eksekusi dan inovasi yang berbeda. Google contohnya, sebelum Google menjadi populer seperti sekarang ini ide menjadi mesin pencari digagas lebih dulu oleh Altavista, yang bahkan sekarang sudah tidak lagi beroperasi. Artinya menjadi yang pertama atau yang memiliki ide awal saja tidak cukup. Harus ada eksekusi yang sempurna untuk membuat ide menjadi sesuatu yang berguna. Tidak ada cara lain untuk mengetahui kebutuhan pasar selain masuk ke pasar. Masuk ke pasar sendiri tidak bisa jika bisnis kita hanya sebatas ide, harus ada produk, harus ada eksekusi. Jika Anda saat ini penuh dengan ide atau gagasan yang menurut Anda menarik, Anda bisa segera mengeksekusinya. Jika seorang diri masih terlalu di rasa berat Anda bisa berkolaborasi, ikuti pertemuan pengembang atau startup yang ada. Karena hanya dengan ide Anda tidak akan membuat atau memecahkan masalah apa pun.
  3. Drone telah menjadi salah satu inovasi teknologi yang tengah meningkat popularitasnya. Baru-baru ini sekelompok ilmuwan asal Oxford memperingatkan bahaya pesawat nirawak ini bila jatuh ke tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, seperti kelompok teroris. "ISIS dilaporkan terobsesi meluncurkan serangan terorganisir menggunakan sejumlah besar drone yang ditujukan kepada orang banyak untuk menciptakan kembali kengerian seperti peristiwa 9/11," tulis kelompok peneliti 'Oxford Research Group' dalam laporan 'Perseteruan Penggunaan Drone oleh Aktor Non-Negara terhadap Target Orang Inggris'. Kelompok peneliti ini juga tengah melakukan sebuah proyek bernama 'Remote Control Project', di mana peneliti melakukan analisa terhadap tren penggunaan teknologi di bidang militer, serta ancaman yang mungkin muncul di masa yang akan datang, sebagaimana ditulis dalam situs Oxford Research Group. "Drone adalah pengubah permainan di tangan yang salah," ungkap salah seorang peneliti bernama Chris Abbot. Mengutip dari IB Times, para ilmuwan mengklaim bahwa pesawat tanpa awak ini dapat dijadikan sebuah alat pembawa bom ke target-target potensial, seperti stasiun tenaga nuklir atau bahkan ke atas mobil perdana menteri Inggris. Drone juga diklaim sebagai perangkat udara sederhana, terjangkau, sekaligus efisien untuk bisa dimodifikasi menjadi perangkat peledak. "Pemerintah harus menangani ancaman ini dengan serius dan berkomitmen untuk melakukan berbagai penanggulangan yang masih dapat memberikan legitimasi untuk penggunaan komersil dan pribadi," kata Abbot. Kini tengah terdapat setidaknya 200 iklan yang memasarkan drone kepada masyarakat, di mana mungkin saja drone dapat menjadi sebuah alat pembawa bom hanya dengan membutuhkan modifikasi sederhana. Drone yang tergolong sebagai kendaraan udara 'tak berawak' ini memang tengah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat internasional. Selain menjadi bentuk inovasi teknologi yang mendominasi di tengah pameran CES 2016 yang baru saja berlangsung di Las Vegas, drone juga ternyata tengah menyita perhatian kalangan pemerintah, khususnya para pembuat kebijakan. Keberadaan drone memang seperti 'memakan buah simalakama', di satu sisi menjadi solusi sebagai alat pengantar barang dari berbagai bisnis serta menjadi 'kepanjangan mata' manusia yang dapat memantau dari langit. Tapi di sisi lain, berbagai serangan dengan menggunakan drone pun cukup mengkhawatirkan berbagai pihak. Pada November 2015, diketahui terdapat sebuah drone yang menabrak kincir besar di Seattle. Di bulan Januari 2015, sempat ada drone misterius yang jatuh di halaman rumput Gedung Putih. Bahkan, sempat ditemukan drone misterius yang bersifat radiokaktif pada atap kantor pemerintahan perdana menteri Jepang pada bulan April 2015. Abbot menambahkan untuk ke depannya Inggris harus lebih 'bersiaga' karena saat ini para kelompok ekstrim, pelaku kriminal, korporasi, dan bahkan rakyat jelata memiliki akses yang begitu luas untuk bisa mendapatkan drone serta bisa saja merencanakan serangan terhadap negaranya di suatu waktu. "Peperangan teknologi remot kontrol ini sangat tidak mungkin dikendalikan," tulis Abbot dan rekan-rekan sejawatnya dalam laporan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy