Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ac'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Perangkat AC mobil menjadi fitur penting sebagai penunjang kenyamanan berkendara. Ketika AC mobil mulai tidak dingin tentu bisa mengganggu perjalanan bahkan anggota keluarga teriak gerah, panas. Sering kali, AC mobil yang tidak dingin yang dituduh biang kerok adalah freon. Alasannya, freon memang sering bocor jika usia mobil sudah lumayan lawas. Sistem AC mobil terdiri dari beberapa komponen utama yang berfungsi untuk menyemburkan udara dingin, diantaranya kompresor, kondensor, receiver, dryer, dan evaporator. Nah, dalam evaporator inilah freon AC berada. Semestinya, risiko kebocoran freon ini sangat kecil. Tapi dalam kondisi tertentu, umur freon AC ini bisa menua dan mengurangi kemampuannya untuk mendinginkan ruangan. Hal ini bisa disebabkan karena intensitas penggunaan AC itu sendiri, atau karena usia kendaraannya. Selain kedua faktor tersebut, kemampuan AC mobil untuk mendinginkan ruangan bisa berkurang karena lubang pada karet seal di sambungan selang dan pipa, sudah merenggang. Kondisi ini biasanya terkait dengan usia karet seal atau faktor lainnya. Solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut adalah, cek dulu seluruh komponen AC secara keseluruhan. Jika terdapat kebocoran, sebaiknya langsung ditambal. Setelah itu, baru AC mobil bisa diisi dengan freon baru. Cara mengetahui kebocoran? Mendeteksi kebocoran AC sebenarnya cukup mudah, Anda hanya perlu memperhatikan kompresor yang terdapat pada AC mobil. Jika kompresor AC mobil tidak bergerak saat dinyalakan, kemungkinan besar freon AC sudah habis karena adanya kebocoran. Selain itu, ada beberapa ciri lainnya yang menandakan freon AC mobil harus segera diganti, diantaranya adalah kipas AC tidak berputar, udara yang keluar tak segar dan dingin lagi, kipas AC tidak berputar dan lainnya. Segera bawa ke dealer resmi.
  2. AC sangat penting ketika Anda melakukan perjalanan jauh. Langkah memeriksa paling mudah adalah dengan berdiam di dalam kabin sambil menyalakan AC. Jika kurang dingin, bisa ditambah freon-nya. Jika tercium bau, ada kemungkinan evaporator kotor. Atau Anda bisa mengintip via sight glass yang terdapat di ruang mesin. Nyalakan mesin dan AC. Saat idle akan terlihat bening. Saat digas, akan timbul sedikit gelembung udara. Kalau pas idle terdapat gelembung udara, artinya freon berkurang dan terjadi kebocoran di sistem. Jangan alpa pula memeriksa sabuk penggerak kompresor AC dan alternator. Segera ganti jika terlihat getas.
  3. Tidak sedikit pemilik mobil baru menyambangi bengkel AC saat kondisinya sudah tidak optimal lagi. Padahal AC di mobil pun perlu mendapat perawatan layaknya komponen lainnya seperti mesin, rem dan lain sebagainya. Bila mesin perlu menggan­ti oli setiap 10.000 km atau mi­nyak rem perlu dikuras setiap setahun sekali atau 20.000 km, bagaimana nasibnya dengan pelumas di sistem AC? Tentu ia pun perlu diganti secara berkala setiap 20.000 km agar performa kompresor AC tetap terjaga. Tidak kalah penting adalah jumlah oli di sistem AC. “Mayo­ritas jumlah oli di sistem AC yang sering kami temui selalu melebihi dari seharusnya. Hal ini tentu akan berdampak pada kinerja kompresor yang lebih berat sehingga mempengaruhi konsumsi BBM,” terang David Lee, Director Auto Creative yang bermarkas Jl. Pos Pengumben No.8A, Jakarta Barat. Bila jumlah pelumas berlebihan, maka secara otomatis proses pelepasan dingin di evaporator menjadi terganggu akibat terhalang oleh pelumas tersebut. Apalagi bila mobil Anda belum dilengkapi dengan filter AC dan interior cenderung kotor, debu pun akan terhisap oleh blower AC menuju evaporator. Efeknya, performa AC pun akan menurun drastis. Bila dibiarkan, maka suhu pun akan mening­kat sehingga memungkinan bakteri tumbuh. Tekanan harus sesuai agar AC efisien Warna pelumas bekas setelah 30.000 km Jumlah pelumas yang diperbolehkan Untuk itu perawatan AC pun diperlukan. Tapi tidak sembarang bengkel AC dapat Anda sam­bangi. Pasalnya, menganti pelu­mas di sistem AC perlu mem­buang refrigerant atau sering disebut dengan freon. Hal ini jelas tidak ramah lingkungan karena dapat merusak lapisan ozon penyebab global warming. Pilihlah bengkel-bengkel yang menyediakan alat khusus yang mampu menampung refrigerant dalam sebuah tabung seperti yang digunakan oleh bengkel Nawilis atau Auto Creative. Dengan alat ini, kondisi komponen di sistem AC pun dapat dengan mudah terdeteksi lantaran memiliki beragam sensor seperti pemantau tekanan hingga mengukur suhu evaporator. Bahkan kemurnian refrige­rant dapat terdeteksi. Result Sebelum di flushing.... Setelah diflushing, suhu turun menjadi 3,6˚C Sebagai kelinci percobaan, kami menggunakan Toyota Vios produksi 2007. Sistem AC di mobil ini pernah mengalami perbaikan saat mengganti magnetic clutch akibat usia pemakaian. Proses pengerjaan pun hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Suhu awal evaporator adalah 9,4°C. Lalu setelah proses flushing berlangsung, didapat jumlah pelumas hanya 100 ml dari yang seharusnya 120 ml. Hasil akhirnya diperoleh angka 3,6°C di evaporator. Rasa berkendara pun berubah dengan suhu kabin yang lebih dingin. Penggunaan pelumas yang tepat pun membuat kompresor bekerja lebih halus, terutama saat idle. Do it your self Menjaga kebersihan kabin dengan sering melakukan vakum untuk menyedot debu di karpet dasar Menambah filter AC bila mobil Anda belum dilengkapi Membersihkan filter AC agar hembusan AC via blower tetap terjaga Menjaga kebersihan kondensor AC yang posisinya di depan radiator saat mencuci kendaraan lantaran fungsinya untuk melepas panas dari sistem Pastikan putaran kipas elektrik masih bekerja optimal untuk membantu proses pelepasan panas saat mobil berhenti Dengan Kooltech, refrigerant tidak dibuang ke udara agar tidak merusak lingkungan
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy