Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'abk'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 1 result

  1. Muhammad Alfatah, seorang pelaut asal Enrekang, Sulawesi Selatan meninggal dunia di atas kapal. Mirisnya jenazah ABK Long Xing 629 tersebut dibuang di laut lepas. Informasi tersebut beredar saat akun media sosial Facebook, @enrekangdekat, membagikan sebuah foto Alfatah dan surat dari Kementerian Luar Negeri di grup Enrekang dekat. Dalam surat bernomor 00574/WN/01/2020/66 tersebut, berisi perihal penyampaian kasus pembuangan jenazah ABK WNI di laut lepas dan kasus lainnya di Kapal Long Xing 629. 1. Dua WNI meninggal di atas kapal dan jenazahnya telah dibuang ke laut lepas oleh kapten kapal Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala BP3TKI Makassar tersebut, terungkap Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Perlindungan WNI dan BHI telah menerima berita dari KBRI Wellington tanggal 3 Januari perihal kasus jenazah dan kasus lainnya di Kapal Long Xing 629 di Apia, Samoa, yang merupakan sebuah negara kecil di Samudera Pasifik. Dalam surat yang tertulis 16 Januari tersebut, dilaporkan bahwa dua WNI yang bekerja di kapal itu meninggal dunia di atas kapal dan jenazahnya telah dibuang oleh kapten kapal ke laut lepas, karena khawatir ada penyakit berbahaya yang dapat menular ke kru lainnya. Salah satu dari kedua almarhum adalah Muh. Al Fatah yang keluarganya tinggal di Sulawesi Selatan. 2. Alfatah merasakan nyeri di dada, kaki dan wajah bengkak di atas kapal Almarhum Alfatah Dalam surat poin kedua menjelaskan, berdasarkan laporan dari agen penyalur ABK, Ming Feng Internasional yang berlokasi di Republik Rakyat Tiongkok, pada 18 Desember 2019, kapten kapal memberi obat kepada almarhum Alfatah yang merasakan tidak enak badan. Kaki dan wajah almarhum bengkak, napasnya pendek dan merasa nyeri di dada tetapi kondisi Alfatah tidak kunjung membaik. 3. Tanpa sepengetahuan agen, kapten kapal membuang jenazah ke laut Karena sakit, pada 27 Desember 2019 pukul 13.30 waktu setempat, Alfatah dipindahkan ke kapal Long Xing 802 yang akan berlabuh di Samoa untuk diantar ke rumah sakit. Namun belum sampai rumah sakit, almarhum mengembuskan napas terakhir delapan jam setelah dipindahkan ke kapal Long Xing 802. Tanpa sepengetahuan agen, kapten kapal membuang jenazah ke laut karena khawatir adanya penyakit menular yang menjangkiti kru lainnya. 4. Kapal tempat almarhum bekerja berada di tengah samudra Akun @enrekangdekat tersebut juga menjelaskan bahwa kapal tempat Alfatah bekerja berada di tengah samudra. "Dari kronologi yang terlampir. Almarhum Alfatah mengalami sakit keras. Karena Kapal yang ditempatinya bekerja berada di tengah samudra. Hingga Almarhum dipindahkan ke kapal lain dengan alasan agar bisa di bawa ke Rumah sakit terdekat di Negara Samoa sebuah Negara kecil di Samudera Atlantik. Namun 8 jam perjalanan sejak di pindahkan Almarhum meninggal dunia," tulis akun media sosial tersebut. 5. Almarhum dibuang ke laut oleh pihak kapal karena khawatir ada penyakit menular Akun tersebut juga memaparkan bahwa karena daratan (Negara Samoa) masih sangat jauh, maka almarhum dibuang ke laut oleh pihak kapal karena dikhawatirkan ada penyakit menular yang bisa menjangkiti kru kapal lainnya jika jenazah masih berada di atas kapal (-tak dikuburkan). "Keluarga Almarhum juga telah diberitahu oleh pihak agen dan kementerian. Berikut lampiran dari kementerian luar negeri Republik Indonesia. Turut berdukacita.. semoga syahid meninggal saat mencari nafkah.. dan diterima amal ibadahnya. Dan keluarga diberi ketabahan melepas Almarhum yang kini makamnya berada di tengah laut. .," tulis akun itu lagi.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy