Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Stephen Hawking'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Fisikawan ternama Stephen Hawking mengkhawatirkan kesenjangan ekonomi akan semaking renggang setelah banyak pekerjaan yang dikerjakan secara otomatis oleh robot atau kecerdasan buatan, dan pemilik mesin yang kaya menolak untuk berbagi kekayaan Saat ini, banyak sektor industri seperti perakitan yang telah mengganti tenaga manusia dengan tenaga mesin. Di sektor e-commerce juga demikian, pencatatan transaksi yang sebelumnya dilakukan secara manual oleh manusia, kini dapat terekam otomatis berkat susunan kode pemrograman yang membuat kecerdasan buatan. "Jika mesin menghasilkan segala sesuatu yang kita butuhkan, hasilnya akan tergantung pada bagaimana hal-hal itu didistribusikan," kata Hawking Hawking menjelaskan ada dua kemungkinan bagaimana kekayaan ini didistribusikan. Pertama, setiap orang dapat menikmati kehidupan yang lebih sejahtera jika pemilik mesin rela membagikan hasil dari kehebatan mesin itu. Kedua, kebanyakan orang juga dapat berakhir miskin jika pemilik mesin melakukan redistribusi kekayaan yang menguntungkan dirinya atau kelompoknya sendiri. "Sejauh ini, tren tampaknya menuju pilihan kedua, dengan arus teknologi yang terus meningkatkan ketimpangan," jelas Hawking. Di masa kini, perusahaan dengan teknologi informasi yang canggih, rela melakukan investasi besar untuk membeli sistem atau robot yang memungkinkan perusahaan menekan jumlah pekerja manusia. Di tahap ini pula, perusahaan hanya membutuhkan pekerja dengan keterampilan mendalam untuk menunjang operasional yang belum mampu dilakukan oleh sistem atau robot.
  2. Fisikawan kondang Stephen Hawking tak mau ketinggalan momen gembira NASA. Ia memberi selamat New Horizons yang telah berhasil melintasi Pluto dari jarak terdekat. "Miliaran kilometer dari Bumi, pesawat robotik mungil ini akan memperlihatkan kita kilasan awal dari Pluto, sebuah 'dunia' dingin misterius yang paling jauh di sistem tata surya," ungkap Hawking dalam sebuah video yang ia publikasikan di laman Facebooknya. Si jenius berusia 73 tahun itu melanjutkan, "penelitian dari New Horizons ini mampu membantu kita untuk memahami lebih baik lagi bagaimana sistem tata surya ini terbentuk. Kita melakukan eksplorasi karena kita manusia dan kita punya hasrat tinggi untuk tahu." New Horizons berhasil terbang melintasi Pluto dalam jarak terdekatnya pada Selasa pagi (14/7) waktu Amerika Serikat. New Horizons melintas 12,5 ribu kilometer di atas permukaan Pluto dengan kecepatan 45 ribu kilometer per jam pada pukul 7.49 waktu AS. Jarak tersebut menjadi yang terdekat dengan Pluto sejak New Horizons menjelajah ruang angkasa selama 9,5 tahun. Pesawat sebesar piano itu memiliki tugas untuk memberikan gambar jelas dan data ilmiah mengenai Pluto dan lima bulannya. New Horizons mengantongi sekitar 99 persen data Pluto seiring ia sambangi planet kerdil itu dari jarak yang sangat dekat.
  3. Fisikawan sekaligus kosmolog Stephen Hawking akan mempertimbangkan untuk mengakhiri hidupnya sendiri jika ia menjadi beban bagi orang lain atau jika ia tidak memberi kontribusi lebih. Tetapi, rencana itu nampaknya tidak akan terwujud karena Hawking mengatakan kepada BBC, bahwa ia memiliki banyak tugas karya ilmiah yang harus dilakukan sekalipun penyakitnya menghalangi secara fisik. "Saya akan mempertimbangkan meminta bantuan bunuh diri jika saya jadi pesakitan atau merasa tidak memberi berkontribusi lebih atau hanya beban bagi orang-orang di sekitar saya," ujar Hawking kepada pewawancaranya, Dara O'Briain. Ini bukan pertama kalinya Hawking menyatakan rencana bunuh diri. Pada 2014 lalu, Hawking bercerita bahwa pada pertengahan 1980-an ia berusaha untuk mati setelah menjalani operasi trakeostomi. "Saya sempat mencoba bunuh diri dengan tidak bernapas," katanya. "Namun, refleks bernapas terlalu kuat." Pada 1985, Hawking juga pernah berupaya meminta bantuan istrinya untuk bunuh diri ketika menderita komplikasi pneumonia, dengan cara mematikan mesin-mesin yang menopang hidup Hawking. Istri Hawking yang bernama Jane, menolak mematikan mesin penopang hidup itu. Hawking akhirnya mampu melawan penyakitnya dan pulih, lalu menyelesaikan bukunya yang sangat populer, bertajuk "A Brief History of Time." "Saya akan terkutuk jika mati sebelum akan mengurai lebih dalam tentang alam semesta," ucapnya. Hawking menderita penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) yang membuatnya lumpuh total. Hawking berbicara dengan dibantu perangkat komputer di kursi rodanya yang mendeteksi gerakan otot pipi. Otot pipi Hawking merangkai kata demi kata yang akan diucap, ibarat seperti orang mengentik di keyboard komputer. Sebuah sensor khusus di komputer akan menangkap gerakan otot pipi Hawking, lalu memberi sugesti kata yang akan digunakan, dan mentransformasikannya menjadi suara. Penyakit yang diderita sekarang membuat Hawking frustasi karena membuatnya kehilangan gerakan. "Saya ingin bisa berenang lagi. Ketika anak-anak saya masih muda, saya melewatkan tidak bisa bermain dengan mereka secara fisik," tuturnya. Ketika berusia 21 tahun, dokter memvonis Hawking hanya bertahan hidup selama dua tahun. Pada tahun 1960-an ia telah menggunakan kursi roda, tetapi Hawking terus berjuang agar ia bermanfaat untuk orang lain.
  4. Zaman di mana dunia akan dikuasai oleh para robot seperti yang terjadi pada film Terminator bakal bisa terwujud. Hal ini diprediksi oleh fisikawan dunia Stephen Hawking dalam konferensi Zeitgeist 2015 yang berlangsung di kota London beberapa waktu lalu. Dia mengungkapkan kalau komputer yang dilengkapi dengan kemampuan artificial intelegence / kecerdasan buatan (AI) bakal mendominasi manusia dalam jangka sekitar 100 tahun ke depan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Hawking pun menyarankan kalau komputer yang saat ini dikembangkan haruslah mempunyai tujuan yang sejalan dengan pikiran manusia. Hal seperti ini pun bukan pertama kalinya diungkapkan oleh pria kelahiran Inggris tersebut. Pada tahun lalu, dia juga sempat mengungkapkan hal yang sama, di mana Hawking beranggapan kalau AI dapat menjadi penyebab kehancuran manusia. Selain itu, Elon Musk yang dikenal sebagai pendiri dari produsen mobil listrik Tesla pun sempat mengungkapkan hal serupa. Pun halnya pria terkaya dunia sekaligus pendiri dari Microsoft, Bill Gates. Namun tentu saja kekhawatiran tersebut tidak langsung berujung pada penghentian proyek pengembangan robot pintar. Musk pun bahkan memberikan donasi sebesar 10 juta USD untuk pengembangan robot pintar. Namun dengan catatan, pengembangan tersebut harus berdampak positif bagi kehidupan manusia.
  5. Sebagai seorang jenius di bidang fisika, Stephen Hawking kini juga dikenal sebagai 'penentang' kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Baru-baru ini Hawking menyatakan kekhawatirannya terhadap kekuasaan para alien. "Jika alien mengunjungi dunia kita, saya rasa akan sama ketika Christopher Columbus mendarat pertama kali di Amerika -- bukan hal yang disenangi oleh penduduk asli sana 'kan," kata Hawking pada acara Into to the Universe with Stephen Hawking. Nyatanya, kekhawatiran Hawking terhadap keberadaan alien sudah pernah ia tuturkan pada 2010. Ia mengatakan, apabila kehidupan alien cerdas betulan ada, kemungkinan mereka tidak akan ramah terhadap manusia. Ia juga menyampaikan bahwa peradaban alien cerdas kemungkinan bersifat nomaden atau berpindah-pindah. Maka, sangat mungkin apabila mereka mencari planet apapun yang bisa dikuasai. "Jika betul, masuk akal bagi mereka untuk mengeksploitasi setiap planet sebagai bahan penciptaan pesawat antariksa agar mereka bisa mobilisasi," kata Hawking. Peradaban manusia di mata Hawking nampaknya semakin suram lantaran ia juga menyatakan bahwa sifat agresif manusia bisa mengancam kehidupan Bumi beberapa waktu lalu. Hawking memaksa bahwa sikap empati sangat dibutuhkan di era serba canggih seperti ini. Malah, ia menyarankan manusia cerdas dengan keadaan mental lebih sehat untuk melarikan diri dari planet ini bersama-sama. "Saya yakin jangka panjang peradaban manusia di masa depan berada di luar angkasa yang memiliki garansi kehidupan. Dengan menguasai planet lain, kehidupan manusia tidak akan musnah," tutur sang jenius. (Baca: Kontroversi Surga Palsu dan Ketiadaan Tuhan) Begitupun untuk perkembangan AI. Hawking berkata kecerdasan buatan yang dikembangkan sejauh ini memang sangat terbukti berguna untuk manusia. Tetapi, ia khawatir peranti lunak tersebut berpikir melampaui manusia dan menandingi umat manusia.
  6. Saya senang mempunyai mainan baru: sebuah teleskop dari Celestron Telescopes!" tulis Stephen Hawking. Sang fisikawan jenius menyatakan kegembiraannya karena berhasil 'beralih' profesi menjadi fotografer. Menggunakan teleskop Celestron barunya dengan layar 11 inci, ia berhasil menangkap sejumlah penampakan benda antariksa. Teleskop Celestron mampu menghasilkan rincian bagus dari galaksi yang lokasinya jutaan tahun cahaya dari Bumi. "Dua karyawan Celestron menghabiskan dua hari mengajari saya bagaimana menangkap gambar dari teleskop dan melihatnya di komputer saya," tulis Hawking pada laman Facebook resminya pada Senin (16/2) lalu. Hawking berhasil menjepret penampakan bulan dan nebula Orion dan pada laman Facebook-nya, ia mengatakan tak sabar ingin mengamati Pluto dan Galaksi Andromeda beberapa bulan mendatang. Stephen Hawking dengan teleskop Celestron
  7. Pria yang diklaim sebagai salah satu orang terpintar di dunia akhirnya bergabung dengan komunitas pengguna Facebook. Stephen Hawking, pria itu, membuat laman resmi di Facebook dan membagikan status pertamanya setelah sebelumnya hanya mengubah foto profil. "Saya selalu berpikir, bagaimana semesta ini bisa tercipta? Waktu dan luar angkasa mungkin selamanya akan jadi misteri, tapi saya tidak akan berhenti mencari tahu. Saya sangat bersemangat membagikan itu semua kepada kalian," tulis Hawking. Unggahan itu langsung disukai oleh lebih dari 23 ribu akun Faebook. Hingga hari ini, laman resmi Hawking itu sudah disukai sekitar 1,5 juta orang dan diklaim sebagai laman yang paling banyak disukai di antara para ilmuwan lain yang sudah bergabung dengan Facebook. Pada pos lain, Hawking bergurau dengan menyebut dirinya sebagai "alien bersuara robot". Ilmuwan dari Centre for Theoretical Cosmology di University of Cambridge ini juga membagikan video tantangan ember es yang dia lakukan bersama beberapa rekannya. Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi. Ia mengalami kelumpuhan dan hampir seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan. Namun ia terus berkarya dengan menulis sejumlah buku pengetahuan dan menjadi selebritas akademik serta teoretikus fisika yang terkenal di dunia.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy