Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Spanyol'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Anda gemuk tapi merasa sehat? Mungkin Anda benar-benar sehat karena tidak memiliki kebiasaan buruk seperti tidak merokok, minum alkohol, dan tidak melakukan olahraga. Pernyataan ini mungkin berbanding terbalik dengan kampanye kesadaran obesitas yang banyak diterapkan negara-negara di seluruh dunia. Namun sebuah penelitian di Spanyol menemukan lebih dari separuh pekerja obesitas di sana ternyata memiliki metabolik yang sehat. Kegemukan cenderung meningkatkan risiko penyakit kronis dan stigma sosial. Namun seseorang yang gemuk belum tentu memiliki penyakit. Para peneliti, dari Rumah Sakit del Mar, Cualtis, dan Eli Lilly, Spanyol, mengumpulkan data 451.432 pekerja Spanyol. Mereka ingin mengetahui bagaimana perbedaan orang yang sehat dan tidak sehat. Saat diuji, sebagian dari mereka tidak memiliki peradangan dalam tubuh mereka, yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Mereka juga tidak menunjukkan perubahan insulin. Hampir semua proses metabolik mereka normal, sehingga hormon juga bekerja dengan baik. Para pekerja yang terdiri dari berbagai bidang ini juga menjalani pemeriksaan fisik yang meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang dan tekanan darah. Mereka juga dikelompokkan berdasarkan apakah mereka saat ini merokok, kadar alkohol yang mereka konsumsi, dan berapa banyak latihan yang mereka lakukan. Dari informasi ini, peneliti menghitung apakah mereka sehat dengan menggunakan lima kriteria sindrom metabolik seperti lingkar pinggang, kadar lemak yang dikenal sebagai trigliserida dan kolesterol yang ditemukan dalam darah mereka, serta tingkat gula darah ketika mereka sedang berpuasa. Para pekerja dianggap memiliki "metabolik sehat" ketika memenuhi dua atau kurang dari lima kriteria. Dari 87,1 persen pekerja yang kegemukan ditemukan sehat. Anehnya, 55,1 persen dari mereka yang dianggap obesitas juga ternyata sehat. Sedangkan 97,8 persen dari individu dengan berat badan normal juga sehat. "Penerapan program promosi kesehatan pada para pekerja bisa menghentikan transisi ke metabolik yang tidak sehat, mempertaruhkan tekanan darah tinggi, diabetes dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu mungkin langkah pencegahan perlu dilakukan," kata penulis utama studi tersebut, Albert Goday. Kendati demikian, studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Public Health ini tetap mencatat risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke apabila obesitas tak dikendalikan.
  2. Kelompok investor Asia dan Inggris, Tzaneen International Grup, memberikan penawaran sebuah bandara bekas di Spanyol yang selama ini dikenal dengan "Bandara Hantu," Ciudad Real Central, hanya senilai US$ 14.000 atau sekitar Rp 185,6 juta (Rp 13.254,61 per dolar AS). Bandara Ciudad Real Central, terletak 125 mil selatan dari ibukota Spanyol, Madrid yang jarang penduduknya. Jika tawaran pembelian dikabulkan, Tzaneen berencana menanamkan investasi hingga US$ 125 juta, untuk mengubah Ciudad Real menjadi "hub logistik" bagi barang impor Cina. Namun, Pengadilan Komersial negara itu menilai tawaran pembelian ini terlalu rendah. Sebelumnya, pengadilan di Ciudad Real menetapkan harga minimum pembelian bandara ini sebesar 40 juta Euro. Maklum, pembangunan bandara ini menelan biaya hingga satu miliar Euro. Pada tahun 2006, pemerintah Spanyol memberikan izin pengelolaan bandara seluas 4.000 meter persegi ini kepada swasta. Bandara tersebut awalnya bernama Don Quixote. Namun pada 2009, Ciudad Real mencari kredit karena krisis ekonomi global dan gagal. Bandara ini kemudian ditutup pada 2012 setelah 4 tahun beroperasi. Bandara ini pun kemudian disebut "Bandara Hantu." Ketika mulai beroperasi, pengelola berharap keberadaan bandara ini bisa menarik maskapai penerbangan murah guna menggaet banyak wisatawan asing menuju Madrid. Namun, rencana ini gagal karena kalah saing dengan Bandara utama Madrid, Barajas. Tawaran pembelian dikatakan masih dibuka, jika mereka membuat tawaran setidaknya 28 juta Euro atau 70 persen dari nilai taksiran bandara, dalam waktu 20 hari kerja.
  3. Dari dahulu sampai sekarang, sudah tak terhitung berapa banyak pemain berkaki kiri yang sudah mewarnai sejarah sepak bola. Namun, dari semua, hanya beberapa yang mendapatkan status legenda. Para superstar itu tersebar di seantero dunia. Salah satu klub yang cukup identik dengan pemain-pemain kidal ber-skill kelas dewa adalah Barcelona. Siapa saja dewa kidal yang pernah dan/atau masih berseragam Barcelona? Berikut tiga yang terdepan. Ketiganya sama-sama memakai nomor 10, nomor keramat. 1. Diego Maradona Bicara tentang pemain kidal, pasti tak bisa lepas dari nama Diego Maradona. Pemain legendaris Argentina itu direkrut Barcelona dari Boca Juniors setelah Piala Dunia 1982 dengan rekor transfer £5 juta. Pada tahun 1983, di bawah asuhan pelatih Cesar Luis Menotti, Barcelona dan Maradona memenangi Copa del Rey dengan mengalahkan Real Madrid serta Supercopa de Espana dengan menekuk Athletic Bilbao di final. Pada 26 Juni 1983, ketika Barcelona memenangi El Clasico di kandang sang rival Real Madrid, Maradona mencetak sebuah gol istimewa. Gol itu membuatnya jadi pemain Barcelona pertama sepanjang sejarah yang mendapatkan standing ovation di Santiago Bernabeu. Pemain Barcelona kedua yang mendapatkan penghormatan serupa adalah Ronaldinho pada November 2005. Setelah dua musim (1982-1984) yang cukup sulit akibat sakit dan cedera serta pertentangan dengan para direktur klub, terutama Presiden Josep Lluis Nunez, Maradona dilego ke Napoli (lagi-lagi) dengan rekor transfer dunia waktu itu (£6,9 juta). Maradona meninggalkan Barcelona dengan 38 gol dalam 58 penampilan atas namanya. 2. Rivaldo Rivaldo memperkuat Barcelona periode 1997-2002 setelah ditransfer dari Deportivo La Coruna. Gelandang serang dan second striker asal Brasil ini dikenal memiliki speed, teknik, visi dan passing yang mumpuni. Selain itu, kaki kirinya juga istimewa. Momen tak terlupakan Rivaldo dengan seragam Barcelona adalah ketika mengalahkan Valencia 3-2 di laga pemungkas La Liga 2000/01. Rivaldo mencetak salah satu hat-trick terbaik yang pernah ada. Gol pertama Rivaldo dalam laga tersebut adalah free kick melengkung yang menjadi ciri khasnya. Gol kedua berupa tendangan jarak jauh setelah terlebih dahulu mengecoh pemain lawan dengan feint-nya. Gol ketiganya, gol penentu kemenangan Barcelona di menit 90, sangat spektakuler. Dia menjinakkan bola dengan dada, lalu menyelesaikannya dengan sebuah flying overhead kick sempurna dari ujung kotak penalti Valencia. Gol ketiga itu dianggap sebagai salah satu gol terbaik dalam karier Rivaldo. Selama berseragam Barcelona, Rivaldo mengukir total 130 gol di semua ajang. 3. Lionel Messi Sebagai penutup, tentu saja sang penyerang bintang Argentina penerus dinasti kejayaan Diego Maradona. Lionel Messi mengawali karier profesional bersama Barcelona pada tahun 2004. Sejak itu, La Pulga sudah meraih hampir segalanya. Dengan kaki kiri magisnya, Messi menjelma jadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah Barcelona serta persepakbolaan dunia. Ketajamannya tak perlu diragukan. Saat ini, dia merupakan top scorer sepanjang masa Barcelona. Dia juga memegang rekor gol terbanyak dalam sejarah La Liga dan bersaing dengan Cristiano Ronaldo sebagai pemain tertajam sepanjang perhelatan kompetisi elit Liga Champions Eropa. Messi juga memegang rekor trofi FIFA Ballon d'Or terbanyak (4). Istimewanya, keempat trofi individu bergengsi itu dia raih secara beruntun di edisi 2009, 2010, 2011 dan 2012. Bersama Barcelona, Messi telah memenangi La Liga, Copa del Rey, Supercopa de Espana, Liga Champions, Piala Super Eropa serta Piala Dunia Antarklub FIFA. Yang kurang hanyalah trofi Piala Dunia bersama Argentina. Karier Messi masih panjang. Sederet prestasi dan rekor pun menunggu untuk dia pecahkan. Sumber : Bola.net
  4. Istilah Google tax atau pajak Google saat ini cukup booming di Benua Eropa. Beberapa negara di benua biru itu pun ramai-ramai memberlakukan pajak yang mengharuskan Google untuk membayar sejumlah uang kepada para publisher berita. Salah satunya adalah Spanyol yang telah secara resmi menyetujui pemberlakukan pajak tersebut. Pajak tersebut akan mulai secara efektif diberlakukan pada 1 Januari 2015. Dan pada saat kebijakan ini berlaku, maka setiap publisher berita bisa memperoleh sejumlah uang tertentu kepada search engine. Uang tersebut mereka dapatkan untuk setiap link berita yang muncul dalam hasil pencarian sebuah search engine, tak hanya terbatas pada Google. Namun belum ada informasi mengenai seberapa besar uang yang harus dibayarkan oleh search engine untuk setiap link yang mereka tampilkan kepada publisher. Pihak Google pun mengatakan kalau mereka ingin membangun hubungan baik dengan para publisher berita di Spanyol. Dan nampaknya, mereka tak keberatan dengan adanya pajak tersebut. Spanyol bukanlah satu-satunya negara yang memberlakukan pajak seperti ini. Sebelumnya, negara Jerman dan Spanyol juga memiliki kebijakan serupa. Lalu, bagaimana dengan Indonesia, apakah bakal ada kebijakan seperti ini juga?
  5. Juara bertahan Spanyol harus pulang kampung lebih cepat dari perhelatan Piala Dunia 2014 setelah menelan kekalahan atas Cile di Grup H dengan skor 2-0. Laga kedua di grup B antara Spanyol dan Cile berakhir dengan skor 2-0 untuk Cile di Stadion Maracana, Kamis dini hari (19/6/14) WIB.Masing-masing gol dicetak Eduardo Vargas dan Charles Aranguiz. Spanyol rupanya belum bisa bangkit dari performa buruk yang terlihat saat kalah 1-5 dari Belanda di laga perdana. Lawan Cile, barisan pertahanan Spanyol kembali terlihat mudah terkoyak oleh serangan balik cepat dari sayap. Efektivitas permainan La Furia Roja pun dipertanyakan. Kendati unggul hingga 63 persen dalam penguasaan bola, hanya enam tembakan yang mengarah ke gawang. Sementara Cile, meski hanya mendapat 37 persen porsi penguasaan bola, mampu melepaskan empat tembakan ke arah gawang. Dengan kekalahan ini, Spanyol dipastikan tersingkir dari Piala Dunia. Dari dua laga yang telah dimainkan, peringkat teratas diduduki Belanda dengan enam poin, diikuti Cile dengan poin yang sama, serta Australia tanpa poin. Spanyol, yang belum mengemas satu poin pun seperti Australia, dipastikan tak bisa menyusul perolehan Belanda dan Cile. Untuk lolos ke fase berikutnya, setiap tim harus bisa berada di posisi dua besar. Di pertandingan kedua ini, Vicente del Bosque melakukan perubahan susunan pemain untuk skuat Spanyol. Gerard Pique dan Xavi tidak diturunkan dari awal laga di pertandingan ini, sang pelatih lebih memilih Javi Martinez dan Pedro untuk bisa membuat perubahan di dalam tim. Di Cile, pelatih Jorge Sampaoli masih menurunkan pemain yang sama saat pertandingan pertama mereka berhasil mengalahkan Australia. Arturo Vidal di lini tengah akan membantu menyodorkan bola ke lini depan yang di motori oleh Alxes Sanchez. Jalannya Pertandingan: Baru berjalan dua menit di babak pertama, Cile langsung mengancam lewat sundulan Gonzalo Zara. Menit ke-15, Spanyol menebar ancaman melalui Xabi Alonso. Namun tendangannya masih bisa dihalau, kiper Cile, Clauido Bravo. Lima menit berselang, Cile membuka keran gol lebih dulu melalui kaki Eduardo Vargas. Cile untuk sementara ungguli Spanyol dengan skor 1-0. Menit ke-24, Xabi Alonso memiliki peluang lewat tendangan first time-nya, namun arah bola masih melebar jauh dari gawang Cile. Spanyol terus mencari peluang untuk bisa menyamakan kedudukan. Kali ini giliran Diego Costa. Sayang, tendangannya masih menjauh tipis dari gawang Cile. Jelang 10 menit turun minum, giliran Spanyol yang justru tertekan oleh Cile. Akhirnya di menit ke-44, Charles Aranguiz sukses memanfaatkan tendangan rebound dari pantulan Casillas. Cile semakin unggul jauh 2-0 atas Spanyol. Hingga turun minum, skuat asuhan Jorge Sampaoli tersebut berhasil mengungguli sang juara bertahan dengan skor 2-0. Di awal babak kedua, Cile tampil sabar dan disiplin dalam bertahan. Peluang yang didapat Diego Costa pada menit ke-49 dari dalam kotak penalti masih bisa dihalau barisan pemain bertahan Cile. Bola masih dikuasai para pemain Spanyol dan masih pada menit yang sama, Jordi Alba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Bola masih jauh dari sasaran. Menit ke-53, Sergio Busquets mendapat peluang emas untuk mencetak gol bagi Spanyol. Sayang, sontekannya dari jarak kurang dari lima meter di depan gawang memanfaatkan umpan silang Diego Costa masih melenceng. Sementara itu, Cile baru mendapatkan peluang melepaskan tendangan pada menit ke-65. Tendangan Vargas dari luar kotak penalti masih bisa ditepis kiper lawan. Pertahanan Spanyol benar-benar kedodoran lewat serangan balik. Menit ke-68, lewat counter attack, Mauricio Isla mendapatkan ruang tembak di sisi kanan kotak penalti lawan, memanfaatkan umpan pendek Vargas. Tendangannya masih melebar. Masih dari serangan balik, kali ini Cile mendapat peluang pada menit ke-71. Tandukan Guttierez memanfaatkan umpan silang Alexis Sanchez masih melambung. Spanyol, yang kesulitan mengurai pertahanan Cile, mencoba berspekulasi dari luar kotak penalti. Upaya Cazorla pada menit ke-80 dan Iniesta pada menit ke-85 masih bisa diantisipasi kiper Claudio Bravo. Hingga laga usai, Cile tetap unggul 2-0. Susunan Pemain: Spanyol: Iker Casillas; Javi Martinez, Sergio Ramos, Jordi Alba, Cesar Azpilicueta; Andres Iniesta, Pedro (Santi Cazorla 76’), Xabi Alonso, Sergio Busquets, David Silva; Diego Costa (Fernando Torres 64’); Pelatih: Vicente del Bosque. Cile: Caludio Bravo; Francisco Silva, Gary Medel, Gonzalo Jara; Eugenio Mena; Mauricio Isla, Arturo Vidal (Carlos Carmona 88’), Charles Aranguiz (Felipe Gutierrez 64’), Marcelo Diaz; Alexis Sanchez, Eduardo Vargas (Jorge Valdivia 85’); Pelatih: Jorge Sampaoli.
  6. Gelandang asal Spanyol, Xavi Hernandez, mengaku masih memendam kekecewaan terhadap penampilan skuad La Furia Roja di Piala Dunia 2014 Brasil. Apalagi, dalam turnamen itu dirinya kerap duduk di bangku cadangan. Pernyataan itu diungkapkan Xavi seusai dirinya mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional. Selama 14 tahun berseragam Spanyol, pemain berusia 33 tahun itu mengemas total 13 gol dari total 133 penampilan. Xavi sendiri merupakan salah satu tokoh kunci keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2008, 2012. Bahkan, pada Piala Eropa 2008, namanya tercatat sebagai pemain terbaik. Namun, karier Internasionalnya ditutup dengan kurang manis. Maklum, berstatus sebagai juara bertahan, Spanyol justru menjadi tim pertama yang tersingkir di Piala Dunia 2014 setelah takluk dari Belanda dan Cile di penyisihan Grup B. "Aku kecewa di dua level pada akhir musim lalu karena aku merasa tidak berguna untuk Barcelona atau tim nasional," ungkap Xavi seperti dilansir Skysports. "Brasil adalah kekecewaan bagi semua orang dan juga bagiku pribadi. Fakta bahwa aku tidak ikut ambil bagian di pertandingan menentukan melawan Cile adalah bentuk kekecewaan secara pribadi," tambahnya. Meski begitu, Xavi tetap mengaku bangga bisa membela Spanyol dan memberikan sejumlah gelar bergengsi. Ia berharap, skuad asuhan Vicente Del Bosque tersebut bisa kembali bangkit dan mempertahankan gelar pada Piala Eropa 2016. "Aku berterima kasih kepada semua orang di federasi. Sebuah waktu yang luar biasa bagiku bisa berada di sana selama bertahun-tahun dan meraih begitu banyak kesuksesan," katanya. "Aku akan pergi dengan sangat bangga dan berharap mereka selalu mendapatkan yang terbaik. Mulai sekarang aku adalah salah satu fans dari timnas Spanyol," tutur Xavi.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy