Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Ramalan'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Anda yang lahir dan besar di era 1990-an mungkin pernah menonton film Back to the Future (BTTF). Ingatkah Anda bahwa hari ini, 21 Oktober 2015, adalah hari di mana Doktor Brown (Christopher Lloyd), Marty McFly (Michael J Fox) dan kekasihnya Jennifer Parker (Elizabeth Shue) tiba dari masa lalu, 26 Oktober 1985. Untuk merayakan momen ini, para penggemarnya mengulas apa saja prediksi filmBTTF tentang kondisi tahun 2015 yang benar-benar menjadi kenyataan. Di bawah ini adalah beberapa di antaranya. Televisi layar besar dan video conference Beberapa adegan film BTTF memperlihatkan orang-orang yang hidup di tahun 2015 sedang menonton televisi layar besar. Dalam BTTF II, tokoh-tokohnya juga berkomunikasi lewat screen, atau yang sekarang kita kenal dengan sebutan video conference. Sekarang ini hal tersebut bukan lagi menjadi hal yang istimewa, karena kita telah memiliki Skype, FaceTime, Snapchat, Google Hangouts ... prediksi masa depan untuk teknologi video call memang sudah terwujud. Drone untuk Pemberitaan Pada salah satu bagian film BTTF, sebuah drone milik USA Today terbang di atas kota Hill Valley, dan mengambil gambar. Sekarang, perusahaan-perusahan media besar, termasuk CNN, berencana menggunakan teknologi drones untuk keperluan pemberitaan. Video game hands-free Ketika berkunjung ke masa depan, Marty ditertawai oleh dua anak karena ia bermain dingdong menggunakan tangan. Dan benar saja, saat ini sudah ada produk-produk game hands-free, seperti Xbox Kinect. Tablet dan teknologi pembayaran mobile Dalam salah satu adegan, Marty diminta memberikan donasi online menggunakan sebuah perangkat elektronik berbentuk flat, untuk memperbaiki menara jam kota di Hill Valley. Mobil berbahan bakar sampah Walaupun sampai sekarang belum ada mobil berbahan bakar sampah seperti yang digunakan Doc Brown di film BTTF, Toyota telah membuat mobil bertenaga hidrogen yang dinamai Mirai. Teknologinya mampu mengubah hidrogen dan oksigen menjadi listrik. Hoverboard Dalam film Back to the Future II, suasana tahun 2015 digambarkan dengan anak-anak kecil bermain papan luncur yang melayang mengelilingi danau, juga remaja-remaja yang melayang-layang dengan papan yang mengeluarkan api dan asap. Sementara kenyataannya, skuter tradisional masih sering terlihat di taman bermain anak-anak, sementara untuk merealisasikan hoaverboard masih membutuhkan waktu sebentar lagi. Di bulan Mei 2015, seorang penemu asal Canada, Catalin Alexandru Duru memecahkan rekor dunia dengan berhasil menerbangkan papan luncur dengan jarak sejauh 275,9 meter. Kacamata Pintar Salah satu prediksi film itu adalah bagaimana teknologi pribadi akan mengganggu waktu makan malan. Dalam satu adegan anak-anak Marty dan Jennifer tampak asyik menonton TV dan mengobrol dengan teman menggunakan kacamata futuristik. Merasa tak asing? Walaupun di film itu teknologi smartphone dan tablet tidak diperkenalkan, tapii teknologi kacamata pintar sekarang ini telah maju dengan pesat. Google pernah memperkenalkan Google Glass, dan Microsoft pula memperkenalkan HoloLens.
  2. Pada 2008, mendiang Steve Jobs melontarkan ramalan memakai analogi truk, mobil, dan sepeda motor untuk membaca tren peranti mobile di masa depan. Jobs memprediksi proporsi antara komputer dekstop, laptop, dan peranti mobile seperti telepon genggam. Jauh sebelumnya, tiga dekade lalu, Jobs juga telah meramalkan setiap perangkat teknologi informasi bakal terhubung satu sama lain. Waktu itu, 1985, tak banyak orang bisa membayangkan wujud ramalan Jobs. Teknologi informasi pada medio 1985 baru sampai pada tataran komputer dekstop. Kotak pintar itu pun masih susah dijinjing dan terbatas kapasitas maupun kemampuannya. "Kita baru berada pada tahap awal dari suatu hal besar. Yang akan terjadi berikutnya, seperti terobosan baru saat telepon diperkenalkan," ungkap Jobs. Jobs meramalkan, setiap rumah pada masa depan akan butuh komputer. Menurut dia, konsumen rumahan bakal butuh komputer karena ingin terhubung dengan jaringan komunikasi nasional. Saat ditanya terobosan baru apa yang dia maksud, Jobs mengaku baru berspekulasi. "Banyak hal terjadi di industri ini. Anda tidak tahu pasti seperti apa hasilnya nanti. Namun, (jejaring komputer) ini adalah sesuatu hal yang besar dan banyak manfaatnya," jawab dia. Dan, internet pun mewujud pada awal era 2000-an. Lalu, ramalan soal truk, mobil, dan sepeda motor meluncur dari mulut Jobs, saat telepon genggam masih menjadi mimpi para engineer. Perkiraan pertumbuhan pengguna internet sebagaimana dilansir situs eMarketer pada 2013, yang dikutip di Harian Kompas edisi 10 Maret 2015. Truk merupakan analogi untuk komputer dekstop, sementara mobil adalah peranti komputer mobile, dan sepeda motor adalah gadgetsemacam telepon genggam dan tablet. "Ketika kita tinggal di negara agraris, semua kendaraan terdiri dari jenis truk karena memang itulah yang diperlukan di pertanian," ucap Jobs sebagaimana dikutip olehAllThingsD. Namun, lanjut Jobs, ketika masyarakat menjadi semakin urban, mobil bakal menggantikan truk dan bahkan mendominasi. Ketika mobilitas makin tinggi, sepeda motor pun akan “meliuk-liuk” di jalanan. Analogi Jobs ini tak lepas dari tren di Negeri Paman Sam. Fitur-fitur yang sebelumnya kurang dipandang di kendaraan jenis truk, seperti "power steering"—anggap saja sebagai perumpamaan efisiensi daya dan daya tahan baterai—pun tiba-tiba menjadi sangat penting. Wujud ramalan Jobs Lima tahun sesudah 2008, ramalan Jobs mewujud dalam angka-angka proporsi penjualan komputer dekstop, notebook, dan telepon genggam. Kemudian, hari ini, 2015, internet juga sudah menjadi barang yang terasa lumrah ada di mana saja, dari perkotaan hingga pelosok pedesaan, berikut realisasi ramalan soal “truk”, “mobil”, dan “sepeda motor”. Riset IDC pada 2013 memublikasikan proyeksi pengapalan gabungan komputer dekstop dan notebook akan terlewati angka pengiriman tablet. Pengapalan ponsel cerdas (smartphone) pun diprediksi menembus angka 1,4 miliar unit pada 2015. Soal ramalan Jobs tiga dekade lalu, situs eMarketer.com menyebutkan, jumlah pengguna internet di seluruh dunia pada 2015 mencapai angka 3 miliar, setara 42,4 persen populasi dunia, naik sekitar 6,2 persen dibandingkan pada 2014. Sampai 2018, hampir setengah dari populasi dunia atau sekitar 3,6 miliar orang diperkirakan mengakses internet minimal satu kali dalam satu bulan. Di Indonesia, penetrasi internet dan peranti pendukungnya pun tumbuh sama tinggi. Pada 2013, nilai impor gawai mencapai 2,8 miliar dollar AS. Saat ini, gawai sudah menjadi kebutuhan utama bagi sebagian besar masyarakat perkotaan, baik untuk kepentingan sosial maupun profesional. Lalu, apa kabar kelanjutan ramalan Jobs soal truk? "Mereka akan tetap ada dan tetap bernilai tinggi, tetapi hanya dipakai segelintir orang," imbuh Jobs dalam wawancara pada 2008 itu. Hasil survei Litbang Kompas tentang perilaku pengguna internet di Indonesia, sebagaimana tayang pada edisi 21 Juli 2015. Survei Litbang Kompas menunjukkan, perangkat telepon genggam menjadi media yang paling banyak digunakan untuk mengakses internet. Setiap empat dari sepuluh responden mengaku memiliki perangkat smartphone dan sekitar 85 persen di antaranya menyatakan kerap mengakses internet menggunakan peranti tersebut. [Kompas, 21 Juli 2015]. Pertanyaan berikutnya, seperti apa dunia yang terbentuk dengan dukungan segala kemudahan teknologi informasi seperti ramalan Jobs? Barangkali yang tidak sempat terlontar dari mulut Jobs adalah fakta pada hari ini lompatan besar teknologi informasi sudah mengubah banyak aktivitas keseharian manusia di seantero Bumi. Responden survei Kompas yang mengaku terbiasa mengakses internet adalah kelompok usia di bawah 35 tahun, sekaligus menjadi kelompok pengakses internet paling aktif. Hampir separuh dari mereka mengakses internet setiap hari. Selain untuk kebutuhan mencari informasi lewat situs pencari berita (search engine), tak kurang dari 61 persen responden juga bilang banyak memanfaatkan internet untuk mengakses media sosial, berinteraksi dengan kerabat dan kolega. Gelombang kemajuan internet dan peranti teknologi informasi pun pelan-pelan mengubah pola bisnis. Simak misalnya kisah Rianti,makeup artist, yang cuplikan videonya muncul diindonesiadigitalnation.com. Memulai usaha pada 2006, dia mengaku pengguna layanannya semula bisa dirunut keterkaitan maupun sumber informasinya. “(Dulu) jualan makeup itu benar-benar dari mulut ke mulut. Kalau sekarang si A, besok tantenya si A, seperti garis lurus. Sekarang, dengan internet, sudah silang-silang, saya tidak tahu mereka tahu saya dari mana,” tutur Rianti. Penggunaan telepon genggam untuk aktivitas sehari-hari Berselancar memakai ponsel pintar dan tablet sudah pula menjadi bagian dari gaya hidup. Tidak hanya di kota-kota besar, fenomena ini juga terlihat di kota-kota lapis kedua dan ketiga. Makin banyak orang mencari informasi terkini dari perangkat bergerak mereka. Di antara indikatornya, tempat pengisi daya listrik dan jaringan Wifi gratis sudah menjadi semacam keharusan di kafe dan restoran. Yang juga menarik dicermati adalah berkembangnya bisnis online. Pemesanan tiket dan hotel untuk kebutuhan wisata juga diminati pengguna internet. Pemanfaatan teknologi informasi dan peranti mobile telah pula merambah dunia pendidikan hingga pelayanan publik. Akan menjadi menarik lagi, bila suatu ketika kita bisa melihat para petani berkumpul di dangau persawahan, membahas harga jual gabah lewat gadget canggih. Sebelum sampai ke sana, cita-cita sederhana Rianti dalam video di situs indonesiadigitalnation.com pun layak disambut sebagai asa bagi Indonesia. “Kalau bisa gue ingin sharing ilmu makeup gue lewat internet, supaya wanita-wanita lain bisa mendapati tips makeup cantik dari saya,” ujar Rianti. Bersama dia, puluhan orang lain telah pula tampil dalam video di situs yang sama. Kalau Anda punya visi seperti apa internet dan peranti teknologi informasi bisa menjadi inspirasi, kenapa tak Anda bagi berupa video singkat lewat aneka media sosial yang kini bertebaran? Unggah dan pasang saja tagar #IndonesiaDigitalNation. Barangkali, kali ini giliran Anda yang bisa membuat ramalan jitu tentang masa depan teknologi informasi, selepas sosok visioner Jobs mangkat pada 5 Oktober 2011. Anggap saja Jobs sedang bertanya, "Buat apa internetmu?"
×
×
  • Create New...