Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'RI'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Pemerintah Indonesia menyadari aturan hukum yang ada saat ini harus segera dirampingkan guna menjaga kestabilan di sektor manapun. Saat ini, jumlah aturan yang ada sekira 43 ribu. Hal tersebut diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pada saat acara Dialog Nasional Gerakan Nasional Penyelamatan Air di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (14/11/2016). Dia menyebutkan, pemerintah pusat sudah membangun hubungan tata kelola antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang harus semakin efektif dan efisien yang ujungnya untuk memperkuat otonomi daerah. "Kuncinya adalah bagaimana kita melakukan sinkronisasi dan harmonisasi," tegasnya. Tjahjo mengungkapkan, dari total aturan yang ada, tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia mencatatkan rekor MURI sebagai negara dengan aturan perundang-undangan yang banyak. "Permasalahannya di Indonesia, sebagai negara hukum. Lebih dari 43.000 peraturan perundang-undangan. Belum termasuk peraturan gubernur, peraturan wali kota, belum lagi kepala desa atau lurah," tambahnya. Bahkan, dengan banyaknya aturan yang belaku di Indonesia membuat pemerintah hanya sibuk mengurusi Surat Pertanggung Jawaban (SPJ). "Bayangkan setiap kementerian sampai kepala sekolah atau penyuluh pembangunan di daerah, waktunya habis untuk menyusun SPJ tapi tidak menyelesaikan permasalahan. Ini concern Pak Presiden bagaimana satu kementerian, satu SPJ," tandasnya.
  2. Tak hanya di tanah air, upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2015 juga dilakukan di AS. Sebagian warga yang berkumpul di kediaman Dubes RI untuk AS ini bahkan datang dari luar negara bagian untuk merasakan langsung nuansa peringatan HUT RI ke-70. Selengkapnya ikuti liputan Tim VOA.
  3. Ricky Elson, pencipta mobil listrik 100% buatan Indonesia memutuskan kembali bekerja di Jepang. Pasalnya, impiannya untuk mengembangkan mobil listrik di Tanah Air tidak juga menunjukkan titik terang. Hal ini membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan merasa bersalah karena dirinyalah yang telah merayu Ricky untuk meninggalkan Jepang dan membantunya mengembangkan mobil listrik di Indonesia. "Saya merasa bersalah. Salah besar. Terutama kepada anak muda yang hebat ini: Ricky Elson," ungkap Dahlan Menurut Dahlan, sebelum kembali ke Indonesia, Ricky sudah hidup enak di Jepang. Gaji besar dan karirnya melejit. Bahkan Ricky tercatat telah menemukan banyak inovasi kelas dunia. Selama bekerja di Jepang dia berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang, terutama di bidang motor listrik. "Anak yang begitu lulus SMA di Padang ini langsung sekolah di Jepang, menjadi anak emas di sana. Kesalahan saya adalah memintanya pulang ke Indonesia. Untuk mengabdi ke bangsa sendiri. Cukuplah mengabdi 14 tahun untuk bangsa Jepang," katanya. Dahlan mengaku keinginnya untuk memanggil Ricky pulang dilatari oleh tingginya ketergantungan bangsa Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor. Salah satu solusi yang dilihat Dahlan adalah mengembangkan mobil listrik. "Kalau kita terlambat mengembangkannya, kita akan terantuk lubang untuk kedua kalinya. Mobil-mobil listrik buatan asing akan membanjiri Indonesia dalam 15 tahun ke depan," papar mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) ini. Maka Dahlan merayu Ricky untuk pulang. Memang dia semula menolak karena gajinya akan turun drastis. Apalagi Ricky sudah menikah sehingga dia harus bertanggungjawab pada keluarga. "Tapi alasan penolakan terbesarnya adalah ini: apakah saya akan berarti? Apakah saya akan mendapatkan keleluasaan untuk mencipta? Apakah pemerintah indonesia akan memberikan dukungan? Apakah proyek itu benar-benar akan bisa jalan? Dan banyak pertanyaan yang sifatnya jauh dari urusan uang seperti itu." Soal gaji yang akan turun, Dahlan memberikan solusi dengan menyerahkan seluruh gajinya selama menjadi Menteri BUMN ke Ricky. Namun, soal jaminan kelangsungan proyek, Dahlan mengaku sulit memberikan. Kecuali dia akan ikut all out. Termasuk membiayai seluruh pembuatan mobil-mobil listrik prototype. Menurut Dahlan, Ricky memenuhi komitmennya dengan membuat mobil listrik 100% made in Indonesia. Dia juga berhasil membina tenaga-tenaga ahli di Pindad agar bisa membuat bagian yang paling sulit dari mobil listrik: motor listrik. Tapi nasib mobil listrik kini kian tidak jelas karena aturannya tidak segera keluar. Padahal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudahmemberikan dukungan yang maksimal untuk mobil listrik. Namun, nyatanya sulitnya bukan main. Kini Ricky menganggur di Indonesia dan mulai merasa hidup sia-sia. Dia ingin kembali ke Jepang. "Dia tidak berani mengatakannya langsung kepada saya. Bahkan salah seorang temannya di Jepang meledeknya dengan kalimat ini: sudah puaskah Anda hanya main-main di Indonesia?" tutur Dahlan. Akhirnya, Ricky pun memutuskan kembali ke Jepang. Dahlan mengaku tidak dapat menahannya karena masa depannya tidak boleh dikorbankan. Namun bagi Dahlan, Ricky sebenarnya sosok yang sangat ideal. Selama hampir dua tahun di Indonesia dia kerja amat keras dan sama sekali tidak menonjolkan diri sebagai seorang ahli. Dia mau membina dan mengajar secara telaten dan sistematis, seperti mempraktikkan dan menularkan ilmu yang dia peroleh selama di Jepang. "Saya masih berharap, kalau perjuangan mobil listrik sudah jelas, kelak akan merayunya kembali untuk pulang ke Indonesia," ujar pria berkacamata itu.
  4. Tentara Nasional Indonesia mendesak pemerintah RI segera mengajukan nota protes ke Malaysia terkait pelanggaran udara yang kerap dilakukan pesawat tempur negeri itu. Pelanggaran wilayah udara khususnya terjadi di langit Ambalat, sisi timur pantai Kalimantan. Hal ini membuat TNI khawatir Blok Ambalat akan mengalami nasib serupa dengan Pulau Sipadan dan Ligitan yang lepas dari RI dan jatuh ke tangan Malaysia. “Jika pemerintah tak melayangkan nota protes ke Malaysia, maka bisa terjadi seperti Sipadan dan Ligitan. Alasan Malaysia (dalam kasus Sipadan dan Ligitan) adalah karena mereka melintasi wilayah tersebut dan kita biarkan,” kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Fuad Basya “Saat itu mereka lewat (wilayah Sipadan-Ligitan) tapi kita tidak protes dan akhirnya mereka lewat lagi dan lagi," ujar Fuad. Ia menegaskan TNI tak mau kasus serupa terulang pada Blok Ambalat. Fuad menyatakan kemungkinan Malaysia mengincar Ambalat untuk diambil alih dari Indonesia, tetap ada. TNI yakin Angkatan Bersenjata Diraja Malaysia mencatat bagaimana dan berapa kali mereka melintas di wilayah Indonesia dan tak diprotes oleh pemerintah RI. Menurut Fuad, bukan cuma zona udara Ambalat saja yang pernah dilintasi oleh pesawat tempur Malaysia, melainkan masih banyak lagi wilayah lain di Indonesia. Modus Malaysia, kata dia, ialah mencoba masuk dari tepi perbatasan Indonesia. “Dia terbang di perbatasan Malaysia-Indonesia tapi berat (terbang masuk) ke Indonesia sedikit. Seperti itu motifnya,” kata dia. Malaysia hanya berani masuk Indonesia jika wilayah udara Kalimantan dan Sulawesi tak dijaga. “Jika pesawat kita ada di sana, mereka tak mau melakukan itu. Namun jika mereka tahu tak ada pesawat di Tarakan, mereka masuk. Kalau kita kejar dari Jawa, mereka keburu hilang," ujar Fuad. Tiap ada pelanggaran, TNI langsung mengirim surat ke Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan dan Menteri Luar Negeri. “Jika tak ada nota protes, peluang Malaysia untuk katakan ‘Ini daerah saya' seperti pada kasus Sipadan dan Ligitan cukup besar. Mereka lalu bangun infrastruktur di sana, termasuk penduduknya," ujar jenderal bintang dua tersebut. Sejak dekade 1960-an, Indonesia dan Malaysia kerap bersitegang terkait Blok Ambalat. Puncak perseteruan terjadi pada 2002 ketika Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia pada sengketa kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan yang berada di Blok Ambalat. Blok Laut Ambalat memiliki luas wilayah sekitar 15 kilometer persegi dan terletak di Laut Sulawesi atau Selat Makassar, dekat perbatasan antara Sabah, Malaysia, dengan Kalimantan Timor. Blok Ambalat menyimpan kekayaan tambang bawa laut, utamanya minyak, meski tidak semua wilayah di blok ini kaya akan minyak mentah. Untuk mencegah jet tempur Malaysia 'gentayangan' di Ambalat, TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara kini menggelar Operasi Sakti di sekitar Blok Ambalat. Kedua matra TNI itu menurunkan alat utama sistem persenjataan mereka seperti tiga kapal perang (KRI), dua pesawat Sukhoi Su-27 dan Su-30, dan tiga F-16 Fighting Falcon.
  5. Media sosial mendadak ramai gara-gara sebuah foto mobil dinas sedan Toyota Crown yang melawan arus lalu lintas. Isu ini menjadi heboh lantaran mobil berwarna hitam itu bernomor polisi RI 59, yang diduga milik seorang pejabat negara. Belum diketahui persis milik siapa kendaraan mewah itu. Di sosial media Twitter, pemilik mobil RI 59 itu tak pelak di-bully dan menjadi bulan-bulanan para netizen. Pada foto yang diunggah netizen, mobil itu melawan arus saat lalu lintas tengah ramai. Namun, tidak ada patroli pengawalan polisi yang ada di sekitar mobil tersebut. Belum diketahui pula, di ruas jalan mana mobil tersebut melintas. Bagaimana pendapatmu?

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy