Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Public Relation'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 1 result

  1. Sebenarnya apa fungsi dari divisi Public Relations (PR)? Apapun itu, www.ThePRWorld.com merangkum ada delapan mitos terkait profesi ini. Hal ini kerap menjadi aktivitas yang seakan melekat erat. Padahal, mitos ini kerap disalahartikan. Berikut delapan mitos yang ada di dalam dunia PR: 1. PR itu bertugas memutarbalikkan fakta Mitos pertama mengenai PR adalah mereka bertugas untuk memutarbalikkan fakta, mengambil fakta yang ada lalu disesuaikan dengan agenda tertentu. Walaupun praktisi PR memang bertugas membuat pesan, tujuannya sama sekali bukan untuk memutarbalikkan fakta, bahwa hitam adalah putih, tetapi untuk membangun pemahaman dan kepercayaan, dimana hal tersebut hanya dapat tercapai jika dilakukan secara transparan, jujur dan menarik. 2. PR = media relations Pemahaman bahwa praktisi PR hanya bertugas untuk mengatur atau berbicara kepada media adalah ide yang kuno. Ada masa ketika media relations merupakan keterampilan utama yang perlu dimiliki seorang praktisi PR, tetapi sesungguhnya banyak keterampilan yang dibutuhkan seorang praktisi PR, diantaranya menjaga reputasi dengan tujuan untuk mendapatkan pemahaman dan dukungan. Ini membutuhkan perencanaan dan usaha terus-menerus untuk memelihara goodwill dan timbal balik antara organisasi dan publiknya. 3. Anda harus memiliki kontak yang besar Salah satu kesalahpahaman lainnya adalah hubungan pribadi antara seorang praktisi PR dengan para jurnalis kunci menjadi poin andalan. Menggunakan kontak yang dikenal sebagai kunci ketika melakukan pitching dapat menyesatkan karena tidak menjamin koneksi yang kuat. Apakah praktisi PR tersebut bertemu langsung dengan jurnalis atau hanya berhubungan melalui email? Apakah karena mereka berkomunikasi dengan jurnalis menjadikannya berteman baik? Praktisi PR memang seringkali berurusan dengan jurnalis sehingga itu menjadi sesuatu yang klien memang harapkan, tetapi bukan nilai jual yang unik. 4. Anda harus selalu melakukan apa yang klien inginkan Klien ingin pemberitaan, tetapi jika mereka tidak punya sesuatu yang menarik untuk diberitakan, maka ini adalah tugas praktisi PR untuk mengatakannya. Jika Anda mengiyakan semua yang diinginkan klien, siaran pers yang dikeluarkan bisa saja tidak memiliki informasi yang berguna sama sekali. 5. Penelitian tidak penting bagi PR Memberikan pesan yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk audiens yang tepat, merupakan kunci. Untuk itu praktisi PR membutuhkan penelitian untuk dapat menyampaikan data dengan akurat. 6. Social media adalah segalanya Tidak ada keraguan bahwa social media merupakan arena yang menarik untuk praktisi PR dan Twitter menjadi salah satu cara utama untuk berkomunikasi pada saat ini. Tapi perlu diingat bahwa sepopuler apapun Twitter dan Facebook, tidak semua orang menggunakannya. Walaupun memang menarik untuk Anda, tetapi mungkin tidak menarik bagi khalayak tertentu yang Anda ingin raih. Terkadang, cara lama adalah yang terbaik. 7. PR hanya bersenang-senang Salah satu mitos menjengkelkan yang beredar di luar lingkungan praktisi PR adalah bahwa seorang praktisi PR hanya bersenang-senang. Tentu, ketika kita mempunyai waktu untuk makan siang sepanjang hari. 8. Praktisi PR tidak beretika Mitos yang juga beredar di luar lingkungan praktisi PR adalah bahwa seorang praktisi PR akan melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Ini dikarenakan kurangnya promosi maupun edukasi kepada publik mengenai PR yang sebenarnya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy