Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Project Ara'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Sekarang ini, model smartphone modular atau smartphone yang dapat dibongkar pasang memang belum populer di kalangan masyarakat awam. Terlebih masih sedikit perusahaan yang mengembangkan smartphone modular, karena memang tidak mudah untuk membuat smartphone yang dapat dibongkar pasang dengan mudah. PuzzlePhone (Kredit: BGR) Hingga saat ini, hanya beberapa vendor saja yang telah mengembangkan jenis smartphone modular salah satunya adalah Google dengan Project Ara miliknya. Tak hanya Google saja yang memimpin pembuatan smartphone modular, kini vendor lain bernama PuzzlePhone juga telah memulai proyek untuk membuat smartphone modular yang dapat di bongkar pasang. Project PuzzlePhone sendiri sebelumnya telah diperkenalkan sebagai sebuah konsep pada pertengahan 2014 lalu. Smartphone modular PuzzlePhone sendiri memiliki tiga modul atau komponen yang dapat dibongkar pasang , yakni Spine(Layar), Brain (komponen dapur pacu / prosesor), dan Heart (Baterai). Hingga saat ini, perusahaan telah mengadakan kampanye penggalangan dana untuk menghadirkan smartphone modular ini. Perusahaan mengadakan kampanye tersebut melalui situs IndieGoGo dan mereka mengumumkan bahwa smartphone modular tersebut dapat dipesan mulai tanggan 3 November mendatang. Nah, untuk harga yang ditawarkan sendiri akan bervariasi, yakni mulai dari 299 Euro hingga edisi terbatas seharga 699 Euro. Namun sayangnya, perusahaan hingga saat ini belum membeberkan spesifikasi yang diusung smartphone modular tersebut. Sedangkan untuk informasi yang lebih pasti, nantinya akan mulai diumumkan jika penggalangan dana pada situs IndieGoGo sudah didapatkan. Rencananya, smartphone bongkar pasang tersebut akan mulai dikirimkan kepada pemesan pada kuartal ketiga atau keempat tahun 2016 mendatang.
  2. Tahun 2015 akan menjadi milestone penting Project Ara. Tahun ini, produk pertama Ara akan resmi dirilis, dengan Puerto Rico menjadi negara pertama yang menerima ponsel “rakitan” Google tersebut. Hal itu dikemukakan pimpinan Project Ara, Paul Eremenko, pada acara Module Developer Conference yang dilangsungkan di California, AS. Puerto Rico dipilih karena berbagai alasan. Pertama karena di negara kepulauan tersebut, rasio penjualan smartphone hi-end dan low-end adalah 1:1. Selain itu, 75% pengguna internet Puerto Rico mengakses internet menggunakan smartphone. Untuk mendukung program ini, Google akan bekerjasama dengan 11 universitas di Puerto Rico untuk mengembangkan modul Ara. Sayangnya, Paul tetap belum bisa mematok target kapan ponsel Ara tersedia secara global. Pada acara yang sama, Eremenko juga menunjukkan purwarupa generasi kedua yang disebut Spiral 2. Ada dua modul prosesor yang digunakan Spiral 2, masing-masing dari Marvell dan Nvidia. Layarnya sendiri memiliki resolusi 1280×720 dengan dukungan teknologi seluler 3G. Namun umur Spiral 2 juga tidak akan lama, karena tim Project Ara tengah mempersiapkan Spiral 3 yang mendukung 4G dan baterai yang bisa bertahan seharian penuh. Baterai memang menjadi masalah tersendiri bagi ponsel Ara. Menurut Eremenko, konsep ponsel rakitan membuat konsumsi daya baterai 20-30% lebih rendah dibanding ponsel biasa dengan spesifikasi yang sama. Namun Eremenko yakin masalah itu akan diatasi Spiral 3 yang diperkirakan siap akhir tahun 2015. Spiral 3 juga akan meningkatkan jumlah modul yang bisa dipasang-cabut, dari sekarang 11 modul menjadi 20-30 modul. Ah, semoga bisa segera datang ke Indonesia ya…
  3. Gembira tentang adanya Ponsel Modular? Sebuah ponsel yang bisa Anda up-grade sendiri sesuai dengan modul-modul terpisah. Ukuran kamera kurang besar? Beli upgrade-nya di toko seluler. Setidaknya seperti itu nantinya, setelah Project Ara dari Google ini selesai dan ponsel modular siap dipasarkan. Google Project Ara diharapkan akan terjun ke pasar di tahun depan, bahkan berharap ajang CES 2015 akan menjadi perkenalan berupa “produk jadi”. Yosh.. siapa tahu Google bikin kejutan. Ponsel Modular Upgradeable Google Project Ara Sejauh perjalanan, Project Ara saat ini mendapatkan lebih banyak dan lebih banyak lagi dukungan dari perusahaan lain dan kali ini dua terbaru yang datang adalah produsen System on Chip NVIDIA dan MediaTek. Setelah sebelumnya Rockchip dikonfirmasi untuk memberikan prosesor-nya untuk Ponsel Modular Project Ara, baik perusahaan NVIDIA dan MediaTek juga akan bertindak sama memberikan chipset mereka. Pada halaman resmi Google+, Advanced Technology dan kelompok Google telah mengungkapkan dua desain terpisah Project Ara. Satu menggunakan prosesor Marvel PXA1928, dan satu lagi menggunakan NVIDIA Tegra K1. Kelompok ini mengatakan bahwa kedua prosesor dimasukkan sebagai referensi desain dalam rilis MDK v0.20. Selain Project Ara terdapat juga PuzzlePhone yang berbasis di Finlandia, yang mengerjakan proyek yang sama dalam membangun ponsel modular, namun dengan desain yang berbeda. Baik Project Ara dan PuzzlePhone, keduanya belum ada konfirmasi mengenai kapan proyek tersebut akan selesai 100 persen. Namun, nanti di ajang CES 2015 yang diselenggarakan bulan Januari, di Las Vegas, banyak pecinta teknologi berharap keduanya akan memberi kejutan.
  4. Masih ingat dengan rencana Google yang bernama Project Ara? Di sela-sela acara Linaro Connect US 2014, Google kembali memamerkan proyek ponsel pintarnya yang dibangun lewat sejumlah modul yang dapat dilepas pasangkan (hot-swappable). Di acara tersebut, pemimpin tim Project Ara Paul Eremenko menegasakan bahwa pengguna nantinya akan dapat dengan mudah menukar beberapa bagian dari telepon modular tersebut ketika perangkat tersebut dalam posisi aktif. Sebagai contoh, jika memori di smartphone tersebut telah penuh, pengguna dapat menukar dengan modul memori lainnya tanpa perlu mematikan perangkat. Hal yang sama juga berlaku pada modul baterai. Pengguna dapat menukar modul baterai yang terpasang dengan modul baterai lainnya tanpa perlu mematikan ponsel. Hal ini sangat dimungkinkan karena perangkat tersebut memiliki cadangan daya. Lewat presentasinya, Paul Eremko menambahkan bahwa hanya ada dua modul yang tidak bisa dilepas pasangkan di perangkat tersebut, yakni modul prosesor dan layar. Google juga menargetkan smartphone Project Ara ini nantinya bisa ditawarkan dengan harga terjangkau, yakni sekitar US$50. Sayangnya, Paul Eremko tidak mau membocorkan harga dari setiap modul yang ada. Diharapkan, smartphone modular Project Ara ini untuk pertama kalinya akan diumumkan secara resmi pada bulan Januari tahun depan. Kemungkinan besar, Google akan membekali smartphone ini dengan sistem operasi Android L yang telah dimodifikasi. Apakah ini menjadi sebuah perangkat pintar yang benar-benar menarik? Kita tunggu gebrakan Google tersebut di tahun depan.
  5. Ponsel Ara dibuat menggunakan modul yang dimasukkan ke bingkai endoskeletal metal yang dikenal sebagai "endos". Bingkai ini akan menjadi komponen di ponsel Ara yang dibuat oleh Google. Ini berfungsi sebagai perantara kepada jaringan perangkat-hidup yang menghubungkan seluruh modul secara bersammaan. Akan ada dua jenis ukuran yang tersedia pertama: "mini", berukuran seperti Nokia 3310 dan "medium", berukuran seperti LG Nexus 5. Di masa yang akan datang, jenis "besar" yag berukuran seperti Samsung Galaxy Note 3 akan tersedia. Sebuah bingkai mempunyai slot didepan untuk layar dan juga untuk modul lain. Dibelakang terdapat slot tambahan untuk modul. Setiap bingkai diperkirakan dijual dengan harga berkisar US$15. Modul dapat menyediakan fitur smartphone umum, seperti kamera dan speaker, namun juga dapat menyediakan fitur yang lebih terspesialisasi seperti perangkat kedokteran, printer mini, laser pointer, Proyektor mini, sensor penglihatan malam, atau tombol kendali game. Setiap slot dapat menerima modul jenis apapun yang berukuran sama. Slot depan memiliki tinggi bervariasi dan memakan semua lebar bingkai. The rear slots come in standard sizes of 1x1, 1x2 and 2x2.Modul dapat diganti kapapun tanpa harus mematikan perangkat. Di bingkainya pun ditempatkan baterai kecil agar Baterai utama dapat diganti. Setiap modul pun diamankan oleh magnet jenis Elektropermanen. Selubung dari setiap modul pun dibuat dengan cara 3D-Print, jadi para konsumen dapat mendesain selubung mereka sendiri dan dapat menggantinya sesuai yang mereka inginkan. Modul akan disediakan oleh Produsen resmi Google store dan juga penjual pihak ketiga. Ponsel Ara phones hanya akan menerima modul resmi secara bawaan, tetapi pengguna dapat mengubah pengaturan perangkat untuk menerima modul tidak resmi. Cara ini mirip seperti bagaimana Android mengendalikan instalasi aplikasi.
  6. Belakangan ini, Project Ara yang digawangi oleh Google kembali menjadi perbincangan di kalangan penggila gadget. Langkah Project Ara yang sudah semakin nyata menumbuhkan optimisme bahwa ponsel modular atau ponsel rakitan bisa segera terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama. Tetapi meski belum memiliki produk yang siap dijual, ternyata Project Ara sudah memiliki pesaing serupa yang kabarnya ingin membuat ponsel modular demi kenyamanan dan memenuhi harapan para pengguna gadget. Perusahaan yang dimaksud sebagai saingan Project Ara adalah Vsenn. Kabar ini memang belum begitu terkuak jelas, mengingat Vsenn baru menghadirkan informasi melalui landing page yang mereka buat. Tetapi dari informasi tersebut bisa diperoleh kesimpulan bahwa apa yang mereka tawarkan pada dasarnya tak begitu jauh berbeda dengan Project Ara yang sedang dikembangkan oleh Google. Perbedaan utama, adalah lebih sedikitnya komponen yang bisa diganti pada ponsel modular garapan Vsenn. Jika melalui Project Ara anda bisa mengganti berbagia komponen seperti kamera, RAM, prosesor, baterai, resolusi layar, dan berbagai sepsifikasi lainnya sesuai dengan board yang anda beli, Vsenn membatasi penggantian komponen menjadi lebih sedikit. Tepatnya, terdiri dari tiga komponen berupa RAM, kamera, prosesor/RAM, dan baterai. Beberapa kelbihan yang sudah coba ditonjolkan oleh Vsenn adalah desain yang bisa dikustomisasi oleh para penggunanya. Berupa cover belakang yang bisa diganti sesuai dengan selerea pengguna, serta tingkat keamanan tinggi. Selain itu, Vsenn juga menawarkan update Android untuk empat tahun mendatang. Kabar mengenai hadirnya pesaing untuk Project Ara cuku menyita perhatian, mengingat pembuat Vsenn dikabarkan merupakan mantan program manager Nokia Android X. Siapa tau, dengan pengalaman di Nokia yang sudah dhilangkan namanya, Vsenn bisa hadir memberikan warna baru di pasar ponsel dunia.
  7. GOOGLE mungkin akan mendapat masalah untuk mengembangkan Project Ara. Pasalnya, Dan Makoski yang merupakan Chief Desainer dari Project Ara, meninggalkan Google. Dan Makoski telah bekerja di Google sejak 2012. Ia berhenti setelah kontrak kerjanya selama dua tahun dengan perusahaan tersebut tidak diperpanjang. Tidak ada penjelasan resmi mengapa Makoski menolak perpanjangan kontrak dengan Google. Namun bisa dipastikan Makoski kini bekerja di Capital One sebagai Vice Presiden of Design. Makoski juga telah mengumumkan secara resmi kepergiannya dari google. Pengumuman itu dilakukan Makoski melalui blog pribadinya. "Mulai besok, tidak akan ada makan siang lebih bebas, pijat bersubsidi, rapat perusahaan mingguan, membunyikan lonceng sepeda berwarna-warni, atau bekerja dengan bajak laut brilian di Google Advanced Technology & Proyek tim," kata Makoski.
×
×
  • Create New...