Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Prancis'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Selama ini, masyarakat mengidentikkan makanan Prancis dengan hidangan mewah foie gras yang disajikan dengan bahan-bahan yang cukup sulit dilafalkan. Anda menyangka demikian juga? Meski dikenal gemar menyantap sajian spesial, ternyata masyarakat Prancis punya selera yang mirip dengan masyarakat Amerika Serikat. Menurut sebuah studi terbaru, hampir 75 persen restoran di Prancis menyediakan hamburger dalam menu mereka dan 80 persen mengatakan burgernya termasuk yang paling banyak dipesan. "Burger mania (di Prancis) tak terhentikan,” ujar Bernard Boutboul, direktur Gira Conseil, firma konsultan kuliner di balik penelitian tersebut Penjualan burger di Prancis meningkat signifikan, didorong berkembangnya waralaba burger, seperti Shake Shack dan Five Guys. Pendapatan jaringan restoran burger lebih dari US$70 miliar atau setara Rp915 triliun pada 2013. Tahun lalu, di Prancis, orang makan 1,19 miliar tangkup burger, atau rata-rata 16 burger per orang per tahun. Angka itu naik 11 persen dalam setahun. Burger jadi demikian populer hingga bisa-bisa menggantikan menu makan siang andalan Prancis, "jambon beurre" (baguette, butter, dan ham). Penjualan sandwich klasik turun jadi 1,23 miliar tangkup pada 2015. “Jika terus begini, maka dalam dua tahun penjualan jambon-beurre dan burger akan bersaing ketat,” kata Boutboul. Bukan hanya restoran mewah yang menuai keuntungan dari obsesi burger Prancis. Negara tersebut adalah pasar terbesar McDonald's di luar AS dan salah satu negara di dunia yang jaringannya membukukan peningkatan pendapatan tahun lalu. Boutboul mengatakan restoran cepat saji McDonald’s, Burger King, dan jaringan restoran Prancis, Quick, melaporkan sepertiga penjualan adalah dari burger, di negara itu. Burger tersebut, ujar Boutboul sudah melesat “dari fast food dasar ke restoran berbintang Michelin. Bukan lagi iseng-iseng, melainkan sudah jadi jalan hidup. Burger tak lagi hidangan yang salah tempat di restoran mewah.” Namun demikian jalan Prancis masih panjang jika ingin mengalahkan konsumsi burger masyarakat Negeri Paman Sam. Pada 2014, restoran Amerika Serikat menjual lebih 9 miliar tangkup burger. Artinya, rata-rata orang Amerika melahap lebih 28 burger pada tahun itu.
  2. Selama musim panas 2014, Reddit pengguna MisterBrick menemukan fotoera Perang Dunia II dari kampung halamannya di Dijon, Perancis. Foto 70 tahun yang buram menunjukkan pendudukan kota oleh tentara Nazi. Ketika ia menemukan foto-foto itu, MisterBrick memutuskan untuk membuat cuplikan ulang untuk menunjukan bagaimana pemandangan kota setelah lebih dari 70 tahun dalam peristiwa sejarah besar. Tentara Nazi berkumpul di luar Istana Dukes of Burgundy, 17 Juni 1940. Gambar lain dari Istana, yang tetap menjadi daya tarik wisata penting saat ini. Tentara Nazi berpose di air mancur Parc D’arcy, yang masih ada hingga saat ini. Lambang di atas pintu ini menunjukkan bahwa itu adalah markas komandan Nazi selama penjajahan. Rumah ini hampir tidak berubah, kecuali pohon, tentara, dan saluran air di jalan. Saat ini, gedung di sebelah kanan adalah toko bunga. Di tahun 40an adalah markas dari Luftwaffe. Ini adalah jalan utama Dijon. Di sisi kiri terlihat gapura yang dikenal sebagai Gerbang Guillaume. Pada tanggal 11 September 1944, tentara sekutu melintasi jalan Dijon sekaligus mengakhiri masa empat tahun penjajahan. Inilah pasukan tentara Amerika dan Perancis yang menentang penjajahan. Ketika mereka tiba didepan Istana, alun-alun ini berganti nama menjadi Lapangan Pembebasan. Kantor Pos Dijon membentangkan bendera Perancis setelah pembebasan.
  3. Polisi mengamankan lokasi penyerangan di depan sebuah pabrik di Saint-Quentin-Fallavier di dekat Lyon, Prancis. Polisi Prancis menyatakan seorang warga dipenggal dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan di sebuah pabrik di dekat kota Lyon. Media setempat menyebutkan serangan terjadi pada pukul 10.00 pagi waktu setempat, Jumat (26/06). Beberapa ledakan kecil juga terjadi di lokasi, kemungkinan disebabkan oleh tabung udara yang berasal dari pabrik tersebut, kata sumber-sumber BBC. Polisi menyatakan telah menemukan sesosok tubuh korban dengan badan terpenggal ditemukan di Saint-Quentin-Fallavier, dekat kota Lyon. Mereka juga telah menangkap seorang laki-laki berusia tiga puluh tahun yang diduga sebagai pelaku. Laporan menyebutkan dua orang penyerang masuk mengendari mobil ke dalam pabrik itu dengan membawa bendera bertuliskan aksara Arab. Bendera tersebut kemudian ditemukan di dekat lokasi kejadian. Seorang polisi memasang penghalang jalan menuju ke kawasan industri Saint-Quentin-Fallavier. Polisi dan pemadam kebakaran berada di pintu masuk pabrik di Saint-Quentin-Fallavier. Karena kejadian ini, Presiden Prancis Francois Hollande akan meninggalkan pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa di Brussels dan akan kembali ke Prancis sore ini. Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju ke Lyon. Perdana Menteri Prancis Manuel Valls, yang sedang berada di luar negeri, memerintahkan kepada aparat keamanan untuk memperketat pengamanan di "tempat-tempat sensitif" di dekat lokasi serangan.
  4. Undang-undang ini merupakan respon pada insiden Charlie Hebdo Prancis baru-baru ini mengesahkan undang-undang baru yang mengatur tentang konten di internet. Undang-undang baru tersebut memperbolehkan pemerintah untuk memblokir situs-situs yang dianggap melanggar hukum, seperti situs kekerasan terhadap anak, serta situs yang memiliki konten ekstrem dan kontroversial tanpa melalui proses pengadilan. Pengesahan hukum baru ini merupakan salah satu tanggapan pemerintah Prancis atas aksi penyerangan terhadap kantor majalah kontroversial Charlie Hebdo beberapa waktu yang lalu. Tentu saja, sebaian orang tak setuju karena menganggapnya sebagai pembatasan kebebasan berbicara di internet. Pemblokiran pemerintah Prancis dilakukan pada tingkat ISP, dan setiap ISP memiliki waktu 24 jam untuk memblokir setiap situs yang dianggap melanggar oleh pemerintah. Pengguna internet juga akan dialihkan aksesnya ke sebuah halaman khusus milik pemerintah jika ingin mengakses situs yang diblokir tersebut.
×
×
  • Create New...