Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Pencuri'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Penculikan anak masih marak terjadi di mana-mana. Para penculik melakukan menggunakan cara-cara licik untuk mengelabui anak dengan mudah. Oleh sebab itu, orangtua perlu mengajarkan anak agar tidak mudah tergoda dan masuk jebakan penculik. Selama tahun 2014, FBI mendapat laporan 12 ribu kasus kehilangan anak. Untuk mencegah penculikan lebih banyak lagi, berikut gelagat penculik yang dapat diajarkan orangtua pada anak agar tidak termakan bujuk rayu. “Bisakah membuka pintu?” “Tolong bantu aku!” “Coba lihat ini!” Barang gratis
  2. Di hadapan ratusan orang, militan ISIS dengan sadisnya memotong tangan pencuri menggunakan pisau tajam. Sejumlah militan Islamic State (ISIS) bersiap melakukan eksekusi hukuman potong tangan bagi pria yang dituduh telah melakukan pencurian. Eksekusi ini dilakukan di hadapan ratusan warga, termasuk anak-anak.
  3. Kepergok colong batu akik jenis Black Jade, Sugito (42) bonyok dipukuli warga di Jalan Lorong 104, Koja, Jakarta Utara. Kejadian bermula saat, Yadi (19) salah seorang pedagang batu akik di Koja tengah menggelar usahanya tersebut yang kemudian di datangi oleh Sugito. "Dia (Sugito) ini sering ke lapak saya. Nah karena sering ke lapak saya, dia akhirnya menitipkan batu akik miliknya untuk dititip dijual," kata Yadi, Jumat (10/7). Namun, tak lama Sugito datang menitip akiknya, dia ambil kembali sekaligus diam-diam menyomot akik Black Jade milik Yadi. Aksinya Sugito pun kepergok oleh Ocid Saputra (35), yang memiliki lapak akik sebelah Yadi. "Pas dia ambil batu akiknya, eh dia juga masukin batu Black Jade ke kantong, ya otomatis saya tegur lah," ujar Ocid. Lanjutnya, Sugito yang kepergok pun marah lantaran tidak terima dirinya dituduh mencuri batu akik Yadi. Para pedagang sekitar dan pembeli batu akik yang mendengar pun heboh, hingga akhirnya menggeledah kantong Sugito. "Pas digeledah, eh bener ada batu Black Jade tersimpan di saku celana sebelah kanan Sugiyo. Saya benar lah, dia mencuri. Masa saya mengada-ngada," tegas Ocid. Saat bersamaan, tas yang digunakan Sugito pun digeledah dan didapati sebilah golok kecil di dalam tas tersebut. "Kayaknya dia bakal ngeluarin golok itu kalau keadaan terdesak," jelasnya. Tapi keadaan berubah, Sugito yang dipastikan mencolong batu akik Yadi ini harus rela menerima pukulan dari pengunjung batu akik dan pedagang yang berada di sekitar lapak Yadi. Apalagi mayoritas mereka menggunakan batu akik diseluruh ruas jarinya. Luka lebam hebat pun harus diterima Sugito. Tak lama kejadian, salah seorang anggota Polres Jakarta Utara menyambangi lokasi dan langsung membawa Sugito ke kantor polisi dengan barang bukti berupa sebuah batu akik, tas, sebilah golok, dan jaket. Sumber: Merdeka
  4. Kalung emas 25 gram senilai Rp12,8 juta sekarang berada di lambung pencurinya. Di India, seorang pencuri yang menelan kalung emas dipaksa makan pisang dan cairan khusus, dengan harapan dia akan mengeluarkannya saat buang air besar. Anil Yadav ditangkap hari Senin 27 April 2015 setelah dikejar polisi dan masyarakat ketika dia merampas kalung senilai 63.000 rupees atau Rp12,8 juta dari seorang wanita. Dia diberikan makanan khusus setelah pemindaian sinar X tubuhnya menunjukkan kalung berada di dalam tubuhnya. Kalung yang memiliki liontin besar tersebut sekarang sudah mencapai lambungnya. Yadav, 30 tahun, merenggut kalung seberat 25 gram dari seorang wanita berumur 52 tahun saat dia berjalan pulang di daerah Sion, Mumbai, kata petugas polisi Rahul Pawar kepada BBC. "Setelah wanita itu berteriak meminta tolong, patroli polisi kami dan anggota masyarakat mengejar dan menangkapnya," kata Pawar. "Kami menggeledahnya dengan seksama di kantor polisi tetapi tidak menemukan kalung. Kemudian orang-orang yang menangkapnya mengatakan kepada kami bahwa mereka melihatnya menelan sesuatu," katanya.
  5. Malware pencuri uang yang menghantui para pengguna internet banking BCA, juga mengancam para nasabah bank Mandiri. Sebagian sudah menjadi korban. Sebelumnya, sejumlah pengguna klik BCA melaporkan kejanggalan saat mereka mengakses layanan tersebut. Tiba-tiba muncul sebuah pop-up yang meminta untuk melakukan sinkronisasi token. Itu bukanlah salah salah satu layanan punya BCA, melainkan buatan pemilik malware yang memang sudah mengincar korban. Pengguna yang terkecoh dan mengikuti perintah yang tercantum pada pop-up tersebut, secara tak sadar sedang melakuan transaksi perbankan. "Setelah korbannya 'menyerah' dan memasukkan data yang diperlukan dalam sinkronisasi token, maka data itu akan langsung digunakan untuk melakukan transfer ke rekening yang telah dipersiapkan," kata pakar antivirus Alfons Tanujaya. Selain pengguna BCA, kabarnya nasabah bank Mandiri yang memakai layanan internet juga tak luput menjadi korban. Kurang lebih modusnya sama, yakni menyediakan pop-up saat pengguna mengunjungi situs resmi bank tersebut. "Hal ini menjadi catatan penting bahwa tidak terjadi pengalihan akses ke situs phishing. Jadi sinkronisasi token bertujuan untuk mendapatkan one time password yang akan digunakan untuk transaksi," jelas Alfons. Sejauh ini sudah ada tiga korban yang diketahui tertipu oleh aksi tersebut, salah satunya menanggung kerugian hingga Rp 13 juta. Untuk mengantisipasi hal itu pengguna disarankan untuk tidak mengakses pop-up tersebut. Kalau perlu, lakukan pembersihan komputer dengan antivirus terkini. Pop-up yang muncul saat nasabah membuka internet banking Mandiri
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy