Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Os'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 33 results

  1. Samsung merupakan salah satu perusahan dengan penjualan perangkat Androidterbesar di dunia. Perangkat Android besutan Samsung disukai oleh semua kalangan. Bahkan tidaklah mengherankan jika ada yang mengasosiasikan smartphone Android dengan perangkat Samsung Galaxy, layaknya mengasosiasikan air mineral dengan Aqua, pasta gigi dengan Pepsodent, atau mie instan dengan Indomie. Kesuksesan Samsung dalam memproduksi dan menjual perangkat Android di seluruh dunia memang patut diancungi jempol. Dibandingkan dengan produsen smartphone yang lain, Samsung memiliki basis pengguna yang jauh lebih besar. Untuk urusan hardware, Samsung memang juaranya. Namun bagaimana dari sisi software? Sehebat apapun Samsung dalam hal penjualan perangkat Android, mau tak mau mereka harus tetap tunduk pada aturan Google, perusahaan yang mengembangkan Android, sistem operasi yang mereka sematkan disetiap perangkat Samsung Galaxy. Untuk mengurangi ketergantungannya pada Android dan Google, Samsung bersama Intel dan Linux Foundation mengembangkan sistem operasi mobile sendiri yang diberi nama Tizen. Meski belum begitu populer di telinga, Tizen telah dikembangkan sejak awal tahun 2012 yang lalu. Sama halnya dengan Android, Tizen dibuat berdasarkan kernel Linux. Tizen sebetulnya merupakan peleburan antara Samsung Linux Platform (SLP) dengan Linux Mobile (LiMo), proyek gabungan antara Linux Foundation bersama Samsung. Intel bergabung untuk mengembangkan Tizen setelah melepaskan proyek MeeGo pada tahun 2011. Kerjasama ketiga perusahaan ini menghasilkan Tizen 1.0 yang dirilis pada tanggal 30 April 2012. Pada bulan Juni 2012, Samsung memutuskan untuk menggabungkan Bada, sistem operasi smartphone yang pernah dikembangkan oleh Samsung, di proyek Tizen. Berkat penggabungan ini, Tizen 2.0 yang dirilis pada bulan Februari 2013 memiliki fitur untuk mengembangkan native app. The OS of Everything Tizen memiliki slogan “The OS of Everything”. Pemberian slogan ini bukan tanpa alasan. Tizen sejak awal sudah dikembangkan untuk dapat digunakan di berbagai jenis perangkat, bukan hanya smartphone. Bahkan perangkat Tizen yang dirilis pertama kali bukanlah smartphone, melainkan kamera Samsung NX300M. Selain smartphone dan kamera, Tizen juga dapat digunakan untuk TV, mobil, tablet, perangkat smarthome, serta perangkat IoT lainnya. Perusahaan yang merilis perangkat bersistem operasi Tizen memang masih didominasi oleh Samsung. Meskipun begitu, Samsung sendiri dengan bermodalkan perangkat smartphone seri Z (seri khusus Tizen) telah membukukan penjualan sebesar 64 juta perangkat di India. Angka yang cukup menjanjikan mengingat Tizen belum dipasarkan secara global. Karena Tizen terbilang baru dibandingkan kompetitornya yakni Android, kita dapat katakana bahwa sebagian besar orang terutama yang sudah pernah menggunakan Android, pasti akan bertanya tentang apa kelebihan Tizen dibanding Android. Ini adalah pertanyaan yang sangat menantang bagi Tizen. Bila kita perhatikan sekilas antarmuka Tizen memang mirip dengan Android, tetapi sebenarnya UX Tizen berbeda dengan Android. Tapi karena Samsung sendiri mentargetkan pasar “pengguna awal smartphone” untuk device Tizen, hal ini tidak akan terlalu bermasalah, selain karena Tizen juga punya kapabilitas untuk dikustomisasi tampilannya. Selain itu, Tizen diklaim sebagai sistem operasi yang hemat energi, jauh lebih efisien dibanding sistem operasi Android. Kelebihan ini diraih karena Tizen memang didesain seoptimal mungkin agar dapat berjalan di perangkat apapun dengan mulus, baik itu yang memiliki resource tinggi maupun yang terbatas. Aplikasi Native dan Web Ada dua tipe aplikasi di Tizen, yakni web dan native. Aplikasi web pada dasarnya adalah website yang dikemas dalam bentuk aplikasi dan dibangun menggunakan teknologi web seperti HTML5, CSS dan JavaScript. Aplikasi web menggunakan Tizen Web Framework untuk dapat berinteraksi dengan subsistem native. Aplikasi web menggunakan Web API, yang menjadi struktur standar aplikasi web dengan elemen-elemen dasar. Web API ini memudahkan pengembang untuk membangun aplikasi menggunakan bahasa pemrograman web. Sama seperti aplikasi web pada umumnya, web API di Tizen terdiri dari file index.html sebagai root aplikasi, serta beberapa direktori untuk menyimpan file aset seperti CSS, JavaScript, gambar dan suara. Aplikasi native dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman C dan dapat mengakses beberapa fitur native yang lebih spesifik seperti kamera, GPS, dan akselerometer secara langsung. Native API menyediakan banyak sekali antarmuka dengan fitur yang umumnya ditemukan di perangkat seluler dan modern, serta mengoptimalkan sumber daya yang terbatas. Tizen Store Sama seperti Android dengan Play Store dan iOS dengan App Store, Tizen OS juga dilengkapi dengan Tizen Store. Disinilah para pengembang aplikasi Tizen mensubmit aplikasinya sehingga dapat digunakan oleh para pengguna device berbasis sistem operasi Tizen. Tizen Store telah memiliki banyak kategori aplikasi, seperti game, hiburan, edukasi, finansial, kesehatan, anak-anak, gaya hidup, musik dan video. Developer aplikasi dapat memasang aplikasi secara gratis maupun berbayar. Tizen Store sudah dilengkapi dengan managemen aplikasi, statistik download, laporan penjualan aplikasi, hingga dukungan lainnya terkait distribusi aplikasi. Dukungan untuk Pengembang Aplikasi Melihat geliat perkembangan pemasaran perangkat Tizen, sekarang merupakan waktu yang tepat untuk bersiap-siap mengunggah aplikasi buatan kita ke Tizen Store. Pengembang aplikasi Tizen memiliki dua pilihan, mengembangkan aplikasi native atau aplikasi web. Aplikasi native dapat dibuat menggunakan bahasa pemrograman C/C++ sedangkan aplikasi web Tizen dikembangkan menggunakan HTML5 dan JavaScript. Tizen sangat mendukung developer yang mengembangkan aplikasi menggunakan HTML5. Bahkan panduan resmi untuk mengembangkan aplikasi menggunakan HTML5 pada Tizen telah tersedia sejak lama. Hal ini berbeda dengan Android. Secara resmi Google hanya mendukung pengembangan aplikasi Android menggunakan Java sehingga untuk mengembangkan aplikasi Android menggunakan HTML5 kita harus menggunakan perangkat pengembang pihak ketiga. Mengembangkan aplikasi untuk Tizen dapat dicapai dengan menggunakan Tizen SDK. Tizen SDK terdiri atas seperangkat tool untuk mengembangkan aplikasi native maupun web. SDK yang dirilis di developer.tizen.org ini terdiri atas IDE, Emulator, contoh kode, dan dokumentasi. Tizen SDK dapat digunakan baik di Windows, Linux Ubuntu, maupun Mac OS X. IDE yang disematkan bersama Tizen SDK sesungguhnya Eclipse yang telah dikustomisasi sehingga dapat mempermudah developer dalam mengembangkan aplikasi untuk Tizen. Jika tidak mau menggunakan Tizen IDE, kita masih tetap dapat mengembangkan aplikasi Tizen asalkan tetap mengikuti aturan-aturan pemaketan Tizen. Aplikasi Tizen yang kita kembangkan dapat diterapkan untuk empat kategori perangkat yang disebut dengan “profiles”. Keempat kategori tersebut ialah mobile, wearable, in-vehicle infotainment, dan smart TV. Penerapan aplikasi Tizen pada perangkat mobile tidak jauh berbeda dengan perangkat smartphone lainnya. Tizen memiliki fitur 3D window effects, location based service framework, sensor framework, advanced multimedia, dan kemampuan multi-tasking dan multi-touch. Karena perangkat smartphone Tizen akan memiliki bentang layar yang berbeda-beda, maka Tizen telah disertakan kemampuan untuk beradaptasi terhadap berbagai jenis resolusi layar.Profil wearableditujukan untuk perangkat-perangkat semacam smartwatch. Ia memiliki fitur yang sama seperti yang dimiliki oleh profil mobile. Namun, fitur-fitur profil wearable telah disesuaikan untuk perangkat yang memiliki bentar layar relatif lebih kecil pada profil mobile.Untuk Smart TV, Tizen telah mengadopsi standar terbuka yang berbasis pada Linux untuk mengoptimalkan perangkat entertainment di rumah seperti Blu-ray player dan TV digital. Didesain untuk TV berlayanan internet yang memungkinkan pengguna untuk mengakses beragam aplikasi, layanan, serta media personal, sembari menonton TV.Profil In-Vehicle Infotainment atau dapat disingkat juga dengan IVI, merupakan profil khusus yang diciptakan untuk membantu membawa kemampuan navigasi, entertainment, dan layanan yang terkoneksi dengan jaringan internet kedalam kendaraan seperti mobil, truk, bus, bahkan pesawat. Tizen dan Internet of Things Tizen sebagai sistem operasi yang didesain agar dapat mudah digunakan baik oleh developer aplikasi maupun developer embedded system, sudah mengimplementasikan interkonektivitas antar perangkat. Contohnya adalah perangkat wearable berbasis Tizen yang sudah dilengkapi dengan koneksi Bluetooth 4.1 dan WiFi, dapat terkoneksi dengan perangkat lain seperti smartphone untuk mengirimkan data pengguna seperti denyut jantung dan pola aktivitas keseharian. Mulai versi 3.0 Tizen Core API menyediakan fungsi IoTivity, yakni framework perangkat lunak open source untuk pengembangan proyek internet of things. Pada versi ini Tizen dapat diinstal pada perangkat single-board computer seperti Raspberry Pi, salah satu board yang paling popular untuk pengembangan embedded system dan internet of things.
  2. Coba bayangkan, ketika sedang ada presentasi penting, ada pekerjaan yang butuh kecepatan, atau saat bersantai main game di komputer dengan Windows 10, tiba-tiba semuanya lenyap. Ternyata Automatic Update di Windows kita sedang bekerja dan kita harus menunggu bahkan sampai beberapa jam bila Windows sedang mendownload update utama. Frustasi? Jelas! Banyak pengguna Windows 10 yang merasakan hal yang sama dan telah mengirimkan komplain ke Microsoft bagian pengembang Windows. Tapi sepertinya Microsoft tak peduli. Lama dan Restart di Waktu Tidak Tepat Banyak yang mengeluhkan dan menginginkan agar automatic update yang di Windows 10 seharusnya tidak dipaksakan. Banyak cerita tidak menguntungkan disebabkan “paksaan” (Forced Update) Windows untuk update mendadak ini. Karena mulai banyak yang bernasib serupa, beberapa orang mulai mempostingnya di Twitter dengan hastag #update #windows10 #fail supaya viral dan didengar oleh Microsoft. Banyak yang mengeluhkan lamanya update, bercerita tentang pekerjaannya yang terganggu, ada pula cerita-cerita lucu lain yang dibagikan oleh para penguna Windows 10 di seluruh dunia. Sayangnya, Microsoft justru lebih suka mempertahankan fitur Forced Update ini. Mereka berdalih bahwa ini merupakan bagian dari pelayanan dan pengguna harus merasakan update terbaru dari Windows 10 secepat mungkin. Rasanya kurang bijak bila terus mempertahankan fitur update otomatis, walaupun itu juga demi kebaikan pengguna sendiri. Apa mungkin seorang dokter memaksa pasien minum obat saat itu juga, ketika mereka sedang berobat? Update dengan restart mendadak, apalagi bila pengguna tidak bisa menentukan waktu update, merupakan kerugian waktu sekaligus berkurangnya efisiensi kerja bagi pengguna Windows 10. Alhasil, apa yang diungkapkan penulis teknologi di CNET, Sean Hollister sepertinya benar juga. Automatic Update di Windows 10 ini seperti iklan gratis untuk Mac OS milik Apple. “Saya secara umum suka dengan Windows. Tapi bila saya tidak bisa menemukan efisiensi kerja di Windows PC, komputer saya selanjutnya adalah Mac,” ungkap Sean.
  3. Di masa yang serbadigital seperti ini, data adalah harta berharga yang perlu dijaga. Anda perlu memastikan bahwa ponsel yang dimiliki sudah terenkripsi agar data yang tersimpan di dalamnya aman. Sebab, ponsel adalah perangkat yang paling sering bersama Anda dan berpotensi menyimpan data paling pribadi. Enkripsi mungkin belum terlalu familier di telinga. Enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Sementara iPhone sudah pasti dienkripsi oleh Apple, pengguna Android perlu mengenkripsi sendiri handset mereka. Tak serumit kedengarannya, Anda bisa mengenkripsi ponsel Android dengan lima langkah yang mudah. Untuk memulai, akses Settings > Security > Encryption > Screenlock. Atur Pilihan PIN dan masukkan PIN. Perangkat Android tersebut siap dienkrispi. Gunakan menu setting untuk membuka layar enkripsi, buka Settings > Security > Encryption > Encrypt Tablet atau Encrypt Phone. Masukkan password PIN yang sudah dibuat sebelumnya. Gunakan PIN yang pendek untuk mengurangi waktu mengenkripsi perangkat. Semakin panjang dan acak password meski demikian membuat data menjadi lebih aman. Tancapkan perangkat Android Anda pada charger, jika tidak dia tidak akan mau mengenkripsi. Ketuk tombol enkripsi. PIN atau password dibutuhkan untuk langkah terakhir mengenkripsi. Sentuh tombol Encrypt Phone. Enkripsi akan berlangsung bergantung pada panjangnya password atau PIN. Setelah ponsel terenkripsi, handset Android akan selalu membutuhkan PIN atau password untuk memulai. Namun sebagai catatan, perangkat Android seperti Galaxy S4 dengan mudah bisa didekripsi, sementara Moto X perlu reset pabrik untuk menghilangkan enkripsi.
  4. Microsoft mengonfirmasi bahwa pembaruan besar Anniversary Update bakal diumumkan pekan depan. Namun, tidak untuk update Windows 10 yang dikatakan bergulir tahun ini alias ditunda. Informasi tersebut diketahui melalui postingan perusahaan yang mengungkapkan, pembaruan Windows 10 akan mendarat tahun depan atau 2017. Berdasarkan laporan organisasi OS Windows 10 akan menjadi fitur update terakhir di 2016. "Kami akan menyajikan dua pembaruan fitur tambahan terbaru pada sistem pengoperasian Windows 10, dan berharap semuanya akan selesai pada 2017," ungkapnya. Penundaan itu lantaran perusahaan sedang fokus pengerjaan instruktur ilmu dasar dari arsitektur OS, sehingga terlambat untuk merilis pembaruan fitur baru. Pengerjaan Windows 10 pun tengah berlangsung, dan fokus utama Microsoft adalah update periodik untuk OS desktop dan Windows sebagai layanannya.
  5. Microsoft mengatakan dalam konferensi pengembang aplikasi Build 2016, bahwa sistem operasi Windows 10 saat ini sudah terpasang di 270 juta perangkat di seluruh dunia. Microsoft pun mengatakan para pengguna telah menghabiskan lebih dari 75 miliar jam untuk memakai Windows 10. Sejauh ini juga sudah ada lebih dari 500 perangkat baru yang dirancang secara spesifik untuk sistem operasi tersebut. Adopsi sistem operasi terbaru ini diklaim sebagai yang tercepat dibandingkan dengan Windows versi sebelumnya. Sejak diluncurkan pada Juli 2015 lalu, Microsoft rutin merilis file update untuk Windows 10 sehingga memberikan kesan bahwa sistem operasi ini masih terus dikembangkan. Sebelumnya, ada beberapa pengguna forum Reddit yang melaporkan bahwa komputer mereka yang masih berbasis Windows 7 secara otomatis melakukan upgrade ke Windows 10 tanpa seizin pengguna. Hal ini seakan menggambarkan Microsoft memaksa penggunanya untuk segera beralih ke Windows 10. Bisa jadi, hal ini menjadi salah satu penyebab cepatnya tingkat adopsi Windows 10 pada berbagai perangkat.
  6. Apple merilis sistem operasi iOS 9.3 beta publik ketiga bagi para penguji yang bukan berasal dari pengembang aplikasi. Versi beta terbaru ini menuntaskan sejumlah masalah yang ditemukan dalam versi terakhir serta menambahkan beberapa fitur baru. iOS 9.3, yang diperkirakan dirilis ke semua pengguna pada bulan depan, mengusung fitur baru untuk iPhone dan iPad yang mencakup Night Shift untuk merubah warna layar saat membaca di malam hari. Selain itu juga terdapat fitur Touch ID atau kata sandi untuk melindungi Notes, jalan pintas baru untuk 3D Touch pada iPhone 6s dan 6s Plus, peningkatan aplikasi Health and Activity dan sinkronisasi iCloud untuk PDF. Perubahan-perubahan iOS 9.3 beta 3 mencakup: Panggilan telepon via Wi-Fi untuk jaringan Verizon Perbaikan ikon Control Center dalam mode lanskap Pengaturan Apple News di Swedia, yang kemungkinan juga akan tersedia di negara-negara lain Hadirnya penjelasan Night Shift di Control Center Hadirnya peralihan Lock atau Unlock dalam Notes di luar tampilan saham Untuk pengguna CarPlay, iOS 9.3 juga menambahkan pengalaman Apple Music, serta adanya inisiatif pendidikan baru untuk dukungan pengguna yang lebih banyak, demikian 9to5Mac.
  7. Apple merilis sistem operasi iOS 9.3 beta publik ketiga bagi para penguji yang bukan berasal dari pengembang aplikasi. Versi beta terbaru ini menuntaskan sejumlah masalah yang ditemukan dalam versi terakhir serta menambahkan beberapa fitur baru. iOS 9.3, yang diperkirakan dirilis ke semua pengguna pada bulan depan, mengusung fitur baru untuk iPhone dan iPad yang mencakup Night Shift untuk merubah warna layar saat membaca di malam hari. Selain itu juga terdapat fitur Touch ID atau kata sandi untuk melindungi Notes, jalan pintas baru untuk 3D Touch pada iPhone 6s dan 6s Plus, peningkatan aplikasi Health and Activity dan sinkronisasi iCloud untuk PDF. Perubahan-perubahan iOS 9.3 beta 3 mencakup: Panggilan telepon via Wi-Fi untuk jaringan Verizon Perbaikan ikon Control Center dalam mode lanskap Pengaturan Apple News di Swedia, yang kemungkinan juga akan tersedia di negara-negara lain Hadirnya penjelasan Night Shift di Control Center Hadirnya peralihan Lock atau Unlock dalam Notes di luar tampilan saham Untuk pengguna CarPlay, iOS 9.3 juga menambahkan pengalaman Apple Music, serta adanya inisiatif pendidikan baru untuk dukungan pengguna yang lebih banyak, demikian 9to5Mac.
  8. Sistem operasi komputer buatan Korea Utara mencerminkan keadaan politik negara itu: pendekatan untuk mandiri, tingkat paranoid yang tinggi dan mampu mematai-matai penggunanya dengan ketat. Kesimpulan ini diambil oleh dua peneliti Jerman yang mempelajari kode sistem operasi komputer Korea Utara itu. Penelitian mereka, yang merupakan penelitian paling dalam terhadap sistem operasi atau OS Korea Utara bernama Red Star, ini menggambarkan tantangan yang dihadapi Pyongyang dalam mencoba mengambil manfaat komputer dan internet, sambil tetap mengekang ide dan budaya. Florian Grunow dan Niklaus Schiess dari perusahaan keamanan teknologi industri Jerman bernama ERNW GmbH, berbicara kepada kantor berita Reuters sebelum menyajikan penemuan mereka di Kongres Chaos Communication di Hamburg. Kongres pada Minggu (27/12) ini adalah pertemuan para peretas dan peneliti keamanan komputer. Setelah mengunduh piranti lunak itu dari satu situs di luar Korea Utara dan mempelajari kodenya secara rinci, kedua peneliti ini menyimpulkan bahwa sistem operasi buatan negara yang sangat tertutup itu bukan hanya tiruan sederhana sistem operasi buatan negara-negara barat seperti yang diasumsikan banyak orang. “[Mendiang] Kim Jong Il mengatakan Korea Utara harus mengembangkan satu sistem sendiri,” kata Grunow. “Inilah hasilnya.” Korea Utara, dengan sistem internet terbelakang yang tidak terhubung dengan internet di luar negara itu, telah mengembangkan sistem operasi itu selama lebih dari satu dekade. Versi paling baru, dibuat sekitar 2013, didasarkan pada satu versi Linux bernama Fedora dan menjauhkan diri dari Windows XP tetapi cenderung dekat ke sistem operasi OSX milik Apple. Ini kemungkinan sejalan dengan pemikiran Kim Jong Un yang seperti mendiang ayahnya pernah diambil gambarnya dekat komputer Macs. Tetapi di balik itu semua ada banyak keunikan, seperti versi enkripsi file buatan sendiri. “Ini adalah sistem operasi penuh dimana mereka mengendalikan sebagian besar kodenya,” kata Grunow. Kedua peneliti ini menambahkan bahwa fakta tersebut mengisyaratkan bahwa Korea Utara ingin menghindari kode yang kemungkinan bisa dibobol oleh badan-badan intelijen asing. “Mungkin latar belakangnya lebih karena rasa takut,” kata Grunow. “Mereka ingin lepas dari sistem operasi lain karena takut akan back doors” yang kemungkinan bisa membuat pihak lain memata-matai mereka." Grunow dan Schiess mengatakan tidak memiliki data terkait jumlah komputer yang mempergunakan piranti lunak itu. Meski jumlah pengguna komputer pribadi di Korea Utara meningkat, orang yang pernah ke sana mengatakan bahwa sebagian besar komputer di negara itu masih mempergunakan sistem operasi Windows XP yang dibuat hampir 15 tahun lalu. Tak Bisa Diubah Sistem operasi Red Star membuat penggunanya sulit melakukan perubahan. Jika seorang pengguna mengubah fungsi-fungsi utama, seperti mematikan pemeriksa antivirus atau firewall, komputer itu akan menampilkan pesan error atau secara otomatis reboot. Red Star juga menjawab kekhawatiran yang lebih mendesak: membongkar kegiatan bertukar film, musik, karya sastra asing yang diam-diam dilakukan. Di Korea Utara, media ilegal biasanya disebar dari satu tangan ke tangan lain dengan mempergunakan USB dan kepingan microSD. Hal ini membuat pemerintah kesulitan melacak sumber barang-barang asing itu. Red Star menjawab masalah ini dengan menandai, atau memberi tanda, di setiap dokumen atau file media di satu komputer atau USB yang terkoneksi dengan komputer tersebut. Hal ini berarti setiap file bisa dilacak ulang ke seseorang yang sebelumnya membuka atau membuat file tersebut. Sistem Operasi Korea Utara cenderung mendekati OSX Apple yang kemungkinan sejalan dengan preferensi Kim Jong Un yang terlihat memiliki komputer Apple. “Ini jelas-jelas pelanggaran hak privasi, hal ini tidak dijelaskan kepada pengguna,” kata Grunow. “Itu dilakukan diam-diam dan mencakup file-file yang bahkan belum dibuka sekalipun.” Nat Kretchun yang berpengalaman dalam penyebaran media negara asing di negara-negara tertutup, mengatakan bahwa upaya itu menggambarkan kesadaran Korea Utara dengan kebutuhan akan “cara-cara baru untuk memperbaiki prosedur pengawasan dan keamanan sebagai reaksi dari teknologi dan sumber baru informasi jenis baru.” Keduanya mengatakan sistem operasi ini tidak menunjukkan tanda-tanda yang menunjukkan kemampuan serangan siber Korea Utara seperti yang dituduhkan banyak pihak. “Tampaknya mereka hanya mencoba membuat satu sistem operasi untuk mereka sendiri, dan memberi pengguna satu set aplikasi dasar,” kata Grunow. Aplikasi itu antr lain word processor Korea, kalender dan program untuk membuat dan menulis musik. Korea Utara bukan satu-satunya negara yang mencoba mengembangkan sistem operasi komputer sendiri. Kuba memiliki sistem operasi komputer bermana National Nova, sementara China, Rusia dan negara lain juga mencoba mengembangkan sistem operasi komputer sendiri.
  9. Di tahun 2016 ini Google akan meluncurkan update Android versi 6.0 Marshmallow untuk sejumlah perangkat. Apa saja? Perangkat Nexus mulai dari yang dirilis pada 2013 dan Android One dilaporkan menjadi sejumlah perangkat yang akan mencicipi Marshmallow. Sejumlah perangkat yang tidak langsung didukung oleh Google juga telah dikonfirmasi untuk mendapatkan versi terbaru dari platform Android. GSM Arena melansir daftar perangkat yang akan mendapat update resmi Android 6.0 Marshmallow pada tahun ini. Sedangkat perangkat yang tidak tercantum di dalam daftar kemungkinan masih harus menunggu lebih lama lagi atau memang tidak akan mendapatkannya, setidaknya secara resmi. Berikut daftarnya: - Samsung (keluaran 2015) Samsung Galaxy S6 Edge+ Samsung Galaxy Note5 Samsung Galaxy S6 Edge Samsung Galaxy S6 Samsung Galaxy Tab S2 (keluaran 2014) Samsung Galaxy Note 4 Samsung Galaxy S5 Samsung Galaxy Alpha Samsung Galaxy A8 Samsung Galaxy A7 - Sony (keluaran 2015) Sony Xperia Z5 Premium Sony Xperia Z5 Sony Xperia Z5 Compact Sony Xperia Z3+ / Z4 Sony Xperia C5 Ultra Sony Xperia C4 Sony Xperia M5 Sony Xperia M4 Aqua (keluaran 2014) Sony Xperia Z3 / Z3v Sony Xperia Z3 Compact Sony Xperia Z3 Tablet Compact Sony Xperia Z2 Sony Xperia Z2 Tablet (keluaran 2013) Sony Xperia Z Ultra GPE - LG (keluaran 2015) LG V10 LG G4 LG G Flex2 LG G4 Stylo (keluaran 2014) LG G3 - HTC (keluaran 2015) HTC One M9 Plus HTC One E9 Plus HTC One M9 HTC One E9 HTC One ME HTC Butterfly 3 HTC Desire 826 (keluaran 2014) HTC One M8 HTC One E8 HTC One M8 Eye HTC Desire 820 HTC Desire 816 - Motorola (keluaran 2015) Motorola Moto X Pure Edition (generasi ke-3) Motorola Moto X Style (generasi ke-3) Motorola Moto X Play Motorola Moto G (generasi ke-3) (keluaran 2014) Motorola Moto X Pure Edition (generasi ke-2) Motorola DROID Turbo Motorola Moto MAXX Motorola Moto Turbo - Xiaomi (keluaran 2015) Xiaomi Mi Note 2 Xiaomi Redmi 2 Xiaomi Redmi 2 Prime Xiaomi Mi 4i (keluaran 2014) Xiaomi Mi 4 Xiaomi Mi Note Xiaomi Mi Note Pro - Huawei (keluaran 2015) Huawei Ascend P8 Huawei Ascend P8max Huawei Honor 6 Plus Huawei Honor 7i Huawei Honor 7 Huawei Mate S Huawei MediaPad X2 Huawei Ascend G8 (keluaran 2014) Huawei Mate 7 Huawei Honor 6 Huawei Mate 7 Huawei Honor 4X Huawei Honor 4C Huawei Ascend G7 - Lenovo (keluaran 2015) Lenovo K3 Note Lenovo A7000 Lenovo A7000 Plus Lenovo Vibe S1 Lenovo Vibe P1 - ASUS (keluaran 2015) Asus Zenfone 2 series Asus Zenfone 2 Laser Asus Zenfone 2 Deluxe Asus Zenfone Selfie Asus Zenfone Go (keluaran 2013) Padfone S - OnePlus (keluaran 2015) OnePlus 2 (keluaran 2014) OnePlus One - Android One (keluaran 2015) Micromax Canvas A1 Karbonn Sparkle V Spice Dream Uno Symphony Roar A50 Cherry Mobile One MyPhone Uno Mito Impact A10 Nexian Journey One - BlackBerry (keluaran 2015) BlackBerry Priv - ZUK (keluaran 2015) ZUK Z1 - Nvidia (keluaran 2015) Nvidia Shield Tablet K1.
  10. Jelang tahun 2016, komunitas pegiat peranti lunak terbuka dirundung duka karena kepergian pendiri sistem operasi Debian Linux, Ian Murdock. Hal yang mengejutkan, Murdock seakan memberi petunjuk soal rencana kematiannya. Lahir 42 tahun silam, penyebab kematian Murdock hingga sekarang belum dikonfirmasi secara resmi. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam, 28 Desember 2015. Kabar tewasnya Murdock baru diketahui publik pada hari Rabu melalui publikasi blog seorang karyawan Docker, perusahaan peranti lunak komputer yang juga tempat kerja Murdoch dalam dua bulan terakhir. Sebelum meninggal, Murdock memperlihatkan bahwa ia sedang menghadapi masalah dengan polisi. Ia ditangkap dengan tuduhan melakukan aksi serangan terhadap seorang petugas dan ia dibawa ke rumah sakit. Tak hanya itu, di hari ia meninggal, pada siang harinya Murdock sempat berkicau di akun Twitter pribadi miliknya, mengungkapkan bahwa ia ingin bunuh diri. "Saya akan bunuh diri malam ini. Jangan menghalangi seakan-akan saya punya kisah hidup yang tak layak ikut mati bersama saya," cuit Murdock, sekitar pukul 14.13 waktu setempat, Senin 28 DEsember 2015. Kala itu banyak orang yang berspekulasi bahwa akun Twitter-nya telah diretas dan kicauan tersebut bukan ditulis oleh Murdock sendiri. Tak hanya soal kicauan bahwa ia ingin bunuh diri, Murdock juga sempat mempublikasi sejumlah tweet mengenai opininya terhadap perlakuan polisi. Murdock mengembangkan Debian Linux pada Agustus 1993. Kata "ian" dari "Debian" memang berasal dari namanya sendiri. Murdoch, yang tinggal di San Francisco, dikenal sebagai pencipta distro open source Linux pada 1993 ketika masih mahasiswa di Purdue University. Ia meraih gelar sarjanan ilmu komputer pada 1996 dan di tahun yang sama kelompok Proyek Debian meluncurkan versi stabil sistem operasi tersebut. Nama Debian pada sistem operasi itu diambil dari nama depannya, Ian. Dalam kurun satu dekade belakangan, Murdock berkontribusi di dalam komunitas teknologi di mana ia berperan sebagai CTO di Linux Foundation. Ia juga menjadi pimpinan senior di Sun Microsystems dan menjabat sebagai Vice President of Platforms di ExactTarget yang berbasis di Indianapolis.
  11. Para pegiat peranti lunak komputer bersifat terbuka sedang berduka. Ian Murdock, yang dikenal sebagai pendiri sistem operasi Debian Linux, menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin malam, 28 Desember 2015, di San Francisco, Amerika Serikat, saat usia 42 tahun. Kabar tewasnya Murdock baru diketahui publik pada hari Rabu melalui publikasi blog seorang karyawan Docker, perusahaan peranti lunak komputer yang juga tempat kerja Murdock dalam dua bulan terakhir. Murdock dikenal sebagai pencipta distro open source Linux pada 1993 ketika masih mahasiswa di Purdue University. Ia meraih gelar sarjanan ilmu komputer pada 1996 dan di tahun yang sama kelompok Proyek Debian meluncurkan versi stabil sistem operasi tersebut. "Dengan sangat sedih kami memberitahu Anda bahwa Ian Murdock meninggal pada Senin malam," kata Ben Golub, CEO Docker. Menurut Golub, Murdock telah membantu dunia dalam merintis gagasan proyek peranti lunak yang benar-benar terbuka, merangkul desain terbuka dan kontribusi terbuka. Pada Senin sore, Murdock sempat mempublikasi serangkaian kicauan Twitter yang menyedihkan dan tidak menentu, mengungkapkan ia telah ditangkap di dekat rumahnya oleh polisi, dituduh menyerang seorang perwira, dan dibawa ke rumah sakit. Dia juga mengancam akan bunuh diri. Setelah orang mengulurkan tangan kepadanya, Murdock muncul untuk tenang, dan bersumpah bukan untuk membersihkan namanya. Murdock meninggal malam itu. Akun Twitter-nya sejak itu telah dinonaktifkan. Penyebab kematian Murdock sejauh ini belum diketahui. Dalam satu dekade terakhir, Ia sempat menjadi CTO di Linux Foundation, pemimpin senior di Sun Microsystems, dan terakhir sebagai wakil presiden platform perusahaan ExactTarget di Indianapolis. Murdock sempat menikah pada 1993 dengan Debra Lynn, namun mereka bercerai pada 2008. Murdock Murdock meninggalkan dua anak perempuan.
  12. Kemajuan teknologi memang membuat kehidupan menjadi lebih mudah dengan hadirnya berbagai perangkat pendukung, salah satunya smartphone. Tapi para pengguna harus waspada, karena ada banyak tangan-tangan usil alias hacker (black hat hacker) yang kerap memanfaatkan kerentanan dalam sistem smartphone. Selain harus waspada, pengguna sepertinya bisa mempertimbangkan pernyataan seorang white hat hacker, Steve Lord, mengenai sistem operasi (OS) smartphone yang menurutnya paling aman. White hat adalah sebutan untuk hacker komputer "beretika" atau seorang pakar keamanan komputer, yang mengkhususkan diri dalam pengujian untuk memastikan keamanan suatu sistem. Lord mengungkapkan, semua mobile operating system pada dasarnya memiliki sisi baik dan buruk. Namun menurutnya, Windows Phone adalah yang paling sulit diretas. "Saat ini Windows Phone tampaknya menjadi yang paling sulit diretakkan. BlackBerry sendiri telah lama dikenal sangat fokus pada keamanan. Jika saya memiliki akses fisik ke perangkat, maka Android biasanya menjadi target paling mudah," tuturnya. Kemudian ia pun membandingkan antara iPhone, BlackBerry versi lama, dan Android. "Jika melalui sebuah jaringan atau saya harus menyerang melalui email atau pesan, Android menjadi yang termudah," sambungnya. Ia pun menyarankan bagi konsumen yang tidak mampu membeli smartphone terbaru, maka tak ada salahnya menggunakan feature phone atau smartphone BlackBerry 10. Selain itu, smartphone berbasis Windows Phone 8 atau versi terbaru juga bisa menjadi pilihan. Namun jika konsumen sudah jatuh hati dengan Android, maka kata Lord, ada satu varian produk yang bisa dipilih yaitu perangkat dengan brand Nexus. Pasalnya, Nexus termasuk perangkat yang mendapatkan pembaruan cukup sering.
  13. Microsoft sepertinya sedang menggoda pengguna Android, dengan meluncurkan beberapa aplikasi di Play Store. Setelah sebelumnya meluncurkan aplikasi Next dan Torque, kini Microsoft Garage kembali menggulirkan aplikasi serupa, yakni Arrow Launcher. Seperti yang tertera pada diskripsi aplikasi tersebut, Arrow Launcher merupakan peluncur aplikasi yang didesain dengan konsep sederhana dan merupakan launcher Android yang personal, karena menggabungkan kemudahan mengakses aplikasi serta tetap memudahkan terhubung dengan orang-orang terdekat. Secara tampilan, launcher ini juga mirip dengan tampilan antarmuka khas iOS namun navigasinya mirip dengan Windows Phone. Menariknya, launcher ini juga memiliki kemampuan memepelajari kebiasaan pengguna, seperti aplikasi apa saja yang sering digunakan, serta siapa saja orang sering Anda hubungi dari daftar kontak. Pada dasarnya, aplikasi ini hanya mengatur frekuensi penggunaan aplikasi yang sering diakses, kemudian meletakannya pada daftar favorit, serta mengurutkan orang-orang yang intens berhubungan dengan Anda serta menampilkan informasi terbaru, seperti unduhan, hingga panggilan tak terjawab dan lain-lain. Sedangkan untuk kustomisasi pada Arrow Launcher juga beragam, mulai dari pilihan halaman utama, widget, dock, wallpaper, Bing, hingga dukungan paket icon dari penyedia pihak ketiga. Launcher ini juga diklaim memiliki efisiensi dari segi memori maupun daya, jadi tetap ringan dan lancar serta tidak menguras penggunaan baterai. Saat ini aplikasi Arrow Launcher telah tersedia di Google Play Store, dan bagi Anda yang ingin segera mencoba aplikasi ini bisa langsung mengikuti link berikut.
  14. Mungkin nama merek ini tidak pernah kita dengar, namun perusahaan yang berbasis di Hong Kong ini merilis tablet dengan dua sistem operasi yang tertanam di dalamnya. Untuk spesifikasinya, Chuwi Hi10 ini dibekali dengan prosesor Intel Atom x5-8300 Cherry Trail. Bicara soal RAM, tablet ini mengusung RAM sebesar 4GB untuk menunjang aktifitas sehari-hari, dan tertanam memori internal sebesar 64GB yang dapat ditambah dengan menggunakan kartu memori jenis micro SD. Dengan menggunakan layar seluas 10 inci dengan resolusi FHD, tentunya akan membuat layar dari tablet ini nyaman untuk dilihat. Terdapat kamera sebesar 2 megapiksel untuk bagian belakang dan depan. Soal konektivitas, Chuwi Hi10 ini terbilang sangat lengkap, sebut saja port micro HDMI, 2 port USB, sebuah port micro USB untuk pengisian daya, WiFi 802.11b/g/n dan Bluetooth versi 4.0. Seperti yang telah dikatakan diawal, tablet dengan kapasitas baterai 8.000mAh ini ditanami 2 jenis sistem operasi yang dapat digunakan secara bergantian, yaitu sistem operasi dari Microsoft, Windows 10 dan sistem operasi dari Google, Android Lollipop versi 5.1 Soal harga, tablet ini dibanderol dengan harga kisaran 250 USD atau sekitar 3.6 juta Rupiah, dan diperkirakan akan mulai dipasarkan pada akhir bulan Oktober.
  15. Sistem operasi Windows yang saat ini merupakan OS paling populer di dunia menjadi wajah dari Microsoft. Namun siapa sangka, ternyata Microsoft juga mempunyai produk sistem operasi lain yang bahkan dibangun berbasiskan pada Linux. Sistem operasi tersebut bernama Azure Cloud Switch. Meski Azure Cloud Switch adalah OS berbasis Linux, namun keberadaan sistem operasi ini tak akan mengganggu eksistensi OS Linux seperti Ubuntu, Mint ataupun Fedora. Hal ini karena OS tersebut memang tidak ditujukan untuk komputer desktop biasa. Melainkan dipakai dalam jaringan komputer data center. Dan sesuai dengan namanya, sistem operasi ini juga ditujukan untuk berjalan pada sistem berbasis cloud Azure milik Microsoft. Jadi jelas kalau keberadaan sistem operasi cross-platform dari Microsoft ini tak akan menganggu tingkat penggunaan OS Linux di segmen desktop PC. Microsoft pun tentunya punya alasan tersendiri kenapa mereka memilih untuk membangun sistem operasi Azure Cloud Switch dengan berbasiskan pada Linux. Kemungkinan besar, Linux dipilih karena platform open source tersebut merupakan pilihan terbaik untuk saat ini. Terlebih sebenarnya Microsoft juga mempunyai opsi untuk membangun sistem operasi ini berbasiskan pada Windows. Microsoft sendiri mempunyai hubungan yang terbilang sangat baik dengan komunitas Linux. Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itupun beberapa kali terlibat dalam pengembangan Linux serta open source lain dalam beberapa tahun ke belakang. Bahkan Microsoft juga menjadi salah satu dari 20 perusahaan yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan kode kernel Linux di tiga tahun terakhir.
  16. Belum lama ditemukan malware sejenis ransomware yang menyamar sebagai aplikasi Adult Player, perusahaan keamanan lainnya, Eset mengidentifikasi jenis serangan baru tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Malware yang disebut dengan Porn Droid ini setelah menginfeksi perangkat Android, kemudian akan meretas sistem keamanan dan mengubah PIN di ponsel korbannya. Setelah berhasil menguasainya, malware ini akan meminta sejumlah tebusan. Untuk meyakinkan korbannya, setelah malware ini menginfeksi, pengguna ponsel akan mendapatkan semacam surat peringatan yang berasal dari FBI, lengkap dengan logo FBI dan tandatangan petinggi organisasi intelejen yang pastinya palsu. Surat tersebut menyatakan bahwa pengguna ponsel tersebut menggunakan aplikasi pornografi yang dilarang. Dan korbannya diminta untuk membayar US$ 500 dalam kurun waktu tiga hari. Untuk menjalankan aksinya, Porn Droid membutuhkan akses administrator ke perangkat. Stefanko dari Eset menulis bahwa malware menggunakan metode baru untuk mendapatkan tingkat akses tertinggi tersebut. Ketika Porn Droid berjalan, malware meminta orang untuk mengklik sebuah tombol untuk mengaktifkan aplikasi tersebut. Namun sebetulnya itu adalah jebakan, untuk memberikan pengaturan hak kelola perangkat. "Setelah pengguna mengkliknya. Pengguna ponsel itu dalam masalah besar," kata Stefanko."Karena malware dapat memperoleh hak adiministrator untuk mengunci perangkat. Dan lebih buruk lagi, ia membuat PIN baru." Lihat juga:Korban Aplikasi Porno Diminta Tebusan US$ 500 Dalam kasus Porn Droid, jika seseorang mencoba untuk menonaktifkan hak istimewa admin, malware menggunakan fungsi panggilan-kembali untuk mengaktifkannya, Stefanko menulis. Parahnya lagi, malware ini mampu mengelabui antivirus mobile. Pengguna Android yang ponselnya di-root yang paling rentan terkena masalah ini. Tak menutup kemungkinan aplikasi ini juga menyerang karena pengguna menginstal aplikasi bukan dari Google Play Store.
  17. Sudah melihat patung icon Android yang baru? Ya Senin 17 Agustus lalu Google resmi merilis Android Marshmallow sebagai penerus Android Lollipop. Patung Android hijau dengan membawa sebuah marshmallow memang sudah menghiasi kantor utama Google di California, Amerika Serikat. Lalu fitur apa saja yang dibawa oleh Android versi 6.0 ini? Google memang belum merilis secara resmi versi untuk konsumen, namun untuk versi preview final sudah ada link download-nya bagi para pengembang aplikasi. Fitur-fitur baru yang dibawa Android M ini yang pertama adalah App Permisions, dengan fitur baru ini pengguna dapat menyesuaikan izin akses untuk tiap aplikasi, misal kita tidak ingin mengaktifkan izin kamera untuk aplikasi Whatsapp, maka aplikasi tersebut tidak akan mendapatkan izin untuk mengakses kamera. Kemudian fitur berikutnya ada fitur Doze atau power saving, mungkin fitur ini sudah biasa namun fitur Doze pada Android M hadir lebih baik. Ketika ponsel berada dalam mode siaga (idle) yang cukup lama, sistem akan membawa ponsel ke dalam mode tidur yang lebih dalam. Tentu ini akan menambah waktu siaga yang lebih lama dan penggunaan baterai yang lebih irit. Selanjutnya ada fitur Track Memory, fitur ini akan membatu pengguna untuk melihat aplikasi mana saja yang paling sering memakan memory besar. Dengan adanya fitur ini pengguna tidak perlu lagi menghapus aplikasi di recent apps, tentu ini membuat RAM semakin lega. Lalu ada fitur Auto-backup, dengan fitur ini jika pengguna ingin berganti ponsel maka tidak perlu lagi mengatur ulang dari awal aplikasi yang pernah dipakai. Dengan fitur ini pengguna dapat menyimpan aplikasi yang sebelumnya ke Google Drive, namun dengan catatan ukuran file tidak lebih dari 25MB. Jika pengguna ingin mengembalikan pengaturan profil diponsel sebelumnya, pengguna hanya tinggal me-restore profil yang telah tersimpan. Untuk tampilan memang tidak begitu banyak perubahan, dan fitur Now on Tap juga masih ada di Android Marshmallow ini. Tampilan boot animation mengalami pembaruan dan koleksi wallpaper juga bayak yang baru. Lalu ada juga cara cepat untuk masuk ke dalam System UI tuner. Saat ini Android M hanya hanya tersedia dalam versi pengembangan, nantinya jika sudah dirilis versi konsumen akan memboyong fitur baru seperti native fingerprint support, Android Pay, Now on Tap, App Permissions dan lainnya. Untuk melihat lebih jelas seperti apa tampilan Android Marshmallo, Anda dapat melihat video berikut.
  18. Microsoft sempat membuat banyak orang bingung saat mereka mengumumkan daftar smartphone yang akan mendapatkan Windows 10 di laman resminya. Dalam website Windows 10 Mobile Page, Microsoft hanya mengumumkan 10 ponsel yang akan mendapatkan upgrade Windows 10. Sebelumnya, Microsoft sempat menjanjikan jika mereka akan memberikan upgrade untuk semua ponsel Lumia berbasis Windows Phone 8. Namun kenyataanya, perusahaan piranti lunak tersebut hanya akan menggelar update Windows 10 untuk sepuluh seri Lumia. "Ini adalah daftar perangkat di pasaran yang akan menerima pembaruan Windows 10. Ini adalah ambisi kami untuk membawa Windows 10 untuk semua perangkat Lumia yang menjalankan perangkat lunak Lumia Denim, memiliki beberapa fitur bervariasi berdasarkan spesifikasi perangkat keras," ujar perwakilan Microsoft kepada Neomin, Jumat (31/7/2015). 10 ponsel Lumia yang akan mendapatkan upgrade Windows 10, yakni Lumia 430, Lumia 435, Lumia 523, Lumia 535, Lumia 540, Lumia 640, Lumia 640 XL, Lumia 735, Lumia 830, dan Lumia 930. Dalam list tersebut, seri yang paling populer, yakni Lumia 520, Lumia 630, dan Lumia 635 tidak masuk datftar upgrade Windows 10. Sebagai informasi, ponsel yang memiliki RAM kurang dari 1 GB memang tak kompatibel untuk mendapat upgrade Windows 10. Microsoft sendiri belum mengumumkan kapan pastinya Windows 10 untuk Mobile akan diluncurkan. Namun diperkirakan Windows 10 untuk mobile akan mulai bergulir pada November tahun ini.
  19. Sailfish yang merupakan sistem operasi yang ditawarkan oleh perusahaan Jolla perkembangan lanjutan dari Meego yang sudah layu sebelum berkembang namun sistem operasi turunannya telah merilis versi 2.0 dan sepertinya Sailfish bernasib lebih baik dari Meego. Jolla sendiri berfokus pada sistem operasi dan melisensikan ke pembuat perangkat / device dan sepertinya selain mengumumkan versi 2.0 terbaru mereka pun berhasil mendapatkan rekan baru untuk memproduksi ponsel Sailfish pada tahun ini yaitu perusahaan dari India bernama Intex. Sailfish merupakan sistem operasi berbasis Linux yang banyak mengandalkan gerakan tangan yang dikembangkan oleh mantan pegawai Nokia sebelum Nokia beralih menggunakan OS Windows Phone. Bagusnya Sailfish juga mendukung aplikasi Android sehingga jangan kuatir Anda tidak bisa menjalankan aplikasi Android kesayangan Anda untuk ponsel Sailfish. Peningkatan utama pada versi 2.0 ini memang dukungan aplikasi Android lebih baik, peningkatan stabilitas dan performa serta dukungan perangkat tablet. Sailfish ini pun mendukung perangkat berprosesor Qualcomm Snapdragon 200, 600, dan 800 serta mendukung jaringan LTE.
  20. Perusahaan Microsoft yang merancang sistem operasi Windows 10 kini kian membuat calon penggunannya semakin penasaran saja. Setelah sebelumnya mengumumkan jika Windows 10 dapat di upgrade oleh pengguna Windows versi lama, kini Perusahaan komputer terbesar di dunia itu membeberkan jika OS Windows 10 dapat merekam kegiatan pengguna dari sensor canggih. Ternyata sensor tersebut telah disematkan dalam perangkat yang nantinya dapat menggunakan sistem operasi Windows 10 untuk smartphone. Sensor canggih tersebut dikelompokan menjadi beberapa jenis, tergantung dari pemakaian atau penggunaan sensor tersebut. Sensor canggih yang dibicarakan diatas diantaranya diantaranya adalah barometer; proximity (deteksi keberadaan orang); long range; custom sensors; environmental (suhu, kelembaban, kadar karbondioksida, hingga intensitas sinar UV). Tidak hanya itu saja ada salah satu sensor yang dapat mendeteksi kesehatan pengguna. Sensor tersebut yakni sensor biometric yang memiliki fungsi untuk mengukur detak jantung pengguna smartphone yang telah tersematkan sensor tersebut. Ada juga sensor untuk kegiatan sehari-hari pengguna smartphone diantaranya pelacak aktivitas untuk menentukan apakah pengguna sedang berlari, berjalan atau bersepeda; altimeter untuk mengukur ketinggian dan pedometer untuk mencatat langkah. Selain itu sensor tersebut juga dapat melindungi smartphone saat tidak di peggang oleh pemiliknya. Dengan sensor tersebut akan dapat terdeteksi apakah ponsel sedang dibawa oleh pemilik atau orang lain. Saat ponsel di tangan orang lain yang bukan pemilik maka secara otomatis sensor tersebut akan memberikan kunci pengaman untuk mengunci ponsel tersebut. Kemudian bisa juga membaca apakah pponsel dsedang di dalam tas tangan, dompet atau tas punggung. Semua aktivitas pengguna selama 30 hari terakhir dapat diawasi serta dicatat menggunakan semua sensor-sensor tersebut. Screenshot sebuah ponsel yang menggunakan sistem operasi Windows 10 menjadi salah satu bukti keberadaan sensor ini diketahui. Screenshot tersebut diketahui muncul dalam presentasi di Windows Hardware Engineering Community (WinEHC) di Shenzhen, Tiongkok yang digelar beberapa waktu yang lalu.
  21. Kebutuhan akan perangkat mobile pintar saat ini memang sangat tinggi. Terlebih perangkat smartphone dan tablet kini tak hanya digunakan untuk fasilitas hiburan. Tapi juga bisa dipakai untuk sarana pendukung pekerjaan. Dengan kondisi tersebut, sistem operasi mobile yang ada pun haruslah mempunyai tingkat keamanan tinggi. Perdebatan mengenai sistem operasi mobile paling aman memang sudah cukup lama. Terlebih persaingan antara Android dengan iOS sangat sengit. Namun kalau menurut CEO Kaspersky Eugene Kaspersky, dua sistem operasi mobile terpopuler dunia tersebut bukanlah OS untuk perangkat mobile yang paling aman saat ini. Eugene mengungkapkan kalau iOS serta Android mempunyai banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh para hacker. Di sisi lain, dia pun menunjuk bahwa sistem operasi Windows Phone saat ini menjadi sistem operasi yang bersih. Hal itu diungkapkan oleh Eugene dalam sebuah konferensi yang berlangsung di Australia. Lebih lanjut Eugene mengatakan kalau para pelaku kriminal saat ini mempunyai obsesi yang tinggi terhadap iOS serta Android. Terlebih para pengguna perangkat mobile kini juga kerap melakukan transaksi keuangan melalui gadget miliknya. Jadi tidak mengherankan kalau mereka pun lebih banyak menargetkan pengguna iOS dan Android yang saat ini menjadi dua sistem operasi mobile paling populer.
  22. Meski telah mengembangkan Android sejak lama, Google ternyata sedang menyiapkan sistem operasi baru bernama Brillo. Ini merupakan sistem operasi turunan dari Android namun "dipoles" agar mampu mengkonsumsi energi sangat irit. Brillo diumumkan Google dalam konferensi pengembang aplikasi Google I/O 2015 yang digelar di San Francisco, California, Amerika Serikat Google menjanjikan versi pratinjau Brillo hadir pada kuartal ketiga tahun ini. Ia adalah sistem operasi yang dibuat Google untuk "segala hal yang terhubung Internet" atau Internet of Things (IoT). Sejumlah fitur Android akan hadir di Brillo, namun memakai komponen Wi-Fi dan Bluetooth yang mengonsumsi daya rendah. Pada kesempatan yang sama, Google juga memperkenalkan Weave, sebuah bahasa pemrograman yang memungkinkan perangkat berbasis Brillo terhubung dengan ponsel pintar atau tablet, dan semua barang yang terhubung dengan Internet. Weave dijanjikan rilis pada kuartal empat tahun ini. Weave sendiri bakal memanfaatkan teknologi komputasi awan (cloud computing) dalam operasionalnya menghubungkan antar perangkat. Dengan semua langkah ini, Google sudah mempersiapkan diri dalam teknologi peralatan rumah tangga yang di masa depan bakal terhubung dengan Internet. Hal ini memperlihatkan aksi Google mengakuisisi perusahaan Nest pada Januari 2014 lalu tidak sia-sia. Nest didirikan oleh Tony Fadell pada 2010. Mereka membuat peranti lunak untuk peralatan rumah tangga agar bisa saling terhubung. Tony Fadell sebelumnya dikenal sebagai "Bapak iPod" karena terlibat besar dalam pengembangan iPod generasi pertama di Apple. Fadell kini memimpin proyek kacamata pintar Google Glass yang akan dirombak total dari sisi desain dan teknologinya.
  23. Ngoprek, biasanya diartikan "suatu kegiatan mengutak-atik komputer seisinya dengan atau tanpa tujuan tertentu". Dari mana asal kata itu, dari bahasa mana, dan apa arti sebenarnya masih merupakan tanda tanya besar. Namun diperkirakan asalnya dari istilah di dunia komputer, phreaker, yang diartikan perusak. Phreaker adalah varian dari hacker, yaitu seseorang yang mempunyai kebiasaan dan kesenangan mengutak-atik sistem komputer lain untuk mencari jalan masuk ke sistem itu, biasanya lewat internet. Jadi phreaker adalah hacker yang bertujuan merusak sistem yang berhasil dimasuki. Namun, ngoprek, seperti yang selama ini dikenal, diartikan lebih luas, tidak terbatas pada sistem jaringan atau source code suatu aplikasi atau membongkar proteksi suatu program (lebih dikenal dengan istilah cracker), sebagai keseluruhan sistem komputer (khususnya PC) baik hardware maupun software. Jadi, istilah ngoprek mencakup hacker, phreaker, cracker, dan lain-lain kegiatan yang menjadikan komputer sebagai objek 'permainan'. Dulu, saat komputer pribadi (PC) dianggap barang mewah, dan kegunaannya terbatas pada pengganti mesin ketik dan bermain digger, kegiatan ngoprek terbatas pada pemrograman menggunakan Basic, Pascal, atau Assembler. Ketika internet mulai meluas, maka muncul pula kegiatan ngoprek di internet (menembus server lain), dan akhirnya muncullah Linux, sebagai sistem operasi yang ngoprek-friendly, yang source codenya diberikan secara cuma-cuma dan popularitasnya yang terus menanjak, bahkan tahun 1999 mengalami booming, dan melahirkan trend baru di kalangan para pengguna PC, kalau tidak bisa dikatakan sebuah demam baru, seperti yang dicita-citakan penciptanya Linus Torvalds saat digigit penguin, menimbulkan rasa ingin tahu dan penasaran atas Linux. Bisa dikatakan bahwa mereka yang tidak tahu Linux sebagai ketinggalan zaman, seperti halnya lima tahun yang lalu terjadi pada Windows 95. Lalu, apakah Linux akan berhenti sebagai trend atau demam yang akan digantikan yang lain, dan terlupakan? Mengamati perkembangan yang terjadi belakangan ini sebenarnya ada beberapa hal yang pantas dicermati, ada prediksi positif dan negatif mengenai masa depan Linux sebagai sistem operasi dan Linux sebagai 'way of life' seperti yang dibanggakan oleh para pendukung fanatiknya. Dari sudut pandang optimis bisa dikatakan bahwa perkembangan Linux akhir-akhir ini semakin menunjukkan masa depan yang semakin cerah bagi Linux. Semakin banyaknya pengguna, yang ditunjukkan dengan meningkatnya angka pengguna Linux (mencapai 5% dari total pasar sistem operasi) dan diperkirakan akan terus tumbuh, semakin banyaknya aplikasi sehari-hari yang tersedia, semakin banyak dukungan bagi peripheral dan juga dukungan teknis resmi maupun tidak resmi, dan kesadaran yang mekin meningkat akan hak cipta (copyright). Hal terakhir inilah yang selama ini gencar disuarakan oleh para produsen software komersial untuk memerangi pembajakan atas produk mereka. Bagi para konsumen perorangan, khususnya di negara berkembang, yang untuk makan sehari-hari saja susah, membeli software komersial adalah suatu keniscayaan, apalagi dengan nilai tukar dolar yang naik-turun. Belum lagi keharusan untuk selalu mengupgrade secara teratur, dan masih harus mewaspadai kemungkinan munculnya bug, yang tidak dapat kita perbaiki sendiri karena kita tidak tahu source codenya dan harus menunggu sampai produsennya mengeluarkan patch / updatenya. Kesadaran akan hak cipta atau kondisi kepepet karena harus menggunakan software yang legal, sekarang dapat menemukan jalan keluarnya dengan hadirnya Linux. Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, Linux bukan hanya gratis, tetapi juga bebas dioprek semau kita, dengan syarat, hasil oprekan kita itu juga tersedia untuk umum. Sistem GNU GPL (GNU Public License) menjamin ketersediaan source code Linux dan turunannya untuk siapapun yang menginginkannya. Bukan hanya Linux, yang di sini berarti kernel sistem operasinya saja, namun sebagian besar aplikasi dan distribusi Linux juga bersifat GPL, sebagian lagi bersifat freeware (gratis tanpa source code tersedia), dan sebagian lagi bersifat shareware/commercial. Jadi, dengan menggunakan Linux kita mendapat dua keuntungan sekaligus : mematuhi hak cipta (karena gratis) dan menambah pengatahuan 'ngoprek' kita karena kita akan sedikit 'dipaksa' untuk memahami cara kerja komputer, hardware dan softwarenya bila ingin menggunakan Linux. Pertanyaannya sekarang adalah : Apakah Linux sudah layak menjadi pilihan sistem operasi bagi saya sekarang ini? Bila itu yang anda tanyakan maka jawabannya adalah ya, mengingat distribusi Linux terakhir semakin mudah digunakan dibandingkan satu dua tahun yang lalu, relatif lebih mudah didapatkan. dukungan yang makin luas, referensi yang semakin banyak, dan bila anda tidak memulai sekarang maka percaya atau tidak anda akan rugi suatu hari nanti, karena jika ketentuan hak cipta mulai diberlakukan, maka anda tidak punya alternatif lain selain harus membeli semua software yang anda gunakan. Meskipun, memang pada saat ini belum semua aplikasi yang biasa kita gunakan di Windows dapat kita temukan penggantinya di Linux, apalagi bila Anda seorang maniak gamer, secara umum kita bisa melakukan perkerjaan sehari-hari kita di Linux. Satu-satunya alasan mengapa tidak menggunakan Linux sekarang ini adalah bila anda tinggal di negeri antah-berantah yang terpencil, terisolasi dari dunia luar. Mau tahu tentang Linux? Anda tinggal mencari di media, baik cetak (koran/majalah) atau di internet, atau tanya teman-teman anda yang hobinya ngoprek. Mau langsung menginstal Linux di komputer anda atau komputer lain yang biasa anda gunakan ? Anda tinggal beli CD distro Linux yang banyak dijual di toko-toko penjual CD-ROM (jangan takut, dijamin halal) atau bisa pinjam ke teman sekalian minta diajari cara instalasinya, atau jika memang memungkinkan, bisa menginstalnya lewat internet (via FTP) atau download keseluruhan distro, lalu ditransfer ke CD-R (tidak direkomendasikan bagi pemula dan opreker kere macam kami). Mengapa harus Linux ? Apakah memang tidak ada alternatif lain ? Apakah memang pada nantinya semua orang akan memakai Linux ? Apakah Linux mempunyai masa depan yang jelas sebagai suatu sistem operasi ? Banyak pertanyaan yang dapat dilontarkan bila dihadapkan dengan pemilihan Linux sebagai sistem operasi komputer anda. Namun, apakah sesungguhnya yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan sistem operasi? Satu hal yang pasti, sistem operasi bukanlah segala-galanya, namun komputer anda tidak akan beroperasi tanpa sistem operasi. Sebagai pengguna / konsumen, anda berhak memilih sistem operasi yang terpasang pada komputer anda. Beberapa tahun yang lalu anda hanya dihadapkan pada satu pilihan, Windows. Sekarang, banyak pilihan yang bisa diambil : Windows (3x, 9x/ME, NT, 2000), Linux, xBSD, BeOS, dan MacOS . Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya. Windows dikenal sangat luas dukungannya, terluas sampai saat ini namun bersifat komersial dan propietary (tertutup). XBSD mempunyai sifat dasar seperti Linux (murah, handal, dan serba guna), namun dukungan aplikasi dan device driver tidak sebagus Linux karena lisensinya hanya mendukung satu distro resmi yang menyebabkan kurangnya promosi dan dukungan di kalangan perusahaan besar. BeOS mungkin merupakan sistem operasi ynag paling mudah digunakan saat ini, namun lagi-lagi dukungan aplikasinya sangat kurang, apalagi BeOS bersifat komersial. MacOS hanya bisa dijalankan di platform PowerPC (yang mahal, dan nggak ada versi rakitannya). Jadi, mengapa Linux?, karena Linux mengatasi beberapa kekurangan sistem-sistem operasi di atas : Linux murah, karena dilindungi oleh lisensi GPL, sehingga source codenya dapat diperoleh secara gratis, tidak perlu membayar lisensi lagi, begitu pula sebagian besar aplikasi Linux pun berlisensi GPL (kecuali beberapa aplikasi besar yang ditujukan bagi pemakai korporat). Para distibutor (baca:pembuat distro) selalu menyediakan versi GPL dari distro resminya (biasanya CD instalasinya), dan bahkan ada distro yang bersifat nonkomersial seperti Debian/GNU Linux dan Stampede. Linux handal, karena sejak awal didesain sebagai sistem operasi yang Unix-like (mirip unix) yang POSIX-compliant, sistem lisensi GPL yang diambil memungkinkan perbaikan dan penambahan fasilitas yang cepat serta penemuan dan perbaikan bug yang cepat pula. Para pengembang Linux, dan aplikasi-aplikasi pendukungnya tersebar di seluruh dunia dan telah berpengalaman selama bertahun-tahun sejak pertama kali lahirnya Linux. Linux dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari web server, FTP server, mail server, internet router, file server, workstation, sampai PC desktop biasa. Linux dapat dijalankan pada processor Intel (mulai 386 dan clonenya seperti AMD, Cyrix,), PowerPC (Mac), Alpha, dan UltraSPARC. Dukungan untuk Linux terus berkembang dan mulai menyamai dukungan bagi MacOS, dan hanya kalah dari Windows dalam hal ini. Dukungan dalam hal ini dalam bentuk tersedianya device driver dan aplikasi. Bahkan dalam soal aplikasi, aplikasi di Linux tersedia dengan kemampuan standar dan harga yang murah (kebanyakan malah gratis), seperti StarOffice dan KOffice (gantinya MS Office), AbiWord, Klyx, dan WordPerfect (gantinya MS Word), GIMP dan PhotoPaint (gantinya PhotoShop), Dia (gantinya Visio). Dukungan juga dapat diartikan dukungan teknis dari perusahaan besar, seperti IBM, VA Linux, RedHat, Caldera Systems, SuSE, dalam pengembangan Linux. Dengan sistem pengembangan Linux yang ada sekarang, memang tidak mudah menebak roadmap Linux di masa datang, namun satu hal yang pasti Linux akan sulit sekali mati / dimatikan, disebabkan pengembangannya yang terdistribusi. Bila Microsoft bangkrut, maka Windows pun lenyap, bila Apple bangkrut, MacOS pun lenyap, bila Be bangkrut, BeOS pun lenyap. Namun, jika RedHat bangkrut, masih ada SuSE, Caldera, Corel, dan perusahaan distro lain. Bila semua perusahaan distro bangkrut, masih ada Debian dan Stampede yang dikembangkan secara sukarela. Namun, di samping keunggulan-keunggulan di atas, Linux masih banyak kekurangannya seperti halnya: Dukungan untuk peripheral terbaru masih harus menunggu, karena komitmen para produsen hardware untuk mendukung Linux masih sangat kurang sehingga para pengembang Linux harus menulis driver untuk peripheral itu yang memakan waktu, sementara driver untuk Windows (dan platform lain yang didukung) langsung tersedia. Selain itu ada juga produsen yang menolak memberikan spesifikasi teknis produknya sehingga menyulitkan usaha pembuatan driver. Belum jelasnya standarisasi dalam dunia Linux, seringkali para pengembang software, khususnya pendatang baru, hanya menguji produknya dengan distro tertentu yang pangsa pasarnya tinggi, dan menyulitkan pengguna distro lain. Juga disebabkan oleh konsekuensi gratisnya sebagian besar software di Linux sehingga dukungan teknis dan kemudahan instalasi menjadi agak terlupakan. Karena sifatnya yang non-komersial, platform Linux dianggap kurang menarik bagi para pemilik standar de facto yang berteknologi propietary, seperti QuickTime, Windows Media, dan DVD untuk mem-port aplikasi, atau minimal membuka spesifikasinya ke komunitas Linux. Selain itu, keragaman standar GUI di Linux yang menguntungkan di satu sisi, cukup menyulitkan para pengembang aplikasi berbasis GUI, namun hal ini nampaknya mulai bisa diatasi dengan dirilisnya sejumlah aplikasi RAD seperti Glade dan KDevelop. Instalasi Linux belum semudah Windows (jangan dibandingkan dengan MacOS, apalagi BeOS), namun sebenarnya kesulitan terbesar adalah soal pembagian partisi. Dengan perkembangan akhir-akhir ini instalasi Linux semakin mudah, dan bahkan masih cukup fleksibel untuk dikustomisasi. Terima kasih pada Caldera OpenLinux yang telah mulai mengembangkan proses instalasi berbasis grafis sejak tahun 1997. Jadi, benarkah Linux akan menguasai dunia seperti halnya Microsoft (MS Windows) sekarang ini? Mungkin, namun harus diingat bahwa kalaupun nanti Linux menjadi platform yang dominan, maka tidak ada pihak yang terlalu diuntungkan kecuali para user, karena Linux adalah pada dasarnya adalah mengenai pilihan. Anda bebas memilih distro yang anda sukai, satu, dua, atau dua belas pun tidak masalah. Dari satu distro, anda bebas memilih tampilan desktop anda, bebas mengupgrade dengan komponen distro lain atau bahkan hanya dengan mendownloadnya dari internet, bahkan jika anda hanya menggunakan distro semacam WinLinux dan PhatLinux (yang diinstal di partisi Windows), anda pun berhak menyandang gelar linux user. Jadi, tunggu apa lagi? mulailah ber-Linux ria! Are you Linux yet ?
  24. Samsung Electronics baru saja mengumumkan bahwa mereka akan membangun pabrik chipset prosesor senilai US$14 miliar yang akan siap beroperasi mulai paruh pertama tahun 2017 mendatang. Menurut rencana, pabrik ini akan dibangun di kota Pyeongtaek, sebelah selatan Ibukota Seoul, sehingga memudahkan Samsung dalam mengendalikannya. Seperti diketahui, kini bisnis chipset prosesor untuk perangkat mobile sedang menjadi ladang yang potensial dan masih akan berkembang dalam waktu mendatang. Namun menurut media lokal, pabrik ini didirikan tidak semata-mata untuk memenuhi permintaan pasar melainkan untuk memajukan bisnis smartphone Samsung yang mulai melambat. Samsung juga dilaporkan sudah mendapatkan tender produksi prosesor Apple A9 yang rencananya akan menjadi dapur pacu iPhone generasi selanjutnya. Namun, prosesor ini rencananya akan diproduksi di pabrik Samsung di Austin, Texas, AS. Sedangkan pabrik baru ini nantinya akan ditujukan untuk memproduksi chipset prosesor bagi perangkat flagship seri Galaxy S generasi selanjutnya. Sumber : teknologi.inilah.com
  25. Sebelum anda membaca banyak tutorial linux lebih baik anda mengenal dulu istilah yang satu ini yaitu Dependency (dependensi). Bisa diartikan ketergantungan. Di Linux, dependensi berarti paket lain yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah paket. Misalnya, paket d memiliki dependensi terhadap paket a, paket b, dan paket c. Paket d akan berjalan dengan baik jika kita menginstall paket a, paket b, dan paket c. Ketiga paket tersebut harus diinstall agar paket d berfungsi baik dan maksimal. Dependensi kadang-kadang menjadi sesuatu yang menyebalkan, apalagi jika distributor memanajemen dependensi dengan buruk. Misalnya di Ubuntu. Paket "ubuntu-desktop" meminta dependensi lebih dari yang dibutuhkan. Padahal, jika beberapa paket tidak diinstall (diikutkan sebagai dependensi), ubuntu tidak bermasalah saat berjalan. Paket-paket yang saya maksudkan adalah paket-paket semacam gnome-games. Paket-paket sejenis ini (tidak urgent) biasanya saya un-install. Bagaimanapun, developer Ubuntu mengeset dependensi berdasarkan kemampuan PC atau kondisi saat ini secara umum. Linux tidak semata-mata terdiri dari satu paket yang bisa berjalan sendiri dan tidak membutuhkan paket lainnya. Linux sendiri merupakan kesatuan dari kernel, aplikasi, karya seni, dan struktur yang saling berkaitan. Setiap paket memegang peranan penting dalam membentuk Linux. Dependensi biasanya sering berkaitan dengan penggunaan library. Developer di Linux biasanya berkonsentrasi untuk mengembangkan aplikasinya sendiri, tanpa memusingkan pembuatan untuk menyertakan library yang bersangkutan. Inilah mengapa, hanya dengan 2 Gb space hardisk, kita mendapatkan sebuah sistem yang kompak dan lengkap saat selesai menginstall Linux. Bandingkan dengan Windows XP, space 2 Gb terpakai hanya untuk OSnya saja. Dependensi juga bisa berkaitan dengan artwork. Bisa saja sebuah set ikon digunakan bersama-sama oleh sebuah aplikasi (misalnya desktop). Karena sifat-sifat di atas, saya meringkas keuntungan dependensi adalah: Kemudahan pemaketan sebuah aplikasi. Aplikasi tersebut tidak perlu mem-paketkan library bersama-sama aplikasi sehingga ukuran aplikasi bisa diringkas. Fleksibilitas aplikasi. Di luar dependensi default, ada dependensi recommended atau suggested. Dua dependensi ini akan melengkapi kemampuan aplikasi yang bersangkutan jika paket-paket yang dimaksud di install. Contohnya, aplikasi file-roller (manager arsip gnome), merekomendasikan unrar, p7zip, arj, dan lainnya. Memudahkan pelayanan support berkaitan dengan aplikasi. Memudahkan penangan advokasi berkaitan dengan lisensi.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy